Skip to content
Back to announcement

LCK_Global_Kedaton_Tbk_2025_Q3_FINAL.pdf

Financial statement Text extracted LCKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.945
PT LCK Global Kedaton Tbk

Laporan Keuangan Interim/

Interim Financial Statements

Untuk Periode Sembilan Bulanan Yang Berakhir
30 September 2025/

For The Nine-month Period Ended

September 30, 2025/
Page 2 OCR 0.922
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS

Laporan Auditor Independen/Independent Auditors' Report

Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
PT LCK Global Kedaton Tbk untuk Periode Sembilan bulan yang Berakhir 30 September 2025
dan 31 Desember 2024/

The  Directors Statement on the Responsibility for Financial Statements of
PT LCK Global Kedaton Tbk for the Nine-Month Period Ended September 30, 2025 and
December 31, 2024

LAPORAN KEUANGAN - Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025
FINANCIAL STATEMENTS - For the Nine-Month Period Ended September 30, 2025

Laporan Posisi Keuangan/ Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain/ Statements of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas / Statements of Changes in Eguity
Laporan Arus Kas/ Statements of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan/ Notes to Financial Statements

Halaman/
Page
Page 3 OCR 0.867
Man
1

2 PT. LCK Global Kedaton Tbk

SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2025
PT. LCK GLOBAL KEDATON TBK.

Kami yang bertandatangan dibawah ini:
1. Nama / Name
Alamat Kantor / Office Address

Alamat Domisili / Residential Adaress :

Nornor Telepon / Telephone Number
Jabatan / Ticle

2, Nama / Name
Alamat Kantor / Office Address

Alamat Domisili / Residential Address

Nomor Telepon / Telephone Number :
Jabatan / Title

yyatakan bahwa:
Bartanggung jawab star penyusunan dan panyajian

laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk
(Perusahaan) untuk tahun-tahun yang berakhir pada 30
September 2025.

laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

3. Semua Informasi dalam laporan keuangan Perusahaan
telah dimuat secara lengkap dan benari dan

b. Laporan keuangan Perusahan tidak mengandung
informasi dan fakta matarial yang tidak benar dan tidak
menghilangkan informasi dan fakta material.

Kami bertanggung jawab atas system pengendalian
internal dalam Perusahaan.

Demikian Pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya

BOARD OF DIRECTOR'S STATEMENT
ON THE RESPONSIBILITV
FOR THE FINANCIAL STATEMENTS.
FOR THE YEARS ENDED
SEPTEMBER 30, 2025
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK.

We the undersigned:
Kenny Lim
Komplek Perkantoran Cempaka Mas Blok M/54
Jl. Letjend Suprapto RTOO9 RW007
Kel. Sumur Batu, Keci Kerayoreri, Jakarta Pusat
No. 6 Jalan Gopeng Off Jalan Pasar 41400
Klang, Selangor, Malaysia
(:60) 7988952
Direktur Utama / President Director

Yopie Tribayu
Komplek Perkantoran Cempaka Mas Blok M/64

Jl. Letjend Suprapto RTOO9/RWOO7

Kel. Sumur Batu, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat
Jalan Pramuka Kompi. TNI A.L No. 17 RTOO9 RW007
Kel, Rawasari, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat
(:21) 30066 708

Direktur / Director

Declare thar :

1 We are responsiblc for preparation and presentationof TT
LCK Global Kedaton Tbk (Compony) financial stotements
for the yeors ended September 30, 2025

2. The Company's financial statements have been prepared
and presented in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards.

3. a. All information had been fully and correcily disclased in
the financial stotement: and
b. The financial statements da not contains material
misleading information or facts and does not conceal any
information or facts.

4. We are responsible for the Company Internal control
system

This stotements has been made truthfully.

Jakarta, 31 Oktober 2025 / Jakarta, October 31, 2025
PT. LCK GLOBAL KEDATON TBK

Direktur Utama / President Director

3B1C9ALX995117531

TEMI

Komplek Perkantoran Cempaka Mas, Gedung LCK Group Blok M No 64, Jalan Let Jend Suprapto Rt 009 / RW.007
Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat — Jakarta 10640
Phone: 462 21 214 75967 Fax: 162 21 244 7S9E7
Page 4 OCR 0.868
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Laporan Posisi Keuangan

30 September 2025 dan 31 Desember 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,

kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Statements of Financial Position
September 30, 2025 and 31 Desember 2024
(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

ASET

(ASET LANCAR
Kas dan bank

Piutang usaha

Piutang lain lain
Beban dibayar di muka
Uang muka proyek

Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Uang Muka

Aset tetap - neto
Aset pajak tangguhan

Jumlah Aset Tidak Lancar

JUMLAH ASET

UJABILITAS DAN EKUITAS
UIABILITAS

UIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak

Jumlah liabilitas jangka pendek

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja

JUMLAH LIABILITAS

EKUITAS
Share capital — par value
Rp.100 Per Saham

Modal Dasar Rp.3.200.000.000

Lembar Saham

Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.000.000.000
Lembar Saham

30 September 2025/ Catatan/ 31 Desember 2024/
September 30, 2025 Notes December 31, 2024
ASSETS
CURRENT ASSETS
2.812.834.718 4,16 1.905.303.855 Cash and Banks
17.960.813.000 547 18.935.177.965 Trade receivable
399.649.996 399.649.996 Other Trade receivable
50.000.000 50.000.000 Prepaid expense
82.016.279.573 6 82.885.729.979 Advances for the project
103.239.577.287 104.175.861.795 Total Current Assets
NON-CURRENT ASSETS
33.746.076.246 (3 33.746.076.246 Advances
3.999.463.701 7 5.508.287.007 Property and eguipment- net
- 2.761.138 Deffered tax assets
37.745.539.947 39.257.124-391 Total Non-current Assets
140.985.117.234 143.432.986.186 TOTAL ASSETS
LIABILITIES AND EAUITY
LIABILITIES
CURRENT UIABILITIES
7.134.765.773 8a 7.242.080.300 Tax payables
7.134.765.773 7.242.080.300 Total Current Liabilities
LONG-TERM LIABILITIES
- ) 12.550.624 Employee Benefit Liabilities
254.630.924 TOTAL LIABILITIES
EAUITIES
Share capital — par value
Rp.100 Per Share
Authorized Capital
Rp.3,200,000,000
Share Sheets
Issued and fully paid-up capital -
100.000.000.000 10 100.000.000.090 1,000,000,000 Share Sheets
19.005.644.508 1 19.005.644.508 Additional paid-in capital

Tambahan modal disetor
Saldo laba
Belum
penggunaannya
Telah ditentukan penggunaannya
TOTAL EKUITAS

TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS

ditentukan

Lihat catatan atas
bagian yang tidak terpisahkan dari

laporan keuangan yang merupakan

14.148.133.185

696.573.768
133,850,351.461

140,985.117,234

laporan keuangan.

-4-

See

16.476.136.986

696.573.768
136,178,355.262

accompanying

notes to
which are an integral part of the financial statements.

Retained earnings
Not yet appropriated

Appropriated
TOTAL EGUITIES

TOTAL LIABILITIES AND EOUITIES

financial — statements
Page 5 OCR 0.893
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Laporan Laba Rugi

dan Penghasilan Komprehensif Lain

Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025 dan 30 September 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,

kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Statements of Profit or Loss

and Other Comprehensive Income

For The Nine-Month Periods Ended
September 30, 2025 and September 30, 2024
(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

30 September 2025/ Catatan/ 30 September 2024/
September 30, 2025 Notes September 30, 2024
PENDAPATAN 305.687.000 12,40 1.611.719.344 REVENUE
BEBAN POKOK PENDAPATAN 180.525.525 13,40 1.299.366.214 COST OF REVENUE
LABA KOTOR 125.161.475 312.353.130 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSE
Umum dan administrasi 2.640.955.355 14,41 4.719.652.227 General and administration
LABA USAHA (2.515.793.880) 4.407.299.097) OPERATING PROFIT
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE)
Pendapatan keuangan 183.090.079 109.611.863 Financial income
Lain-lain - bersih 4.700.000 (147.790.519) Others - net
Total Penghasian (Beban) Lain-
lain 187.790.079 (38.178.656) Total OtherIncome (Expense)
LABA SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK INCOME BEFORE INCOME
PENGHASILAN (2.328.003.801) (4.445.477.753) TAX BENEFIT (EXPENSE)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - EXPENSE TAX BENEFIT
LABA NETO PERIODE/ TAHUN NET INCOME FOR THE
BERJALAN (2.328.003.801) (4.445.477.753) PERIOD/ YEAR
PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN - - INCOME
TOTAL LABA TOTAL COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF (2.328.003.801) 4.445.477.753) INCOME
LABA PER SAHAM (2,33) 1541 (4,44) EARNINGS PER SHARE
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See  accompanying — notes to financial — statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

-2-
Page 6 OCR 0.819
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Laporan Perubahan Ekuitas

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir

30 September 2025

Serta Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,

kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Statements of Changes in Eg

For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Year Ended December 31, 2024
(Figures are Prosented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

Saldo por O1 Januari 2024

Deviden

Laba bersih tahun berjalan

Penghasilan komprehensiflain

Pengukuran kembal liabilitas
imbalan kerja

Manfaat Pajak Penghasilan Terkait

Saldo per31 Desember 2024

Saldo por O1 Januari 2025

Deviden

Laba bersih tahun berjalan

Penghasilan komprehensif Kain

Pengukuran kembali iabiitas
imbalan kerja

Manfaat Pajak Penghasilan Terkait

Saldo per30 September 2025

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

keuangan.

Belum Ditentukan

Telah Ditentukan

Penggunaannya Penggunaannya
Modal Saham Unappropriated Retained '— Approriated Retained Jumlah!
Share Capital Capital Eamings Earnings Total
100.000.000.000 19.005:644.508 696.673.768 16.387-101,138 136.039-319.414
- - - 90.236.262 90.236.262
. - - (1.200.414) (1200410)
100.000,000,000 19,005,644,508 696.573.768 16.476-136,986 136,178.355,262
100.000,000.000 19.005:644,508 696.573.768 161476-136.986 136.178.365.262
- - - (2.328.003.801 (2-328.003.801)
100.000,000,000 19,005,644,508 696.573.768 14.148-133,185 133,860.361,461

statements.

Balance as at Decombor 31, 2024
Deviden

Net income for the period

ter comprehensive Income

Remeasurement of employee
benefit obligation

Related Income Tax Benefits

Balance as at December 31, 2024

Balance as at Januari 01, 2025
Deviden

Net income for the period

Other comprehensive Income

Remeasurement of employee
benefit obligation

Related Income Tax Benefits

Balance as at September 30, 2025

'See accompanying notes to the financial statements which are an integral part of the financial
Page 7 OCR 0.917
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Laporan Arus Kas

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Statements of Cash Flows

For The Nine-Month Period Ended
September 30, 2025

And For The Year Ended
December 31, 2024

Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

30 September 2025/
'September 30, 2025

Catatan/
Notes

30 September 2024/
September 30, 2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI

Penerimaan dari pelanggan 2.340.053.588

CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
34.179.704.559 Cash receipts from customers

Pembayaran kepada pemasok
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran untuk pajak

(180.525.525)
(327.697.458)
(130.605.954)

(1.304.481.741) Payment to suppliers
(458.975.375) Payment to employees
(1.203.891.465) Payment for tax

Lainnya 793.693.788) (2.441.402.103) Others
Arus Kas Neto yang Diperoleh Net Cash From
dari Aktivitas Operasi 907.530.863 28.770.953.875 — Operating Activities
ARUS KAS UNTUK CASH FLOWS FOR
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Acguisition of property and
Perolehan aset tetap - (9.458.000) eguipment
Uang muka investasi 5. 33.945.693.586) Advance on investment
KENAIKAN (PENURUNAN) NET INCREASE (DECREASE)
NETO KAS DAN SETARA IN CASH AND BANKS
KAS 907.530.863 (5.184.197.711)

KAS DAN SETARA KAS PADA

'AWAL TAHUN 1.905.303.855

KAS DAN SETARA KAS PADA

AKHIR TAHUN 812.834.718

CASH AND BANKS AT
BEGINNING OF THE
7.561.518.778 YEAR
CASH AND BANKS AT THE
END OF

377.321.067 THE YEAR

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See accompanying notes to financial statements which are an
integral part of the financial statements.

-4-
Page 8 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

1. Umum

a

Pendirian dan Informasi Umum

PT LCK Global Kedaton Tbk ("Perusahaan"),
didirikan dengan nama PT Global Kedaton
Teknologi, sesuai Akta Notaris — Sahat
Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 tanggal 31 Juli
2013, notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-45029.AH.01.01.2013
tanggal 27 Agustus 2013 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 77,
Tambahan No. 118363 tanggal 24 September
2013. Nama Perusahaan berubah menjadi PT
LCK Global Kedaton berdasarkan Akta Notaris
Rifson, S.H., M.Kn. No. 3 tanggal 19 Mei 2017.
Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
AHU-0011492.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 26
Mei 2017.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn. No. 50
tanggal 23 September 2020, notaris di Jakarta
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perusahaan. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-
0066070.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 24
September 2020 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan
No. 036567 tahun 2020.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah bergerak dalam bidang
- Perdagangan — besar
komunikasi:

informasi dan

"Aktivitas telekomunikasi satelit: dan
“Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.

Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan
beroperasi dalam bidang jasa penunjang
telekomunikasi yang mencakup pembangunan
menara telekomunikasi.

1

General
a. Establishment and General Information

PT LCK Global Kedaton Tbk (the “Company”),
established under the name of PT Global
Kedaton Teknologi, pursuant to Notarial Deed of
Sahat Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 dated
July 31, 2013, notary in Tangerang. This deed of
establishment was approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in Decree No. AHU-
45029.AH.01.01.2013 dated August 27, 2013
and announced in the State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 77, Supplement No.
118363 dated September 24, 2013. The
Company's name changed to PT LCK Global
Kedaton based on Notarial Deed of Rifson, S.H.,
M.Kn. No. 3 dated May 19, 2017. The deed has
been approved by the Minister of Justice and
Human Rights of the Republic of Indonesia
through Decree No. AHU-
0011492.AH.01.02.Year 2017 dated May 26,
2017.

The Company's Articles of Association have
been amended several times, most recently by
Notarial Deed of Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn.
No. 50 dated September 23, 2020, notary in
Jakarta regarding the purposes and objectives
and business activities of the Company. The
amendments have been approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia through Decree No. AHU-
0066070.AH.01.02.Year 2020 dated September
24, 2020 and announced in the State Gazette of
the Republic of Indonesia No. 77, Supplement
No. 036567 of 2020.

