Skip to content
Back to announcement

20251104_NZIA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31982141_lamp1.pdf

Other Text extracted NZIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1 OCR 0.956
No. : 258/DIR-NZIA/XI/2025 Karawang, 04 November 2025

Kepada Yth.

Direktur Penilaian Perusahaan |
Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Pusat 12190

u.p: Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna
Perihal : Jawaban Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan per 30 Juni 2025
Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat dari Bursa Efek Indonesia No. S-12389/BEI.PP1/10-2025 tanggal 30 Oktober
2025 perihal Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Nusantara Almazia Tbk per 30 Juni
2025, bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:

1. Perseroan masih membukukan rugi periode 30 Juni 2025 sebesar Rp3,37miliar. Penjelasan
mengenai rencana strategis manajemen untuk memperbaiki posisi keuangan.
Tanggapan:
Perseroan berusaha mengoptimalkan Penjualan rumah subsidi yang dimiliki oleh Entitas Anak
dan memaksimalkan Penjualan rumah pada proyek Saung Kebun melalui penerapan strategi
pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.

2. Dari sisi likuiditas, Perseroan memiliki angka yang sangat tinggi di 7,11x per 30 Juni 2025. Hal
ini menunjukkan kemampuan membayar kewajiban lancar sangat baik, namun terdapat potensi
adanya idle aset yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Strategi optimalisasi pemanfaatan
aset lancar yang idle.

Tanggapan:
Sebagian besar aset lancar merupakan Persediaan. Perseroan terus mengoptimalkan penjualan

persediaan dan meningkatkan kualitas, sehingga pemanfaatan aset lancar dapat optimal.
Page 2 OCR 0.956
3. Komposisi aset didominasi tanah yang belum dikembangkan yakni 61,9396 dari total aset, saldo
tidak berubah sejak akhir tahun lalu. Agar dijelaskan:

a. Latar belakang yang menyebabkan saldo tanah belum dikembangkan tetap tinggi dan tidak
bergerak secara signifikan sejak akhir tahun 2024.
Tanggapan:
Saldo tanah yang belum dikembangkan tetap tinggi karena tanah belum dikembangkan
masih dalam proses persiapan untuk pengembangan.

b. Rencana konkret (timeline, target, dan Strategi) manajemen dalam mengaktivasi landbank
tersebut dalam jangka pendek hingga menengah.
Tanggapan:
Saat ini, landbank yang dimiliki Perseroan, sedang tahap pematangan lahan untuk mulai
dikembangkan.

Strategi Perseroan dalam mempercepat penagihan piutang usaha » 60 hari yang proporsinya
sangat besar dan membesar setiap periode.

Tanggapan:

Strategi Perseroan dalam mempercepat penagihan piutang usaha dengan mengoptimalkan
penyelesaian proses pengurusan sertifikat hak milik atas nama konsumen sehingga dapat
segera diserahkan ke bank pemberi KPR dan bank dapat segera mencairkan piutang usaha
yang telah jatuh tempo.

Penjualan kavling per 30 Juni 2025 turun drastis menjadi Rp320 juta dibandingkan Rp2,26 miliar
per 30 Juni 2024. Agar dijelaskan:
a. Penyebab utama penurunan signifikan penjualan kavling.
Tanggapan:
Karena penjualan kavling di periode Januari sampai dengan Juni 2025 hanya
menghabiskan stok kavling yang ada.
b. Rencana manajemen untuk memperbaiki komposisi pendapatan agar segmen kavling
kembali memberikan kontribusi yang lebih optimal.
Tanggapan:
Perseroan tidak memiliki rencana untuk menjual kavling karena stok kavling sudah habis.
Page 3 OCR 0.950
aa am

6. Piutang usaha mengalami peningkatan sebesar 19,445 dari Rp12,6 miliar pada 31 Desember

2024 menjadi Rp15,1 miliar, Agar dijelaskan:

a. Rincian atas piutang jatuh tempo lebih dari 60 hari berdasarkan nama pelanggan.
Tanggapan:
Piutang usaha merupakan piutang kepada pihak bank atas transaksi penjualan real estat
melalui fasilitas KPR, sehingga tidak ada rincian berdasarkan nama pelanggan.

