Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Sept 2025.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Page 2
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 30 September 2025 Rp. 2.448.439.104
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.374.403.322 74.035.782 3,12%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 30 September 2025 Rp. 20.723.015.077
Per 31 Desember 2024 Rp. 6.778.255.408 13.944.759.669 205,73%
A TOTAL ASET
Per 30 September 2025 Rp. 23.171.454.181
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 14.018.795.451 153,17%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 30 September 2025 Rp. 2.153.570.541
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.069.574.879 83.995.662 4,06%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 30 September 2025 Rp. 13.781.273.828
Per 31 Desember 2024 Rp. 1.997.728.925 11.783.544.903 589,85%
B1. Total Liabilitas
Per 30 September 2025 Rp. 15.934.844.369
Per 31 Desember 2024 Rp. 4.067.303.804 11.867.540.565 291,78%
B2. EKUITAS
Per 30 September 2025 Rp. 7.236.609.812
Per 31 Desember 2024 Rp. 5.085.354.926 2.151.254.886 42,30%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 30 September 2025 Rp. 23.171.454.181
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 14.018.795.451 153,17%
Page 3
Detail Rasio Per 31 Desember 2024 dibandingkan dengan saldo Per 30 September 2025
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 30 September 2025 %
Kas dan Setara Kas 228.259.945 567.492.186 148,62%
Dana Yang Dibatasi Penggunaannya 163.468.104 287.062.727 75,61%
Piutang Usaha 470.452.860 535.561.311 13,84%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 394.191.342 128.388.576 -67,43%
Piutang Lain-Lain 2.516.418 3.290.078 30,74%
Persediaan 648.774.279 354.857.535 -45,30%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 258.105.739 473.451.535 83,43%
Pajak Dibayar Dimuka 208.634.635 98.335.156 -52,87%
2.374.403.322 2.448.439.104 3,12%
Uang Muka 255.465.546 98.992.646 -61,25%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 3.160.998 3.226.810 2,08%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 1.443.237 2.277.616 57,81%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.516.516.128 1.706.869.192 12,55%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 3.886.238.102 2.845.267.808 -26,79%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 44.544.656 46.176.116 3,66%
Aset Tetap 1.061.710.918 1.472.777.697 38,72%
Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air - 14.532.087.847 #DIV/0!
Aset Lain-Lain 9.175.823 15.339.345 67,17%
Goodwill - - 0,00%
6.778.255.408 20.723.015.077 205,73%
9.152.658.730 23.171.454.181 153,17%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 30 September 2025 %
Utang Bank 465.675.240 693.554.361 48,94%
Utang Usaha 573.867.225 720.913.162 25,62%
Utang Lain-Lain 5.374.541 4.449.715 -17,21%
Utang Pajak 54.572.113 20.069.931 -63,22%
Uang Muka Pelanggan 111.770.378 112.778.273 0,90%
Beban Masih Harus Dibayar 610.424.341 507.134.618 -16,92%
Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
- Utang Bank 219.456.000 64.362.813 -70,67%
- Utang Pihak Yang Berelasi 18.227.019 18.227.019 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 10.208.022 6.080.649 -40,43%
2.069.574.879 2.147.570.541 3,77%
Utang Kepada Pihak Berelasi 258.989.490 240.438.986 -7,16%
Liabilitas Imbalan Kerja 10.035.618 22.041.456 119,63%
Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
- Pinjaman Bank 1.715.300.210 13.505.213.705 687,34%
- Utang Lain-Lain 9.702.228 13.551.510 39,67%
- Utang Sewa Pembiayaan 3.701.379 28.171 -99,24%
1.997.728.925 13.781.273.828 589,85%
4.067.303.804 15.928.844.369 291,63%
Page 4
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan sebesar 148,62% dari Rp. 339,23 Milyar menjadi Rp. 567,49
Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penerimaan dari Pihak ke ketiga dan ditempatkan dalam deposito dengan
mata uang Rupiah pada Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama
telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu,
Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari
kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.
2. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 75,61% dari sebesar Rp. 163,47 Milyar
menjadi Rp. 287,06 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya
sebesar Rp. 192,24 Milyar dari sebesar Rp. 75,52 Miliar yang salah satunya merupakan deposito di PT Bank
Mandiri atas dana cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional sesuai dengan
Perjanjian Kredit terakhir dan deposito yang digunakan sebagai jaminan kepada PT Bank Mandiri sehubungan
dengan permohonan Kredit Agunan Surat Berharga (KASB) Perusahaan.