In accordance with article 3 of the Company's

Artides of Association, the scope of the

Company's activities is engaged in:

“Information and communication wholesale
trading,

» Satellite telecommunication activities, and

» Cable-less telecommunication activities.

Currently, the Company's main business
activities are operating in the field of
telecommunication support services which

indudes the construction of telecommunication
towers.
Page 9 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

4. Umum (lanjutan) 2. General (continued)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information

(continued)
Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan The Company is domiciled in South Jakarta with
dengan lokasi kantor administrasi di Graha its administrative office located at Graha
Mampang lantai 5, Mampang Prapatan Raya No. Mampang 5th floor, Mampang Prapatan Raya
100, Jakarta Selatan dan kantor operasional No. 100, South Jakarta and its operational office
Perusahaan berlokasi di Ruko Perkantoran located at Ruko Perkantoran Cempaka Mas, LCK
Cempaka Mas, Gedung LCK Group, Blok M, No. Group Building, Blok M, No. 64, Jalan Letnan
64, Jalan Letnan Jendral Suprapto, RT 009 RW Jendral Suprapto, RT 009 RW 007, Kelurahan
007, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Central
Kemayoran, Jakarta Pusat. Perusahaan mulai Jakarta. The Company started its commercial
melakukan kegiatan usaha secara komersial business activities in 2014.
pada tahun 2014.
Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT The Company's direct parent entity is PT LCK
LCK Investama Prima Indonesia, sedangkan Investama Prima Indonesia, while the ultimate
Entitas Induk utama Perusahaan adalah PT LCK parent entity is PT LCK Indo Holdings, which is
Indo Holdings, dengan mayoritas sahamnya majority owned by Lim Chin Kim.
dimdiki oleh Lim Chin Kim.

b. Komisaris, Direksi, dan Karyawan b. Commissioner, Directors, and Employees
Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada The composition of” the Company's
tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September Commissioner — and — Directors as at
2025 adalah sebagai berikut: December 31, 2024 and September 30, 2025

are as follows:
Komisaris Utama Lim Chin Kim President Commissioner
Komisaris Susan Lim Mei Peng Commissioner
Komisaris Independen Sungkana Independent Commissioner
Direktur Utama Kenny Lim President Director

Direktur

Komite Audit

Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal

Yopie Tribayu

31 Desember 2024 dan 30 September 2025

adalah sebagai berikut:

Ketua Sungkana
Anggota Ruli Citrarini
Anggota Siti Amaniyah
Internal Audit

Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30
September 2025, Kepala Internal — Audit

Perusahaan masing-masing adalah Anida Sari

Director

Audit Committee

The composition of audit committee as at
December 31, 2024 and September 30, 2025
are as follows:

Chairman

Member
Member

Audi

ternal

As of December 31, 2024 and September 30,
2025, the Company's Head of Internal Audit is
Anida Sari
Page 10 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

Karyawan

Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 Juni
2025, Perusahaan memiliki masing-masing 5
orang karyawan tetap (tidak diaudit).

Penawaran Umum Saham

Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan
telah memperoleh Pernyataan Efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No. S-
476/D.04/2017 untuk melakukan penawaran
umum perdana saham biasa (IPO) melalui Bursa
Efek Indonesia (BEI) sebanyak 200.000.000
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham
dan pada harga penawaran Rp208 per saham.

Perusahaan telah mencatatkan seluruh
sahamnya pada BEI pada tanggal 16 Januari
2018.

Pada tanggal 30 September 2025 dan 31

Desember 2024, seluruh saham Perusahaan
sejumlah 1.000.000.000 saham telah dicatatkan
pada BEI.

d. Penerbitan Laporan Keuangan

Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan
disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
Perusahaan pada tanggal 29 Oktober 2025.
Direksi Perusahaan yang menandatangani Surat

Peryataan Direksi bertanggung jawab atas
penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan tersebut.

2. IKHTISAR' KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk
disusun berdasarkan Standar — Akuntansi
Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal
untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya.

Hmplovees

As of December 31, 2024 and June 30, 2025, the
Company has 5 permanent  employees
(unaudited).

c. Public Offering of Shares

On December 29, 2017, the Company obtained an
Effective Statement from the Financial Services
Authority through Letter No. S-476/D.04/2017 to
conduct an initial public offering (IPO) through the
Indonesia Stock Exchange (IDX) of 200,000,000
shares with a nominal value of Rp100 per share
and at an offering price of Rp208 per share. The
Company Iisted all of its shares on the IDX on
January 16, 2018.

As of September 30, 2025 and December 31,
2024, all of the Company's 1,000,000,000 shares
have been listed on the IDX

d. Issuance of Financial Statements

These financial statements were completed and
approved for issue by the Board of Directors of
the Company on July 29, 2025. The Directors of
the Company who signed the Directors'
Representation Letter are responsible for the
preparation and fair presentation of these
financial statements.

2. OVERVIEW OF SIGNII

POLICIES

ICANT ACCOUNTING

a. Basis for Preparation of Financial Statements

The financial statements of PT LCK Global
Kedaton Tbk have been prepared in accordance
with Indonesian Financial Accounting Standards
(SAK), which include Statements of Financial
Accounting Standards (PSAK) and Interpretations
of Financial Accounting Standards (ISAK) issued
by the Financial Accounting Standards Board of
the Indonesian Institute of Accountants (DSAK-
IAI) as well as capital market regulatory
regulations for entities under its supervision.
Page 11 OCR 0.941
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

a.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
(lanjutan)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam

penyusunan laporan keuangan adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkandalam penyusunan laporan keuangan
Perusahaan

untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020, kecuali bagi penerapan
beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti
diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas
laporan keuangan, beberapa standar akuntansi
yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan
efektif tanggal 1 Januari 2021.

Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus
kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
menggunakan konsep harga perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing — akun
tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan
metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam
aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah
Indonesia, yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik
atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat
dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item
pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi.
Hal tersebut juga mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan dalam proses
penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area
yang kompleks atau memerukan tingkat
pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana
asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan
terhadap laporan keuangan diungkapkan di
Catatan 3.

2a

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

a. Basis for Preparation of Financial Statements
(continued)

The accounting policies applied in the preparation
of the financial statements are consistent with the

accounting policies applied in the preparation of
the Company's financial statements for the year

ended December 31, 2020, except for the
application of several revised PSAKs. As
disdosed in the related notes to the financial
statements, certain revised and  issued
accounting standards are effective January 1
2021.

The financial statements, except for the
statement of cash flows, have been prepared on
the accrual basis using the historical cost
concept, except that certain accounts are
prepared on the basis of other measurements as
described in the accounting policies of each
account.

The statements of cash flows have been
prepared using the direct method, presenting

cash receipts and payments dassified into
operating, investing, and financing activities.
The presentation currency used in the

preparation of the financial statements is the
Indonesian Rupiah, which is the Company's
functional currency.

To provide a better understanding of the
Company's financial performance, due to their
significant nature and amount, some items of
revenue and expenses have been presented
separately.

The preparation of financial statements in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards reguires the use of estimates and
assumptions. It also reguires management to
make judgments in the process of applying the
Company's accounting policies. Areas that are
complex or reguire a higher degree of judgment
or areas where assumptions and estimates could
have a significant impact on the financial
statements are disclosed in Note 3.
Page 12 OCR 0.935
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Standar, — Amendemen/Penyesuaian dan

Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada
Tahun Berjalan (lanjutan)

Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah
menerapkan standar dan sejumlah amendemen/
penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan
dengan operasinya dan efektif untuk periode
akuntansi yang berlaku efektif mulai 1 Januari
2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan
perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang
material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun
berjalan atau tahun sebelumnya.

- PSAK 73 (Amendemen) Sewa: Konsesi
Sewa terkait Covid-19

Pada Mei 2020, Dewan Standar Akuntasi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK
IAI”) menerbitkan Amendemen PSAK 73
Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19
(Amendemen PSAK 73) yang memberikan
cara praktis bagi penyewa atas akuntansi
untuk konsesi sewa sebagai dampak
langsung dari Covid-19, dengan
memperkenalkan cara praktis untuk PSAK 73.
Dalam cara praktis ini penyewa dapat memilih
untuk tidak menilai apakah konsesi sewa
terkait Covid-19 merupakan suatu modifikasi
sewa. Penyewa yang mengambil pilihan ini
mencatat — setiap perubahan — dalam
pembayaran sewa sebagai akibat dari konsesi
sewa berkaitan dengan Covid-19 tersebut
dengan cara yang sama ketika penyewa
mencatat perubahan dengan menerapkan
PSAK 73 jika perubahan tersebut bukan
merupakan modifikasi sewa, Amendemen ini
efektif untuk periode tahunan yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020,
dengan penerapan dini diijinkan.

Cara praktis ini berlaku hanya untuk
konsesi sewa yang terjadi sebagai dampak
langsung dari Covid-19 dan hanya berlaku
jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:

- Perubahan pembayaran sewa
menyebabkan perubahan imbalan atas
sewa yang secara substansial sama, atau
kurang dari, imbalan atas sewa sebelum
perubahan:

2.

b. Standards,

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

Amendments/Adjustments and
Interpretations of Standards Effective in the
Current Year (continued)

During the year, the Company has adopted
standards and a number of
amendments/adjustments/interpretations of PSAK
that are relevant to its operations and effective for
accounting periods beginning January 1, 2021
and April 1, 2021, respectively, which did not
result in substantial changes to the Company's
accounting policies and a material effect on the
amounis reported for the current or prior year.

- PSAK 73 (Amendment) Leases: Lease
Concessions related to Covid-19
In May 2020, the Financial Accounting

Standards Board of the Indonesian Institute of
Accountants (“DSAK IAI”) issued Amendments
to PSAK 73 Leases: Lease Concessions
related

to Covid-19 (Amendment to PSAK 73) which
provides a practical expedient for lessees to
account for lease concessions as a direct
result of Covid-19, by introducing a practical
expedient to PSAK 73. Under this practical
expedient lessees may choose not to assess
whether a lease concession related to Covid-
19 isa lease modification. A lessee that takes
this option records any change in lease
payments as a result of the Covid-19-related
lease concession in the same way that the
lessee would record the change by applying
PSAK 73 if the change did not constitute a
lease modification. The amendment is effective
for annual periods beginning on or after June
1, 2020, with early adoption permitted.

This practice applies only to lease concessions
that occur as a direct result of Covid-19 and
only applies if all of the following conditions are
met:

- A change in lease payments results in a
change in the consideration for the lease that
is substantially egual to, or less than, the
consideration for the lease before the
change:
Page 13 OCR 0.939
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan
Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif
pada Tahun Berjalan (lanjutan)

- Pengurangan pembayaran sewa hanya
berdampak pada pembayaran yang semula
jatuh tempo pada atau sebelum tanggal 30
Juni 2021 (suatu konsesi sewa akan
memenuhi syarat kondisi ini jika terdapat
penurunan pembayaran sewa pada atau

- Sebelum tanggal 30 Juni 2021 dan kenaikan
pembayaran sewa setelah tanggal 30 Juni
2021): dan

- Tidak ada perubahan secara substantif
terhadap syarat dan ketentuan sewa lainnya.

Perusahaan tidak memiliki dampak dalam
penerapan PSAK 73 (Amendemen) sewa, untuk
menerapkan cara praktis untuk seluruh sewa
konsesi terkait Covid-19 yang memenuhi kondisi
dalam PSAK 73.46B.

Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi
standar berikut yang berlaku efektif mulai tanggal
1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh
yang material atas jumlah yang dilaporkan atas
tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

- Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2
(Amendemen-amendemen atas PSAK 71
Instrumen Keuangan, PSAK 55 Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
PSAK 60 Instrumen Keuangan:
Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi,
dan PSAK 73 Sewa)

- Amendemen tersebut memungkinkan entitas
untuk mencerminkan efek transisi dari suku
bunga acuan, seperti interbank offered rates
(IBORS) ke suku bank acuan alternatif tanpa
menimbulkan dampak akuntansi yang tidak
memberikan informasi yang berguna bagi
pengguna laporan keuangan.

- Amendemen PSAK 73- Konsesi sewa terkait
Covid-19 setelah tanggal 30 Juni 2021

-10-

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

b. Standards, Amendments/Adjustments and
Interpretations of Standards Effective in the
Current Year (continued)

- The reduction in lease payments only affects
payments originally due on or before June
30, 2021 (a lease concession will gualify for
this condition if there is a reduction in lease
payments on or before June 30, 2021 and an

Increase in lease payments after June 30,
2021): and

- There are no substantive changes to the
other terms and conditions of the lease.

The Company has no impact in applying PSAK 73
(Amendment) leases, to apply the practical
expedient for all concession leases related to Covid-
19 that meet the conditions in PSAK 73.46B.

The adoption of the following standards, new
interpretations/revised standards effective from
January 1, 2021 and April 1, 2021, respectively, did
not result in substantial changes to the Company's
accounting policies and a material effect on the
amounts reported for the current or prior year.

- Interest Rate Reference Reform - Phase 2
(Amendments to PSAK 71 Financial
Instruments, PSAK 55 Financial Instruments:
Recognition and Measurement, PSAK 60
Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62
Insurance Contracts, and PSAK 73 Leases)

- The amendments allow entities to reflect the
effects of the transition from benchmark
interest rates, such as interbank offered rates
(IBORS) to alternative benchmark bank rates
without incurring accounting impacts that do
not provide useful information to users of
financial statements

-  Amendment to PSAK 73 - Lease concessions
related to Covid-19 after June 30, 2021
Page 14 OCR 0.908
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan

Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada

Tahun Berjalan (lanjutan)

-  Amendemen tersebut

pembayaran sewa hanya
pembayaran sewa pada atau
tanggal 30 Juni 2022.

-  Amendemen PSAK 22
Bisnis

Amendemen tersebut mengklarifikasi definisi
dalam
harus
dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi

bisnis untuk membantu entitas
menentukan apakah suatu transaksi

aset.

c.

Standar, Amendemen/Penyesuaian dan
Interpretasi Standar Telah Diterbitkan tapi
Belum Diterapkan

Pada tanggal persetujuan laporan keuangan,
standar, interpretasi dan

Perusahaan, yang telah diterbitkan namun

belum berlaku efektif, dengan penerapan dini

diijinkan, adalah sebagai berikut

setelah tanggal 1 Januari 2022

- PSAK 57 (Amendemen) Provisi, Liabilitas
Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang
Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi
Kontrak

» Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK

(amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71
Instrumen Keuangan, dan PSAK 73 Sewa)

setelah tanggal 1 Januari 2023
- PSAK 1 (Amendemen) Penyajian

Laporan Keuangan: Klasifikasi Liablitas
sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

- PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil

Sebelum Penggunaan yang Diintensikan

- PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan:

memperpanjang
kebijakan praktis konsesi sewa terkait Covid-
19 dimana segala bentuk pengurangan
memengaruhi
sebelum

tentang Definisi

amendemer-
amendemen atas PSAK yang relevan bagi

2.

OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

b. Standards, Amendments/Adjustments and
Interpretations of Standards Effective in the
Current Year (continued)

- The amendment extends the Covid-19 lease
concession practical expedient whereby
any reduction in lease payments only
affects lease payments on or before June
30, 2022

-  Amendment to PSAK 22 on Definition of
Business

The amendment darifies the definition of a
business to assist entities in determining
whether a transaction should be accounted for
as a business combination oran asset
acguisition.

Standards, Amendments/Adjustments and
Interpretations of Standards Issued but Not
Yet Applied

At the date of approval of the financial
statements, the standards, interpretations and
amendments to PSAK that are relevant to the
Company, which have been issued but not yet
effective, with early adoption permitted, are as
follows

Effective for periods beginning on or after
January 1, 2022

- PSAK 57  (Amendment)  Provisions,
Contingent Liabilites and Contingent Assets
on Onerous Contracts - Costs of Fulfilling the
Contracts

- 2021 Annual Adjustment of PSAK
(amendments to PSAK 69 Agriculture, PSAK 71
Financial Instruments, and PSAK 73 Leases)

January 1, 2023

- PSAK 1 (Amendment) Presentation of
Financial Statements: Classification of Liabilities
as Short-term or Long-term

-  PSAK 16 (Amendment) Property, Plant and
Eguipment: Results Before Intended Use

- PSAK 25 (Amendment) Accounting Policies,
Changes in Accounting Estimates, and Errors:
Page 15 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

d.

Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak
Lancar/Jangka Panjang

Definisi Estimasi Akuntansi

PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan
Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan, dampak dari penerapan standar,
amendemen dan interpretasi tersebut terhadap
laporan keuangan tidak dapat diketahui atau
diestimasi oleh manajemen.

Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam
laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar
bila:

) Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi
dalam siklus operasi normal:

ii) Untuk diperdagangkan: atau

ii) — Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan, atau kas atau setara
kas kecuali yang dibatasi penggunaannya
atau akan digunakan untuk melunasi
suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak

lancar. Suatu liabilitas disajikan lancar/jangka

pendek bila

i) Akan dilunasi dalam siklus operasi normal:

ii) Untuk diperdagangkan:

ii) Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan: atau

iv) Tidak ada hak tanpa syarat untuk

menangguhkan  pelunasannya — dalam
paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.

Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai
jangka panjang. Aset pajak  tangguhan
diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang.

Instrumen Keuangan

Perusahaan mengklasifikasikan instrumen
keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap
kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada
satu entitas dan liabilitas keuangan atau
instrumen ekuitas pada entitas lain.

-12-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

d. Current/Short-term and Non-current/Long-
term Classification

Definition of Accounting Estimates

- PSAK 1 (Amendment) Presentation of
Financial Statements: Disdosure of Accounting
Policies

As of the date of issuance of the financial
statements, the impact of the application of these
standards, amendments, and interpretations on
the financial statements cannot be known or
estimated by management.

The Company presents assets and liabilities in
the statement of financial position based on
current/non-current classification. An asset is
presented as current when:

i) WII be realized, sold or consumed in the
normal operating cycle,

ii) Held for trading: or

ii) WII be realized within 12 months after the
reporting date, or cash or cash eguivalents
except those restricted for use or will be used
to settle a liability within 12 months after the
reporting date.

All other assets are classified as non-current A
liability is presented as current/short-term if:

i) WII be repaid within the normal operating
cyde:

ii) Held for trading:

iii) WIIl be settled within 12 months after the
reporting date, or

iv) There is no unconditional right to defer
setilement for at least 12 months after the
reporting date.

All other liabilities are classified as long-term.
Deferred tax assets are classified as long term.

e. Financial Instruments

The Company classifies financial instruments into
financial assets and financial liabilities. A financial
instrument is any contract that gives rise to a
financial asset of one entity and a financial liability
or eguity instrument of another entity.
Page 16 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e.

Instrumen Keuangan (lanjutan)

Klasifikasi (lanjutan)
i. Aset Keuangan

Aset keuangan diklasifikasikan pada saat
pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i)
biaya amortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba
komprehensif lainnya (“FVOCI”) dan (iii) nilai
wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:

» Aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual: dan

Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan
bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan
setara kas dan piutang usaha yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi

ii. Liabilitas Keuangan

Perusahaan — mengklasifikasikan  liabilitas
keuangannya, pada pengakuan awal sebagai
(i) liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, atau (ii) liabilitas
keuangan diukur pada FVTPL.

Pengakuan dan Pengukuran

i. Asetkeuangan

Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model
bisnis Perusahaan dalam mengelola aset
keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang
usaha yang tidak memiliki komponen
pendanaan yang signifikan dan atau saat
Perusahaan menerapkan panduan praktis,
pada saat pengakuan awal Perusahaan
mengukur aset keuangan pada nilai
wajarnya ditambah, dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya
transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak

-13-

2.

OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

@- Financial Instruments (continued

Classification

i. Financial Assets

Financial assets are dassified on initial
recognition and subseguently measured at (i)
amortized cost, (ii) fair value through other
comprehensive income (“FVOCI") and (iii) fair
value through profit or loss (“FVTPL”).

The Company measures financial assets at
amortized cost if both of the following conditions
are met:

» The financial asset is held within a business
model whose objective is to hold financial
assets in order to collect contractual cash
flows, and

» The contractual terms of the financial assets
give rise on specified dates to cash fows that
are solely payments of principal and interest
on the principal amount outstanding.

The Company's financial assets consist of
cash and cash eguivalents and trade
receivables which are dlassified as financial
assets at amortized cost.

Financial Liabilities

The Group classifies its financial liabilities, at

initial recognition, as: (i) financial liabilities

measured at amortized cost, or (ii) financial

liabilities at FVTPL.

R nition and Measurement

i. Financial assets
The dassification of financial assets on
initial recognition depends on the
contractual cash flow characteristics of the
financial assets and the Company's
business model for managing the financial
assets. Except for trade receivables that
do not have a significant financing
component and or when the Company
applies practical expedients, on initial
recognition the Company measures
financial assets at fair value plus, in the
case of financial assets not measured at
FVTPL, transaction costs. For trade
receivables that do not have a
Page 17 OCR 0.924
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
dasi .

i.. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan,
i. Aset keuangan (lanjutan)

memiliki komponen pendanaan yang
signifikan atau ketika Perusahaan
menerapkan panduan praktis, diukur sesuai
harga transaksi seperti yang didefinisikan
dalam PSAK 72.

Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI,
aset keuangan harus memiliki arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan
bunga dari jumlah pokok terutang.
Pengujian ini dikenal sebagai solely
payment of principal and interest (SPPI)
testing dan dilakukan pada tingkat
instrumen.

Model bisnis Perusahaan dalam mengelola
aset keuangan mengacu kepada
bagaimana Perusahaan mengelola aset
keuangan untuk menghasilkan arus kas.
Model bisnis menentukan apakah arus kas
akan dihasilkan dari memperoleh arus kas
kontraktual, menjual aset keuangan atau
keduanya.

Pembelian atau penjualan aset keuangan
yang memerukan penyerahan aset dalam
kurun waktu yang telah ditetapkan oleh
peraturan atau kebiasaan yang berlaku
dipasar (pembelian yang lazim) diakui pada
tanggal perdagangan, yaitu tanggal
Perusahaan berkomitmen untuk membeli
atau menjual aset tersebut.

Untuk — tujuan pengukuran setelah
pengakuan — awal, aset keuangan
diklasifikasikan kedalam kategori aset
keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi (instrumen utang).

-14-

2.

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

(3

Financial Instrument (continued)
Classification (continued
i. Liabilities Assets (continued,

Recognition and Measurement (continued)

i. Asset Financial (continued)

significant financing component or when
the Company applies practical expedients,
they are measured at transaction price as
defined in PSAK 72.

In order to be classified and measured at
amortized cost or FVOCI, a financial asset
must have cash flows solely from
payments of principal and interest on the
principal amount outstanding. This test is
known as the solely payment of principal
and interest (SPPI) test and is performed
at the instrument level

The Company's business model for
managing financial assets refers to how
the Company manages financial assets to
generate cash flows. The business model
determines whether cash flows will be
generated from obtaining contractual cash
flows, selling financial assets or both.

Purchases or sales of financial assets that
reguire delivery of the asset within a time
period specified by regulation or market
custom (customary purchases) are
recognized on the trade date, which is the
date the Company commits to purchase or
sell the asset.

For measurement purposes after initial
recognition, financial assets are classified
into the category of financial assets
measured at amortized cost (debt
instruments).
Page 18 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Klasifikasi (lanjutan,

i.. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan,

i. Aset keuangan (lanjutan)

Kategori ini merupakan yang paling relevan
bagi Perusahaan.

Aset keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi setelah pengakuan
awal diukur menggunakan metode suku
bunga efektif (“SBE”) dan merupakan
subjek penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui pada laba rugi saat aset
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau
mengalami penurunan nilai. Perhitungan
tersebut mempertimbangkan premium atau
diskonto pada saat perolehan dan termasuk
biaya transaksi dan biaya yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku
bunga efektif.

ii. Liabilitas keuangan

Instrumen keuangan yang diterbitkan atau
komponen dari instrumen keuangan
tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
lain-lain, jika — substansi — perjanjian
kontraktual mengharuskan Perusahaan
untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain kepada pemegang instrumen
keuangan, atau jika liabilitas tersebut
diselesaikan tidak melalui penukaran kas
atau aset keuangan lain atau saham sendiri
yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada
klasifikasinya sebagai berikut:
a.  Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya

perolehan diamortisasi

Kategori ini merupakan yang paling relevan
bagi Perusahaan

-15-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued)
Classification (continued:
i. Liabilities Assets (continued)

Recognition and Measurement (continued)

i. Asset Financial (continued)

This category is the most relevant for the
Company.

Financial assets are measured at
amortized cost after initial recognition
using

the effective interest rate method (“SBE”)
and are subject to impairment. Gains and
losses are recognized in profit or loss
when the asset is derecognized, modified
or impaired. The cakculation considers the
premium or discount at acguisition and
indudes transaction costs and fees that
are an integral part of the effective interest
rate.

il Financial liabilities

Financial instruments issued or components of
financial instruments that are not classified as
financial liabilities at FVTPL are dlassified as
other financial liabilities if the substance of the
contractual agreement reguires the Company
to deliver cash or other financial assets to the
holder of the financial instrument, or if the
liability is not settled in exchange for cash or
other financial assets or own shares at a fixed
or determinable amount.

The measurement of financial liabilities depends
on their dassification as follows:

a. Financial liabilities measured at amortized cost

This category is the most relevant for the
Company
Page 19 OCR 0.914
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Klasifikasi (lanjutan)
i. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada
klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan)

a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur
pada biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE
Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laba rugi hingga liabilitas dihentikan
pengakuannya melalui proses amortisasi
menggunakan metode SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan
mempertimbangkan setiap diskon atau
premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari metode
SBE. Amortisasi metode SBE diakui
sebagai “Beban keuangan" pada laba rugi.
Kategori ini umumnya berdaku untuk
pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.

Salina Hapus dari Instrumen Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika,
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut” dan terdapat intensi — untuk
menyelesaikan dengan menggunakan dasar
bersih, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan

Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan
yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan
mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
permintaan (bid or ask prices) pada penutupan
perdagangan pada akhir periode pelaporan.

-16-

OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued)
Classification (continued:
i. Liabilities Assets (continued)

The measurement of financial liabilities depends
on their classification as follows: (continued)

a.Financial liabilities measured at amortized
cost (continued)

After initial recognition, loans are measured at
amortized cost using the SBE method Gains
and losses are recognized in profit or loss
until the liability is derecognized through the
amortization process. using the SBE method.
Amortized cost is calculated by considering
any discount or premium on initial acguisition
and costs that are an integral part of the SBE
method. SBE method amortization is
recognized as “Finance costs" in profit or loss.
This category generally applies to interest-
bearing loans and other borrowings.

Offsetti Financi

Financial assets and financial liabilities are offset
and the net amount reported in the statement of
financial position if, and only if, there is a
curreniy enforceable legal right to offset the
recognized amounts and there is an intention to
settle on a net basis, or to realize the assets and
setile the liabilities simultaneously.

Fair Value of Financial Instruments

The fair value of financial instruments that are
actively traded in organized financial markets, if
any, is determined by reference to guoted bid or
ask prices at the close of trading at the end of the
reporting period.
Page 20 OCR 0.930
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Klasifikasi (lanjutan)
i. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada
klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan)

a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi (lanjutan)

Untuk instrumen keuangan yang tidak
memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan
dengan menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup penggunaan
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara
wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan
dan memahami (recent arm's length market
transactions): penggunaan nilai wajar terkini
instrumen lain yang secara substansial
sama: analisa arus kas yang didiskonto, atau
model penilaian lain.

Bila nilai wajar instrumen keuangan yang
tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak
dapat ditentukan secara handal, aset
keuangan tersebut diakui dan diukur pada
nilai tercatatnya.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian
kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh
instrumen utang yang tidak diklasifikasikan
sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang
tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang
diharapkan akan diterima Perusahaan,
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif
awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
tersebut mencakup arus kas dari penjualan
agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
yang merupakan bagian integral dari persyaratan
kontrak.

ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit
atas instrumen keuangan yang tidak mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan
sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas
instrumen — keuangan — yang — mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang
sisa

-17-

OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued)

Classification (continued:
ii Liabilities Assets (continued!

The measurement of financial liabilities depends
on their classification as follows: (continued)

a. Financial liabilities measured at amortized
cost (continued)

For financial instruments for which there is no
active market, fair value is determined using
valuation technigues. Valuation technigues
include the use of recent arm's length market
transactions by willing and understanding
parties: the use of recent fair values of other
instruments that are substantially similar,
discounted cash flow analysis: or other
valuation models.

When the fair value of a financial instrument
that is not traded in an active market cannot
be reliably determined, the financial asset is
recognized and measured at its carrying
amount.

