Skip to content
Back to announcement

Perubahan Lebih Dari 20 Persen Sept 2025.pdf

Financial statement Text extracted BUKK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1

          
Page 2
                                 Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
                 pada Laporan Posisi Keuangan Per 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dibandingkan
                         dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit)
                              (disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)

A. ASET
   A1. Aset Lancar                                                       Selisih             %
          Per 30 September 2025          Rp.    2.448.439.104
          Per 31 Desember 2024           Rp.    2.374.403.322              74.035.782         3,12%

    A2. Aset Tidak Lancar
           Per 30 September 2025         Rp.   20.723.015.077
           Per 31 Desember 2024          Rp.    6.778.255.408          13.944.759.669      205,73%

    A     TOTAL ASET
             Per 30 September 2025       Rp.   23.171.454.181
             Per 31 Desember 2024        Rp.    9.152.658.730          14.018.795.451      153,17%

B   LIABILITAS DAN EKUITAS
    B1. LIABILITAS                                                       Selisih             %
     B1a. Liabilitas Jangka Pendek
           Per 30 September 2025         Rp.    2.153.570.541
           Per 31 Desember 2024          Rp.    2.069.574.879              83.995.662         4,06%
    B1b.     Liabilitas Jangka Panjang
             Per 30 September 2025       Rp.   13.781.273.828
             Per 31 Desember 2024        Rp.    1.997.728.925          11.783.544.903      589,85%

    B1.      Total Liabilitas
             Per 30 September 2025       Rp.   15.934.844.369
             Per 31 Desember 2024        Rp.    4.067.303.804          11.867.540.565      291,78%

    B2. EKUITAS
           Per 30 September 2025         Rp.    7.236.609.812
           Per 31 Desember 2024          Rp.    5.085.354.926           2.151.254.886        42,30%

    B     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
             Per 30 September 2025    Rp.      23.171.454.181
             Per 31 Desember 2024     Rp.       9.152.658.730          14.018.795.451      153,17%
Page 3
Detail Rasio Per 31 Desember 2024 dibandingkan dengan saldo Per 30 September 2025
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No.                 Keterangan                   Per 31 Desember 2024      Per 30 September 2025       %
    Kas dan Setara Kas                                      228.259.945               567.492.186    148,62%
    Dana Yang Dibatasi Penggunaannya                       163.468.104                287.062.727     75,61%
    Piutang Usaha                                          470.452.860                535.561.311     13,84%
    Aset keuangan dari kontrak konsesi                     394.191.342                128.388.576    -67,43%
    Piutang Lain-Lain                                         2.516.418                  3.290.078    30,74%
    Persediaan                                             648.774.279                354.857.535    -45,30%
    Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka                     258.105.739                473.451.535     83,43%
    Pajak Dibayar Dimuka                                   208.634.635                  98.335.156   -52,87%
                                                         2.374.403.322               2.448.439.104     3,12%
    Uang Muka                                              255.465.546                  98.992.646   -61,25%
    Piutang Lainnya Pihak Berelasi                            3.160.998                  3.226.810     2,08%
    Pinjaman Direksi dan Karyawan                             1.443.237                  2.277.616    57,81%
    Aset keuangan dari kontrak konsesi                    1.516.516.128              1.706.869.192    12,55%
    Penyertaan pada Entitas Asosiasi                      3.886.238.102              2.845.267.808   -26,79%
    Aset Pajak Tangguhan-Bersih                             44.544.656                  46.176.116     3,66%
    Aset Tetap                                            1.061.710.918              1.472.777.697    38,72%
    Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air                                -             14.532.087.847   #DIV/0!
    Aset Lain-Lain                                            9.175.823                 15.339.345    67,17%
    Goodwill                                                         -                           -     0,00%
                                                         6.778.255.408              20.723.015.077   205,73%
                                                         9.152.658.730              23.171.454.181   153,17%