Selain itu peningkatan dikarenakan rekening yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp. 94,82 Milyar dari sebesar
Rp. 87,94 Milyar yang merupakan dana dalam bentuk rekening bank yang dimiliki di PT Bank Mandiri digunakan
sebagai jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan
dan 1 (satu) kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas.
3. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
Penurunan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 67,43% atau setara dengan Rp. 265,80 Milyar dari
semula sebesar Rp. 394,19 Milyar menjadi Rp. 128,39 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah
dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan
sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak
tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi
selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai
ketentuan dalam kontrak.
4. Piutang lain-lain
Kenaikan saldo Piutang Lain-Lain sebesar 30,74% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 2,52 Milyar menjadi
sebesar Rp. 3,29 Milyar. Hal ini dikarenakan penambahan pinjaman oleh pihak ketiga lainnya yang bukan dalam
transaksi usaha dan akan dikembalikan dalam jangka pendek.
5. Persediaan
Penurunan Persediaan sebesar 45,30% atau setara dengan Rp. 293,91 Milyar dari sebesar Rp. 648,77 Milyar
menjadi sebesar Rp. 354,86 Milyar lebih disebabkan karena sudah selesainya beberapa proyek yang yang nilainya
cukup signifikan seperti beberapa proyek pembangunan PLTA, proyek jembatan, proyek garbarata dan beberapa
proyek lainnya.
Page 5
6. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 83,43% dari semula Rp. 258,11 Milyar menjadi
sebesar Rp. 473,45 Milyar karena peningkatan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok dan
uang muka pembelian material untuk penyelesaian Proyek Garbarata, Proyek transmisi PLN, Proyek Oil dan Gas
yang saat ini sedang dalam proses pembangunan/pengerjaan, dan beberapa proyek lainnya. Perusahaan melalui
PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro
Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah
dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.
7. Pajak Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 52,87% atau setara dengan Rp. 110,30 Milyar dari saldo per 31
Desember 2024 sebesar Rp. 208,63 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan Nilai. Perusahaan melalui PT Bukaka
Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%.
Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro
Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.
8. Uang Muka
Penurunan saldo Uang Muka sebesar 61,25% dari semula Rp. 255,46 Milyar menjadi sebesar Rp. 98,99 Milyar
karena adanya laporan realisasi pos uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak - PT Bukaka Mega
Investama ke PT Kerinci Merangin Hydro dan PT Bumi Mineral Sulawesi.
9. Pinjaman Direksi dan Karyawan
Kenaikan saldo Pinjaman Direksi dan Karyawan sebesar 57,81% dari semula Rp. 1,44 Milyar menjadi sebesar
Rp. 2,28 Milyar karena adanya penambahan pinjaman dari pihak direksi dan karyawan.
10. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
Penurunan saldo Penyertaan pada Entitas Asosiasi sebesar 26,79% atau sebesar Rp. 1.040,97 Milyar dikarenakan
Perusahaan melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Petro Hidro
Optima dari 34,37% menjadi 99,99%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada
perusahaan asosiasi. Sejak tanggal tersebut, PT Petro Hidro Optima dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas
anak kepemilikan tidak langsung Grup. Kemudian, Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan melalui Entitas
Anak - PT Bukaka Mega Investama meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Kerinci Merangin Hidro dari 49,62%
menjadi 55,29%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada perusahaan
asosiasi. Sejak tanggal tersebut, PT Kerinci Merangin Hidro dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
kepemilikan tidak langsung.
11. Aset Tetap
Peningkatan Aset Tetap sebesar 38,72% dari semula Rp. 1.061,71 Milyar menjadi sebesar Rp. 1.472,77 Milyar
merupakan penambahan harga perolehan aset tetap sebesar Rp. 596,05 Milyar dari semula Rp.314,99 Milyar.
Penambahan harga perolehan atas tanah, mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, peralatan kantor dan aset
dalam pelaksanaan. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci
Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak -
PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%.
Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
kepemilikan tidak langsung.
12. Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air
Kenaikan saldo Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 100,00% dari semula Rp. 0 menjadi sebesar
Rp. 14,532,09 Milyar karena adanya penambahan pinjaman dari pihak direksi dan karyawan. Perusahaan melalui
PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
55,29%. Sebelumnya, investasi dicatat dengan metode ekuitas sebagai investasi pada perusahaan asosiasi. Sejak
tanggal tersebut, PT Kerinci Merangin Hidro dikonsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak
langsung.
