Back to announcement
20251024_TGUK_Laporan Informasi dan Fakta Material_31979653_lamp1.pdf
Other Text extracted TGUKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 23
Page 1
LAPORAN RINGKAS STUDI KELAYAKAN DALAM
RANGKA RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN
USAHA DENGAN KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN
USAHA INDONESIA (KBLI)
PT PLATINUM WAHAB NUSANTARA TBK
Cut Off Date
31 Juli 2025
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875910
Jakarta, 17 Oktober 2025
Kepada Yth,
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk
Ruko Golden Square Blok GS No. 2,
Jl. Ciater Raya, Kel. Mekarjaya, Kec. Serpong,
Tangerang Selatan, Banten 15321
No. Laporan : FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Hal : Laporan Ringkas Studi Kelayakan dalam Rangka Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
Dengan hormat,
LAPORAN RINGKAS STUDI KELAYAKAN
PT PLATINUM WAHAB NUSANTARA TBK
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 017/FDI/PB-FS/VIII/2025 tanggal 22 Agustus
2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (“TGUK”), untuk
melakukan studi kelayakan dalam Rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha per 31
Juli 2025 berupa penambahan 5 (lima) bidang usaha yaitu Industri Pengolahan Dan
Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas (KBLI 10130), Industri Makanan dan Masakan
Olahan (KBLI 10750), Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (KBLI 46321),
Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (KBLI 46322), dan Perdagangan
Besar Makanan dan Minuman Lainnya (KBLI 46339).
Maksud dan Tujuan
Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diperuntukkan
dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK terkait dengan
peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik
Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi
VII.2018). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, konsultan akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnnya
Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Juli 2025.
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut: a. Analisis Kelayakan Pasar; b. Analisis Kelayakan Teknis; c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis; d. Analisis Model Manajemen; dan e. Analisis Kelayakan Keuangan. Analisis Kelayakan Pasar Secara global, ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pascapengumuman kenaikan tarif efektif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang. Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok juga diprakirakan belum kuat, di tengah berbagai strategi diversifikasi ekspor. Sementara itu, kinerja perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih belum kuat sekitar 3,0%. Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek perekonomian global yang melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi. Dari sisi inflasi, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi inti yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,77% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Dari sisi penawaran, perkembangan ini dipengaruhi oleh perilaku bank yang cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit, di tengah DPK yang tumbuh meningkat menjadi 6,96% (yoy) pada Juni 2025. Bisnis frozen meat dan pengolahan makanan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat didorong oleh urbanisasi, meningkatnya pekerja perkotaan, dan permintaan akan produk siap-saji serta protein hewani. Pasar frozen meat diperkirakan terus tumbuh dengan CAGR menengah—laporan riset pasar menyebut valuasi pasar beku multi-miliar dolar AS pada pertengahan 2020-an dan proyeksi kenaikan sampai akhir dekade, seiring perluasan kanal ritel modern dan e-commerce. Selain itu investasi dan perluasan infrastruktur rantai dingin (cold Halaman 2 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 4
chain) turut memperbaiki ketersediaan dan kualitas distribusi produk beku, mendorong
penetrasi produk olahan seperti daging beku dan olahan siap masak.
Menurut data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), permintaan frozen food di Indonesia
terus meningkat dari tahun ke tahun. Nilai pasar makanan beku di tanah air sudah tembus
lebih dari Rp200 triliun pada tahun 2024 dan akan terus meningkat pada tahun 2025.
Berdasarkan analisis dari IMARC Group, pasar makanan beku Indonesia mencapai USD 3,4
miliar pada tahun 2024. Ke depannya, pasar ini diperkirakan akan mencapai USD 5,9 miliar
pada tahun 2033, dengan tingkat pertumbuhan (CAGR) sebesar 6,31% selama periode 2025-
2033. Meningkatnya tingkat urbanisasi di seluruh negeri, pertumbuhan kelas menengah
dengan pendapatan siap pakai yang lebih tinggi, kemajuan signifikan dalam logistik rantai
dingin, dan meningkatnya kesadaran kesehatan di kalangan konsumen merupakan
beberapa faktor kunci yang mendorong pasar ini.
Mengacu pada perkembangan pasar industri frozen meat dan food processing di Indonesia
secara umum, pangsa pasar, serta adanya perencanaan dan strategi pemasaran yang baik,
dapat disimpulkan bahwa rencana usaha TGUK mempunyai prospek yang cukup cerah
dimasa yang akan datang.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam rencana usaha TGUK, terkait kepentingan
perusahaan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI TGUK, maka disimpulkan
bahwa aspek pasar ini adalah layak.