Impairment of Financial Assets

The Company recognizes an allowance for
expected credit losses (“ECL") for all debt
instruments that are not dassified as at FVTPL.
ECL is based on the difference between the
contractual cash flows stated in the contract and
all cash flows that the Company expects to
receive, discounted at the original effective
interest rate. The cash flows expected to be
received include cash flows from the sale of
collateral held or other extensions of credit that
are an integral part of the contractual terms.

ECL is recognized in two stages. For credit risk
on financial instruments that have not increased
significanly since initial recognition, a loss
allowance is measured for 12 months of ECL. For
credit risk on financial instruments that have
significantly increased since initial recognition, the
allwance for loss is measured over the
remaining life, regardless of the timing of default
(over the life)
Page 21 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen Keuangan (lanjutan)
Klasifikasi (lanjutan,
ii. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada
klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan)

a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi (lanjutan)

umurnya, telepas dari waktu
default (sepanjang umur ECL).

terjadinya

Untuk piutang usaha dan aset kontrak,
Perusahaan menerapkan panduan praktis
dalam menghitung ECL. Oleh karena itu,
Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan
dalam risiko kredit, melainkan mengukur
penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang
umur. Perusahaan telah membentuk matriks
provisi yang didasarkan pada data historis
kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor
faktor perkiraan masa depan (forward-looking)
khusus terkait pelanggan dan lingkungan
ekonomi.

Perusahaan — mempertimbangkan — aset
keuangan memenuhi definisi default ketika
telah menunggak lebih dari 1 tahun. Namun,
dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga
dapat menganggap aset keuangan dalam
keadaan default ketika informasi internal atau
eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan
tidak mungkin menerima arus kas kontraktual
secara penuh tanpa melakukan perluasan
persyaratan — kredit. — Piutang — usaha
dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan
untuk memulihkan arus kas kontraktual,

setelah semua upaya penagihan telah
dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan
penyisihan.

Penghentian Pengakuan

i. Aset keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset

keuangan atau kelompok aset keuangan
serupa) dihentikan pengakuannya jika:

-18-

2.

OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

e.

Financial Instrument (continued)
Classification (continued:
ii Liabilities Assets (continued!

The measurement of financial liabilities depends
on their classification as follows: (continued)

a. Financial liabilities measured at amortized
cost (continued)

life, regardless of the timing of default (over
the life of the ECL).

For trade receivables and contract assets,
the Company applies practical guidance in
calculating ECL. Therefore, the Company
does not identify changes in credit risk, but
rather measures the allowance forlosses at
ECL over the life of the asset. The
Company has established a provision
matrix that is based on historical creditloss
data, adjusted for specific forward-looking
factors related to customers and the
economic environment.

The Company considers a financial asset to
be in default when it has been in arrears for
more than 1 year. However, in certain
cases, the Company may also consider a
financial asset to be in default when internal
or external information indicates that the
Company is unlikely to receive the full
contractual cash flows without extending
credit terms. Trade receivables are written
off when it is unlikely to recover the
contractual cash fows, after all collection
@efforts have been made and full provision
has been made.

Derecognition of Financial

Financial assets

Financial asset (or, where applicable, a part
ofa financial asset or part of a group of
similar financial assets) is derecognized
when:
Page 22 OCR 0.928
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Penghentian Pengakuan (lanjutan,

2.

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)
e. Financial Instrument (continued)

Derecognition of Financial (continued)

i. Aset keuangan (lanjutan)

e Hak kontraktual atas arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir, atau

# Perusahaan mentransfer hak kontraktual
untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan atau menanggung
kewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima tanpa penundaan yang signifikan
kepada pihak ketiga melalui suatu
kesepakatan penyerahan dan (i) secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, namun telah
mentransfer pengendalian atas aset
keuangan tersebut

Ketika Perusahaan telah mentransfer hak
untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan
(pass-through arrangement), dan secara
substansial tidak mentransfer dan tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, maupun mentransfer pengendalian
atas aset, aset tersebut diakui sejauh
keterlibatan berkelanjutan Perusahaan
terhadap aset keuangan tersebut

Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk
pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah
tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin
harus dibayar kembali.

Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui
liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan
liabilitas terkait diukur dengan dasar yang
mencerminkan hak dan liabilitas yang masih
dimiliki Perusahan.

-19-

Financial assets (continued)

# The contractual rights to receive cash
flows from the financial asset have
expired: or

« The Company transfers the contractual
rights to receive cash flows from the
financial asset or assumes the obligation
to pay the cash fows without significant
delay toa third party through a transfer
arrangement and either (i) transfers
substantially all the risks and rewards of
ownership of the financial asset, or (ii)
neither transfers nor retains substantially
all the risks and rewards of ownership of
the financial asset, but has transferred
control of the financial asset.

When the Company has transferred its rights
to receive cash flows from an asset or has
entered into a pass-through arrangement and
has neither transferred nor retained
substantially all of the risks and rewards of
the financial asset nor transferred control of
the asset, the asset is recognized to the
extent of the Company  continuing
involvement in the asset.

Continuing involvement that takes the form of
a guarantee over the transferred asset is
measured at the lower of the original carrying
amount of the asset and the maximum
amount of consideration that the Company
could be reguired to repay.

In that case, the Company also recognizes an
associated liability. The transferred asset and
the associated liability are measured on a
basis that reflects the rights and obligations
that the Company has retained
Page 23 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

e.

f

Instrumen Keuangan (lanjutan)
p jang .

Aset keuangan (lanjutan)

Pada penghentian pengkuan aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat
aset dan jumlah
imbalan yang diterima dan piutang diakui
dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan
dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda
secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas ketentuan liabilitas keuangan
yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi — tersebut — dicatat '— sebagai
penghapusan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan
selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan
tersebut diakui sebagai laba rugi.

Aset Tetap

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya
penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut
terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan
dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan

-20-

2.

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

(3

Financial Instrument (continued)

D Pa Fi

f

i. Financial assets (continued)

On derecognitin of a financial asset
measured at amortized cost, the difference
between the asset's carrying amount and the
sum of the consideration received and
receivable is recognized in profit orloss.

ii. Financial liabilities

A financial liability is derecognized when the
obligation specified in the contract is
discharged or cancelled or expired.

When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of
an existing liability are substantially modified
such an exchange or modification is treated
as a derecognition of the original liability and
the recognition of a new liability, and the
difference in the respective carrying amounts
is recognized in profit orloss.

Property and Eguipment

Property and eguipment are stated at cost less
accumulated depreciation and any impairment
loss. Such cost includes the cost of replacing part
of the property and eguipment when the cost is
incurred if the recognition criteria are met.
Likewise, when a major inspection is performed,
its cost is recognized in the carrying amount of
the assets as a replacement if the recognition
criteria are met.
Page 24 OCR 0.934
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Aset Tetap (lanjutan)

Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang
tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam
laporan laba rugi pada saat terjadinya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:

Bangunan / Building
Peralatan / Eguipments
Kendaraan / Vehicles

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset
tetap

dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan
nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan aset tetap diakui dalam laporan laba
rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.

Nilai residu, umur manfaat, serta metode
penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah
berbeda dengan estimasi sebelumnya.

g- Penurunan Aset Non Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan
menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat
estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset
individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK)
dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai
pakainya, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok aset
lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada
nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset

-21-

2 OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)
f Property and Eguipment continued)

All other repairs and maintenance costs that do
not meet the recognition criteria are recognized
in profit orloss as incurred,

Depreciation is calculated using the straight-line
method based on the estimated useful lives of
the assets, as follows:
Tahun/
Years

20
4
4

The carrying amount of property and eguipment
is derecognized upon disposal or when no future
economic benefits are expected from its use.
When property and eguipment is sold or
otherwise

disposed of, the cost, accumulated depreciation
and impairment losses are eliminated from the
accounts. Gains or losses rising on
derecognition of property and eguipment are
recognized in the statement of profit or loss in
the year the asset is derecognized.

The asset's residual values, if any, useful lives
and depreciation method are reviewed and
adjusted if appropriate, at each financial year
end.

9. Impairment of Non Financial Assets

At the end of each reporting period, the Company
assesses whether there is any indication that an
asset may be impaired. If such an indication
exists or when testing for impairment is reguired,
the Company estimates the assets recoverable
amount.

The recoverable amount determined for an
individual asset is the higher of the fair value of
the asset or Cash Generating Unit (CGU) less
costs to sell and its value in use, unless the asset
does not generate cash inflows that are largely
independent of those of other assets or groups of
assets. If the carrying amount of an asset is
greater than its recoverable amount, the asset is
impaired and the carrying amount of the asset is
reduced to its recoverable amount. Impairment
Page 25 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

g.

Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

Diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan
diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain sebagai rugi penurunan nilai.

Di dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar
terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual digunakan harga
penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak
terdapat transaksi tersebut, Perusahaan
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-
perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda
atau indikasi nilai wajar yang tersedia.

Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode
pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset mungkin
tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika
indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam
periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang
digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan
aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir
diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset
tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
jumlah tercatat, neto setelah penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang
telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan niai
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain  konsolidasian. — Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang
direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar
yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

-22-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

h.

Impairment of Financial Assets (continued)

Losses from continuing operations are recognized
in the statement of profit or loss and other
comprehensive income as impairment losses.

In calculating value in use, the estimated net
future cash flows are discounted to present value
using a pre-tax discount rate that reflects current
market assessments of the time value of money
and the specific risks of the asset. In determining
fair value less costs to sell, the latest market bid
price, if available, is used. In the absence of such
transactions, the Company uses an appropriate
valuation model to determine the fair value of the
asset. These calculations are corroborated by
multiple valuations or available indications of fair
value.

An assessment is made at the end of each
annual reporting period whether there is any
indication that an impairment loss recognized in
prior periods for an asset may no longer exist or
may have decreased. If such indication is found,
the entity estimates the assets recoverable
amount.

An impairment loss recognized in prior periods for
an asset is reversed only if there has been a
change in the assumptions used to determine the
assets recoverable amount since the last
impairment loss was recognized. In this case, the
carrying amount of the asset is increased to its
recoverable amount. The reversal is limited so
that the carrying amount of the asset does not
exceed its recoverable amount nor the carrying
amount, net of depreciation, if no impairment loss
had been recognized for the asset in the previous
year. Reversals of impairment losses are
recognized in the consolidated statements of
profit or loss and other comprehensive income.
After the reversal, the depreciation of the asset is
adjusted in future periods to allocate the revised
carrying amount of the asset, less any residual
value, on a systematic basis over its remaining
useful life.
Page 26 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

h. Pajak Penghasilan

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan.
Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi
diakui langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui
sebagai penghasilan komprehensif lainnya.
Beban pajak final diakui dalam laba rugi, dan
dinyatakan sebagai beban pajak final

p Pn

Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran
penghasilan kena pajak tahun berjalan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan
pajak yang bedaku membutuhkan interpretasi.
Jika perlu, manajemen menentukan provisi
berdasarkan jumlah yang diharapkan akan
dibayar kepada otoritas pajak.

Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak
penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada
saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan
mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahaan.

i. Pajak tangguhan

Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas
atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara
dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas
dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dengan
beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan
diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena
pajak pada masa mendatang akan memadai
untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan
rugi fiskal.

-23-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

h.

Income Tax

Tax expense consists of current and deferred
tax Tax expense is recognized in the statement
of profit or loss and other comprehensive income
except for transactions related to transactions
recognized directly to eguity, in which case it is
recognized in other comprehensive income.
Final tax expense is recognized in profit or loss,
and is stated as final tax expense

Current tax

Current tax expense is calculated using tax rates
that have been enacted or substantively enacted
at end of the reporting period, and is provided
based on the estimated taxable income for the
year. Management periodically evaluates
positions taken in tax returns with respect to
situations in which applicable tax regulation is
subject to interpretation. It establishes provision
where appropriate on the basis of amounts
expected to be paid to the tax authorities.

Underpayment or overpayment of corporate
income tax are presented as part of current
income tax expense in the statements of profit or
loss and other comprehensive income.

Amendments to tax obligations are recorded
when a tax assessment letter is received. If the
Company files an appeal, the Company
considers whether it is probable that a taxation
authority will accept the appeal and reflect its
effect on the Company tax obligations.

Deferred tax

Deferred tax is measured using the liability
method on the timing difference at the reporting
date between the tax bases of assets and
liabilities and their carrying amounts for financial
reporting purposes. Deferred tax liabilites are
recognized for all taxable temporary differences
with some exceptions. Deferred tax assets are
recognized for deductible temporary differences
and tax losses to the extent that it is probable
that there will be sufficient future taxable profit to
offset the temporary differences and tax losses.
Page 27 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2 IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI YANG

i. Pajak tangguhan (lanjutan)

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang
pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena
pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada
setiap akhir periode pelaporan dan diakui
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
mendatang akan memungkinkan aset pajak
tangguhan tersedia untuk dipulihkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung
berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada
periode saat aset direalisasikan atau liabilitas
tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-
undang pajak yang berlaku atau berlaku secara
substantif pada akhir periode laporan keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan
dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer
selama tahun berjalan, termasuk pengaruh
perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan
pada periode operasi berjalan, kecali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

i. Imbalan Kerja
Manfaat imbalan pasti

Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja
yang tidak didanai sesuai dengan Undang-
Undang Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal
25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada
tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35
Tahun 2021 (“PP 35/2021”) yang menerapkan
pengaturan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-
Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada
tahun 2021. Beban pensiun dalam program
manfaat imbalan pasti Perusahaan ditentukan
melalui perhitungan aktuaria secara periodik
dengan menggunakan metode projected-unit
credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan manfaat pasti
pensiun tahunan

-24-

2 OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

i. Deferred tax (continued)

The carrying amount of deferred tax assets is
reviewed at the end of each reporting period, and
the carrying amount is reduced if it is no longer
probable that sufficient taxable profit will be
available to offset some or all of the deferred tax
assets. Unrecognized deferred tax assets are
reassessed at the end of each reporting period
and recognized to the extent that it is probable
that future taxable profit will allow the deferred tax
assets to be recovered.

