Back to announcement
LCK_Global_Kedaton_Tbk_2025_Q3_FINAL.pdf
Financial statement Text extracted LCKMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1 OCR 0.945
PT LCK Global Kedaton Tbk Laporan Keuangan Interim/ Interim Financial Statements Untuk Periode Sembilan Bulanan Yang Berakhir 30 September 2025/ For The Nine-month Period Ended September 30, 2025/
Page 2 OCR 0.922
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Laporan Auditor Independen/Independent Auditors' Report Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk untuk Periode Sembilan bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 31 Desember 2024/ The Directors Statement on the Responsibility for Financial Statements of PT LCK Global Kedaton Tbk for the Nine-Month Period Ended September 30, 2025 and December 31, 2024 LAPORAN KEUANGAN - Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 FINANCIAL STATEMENTS - For the Nine-Month Period Ended September 30, 2025 Laporan Posisi Keuangan/ Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain/ Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas / Statements of Changes in Eguity Laporan Arus Kas/ Statements of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan/ Notes to Financial Statements Halaman/ Page
Page 3 OCR 0.867
Man 1 2 PT. LCK Global Kedaton Tbk SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 PT. LCK GLOBAL KEDATON TBK. Kami yang bertandatangan dibawah ini: 1. Nama / Name Alamat Kantor / Office Address Alamat Domisili / Residential Adaress : Nornor Telepon / Telephone Number Jabatan / Ticle 2, Nama / Name Alamat Kantor / Office Address Alamat Domisili / Residential Address Nomor Telepon / Telephone Number : Jabatan / Title yyatakan bahwa: Bartanggung jawab star penyusunan dan panyajian laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk (Perusahaan) untuk tahun-tahun yang berakhir pada 30 September 2025. laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. 3. Semua Informasi dalam laporan keuangan Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benari dan b. Laporan keuangan Perusahan tidak mengandung informasi dan fakta matarial yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi dan fakta material. Kami bertanggung jawab atas system pengendalian internal dalam Perusahaan. Demikian Pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya BOARD OF DIRECTOR'S STATEMENT ON THE RESPONSIBILITV FOR THE FINANCIAL STATEMENTS. FOR THE YEARS ENDED SEPTEMBER 30, 2025 PT LCK GLOBAL KEDATON TBK. We the undersigned: Kenny Lim Komplek Perkantoran Cempaka Mas Blok M/54 Jl. Letjend Suprapto RTOO9 RW007 Kel. Sumur Batu, Keci Kerayoreri, Jakarta Pusat No. 6 Jalan Gopeng Off Jalan Pasar 41400 Klang, Selangor, Malaysia (:60) 7988952 Direktur Utama / President Director Yopie Tribayu Komplek Perkantoran Cempaka Mas Blok M/64 Jl. Letjend Suprapto RTOO9/RWOO7 Kel. Sumur Batu, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat Jalan Pramuka Kompi. TNI A.L No. 17 RTOO9 RW007 Kel, Rawasari, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat (:21) 30066 708 Direktur / Director Declare thar : 1 We are responsiblc for preparation and presentationof TT LCK Global Kedaton Tbk (Compony) financial stotements for the yeors ended September 30, 2025 2. The Company's financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards. 3. a. All information had been fully and correcily disclased in the financial stotement: and b. The financial statements da not contains material misleading information or facts and does not conceal any information or facts. 4. We are responsible for the Company Internal control system This stotements has been made truthfully. Jakarta, 31 Oktober 2025 / Jakarta, October 31, 2025 PT. LCK GLOBAL KEDATON TBK Direktur Utama / President Director 3B1C9ALX995117531 TEMI Komplek Perkantoran Cempaka Mas, Gedung LCK Group Blok M No 64, Jalan Let Jend Suprapto Rt 009 / RW.007 Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat — Jakarta 10640 Phone: 462 21 214 75967 Fax: 162 21 244 7S9E7
Page 4 OCR 0.868
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Laporan Posisi Keuangan 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Statements of Financial Position September 30, 2025 and 31 Desember 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) ASET (ASET LANCAR Kas dan bank Piutang usaha Piutang lain lain Beban dibayar di muka Uang muka proyek Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Uang Muka Aset tetap - neto Aset pajak tangguhan Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET UJABILITAS DAN EKUITAS UIABILITAS UIABILITAS JANGKA PENDEK Utang pajak Jumlah liabilitas jangka pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan kerja JUMLAH LIABILITAS EKUITAS Share capital — par value Rp.100 Per Saham Modal Dasar Rp.3.200.000.000 Lembar Saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1.000.000.000 Lembar Saham 30 September 2025/ Catatan/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 Notes December 31, 2024 ASSETS CURRENT ASSETS 2.812.834.718 4,16 1.905.303.855 Cash and Banks 17.960.813.000 547 18.935.177.965 Trade receivable 399.649.996 399.649.996 Other Trade receivable 50.000.000 50.000.000 Prepaid expense 82.016.279.573 6 82.885.729.979 Advances for the project 103.239.577.287 104.175.861.795 Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS 33.746.076.246 (3 33.746.076.246 Advances 3.999.463.701 7 5.508.287.007 Property and eguipment- net - 2.761.138 Deffered tax assets 37.745.539.947 39.257.124-391 Total Non-current Assets 140.985.117.234 143.432.986.186 TOTAL ASSETS LIABILITIES AND EAUITY LIABILITIES CURRENT UIABILITIES 7.134.765.773 8a 7.242.080.300 Tax payables 7.134.765.773 7.242.080.300 Total Current Liabilities LONG-TERM LIABILITIES - ) 12.550.624 Employee Benefit Liabilities 254.630.924 TOTAL LIABILITIES EAUITIES Share capital — par value Rp.100 Per Share Authorized Capital Rp.3,200,000,000 Share Sheets Issued and fully paid-up capital - 100.000.000.000 10 100.000.000.090 1,000,000,000 Share Sheets 19.005.644.508 1 19.005.644.508 Additional paid-in capital Tambahan modal disetor Saldo laba Belum penggunaannya Telah ditentukan penggunaannya TOTAL EKUITAS TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS ditentukan Lihat catatan atas bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan yang merupakan 14.148.133.185 696.573.768 133,850,351.461 140,985.117,234 laporan keuangan. -4- See 16.476.136.986 696.573.768 136,178,355.262 accompanying notes to which are an integral part of the financial statements. Retained earnings Not yet appropriated Appropriated TOTAL EGUITIES TOTAL LIABILITIES AND EOUITIES financial — statements
Page 5 OCR 0.893
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 30 September 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income For The Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 and September 30, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 30 September 2025/ Catatan/ 30 September 2024/ September 30, 2025 Notes September 30, 2024 PENDAPATAN 305.687.000 12,40 1.611.719.344 REVENUE BEBAN POKOK PENDAPATAN 180.525.525 13,40 1.299.366.214 COST OF REVENUE LABA KOTOR 125.161.475 312.353.130 GROSS PROFIT BEBAN USAHA OPERATING EXPENSE Umum dan administrasi 2.640.955.355 14,41 4.719.652.227 General and administration LABA USAHA (2.515.793.880) 4.407.299.097) OPERATING PROFIT PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE) Pendapatan keuangan 183.090.079 109.611.863 Financial income Lain-lain - bersih 4.700.000 (147.790.519) Others - net Total Penghasian (Beban) Lain- lain 187.790.079 (38.178.656) Total OtherIncome (Expense) LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK INCOME BEFORE INCOME PENGHASILAN (2.328.003.801) (4.445.477.753) TAX BENEFIT (EXPENSE) BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - EXPENSE TAX BENEFIT LABA NETO PERIODE/ TAHUN NET INCOME FOR THE BERJALAN (2.328.003.801) (4.445.477.753) PERIOD/ YEAR PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN - - INCOME TOTAL LABA TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF (2.328.003.801) 4.445.477.753) INCOME LABA PER SAHAM (2,33) 1541 (4,44) EARNINGS PER SHARE Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying — notes to financial — statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements. -2-
Page 6 OCR 0.819
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Statements of Changes in Eg For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Year Ended December 31, 2024 (Figures are Prosented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Saldo por O1 Januari 2024 Deviden Laba bersih tahun berjalan Penghasilan komprehensiflain Pengukuran kembal liabilitas imbalan kerja Manfaat Pajak Penghasilan Terkait Saldo per31 Desember 2024 Saldo por O1 Januari 2025 Deviden Laba bersih tahun berjalan Penghasilan komprehensif Kain Pengukuran kembali iabiitas imbalan kerja Manfaat Pajak Penghasilan Terkait Saldo per30 September 2025 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Belum Ditentukan Telah Ditentukan Penggunaannya Penggunaannya Modal Saham Unappropriated Retained '— Approriated Retained Jumlah! Share Capital Capital Eamings Earnings Total 100.000.000.000 19.005:644.508 696.673.768 16.387-101,138 136.039-319.414 - - - 90.236.262 90.236.262 . - - (1.200.414) (1200410) 100.000,000,000 19,005,644,508 696.573.768 16.476-136,986 136,178.355,262 100.000,000.000 19.005:644,508 696.573.768 161476-136.986 136.178.365.262 - - - (2.328.003.801 (2-328.003.801) 100.000,000,000 19,005,644,508 696.573.768 14.148-133,185 133,860.361,461 statements. Balance as at Decombor 31, 2024 Deviden Net income for the period ter comprehensive Income Remeasurement of employee benefit obligation Related Income Tax Benefits Balance as at December 31, 2024 Balance as at Januari 01, 2025 Deviden Net income for the period Other comprehensive Income Remeasurement of employee benefit obligation Related Income Tax Benefits Balance as at September 30, 2025 'See accompanying notes to the financial statements which are an integral part of the financial
Page 7 OCR 0.917
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Laporan Arus Kas Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Statements of Cash Flows For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Year Ended December 31, 2024 Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 30 September 2025/ 'September 30, 2025 Catatan/ Notes 30 September 2024/ September 30, 2024 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan 2.340.053.588 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES 34.179.704.559 Cash receipts from customers Pembayaran kepada pemasok Pembayaran kepada karyawan Pembayaran untuk pajak (180.525.525) (327.697.458) (130.605.954) (1.304.481.741) Payment to suppliers (458.975.375) Payment to employees (1.203.891.465) Payment for tax Lainnya 793.693.788) (2.441.402.103) Others Arus Kas Neto yang Diperoleh Net Cash From dari Aktivitas Operasi 907.530.863 28.770.953.875 — Operating Activities ARUS KAS UNTUK CASH FLOWS FOR AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES Acguisition of property and Perolehan aset tetap - (9.458.000) eguipment Uang muka investasi 5. 33.945.693.586) Advance on investment KENAIKAN (PENURUNAN) NET INCREASE (DECREASE) NETO KAS DAN SETARA IN CASH AND BANKS KAS 907.530.863 (5.184.197.711) KAS DAN SETARA KAS PADA 'AWAL TAHUN 1.905.303.855 KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 812.834.718 CASH AND BANKS AT BEGINNING OF THE 7.561.518.778 YEAR CASH AND BANKS AT THE END OF 377.321.067 THE YEAR Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying notes to financial statements which are an integral part of the financial statements. -4-
Page 8 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir
30 September 2025
Serta Untuk Tahun yang Berakhir
31 Desember 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK
Notes to the Financial Statements
For The Nine-Month Period Ended
September 30, 2025
And For The Years Ended
December 31, 2024
(Figures are Presented in Rupiah,
unless Otherwise Stated)
1. Umum
a
Pendirian dan Informasi Umum
PT LCK Global Kedaton Tbk ("Perusahaan"),
didirikan dengan nama PT Global Kedaton
Teknologi, sesuai Akta Notaris — Sahat
Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 tanggal 31 Juli
2013, notaris di Tangerang. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-45029.AH.01.01.2013
tanggal 27 Agustus 2013 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 77,
Tambahan No. 118363 tanggal 24 September
2013. Nama Perusahaan berubah menjadi PT
LCK Global Kedaton berdasarkan Akta Notaris
Rifson, S.H., M.Kn. No. 3 tanggal 19 Mei 2017.
Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
AHU-0011492.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 26
Mei 2017.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn. No. 50
tanggal 23 September 2020, notaris di Jakarta
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perusahaan. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-
0066070.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 24
September 2020 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan
No. 036567 tahun 2020.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah bergerak dalam bidang
- Perdagangan — besar
komunikasi:
informasi dan
"Aktivitas telekomunikasi satelit: dan
“Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.
Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan
beroperasi dalam bidang jasa penunjang
telekomunikasi yang mencakup pembangunan
menara telekomunikasi.
1
General
a. Establishment and General Information
PT LCK Global Kedaton Tbk (the “Company”),
established under the name of PT Global
Kedaton Teknologi, pursuant to Notarial Deed of
Sahat Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 dated
July 31, 2013, notary in Tangerang. This deed of
establishment was approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in Decree No. AHU-
45029.AH.01.01.2013 dated August 27, 2013
and announced in the State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 77, Supplement No.
118363 dated September 24, 2013. The
Company's name changed to PT LCK Global
Kedaton based on Notarial Deed of Rifson, S.H.,
M.Kn. No. 3 dated May 19, 2017. The deed has
been approved by the Minister of Justice and
Human Rights of the Republic of Indonesia
through Decree No. AHU-
0011492.AH.01.02.Year 2017 dated May 26,
2017.
The Company's Articles of Association have
been amended several times, most recently by
Notarial Deed of Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn.
No. 50 dated September 23, 2020, notary in
Jakarta regarding the purposes and objectives
and business activities of the Company. The
amendments have been approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia through Decree No. AHU-
0066070.AH.01.02.Year 2020 dated September
24, 2020 and announced in the State Gazette of
the Republic of Indonesia No. 77, Supplement
No. 036567 of 2020.
In accordance with article 3 of the Company's
Artides of Association, the scope of the
Company's activities is engaged in:
“Information and communication wholesale
trading,
» Satellite telecommunication activities, and
» Cable-less telecommunication activities.
Currently, the Company's main business
activities are operating in the field of
telecommunication support services which
indudes the construction of telecommunication
towers.
Page 9 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 4. Umum (lanjutan) 2. General (continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information (continued) Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan The Company is domiciled in South Jakarta with dengan lokasi kantor administrasi di Graha its administrative office located at Graha Mampang lantai 5, Mampang Prapatan Raya No. Mampang 5th floor, Mampang Prapatan Raya 100, Jakarta Selatan dan kantor operasional No. 100, South Jakarta and its operational office Perusahaan berlokasi di Ruko Perkantoran located at Ruko Perkantoran Cempaka Mas, LCK Cempaka Mas, Gedung LCK Group, Blok M, No. Group Building, Blok M, No. 64, Jalan Letnan 64, Jalan Letnan Jendral Suprapto, RT 009 RW Jendral Suprapto, RT 009 RW 007, Kelurahan 007, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Central Kemayoran, Jakarta Pusat. Perusahaan mulai Jakarta. The Company started its commercial melakukan kegiatan usaha secara komersial business activities in 2014. pada tahun 2014. Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT The Company's direct parent entity is PT LCK LCK Investama Prima Indonesia, sedangkan Investama Prima Indonesia, while the ultimate Entitas Induk utama Perusahaan adalah PT LCK parent entity is PT LCK Indo Holdings, which is Indo Holdings, dengan mayoritas sahamnya majority owned by Lim Chin Kim. dimdiki oleh Lim Chin Kim. b. Komisaris, Direksi, dan Karyawan b. Commissioner, Directors, and Employees Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada The composition of” the Company's tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September Commissioner — and — Directors as at 2025 adalah sebagai berikut: December 31, 2024 and September 30, 2025 are as follows: Komisaris Utama Lim Chin Kim President Commissioner Komisaris Susan Lim Mei Peng Commissioner Komisaris Independen Sungkana Independent Commissioner Direktur Utama Kenny Lim President Director Direktur Komite Audit Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal Yopie Tribayu 31 Desember 2024 dan 30 September 2025 adalah sebagai berikut: Ketua Sungkana Anggota Ruli Citrarini Anggota Siti Amaniyah Internal Audit Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025, Kepala Internal — Audit Perusahaan masing-masing adalah Anida Sari Director Audit Committee The composition of audit committee as at December 31, 2024 and September 30, 2025 are as follows: Chairman Member Member Audi ternal As of December 31, 2024 and September 30, 2025, the Company's Head of Internal Audit is Anida Sari
Page 10 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Karyawan Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025, Perusahaan memiliki masing-masing 5 orang karyawan tetap (tidak diaudit). Penawaran Umum Saham Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No. S- 476/D.04/2017 untuk melakukan penawaran umum perdana saham biasa (IPO) melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 200.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dan pada harga penawaran Rp208 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada BEI pada tanggal 16 Januari 2018. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan sejumlah 1.000.000.000 saham telah dicatatkan pada BEI. d. Penerbitan Laporan Keuangan Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 29 Oktober 2025. Direksi Perusahaan yang menandatangani Surat Peryataan Direksi bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut. 2. IKHTISAR' KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk disusun berdasarkan Standar — Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya. Hmplovees As of December 31, 2024 and June 30, 2025, the Company has 5 permanent employees (unaudited). c. Public Offering of Shares On December 29, 2017, the Company obtained an Effective Statement from the Financial Services Authority through Letter No. S-476/D.04/2017 to conduct an initial public offering (IPO) through the Indonesia Stock Exchange (IDX) of 200,000,000 shares with a nominal value of Rp100 per share and at an offering price of Rp208 per share. The Company Iisted all of its shares on the IDX on January 16, 2018. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, all of the Company's 1,000,000,000 shares have been listed on the IDX d. Issuance of Financial Statements These financial statements were completed and approved for issue by the Board of Directors of the Company on July 29, 2025. The Directors of the Company who signed the Directors' Representation Letter are responsible for the preparation and fair presentation of these financial statements. 2. OVERVIEW OF SIGNII POLICIES ICANT ACCOUNTING a. Basis for Preparation of Financial Statements The financial statements of PT LCK Global Kedaton Tbk have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), which include Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (DSAK- IAI) as well as capital market regulatory regulations for entities under its supervision.
Page 11 OCR 0.941
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan) Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkandalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2021. Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing — akun tersebut. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah Indonesia, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau memerukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3. 2a OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Basis for Preparation of Financial Statements (continued) The accounting policies applied in the preparation of the financial statements are consistent with the accounting policies applied in the preparation of the Company's financial statements for the year ended December 31, 2020, except for the application of several revised PSAKs. As disdosed in the related notes to the financial statements, certain revised and issued accounting standards are effective January 1 2021. The financial statements, except for the statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except that certain accounts are prepared on the basis of other measurements as described in the accounting policies of each account. The statements of cash flows have been prepared using the direct method, presenting cash receipts and payments dassified into operating, investing, and financing activities. The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah, which is the Company's functional currency. To provide a better understanding of the Company's financial performance, due to their significant nature and amount, some items of revenue and expenses have been presented separately. The preparation of financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards reguires the use of estimates and assumptions. It also reguires management to make judgments in the process of applying the Company's accounting policies. Areas that are complex or reguire a higher degree of judgment or areas where assumptions and estimates could have a significant impact on the financial statements are disclosed in Note 3.