Analisis Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya
manusia. Dalam industri pengolahan pangan, sejumlah teknik utama sering digunakan mulai
dari metode termal seperti pasteurisasi, sterilisasi, blanching, dan pemasakan
(cooking/baking/roasting) untuk membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme dan enzim
perusak; teknik pengawetan tradisional seperti pengeringan (drying/dehydration),
pengasapan (smoking), penggaraman atau penggunaan gula; serta teknik pendinginan dan
pembekuan (refrigeration/freezing) untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan
mikroba. Selain itu, fermentasi dipakai untuk mengubah tekstur, rasa, dan kandungan nutrisi
melalui aktivitas mikroba yang terkendali. Di sisi kemasan, teknologi modern seperti modified
atmosphere packaging (MAP) membantu memperpanjang umur simpan dengan
menyesuaikan komposisi gas di dalam kemasan agar respirasi dan aktivitas mikroba dapat
ditekan. Dalam proses produksinya, berikut merupakan kapasitas produksi berdasarkan
investasi mesin:
Kapasitas (Ton) Kapasitas (Ton)
No Produk Total Kapasitas (Ton)
2026 2029
1 Minced beef 240 240 480
2 Meatball 600 600 1.200
3 Bockwurst, sosis, basis 3.600 3.600 7.200
4 Burger, smoked beef 360 360 720
5 Chicken wings 360 360 720
6 Others 1.500 1.500 3.000
Total 6.660 6.660 13.320
Kebutuhan sumber daya manusia untuk kegiatan usaha baru TGUK mencakup perencanaan
tenaga kerja yang sesuai dengan skala dan tahapan operasional food processing, mulai dari
konstruksi hingga produksi. Dalam tahap produksi, operator produksi, quality control, teknisi,
Halaman 3 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 5
dan supervisor, karena mereka yang langsung memastikan keberlangsungan proses food
processing sesuai standar keamanan pangan. Jumlah dan kompetensi SDM harus disesuaikan
dengan kapasitas pengolahan pabrik. Selain tenaga kerja langsung, juga diperlukan personel
pendukung seperti tim laboratorium, personel keamanan, dan staf pendukung fasilitas (kantin,
transportasi, dan akomodasi). Strategi perekrutan diarahkan pada pemberdayaan tenaga
kerja lokal melalui pelatihan dan sertifikasi teknis, guna mendukung keberlanjutan sosial serta
efisiensi biaya operasional.
Pembangunan food processing akan memakan waktu kurang lebih selama 8 bulan (dimulai
dari bulan Januari 2026). Dalam kurun waktu tersebut di, terdapat 6 tahapan berdasarkan
persentase pembayaran proyek tersebut. Tahapan tersebut dibagi menjadi tahap I sebesar
10%, tahap II sebesar 30%, tahap III sebesar 30%, tahap IV sebesar 20%, tahap retensi sebesar
10%. Namun demikian, pada lokasi rencana bisnis saat ini sudah berdiri bangunan milik SBA,
dimana bangunan tersebut nantinya akan disewa oleh TGUK beserta dengan tanahnya.
Proses bisnis dalam industri frozen meat dan food processing melibatkan rantai nilai yang
panjang dan terintegrasi, dimulai dari pengadaan bahan baku daging segar atau produk
pertanian, kemudian melalui tahap pengolahan dengan teknologi modern untuk memastikan
standar higienitas, kualitas, serta kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan dan halal.
Setelah itu, produk melewati proses freezing dan penyimpanan dalam cold storage guna
menjaga umur simpan dan stabilitas kualitas, sebelum didistribusikan melalui rantai dingin ke
berbagai kanal, baik ritel modern, maupun e-commerce. Setiap tahapan sangat bergantung
pada efisiensi logistik, sistem manajemen mutu, serta kepatuhan standar internasional.
Digitalisasi juga mulai masuk dalam proses bisnis, misalnya penggunaan sistem ERP untuk
manajemen rantai pasok, big data untuk memantau permintaan pasar, serta e-commerce
untuk mempercepat penjualan langsung ke konsumen. Dengan integrasi yang baik antara
produksi, distribusi, pemasaran, dan layanan pelanggan, industri ini dapat menciptakan
efisiensi biaya, menjaga konsistensi kualitas, serta meningkatkan daya saing baik di pasar
domestik maupun global.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana TGUK memiliki pengalaman,
ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, kapasitas dan pengalaman yang
mencukupi, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.
Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif TGUK dalam kegiatan produksi
food processing dan frozen meat, kemampuan TGUK dalam menciptakan nilai tambah, dan
kemampuan TGUK untuk memitigasi risiko persaingan, sehingga TGUK yakin bahwa kegiatan
usaha ini akan berkelanjutan.
Berdasarkan infromasi dari manajemen, TGUK memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan
perusahaan yang bergerak dibidang sejenis. Keunggulan TGUK antara lain sebagai berikut:
a. Integrasi Hulu ke Hilir – TGUK membangun ekosistem industri makanan beku yang
terintegrasi dari pembibitan, produksi, pengolahan, hingga distribusi melalui cold chain
logistics, sehingga kualitas lebih terjaga dan margin usaha lebih sehat;
Halaman 4 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 6
b. Diversifikasi Lini Usaha – Selain mempertahankan brand F&B Teguk, TGUK menambahkan
lini frozen meat, frozen food, dan produk olahan siap masak/siap saji, sehingga
pendapatan lebih beragam dan risiko usaha berkurang;
c. Infrastruktur & SDM Unggul – Didukung fasilitas cold storage berkapasitas besar, armada
distribusi berpendingin dengan sistem pelacakan, serta tim manajemen dan tenaga
operasional berpengalaman di industri F&B dan logistik rantai dingin;
d. Jaringan Distribusi Luas – Model pemasaran mencakup modern retail, Horeka (hotel,
restoran, cafe), e-commerce, traditional trade, hingga direct-to-consumer (D2C),
memperluas akses pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor regional;
e. Dukungan Modal & Investor Strategis – Dengan masuknya Visionary Capital Global Pte.
Ltd., TGUK memiliki dukungan modal kerja, jaringan global, dan kemampuan ekspansi
yang lebih kuat tanpa menambah beban pinjaman baru.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen TGUK dalam rencana yang
akan dilakukan, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh TGUK
adalah layak.
Analisis Model Manajemen
Dalam updaya mendukung usaha TGUK ketersediaan sumber daya manuisa (SDM) yang
memadai merupakan salah satu faktor penting. Analisis terhadap struktur tenaga kerja yang
telah terisi dan posisi yang masih belum terpenuhi menjadi indikator penting dalam menilai
kesiapan sebuah organisasi/badan dalam menghadapi peningkatan aktivitas operasional.
Berdasarkan informasi dari manajemen TGUK, total kebutuhan tenaga kerja TGUK untuk
keperluhan penambahan usaha barus sesuai dengan KBLI adalah sebanyak sebanyak 14
orang, 1 orang merupakan tenaga kerja yang digunakan untuk frozen meat. Jumlah tenaga
kerja tersebut dikarenakan untuk tenaga kerja yang lain masih dapat menggunakan tenaga
kerja inti dari TGUK.
Manajemen risiko merupakan pilar krusial, mencakup aspek keuangan dan operasional. Risiko
keuangan seperti kredit, likuiditas, mata uang asing, dan suku bunga dikelola melalui
kebijakan ketat, proyeksi arus kas, dan instrumen lindung nilai. Sementara itu, risiko operasional
meliputi cuaca dan bencana, keselamatan kerja, teknologi informasi (TI), lingkungan, serta
sosial dan masyarakat diatasi dengan perencanaan adaptif, penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai standar pemerintah, pengamanan TI,
kepatuhan regulasi lingkungan, dan pembinaan hubungan baik dengan komunitas.
Kapabilitas manajerial TGUK dinilai memadai, didukung oleh dewan direksi dan komisaris yang
berpengalaman. Struktur organisasi konsolidasi dirancang untuk efisiensi dan akuntabilitas,
meliputi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Direksi, serta
berbagai departemen fungsional seperti Technical Services, Commercial, Human Resources,
External Affairs, Operation Readiness, dan Project Execution. Struktur ini memfasilitasi
koordinasi, pengambilan keputusan, dan alokasi sumber daya yang optimal. Proses bisnis
terintegrasi meliputi Hulu; Pembibitan dan budidaya sapi potong, pengolahan hasil perikanan,
serta perdagangan besar hewan hidup lainnya, Produksi; Pengolahan dan pengawetan
produk daging dan makanan beku, Distribusi; Menggunakan jaringan logistik terintegrasi (cold
chain) untuk memasok ke berbagai kanal penjualan, dan Pemasaran; Menjangkau Modern
Retail, HORECA (Hotel, Restoran, Café), E-commerce, Traditional Trade, dan Direct-to
Consumer (D2C).