Deferred tax assets and liabilities are calculated
at rates that will apply in the period in which the
asset is realized or the liability is settled, based on
tax laws enacted or substantively enacted at the
end of the financial reporting period. The tax
effects relating to the provision and/or reversal of
all temporary differences during the year,
including the effects of changes in tax rates, are
credited or charged to the current operating
period, except for those transactions that have
previously been charged or credited directly to
eguity.

i. Imbalan Kerja
Manfaat imbalan pasti

The Company recognized an unfunded employee
benefit obligation in accordance with Employment
Law No. 13, 2003 dated March 25, 2003
(“Employment Law") in 2020 and Government
Regulation No. 35 of 2021 (“PP 35/2021”) which
implements the provisions of Artide 81 and Artide
185 (b) of Law No.11/2020 on Job Creation in 2021.
Pension expense under the Company's defined
benefit plans is determined through periodic actuarial
calculations using the projected-unit credit method
and applying assumptions on the discount rate and
the annual rate of increase in defined benefit
pension.
Page 28 OCR 0.928
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (lanjutan)

i. Imbalan Kerja (lanjutan)

Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan
kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas
aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset
program (tidak termasuk bunga), yang tercermin
langsung dalam laporan posisi keuangan yang
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan
komprehensif lain periode terjadinya untuk
mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus
program. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin segera
dalam saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi.

Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang
lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen
terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau
pemutusan hubungan kerja diakui.

Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat
diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti
neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
berikut:

“Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa
lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen
dan penyelesaian):

“Beban atau pendapatan bunga neto: dan

“ Pengukuran kembali.

Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari
biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa
lalu Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada
laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti
Perusahaan. Surplus yang dihasikan dari
perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat
ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana program dan pengurangan
iuran masa depan atas program.

-25-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

i. Imbalan Kerja (continued)

Remeasurements, consisting of actuarial gains
and losses, changes in the impact of the asset
ceiling (if any) and of the return on plan assets
(excluding interest), reflected directly in the
statement of financial position are charged or
credited to other comprehensive income in the
period in which they occur to reflect the full
amount of the plan deficit and surplus.
Remeasurements recognized in other
comprehensive income are reflected immediately
in retained earnings and will not be reclassified to
profit or loss.

All past service costs are recognized at the eadier
of when the amendmentcurtailment occurs or
when the restructuring or termination costs are
recognized.

Net interest is calculated by applying a discount
rate to the net defined benefit liability or asset.
Defined benefit costs are categorized as follows:

- Service cost (including current service cost, past
service cost and curtailment and settlement
gains and losses):

- Net interest expense or income: and

- Remeasurements.

The Company presents the first two components
of defined benefit cost in profit or loss, with
curtalment gains and losses recorded as past
service cost The retirement benefit obligation
recognized in the statement of financial position
represents the actual deficit or surplus in the
Company's defined benefit plans. The surplus
resulting from this calculation is limited to the
present value of economic benefits available in
the form of refunds of the plan and reductions in
future contributions to the plan.
Page 29 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang
Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam
kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk
jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
Perusahaan mengakui pendapatan ketika
mengalihkan pengendalian barang atau jasa
kepada pelanggan.

Pendapatan kontrak

Pendapatan kontrak atas jasa pembangunan
penunjang — telekomunikasi — diakui — saat
dilakukannya penyerahan barang kepada pembeli
yang dilengkapi dengan Berita Acara Serah
Terima (BAST) yang sudah ditandatangani oleh
kedua belah pihak.

Beban

Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).

Laba per Saham

Jumlah laba neto per saham dasar dihitung
dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan
rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.

Pengukuran Nilai Wajar

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar

untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar

mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

i. di pasar utama untuk aset atau liabilitas
tersebut, atau

i. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang
paling menguntungkan untuk aset atau
Iiabilitas tersebut

Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama
atau pasar yang paling menguntungkan:

-26-

2

OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

j. Revenue and Expense Recognition

k

Revenue is measured based on the consideration
to which the Company expects to be entitled
under the contract with the customer and
excludes amounts billed on behalf of third parties.
The Company recognizes revenue when it
transfers control of the goods or services to the
customer.

Contract revenue

Contract revenue for telecommunication support
development services is recognized when the
goods are delivered to the buyer which is
eguipped with Berita Acara Serah Terima (BAST)
that has been signed by both parties.

Expenses

Expenses are recognized when incurred (accrual
basis).

Earnings per Share

Total basic earnings per share is calculated by
dividing the profit for the year attributable to
owners of the Company by the weighted average
number of ordinary shares outstanding during the
year.

Fair Value Measurement

Fair value is the price that would be received from
selling an asset or paid to transfer a liability in an
orderly transaction between market participants at
the measurement date. Fair value measurement
assumes that a transaction to sell an asset or
transfer a liability occurs:

i). in the principal market for the asset or liability,
or

ii. if there is no principal market, in the most
favorable market for the asset or liability.

The company must have access to a major
market or the most favorable market:
Page 30 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

Nilai wajar aset atau liabilitas diukur
menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu
aset nonkeuangan memperhitungkan
kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomik dengan menggunakan aset
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain
yang akan menggunakan aset tersebut pada
penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang
sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diamati.

Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada
nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau
liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan
dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat
input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:

1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik,

2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana tingkat
input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi,
baik secara langsung maupun tidak langsung

3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana tingkat

input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak — dapat
diobservasi.

Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan
keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara
tingkat dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan
tingkat masukan (input) paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

-27-

2. OVERVEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)
Fair Value Measurement (continued)

The fair value of an asset or liability is measured
using the assumptions that market participants
ould use when pricing the asset or liability,
assuming that market participants act in their best
economic interest. The fair value measurement of
a non-financial asset takes into account the ability
of market participants to generate economic
benefits by using the asset in its highest and best
use or by selling it to other market participants
who would use the asset in its highest and best
use.

The Company uses valuation technigues that are
appropriate in the circumstances and where
sufficient data is available to measure fair value,
maximizing the use of relevant observable inputs
and minimizing the use of unobservable inputs.

All assets and liabilities, whether measured at fair
value, or where the fair value of the asset or
liability is disclosed, are categorized within the fair
value hierarchy, based on the lowest level of input
that is significant to the overall measurement, as
follows:

1. Level 1 - @uoted prices (unadjusted) in active
markets for identical assets or liabilities:

2. Level 2 - Valuation technigues where the
lowest level of inputs that are significant to the fair
value measurement are observable, either directly
or indirectly,

3. Level 3 - Valuation technigues where the
lowest level of input that is significant to the fair
value measurement is unobservable.

For assets and liabilities recognized in the
financial statements on a recurring basis, the
Company determines whether there is any
movement between levels in the hierarchy by re-
evaluating the category designation (based on the
lowest level of input that is significant to the
overall fair value measurement) at the end of
each reporting period.
Page 31 OCR 0.935
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)

m. Dividen

Pembagian dividen kepada para pemegang
saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
laporan keuangan pada periode ketika dividen
tersebut disetujui oleh para pemegang saham
Perusahaan.

n. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Peristiwa setelah periode yang memerlukan
penyesuaian dan menyediakan informasi
Perusahaan pada tanggal pelaporan tercermin
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah
periode yang tidak memerlukan penyesuaian
diungkapkan dalam laporan keuangan apabila
material.

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan
mengharuskan — manajemen untuk — membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan

pengungkapan yang terkait, pada akhir periode
pelaporan. Ketidakpastian mengenai estimasi dan
asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.

1. Pertimbangan

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan, manajemen telah membuat
keputusan berikut, yang memiliki pengaruh
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:

Kelangsungan Usaha

Manajemen Perusahaan telah melakukan
penilaian terhadap kemampuan Perusahaan
untuk mempertahankan kelangsungan usaha
dan menilai keyakinan bahwa Perusahaan
memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnis
di masa mendatang. Selain itu, manajemen
meniai tidak adanya ketidakpastian material
yang dapat menimbulkan keraguan signifikan
terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya.
Oleh karena itu, laporan keuangan dilanjutkan
untuk disusun atas basis kelangsungan usaha.

-28-

2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)

m. Dividends

Dividends paid to the Company's shareholders
are recognized as a liablity in the financial
statements in the period in which they are
approved by the Company's shareholders.

n. Events After the Reporting Period

Subseguent events that reguire adjustment and
provide Company information as of the
reporting date are reflected in the financial
statements. Subseguent events that do not
reguire adjustment are disdosed in the financial
statements when material

3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND
MAJOR SOURCES OF ESTIMATE

Uncertainty The preparation of the Company's
financial statements reguires management to make
judgments, estimates and assumptions that affect the
reported amounts and related disdosures, as of the
end of the reporting period. Uncertainty about these
estimates and assumptions could result in material
adjustments to the carrying amounts of assets and
liabilities in subseguent reporting periods.

1. Consider

In the process of applying the Company's
accounting policies, management has made the
following decisions, which have the most
significant effect on the amounts recognized in the
financial statements:

Business Continuity

The Company's management has assessed the
Company's ability to continue as a going concern
and believes that the Company has the resources
to continue as a going concern for the foreseeable
future. In addition, management assesses that
there are no material uncertainties that may cast
significant doubt about the Company's ability to
continue as a going concern. Therefore, the
financial statements continue to be prepared on a
going concern basis.
Page 32 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)

1. Pertimbangan (lanjutan)

Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas

3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS
AND MAJOR SOURCES OF ESTIMATION
IMPLICABILITY (continued)

1. Considerations (continued)

Business Model Assessment
Classification of Financial Assets and Financial

Keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset
dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan
PSAK 71 (mulai tanggal 1 Januari 2020)
dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan
pada Catatan 2e

Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan
bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis.
Perusahaan menentukan model bisnis pada
tingkat yang mencerminkan — bagaimana
kelompok aset keuangan dikelola bersama
untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian
ini mencakup penilaian yang mencerminkan
semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur,
risiko yang memengaruhi kinerja aset dan
bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana
manajer aset diberi kompensasi. Perusahaan
memantau aset keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo
untuk memahami alasan pelepasannya dan
apakah alasan tersebut konsisten dengan
tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki.

Pemantauan adalah bagian dari penilaian
berkelanjutan Perusahaan atas apakah model
bisnis di mana aset keuangan yang tersisa
dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai
apakah telah terjadi perubahan dalam model
bisnis dan dengan demikian terdapat
perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset
keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang
diperlukan selama periode yang disajikan.

Penentuan Mata Uang Fungsional

Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang
dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang
yang mempengaruhi pendapatan

-29-

Liabilities

The Company determines the classification of
certain assets and liabilities as financial assets
and financial liabilites by considering if the
definitions set out in PSAK 71 (effective January
1, 2020) are met. Accordingly, financial assets
and financial liabilities are recognized in
accordance with the accounting policies as
disclosed in Note 2e.

The dlassification and measurement of financial
assets depend on the results of the SPPI and
business model tests. The Company determines
the business model at a level that reflects how
groups of financial assets are managed together
to achieve specific business objectives. This
assessment indudes a judgment that reflects all
relevant evidence  induding how asset
performance is evaluated and its performance
measured, the risks that affect asset performance
and how these are managed and how asset
managers are compensated. The Company
monitors financial assets measured at amortized
cost or fair value through other comprehensive
income that are derecognized prior to maturity to
understand the reasons for their disposal and
whether those reasons are consistent with the
business purpose for which the assets are held.

Monitoring is part of the Company's ongoing
assessment of whether the business model in
which the remaining financial assets are held
remains appropriate and if not appropriate
whether there has been a change in the business
model and thus a prospective change to the
classification of the financial assets. No changes
were reguired during the period presented.

p 8 Funet c

The functional currency of the Company is the
currency of the primary economic environment in
which the entity operates. It is the currency that
affects the revenue
Page 33 OCR 0.933
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)

1. Pertimbangan (lanjutan)

dan beban pokok pendapatan yang diberikan.
Berdasarkan penilaian manajemen
Perusahaan, mata uang fungsional Perusahaan
adalah Rupiah.

Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban
Pelaksanaan

Perusahaan menyimpulkan bahwa pendapatan
atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang
waktu karena pelanggan secara bersamaan
menerima dan menikmati manfaat yang
diberikan oleh Perusahaan. Fakta bahwa
entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali
jasa yang telah diberikan Perusahaan saat ini
menunjukkan bahwa pelanggan secara
bersamaan menerima dan menikmati manfaat
dari — pelaksanaan Perusahaan — saat
melaksanakannya.

Estimasi dan Asumsi

Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian
sumber estimasi utama yang lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi
pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi di
luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya

Provisi Ekspektasi Kerugian Kredit Piutang
Usaha

Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk
menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh
tempo untuk pengelompokan berbagai segmen
pelanggan yang memiliki pola kerugian yang
serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis
dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan
berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi
kredit lainnya).

-30-

3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND
MAJOR  SOURCES OF ESTIMATION
IMPLICABILITY (continued)

1. Considerations (continued)

and cost of revenue provided. Based on the
Company's management assessment, the
Company's functional currency is Rupiah.

Performance Obligations

The Company conduded that revenue for
services rendered should be recognized over time
because customers simultaneously receive and
enjoy the benefits provided by the Company. The
fact that other entities do not need to re-perform
the services that the Company has currently
provided indicates that customers simultaneously
receive and enjoy the benefits of the Company's
performance when performing them.

Estimates and Assumptions

The key assumptions about the future and other
key sources of estimation uncertainty at the
reporting date that have a significant risk of
materially adjusting the carrying amounts of
assets and liabilities within the next year are
disclosed below. The Company bases its
estimates and assumptions on parameters
available at the time the financial statements are
prepared. Assumptions and  circumstances
regarding future developments may change due
to market changes or circumstances beyond the
Company's control. Such changes are reflected in
the related assumptions at the time of occurrence.

Provision for Expected Credit Losses on Trade

Receivables

The Company uses a provisioning matrix to
calculate ECL for trade receivables and asset
contracts. Provisioning levels are based on days
past due for groupings of various customer
segments that have similar loss patterns (i.e., by
geography, product type, customer type and
rating, and coverage under letters of credit and
other forms of credit insurance).
Page 34 OCR 0.925
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

3 PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI MAJOR  SOURCES OF ESTIMATION
(lanjutan) IMPLICABILITY (continued)

1. Pertimbangan (lanjutan) 1. Considerations (continued)

Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat
default yang diamati secara historis
Perusahaan. Perusahaan akan mengkalibrasi
matriks untuk menyesuaikan pengalaman
kerugian kredit historis dengan informasi
berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan
kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto)
diperkirakan akan memburuk selama tahun
depan yang dapat menyebabkan peningkatan
jumlah default di sektor manufaktur, maka tingkat
default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tingkat default yang diamati secara
historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi
berwawasan ke depan dianalisa. Penilaian
korelasi antara tingkat default yang diamati
secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan
ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL
sensitif terhadap perubahan keadaan dan
prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian
kredit historis Perusahaan dan prakiraan kondisi
ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual
pelanggan di masa depan. Informasi mengenai
ECL pada piutang usaha dan kontrak aset
Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 5.