Page 12 OCR 0.935
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) b. Standar, — Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (lanjutan) Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan standar dan sejumlah amendemen/ penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya. - PSAK 73 (Amendemen) Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19 Pada Mei 2020, Dewan Standar Akuntasi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK IAI”) menerbitkan Amendemen PSAK 73 Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19 (Amendemen PSAK 73) yang memberikan cara praktis bagi penyewa atas akuntansi untuk konsesi sewa sebagai dampak langsung dari Covid-19, dengan memperkenalkan cara praktis untuk PSAK 73. Dalam cara praktis ini penyewa dapat memilih untuk tidak menilai apakah konsesi sewa terkait Covid-19 merupakan suatu modifikasi sewa. Penyewa yang mengambil pilihan ini mencatat — setiap perubahan — dalam pembayaran sewa sebagai akibat dari konsesi sewa berkaitan dengan Covid-19 tersebut dengan cara yang sama ketika penyewa mencatat perubahan dengan menerapkan PSAK 73 jika perubahan tersebut bukan merupakan modifikasi sewa, Amendemen ini efektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020, dengan penerapan dini diijinkan. Cara praktis ini berlaku hanya untuk konsesi sewa yang terjadi sebagai dampak langsung dari Covid-19 dan hanya berlaku jika seluruh kondisi berikut terpenuhi: - Perubahan pembayaran sewa menyebabkan perubahan imbalan atas sewa yang secara substansial sama, atau kurang dari, imbalan atas sewa sebelum perubahan: 2. b. Standards, OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Amendments/Adjustments and Interpretations of Standards Effective in the Current Year (continued) During the year, the Company has adopted standards and a number of amendments/adjustments/interpretations of PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting periods beginning January 1, 2021 and April 1, 2021, respectively, which did not result in substantial changes to the Company's accounting policies and a material effect on the amounis reported for the current or prior year. - PSAK 73 (Amendment) Leases: Lease Concessions related to Covid-19 In May 2020, the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK IAI”) issued Amendments to PSAK 73 Leases: Lease Concessions related to Covid-19 (Amendment to PSAK 73) which provides a practical expedient for lessees to account for lease concessions as a direct result of Covid-19, by introducing a practical expedient to PSAK 73. Under this practical expedient lessees may choose not to assess whether a lease concession related to Covid- 19 isa lease modification. A lessee that takes this option records any change in lease payments as a result of the Covid-19-related lease concession in the same way that the lessee would record the change by applying PSAK 73 if the change did not constitute a lease modification. The amendment is effective for annual periods beginning on or after June 1, 2020, with early adoption permitted. This practice applies only to lease concessions that occur as a direct result of Covid-19 and only applies if all of the following conditions are met: - A change in lease payments results in a change in the consideration for the lease that is substantially egual to, or less than, the consideration for the lease before the change:
Page 13 OCR 0.939
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (lanjutan) - Pengurangan pembayaran sewa hanya berdampak pada pembayaran yang semula jatuh tempo pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2021 (suatu konsesi sewa akan memenuhi syarat kondisi ini jika terdapat penurunan pembayaran sewa pada atau - Sebelum tanggal 30 Juni 2021 dan kenaikan pembayaran sewa setelah tanggal 30 Juni 2021): dan - Tidak ada perubahan secara substantif terhadap syarat dan ketentuan sewa lainnya. Perusahaan tidak memiliki dampak dalam penerapan PSAK 73 (Amendemen) sewa, untuk menerapkan cara praktis untuk seluruh sewa konsesi terkait Covid-19 yang memenuhi kondisi dalam PSAK 73.46B. Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya. - Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 (Amendemen-amendemen atas PSAK 71 Instrumen Keuangan, PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi, dan PSAK 73 Sewa) - Amendemen tersebut memungkinkan entitas untuk mencerminkan efek transisi dari suku bunga acuan, seperti interbank offered rates (IBORS) ke suku bank acuan alternatif tanpa menimbulkan dampak akuntansi yang tidak memberikan informasi yang berguna bagi pengguna laporan keuangan. - Amendemen PSAK 73- Konsesi sewa terkait Covid-19 setelah tanggal 30 Juni 2021 -10- OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Standards, Amendments/Adjustments and Interpretations of Standards Effective in the Current Year (continued) - The reduction in lease payments only affects payments originally due on or before June 30, 2021 (a lease concession will gualify for this condition if there is a reduction in lease payments on or before June 30, 2021 and an Increase in lease payments after June 30, 2021): and - There are no substantive changes to the other terms and conditions of the lease. The Company has no impact in applying PSAK 73 (Amendment) leases, to apply the practical expedient for all concession leases related to Covid- 19 that meet the conditions in PSAK 73.46B. The adoption of the following standards, new interpretations/revised standards effective from January 1, 2021 and April 1, 2021, respectively, did not result in substantial changes to the Company's accounting policies and a material effect on the amounts reported for the current or prior year. - Interest Rate Reference Reform - Phase 2 (Amendments to PSAK 71 Financial Instruments, PSAK 55 Financial Instruments: Recognition and Measurement, PSAK 60 Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62 Insurance Contracts, and PSAK 73 Leases) - The amendments allow entities to reflect the effects of the transition from benchmark interest rates, such as interbank offered rates (IBORS) to alternative benchmark bank rates without incurring accounting impacts that do not provide useful information to users of financial statements - Amendment to PSAK 73 - Lease concessions related to Covid-19 after June 30, 2021
Page 14 OCR 0.908
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (lanjutan) - Amendemen tersebut pembayaran sewa hanya pembayaran sewa pada atau tanggal 30 Juni 2022. - Amendemen PSAK 22 Bisnis Amendemen tersebut mengklarifikasi definisi dalam harus dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi bisnis untuk membantu entitas menentukan apakah suatu transaksi aset. c. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan tapi Belum Diterapkan Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar, interpretasi dan Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut setelah tanggal 1 Januari 2022 - PSAK 57 (Amendemen) Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak » Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK (amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71 Instrumen Keuangan, dan PSAK 73 Sewa) setelah tanggal 1 Januari 2023 - PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liablitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang - PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan - PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan: memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait Covid- 19 dimana segala bentuk pengurangan memengaruhi sebelum tentang Definisi amendemer- amendemen atas PSAK yang relevan bagi 2. OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Standards, Amendments/Adjustments and Interpretations of Standards Effective in the Current Year (continued) - The amendment extends the Covid-19 lease concession practical expedient whereby any reduction in lease payments only affects lease payments on or before June 30, 2022 - Amendment to PSAK 22 on Definition of Business The amendment darifies the definition of a business to assist entities in determining whether a transaction should be accounted for as a business combination oran asset acguisition. Standards, Amendments/Adjustments and Interpretations of Standards Issued but Not Yet Applied At the date of approval of the financial statements, the standards, interpretations and amendments to PSAK that are relevant to the Company, which have been issued but not yet effective, with early adoption permitted, are as follows Effective for periods beginning on or after January 1, 2022 - PSAK 57 (Amendment) Provisions, Contingent Liabilites and Contingent Assets on Onerous Contracts - Costs of Fulfilling the Contracts - 2021 Annual Adjustment of PSAK (amendments to PSAK 69 Agriculture, PSAK 71 Financial Instruments, and PSAK 73 Leases) January 1, 2023 - PSAK 1 (Amendment) Presentation of Financial Statements: Classification of Liabilities as Short-term or Long-term - PSAK 16 (Amendment) Property, Plant and Eguipment: Results Before Intended Use - PSAK 25 (Amendment) Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Errors:
Page 15 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang Definisi Estimasi Akuntansi PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar, amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen. Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila: ) Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal: ii) Untuk diperdagangkan: atau ii) — Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. Suatu liabilitas disajikan lancar/jangka pendek bila i) Akan dilunasi dalam siklus operasi normal: ii) Untuk diperdagangkan: ii) Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan: atau iv) Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya — dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang. Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang. Instrumen Keuangan Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. -12- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Current/Short-term and Non-current/Long- term Classification Definition of Accounting Estimates - PSAK 1 (Amendment) Presentation of Financial Statements: Disdosure of Accounting Policies As of the date of issuance of the financial statements, the impact of the application of these standards, amendments, and interpretations on the financial statements cannot be known or estimated by management. The Company presents assets and liabilities in the statement of financial position based on current/non-current classification. An asset is presented as current when: i) WII be realized, sold or consumed in the normal operating cycle, ii) Held for trading: or ii) WII be realized within 12 months after the reporting date, or cash or cash eguivalents except those restricted for use or will be used to settle a liability within 12 months after the reporting date. All other assets are classified as non-current A liability is presented as current/short-term if: i) WII be repaid within the normal operating cyde: ii) Held for trading: iii) WIIl be settled within 12 months after the reporting date, or iv) There is no unconditional right to defer setilement for at least 12 months after the reporting date. All other liabilities are classified as long-term. Deferred tax assets are classified as long term. e. Financial Instruments The Company classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or eguity instrument of another entity.
Page 16 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan) i. Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya amortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba komprehensif lainnya (“FVOCI”) dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”). Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi: » Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual: dan Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas dan piutang usaha yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi ii. Liabilitas Keuangan Perusahaan — mengklasifikasikan liabilitas keuangannya, pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL. Pengakuan dan Pengukuran i. Asetkeuangan Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak -13- 2. OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) @- Financial Instruments (continued Classification i. Financial Assets Financial assets are dassified on initial recognition and subseguently measured at (i) amortized cost, (ii) fair value through other comprehensive income (“FVOCI") and (iii) fair value through profit or loss (“FVTPL”). The Company measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met: » The financial asset is held within a business model whose objective is to hold financial assets in order to collect contractual cash flows, and » The contractual terms of the financial assets give rise on specified dates to cash fows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. The Company's financial assets consist of cash and cash eguivalents and trade receivables which are dlassified as financial assets at amortized cost. Financial Liabilities The Group classifies its financial liabilities, at initial recognition, as: (i) financial liabilities measured at amortized cost, or (ii) financial liabilities at FVTPL. R nition and Measurement i. Financial assets The dassification of financial assets on initial recognition depends on the contractual cash flow characteristics of the financial assets and the Company's business model for managing the financial assets. Except for trade receivables that do not have a significant financing component and or when the Company applies practical expedients, on initial recognition the Company measures financial assets at fair value plus, in the case of financial assets not measured at FVTPL, transaction costs. For trade receivables that do not have a
Page 17 OCR 0.924
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) dasi . i.. Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan, i. Aset keuangan (lanjutan) memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72. Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku dipasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. Untuk — tujuan pengukuran setelah pengakuan — awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam kategori aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang). -14- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) (3 Financial Instrument (continued) Classification (continued i. Liabilities Assets (continued, Recognition and Measurement (continued) i. Asset Financial (continued) significant financing component or when the Company applies practical expedients, they are measured at transaction price as defined in PSAK 72. In order to be classified and measured at amortized cost or FVOCI, a financial asset must have cash flows solely from payments of principal and interest on the principal amount outstanding. This test is known as the solely payment of principal and interest (SPPI) test and is performed at the instrument level The Company's business model for managing financial assets refers to how the Company manages financial assets to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will be generated from obtaining contractual cash flows, selling financial assets or both. Purchases or sales of financial assets that reguire delivery of the asset within a time period specified by regulation or market custom (customary purchases) are recognized on the trade date, which is the date the Company commits to purchase or sell the asset. For measurement purposes after initial recognition, financial assets are classified into the category of financial assets measured at amortized cost (debt instruments).
Page 18 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan, i.. Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan, i. Aset keuangan (lanjutan) Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. ii. Liabilitas keuangan Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika — substansi — perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan -15- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Financial Instrument (continued) Classification (continued: i. Liabilities Assets (continued) Recognition and Measurement (continued) i. Asset Financial (continued) This category is the most relevant for the Company. Financial assets are measured at amortized cost after initial recognition using the effective interest rate method (“SBE”) and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The cakculation considers the premium or discount at acguisition and indudes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. il Financial liabilities Financial instruments issued or components of financial instruments that are not classified as financial liabilities at FVTPL are dlassified as other financial liabilities if the substance of the contractual agreement reguires the Company to deliver cash or other financial assets to the holder of the financial instrument, or if the liability is not settled in exchange for cash or other financial assets or own shares at a fixed or determinable amount. The measurement of financial liabilities depends on their dassification as follows: a. Financial liabilities measured at amortized cost This category is the most relevant for the Company
Page 19 OCR 0.914
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan) i. Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan) a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan) Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui sebagai “Beban keuangan" pada laba rugi. Kategori ini umumnya berdaku untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya. Salina Hapus dari Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut” dan terdapat intensi — untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar bersih, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan. -16- OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Financial Instrument (continued) Classification (continued: i. Liabilities Assets (continued) The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows: (continued) a.Financial liabilities measured at amortized cost (continued) After initial recognition, loans are measured at amortized cost using the SBE method Gains and losses are recognized in profit or loss until the liability is derecognized through the amortization process. using the SBE method. Amortized cost is calculated by considering any discount or premium on initial acguisition and costs that are an integral part of the SBE method. SBE method amortization is recognized as “Finance costs" in profit or loss. This category generally applies to interest- bearing loans and other borrowings. Offsetti Financi Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statement of financial position if, and only if, there is a curreniy enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and setile the liabilities simultaneously. Fair Value of Financial Instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets, if any, is determined by reference to guoted bid or ask prices at the close of trading at the end of the reporting period.