B. Liabilitas
No.                   Keterangan                 Per 31 Desember 2024      Per 30 September 2025       %
    Utang Bank                                              465.675.240               693.554.361     48,94%
    Utang Usaha                                            573.867.225                720.913.162     25,62%
    Utang Lain-Lain                                           5.374.541                  4.449.715   -17,21%
    Utang Pajak                                             54.572.113                  20.069.931   -63,22%
    Uang Muka Pelanggan                                    111.770.378                112.778.273      0,90%
    Beban Masih Harus Dibayar                              610.424.341                507.134.618    -16,92%
    Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
    -      Utang Bank                                      219.456.000                  64.362.813   -70,67%
    -      Utang Pihak Yang Berelasi                        18.227.019                  18.227.019     0,00%
    -      Utang Sewa Pembiayaan                            10.208.022                   6.080.649   -40,43%
                                                         2.069.574.879               2.147.570.541     3,77%

    Utang Kepada Pihak Berelasi                            258.989.490                240.438.986     -7,16%
    Liabilitas Imbalan Kerja                                10.035.618                  22.041.456   119,63%
    Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
    -      Pinjaman Bank                                  1.715.300.210             13.505.213.705   687,34%
    -      Utang Lain-Lain                                    9.702.228                 13.551.510    39,67%
    -      Utang Sewa Pembiayaan                             3.701.379                      28.171   -99,24%
                                                         1.997.728.925              13.781.273.828   589,85%
                                                         4.067.303.804              15.928.844.369   291,63%
Page 4
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :

1. Kas dan Setara Kas
   Saldo Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan sebesar 148,62% dari Rp. 339,23 Milyar menjadi Rp. 567,49
   Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penerimaan dari Pihak ke ketiga dan ditempatkan dalam deposito dengan
   mata uang Rupiah pada Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama
   telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu,
   Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari
   kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
   konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.

2. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
   Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 75,61% dari sebesar Rp. 163,47 Milyar
   menjadi Rp. 287,06 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya
   sebesar Rp. 192,24 Milyar dari sebesar Rp. 75,52 Miliar yang salah satunya merupakan deposito di PT Bank
   Mandiri atas dana cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional sesuai dengan
   Perjanjian Kredit terakhir dan deposito yang digunakan sebagai jaminan kepada PT Bank Mandiri sehubungan
   dengan permohonan Kredit Agunan Surat Berharga (KASB) Perusahaan.

     Selain itu peningkatan dikarenakan rekening yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp. 94,82 Milyar dari sebesar
     Rp. 87,94 Milyar yang merupakan dana dalam bentuk rekening bank yang dimiliki di PT Bank Mandiri digunakan
     sebagai jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan
     dan 1 (satu) kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas.

3. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
   Penurunan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 67,43% atau setara dengan Rp. 265,80 Milyar dari
   semula sebesar Rp. 394,19 Milyar menjadi Rp. 128,39 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
   konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
   PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
   Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah
   dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan
   sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak
   tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi
   selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai
   ketentuan dalam kontrak.

4. Piutang lain-lain
   Kenaikan saldo Piutang Lain-Lain sebesar 30,74% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 2,52 Milyar menjadi
   sebesar Rp. 3,29 Milyar. Hal ini dikarenakan penambahan pinjaman oleh pihak ketiga lainnya yang bukan dalam
   transaksi usaha dan akan dikembalikan dalam jangka pendek.
5. Persediaan
   Penurunan Persediaan sebesar 45,30% atau setara dengan Rp. 293,91 Milyar dari sebesar Rp. 648,77 Milyar
   menjadi sebesar Rp. 354,86 Milyar lebih disebabkan karena sudah selesainya beberapa proyek yang yang nilainya
   cukup signifikan seperti beberapa proyek pembangunan PLTA, proyek jembatan, proyek garbarata dan beberapa
   proyek lainnya.
Page 5
6. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
   Kenaikan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 83,43% dari semula Rp. 258,11 Milyar menjadi
   sebesar Rp. 473,45 Milyar karena peningkatan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok dan
   uang muka pembelian material untuk penyelesaian Proyek Garbarata, Proyek transmisi PLN, Proyek Oil dan Gas
   yang saat ini sedang dalam proses pembangunan/pengerjaan, dan beberapa proyek lainnya. Perusahaan melalui
   PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
   55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro
   Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah
   dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.