Halaman 5 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 7
Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha TGUK terkait kepentingan TGUK dan pasar
modal sehubungan dengan rencana penambahan usaha baru sesuai dengan KBLI, TGUK
telah memiliki sejumlah tenaga ahli yang telah melaksanakan berbagai proyek food
processing dan frozen meat dengan hasil kerja berkualitas baik. TGUK memandang sumber
daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan
visi dan misinya dan akan dikembangkan secara berkesinambungan, maka disimpulkan
bahwa rencana bisnis yang akan dilakukan, ditinjau dari aspek model manajemen adalah
layak.
Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis kelayakan model keuangan didasarkan pada kondisi TGUK per 31 Juli 2025 dengan
menggunakan informasi kebutuhan keuangan dan rencana pengembangan TGUK ke
depan. Model proyeksi keuangan yang disusun sebagai dasar analisis kelayakan dalam
laporan ini merupakan proyeksi keuangan atas rencana kegiatan usaha baru yang akan
dijalankan TGUK secara stand alone, atau sebagai unit usaha mandiri tanpa
memperhitungkan kegiatan usaha eksisting dari TGUK. Adapun analisis kelayakan atas
rencana kegiatan usaha baru TGUK diuraikan sebagai berikut:
1. Kebutuhan Biaya Investasi
Rencana kegiatan usaha baru TGUK mencakup kegiatan usaha frozen meat dan
kegiatan usaha food processing. Dalam hal kegiatan usaha frozen meat, TGUK akan
bertindak sebagai pelaku jasa perdagangan daging beku dengan menggunakan
fasilitas cold storage yang disewa TGUK dari pihak ketiga. Atas dasar hal tersebut,
rencana kegiatan usaha frozen meat yang akan dijalankan TGUK tidak terdapat
kebutuhan biaya investasi melainkan hanya kebutuhan modal kerja untuk membeli
persediaan daging.
Sementara untuk rencana kegiatan usaha food processing, TGUK diperkirakan akan
membutuhkan biaya investasi di awal sebesar Rp37.500 juta, dengan rincian sebagai
berikut :
Tabel 1 Komponen Biaya Investasi
A. Pekerjaan Bangunan
No. Uraian Pekerjaan Sub Total (Rp. Juta) Total Harga (Rp. Juta)
A Pekerjaan Persiapan 605 605
B Pekerjaan Perbaikan dan Pembersihan 1.007
Bangunan dan Area Pabrik
I. Pekerjaan Pembersihan Area Dalam 171
dan Luar Pabrik
II. Pekerjaan Bongkaran 254
III. Pekerjaan Perbaikan & Pengecatan 491
Seluruh Area Bangunan Pabrik
IV. Pekerjaan Perbaikan Pintu dan 91
Jendela Existing
C Pekerjaan Perluasan dan Peninggian 7.860
Bangunan Gudang
I. Bongkaran 411
Halaman 6 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 8
No. Uraian Pekerjaan Sub Total (Rp. Juta) Total Harga (Rp. Juta)
II. Pekerjaan Tiang Pancang 479
III. Pekerjaan Sloof Struktur Lantai Gudang 1.142
40x20 cm
IV. Pekerjaan Pile Cap 46
V. Pekerjaan Pedestal Kolom 10
VI. Pekerjaan Peninggian & Finishing 2.182
Lantai Gudang
VII. Pekerjaan Struktur Baja 663
VIII. Pekerjaan Atap 1.523
IX. Pekerjaan Arsitektur 1.404
D Pekerjaan Loading Dock 1.471 1.471
E Pekerjaan Lain-lain 3.033 3.033
F Pekerjaan ME 811 811
TOTAL A+B+C+D+E+F 14.788 14.788
Jasa Kontraktor 10% 1.479 1.479
TOTAL 16.267 16.267
PPN 11% 1.789 1.789
GRAND TOTAL 18.056 18.056
PEMBULATAN 18.000
B. Pekerjaan Mesin
Harga Satuan Jumlah Total
No. Nama Mesin Keterangan
(Rp. Juta) Unit (Rp. Juta)
1 Frozen Grinder Mesin ini berfungsi untuk 1.200 1 1.200
menggiling daging ayam
frozen menjadi berbentuk
daging giling.