b. Penyebab utama tingginya proporsi piutang usaha dengan umur » 60 hari dan kenaikan
signifikan saldo piutang.
Tanggapan:
Kenaikan piutang usaha dikarenakan penjualan rumah pada periode berjalan proses
penyelesaian sertifikat hak milik atas nama konsumen pada Penjualan tahun berjalan masih
dalam proses.

C. Kebijakan waktu penagihan yang dimiliki Perseroan yang disampaikan dalam perjanjian.
Tanggapan:
Setelah proses sertifikat hak milik atas nama konsumen selesai, sertifikat akan diserahkan
ke bank pemberi KPR beserta tagihan retensi atas penyelesaian sertifikat.

d. Strategi Perseroan untuk mitigasi risiko meningkatnya piutang usaha yang telah jatuh tempo
ataupun tidak dapat ditagih.
Tanggapan:
Perseroan mengoptimalkan penyelesaian proses pengurusan sertifikat hak milik atas nama
konsumen sehingga dapat segera diserahkan ke bank pemberi KPR dan bank dapat segera
mencairkan piutang usaha yang telah jatuh tempo.

7. Berdasarkan CALK 7 terkait Piutang Lain-lain per 30 Juni 2025, tercatat penurunan sebesar
16,9696 dari sebelumnya Rp4,8 miliar per 31 Desember 2024 menjadi sebesar Rp3,9 miliar per
30 Juni 2025. Agar dijelaskan:

a. Nature dari akun proyek.

Tanggapan:

Nature dari akun proyek merupakan piutang kepada pihak ketiga terkait dengan proyek.
b. Faktor utama penyebab penurunan piutang proyek.

Tanggapan:

Pengembalian uang dari pihak ketiga terkait dengan proyek.
Cc. Pihak ketiga yang terlibat dalam proyek ini.

Tanggapan:

Bank.
Page 4 OCR 0.944
Ba www.

8. Berdasarkan CALK 8 terkait Persediaan per 30 Juni 2025, tercatat penurunan pada aset real
estat sebesar 2,8496 dari sebelumnya Rp115,3 miliar menjadi sebesar Rp112 miliar. Namun,
tidak terjadi pergerakan pada akun apartemen. Agar dijelaskan:

a. Apakah masih terdapat bangunan apartemen yang belum selesai dibangun, ataukah tidak
adanya penjualan apartemen per 30 Juni 2025 menjadi penyebab tidak timbulnya beban
dari segmen tersebut.

Tanggapan:
Karena tidak ada Penjualan apartemen pada tahun 2025.

b. Apakah terdapat Rencana diversifikasi produk, program promosi, atau reposisi segmen
apartemen agar lebih kompetitif dan menarik pasar di Tengah tren penyerapan pasar yang
lemah.

Tanggapan:
Perseroan terus berupaya memberikan promo diskon dan melakukan promosi iklan

penjualan Apartemen untuk menarik minat para pelanggan.

9. Berdasarkan CALK 10 terkait Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka per 30 Juni 2025, tercatat
penurunan sebesar 45,6896 terutama disebabkan oleh penurunan pada uang muka proyek
waterpark. Agar dijelaskan:

a. Latar belakang masih dicatat uang muka proyek waterpark
Tanggapan:
Uang muka proyek waterpark yang dimaksud terkait dengan feasibility studies proyek
waterpark di Tangerang.
b. Latar belakang uang muka apartemen Poris 88 stagnan di angka 80Gjuta.
Tanggapan:
Karena proses perpanjangan SHMSRS masih berjalan dan belum selesai.
Cc. Peruntukan komponen lain-lain yang meningkat dari Rp1,8 miliar menjadi Rp2,2 miliar per
30 Juni 2025
Tanggapan:

Komponen lain-lain yang berhubungan dengan operasional.

