Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 35
Page 1
PAPARAN PUBLIK
Kamis, 30 Oktober 2025
www.ptsuparmatbk.com
Page 2
AKSI KORPORASI
Page 3
RUPSLB Perseroan
Pada Kamis, 30 Oktober 2025 Perseroan menyelenggarakan RUPSLB
dengan mata acara sebagai berikut:
Persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor
Perseroan sehubungan dengan pembagian dividen saham
yang berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
dalam rangka penambahan kegiatan usaha Perseroan, yang
disertai penyampaian hasil studi kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha dimaksud.
Page 4
Pembagian Dividen Saham
Jumlah saldo laba yang dikapitalisasi
Sumber Pembagian Dividen:
atas dividen saham terbagi atas
Kapitalisasi Saldo Laba sebanyak-banyaknya
Tahun 2024 946.227.663 saham
Rasio Pembagian Dividen Saham Tanggal Penting:
100 : 30 DPS berhak Dividen Saham
Selasa, 11 November 2025
setiap 100 saham lama dengan nilai
nominal Rp 400,- per lembar saham, akan
memperoleh 30 saham baru dengan nilai Pembagian Dividen Saham
nominal Rp 400,- dengan pembulatan ke
bawah. Selasa, 25 November 2025
Page 5
Tujuan Pembagian Dividen Saham Meningkatkan modal disetor agar memperkuat struktur permodalan Perseroan sehingga mempermudah memperoleh alternatif pendanaan untuk pengembangan usaha. Meningkatkan distribusi laba Perseroan kepada pemegang saham tanpa membebani kemampuan keuangan Perseroan. Menambah jumlah saham beredar sehingga likuiditas saham Perseroan meningkat. Peningkatkan jumlah saham beredar secara teoritis akan menurunkan harga saham sehingga membuka peluang bagi investor dengan modal terbatas untuk ikut terlibat dalam transaksi saham Perseroan.
Page 6
Penambahan Kegiatan Usaha
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan
usaha Perseroan dan tentunya akan berdampak pula terdahap kondisi keuangan Perseroan.
Hal ini diharapkan pula dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.
Penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
1
Produksi dan Penjualan Batako
KBLI 38220 - Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya
KBLI 23952 - Industri Barang Dari Kapur
KBLI 23953 - Industri Barang Dari Semen dan Kapur Untuk Konstruksi
2 Industri Kimia Dasar
KBLI 20111 - Industri Kimia Dasar Anorganik Khlor dan Alkali
3 Pengolahan Sampah untuk Bahan Bakar Alternatif
KBLI 38211 - Treatment dan Pembuangan Limbah dan Sampah Tidak Berbahaya
Page 7
Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya
Penambahan Kegiatan Usaha
1 Produksi dan Penjualan Batako
Untuk menunjang kegiatan usaha utama Perseroan di bidang produksi kertas dan
tissue, Perseroan memiliki Power Plant sebagai pembangkit listrik untuk memenuhi
kebutuhan listrik Perseroan. Power Plant beroperasi dengan menggunakan bahan
bakar batu bara, dimana pembakaran batu bara tersebut menghasilkan Fly Ash dan
Bottom Ash (FABA). Fly Ash (Abu Terbang) adalah sisa-sisa abu dan partikel yang tidak
terbakar, sedangkan Bottom Ash (Abu Dasar) adalah residu yang jatuh ke dasar tungku
pembakaran.
Rencana penambahan kegiatan usaha produksi dan penjualan batako merupakan
upaya pemanfaatan FABA sebagai bahan baku utama batako. Upaya pemanfaatan
FABA dapat menjadi solusi inovatif yang memberikan manfaat ganda bagi Perseroan,
yaitu mengurangi limbah batu bara FABA dan menciptakan produk konstruksi yang lebih
terjangkau harganya dan ramah lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan prinsip ekonomi
sirkular, di mana limbah diolah menjadi sumber daya yang bernilai tambah untuk
Perseroan.
Pemakai akhir dari hasil produksi atas penambahan kegiatan usaha Produksi dan
Penjualan Batako adalah pihak pengembang perumahan, kontraktor sipil, dan
distributor bahan bangunan.
