Back to announcement
Penjelasan pos-pos tertentu atas LKFS Juni 2026.pdf
Financial statement Text extracted MASBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas posisi
30 Juni 2026 sebagai berikut :
Total Aset per 30 Juni 2026 menurun sebesar 3,15% dari posisi per
31 Desember 2025, dimana penurunan tersebut terjadi pada :
1. Kas
Kas dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp. 61,999
Miliar. Hal ini disebabkan karena adanya penggunaan saldo kas khasanah (cash in vault).
2. Giro pada bank lain
Giro pada bank lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar
Rp. 102,898 Miliar. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan akibat transaksi
pemakaian dari nasabah.
3. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025
mengalami penurunan sebesar Rp. 1,124 Triliun. Hal ini terjadi karena adanya fasilitas
penempatan dana jangka pendek dalam bentuk term deposit dan deposit facility Bank
Indonesia serta interbank call money pada bank lain yang jatuh tempo.
4. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dibandingkan posisi
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp. 555,109 Miliar. Penurunan tersebut
disebabkan karena adanya RR SUN yang jatuh tempo.
5. Tagihan akseptasi
Tagihan akseptasi dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 2,670 Miliar. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan kegiatan dari transaksi
ekspor impor nasabah.
Total Liabilitas per 30 Juni 2026 menurun dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar
3,64%, dimana penurunan ini terjadi pada :
6. Liabilitas segera
Liabilitas segera dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar
Rp. 20,542 Miliar. Peningkatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya
kewajiban Bank yang berasal dari transaksi pada jaringan ATM Prima dan BI-FAST.
Page 2
7. Utang pajak
Utang Pajak dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar
Rp. 5,716 Miliar. Peningkatan tersebut didominasi oleh jumlah pajak penghasilan (PPh)
pasal 4 ayat 2 atas deposito yang harus dibayar/terhutang untuk masa Juni 2026. Peningkatan
PPh pasal 4 ayat 2 atas deposito sejalan dengan adanya peningkatan pada simpanan nasabah
dalam bentuk deposito.
8. Biaya yang masih harus dibayar
Biaya yang masih harus dibayar dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami
penurunan sebesar Rp. 10,394 Miliar. Penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh
adanya penyelesaian dana tampungan yang diterima atas AYDA yang telah laku terjual.
9. Liabilitas lain-lain
Liabilitas lain-lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar
Rp. 40,991 Miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan setoran jaminan
atas transaksi ekspor impor nasabah sebesar 17,454 Miliar. Selain itu terdapat pembentukan
cadangan TAT periode 2026 sebesar 12,861 Miliar yang akan direalisasi pada bulan
Desember 2026.
Demikian penjelasan atas peningkatan Total Aset dan Total Liabilitas posisi 30 Juni 2026
dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.