7. Pajak Dibayar Dimuka
   Penurunan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 52,87% atau setara dengan Rp. 110,30 Milyar dari saldo per 31
   Desember 2024 sebesar Rp. 208,63 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan Nilai. Perusahaan melalui PT Bukaka
   Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%.
   Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro
   Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
   konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.

8. Uang Muka
   Penurunan saldo Uang Muka sebesar 61,25% dari semula Rp. 255,46 Milyar menjadi sebesar Rp. 98,99 Milyar
   karena adanya laporan realisasi pos uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak - PT Bukaka Mega
   Investama ke PT Kerinci Merangin Hydro dan PT Bumi Mineral Sulawesi.
9. Pinjaman Direksi dan Karyawan
    Kenaikan saldo Pinjaman Direksi dan Karyawan sebesar 57,81% dari semula Rp. 1,44 Milyar menjadi sebesar
    Rp. 2,28 Milyar karena adanya penambahan pinjaman dari pihak direksi dan karyawan.
10. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
    Penurunan saldo Penyertaan pada Entitas Asosiasi sebesar 26,79% atau sebesar Rp. 1.040,97 Milyar dikarenakan
    Perusahaan melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Petro Hidro
    Optima dari 34,37% menjadi 99,99%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada
    perusahaan asosiasi. Sejak tanggal tersebut, PT Petro Hidro Optima dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas
    anak kepemilikan tidak langsung Grup. Kemudian, Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan melalui Entitas
    Anak - PT Bukaka Mega Investama meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Kerinci Merangin Hidro dari 49,62%
    menjadi 55,29%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada perusahaan
    asosiasi. Sejak tanggal tersebut, PT Kerinci Merangin Hidro dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
    kepemilikan tidak langsung.

11. Aset Tetap
    Peningkatan Aset Tetap sebesar 38,72% dari semula Rp. 1.061,71 Milyar menjadi sebesar Rp. 1.472,77 Milyar
    merupakan penambahan harga perolehan aset tetap sebesar Rp. 596,05 Milyar dari semula Rp.314,99 Milyar.
    Penambahan harga perolehan atas tanah, mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, peralatan kantor dan aset
    dalam pelaksanaan. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci
    Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak -
    PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%.
    Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
    kepemilikan tidak langsung.

12. Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air
    Kenaikan saldo Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 100,00% dari semula Rp. 0 menjadi sebesar
    Rp. 14,532,09 Milyar karena adanya penambahan pinjaman dari pihak direksi dan karyawan. Perusahaan melalui
    PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
    55,29%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada perusahaan asosiasi. Sejak
    tanggal tersebut, PT Kerinci Merangin Hidro dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak
    langsung.
Page 6
    Aset PLTA dalam pembangunan adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Kerinci Merangin dengan
    memanfaatkan aliran air dari sungai Merangin dan sungai Imat yang berhulu ke Danau Kerinci sebagai sumber
    energi pembangkit listrik yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rencana kapasitas PLTA Kerinci
    Merangin yang akan dibangun adalah sebesar 4x87,5 MW dengan estimasi biaya sebesar USD 763,011,000 atau
    sebesar Rp11,4 triliun dan diperkirakan akan memakan waktu selama 84 bulan terhitung sejak penandatanganan
    Power Purchase Agreement (PPA).
13. Aset Lain-Lain
    Kenaikan saldo Aset Lain-Lain sebesar 67,17% atau sebesar Rp 6,16 Milyar karena adanya peningkatan atas
    setoran jaminan yang merupakan bank garansi dan jaminan atas barang.
14. Utang Bank
    Kenaikan saldo Utang Bank sebesar 48,94% atau setara dengan Rp. 227,88 Milyar dari sebesar
    Rp. 465,67 Milyar menjadi Rp. 693,55 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman pada PT Bank
    Mandiri (Persero) Tbk - Entitas Induk dan Entitas Anak PT Bukaka Forging Industries.
15. Utang Usaha
    Peningkatan saldo Utang Usaha sebesar 25,62% atau setara dengan Rp. 147,04 Milyar dari sebesar
    Rp. 573,86 Milyar menjadi Rp 720,91 Milyar dikarenakan adanya pengakuan utang kepada pihak ketiga setelah
    uang muka proyek atau progress pekerjaan diterima oleh Perusahaan. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega
    Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain
    itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima
    dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
    konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.