Page 6
Aset PLTA dalam pembangunan adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Kerinci Merangin dengan
memanfaatkan aliran air dari sungai Merangin dan sungai Imat yang berhulu ke Danau Kerinci sebagai sumber
energi pembangkit listrik yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rencana kapasitas PLTA Kerinci
Merangin yang akan dibangun adalah sebesar 4x87,5 MW dengan estimasi biaya sebesar USD 763,011,000 atau
sebesar Rp11,4 triliun dan diperkirakan akan memakan waktu selama 84 bulan terhitung sejak penandatanganan
Power Purchase Agreement (PPA).
13. Aset Lain-Lain
Kenaikan saldo Aset Lain-Lain sebesar 67,17% atau sebesar Rp 6,16 Milyar karena adanya peningkatan atas
setoran jaminan yang merupakan bank garansi dan jaminan atas barang.
14. Utang Bank
Kenaikan saldo Utang Bank sebesar 48,94% atau setara dengan Rp. 227,88 Milyar dari sebesar
Rp. 465,67 Milyar menjadi Rp. 693,55 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman pada PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk - Entitas Induk dan Entitas Anak PT Bukaka Forging Industries.
15. Utang Usaha
Peningkatan saldo Utang Usaha sebesar 25,62% atau setara dengan Rp. 147,04 Milyar dari sebesar
Rp. 573,86 Milyar menjadi Rp 720,91 Milyar dikarenakan adanya pengakuan utang kepada pihak ketiga setelah
uang muka proyek atau progress pekerjaan diterima oleh Perusahaan. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega
Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain
itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima
dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan
konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.
16. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 63,22% atau setara dengan Rp. 34,50 Milyar dari sebesar Rp. 54,57 Milyar
menjadi Rp. 20,07 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
penghasilan lainnya. Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci
Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT
Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%.
Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
kepemilikan tidak langsung.
17. Utang Bank (Jangka Pendek)
Penurunan saldo Utang Bank (Jangka Pendek) sebesar 70,67% atau setara dengan Rp. 155,09 Milyar dari sebesar
Rp. 219,46 Milyar menjadi Rp. 64,36 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang bank atas pinjaman
dari Entitas Anak Perusahaan. Penambahan Entitas Anak Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Energi - PT
Petro Hidro Optima pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Perusahaan melalui Entitas Anak - PT Bukaka
Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga
penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak
kepemilikan tidak langsung.
18. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Pendek)
Penurunan utang sewa pembiayaan (Jangka Pendek) sebesar 40,43% atau setara dengan Rp. 4,13 Milyar karena
pembayaran cicilan kepada pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak
leasing lainnya) atas pembelian aset tetap.
19. Liabilitas Imbalan Kerja
Kenaikan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 119,63% atau setara dengan Rp. 12,00 Milyar dari sebesar Rp.
10,03 Milyar menjadi Rp. 22,04 Milyar terjadi dikarenakan penambahan kewajiban imbalan kerja tahun berjalan.
Perusahaan melalui PT Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari
kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah
mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan
saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak
langsung.
Page 7
20. Utang Bank (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Bank (Jangka Panjang) sebesar 687,34% atau setara dengan Rp. 11.789,91 Milyar dari
sebesar Rp. 1.715,30 Milyar menjadi Rp. 13.505,21 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman
baru dari Entitas Anak-PT Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Penambahan Entitas Anak
Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Energi - PT Petro Hidro Optima pada PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, serta Entitas Anak Kepemilikan Tidak Langsung dari PT Bukaka Mega Investama - PT Kerinci
Merangin Hidro pada Utang Sindikasi yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Perusahaan melalui PT
Bukaka Mega Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi
55,29%. Selain itu, Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro
Hidro Optima dari kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah
dilakukan konsolidasian secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung.
21. Utang Lain-Lain (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 39,67% atau setara dengan Rp. 3,85 Milyar dari sebesar Rp. 9,70 Milyar
menjadi Rp. 13,55 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka panjang.
22. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 99,71% atau setara dengan Rp. 3,67 Milyar karena pembayaran
cicilan kepada pihak leasing (Mandiri Tunas Finance, Astra Sedaya Finance serta beberapa pihak leasing lainnya)
atas pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 30 September 2025 dengan Saldo per 31 Desember
2024 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank BRI
p.4
unresolved
org
Bank Mandiri. Perusahaan
p.4
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro
p.4 ×13
unresolved
org
PT Bukaka Energi
p.4 ×12
unresolved
org
PT Petro Hidro Optima
p.4 ×13
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.4 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.4
unresolved
org
PT Bukaka Forging Industries.
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.