Page 8
Pertimbangan, dan Alasan Dilakukannya
Penambahan Kegiatan Usaha
2 Industri Kimia Dasar
Soda Plant Perseroan memiliki fungsi proses kaustikasi yang dapat
menghasilkan serat kertas menjadi lebih bersih dan berkualitas tinggi. Proses
kaustikasi memerlukan garam dimana penggunaan garam NaOH merupakan
bagian dari proses produksi Perseroan.
Penambahan kegiatan usaha ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik
Indonesia No. 17 Tahun 2025 mengenai Percepatan Pembangunan
Pergaraman Nasional Pasal 3 (1) huruf m tentang kebutuhan garam untuk
industri kimia. Untuk memenuhi kebutuhan garam NaOH dan sesuai peraturan
tersebut, Perseroan memerlukan penambahan KBLI 20111.
Pemakai akhir dari hasil produksi atas penambahan kegiatan usaha Industri
Kimia Dasar adalah industri kertas dan pulp, industri tekstil, industri aluminium,
industri kimia, dan industri pengolahan limbah.
Page 9
Pertimbangan, dan Alasan Dilakukannya
Penambahan Kegiatan Usaha
3
Pengolahan Sampah untuk Bahan Bakar Alternatif
Refused Derived Fuel (RDF) merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers
menjadi ukuran yang lebih kecil, atau mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif sebagai
pengganti batu bara.
Penggunaan RDF menawarkan berbagai manfaat dari segi lingkungan, ekonomi, dan energi, yaitu:
• Mengurangi Volume Sampah: Dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar, volume
sampah yang berakhir di TPA dapat dikurangi secara signifikan.
• Energi Alternatif Ramah Lingkungan: Dibandingkan batubara, RDF menghasilkan emisi karbon
yang lebih rendah. RDF juga membantu Perseroan mengurangi jejak karbon.
• Efisiensi Ekonomi: Pengolahan sampah untuk bahan bakar alternatif (RDF) dapat menghemat
biaya energi, terutama bagi Perseroan yang bergantung pada batu bara.
• Mengurangi Ketergantungan pada Energi Fosil: RDF menjadi solusi untuk transisi energi dari
bahan bakar fosil menuju energi terbarukan.
RDF dapat memberikan solusi nyata dalam mengatasi permasalahan sampah dan krisis energi secara
bersamaan. Dengan proses produksi yang terstruktur dan nilai kalori yang kompetitif, RDF dapat menjadi
bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Pemakai akhir dari hasil produksi atas penambahan kegiatan usaha Pengolahan Sampah untuk Bahan
Bakar Alternatif adalah industri semen, industri kertas & pulp.
Page 10
KINERJA PERSEROAN
Page 11
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 137.185.800.504 277.714.629.913
Investasi jangka pendek - -
Piutang usaha 200.825.408.461 232.984.778.996
Piutang lain-lain 4.157.938.127 3.859.404.046
Persediaan 979.772.783.755 896.871.556.685
Pajak dan biaya dibayar di muka 11.562.496.264 4.215.961.012
Uang muka pembelian 137.962.923.702 19.298.035.051
Jumlah Aset Lancar 1.471.467.350.813 1.434.944.365.703
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan 10.603.541.791 26.522.243.764
Aset tetap – neto 2.006.830.602.433 1.888.231.063.348
Aset takberwujud – neto 2.392.269.439 2.449.683.906
Aset lain-lain 56.196.904.651 40.539.557.594
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.076.023.318.314 1.957.742.548.612
JUMLAH ASET 3.547.490.669.127 3.392.686.914.315
Page 12
30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 360.910.818.760 334.331.175.748
Utang usaha 138.299.114.251 130.896.608.537
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Utang pajak 10.015.877.516 15.608.882.949
Utang dividen 209.666.643 209.666.643
Biaya masih harus dibayar 4.781.635.126 5.152.973.064
Liabilitas kontrak 913.608.389 891.034.483
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Surat berharga jangka menengah 166.800.000.000 -
(Lanjutan)
Liabilitas sewa 38.047.056.815 20.802.393.681
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 719.977.777.500 507.892.735.105
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang – setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Bank 11.670.415.072 -
Surat berharga jangka menengah 66.222.650.567 225.553.666.972
Liabilitas sewa 39.213.826.985 25.614.960.988
Liabilitas pajak tangguhan – neto 226.736.568.666 218.381.542.764
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 30.562.143.710 30.562.143.710
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 374.405.605.000 500.112.314.434
Jumlah Liabilitas 1.094.383.382.500 1.008.005.049.539
Page 13