10. Berdasarkan CALK 11 terkait Uang Muka Pembelian. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang pemisahan akun antara CALK 10 dan 11
Tanggapan:
Pemisahan antara uang muka dan biaya dibayar dimuka jangka pendek dan uang muka
pembelian ke klasifikasi jangka panjang.
Page 5 OCR 0.947
1.

12.

13.

b. Terdapat Uang muka proyek sebesar Rp1,15 miliar yang tidak mengalami perubahan sejak
31 Desember 2024.

Tanggapan:
Hal tersebut terjadi karena hingga saat ini belum terdapat realisasi atau penyelesaian atas
uang muka yang terkait dengan proyek tersebut.

Berdasarkan CALK 12 terkait aset tetap per 30 Juni 2025 terjadi peningkatan signifikan sebesar
207,389 disebabkan oleh adanya penambahan bangunan sebesar Rp5 miliar. Pertimbangan
manajemen atas penambahan aset tetap bangunan sebesar Rp5 miliar di periode ini.
Tanggapan:

Penambahan bangunan sebesar Rp5 miliar merupakan bangunan atas waterpark di Karawang
yang sudah dimanfaatkan.

Berdasarkan CALK 27 terkait beban umum dan administrasi per 30 Juni 2025, Perseroan
mencatat kenaikan sebesar 4,5996 terutama disebabkan oleh kenaikan beban rumah tangga.
Tanggapan:

Beban rumah tangga naik karena adanya peningkatan biaya-biaya untuk administrasi di proyek.

Berdasarkan CALK 13 terkait utang usaha, per 30 Juni 2025 terjadi peningkatan sebesar
30,946 dari per 31 Desember 2024 sebesar Rp11,5 miliar menjadi sebesar Rp15 miliar per 30
Juni 2025. 10096 utang usaha per 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025 telah jatuh tempo, agar
dijelaskan:

a. Mengapa seluruh utang usaha kepada pihak ketiga per 30 Juni 2025 dan 31 Desember
2024 tercatat melampaui jatuh tempo 260 hari? Apakah ada dispute atau negoisasi ulang
kontrak?

Tanggapan:
Negosiasi ulang atas tagihan utang usaha yang disesuaikan dengan progress
Pembangunan di proyek.
b. Sumber dana untuk pembayaran utang usaha tersebut.
Tanggapan:
Berasal dari kas internal Perseroan baik dari penjualan maupun pencairan piutang usaha.

c. Apakah Perseroan telah menerima notice of default atas utang usaha yang telah jatuh

tempo 260 hari?
Tanggapan:
Perseroan tidak menerima notice of default atas utang usaha yang telah jatuh tempo »60
hari.
Page 6 OCR 0.937
Bi ew“ vw www

d. Rincian pihak, tanggal jatuh tempo dan outstanding.
Tanggapan:
Rincian pihak, tanggal jatuh tempo dan outstanding diungkapkan pada CALK 13 Utang
Usaha.

@e. Strategi Perseroan dalam memastikan pembayaran utang usaha ke depannya.
Tanggapan:
Perseroan berupaya untuk mengoptimalkan penjualan dan menyelesaikan sertifikat hak
milik atas nama konsumen agar piutang usaha dapat ditagih, hasil dari Penjualan dan
pencairan piutang usaha akan digunakan untuk pembayaran utang usaha. Selain itu, terus
berkomunikasi dengan supplier/kontraktor terkait dengan pembayaran, terutama yang
sudah jatuh tempo.

f. Kebijakan pembayaran utang usaha kepada pemasok.
Tanggapan:
Manajemen memiliki kebijakan pembayaran ke pemasok berdasarkan progress
Pembangunan di proyek sesuai dengan kesepakatan dengan masing-masing
supplier/kontraktor.