Penilaianinsirumen Keuangan

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajar, yang
mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi.
Sementara — komponen signifikan — atas
pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan
bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah
perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Perusahaan menggunakan metodologi penilaian
yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan
liabilitas keuangan — tersebut — dapat
mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
Perusahaan. Penjelasan lebih lengkap dalam
Catatan 2e dan 17.

Iaksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
taksiran masa manfaat — ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan
20 tahun. Masa manfaat setiap aset tetap
Perusahaan ditentukan berdasarkan periode

-31-

The provisioning matrix is initially based on the
Company's historically observed default rates.
The Company will calibrate the matrix to adjust
historical credit loss experience with forward-
looking information. For example, if forecasted
economic conditions (i.e., gross domestic product)
are expected to deteriorate over the next year
which could lead to an increase in the number of
defaults in the manufacturing sector, then the
historical default rates are adjusted accordingly.
At each reporting date, the historically observed
default rates are updated and changes in forward-
looking estimates are analyzed. The assessment
of the correlation between historically observed
default rates, forecast economic conditions, and
ECL is a significant estimate. The amount of ECL
is sensitive to changes in circumstances and
forecasts of economic conditions. The Company's
historical credit loss experience and forecasts of
economic conditions may not be representative of
actual future customer defaults. Information
regarding EECL on the Company's trade
receivables and contract assets is disclosed in
Note 5.

Valuation of Financial Instruments

The Company records certain financial assets and
liabilities at fair value, which reguires the use of
accounting estimates. While a significant
component of the fair value measurement is
determined using verifiable objective evidence,
the amount of change in fair value may differ if the
Company uses a different valuation methodology.
Such changes in the fair value of financial assets
and liabilities may directly affect the Company's
profit or loss. Further explanation in Notes 2e and
17.

Estimated Useful Lives of Property and

Eauipment

The cost of property and eguipment is
depreciated using the straight-line method based
on their estimated useful lives. Management
estimates the useful lives of property and
eguipment to be between 4 to 20 years. The
useful life of each of the Company's property and
eguipment is determined based on the expected
Page 35 OCR 0.939
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)

1. Pertimbangan (lanjutan)

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
(lanjutan)

kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut

Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi
teknis internal dan pengalaman atas aset
sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara
periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
berbeda dengan estimasi sebelumnya karena
keausan, keusangan teknis dan komersial,
hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan
bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan
atas jumlah serta periode pencatatan beban
yang diakibatkan karena perubahan faktor yang
disebutkan di atas. Perubahan masa manfaat
aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan dan amortisasi yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tersebut.

Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam
Catatan 7.

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset
atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai
terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual didasarkan pada ketersediaan data dari
perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat
dalam transaksi normal atas aset serupa atau
harga pasar yang dapat diamati dikurangi
dengan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan — dengan pelepasan aset
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model
arus kas yang didiskontokan. Data arus kas
diambil dari anggaran untuk lima tahun yang
akan datang dan tidak termasuk aktivitas
restrukturisasi yang belum dilakukan oleh
Perusahaan atau investasi signifikan di masa
datang yang akan memutakhirkan kinerja aset
dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling
dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang
digunakan dalam model arus kas yang
didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus
kas masuk di masa datang yang diharapkan dan

-32-

3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND
MAJOR SOURCES OF
IMPLICABILITY (continued)

ESTIMATION

1. Considerations (continued)

Eguipment (continued)

useful life of the asset.

This estimate is based on internal technical
evaluation and experience with similar assets.
The useful life of each asset is reviewed
periodically and adjusted if estimates differ from
previous estimates due to wear and tear,
technical and commercial obsolescence, legal or
other limitations on the use of the asset. However,
it is possible that future operating results could be
significantly affected by changes in the amount
and period of recording expenses due to changes
in the factors mentioned above. Changes in the
useful lives of property and eguipment may affect
the amount of depreciation and amortization
expense recognized and the decrease in the
carrying value of these assets.

The carrying value of property and eguipment is
disclosed in Note 7.

Impairment of Not ancial Assets

Impairment occurs when the carrying amount of
an asset or Cash Generating Unit (CGU) exceeds
its recoverable amount, which is the greater of its
fair value less costs to sell and its value in use.
Fair value less costs to sell is based on the
availability of data from binding sales agreements
made in normal transactions for similar assets or
observable market prices less any additional
costs attributable to the disposal of the asset. The
calculation of value in use is based on a
discounted cash flow model. Cash flow data is
taken from budgets for the next five years and
does not include restructuring activities that have
not been carried out by the Company or
significant future investments that will update the
performance of the tested UPK assets. The
recoverable amount is most affected by the
discount rate used in the discounted cash flow
model, as well as the amount of expected future
cash inflows and
Page 36 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND

SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)

1. Pertimbangan (lanjutan)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (lanjutan)

tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk
tujuan ekstrapolasi.

Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi
potensi penurunan nilai aset nonkeuangan pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025.
Imbalan Kerja

Penentuan utang dan biaya pensiun dan
liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung
pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah
jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk
antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan
gaji, usia pensiun normal, tingkat kematian,
tingkat kecacatan dan tingkat pengunduran diri
karyawan per usia. Hasil aktual yang berbeda
dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui
segera pada laporan posisi keuangan dengan
debit atau kredit ke saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lainnya dalam
periode terjadinya. Sementara Perusahaan
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada
hasil aktual atau perubahan signifikan dalam
asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat
mempengaruhi secara material liabilitas
diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan
beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 2i dan 9.

Pajak Penghasian

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam
menentukan provisi atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti dalam kegiatan usaha normal.
Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak
penghasilan badan. Rincian lebih lanjut
diungkapkan dalam Catatan 2h dan 8.

Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh beda
temporer sepanjang besar kemungkinannya

bahwa beda temporer tersebut dapat
direalisasikan. Estimasi signifikan oleh

-33-

MAJOR — SOURCES OF ESTIMATION
IMPLICABILITY (continued)

1. Considerations (continued)

Impairment of Non-Financial Assets (continued)

the growth rate used for extrapolation purposes.

Management believes that there is no indication
of potential impairment of non-financial assets as
at December 31, 2024 and June 30, 2025.

Employee Benefits

The determination of the Company's pension and
employee benefit obligations and costs depends
on the selection of assumptions used by
independent actuaries in calculating these
amounts. These assumptions include, among
others, the discount rate, rate of salary increase,
normal retirement age, mortality rate, disability
rate and employee resignation rate per age.
Actual results that differ from the Company's
assumptions are recognized immediately in the
statement of financial position by debit or credit to
retained earnings through other comprehensive
income in the period in which they occur. While
the Company believes that the assumptions are
reasonable — and — appropriate, significant
differences in actual results or significant changes
in the assumptions set by the Company could
materially affect the estimated liabilities for
pension and employee benefits and net employee
benefits expense. Further details are disdosed in
Notes 2i and 9.

Income Tax

Significant judgment is exercised in determining
the provision for corporate income tax. There are
certain transactions and computations for which
the ultimate tax determination is uncertain in the
normal course of business. The Company
recognizes a liability for corporate income tax
based on an estimate of whether additional
corporate income tax will be due. Further details
are discdlosed in Notes 2h and 8.

Deferred Tax Assets

Deferred tax assets are recognized for all
temporary differences to the extent that it is
probable that the temporary differences will be
Page 37 OCR 0.937
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

manajemen diharuskan dalam menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui,
berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena pajak serta strategi
perencanaan pajak masa depan.

4. Kas dan Bank

Akun ini terdiri dari:

realized. Significant estimates by management
are reguired in determining the amount of
deferred tax assets that can be recognized, based
on the timing and level of taxable income and
future tax planning strategies.

4. Cash and Banks

This account consists of:

30 September 2025/ 31 Desember 2024/
September 30, 2025 December 31, 2024

Kas 174.157.380

Bank
PT Bank CIMB NiagaTbk

2.468.356.575

177.055.506 Cash on Hand

Cash in Banks

1.545.376.962 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Mega Syariah 167.245.763 179.796.387 PT Bank Mega Syariah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) PT Bank Negara Indonesia
Tbk 3.075.000 3.075.000 (Persero) Tbk
Jumlah Bank 2.638.677.338 1728,248,349 Total Banks
Deposito berjangka Time Deposits
PT Bank CIMB Niaga Tbk - - PT Bank CIMB Niaga Tbk
2812834.718

Jumlah Kas dan Bank

Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
2024, tidak terdapat kas dan bank yang dibatasi
penggunaannya atau yang ditempatkan pada pihak
berelasi.

Tingkat bunga tahunan deposito berjangka per tahun
masing-masing sebesar 2,506 pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024.

5. Piutang Usaha

Akun ini terdiri dari:

30 September 2025/
September 30, 2025

1-905.303.855 Total Cash and Banks

As of September 30, 2025 and December 31, 2024,
there were no cash and banks that were restricted or
placed with related parties.

The annual interest rate of time deposits per annum was
2.505 as of September 30, 2025 and December 31,
2024, respectively.

5. Trade Receivables
This account consists of:

31 Desember 2024/
December 31, 2024

PT. Cakra Media Indonesia
CV. Nara Unggul Prima

17.116.313.542
844.499.458

PT. Cakra Media Indonesia
CV. Nara Unggul Prima

18.090.690.107
844.487.858

Jumlah

17.960.813.000

18.935.177.965 — Total

Umur piutang usaha Perusahaan tidak lebih dari 90
hari.

The aging of trade receivables are no more than 90
days.

-34-
Page 38 OCR 0.946
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

Mutasi provisi ekspektasi kerugian kredit piutang
usaha Perusahaan adalah sebagai berikut

30 September 2025/
'September 30, 2025

The changes in the Company's provisions for
expected credit losses on trade receivables are as
follows:

31 Desember 2024/
December 31, 2024

1-90 hari
91-180 hari
Lebih dari 180 hari

17.960.813.000

18.935.177.965

-1

1-90 Days
91-180 Days
More than 180 Days

Jumlah 17.960.813.000

18.935.177.965 Total

Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing
piutang usaha pada tanggal 30 September 2025,
manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa provisi
ekspektasi kerugian kredit tersebut adalah cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak
tertagihnya piutang usaha tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September
2025, seluruh piutang usaha Perusahaan merupakan
piutang dari pihak ketiga dan dalam mata uang
Rupiah

Uang Muka Proyek

Akun ini terdiri dari

2025
Uang Muka Proyek
Jangka Pendek 82.016.278.573
Jangka Panjang 33,746,076,246
Jumlah 115.762.354.819

Uang muka jangka pendek adalah jasa pengerjaan
proyek Fiber Optic, SITAC dan CME menara
telekomunikasi

Uang muka Jangka Panjang adalah jasa pengerjaan
proyek pembangunan di Bali, Indonesia dan Selangor
Malaysia.

-35-

Based on the review of the status of each trade
receivable as of September 30, 2025, the
Company's management believes that the provision
for expected credit losses is adeguate to cover
possible uncollectible trade receivables.

As of December 31, 2024 and September 30, 2025,
all of the Company's trade receivables are due from
third parties and denominated in Rupiah.

6. Advances for the Project

2024

Advances for the project

82.885.729.979 Short term
Long term
116.631.806.225 Total

Short term advances is for the service of working on
Fiber Optic, SITAC and CME telecommunication
tower.

Short term advances is a services for construction
projects in Bali, Indonesia and Selangor, Malaysia.
Page 39 OCR 0.877
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

property and

Acauisition cost
Building
29.123.251.936  Eguipment
325.700.000 Vehide

35.438.866.355 Total acguisition cost

Accumulated
depreciation

2.302.503.344 Building
28.821.999.310 Eguipment
314.900.000 Vehicle

Total accumulated

7. Aset Tetap 7. Property and Eguipment
Rincian aset tetap Perusahaan adalah sebagai The details of the Company's
berikut: eguipment is as follows:

30 September 2025/
September 30, 2025
Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/  Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Beginning Additons — Deductions  Reclassification Ending Balance
Balance
Harga perolehan
Bangunan 5.989.914.419 - - - 5.989.914.419
Peralatan 29.123.251.936 - - -
Kendaraan 325.700.000 - - -
Jumlah harga
perolehan 35.438.866.355 ba - -
Akumulasi penyusutan
Bangunan 2.083.176.413 219.326.931 - -
Peralatan 27.532.502.935 1.289.496.375
Kendaraan 314.900.000 - - -
Jumlah akumulasi
penyusutan 29.930.579.348 1.508.823.306 - -

Nilai buku bersih 5.508.287.007

31.439.402.654 depreciation
3.999.463.701 Net book value

31 Desember 2024/
December 31, 2024

Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/  Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Beginning Additons —— Deductions  Reclassification Ending Balance
Balance
Harga perolehan Acguisition cost
Bangunan 5.948.718497 41.196.222 - - 5.989.914.419 Building
Peralatan 28.816.096.936 307.155.000 - - 29.123.251.936 Eguipment
Kendaraan 314.900.000 10.800.000 - - 325.700.000 Vehidle
Jumlah harga
perolehan 35.079.715.133 359.151.222 - - 35.438.866.355 Total acguisition cost
Akumulasi penyusutan Accumulated
depreciation
Bangunan 1.190.492.586 292.683.827 - - 2.083.176.413 Building
Peralatan 25.825.429435 1.707.073.500 27.532.502.935 Eguipment
Kendaraan 314.900.000 - - - 314.900.000 Vehicle
Jumlah akumulasi Total accumulated
penyusutan 27.930.822.021 1.999.757.327 - - 29.930.579.348 depreciation

Nilai buku bersih 7.148.893.112

Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
2024, penyusutan aset tetap dibebankan ke beban
umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp.
1.508.823.306 dan Rp.1.999.757.327 (Catatan 14).

5. 07 Net book value

As of September 30, 2025 and December 31, 2024,
depreciation of property and eguipment was charged
to general and administrative expenses amounting to
Rp. 1.508.823.306dan Rp.1.999.757.327
respectively (Note 14).

-36 -
Page 40 OCR 0.933
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
2024, Perusahaan mengasuransikan bangunan dan
kendaraannya terhadap risiko kerugian akibat
kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu polis
tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing
sebesar Rp4.050.000.000.

Berdasarkan hasi penelaahan, manajemen
Perusahaan berkeyakinan tidak ada situasi atau
keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan
nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024.

As of September 30, 2025 and December 31, 2024,
the Company insured its buildings and vehicles
against losses due to fire and other risks under
certain policies with sum insured of Rp4,050,000,000
each.