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 September 2025 31 Desember 2024
EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp 400 per saham
Modal dasar – 5.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh –
(Lanjutan)
3.154.092.216 saham 1.261.636.886.400 1.261.636.886.400
Tambahan modal disetor 4.319.905.150 4.319.905.150
Saldo Laba
Dicadangkan 112.000.000.000 92.000.000.000
Belum dicadangkan 1.077.602.910.618 1.029.177.488.767
Komponen ekuitas lain (2.452.415.541) (2.452.415.541)
Jumlah Ekuitas 2.453.107.286.627 2.384.681.864.776
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.547.490.669.127 3.392.686.914.315
Page 14
30 September
2025 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
PENJUALAN BERSIH 1.990.050.141.391 1.961.936.091.347
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.675.822.719.847) (1.642.284.704.222)
LAPORAN LABA RUGI DAN
LABA KOTOR 314.227.421.544 319.651.387.125
15,8% 16,3%
Pendapatan lain-lain
6.624.125.936 10.100.421.342
Beban penjualan
(94.344.896.788) (91.984.190.416)
Beban umum dan administrasi (79.183.322.217) (72.075.456.627)
Beban keuangan (33.100.911.409) (30.383.132.167)
Laba (rugi) selisih kurs – bersih (19.636.356.816) 11.139.938.704
Beban lain-lain (6.098.149.842) (216.983.595)
LABA SEBELUM TAKSIRAN BEBAN PAJAK
88.487.910.408 146.231.984.366
TAKSIRAN BEBAN PAJAK
Kini (11.707.462.655) (19.404.426.281)
Tangguhan (8.355.025.902) (11.958.670.183)
Jumlah Taksiran Beban Pajak (20.062.488.557) (31.363.096.464)
LABA PERIODE BERJALAN 68.425.421.851 114.868.887.902
LABA PER SAHAM DASAR 22 36
Page 15
LAPORAN ARUS KAS
30 September
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.228.405.968.370 2.185.555.950.547
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (1.653.458.123.998) (1.572.673.473.108)
Direksi dan karyawan (153.237.278.723) (138.310.873.299)
Kas yang dihasilkan dari operasi 421.710.565.649 474.571.604.140
Penerimaan kas dari penghasilan bunga 5.223.284.580 5.579.485.900
Pembayaran beban keuangan (32.174.824.158) (30.528.830.371)
Pembayaran pajak penghasilan (18.818.353.854) (18.433.598.946)
Penerimaan dari (pembayaran untuk) lain-lain 2.838.297.340 3.159.195.709
Penerimaan dari taksiran tagihan pajak penghasilan 13.032.449.198 -
Penambahan investasi saham - (40.489.809.700)
Pelepasan investasi saham - 37.100.415.100
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 391.811.418.755 430.958.461.832
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset lain-lain (15.657.347.057) (7.544.527.057)
Pengurangan aset lain-lain - 1.877.763.472
Perolehan aset tetap (32.404.054.690) (30.037.385.705)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (48.061.401.747) (35.704.149.290)
Page 16
LAPORAN ARUS KAS
30 September
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran untuk utang bank (277.406.261.549) (43.856.404.421)
Penarikan utang bank
1.544.546.341.298 2.173.608.190.271
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pembayaran utang bank
(1.780.522.928.954) (2.607.871.642.764)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Penerimaan dari liabilitas sewa 53.614.175.345 -
Pembayaran untuk liabilitas sewa (25.132.688.276) (30.008.208.404)
Pembayaran dividen tunai - (37.759.957.548)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (484.901.362.136) (545.888.022.866)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (141.151.345.128) (150.633.710.324)
Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan bank 622.515.719 5.397.424.667
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 277.714.629.913 311.955.972.514
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 137.185.800.504 166.719.686.857
Page 17
Ringkasan Kinerja Perseroan
(Perbandingan 30 September 2025 dan 31 Desember 2024)
Jumlah aset pada 30 September 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 154,8
miliar menjadi Rp 3.547,5 miliar atau meningkat 4,6% terutama disebabkan oleh
naiknya saldo uang muka pembelian sebesar 7x dari semula Rp 19,3 miliar pada
31 Desember 2024 menjadi Rp 138 miliar pada 30 September 2025.
Peningkatan saldo uang muka pembelian pada posisi 30 September 2025
terutama disebabkan oleh adanya uang muka pembelian untuk Paper Machine
No. 11 sebesar Rp 88 miliar di Aset Tetap dan uang muka pembelian untuk
sparepart Paper Machine No. 11 sebesar Rp 36 miliar di Persediaan.