14. Berdasarkan rasio aktivitas per 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan cash conversion cycle

(CCC) sebesar 1.193,25, agar dijelaskan:

a. Dengan CCC PT Nusantara Almazia »1.000 hari, sementara rata-rata industry property
Indonesia umumnya 700-1.350 hari, diagnosa manajemen terkait faktor utama yang
membuat siklus Perusahaan jauh di atas rata-rata sektor.

Tanggapan:
Siklus Perusahaan masih di dalam rata-rata industry property Indonesia pada umumnya.

b. Strategi konkret yang direncanakan untuk menurunkan CCC, khususnya pada optimalisasi
inventory
Tanggapan:

Mengoptimalkan penjualan rumah non-subsidi yang masih stok dan apartemen dengan
memberikan promo-promo untuk menarik minat pembeli.

15. Penjelasan mengenai perubahan beban keuangan dari Rp2,4miliar (30 Juni 2024) menjadi
Rp2,02 miliar (30 Juni 2025)
a. Latar belakang penurunan beban keuangan.
Tanggapan:
Penurunan biaya bunga pinjaman dikarenakan adanya penurunan pokok pinjaman dari

periode tahun sebelumnya.
Page 7 OCR 0.936
www. ——.w...

b. Breakdown komponen beban keuangan.
Tanggapan:
Berikut komponen beban keuangan (dalam Rp):

Bunga pinjaman bank 1.921.827.351
Bunga Lembaga pembiayaan 28.291.398
Provisi bank 74.567.496
Administrasi bank 4.530.200
Total “2.029.216.445

16. Berdasarkan CALK 29 terkait dengan transaksi dengan pihak berelasi per 30 Juni 2025. Utang
pihak berelasi kepada Bapak Richard Rachmadi selaku pemegang saham, yang tidak berubah
angkanya sejak 31 Desember 2024.

a. Latar belakang saldo utang kepada pemegang saham sebesar Rp10,88 miliar tidak berubah
dalam 2 periode berturut-turut.
Tanggapan:
Karena belum ada pembayaran yang signifikan atas utang kepada pemegang saham.
b. Cara Perseroan memastikan bahwa struktur pendanaan dari pemegang saham tetap fair
dan tidak menimbulkan potensi benturan kepentingan.
Tanggapan:
» Menjaga komunikasi yang baik dengan pemegang saham
e Memberikan informasi yang jelas mengenai penggunaan dana dan dampak keputusan
yang diambil

# Menerapkan kebijakan yang transparan dalam corporate action

17. Berdasarkan CALK 30 terkait utang subordinasi per 30 Juni 2025 Perseroan mencatat nilai yang

tidak berubah sejak 31 Desember 2024.

a. Utang subordinasi yang tidak dikenakan bunga dan tidak memiliki jangka waktu pelunasan
dapat menimbulkan ketergantungan terhadap sumber pembiayaan. Dampak utang
subordinasi ini terhadap struktur modal Perseroan.

Tanggapan:
Tidak ada dampak terhadap struktur modal Perseroan, karena utang subordinasi ini
merupakan utang kepada kepentingan non-pengendali atas kepemilikan saham nya di
Entitas Anak.
Page 8 OCR 0.925
NN wc W

b. Risiko ketergantungan pada sumber pembiayaan yang tidak memiliki kewajiban
pembayaran dalam jangka panjang.
Tanggapan:
Tidak ada risiko ketergantungan pada sumber pembiayaan karena utang subordinasi tidak
bisa dilunasi jika masih ada utang bank.

18. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha Perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham.
Tanggapan:
Tidak ada informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
Perusahaan yang belum disampaikan.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan dukunganya, kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,
PT Nusantara Almazia Tbk

N ARA ALMAZIA Tbk

Nur Anisa Nusugi
Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.74 MB
Published4 Nov 2025
Pages8
Characters12,863
Text sourceOCR
OCR confidence0.944

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Nusantara Almazia Tbk p.1 ×7
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Richard Rachmadi p.7
unresolved person Nur Anisa Nusugi · Direktur p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result