Based on the review, the Company's management
believes that there are no situations or
circumstances that indicate impairment of property
and eguipment as of September 30, 2025 and

8. Perpajakan
a. Utang Pajak

Akun ini terdiri dari

Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 29
Pajak Pertambahan Niai
Total

b. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan

Akun ini terdiri dari :

Pajak kini
Pajak tangguhan

Beban pajak penghasilan

December 31, 2

8. Taxation
a. Taxes payabl
This account

30 September 2025/ 31 Desember 2024/
September 30, 2025 December 31, 2024

439.625 220.607
9.572.451 26.441.951
7.124.753.697 7.215.417.742
134.765.773 7.242.080.300

024

le

consists of:

Income Tax
Tax 21

Tax 29
value-added tax
Total

b. Income tax expense (benefit)

This account consists of:

30 September 2025/
September 30, 2025

30 September 2024/
September 30, 2024

-  Currenttax
- Deferred tax

- Income tax expense

-37-
Page 41 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

8. Perpajakan (lanjutan)

c. Pajak Penghasilan - Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
dan 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

c. Income Tax - Current

A reconciliation between income before income
tax benefit (expense) as presented in the
statement of profit or loss and other
comprehensive income and taxable income for
the years ended September 30, 2024 and
September 30, 2025 is as follows:

30 September 2025/ 30 September 2024/
September 30, 2025 September 30, 2024

Laba sebelum manfaat (beban)
pajak penghasian

Menurut laporan laba rugi dan
Penghasilan komprehensiflain
Beda termporer

Provisi ekspektasi kerugian kredit
Imbalan kerja

Laba kena pajak

a. Perubahan Tarif Pajak Badan

Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah
Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7
Tahun 2021 (“UU No. 7/2021”) tentang
harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa
tujuan UU No. 7/2021 adalah untuk
meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang
berkelanjutan dan mendukung percepatan
pemulihan ekonomi, mewujudkan sistem
perpajakan yang lebih berkeadilan dan
berkepastian hukum, melaksanakan reformasi
administrasi, kebijakan perpajakan yang
konsolidatif, dan peduasan basis pajak, serta
meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.

Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang
terjadi dengan penerapan UU No, 7/2021 antara
lain adalah sebagai berikut:

a. Pembeakuan tarif pajak penghasilan
badan menjadi 2276 mulai Tahun Pajak
2022, dan Perusahaan Terbuka dalam
negeri yang memenuhi kriteria tertentu
dapat memperoleh tarif pajak sebesar
3/4 lebih rendah dari tarif pajak yang
disebutkan di atas:

b. Kenaikan tarif PPN dari 105 menjadi
1196 yang mulai berlaku tanggal 1 April
2022, kemudian menjadi 1245 yang
mulai berlaku paling lambat pada
tanggal 1 Januari 2025:

c. Penyederhanaan PPN dengan tarif final
untuk barang atau jasa kena pajak
tertentu, yang juga berlaku mulai tanggal

-38-

Profit before tax benefit (expense)

According to the statement of Profit or

- loss and other comprehensive income
Temporary differences

-  Provision for expwcted credit loss

-. Employee benefits

T taxable profit

a. Corporate Tax Rate Changes

In October 2021, the Govemment of Indonesia
passed Law No. 7 of 2021 (“Law No. 7/2021”) on
the harmonization of tax regulations. Some of the
objectives of Law No. 7/2021 are to increase
sustainable economic growth and support the
acceleration of economic recovery, realize a more
eguitable and legally certain tax system,
implement administrative reform, consolidative
tax policies, and broaden the tax base, and
increase taxpayer voluntary compliance.

A number of changes in tax regulations that occur
with the implementation of Law No, 7/2021 are as
follows:

a. The corporate income tax rate will be 224
starting from Fiscal Year 2022, and domestic
listed companies that meet certain criteria
can obtain a tax rate of 3/b lower than the
aforementioned tax rate:

b. Increase in the VAT rate from 1076 to 1146
with effect from April 1, 2022, and then to
12”2 with effect from January 1, 2025,

c. Simplification of VAT with a final rate for
certain taxable goods or services, which also
takes effect from
Page 42 OCR 0.934
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

1 April 2022: dan

d. Program pengungkapan sukarela bagi
Wajib Pajak badan selama periode 1
Januari - 30 Juni 2022, dengan basis aset
atau harta yang diperoleh selama 1
Januari 1985 - 31 Desember 2015 yang
belum diungkap pada saat mengikuti
program amnesti pajak sebelumnya

Penerapan UU No. 7/2021 berdampak pada
pengukuran aset dan kewajiban pajak kini dan
tangguhan pada tanggal 31 Desember 2021, yang
diukur menggunakan tarif pajak 22”.

9. UABILITAS IMBALAN KERJA

Perusahaan memberikan imbalan untuk
karyawannya yang telah mencapai usia pensiun
yaitu 55 tahun sesuai dengan UU
Ketenagakerjaan pada tahun 2020 dan PP
35/2021 yang menerapkan pengaturan Pasal 81
dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No. 11/2020
tentang Cipta Kerja pada tahun 2021.

Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal

31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan hasil
perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA

Nurichwan, aktuaris independen, dalam
laporannya masing-masing pada tanggal 1
Februari 2024 dan 22 April 2024, dengan

menggunakan metode projected-unit credit.

Liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan terdiri atas

30 September 2025 /
September 30, 2025

Nilai kini liabilitas -
imbalan kerja

10. Modal saham

Susunan pemegang saham dan presentase
kepemilikannya pada tanggal 31 Desember
2024 dan 30 September 2025 berdasarkan
laporan daftar pemegang saham dari PT Bima
Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai
berikut:

-39-

April 1, 2022: and

d. Voluntary disclosure program for corporate
taxpayers during the period of 1 January - 30
June 2022, on the basis of assets or assets
acguired during 1 January 1985 - 31
December 2015 that have not been
disclosed during the previous tax amnesty
program

The adoption of Law No. 7/2021 impacts the
measurement of current and deferred tax assets
and liabilities as of December 31, 2021, which are
measured using atax rate of 22”.

9. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES

The Company provides benefits for its employees
who have reached the retirement age of 55 years
old in accordance with the Manpower Law in 2020
and Government Regulation 35/2021 which
implements the provisions of Artide 81 and Artide
185 (b) of Law No. 11/2020 on Job Creation in 2021.

The Company recorded liabilities for employee
benefits for the years ended

December 31, 2023 and 2022 based on the results
of aactuarial calculations performed by KKA
Nurichwan, an independent actuary, in its reports
dated February 1, 2024 and April 22, 2024,
respectively, using the projected-unit credit method.

Employee benefits liabilities recognized in the
statement of financial position consist of:

31 Desember 2024/
Desember 31, 2024

12.550.624 Present value of
employee benefit
liabilities

10.  Eguity Capital

The composition of the shareholders and the
percentage of ownership as of December 31,
2024 and September 30, 2025 based on the
report of the list of shareholders from PT Bima
Registra, Securities Administration Bureau, is as
follows:
Page 43 OCR 0.911
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir For The Nine-Month Period Ended
30 September 2025 September 30, 2025
Serta Untuk Tahun yang Berakhir And For The Years Ended
31 Desember 2024 December 31, 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, (Figures are Presented in Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain) unless Otherwise Stated)

31 September 2025/September 30, 2025

Persentase
Kepemilikan/
Jumlah Saham/ — Percentage of Jumlah/

Pemegang saham Numberof Shares —” Ownership Total Shareholders
PT LCK Investama Prima Indonesia 627.808.000 62,714 62.780.800.000 PT LCK Investama Prima Indonesia
PT Maju Mekar Makmur 202.252.900 20154 20.225.290.000 PT Maju Mekar Makmur
Masyarakat 169.939.100 17,146 16.993.910.000 Masyarakat
Jumlah 1.000.000.000 100,004 100.000.000.000 Total

31 Desember 2024/December 31, 2024

Persentase
Kepemilikan/
Jumlah Saham/ ”— Percentage of Jumlaty
Pemegang saham Numberof Shares — Ownership Total Shareholders
PT LCK Investama Prima Indonesia 627.144.400 62,710 62.714.440.000 PT LCK Investama Prima Indonesia
PT Maju Mekar Makmur 201.538.300 201570 20.153.830.000 PT Maju Mekar Makmur
Masyarakat 171.317.300 171496 17.131.730.000 Public
Jumlah 1.000.000.000 100,0046  100.000.000.000 Total
Dividen Tunai Cash Dividend
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang In the General Meeting of Shareholders held on
diadakan pada tanggal 24 Juni 2025 dan telah June 24, 2025 and has been declared by Notarial
dinyatakan dengan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, Deed Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn No. 72 on the
S.H.,M.Kn No 72 pada tanggal yang sama, para same date, the shareholders have agreed not to
pemegang saham telah menyetujui untuk tidak distribute cash dividends to shareholders and the
membagikan deviden tunai kepada pemegang company's profits will be used as retained earnings.

saham dan keuntungan perusahaan akan dijadikan
sebagai laba ditahan.

10. Modal saham (lanjutan) 10. Eguity Capital (continued)

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang

diadakan pada tanggal 26 Juni 2024 dan telah In the General Meeting of Shareholders held on
dinyatakan dengan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, June 26, 2024 and has been dedared by Notarial
SH.,M.Kn Nomor 135, pada tanggal yang sama, Deed Dr. Sugih Haryati, SH, M.Kn Number 135, on
para pemegang saham telah menyetujui untuk tidak the same date, the shareholders have agreed not to
membagikan deviden tunai kepada pemegang distribute cash dividends to shareholders and the
saham dan keuntungan perusahaan akan dijadikan company's profits will be used as retained earnings.

sebagai laba ditahan.

11. Tambahan Modal Disetor 11. Additional Paid-in Capital
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember As of September 30, 2025 and December 31, 2024,
2024, akun ini merupakan agio saham yang berasal this account represents agio shares from the initial
dari penawaran umum perdana saham pada tahun public offering of shares in 2018, net of issuance
2018, setelah dikurangi dengan beban emisi sebesar costs amounting to Rp2,594,355,492.

Rp2.594.355.492.

-40-
Page 44 OCR 0.924
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

12. Pendapatan

Akun ini merupakan pendapatan atas jasa
pengerjaan — SITAC dan  CME menara
telekomunikasi. Pada 30 September 2025 dan 30
September 2024 tidak ada transaksi penjualan
kepada pihak berelasi.

Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi
lebih dari 10Yc dari total pendapatan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan
30 September 2024 adalah sebagai berikut:

30 September 2025/
September 30, 2025

12. Revenues

This account represents revenue from SITAC and
CME services for telecommunication towers. As of
September 30, 2025 and September 30, 2024, there
were no sales transactions to related parties..

Details of third-party customers with transactions
exceeding 10” of total revenue for the years ended
September 30, 2025 and September 30, 2024 are as
follows:

31 Desember 2024/
December 31, 2024

PT YPTT Solutions Indonesia 305.687.000
PT Inti Bangun Sejahtera -
PT Fiberhome Technologies -

310.443.500 PT YPTT Solutions Indonesia
715.499.541 PT Inti Bangun Sejahtera
300.766.610 PT Fiberhome Technologies

Jumlah 305.687.000

1326,709.651 Total

13. Beban Pokok Pendapatan

Akun ini merupakan beban pokok pendapatan atas
jasa subkontraktor, pihak ketiga.

Rincian pemasok pihak ketiga dengan nilai transaksi
lebih dari 1095 dari total beban pokok pendapatan
pada tahun yang berakhir pada tanggal 30 September
2024 dan 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

30 September 2025/
September 30, 2025

13. Cost of Sales

This account represents cost of revenue for
subcontractor services, third parties.

Details of third-party suppliers with transaction value
of more than 1094 of total cost of revenue for the
years ended September 30, 2024 and September 30,
2025 are as follows:

30 September 2024/
September 30, 2024

328.150.285 Sudjatno
547.305.833 Project Cost
- Reza Sudjatno

Sudjatno 116.019.025
Project Cost -
Reza Sudjatno 64.505.500
Jumlah 180.525.525

875.456.118 Total

14. Beban Umum dan Administrasi
Akun ini terdiri dari:

30 September 2025/
September 30, 2025

14. General and Administration Expense
This account consists of:

30 September 2024/
September 30, 2024

Penyusutan (Catatan 7) 1.508.823 306 1.342.450.806 Depretiation (Notes 7)

Gaji, tunjangan dan bonus 327.697.458 458.975.375 Salary, allowance and bonus
Jasa Profesional 466.450.000 - Professional Services
Lain-Lain 337.984.591 2.918.226.046 Others

Jumlah 2.640.955.355 4.719.652.227 Total

-41-
Page 45 OCR 0.911
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

15. Laba Per Saham

Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar
pada tahun bersangkutan, sebagai berikut

15. Earnings Per Share

Earnings per share is calculated by dividing the profit
for the year attributable to owners of the Company
by the weighted average number of fully paid
ordinary shares outstanding during the year, as
follows

Jumlah Rata-rata
Tertimbang Saham yang

Beredar/
Laba Neto Tahun Weighted Average Nilai Laba per Saham/
Berjalan/ Number of Shares Earnings per Share
net profit for the year Outstanding Value
30 September 2025/
September 30, 2025 (2.328.003.801) 1.000.000.000 (2.33)
30 September 2024/
September 30, 2024 (4.445.477.753) 1.000.000.000 (444)

16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko pada saat Perusahaan
tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan
yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas
keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana
untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas
yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana
untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun
jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari
pendapatan dari pelanggan.

16. FINANCIAL RISK MANAGEMENT POLICY AND

OBJECTIVES

. Ri

Liguidity risk is the risk that the Company will not be
able to meet its liabilities when due. Management
dosely evaluates and monitors cash inflows and
cash outflows to ensure that funds are available to
meet the payment needs of maturing liabilities. In
general, funds reguired for the repayment of
maturing shor-term and long-term liabilities are
obtained from revenue from customers.

Lebih dan ftahun

sampai dengan
Stahuun

Dibavah
Atahun
Liabilitas Keuangan
Utang tain-lain 2
Total
Dibavah
1 tahun

Liabilitas Keuangan

Utang lain-lain -

24 Nacambar 2124
Lebih dan Ytahun

sampai dengan Lebih dari
5 tahuun | Stahun Total

Total “

-42-
Page 46 OCR 0.940
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah
untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit yang
tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung
usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang
saham

Manajemen — Perusahaan — mengelola struktur
permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan
menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham.

Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio
modal yang sehat dalam rangka untuk mengamankan
pembiayaan pada biaya yang wajar.