Liabilitas pada 30 September 2025 meningkat sebesar Rp 86,4 miliar menjadi
Rp 1.094,4 miliar atau naik 8,6% karena adanya perjanjian transaksi sale and
leaseback baru dengan PT Mitsubishi HC Capital pada 4 Juni 2025 dengan nilai
pembiayaan USD 3.331.636 yang akan jatuh tempo pada 20 Maret 2028.
Ekuitas pada 30 September 2025 mengalami peningkatan sebesar
Rp 68,4 miliar menjadi Rp 2.453,1 miliar atau meningkat 2,9% terutama
disebabkan adanya peningkatan saldo laba belum dicadangkan sebesar Rp 48,4
miliar atau 4,7%.
Page 18
Ringkasan Kinerja Perseroan
(Perbandingan 30 September 2025 dan 30 September 2024)
Meskipun harga jual rata-rata kertas selama sembilan bulan yang berakhir pada
30 September 2025 mengalami penurunan 2% dari Rp 11.939 menjadi Rp
11.703, namun kuantitas penjualan kertas meningkat 4.693 MT atau 2,9%
menjadi 168.988 MT.
Hal ini menyebabkan penjualan bersih kertas selama sembilan bulan yang
berakhir pada 30 September 2025 masih mengalami sedikit peningkatan sebesar
16,2 miliar atau 0,8% menjadi Rp 1.977,7 miliar.
Laba periode berjalan selama sembilan bulan yang berakhir pada
30 September 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 46,4 miliar atau 40,4%
menjadi Rp 68,4 miliar yang terutama disebabkan oleh Perseroan mengalami rugi
selisih kurs sebesar Rp 19,6 miliar, sedangkan pada 30 September 2024
Perseroan mengalami laba selisih kurs sebesar Rp 11,1 miliar.
Rugi selisih kurs tersebut dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap
USD. Pada posisi 30 September 2024, 1 USD bernilai Rp 15.138 sedangkan pada
posisi 30 September 2025, 1 USD menjadi bernilai Rp 16.680.
Page 19
Ringkasan Kinerja Perseroan
(Perbandingan 30 September 2025 dan 30 September 2024)
Pada periode 30 September 2025, Perseroan membukukan saldo akhir
kas dan bank sebesar Rp 137,2 miliar atau mengalami penurunan
sebesar 17,7% dari saldo akhir periode 30 September 2024 yang
sebesar Rp 166,7 miliar.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama periode 30
September 2025 mengalami penurunan 9,1% dari semula 430,9 miliar
pada 30 September 2024 menjadi Rp 391,8 miliar. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh menurunnya kas yang dihasilkan dari
operasi sebesar 11,1% karena naiknya saldo pembayaran kepada
pemasok sebesar 5,1%.
Page 20
Ringkasan Kinerja Perseroan
(Perbandingan 30 September 2025 dan 30 September 2024)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi di periode 30
September 2025 mengalami peningkatan sebesar 34,6% menjadi Rp
48,1 miliar dibandingkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi di periode 30 September 2024 sebesar Rp 35,7 miliar.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya penambahan asset lain-
lain sebesar Rp 15,6 miliar dan perolehan asset tetap sebesar Rp 32,4
miliar.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pada periode 30 September 2025, arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan menurun sebesar 11,2% dari semula Rp
545,9 miliar menjadi Rp 484,9 miliar yang disebabkan oleh adanya
penerimaan dari liabilitas sewa sebesar Rp 53,6 miliar..