Page 20 OCR 0.930
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan) i. Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan) a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan) Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm's length market transactions): penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama: analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain. Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya. Penurunan Nilai Aset Keuangan Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak. ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen — keuangan — yang — mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa -17- OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Financial Instrument (continued) Classification (continued: ii Liabilities Assets (continued! The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows: (continued) a. Financial liabilities measured at amortized cost (continued) For financial instruments for which there is no active market, fair value is determined using valuation technigues. Valuation technigues include the use of recent arm's length market transactions by willing and understanding parties: the use of recent fair values of other instruments that are substantially similar, discounted cash flow analysis: or other valuation models. When the fair value of a financial instrument that is not traded in an active market cannot be reliably determined, the financial asset is recognized and measured at its carrying amount. Impairment of Financial Assets The Company recognizes an allowance for expected credit losses (“ECL") for all debt instruments that are not dassified as at FVTPL. ECL is based on the difference between the contractual cash flows stated in the contract and all cash flows that the Company expects to receive, discounted at the original effective interest rate. The cash flows expected to be received include cash flows from the sale of collateral held or other extensions of credit that are an integral part of the contractual terms. ECL is recognized in two stages. For credit risk on financial instruments that have not increased significanly since initial recognition, a loss allowance is measured for 12 months of ECL. For credit risk on financial instruments that have significantly increased since initial recognition, the allwance for loss is measured over the remaining life, regardless of the timing of default (over the life)
Page 21 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Klasifikasi (lanjutan, ii. Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan) a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan) umurnya, telepas dari waktu default (sepanjang umur ECL). terjadinya Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi. Perusahaan — mempertimbangkan — aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan — kredit. — Piutang — usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan. Penghentian Pengakuan i. Aset keuangan Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: -18- 2. OVERMIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Financial Instrument (continued) Classification (continued: ii Liabilities Assets (continued! The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows: (continued) a. Financial liabilities measured at amortized cost (continued) life, regardless of the timing of default (over the life of the ECL). For trade receivables and contract assets, the Company applies practical guidance in calculating ECL. Therefore, the Company does not identify changes in credit risk, but rather measures the allowance forlosses at ECL over the life of the asset. The Company has established a provision matrix that is based on historical creditloss data, adjusted for specific forward-looking factors related to customers and the economic environment. The Company considers a financial asset to be in default when it has been in arrears for more than 1 year. However, in certain cases, the Company may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Company is unlikely to receive the full contractual cash flows without extending credit terms. Trade receivables are written off when it is unlikely to recover the contractual cash fows, after all collection @efforts have been made and full provision has been made. Derecognition of Financial Financial assets Financial asset (or, where applicable, a part ofa financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when:
Page 22 OCR 0.928
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penghentian Pengakuan (lanjutan, 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Financial Instrument (continued) Derecognition of Financial (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) e Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau # Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali. Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perusahan. -19- Financial assets (continued) # The contractual rights to receive cash flows from the financial asset have expired: or « The Company transfers the contractual rights to receive cash flows from the financial asset or assumes the obligation to pay the cash fows without significant delay toa third party through a transfer arrangement and either (i) transfers substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, or (ii) neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, but has transferred control of the financial asset. When the Company has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement and has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the financial asset nor transferred control of the asset, the asset is recognized to the extent of the Company continuing involvement in the asset. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Company could be reguired to repay. In that case, the Company also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Company has retained
Page 23 OCR 0.923
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. f Instrumen Keuangan (lanjutan) p jang . Aset keuangan (lanjutan) Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi — tersebut — dicatat '— sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan -20- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) (3 Financial Instrument (continued) D Pa Fi f i. Financial assets (continued) On derecognitin of a financial asset measured at amortized cost, the difference between the asset's carrying amount and the sum of the consideration received and receivable is recognized in profit orloss. ii. Financial liabilities A financial liability is derecognized when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in profit orloss. Property and Eguipment Property and eguipment are stated at cost less accumulated depreciation and any impairment loss. Such cost includes the cost of replacing part of the property and eguipment when the cost is incurred if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the assets as a replacement if the recognition criteria are met.
Page 24 OCR 0.934
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Aset Tetap (lanjutan) Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut: Bangunan / Building Peralatan / Eguipments Kendaraan / Vehicles Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. g- Penurunan Aset Non Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset -21- 2 OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f Property and Eguipment continued) All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit orloss as incurred, Depreciation is calculated using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets, as follows: Tahun/ Years 20 4 4 The carrying amount of property and eguipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use. When property and eguipment is sold or otherwise disposed of, the cost, accumulated depreciation and impairment losses are eliminated from the accounts. Gains or losses rising on derecognition of property and eguipment are recognized in the statement of profit or loss in the year the asset is derecognized. The asset's residual values, if any, useful lives and depreciation method are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end. 9. Impairment of Non Financial Assets At the end of each reporting period, the Company assesses whether there is any indication that an asset may be impaired. If such an indication exists or when testing for impairment is reguired, the Company estimates the assets recoverable amount. The recoverable amount determined for an individual asset is the higher of the fair value of the asset or Cash Generating Unit (CGU) less costs to sell and its value in use, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those of other assets or groups of assets. If the carrying amount of an asset is greater than its recoverable amount, the asset is impaired and the carrying amount of the asset is reduced to its recoverable amount. Impairment
Page 25 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai rugi penurunan nilai. Di dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan- perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia. Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan niai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. — Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. -22- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Impairment of Financial Assets (continued) Losses from continuing operations are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income as impairment losses. In calculating value in use, the estimated net future cash flows are discounted to present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the specific risks of the asset. In determining fair value less costs to sell, the latest market bid price, if available, is used. In the absence of such transactions, the Company uses an appropriate valuation model to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by multiple valuations or available indications of fair value. An assessment is made at the end of each annual reporting period whether there is any indication that an impairment loss recognized in prior periods for an asset may no longer exist or may have decreased. If such indication is found, the entity estimates the assets recoverable amount. An impairment loss recognized in prior periods for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the assets recoverable amount since the last impairment loss was recognized. In this case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount nor the carrying amount, net of depreciation, if no impairment loss had been recognized for the asset in the previous year. Reversals of impairment losses are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. After the reversal, the depreciation of the asset is adjusted in future periods to allocate the revised carrying amount of the asset, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.
Page 26 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) h. Pajak Penghasilan Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai penghasilan komprehensif lainnya. Beban pajak final diakui dalam laba rugi, dan dinyatakan sebagai beban pajak final p Pn Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang bedaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Perusahaan. i. Pajak tangguhan Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. -23- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Income Tax Tax expense consists of current and deferred tax Tax expense is recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income except for transactions related to transactions recognized directly to eguity, in which case it is recognized in other comprehensive income. Final tax expense is recognized in profit or loss, and is stated as final tax expense Current tax Current tax expense is calculated using tax rates that have been enacted or substantively enacted at end of the reporting period, and is provided based on the estimated taxable income for the year. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Underpayment or overpayment of corporate income tax are presented as part of current income tax expense in the statements of profit or loss and other comprehensive income. Amendments to tax obligations are recorded when a tax assessment letter is received. If the Company files an appeal, the Company considers whether it is probable that a taxation authority will accept the appeal and reflect its effect on the Company tax obligations. Deferred tax Deferred tax is measured using the liability method on the timing difference at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes. Deferred tax liabilites are recognized for all taxable temporary differences with some exceptions. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses to the extent that it is probable that there will be sufficient future taxable profit to offset the temporary differences and tax losses.
Page 27 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2 IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) AKUNTANSI YANG i. Pajak tangguhan (lanjutan) Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang- undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, kecali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. i. Imbalan Kerja Manfaat imbalan pasti Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang- Undang Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (“PP 35/2021”) yang menerapkan pengaturan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang- Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021. Beban pensiun dalam program manfaat imbalan pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan -24- 2 OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Deferred tax (continued) The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period, and the carrying amount is reduced if it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to offset some or all of the deferred tax assets. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered. Deferred tax assets and liabilities are calculated at rates that will apply in the period in which the asset is realized or the liability is settled, based on tax laws enacted or substantively enacted at the end of the financial reporting period. The tax effects relating to the provision and/or reversal of all temporary differences during the year, including the effects of changes in tax rates, are credited or charged to the current operating period, except for those transactions that have previously been charged or credited directly to eguity. i. Imbalan Kerja Manfaat imbalan pasti The Company recognized an unfunded employee benefit obligation in accordance with Employment Law No. 13, 2003 dated March 25, 2003 (“Employment Law") in 2020 and Government Regulation No. 35 of 2021 (“PP 35/2021”) which implements the provisions of Artide 81 and Artide 185 (b) of Law No.11/2020 on Job Creation in 2021. Pension expense under the Company's defined benefit plans is determined through periodic actuarial calculations using the projected-unit credit method and applying assumptions on the discount rate and the annual rate of increase in defined benefit pension.
Page 28 OCR 0.928
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Imbalan Kerja (lanjutan) Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: “Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian): “Beban atau pendapatan bunga neto: dan “ Pengukuran kembali. Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasikan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program. -25- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Imbalan Kerja (continued) Remeasurements, consisting of actuarial gains and losses, changes in the impact of the asset ceiling (if any) and of the return on plan assets (excluding interest), reflected directly in the statement of financial position are charged or credited to other comprehensive income in the period in which they occur to reflect the full amount of the plan deficit and surplus. Remeasurements recognized in other comprehensive income are reflected immediately in retained earnings and will not be reclassified to profit or loss. All past service costs are recognized at the eadier of when the amendmentcurtailment occurs or when the restructuring or termination costs are recognized. Net interest is calculated by applying a discount rate to the net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs are categorized as follows: - Service cost (including current service cost, past service cost and curtailment and settlement gains and losses): - Net interest expense or income: and - Remeasurements. The Company presents the first two components of defined benefit cost in profit or loss, with curtalment gains and losses recorded as past service cost The retirement benefit obligation recognized in the statement of financial position represents the actual deficit or surplus in the Company's defined benefit plans. The surplus resulting from this calculation is limited to the present value of economic benefits available in the form of refunds of the plan and reductions in future contributions to the plan.