2 Bowl Cutter Membuat emulsi dengan 1.374 1 1.374
cara mencampurkan
semua bahan baku dan
menggilingnya sehingga
menjadi adonan.
3 Mixer Mencampur adonan 1.000 1 1.000
dengan daging sehingga
adonan dan daging
menjadi lebih rata.
4 Nugget Former Mesin pencetak bentuk 546 1 546
Machine nugget.
5 Pre-Duster Machine Memberikan lapisan 819 1 819
tepung pada adonan
nugget.
6 Coater Machine & Memberikan coating 750 1 750
Batter Mixer cairan butter pada
nugget sebagai perekat
terhadap breader.
7 Breader Melakukan coating / 630 1 630
pelapisan tepung roti
pada nugget.
8 Fryer Oil Menggoreng nugget. 1.800 1 1.800
Management
System Included Oil
Hold Tank
Halaman 7 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 9
Harga Satuan Jumlah Total
No. Nama Mesin Keterangan
(Rp. Juta) Unit (Rp. Juta)
9 Cooling Unit Mendinginkan nugget 400 1 400
sebelum dibekukan.
10 Forming Mesin Mesin pencetak 200 3 600
berbentuk bakso.
11 Cooking Conveyor Memasakkan bakso. 819 1 819
12 Spiral Cooling Mendinginkan bakso 1.000 1 1.000
dipacking.
13 Stuffer Membuat bentuk 1.000 1 1.000
sosis/forming bentuk sosis.
14 Mesin Cetak Untuk pembuatan 400 2 800
Siomay siomay.
15 Steamer Chamber Memasakkan sosis. 1.000 1 1.000
16 Cooling Chamber Pendinginan sosis. 500 1 500
sistemnya dengan di
siram dengan air dingin.
17 Thermoforming Packing sosis kedalam 2.500 1 2.500
Machine plastik vacuum.
18 Blast Freezer Membekukan nugget 250 1 250
sebelum dipacking.
19 Packaging System Untuk proses packing 1.730 1 1.730
with Multihead nugget dimulai dari: 1.
Weigher & Metal Penimbangan 2. Packing
Detector plastik 3. Pengecekan
logam (metal detector)
4. Kartoning.
20 Ice Maker Membuat es untuk proses 800 1 800
produksi daging giling.
Total 19.518
Pembulatan 19.500
NO. Uraian Pekerjaan Total (Rp. Juta)
1 Pekerjaan Bangunan 18.000
2 Pekerjaan Mesin-Mesin Produksi 19.500
Total 37.500
Sumber: TGUK, 2025
Total kebutuhan rencana investasi sebesar Rp37.500 juta tersebut dijadwalkan akan
digunakan pada tahun 2026 dan 2027 sesuai dengan jadwal investasi yang ditetapkan
manajemen TGUK. Manajemen TGUK juga memproyeksikan bahwa nantinya pada
tahun 2029, TGUK akan kembali membutuhkan biaya investasi sebesar Rp40.141 Juta
guna meningkatkan kapasitas produksi usaha food processing seiring dengan
berkembangnya usaha food processing tersebut.
2. Sumber Pendanaan Modal Kerja dan Investasi
Rencana kegiatan usaha baru, baik usaha frozen meat maupun food processing,
dijadwalkan akan mulai dijalankan TGUK pada bulan November 2025. Dalam hal ini,
kegiatan usaha food processing akan dijalankan TGUK melalui jasa kontrak produksi /
maklon dengan pihak ketiga sampai dengan TGUK telah menyelesaikan seluruh
kebutuhan investasi untuk dapat melakukan produksi food processing secara mandiri.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka TGUK akan membutuhkan sumber pendanaan
untuk mendanai kebutuhan modal kerja rencana usaha frozen meat dan food
processing di awal. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan modal kerja tersebut, TGUK
Halaman 8 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 10
bermaksud untuk menggunakan hasil pengembalian dana sebesar Rp42.926 juta yang
berasal dari rencana pegembangan gerai milik TGUK. Laba dari hasil kegiatan usaha
frozen meat dan food processing yang dijalankan melalui maklon mulai dari bulan
November 2025 akan digunakan untuk mendanai kebutuhan biaya investasi usaha food
processing yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Januari 2026 sampai dengan
Agustus 2026.
3. Biaya Operasional
Biaya operasional rencana kegiatan usaha frozen meat dan food processing TGUK
meliputi biaya langsung dan tidak langsung, serta biaya perubahan modal kerja. Selama
periode 2025–2029, kebutuhan biaya operasional terus meningkat sejalan dengan
bertambahnya skala kegiatan usaha. Berdasarkan proyeksi arus kas, total pengeluaran
operasional terdiri dari beban pokok pendapatan, beban usaha, pajak, piutang usaha,
persediaan, dan utang usaha.