16. Utang Pajak
    Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 63,22% atau setara dengan Rp. 34,50 Milyar dari sebesar Rp. 54,57 Milyar
    menjadi Rp. 20,07 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
    penghasilan lainnya. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci
    Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT
    Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%.
    Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
    kepemilikan tidak langsung.
17. Utang Bank (Jangka Pendek)
    Penurunan saldo Utang Bank (Jangka Pendek) sebesar 70,67% atau setara dengan Rp. 155,09 Milyar dari sebesar
    Rp. 219,46 Milyar menjadi Rp. 64,36 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang bank atas pinjaman
    dari Entitas Anak Perusahaan. Penambahan Entitas Anak Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Energi - PT
    Petro Hidro Optima pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Perusahaan melalui Entitas Anak - PT Bukaka
    Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga
    penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
    kepemilikan tidak langsung.
18. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Pendek)
    Penurunan utang sewa pembiayaan (Jangka Pendek) sebesar 40,43% atau setara dengan Rp. 4,13 Milyar karena
    pembayaran cicilan kepada pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak
    leasing lainnya) atas pembelian aset tetap.
19. Liabilitas Imbalan Kerja
    Kenaikan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 119,63% atau setara dengan Rp. 12,00 Milyar dari sebesar Rp.
    10,03 Milyar menjadi Rp. 22,04 Milyar terjadi dikarenakan penambahan kewajiban imbalan kerja tahun berjalan.
    Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari
    kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah
    mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan
    saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak
    langsung.
Page 7
20. Utang Bank (Jangka Panjang)
    Kenaikan saldo Utang Bank (Jangka Panjang) sebesar 687,34% atau setara dengan Rp. 11.789,91 Milyar dari
    sebesar Rp. 1.715,30 Milyar menjadi Rp. 13.505,21 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman
    baru dari Entitas Anak-PT Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Penambahan Entitas Anak
    Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Energi - PT Petro Hidro Optima pada PT Bank Negara Indonesia
    (Persero) Tbk, serta Entitas Anak Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Mega Investama - PT Kerinci
    Merangin Hidro pada Utang Sindikasi yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero)
    Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Perusahaan melalui PT
    Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
    55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro
    Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah
    dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.

21. Utang Lain-Lain (Jangka Panjang)
    Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 39,67% atau setara dengan Rp. 3,85 Milyar dari sebesar Rp. 9,70 Milyar
    menjadi Rp. 13,55 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
    dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka panjang.

22. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
    Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 99,71% atau setara dengan Rp. 3,67 Milyar karena pembayaran
    cicilan kepada pihak leasing (Mandiri Tunas Finance, Astra Sedaya Finance serta beberapa pihak leasing lainnya)
    atas pembelian aset tetap.


Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 30 September 2025 dengan Saldo per 31 Desember
2024 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.

Terima kasih

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.33 MB
Published29 Oct 2025
Pages7
Characters21,107
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bukaka Mega Investama p.4 ×23
linked org PT Bank Mandiri p.4 ×15
linked org PT Kerinci Merangin Hydro p.5
linked org PT Bumi Mineral Sulawesi. p.5
linked org Mandiri Tunas Finance p.6 ×2
linked org Astra Sedaya Finance p.7
unresolved org Bank BRI p.4
unresolved org Bank Mandiri. Perusahaan p.4
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro p.4 ×13
unresolved org PT Bukaka Energi p.4 ×12
unresolved org PT Petro Hidro Optima p.4 ×13
unresolved org PT Baja Titian Utama p.4 ×2
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia p.4
unresolved org PT Bukaka Forging Industries. p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result