Page 29 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Perusahaan mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan. Pendapatan kontrak Pendapatan kontrak atas jasa pembangunan penunjang — telekomunikasi — diakui — saat dilakukannya penyerahan barang kepada pembeli yang dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Beban Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual). Laba per Saham Jumlah laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: i. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau i. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau Iiabilitas tersebut Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan: -26- 2 OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) j. Revenue and Expense Recognition k Revenue is measured based on the consideration to which the Company expects to be entitled under the contract with the customer and excludes amounts billed on behalf of third parties. The Company recognizes revenue when it transfers control of the goods or services to the customer. Contract revenue Contract revenue for telecommunication support development services is recognized when the goods are delivered to the buyer which is eguipped with Berita Acara Serah Terima (BAST) that has been signed by both parties. Expenses Expenses are recognized when incurred (accrual basis). Earnings per Share Total basic earnings per share is calculated by dividing the profit for the year attributable to owners of the Company by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year. Fair Value Measurement Fair value is the price that would be received from selling an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. Fair value measurement assumes that a transaction to sell an asset or transfer a liability occurs: i). in the principal market for the asset or liability, or ii. if there is no principal market, in the most favorable market for the asset or liability. The company must have access to a major market or the most favorable market:
Page 30 OCR 0.938
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan) Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diamati. Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut: 1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik, 2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung 3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak — dapat diobservasi. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terdapat perpindahan antara tingkat dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan tingkat masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. -27- 2. OVERVEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Fair Value Measurement (continued) The fair value of an asset or liability is measured using the assumptions that market participants ould use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their best economic interest. The fair value measurement of a non-financial asset takes into account the ability of market participants to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to other market participants who would use the asset in its highest and best use. The Company uses valuation technigues that are appropriate in the circumstances and where sufficient data is available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs. All assets and liabilities, whether measured at fair value, or where the fair value of the asset or liability is disclosed, are categorized within the fair value hierarchy, based on the lowest level of input that is significant to the overall measurement, as follows: 1. Level 1 - @uoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities: 2. Level 2 - Valuation technigues where the lowest level of inputs that are significant to the fair value measurement are observable, either directly or indirectly, 3. Level 3 - Valuation technigues where the lowest level of input that is significant to the fair value measurement is unobservable. For assets and liabilities recognized in the financial statements on a recurring basis, the Company determines whether there is any movement between levels in the hierarchy by re- evaluating the category designation (based on the lowest level of input that is significant to the overall fair value measurement) at the end of each reporting period.
Page 31 OCR 0.935
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) m. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. n. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Peristiwa setelah periode yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi Perusahaan pada tanggal pelaporan tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam laporan keuangan apabila material. 3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan — manajemen untuk — membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. 1. Pertimbangan Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Kelangsungan Usaha Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain itu, manajemen meniai tidak adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan dilanjutkan untuk disusun atas basis kelangsungan usaha. -28- 2. OVERVIEW OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Dividends Dividends paid to the Company's shareholders are recognized as a liablity in the financial statements in the period in which they are approved by the Company's shareholders. n. Events After the Reporting Period Subseguent events that reguire adjustment and provide Company information as of the reporting date are reflected in the financial statements. Subseguent events that do not reguire adjustment are disdosed in the financial statements when material 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND MAJOR SOURCES OF ESTIMATE Uncertainty The preparation of the Company's financial statements reguires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts and related disdosures, as of the end of the reporting period. Uncertainty about these estimates and assumptions could result in material adjustments to the carrying amounts of assets and liabilities in subseguent reporting periods. 1. Consider In the process of applying the Company's accounting policies, management has made the following decisions, which have the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements: Business Continuity The Company's management has assessed the Company's ability to continue as a going concern and believes that the Company has the resources to continue as a going concern for the foreseeable future. In addition, management assesses that there are no material uncertainties that may cast significant doubt about the Company's ability to continue as a going concern. Therefore, the financial statements continue to be prepared on a going concern basis.
Page 32 OCR 0.936
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 1. Pertimbangan (lanjutan) Penilaian Model Bisnis Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND MAJOR SOURCES OF ESTIMATION IMPLICABILITY (continued) 1. Considerations (continued) Business Model Assessment Classification of Financial Assets and Financial Keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai tanggal 1 Januari 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2e Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis. Perusahaan menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan — bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan. Penentuan Mata Uang Fungsional Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan -29- Liabilities The Company determines the classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilites by considering if the definitions set out in PSAK 71 (effective January 1, 2020) are met. Accordingly, financial assets and financial liabilities are recognized in accordance with the accounting policies as disclosed in Note 2e. The dlassification and measurement of financial assets depend on the results of the SPPI and business model tests. The Company determines the business model at a level that reflects how groups of financial assets are managed together to achieve specific business objectives. This assessment indudes a judgment that reflects all relevant evidence induding how asset performance is evaluated and its performance measured, the risks that affect asset performance and how these are managed and how asset managers are compensated. The Company monitors financial assets measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income that are derecognized prior to maturity to understand the reasons for their disposal and whether those reasons are consistent with the business purpose for which the assets are held. Monitoring is part of the Company's ongoing assessment of whether the business model in which the remaining financial assets are held remains appropriate and if not appropriate whether there has been a change in the business model and thus a prospective change to the classification of the financial assets. No changes were reguired during the period presented. p 8 Funet c The functional currency of the Company is the currency of the primary economic environment in which the entity operates. It is the currency that affects the revenue
Page 33 OCR 0.933
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 1. Pertimbangan (lanjutan) dan beban pokok pendapatan yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah. Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan Perusahaan menyimpulkan bahwa pendapatan atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang waktu karena pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan oleh Perusahaan. Fakta bahwa entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali jasa yang telah diberikan Perusahaan saat ini menunjukkan bahwa pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat dari — pelaksanaan Perusahaan — saat melaksanakannya. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya Provisi Ekspektasi Kerugian Kredit Piutang Usaha Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya). -30- 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND MAJOR SOURCES OF ESTIMATION IMPLICABILITY (continued) 1. Considerations (continued) and cost of revenue provided. Based on the Company's management assessment, the Company's functional currency is Rupiah. Performance Obligations The Company conduded that revenue for services rendered should be recognized over time because customers simultaneously receive and enjoy the benefits provided by the Company. The fact that other entities do not need to re-perform the services that the Company has currently provided indicates that customers simultaneously receive and enjoy the benefits of the Company's performance when performing them. Estimates and Assumptions The key assumptions about the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of materially adjusting the carrying amounts of assets and liabilities within the next year are disclosed below. The Company bases its estimates and assumptions on parameters available at the time the financial statements are prepared. Assumptions and circumstances regarding future developments may change due to market changes or circumstances beyond the Company's control. Such changes are reflected in the related assumptions at the time of occurrence. Provision for Expected Credit Losses on Trade Receivables The Company uses a provisioning matrix to calculate ECL for trade receivables and asset contracts. Provisioning levels are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns (i.e., by geography, product type, customer type and rating, and coverage under letters of credit and other forms of credit insurance).
Page 34 OCR 0.925
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 3 PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI MAJOR SOURCES OF ESTIMATION (lanjutan) IMPLICABILITY (continued) 1. Pertimbangan (lanjutan) 1. Considerations (continued) Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Perusahaan. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa. Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha dan kontrak aset Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 5. Penilaianinsirumen Keuangan Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara — komponen signifikan — atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan — tersebut — dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih lengkap dalam Catatan 2e dan 17. Iaksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat — ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan periode -31- The provisioning matrix is initially based on the Company's historically observed default rates. The Company will calibrate the matrix to adjust historical credit loss experience with forward- looking information. For example, if forecasted economic conditions (i.e., gross domestic product) are expected to deteriorate over the next year which could lead to an increase in the number of defaults in the manufacturing sector, then the historical default rates are adjusted accordingly. At each reporting date, the historically observed default rates are updated and changes in forward- looking estimates are analyzed. The assessment of the correlation between historically observed default rates, forecast economic conditions, and ECL is a significant estimate. The amount of ECL is sensitive to changes in circumstances and forecasts of economic conditions. The Company's historical credit loss experience and forecasts of economic conditions may not be representative of actual future customer defaults. Information regarding EECL on the Company's trade receivables and contract assets is disclosed in Note 5. Valuation of Financial Instruments The Company records certain financial assets and liabilities at fair value, which reguires the use of accounting estimates. While a significant component of the fair value measurement is determined using verifiable objective evidence, the amount of change in fair value may differ if the Company uses a different valuation methodology. Such changes in the fair value of financial assets and liabilities may directly affect the Company's profit or loss. Further explanation in Notes 2e and 17. Estimated Useful Lives of Property and Eauipment The cost of property and eguipment is depreciated using the straight-line method based on their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of property and eguipment to be between 4 to 20 years. The useful life of each of the Company's property and eguipment is determined based on the expected
Page 35 OCR 0.939