Page 21
1.000
2.000
2.500
3.000
1.500
0
500
1994 132
1995 178
1996 151
1997 171
1998 385
1999 408
2000 458
2001 455
2002 409
2003 470
2004 546
2005 579
2006 688
2007 815
2008 1.038
2009 1.020
2010 1.163
2011 1.190
2025* = Target
2012 1.275
2013
(Dalam Miliar Rupiah)
1.396
2014 1.551
PENJUALAN BERSIH
2015 1.622
2016 1.932
2017 2.093
2018 2.389
2019 2.514
2020 2.151
2021 2.794
2022 3.138
2023 2.659
2024 2.730
2025* 2.800
Page 22
50
0
100
150
200
250
1994
102
1995
121
1996
117
1997
116
1998
114
1999
122
2000
118
2001
119
2002
117
2003
136
2004
138
2005
141
2006
146
2007
155
2008
159
2009
165
2010
166
2011
163
2025* = Target
2012
179
2013
183
Dalam Metric Ton (MT)
2014
184
2015
194
2016
205
2017
208
2018
218
KAPASITAS PRODUKSI TERPAKAI
2019
205
2020
199
2021
208
2022
223
2023
220
2024
224
2025*
226
Page 23
0
1.000
1.500
2.000
2.500
3.000
3.500
500
4.000
1994 243
1995 275
1996 415
1997 778
1998 989
1999 944
2000 976
2001 1.037
2002 1.043
2003 1.032
2004 1.313
2005 1.320
2006 1.381
2007 1.502
2008 1.565
2009 1.433
2010 1.490
ASET
2011 1.552
2012 1.664
2013
(Dalam Miliar Rupiah)
1.767
2014 2.092
2015 2.185
2016 2.159
2017 2.176
2018 2.283
2019 2.372
2020 2.316
2021 2.746
2022 3.239
2023 3.304
2024 3.393
Sep 2025 3.547
Page 24
0
500
1.500
2.500
1.000
2.000
1994 171
1995 185
1996 190
1997 392
1998 482
1999 503
2000 329
2001 268
2002 211
2003 222
2004 397
2005 406
2006 449
2007 676
2008 662
2009 689
2010 718
2011 752
EKUITAS
2012 780
2013 756
(Dalam Miliar Rupiah)
2014 796
2015 753
2016 1.079
2017 1.172
2018 1.255
2019 1.378
2020 1.531
2021 1.815
2022 2.146
2023 2.319
2024 2.385
Sep 2025 2.453
Page 25
0
1.000
1.400
200
400
600
800
1.200
1994 87
1995 87
1996 156
1997 156
1998 156
1999 464
2000 496
2001 496
2002 496
2003 496
2004 397
2005 397
2006 397
2007 597
2008 597
2009 597
2010 597
2011 597
2012 597
(Dalam Miliar Rupiah)
2013 597
MODAL SAHAM
2014 597
2015 597
2016 846
2017 846
2018 846
2019 846
2020 846
2021 1.116
2022 1.262
2023 1.262
2024 1.262
Sep 2025 1.262
Page 26
PERBANDINGAN KINERJA
30 September 2025 30 September 2024
Rasio Lancar
2,0x 3,1x
(Rasio Aset Lancar Terhadap Liabilitas Jangka Pendek)
Rasio Pinjaman Terhadap Ekuitas 0,28 0,23
Rasio Penjualan Bersih Terhadap Pinjaman 2,9 3,5x
Produksi ( MT ) 172.054 163.577
Tingkat Utilisasi 56,2% 53,5%
Marjin Kotor 15,8% 16,3%
Marjin Usaha 7,1% 7,9%
Beban Keuangan Rp 33 miliar Rp 30 miliar
EBITDA Rp 234,6 miliar Rp 250,6 miliar
Rasio EBITDA terhadap Beban Keuangan 7,1x 8,2x
Page 27
PERTUMBUHAN SELAMA PERIODE SEMBILAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2025
PENJUALAN BERSIH KERTAS
2025 2024 PERUBAHAN
JUMLAH (dalam Jutaan Rupiah) 1.977.714 1.961.479 0,8%
KUANTITAS (MT) 168.988 164.295 2,9%
HARGA JUAL RATA-RATA 11.703 11.939 (2,0%)
PRODUKSI MESIN KERTAS
REALISASI 2025 2024 PERUBAHAN
KAPASITAS TERPASANG (MT) 305.900 305.900 -
KAPASITAS TERPAKAI (MT) 172.054 163.577 5,2%
TINGKAT UTILISASI 56,2% 53,5% 2,7%
TARGET 2025
KAPASITAS TERPASANG (MT) 305.900
TARGET KAPASITAS TERPAKAI DALAM 1 TAHUN (MT) 225.800