Tabel di bawah ini merangkum total modal yang
dipertimbangkan oleh Perusahaan pada tanggal 31
Desember 2024 dan 30 September 2025:

30 September 2025/
September, 30 2025
Modal Saham 100.000.000.000
Tambahan modal setor 19.005.644.508
Saldo Laba 14,844,706,953
Total 133.850.351.461

The primary objective of the Company's capital
management is to ensure the maintenance of a high
credit rating and healthy capital ratios to support the
business and maximize shareholder retumns.

The Company's management manages its capital
structure and makes adjustments, based on changes
in economic conditions. To maintain and adjust the
capital structure, the Company may choose to adjust
dividend payments to shareholders.

The Company's policy is to maintain a healthy
capital ratio in order to secure financing at a
reasonable cost.

The table below summarizes the total capital
considered by the Company as at 31 December
2024 and 30 September 2025:

31 Desember 2024/
December 31, 2024

100.000.000.000 Share Capital
19.005.644.508 Additional share capital
12112110754 Balance profit
136.178.356.262 Total

Pengelolaan Modal

Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan
mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio utang
terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui
pembagian antara liabilitas neto dengan modal. Liabilitas
neto adalah total liabilitas sebagaimana disajikan di
dalam laporan posisi keuangan dikurangi dengan total
kas dan setara kas, sedangkan modal meliputi seluruh
komponen ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025,
perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut:

30 September 2025 /
September 30 2025

Capital Management

As is common practice, the Company evaluates its
capital structure through the gearing ratio, which is
calculated by dividing net liabilities by capital. Net
liabilities are total liablities as presented in the
statement of financial position less total cash and cash
eguivalents, while capital includes all eguity components
in the statement of financial position. As at December
31, 2024 and September 30, 2025, the calculation of the
ratio is as follows:

31 Desmber 2024/
December 31 2024

Total liabilitas 7.134.765.773 7.254.630.924 Total Liabilities

Dikurangi kas dan setara kas 2.812.834.718 1.905.303.855 Less cash and cash
eguivalents

Liabilitas neto 4.321.931.055 5.349.327.069 Balance profit

Total ekuitas 133,850,351,461 136,178,355,262 Total Eguities

Rasio utang terhadap modal (0,03) 0,04) Debt to eguity ratio

-43-
Page 47 OCR 0.932
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

17. INSTRUMEN KEUANGAN

Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan
nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang

dicatat di laporan keuangan:

17. FINANCIAL INSTRUMENTS

The table below is a comparison of the carrying amount
and fair value of the Company's financial instruments
recorded in the financial statements

30 September 2025/September, 30 2025

ASET KEUANGAN Nilai Tercatat
Aset keuangan yang diukur pada

Biaya perolehan diamortisasi

Nilai wajar EINANCIAL ASSET
Financial asset measured at
Amortized cost

2.812.834.718 Cash and cash eguivalents
17.960.813.000 Trade Receivables
44.854.996  Oyher Receivables

Kas dan Setara Kas 2.812.834.718
Piutang Usaha 17.960.813.000
Piutang Lain - Lain 97.199.590
Total Aset Keuangan 20.870.847.308

20.818.502.714 Total Financial asset

Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen
keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan
menggunakan metode-metode dan asumsrasumsi
berikut:

1. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara
kas, piutang usaha dan utang lain-lain, nilai
tercatat aset keuangan tersebut mendekati nilai
wajarnya karena akan jatuh tempo dalam waktu
kurang dari satu tahun.

18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING

Pelanaaan
PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12)

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 038/PIK-
CME/TGM-GKT!/I-2020 tanggal 8 Januari 2020,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT
Triview Geospatial Mandiri untuk pengerjaan
Construction, Mechanical and Electrical
pembangunan menara telekomunikasi. Perjanjian ini
akan berakhir pada tanggal 8 Januari 2021 dan
diperpanjang sampai tanggal 5 Januari 2022.

-44-

18.

The estimated fair values of the groups of financial
instruments in the table above were determined
using the following methods and assumptions

1. For financial assets such as cash and cash
eguivalents, trade receivables and other
payables, the carrying amounts of these
financial assets approximate their fair values as
they will mature in less than one year.

IMPORTANT TIES AND AGREEMENTS

C mer

PT Triview Geospatial Mandiri (Note 5 and 12)

In accordance with the cooperation agreement No.
038/PIK-CME/TGM-GKT/I-2020 dated January 8,
2020, the Company cooperates with PT Triview
Geospatial Mandiri for Construction, Mechanical and
Electrical work on telecommunication towers. This
agreement will expire on January 8, 2021 and
extended until January 5, 2022.
Page 48 OCR 0.909
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

18 IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

tan

Pelan n (lanji

PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12)

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. XIPIK-

CME/TGM-LCKGK/I-2023 tanggal 10 Januari 2023,
PT

Perusahaan melakukan kerjasama dengan

Triview Geospatial Mandiri untuk pekerjaan CME

atas pembangunan tower. Perjanjian ini

berakhir pada tanggal 10 Januari 2024.

akan

—PX Eiberhome Technologies Indonesia (Catatan 5

dan 12)

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 003/FH-

LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO-USO!!II/2021

tanggal 15 Maret 2021, Perusahaan melakukan
kerjasama dengan PT Fiberhome Technologies
Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver

Station (BTS) 4G antara lain

» Pengadaan dan pengiriman peralatan dengan

spesifikasi teknis: dan
“Pemasangan,
testing, — baik

pembongkaran,
berupa — Acceptance

perbaikan,
Test

Procedure/Civil Mechanical Electrical (CME) pada

BTS 4G.

Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 15

Maret 2023

Sesuai dengan perjanjian kerjasama no 027/FH-
PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/II1/2023 Tanggal 16
Maret 2023, Perusahaan melakukan perpanjangan
kerjasama dengan PT. Fiberhome Technologies
Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver

Station (BTS) 4G antara lain:

«  Pengadaaan dan pengiriman peralatan dengan

spesifikasi teknis: dan

» Pemasangan, pembongkaran, perbaikan,
testing,baik ” berupa — Acceptance — Test
Procedure/Civil Mechanical Electrical (CME)
pada BTS 4G

Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 17

Maret 2025

PT Swasti Prashida (C 5

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.056/Proc-

CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 tanggal 8 Februari

2018, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT

-45-

18

IMPORTANT TIES AND AGREEMENTS
(continued)

Customer (continued)

PT Triview Geospatial Mandiri (Note 5 and 12

In accordance with the cooperation agreement No.
XI/PIK-CME/TGM-LCKGKI/I-2023 dated January 10,
2023, the Company cooperates with PT Triview
Geospatial Mandiri for CME work on tower
construction. This agreement will expire on January
10, 2024.

PI Eiberhome Technologies Indonesia (Note 5 and
12)

In accordance with the cooperation agreement No.
003/FH-LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO-
USO/II/2021 dated March 15, 2021, the Company
cooperates with PT Fiberhome Technologies
Indonesia for the construction of 4G Base
Transceiver Station (BTS), among others

" Procurement and delivery of eguipment with
technical specifications: and

“ Installation, dismantling, repair, testing, in the form
of Acceptance Test Procedure/Civil Mechanical Elec
trical (CME) on 4G BTS.

This agreement will expire on March 15, 2023

In accordance with the cooperation agreement no
027/FH-PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/I1/2023
dated March 16, 2023, the Company extended the
cooperation with PT Fiberhome Technologies
Indonesia for the construction of 4G Base
Transceiver Station (BTS), among others

" Procurement and delivery of eguipment with
technical specifications, and
Installation, dismantling, repair,
Acceptance Test Procedure/Civil
Electrical (CME) on 4G BTS.

testing, and
Mechanical

This agreement will expire on March 17, 2025.

PT Lasmana Swasti Prashida (Note 5 and 12)

In accordance with the cooperation agreement
No.056/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 — dated
February 8, 2018, the Company cooperates with PT
Page 49 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025

And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)

Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan
konstruksi sarana penunjang base transceiver
station sipil, mekanikal dan elektrikal. Perjanjian ini
berakhir pada tanggal 8 Februari 2019 dan
diperpanjang pada tanggal 4 Februari 2019 dengan
perjanjian kerjasama No.018/Proc-CME/KP/LSP-
LCKGK/FEB/19, sehingga perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 4 Februari 2020.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.011/Proc-
CME/LSP-LCKGK(/Feb/20 tanggal 5 Februari 2020,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT
Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan,
Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi
Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding,
Penyelesaian, Pengajuan Teknis,
Penyambung/lnstalasi PLN serta pekerjaan lainnya.
Perjanjian ini berakhir pada tanggal 5 Februari 2021.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.05/Proc-
CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 tanggal 8 Februari
2021, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT
Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan,
Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi
Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding,
Penyelesaian, Pengajuan Teknis,
Penyambung/nstalasi PLN serta pekerjaan lainnya.
Perjanjian ini berakhir pada tanggal 8 Februari 2022.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.018/Proc-
CMEJ/LSP-LCKGK(/Feb/22 tanggal 25 Februari 2022,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT
Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan,
Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi
Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding,
Penyelesaian, Pengajuan Teknis,
Penyambung/lnstalasi PLN serta pekerjaan lainnya.
Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari
2023.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.009/Proc-
CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 tanggal 27 Februari
2023, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT
Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
meliputi Detail-Design, Pekerjaan Persiapan,
Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi
Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding,
Penyelesaian, Pengajuan Teknis,
Penyambung/nstalasi PLN serta pekerjaan lainnya.
Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari
2024,

-46-

Lasmana Swasti Prashida for the construction of
Civil, mechanical and electrical base transceiver
station support facilities. This agreement ended on
February 8, 2019 and was extended on February 4,
2019 with cooperation agreement No.018/Proc-
CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/19, so that this
agreement will end on February 4, 2020.

In accordance with the cooperation agreement
No.011/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/20 dated
February 5, 2020, the Company cooperates with PT
Lasmana Swasti Prashida for work that indudes
Detail-Design, Preparation Work, Foundation
Construction, Construction, Transportation of Tower
Materials, Erection, ME Installation & Grounding,
Completion, — Technical — Submission, — PLN
Connection/Installation and other work. This
agreement ends on February 5, 2021

In accordance with the cooperation agreement
No.05/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 dated
February 8, 2021, the Company cooperates with PT
Lasmana Swasti Prashida for work that indudes
Detail-Design, Preparatory Work, Foundation
Construction, Construction, Transportation of Tower
Materials, Erection, ME Installation & Grounding,
Completion, Technical Submission, PLN
Connection/nstallation and other work. This
agreement ends on February 8, 2022.

In accordance with the cooperation agreement
No.018/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/22 dated
February 25, 2022, the Company cooperates with
PT Lasmana Swasti Prashida for work that indudes
Detail-Design, Preparation Work, Foundation
Construction, Construction, Transportation of Tower
Materials, Erection, ME Installation & Grounding,
Completion, — Technical — Submission, — PLN
Connection/nstallation and other work.

In accordance with the cooperation agreement
No.009/Prooc-CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 dated
February 27, 2023, the Company cooperates with
PT Lasmana Swasti Prashida for work that includes
Detail-Design, Preparation Work, Foundation
Construction, Tower Material Transportation,
Erection, ME Installation & Grounding, Completion,
Technical Submission, PLN Connection/nstallation
and other work. This agreement ends on February
27, 2024.
Page 50 OCR 0.940
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK

Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025

Serta Untuk Tahun yang Berakhir

31 Desember 2024

(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)

PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended

September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024

(Figures are Presented in Rupiah,

unless Otherwise Stated)

Subkontraktor

Bapak Sudjatno (C: n1

Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.
001/PKS-M/B1/2024 tanggal 3 Januari 2024,
Perusahaan setuju untuk memberikan proyek
kepada Bapak Sudjatno selaku subkontraktor
berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan
berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta,
mengawasi dan mengatur secara penuh atas
kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 atau
dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang
telah diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang
dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

-47-

Subcontractor

Mr Sudjatno (Note 13,

In accordance with the work contract agreement
No.001/PKS-M/B/1/2024 dated January 3, 2024, the
Company agreed to provide a project to Mr. Erwin
Sujana as a subcontractor in the form of
telecommunication service activities. The Company
is obliged to fund the project activities as well as,
supervise and fully manage the project activities.
This agreement will expire on December 31, 2025 or
can be adjusted to the project work period that has
been obtained and will then be reviewed and
evaluated every 1 (one) year.

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.06 MB
Published1 Nov 2025
Pages50
Characters166,479
Text sourceOCR
OCR confidence0.923

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org LCK Global Kedaton Tbk p.1 ×325
linked person Kenny Lim p.3 ×2
linked person Yopie Tribayu p.3 ×2
linked org LCK Investama p.9 ×5
linked person Lim Chin Kim. p.9 ×3
linked person Susan Lim Mei Peng p.9
linked person Ruli Citrarini p.9
linked person Siti Amaniyah p.9
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.37 ×8
linked org Bank Mega p.37 ×2
linked org Maju Mekar p.43 ×4
linked org PT Inti Bangun Sejahtera p.44 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.8 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.10
possible org Bank Negara Indonesia Tbk p.37 ×3
unresolved org TT LCK Global Kedaton Tbk p.3
unresolved org PT Global Kedaton Teknologi p.8 ×2
unresolved person Sahat Simanungkalit p.8 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved person Akta Notaris Rifson p.8
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved person Akta Notaris Leolin Jayayanti p.8 ×2
unresolved org Menteri p.8
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.8 ×2
unresolved person Rifson p.8
unresolved org Minister of Justice p.8
unresolved org PT LCK LCK Investama Prima Indonesia p.9
unresolved org PT LCK p.9
unresolved org PT LCK Indo Holdings p.9
unresolved org Financial Services Authority p.10
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.10
unresolved org PT Bank CIMB NiagaTbk p.37
unresolved org PT Bank Mega Syariah p.37 ×2
unresolved org PT. Cakra Media Indonesia CV. Nara Unggul Prima p.37 ×2
unresolved org PT Bima Registra p.42 ×2
unresolved org PT LCK Investama Prima Indonesia p.43 ×4
unresolved org PT Maju Mekar Makmur p.43 ×2
unresolved org PT Maju Mekar Makmur Masyarakat p.43 ×2
unresolved person Deed Dr. Sugih Haryati p.43 ×6
unresolved org PT YPTT Solutions Indonesia p.44 ×2
unresolved org PT Fiberhome Technologies p.44 ×2
unresolved org PT Triview Geospatial Mandiri p.47 ×7
unresolved org PT Fiberhome Technologies Indonesia p.48 ×4
unresolved org PT Swasti Prashida p.48
unresolved org PT Lasmana Swasti Prashida p.48 ×9
unresolved person Sudjatno p.50 ×3
unresolved person Erwin Sujana p.50

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-III-LCKM.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result