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 1. Pertimbangan (lanjutan) Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap (lanjutan) kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 7. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan — dengan pelepasan aset Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Perusahaan atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan -32- 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND MAJOR SOURCES OF IMPLICABILITY (continued) ESTIMATION 1. Considerations (continued) Eguipment (continued) useful life of the asset. This estimate is based on internal technical evaluation and experience with similar assets. The useful life of each asset is reviewed periodically and adjusted if estimates differ from previous estimates due to wear and tear, technical and commercial obsolescence, legal or other limitations on the use of the asset. However, it is possible that future operating results could be significantly affected by changes in the amount and period of recording expenses due to changes in the factors mentioned above. Changes in the useful lives of property and eguipment may affect the amount of depreciation and amortization expense recognized and the decrease in the carrying value of these assets. The carrying value of property and eguipment is disclosed in Note 7. Impairment of Not ancial Assets Impairment occurs when the carrying amount of an asset or Cash Generating Unit (CGU) exceeds its recoverable amount, which is the greater of its fair value less costs to sell and its value in use. Fair value less costs to sell is based on the availability of data from binding sales agreements made in normal transactions for similar assets or observable market prices less any additional costs attributable to the disposal of the asset. The calculation of value in use is based on a discounted cash flow model. Cash flow data is taken from budgets for the next five years and does not include restructuring activities that have not been carried out by the Company or significant future investments that will update the performance of the tested UPK assets. The recoverable amount is most affected by the discount rate used in the discounted cash flow model, as well as the amount of expected future cash inflows and
Page 36 OCR 0.931
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN 3. CRITICAL ACCOUNTING CONSIDERATIONS AND SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 1. Pertimbangan (lanjutan) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (lanjutan) tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi. Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai aset nonkeuangan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025. Imbalan Kerja Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, usia pensiun normal, tingkat kematian, tingkat kecacatan dan tingkat pengunduran diri karyawan per usia. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera pada laporan posisi keuangan dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2i dan 9. Pajak Penghasian Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 2h dan 8. Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh beda temporer sepanjang besar kemungkinannya bahwa beda temporer tersebut dapat direalisasikan. Estimasi signifikan oleh -33- MAJOR — SOURCES OF ESTIMATION IMPLICABILITY (continued) 1. Considerations (continued) Impairment of Non-Financial Assets (continued) the growth rate used for extrapolation purposes. Management believes that there is no indication of potential impairment of non-financial assets as at December 31, 2024 and June 30, 2025. Employee Benefits The determination of the Company's pension and employee benefit obligations and costs depends on the selection of assumptions used by independent actuaries in calculating these amounts. These assumptions include, among others, the discount rate, rate of salary increase, normal retirement age, mortality rate, disability rate and employee resignation rate per age. Actual results that differ from the Company's assumptions are recognized immediately in the statement of financial position by debit or credit to retained earnings through other comprehensive income in the period in which they occur. While the Company believes that the assumptions are reasonable — and — appropriate, significant differences in actual results or significant changes in the assumptions set by the Company could materially affect the estimated liabilities for pension and employee benefits and net employee benefits expense. Further details are disdosed in Notes 2i and 9. Income Tax Significant judgment is exercised in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computations for which the ultimate tax determination is uncertain in the normal course of business. The Company recognizes a liability for corporate income tax based on an estimate of whether additional corporate income tax will be due. Further details are discdlosed in Notes 2h and 8. Deferred Tax Assets Deferred tax assets are recognized for all temporary differences to the extent that it is probable that the temporary differences will be
Page 37 OCR 0.937
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. 4. Kas dan Bank Akun ini terdiri dari: realized. Significant estimates by management are reguired in determining the amount of deferred tax assets that can be recognized, based on the timing and level of taxable income and future tax planning strategies. 4. Cash and Banks This account consists of: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Kas 174.157.380 Bank PT Bank CIMB NiagaTbk 2.468.356.575 177.055.506 Cash on Hand Cash in Banks 1.545.376.962 PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mega Syariah 167.245.763 179.796.387 PT Bank Mega Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) PT Bank Negara Indonesia Tbk 3.075.000 3.075.000 (Persero) Tbk Jumlah Bank 2.638.677.338 1728,248,349 Total Banks Deposito berjangka Time Deposits PT Bank CIMB Niaga Tbk - - PT Bank CIMB Niaga Tbk 2812834.718 Jumlah Kas dan Bank Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank yang dibatasi penggunaannya atau yang ditempatkan pada pihak berelasi. Tingkat bunga tahunan deposito berjangka per tahun masing-masing sebesar 2,506 pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. 5. Piutang Usaha Akun ini terdiri dari: 30 September 2025/ September 30, 2025 1-905.303.855 Total Cash and Banks As of September 30, 2025 and December 31, 2024, there were no cash and banks that were restricted or placed with related parties. The annual interest rate of time deposits per annum was 2.505 as of September 30, 2025 and December 31, 2024, respectively. 5. Trade Receivables This account consists of: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 PT. Cakra Media Indonesia CV. Nara Unggul Prima 17.116.313.542 844.499.458 PT. Cakra Media Indonesia CV. Nara Unggul Prima 18.090.690.107 844.487.858 Jumlah 17.960.813.000 18.935.177.965 — Total Umur piutang usaha Perusahaan tidak lebih dari 90 hari. The aging of trade receivables are no more than 90 days. -34-
Page 38 OCR 0.946
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Mutasi provisi ekspektasi kerugian kredit piutang usaha Perusahaan adalah sebagai berikut 30 September 2025/ 'September 30, 2025 The changes in the Company's provisions for expected credit losses on trade receivables are as follows: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 1-90 hari 91-180 hari Lebih dari 180 hari 17.960.813.000 18.935.177.965 -1 1-90 Days 91-180 Days More than 180 Days Jumlah 17.960.813.000 18.935.177.965 Total Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing piutang usaha pada tanggal 30 September 2025, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa provisi ekspektasi kerugian kredit tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025, seluruh piutang usaha Perusahaan merupakan piutang dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah Uang Muka Proyek Akun ini terdiri dari 2025 Uang Muka Proyek Jangka Pendek 82.016.278.573 Jangka Panjang 33,746,076,246 Jumlah 115.762.354.819 Uang muka jangka pendek adalah jasa pengerjaan proyek Fiber Optic, SITAC dan CME menara telekomunikasi Uang muka Jangka Panjang adalah jasa pengerjaan proyek pembangunan di Bali, Indonesia dan Selangor Malaysia. -35- Based on the review of the status of each trade receivable as of September 30, 2025, the Company's management believes that the provision for expected credit losses is adeguate to cover possible uncollectible trade receivables. As of December 31, 2024 and September 30, 2025, all of the Company's trade receivables are due from third parties and denominated in Rupiah. 6. Advances for the Project 2024 Advances for the project 82.885.729.979 Short term Long term 116.631.806.225 Total Short term advances is for the service of working on Fiber Optic, SITAC and CME telecommunication tower. Short term advances is a services for construction projects in Bali, Indonesia and Selangor, Malaysia.
Page 39 OCR 0.877
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) property and Acauisition cost Building 29.123.251.936 Eguipment 325.700.000 Vehide 35.438.866.355 Total acguisition cost Accumulated depreciation 2.302.503.344 Building 28.821.999.310 Eguipment 314.900.000 Vehicle Total accumulated 7. Aset Tetap 7. Property and Eguipment Rincian aset tetap Perusahaan adalah sebagai The details of the Company's berikut: eguipment is as follows: 30 September 2025/ September 30, 2025 Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/ Beginning Additons — Deductions Reclassification Ending Balance Balance Harga perolehan Bangunan 5.989.914.419 - - - 5.989.914.419 Peralatan 29.123.251.936 - - - Kendaraan 325.700.000 - - - Jumlah harga perolehan 35.438.866.355 ba - - Akumulasi penyusutan Bangunan 2.083.176.413 219.326.931 - - Peralatan 27.532.502.935 1.289.496.375 Kendaraan 314.900.000 - - - Jumlah akumulasi penyusutan 29.930.579.348 1.508.823.306 - - Nilai buku bersih 5.508.287.007 31.439.402.654 depreciation 3.999.463.701 Net book value 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/ Beginning Additons —— Deductions Reclassification Ending Balance Balance Harga perolehan Acguisition cost Bangunan 5.948.718497 41.196.222 - - 5.989.914.419 Building Peralatan 28.816.096.936 307.155.000 - - 29.123.251.936 Eguipment Kendaraan 314.900.000 10.800.000 - - 325.700.000 Vehidle Jumlah harga perolehan 35.079.715.133 359.151.222 - - 35.438.866.355 Total acguisition cost Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan 1.190.492.586 292.683.827 - - 2.083.176.413 Building Peralatan 25.825.429435 1.707.073.500 27.532.502.935 Eguipment Kendaraan 314.900.000 - - - 314.900.000 Vehicle Jumlah akumulasi Total accumulated penyusutan 27.930.822.021 1.999.757.327 - - 29.930.579.348 depreciation Nilai buku bersih 7.148.893.112 Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, penyusutan aset tetap dibebankan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp. 1.508.823.306 dan Rp.1.999.757.327 (Catatan 14). 5. 07 Net book value As of September 30, 2025 and December 31, 2024, depreciation of property and eguipment was charged to general and administrative expenses amounting to Rp. 1.508.823.306dan Rp.1.999.757.327 respectively (Note 14). -36 -
Page 40 OCR 0.933
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan mengasuransikan bangunan dan kendaraannya terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp4.050.000.000. Berdasarkan hasi penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak ada situasi atau keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the Company insured its buildings and vehicles against losses due to fire and other risks under certain policies with sum insured of Rp4,050,000,000 each. Based on the review, the Company's management believes that there are no situations or circumstances that indicate impairment of property and eguipment as of September 30, 2025 and 8. Perpajakan a. Utang Pajak Akun ini terdiri dari Pajak penghasilan Pasal 21 Pasal 29 Pajak Pertambahan Niai Total b. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan Akun ini terdiri dari : Pajak kini Pajak tangguhan Beban pajak penghasilan December 31, 2 8. Taxation a. Taxes payabl This account 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 439.625 220.607 9.572.451 26.441.951 7.124.753.697 7.215.417.742 134.765.773 7.242.080.300 024 le consists of: Income Tax Tax 21 Tax 29 value-added tax Total b. Income tax expense (benefit) This account consists of: 30 September 2025/ September 30, 2025 30 September 2024/ September 30, 2024 - Currenttax - Deferred tax - Income tax expense -37-
Page 41 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 8. Perpajakan (lanjutan) c. Pajak Penghasilan - Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 30 September 2025 adalah sebagai berikut: c. Income Tax - Current A reconciliation between income before income tax benefit (expense) as presented in the statement of profit or loss and other comprehensive income and taxable income for the years ended September 30, 2024 and September 30, 2025 is as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasian Menurut laporan laba rugi dan Penghasilan komprehensiflain Beda termporer Provisi ekspektasi kerugian kredit Imbalan kerja Laba kena pajak a. Perubahan Tarif Pajak Badan Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 (“UU No. 7/2021”) tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa tujuan UU No. 7/2021 adalah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi, mewujudkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum, melaksanakan reformasi administrasi, kebijakan perpajakan yang konsolidatif, dan peduasan basis pajak, serta meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak. Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang terjadi dengan penerapan UU No, 7/2021 antara lain adalah sebagai berikut: a. Pembeakuan tarif pajak penghasilan badan menjadi 2276 mulai Tahun Pajak 2022, dan Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak sebesar 3/4 lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas: b. Kenaikan tarif PPN dari 105 menjadi 1196 yang mulai berlaku tanggal 1 April 2022, kemudian menjadi 1245 yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025: c. Penyederhanaan PPN dengan tarif final untuk barang atau jasa kena pajak tertentu, yang juga berlaku mulai tanggal -38- Profit before tax benefit (expense) According to the statement of Profit or - loss and other comprehensive income Temporary differences - Provision for expwcted credit loss -. Employee benefits T taxable profit a. Corporate Tax Rate Changes In October 2021, the Govemment of Indonesia passed Law No. 7 of 2021 (“Law No. 7/2021”) on the harmonization of tax regulations. Some of the objectives of Law No. 7/2021 are to increase sustainable economic growth and support the acceleration of economic recovery, realize a more eguitable and legally certain tax system, implement administrative reform, consolidative tax policies, and broaden the tax base, and increase taxpayer voluntary compliance. A number of changes in tax regulations that occur with the implementation of Law No, 7/2021 are as follows: a. The corporate income tax rate will be 224 starting from Fiscal Year 2022, and domestic listed companies that meet certain criteria can obtain a tax rate of 3/b lower than the aforementioned tax rate: b. Increase in the VAT rate from 1076 to 1146 with effect from April 1, 2022, and then to 12”2 with effect from January 1, 2025, c. Simplification of VAT with a final rate for certain taxable goods or services, which also takes effect from