TINGKAT UTILISASI DALAM 1 TAHUN 73,8%
Page 28
REALISASI VS TARGET
Realisasi Periode Target Pencapaian
Sembilan Bulan 2025 2025 (%)
PENJUALAN BERSIH 1.990 miliar 2.800 miliar 71,1 %
LABA KOTOR 314 miliar 448 miliar 70,1 %
LABA USAHA 141 miliar 196 miliar 71,9%
HASIL PRODUKSI 172.054 MT 225.800 MT 76,2%
KUANTITAS PENJUALAN KERTAS 168.988 MT 240.000 MT 68,5%
Page 29
RINGKASAN
Page 30
1 Penjualan bersih Perseroan selama periode sembilan bulan yang
berakhir 30 September 2025 mengalami sedikit kenaikan sebesar
1,4% dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama
pada tahun 2024. Kenaikan penjualan bersih tersebut disebabkan oleh
kenaikan kuantitas produk kertas sebesar 2,9%. Pencapaian ini setara
dengan 71,1% dari target penjualan bersih Perseroan yang sebesar
Rp 2.800 miliar.
Page 31
2 Kuantitas penjualan kertas Perseroan mengalami peningkatan 2,9%,
dari semula sebesar 164.295 MT menjadi 168.988 MT. Pencapaian ini
setara dengan 70,4% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan
yang sebesar 240.000 MT.
3 Hasil produksi kertas Perseroan mengalami peningkatan 5,2% dari
semula sebesar 163.577 MT menjadi 172.054 MT atau setara dengan
76,2% dari target produksi kertas tahun 2025 yang sebesar 225.800
MT, dengan target tingkat utilisasi sebesar 73,8%.
Page 32
4 Indikator kemampuan membayar hutang dan beban keuangan
Perseroan tetap terjaga:
»
»
Rasio Lancar sebesar 2,0x.
Rasio Pinjaman Terhadap Ekuitas sebesar 0,28x.
» Rasio Penjualan Bersih Terhadap Pinjaman sebesar 2,9x.
» Rasio EBITDA Terhadap Beban Keuangan sebesar 7,1x.
Page 33
Investasi Steam Boiler
Anggaran belanja modal :
Pendanaan:
± USD 10 juta
Seluruh anggaran
Realisasi per 30 September 2025 : didanai dari kas internal
± USD 9,8 juta (self financing)
Keunggulan:
Steam Boiler yang baru lebih ramah
lingkungan karena ditunjang dengan
spesifikasi penggunaan bahan baku batu
bara sebesar 25% atau sekitar 60% lebih Steam Boiler baru ini telah
rendah dibandingkan Steam Boiler berproduksi komersial pada
Perseroan yang sudah ada, serta sisanya Januari 2025
memanfaatkan sludge, limbah plastik dan
limbah kayu untuk diubah menjadi energi
panas.
Page 34
Investasi Paper Machine No. 11
Anggaran belanja modal : Pendanaan:
± USD 23 juta 1 2
Internal kas
Fasilitas kredit
investasi Perseroan
Realisasi per 30 September 2025
USD 17 juta USD 6 juta
± USD 3 juta
Produk yang dihasilkan :
Pada 6 Februari 2025 Tissue
Perseroan telah menandatangani
kontrak pembelian mesin utama
PM 11 dengan supplier mesin PM XI dapat menambah
kertas dari Finlandia senilai kapasitas terpasang
EUR 6,35 juta sebesar
± 27.000 MT
Page 35
Terima Kasih
Head Office & Factory : Jl. Mastrip No. 856 Karang Pilang – Surabaya 60221, Jawa Timur – Indonesia
Phone : (+6231) 7666666 | Hunting : (+6231) 7662490 | Fax : (+6231) 7663287 | E-mail : corp.sec@ptsuparmatbk.com
www.ptsuparmatbk.com
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mitsubishi HC Capital
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.