Page 42 OCR 0.934
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 1 April 2022: dan d. Program pengungkapan sukarela bagi Wajib Pajak badan selama periode 1 Januari - 30 Juni 2022, dengan basis aset atau harta yang diperoleh selama 1 Januari 1985 - 31 Desember 2015 yang belum diungkap pada saat mengikuti program amnesti pajak sebelumnya Penerapan UU No. 7/2021 berdampak pada pengukuran aset dan kewajiban pajak kini dan tangguhan pada tanggal 31 Desember 2021, yang diukur menggunakan tarif pajak 22”. 9. UABILITAS IMBALAN KERJA Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pada tahun 2020 dan PP 35/2021 yang menerapkan pengaturan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021. Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan hasil perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA Nurichwan, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing pada tanggal 1 Februari 2024 dan 22 April 2024, dengan menggunakan metode projected-unit credit. Liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan posisi keuangan terdiri atas 30 September 2025 / September 30, 2025 Nilai kini liabilitas - imbalan kerja 10. Modal saham Susunan pemegang saham dan presentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025 berdasarkan laporan daftar pemegang saham dari PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut: -39- April 1, 2022: and d. Voluntary disclosure program for corporate taxpayers during the period of 1 January - 30 June 2022, on the basis of assets or assets acguired during 1 January 1985 - 31 December 2015 that have not been disclosed during the previous tax amnesty program The adoption of Law No. 7/2021 impacts the measurement of current and deferred tax assets and liabilities as of December 31, 2021, which are measured using atax rate of 22”. 9. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES The Company provides benefits for its employees who have reached the retirement age of 55 years old in accordance with the Manpower Law in 2020 and Government Regulation 35/2021 which implements the provisions of Artide 81 and Artide 185 (b) of Law No. 11/2020 on Job Creation in 2021. The Company recorded liabilities for employee benefits for the years ended December 31, 2023 and 2022 based on the results of aactuarial calculations performed by KKA Nurichwan, an independent actuary, in its reports dated February 1, 2024 and April 22, 2024, respectively, using the projected-unit credit method. Employee benefits liabilities recognized in the statement of financial position consist of: 31 Desember 2024/ Desember 31, 2024 12.550.624 Present value of employee benefit liabilities 10. Eguity Capital The composition of the shareholders and the percentage of ownership as of December 31, 2024 and September 30, 2025 based on the report of the list of shareholders from PT Bima Registra, Securities Administration Bureau, is as follows:
Page 43 OCR 0.911
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir For The Nine-Month Period Ended 30 September 2025 September 30, 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir And For The Years Ended 31 Desember 2024 December 31, 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, (Figures are Presented in Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) unless Otherwise Stated) 31 September 2025/September 30, 2025 Persentase Kepemilikan/ Jumlah Saham/ — Percentage of Jumlah/ Pemegang saham Numberof Shares —” Ownership Total Shareholders PT LCK Investama Prima Indonesia 627.808.000 62,714 62.780.800.000 PT LCK Investama Prima Indonesia PT Maju Mekar Makmur 202.252.900 20154 20.225.290.000 PT Maju Mekar Makmur Masyarakat 169.939.100 17,146 16.993.910.000 Masyarakat Jumlah 1.000.000.000 100,004 100.000.000.000 Total 31 Desember 2024/December 31, 2024 Persentase Kepemilikan/ Jumlah Saham/ ”— Percentage of Jumlaty Pemegang saham Numberof Shares — Ownership Total Shareholders PT LCK Investama Prima Indonesia 627.144.400 62,710 62.714.440.000 PT LCK Investama Prima Indonesia PT Maju Mekar Makmur 201.538.300 201570 20.153.830.000 PT Maju Mekar Makmur Masyarakat 171.317.300 171496 17.131.730.000 Public Jumlah 1.000.000.000 100,0046 100.000.000.000 Total Dividen Tunai Cash Dividend Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang In the General Meeting of Shareholders held on diadakan pada tanggal 24 Juni 2025 dan telah June 24, 2025 and has been declared by Notarial dinyatakan dengan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, Deed Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn No. 72 on the S.H.,M.Kn No 72 pada tanggal yang sama, para same date, the shareholders have agreed not to pemegang saham telah menyetujui untuk tidak distribute cash dividends to shareholders and the membagikan deviden tunai kepada pemegang company's profits will be used as retained earnings. saham dan keuntungan perusahaan akan dijadikan sebagai laba ditahan. 10. Modal saham (lanjutan) 10. Eguity Capital (continued) Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 26 Juni 2024 dan telah In the General Meeting of Shareholders held on dinyatakan dengan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, June 26, 2024 and has been dedared by Notarial SH.,M.Kn Nomor 135, pada tanggal yang sama, Deed Dr. Sugih Haryati, SH, M.Kn Number 135, on para pemegang saham telah menyetujui untuk tidak the same date, the shareholders have agreed not to membagikan deviden tunai kepada pemegang distribute cash dividends to shareholders and the saham dan keuntungan perusahaan akan dijadikan company's profits will be used as retained earnings. sebagai laba ditahan. 11. Tambahan Modal Disetor 11. Additional Paid-in Capital Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember As of September 30, 2025 and December 31, 2024, 2024, akun ini merupakan agio saham yang berasal this account represents agio shares from the initial dari penawaran umum perdana saham pada tahun public offering of shares in 2018, net of issuance 2018, setelah dikurangi dengan beban emisi sebesar costs amounting to Rp2,594,355,492. Rp2.594.355.492. -40-
Page 44 OCR 0.924
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 12. Pendapatan Akun ini merupakan pendapatan atas jasa pengerjaan — SITAC dan CME menara telekomunikasi. Pada 30 September 2025 dan 30 September 2024 tidak ada transaksi penjualan kepada pihak berelasi. Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi lebih dari 10Yc dari total pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 adalah sebagai berikut: 30 September 2025/ September 30, 2025 12. Revenues This account represents revenue from SITAC and CME services for telecommunication towers. As of September 30, 2025 and September 30, 2024, there were no sales transactions to related parties.. Details of third-party customers with transactions exceeding 10” of total revenue for the years ended September 30, 2025 and September 30, 2024 are as follows: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 PT YPTT Solutions Indonesia 305.687.000 PT Inti Bangun Sejahtera - PT Fiberhome Technologies - 310.443.500 PT YPTT Solutions Indonesia 715.499.541 PT Inti Bangun Sejahtera 300.766.610 PT Fiberhome Technologies Jumlah 305.687.000 1326,709.651 Total 13. Beban Pokok Pendapatan Akun ini merupakan beban pokok pendapatan atas jasa subkontraktor, pihak ketiga. Rincian pemasok pihak ketiga dengan nilai transaksi lebih dari 1095 dari total beban pokok pendapatan pada tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 30 September 2025 adalah sebagai berikut: 30 September 2025/ September 30, 2025 13. Cost of Sales This account represents cost of revenue for subcontractor services, third parties. Details of third-party suppliers with transaction value of more than 1094 of total cost of revenue for the years ended September 30, 2024 and September 30, 2025 are as follows: 30 September 2024/ September 30, 2024 328.150.285 Sudjatno 547.305.833 Project Cost - Reza Sudjatno Sudjatno 116.019.025 Project Cost - Reza Sudjatno 64.505.500 Jumlah 180.525.525 875.456.118 Total 14. Beban Umum dan Administrasi Akun ini terdiri dari: 30 September 2025/ September 30, 2025 14. General and Administration Expense This account consists of: 30 September 2024/ September 30, 2024 Penyusutan (Catatan 7) 1.508.823 306 1.342.450.806 Depretiation (Notes 7) Gaji, tunjangan dan bonus 327.697.458 458.975.375 Salary, allowance and bonus Jasa Profesional 466.450.000 - Professional Services Lain-Lain 337.984.591 2.918.226.046 Others Jumlah 2.640.955.355 4.719.652.227 Total -41-
Page 45 OCR 0.911
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 15. Laba Per Saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan, sebagai berikut 15. Earnings Per Share Earnings per share is calculated by dividing the profit for the year attributable to owners of the Company by the weighted average number of fully paid ordinary shares outstanding during the year, as follows Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham yang Beredar/ Laba Neto Tahun Weighted Average Nilai Laba per Saham/ Berjalan/ Number of Shares Earnings per Share net profit for the year Outstanding Value 30 September 2025/ September 30, 2025 (2.328.003.801) 1.000.000.000 (2.33) 30 September 2024/ September 30, 2024 (4.445.477.753) 1.000.000.000 (444) 16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko pada saat Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari pendapatan dari pelanggan. 16. FINANCIAL RISK MANAGEMENT POLICY AND OBJECTIVES . Ri Liguidity risk is the risk that the Company will not be able to meet its liabilities when due. Management dosely evaluates and monitors cash inflows and cash outflows to ensure that funds are available to meet the payment needs of maturing liabilities. In general, funds reguired for the repayment of maturing shor-term and long-term liabilities are obtained from revenue from customers. Lebih dan ftahun sampai dengan Stahuun Dibavah Atahun Liabilitas Keuangan Utang tain-lain 2 Total Dibavah 1 tahun Liabilitas Keuangan Utang lain-lain - 24 Nacambar 2124 Lebih dan Ytahun sampai dengan Lebih dari 5 tahuun | Stahun Total Total “ -42-
Page 46 OCR 0.940
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham Manajemen — Perusahaan — mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar. Tabel di bawah ini merangkum total modal yang dipertimbangkan oleh Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025: 30 September 2025/ September, 30 2025 Modal Saham 100.000.000.000 Tambahan modal setor 19.005.644.508 Saldo Laba 14,844,706,953 Total 133.850.351.461 The primary objective of the Company's capital management is to ensure the maintenance of a high credit rating and healthy capital ratios to support the business and maximize shareholder retumns. The Company's management manages its capital structure and makes adjustments, based on changes in economic conditions. To maintain and adjust the capital structure, the Company may choose to adjust dividend payments to shareholders. The Company's policy is to maintain a healthy capital ratio in order to secure financing at a reasonable cost. The table below summarizes the total capital considered by the Company as at 31 December 2024 and 30 September 2025: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 100.000.000.000 Share Capital 19.005.644.508 Additional share capital 12112110754 Balance profit 136.178.356.262 Total Pengelolaan Modal Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara liabilitas neto dengan modal. Liabilitas neto adalah total liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan dikurangi dengan total kas dan setara kas, sedangkan modal meliputi seluruh komponen ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 30 September 2025, perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut: 30 September 2025 / September 30 2025 Capital Management As is common practice, the Company evaluates its capital structure through the gearing ratio, which is calculated by dividing net liabilities by capital. Net liabilities are total liablities as presented in the statement of financial position less total cash and cash eguivalents, while capital includes all eguity components in the statement of financial position. As at December 31, 2024 and September 30, 2025, the calculation of the ratio is as follows: 31 Desmber 2024/ December 31 2024 Total liabilitas 7.134.765.773 7.254.630.924 Total Liabilities Dikurangi kas dan setara kas 2.812.834.718 1.905.303.855 Less cash and cash eguivalents Liabilitas neto 4.321.931.055 5.349.327.069 Balance profit Total ekuitas 133,850,351,461 136,178,355,262 Total Eguities Rasio utang terhadap modal (0,03) 0,04) Debt to eguity ratio -43-
Page 47 OCR 0.932
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 17. INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan keuangan: 17. FINANCIAL INSTRUMENTS The table below is a comparison of the carrying amount and fair value of the Company's financial instruments recorded in the financial statements 30 September 2025/September, 30 2025 ASET KEUANGAN Nilai Tercatat Aset keuangan yang diukur pada Biaya perolehan diamortisasi Nilai wajar EINANCIAL ASSET Financial asset measured at Amortized cost 2.812.834.718 Cash and cash eguivalents 17.960.813.000 Trade Receivables 44.854.996 Oyher Receivables Kas dan Setara Kas 2.812.834.718 Piutang Usaha 17.960.813.000 Piutang Lain - Lain 97.199.590 Total Aset Keuangan 20.870.847.308 20.818.502.714 Total Financial asset Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan menggunakan metode-metode dan asumsrasumsi berikut: 1. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha dan utang lain-lain, nilai tercatat aset keuangan tersebut mendekati nilai wajarnya karena akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. 18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING Pelanaaan PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12) Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 038/PIK- CME/TGM-GKT!/I-2020 tanggal 8 Januari 2020, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Triview Geospatial Mandiri untuk pengerjaan Construction, Mechanical and Electrical pembangunan menara telekomunikasi. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 8 Januari 2021 dan diperpanjang sampai tanggal 5 Januari 2022. -44- 18. The estimated fair values of the groups of financial instruments in the table above were determined using the following methods and assumptions 1. For financial assets such as cash and cash eguivalents, trade receivables and other payables, the carrying amounts of these financial assets approximate their fair values as they will mature in less than one year. IMPORTANT TIES AND AGREEMENTS C mer PT Triview Geospatial Mandiri (Note 5 and 12) In accordance with the cooperation agreement No. 038/PIK-CME/TGM-GKT/I-2020 dated January 8, 2020, the Company cooperates with PT Triview Geospatial Mandiri for Construction, Mechanical and Electrical work on telecommunication towers. This agreement will expire on January 8, 2021 and extended until January 5, 2022.
Page 48 OCR 0.909
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) 18 IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan) tan Pelan n (lanji PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12) Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. XIPIK- CME/TGM-LCKGK/I-2023 tanggal 10 Januari 2023, PT Perusahaan melakukan kerjasama dengan Triview Geospatial Mandiri untuk pekerjaan CME atas pembangunan tower. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 10 Januari 2024. akan —PX Eiberhome Technologies Indonesia (Catatan 5 dan 12) Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 003/FH- LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO-USO!!II/2021 tanggal 15 Maret 2021, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain » Pengadaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis: dan “Pemasangan, testing, — baik pembongkaran, berupa — Acceptance perbaikan, Test Procedure/Civil Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 15 Maret 2023 Sesuai dengan perjanjian kerjasama no 027/FH- PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/II1/2023 Tanggal 16 Maret 2023, Perusahaan melakukan perpanjangan kerjasama dengan PT. Fiberhome Technologies Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain: « Pengadaaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis: dan » Pemasangan, pembongkaran, perbaikan, testing,baik ” berupa — Acceptance — Test Procedure/Civil Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 17 Maret 2025 PT Swasti Prashida (C 5 Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.056/Proc- CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 tanggal 8 Februari 2018, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT -45- 18 IMPORTANT TIES AND AGREEMENTS (continued) Customer (continued) PT Triview Geospatial Mandiri (Note 5 and 12 In accordance with the cooperation agreement No. XI/PIK-CME/TGM-LCKGKI/I-2023 dated January 10, 2023, the Company cooperates with PT Triview Geospatial Mandiri for CME work on tower construction. This agreement will expire on January 10, 2024. PI Eiberhome Technologies Indonesia (Note 5 and 12) In accordance with the cooperation agreement No. 003/FH-LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO- USO/II/2021 dated March 15, 2021, the Company cooperates with PT Fiberhome Technologies Indonesia for the construction of 4G Base Transceiver Station (BTS), among others " Procurement and delivery of eguipment with technical specifications: and “ Installation, dismantling, repair, testing, in the form of Acceptance Test Procedure/Civil Mechanical Elec trical (CME) on 4G BTS. This agreement will expire on March 15, 2023 In accordance with the cooperation agreement no 027/FH-PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/I1/2023 dated March 16, 2023, the Company extended the cooperation with PT Fiberhome Technologies Indonesia for the construction of 4G Base Transceiver Station (BTS), among others " Procurement and delivery of eguipment with technical specifications, and Installation, dismantling, repair, Acceptance Test Procedure/Civil Electrical (CME) on 4G BTS. testing, and Mechanical This agreement will expire on March 17, 2025. PT Lasmana Swasti Prashida (Note 5 and 12) In accordance with the cooperation agreement No.056/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 — dated February 8, 2018, the Company cooperates with PT
Page 49 OCR 0.921
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan konstruksi sarana penunjang base transceiver station sipil, mekanikal dan elektrikal. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 8 Februari 2019 dan diperpanjang pada tanggal 4 Februari 2019 dengan perjanjian kerjasama No.018/Proc-CME/KP/LSP- LCKGK/FEB/19, sehingga perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 4 Februari 2020. Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.011/Proc- CME/LSP-LCKGK(/Feb/20 tanggal 5 Februari 2020, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/lnstalasi PLN serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 5 Februari 2021. Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.05/Proc- CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 tanggal 8 Februari 2021, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/nstalasi PLN serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 8 Februari 2022. Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.018/Proc- CMEJ/LSP-LCKGK(/Feb/22 tanggal 25 Februari 2022, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi Detai-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/lnstalasi PLN serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2023. Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.009/Proc- CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 tanggal 27 Februari 2023, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/nstalasi PLN serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2024, -46- Lasmana Swasti Prashida for the construction of Civil, mechanical and electrical base transceiver station support facilities. This agreement ended on February 8, 2019 and was extended on February 4, 2019 with cooperation agreement No.018/Proc- CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/19, so that this agreement will end on February 4, 2020. In accordance with the cooperation agreement No.011/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/20 dated February 5, 2020, the Company cooperates with PT Lasmana Swasti Prashida for work that indudes Detail-Design, Preparation Work, Foundation Construction, Construction, Transportation of Tower Materials, Erection, ME Installation & Grounding, Completion, — Technical — Submission, — PLN Connection/Installation and other work. This agreement ends on February 5, 2021 In accordance with the cooperation agreement No.05/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 dated February 8, 2021, the Company cooperates with PT Lasmana Swasti Prashida for work that indudes Detail-Design, Preparatory Work, Foundation Construction, Construction, Transportation of Tower Materials, Erection, ME Installation & Grounding, Completion, Technical Submission, PLN Connection/nstallation and other work. This agreement ends on February 8, 2022. In accordance with the cooperation agreement No.018/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/22 dated February 25, 2022, the Company cooperates with PT Lasmana Swasti Prashida for work that indudes Detail-Design, Preparation Work, Foundation Construction, Construction, Transportation of Tower Materials, Erection, ME Installation & Grounding, Completion, — Technical — Submission, — PLN Connection/nstallation and other work. In accordance with the cooperation agreement No.009/Prooc-CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 dated February 27, 2023, the Company cooperates with PT Lasmana Swasti Prashida for work that includes Detail-Design, Preparation Work, Foundation Construction, Tower Material Transportation, Erection, ME Installation & Grounding, Completion, Technical Submission, PLN Connection/nstallation and other work. This agreement ends on February 27, 2024.
Page 50 OCR 0.940
PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Catatan atas Laporan Keuangan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 Serta Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 (Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT LCK GLOBAL KEDATON TBK Notes to the Financial Statements For The Nine-Month Period Ended September 30, 2025 And For The Years Ended December 31, 2024 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated) Subkontraktor Bapak Sudjatno (C: n1 Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No. 001/PKS-M/B1/2024 tanggal 3 Januari 2024, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Sudjatno selaku subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun. -47- Subcontractor Mr Sudjatno (Note 13, In accordance with the work contract agreement No.001/PKS-M/B/1/2024 dated January 3, 2024, the Company agreed to provide a project to Mr. Erwin Sujana as a subcontractor in the form of telecommunication service activities. The Company is obliged to fund the project activities as well as, supervise and fully manage the project activities. This agreement will expire on December 31, 2025 or can be adjusted to the project work period that has been obtained and will then be reviewed and evaluated every 1 (one) year.
Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TT LCK Global Kedaton Tbk
p.3
unresolved
org
PT Global Kedaton Teknologi
p.8 ×2
unresolved
person
Sahat Simanungkalit
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Rifson
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri
p.8
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.8 ×2
unresolved
person
Rifson
p.8
unresolved
org
Minister of Justice
p.8
unresolved
org
PT LCK LCK Investama Prima Indonesia
p.9
unresolved
org
PT LCK
p.9
unresolved
org
PT LCK Indo Holdings
p.9
unresolved
org
Financial Services Authority
p.10
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.10
unresolved
org
PT Bank CIMB NiagaTbk
p.37
unresolved
org
PT Bank Mega Syariah
p.37 ×2
unresolved
org
PT. Cakra Media Indonesia CV. Nara Unggul Prima
p.37 ×2
unresolved
org
PT Bima Registra
p.42 ×2
unresolved
org
PT LCK Investama Prima Indonesia
p.43 ×4
unresolved
org
PT Maju Mekar Makmur
p.43 ×2
unresolved
org
PT Maju Mekar Makmur Masyarakat
p.43 ×2
unresolved
person
Deed Dr. Sugih Haryati
p.43 ×6
unresolved
org
PT YPTT Solutions Indonesia
p.44 ×2
unresolved
org
PT Fiberhome Technologies
p.44 ×2
unresolved
org
PT Triview Geospatial Mandiri
p.47 ×7
unresolved
org
PT Fiberhome Technologies Indonesia
p.48 ×4
unresolved
org
PT Swasti Prashida
p.48
unresolved
org
PT Lasmana Swasti Prashida
p.48 ×9
unresolved
person
Sudjatno
p.50 ×3
unresolved
person
Erwin Sujana
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.