4. Modal Kerja
Dalam pelaksanaannya TGUK membutuhkan dana untuk modal kerja sebesar Rp23.641
Juta dalam kurun waktu 2025 hingga 2029. Modal kerja ini akan digunakan dalam
kegiatan pembelian persediaan bahan baku dan barang jadi, serta pemenuhan
kewajiban jangka pendek seperti utang usaha. Peningkatan kebutuhan modal kerja
tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas produksi dan penjualan, sehingga
memastikan kelancaran operasional serta menjaga stabilitas likuiditas TGUK selama fase
ekspansi.
5. Proyeksi Keuangan TGUK
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan
proyeksi keuangan periode Agustus 2025 – Desember 2035 yang disiapkan oleh
Manajemen TGUK dan telah disesuaikan oleh Penilai yang mencerminkan kewajaran
sesuai dengan kondisi pasar. Berikut ini merupakan asumsi dan proyeksi keuangan TGUK:
Tabel 2 Asumsi
Agst-Des Jan-Des Jan-Des …… Jan-Des Jan-Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2034 2035
1. ASUMSI UMUM
Pertumbuhan % p.a 4,65% 4,67% 4,85% 5,11% 5,11%
Ekonomi
Pertumbuhan 6% % p.a 5,61% 5,61% 5,61% 5,61% 5,61%
Industri Food
Processing
Pertumbuhan 3% % p.a 3,02% 3,02% 3,02% 3,02% 3,02%
Volume
Laju Inflasi % p.a 1,68% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
PPN 11% % 11% 11% 11% 11,00% 11,00%
Tarif Pajak Badan 22% % 22% 22% 22% 22,00% 22,00%
Bunga Utang 8,92% % p.a 8,92% 8,92% 8,92% 8,92% 8,92%
Investasi
Tanggal Awal Tahun 01/07/2025 01/01/2026 01/01/2027 01/01/2030 01/01/2030
Tanggal Akhir Tahun 31/12/2025 31/12/2026 31/12/2027 31/12/2030 31/12/2030
Jumlah hari kalender Hari 365 365 365 365 365
Jumlah hari Hari 184 365 365 365 365
Operasional
Jumlah Bulan 12 Bulan 12 12 12 12 12
Kalender
Halaman 9 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 11
Agst-Des Jan-Des Jan-Des …… Jan-Des Jan-Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2034 2035
Jumlah Bulan
Operasional
- Frozen Meat 12 Bulan 2 12 12 12 12
- Food Processing 12 Bulan 2 8 - - -
(Maklon)
- Food Processing 12 Bulan - 4 12 12 12
(Produksi)
Jumlah hari dalam 1 30 Hari 30 30 30 30 30
bulan
1 Ton 1 Kg 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Kurs Dollar 10.655 Rp/USD 10.655 10.655 10.655 10.655 10.655
Import Duty 5% % 5% 5% 5% 5% 5%
2. ASUMSI PENDAPATAN
A. PROCESSING
- HARGA
Kenaikan Harga % p.a 1,68% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
a. Minced beef Rp./Kg 66.000 67.658 69.349 82.542 84.621
b. Meatball Rp./Kg 90.000 92.261 94.567 112.557 115.392
c. Bockwurst, sosis, basis Rp./Kg 32.000 32.804 33.624 40.020 41.028
d. Burger, smoked beef Rp./Kg 32.800 33.624 34.465 41.021 42.054
e. Chicken wings Rp./Kg 40.000 41.005 42.030 50.025 51.285
f. Others Rp./Kg 30.000 30.754 31.522 37.519 38.464
- STOCK MUTATION
1 Minced beef 20 Hari 20 20 20 20 20
2 Meatball 20 Hari 20 20 20 20 20
3 Bockwurst, sosis, 30 Hari 30 30 30 30 30
basis
4 Burger, smoked beef 30 Hari 30 30 30 30 30
5 Chicken wings 20 Hari 20 20 20 20 20
6 Others 30 Hari 30 30 30 30 30
1 Minced beef Ton - 1 4 16 16
2 Meatball Ton - 1 9 39 40
3 Bockwurst, sosis, Ton - 4 74 344 354
basis
4 Burger, smoked beef Ton - 1 8 35 36
5 Chicken wings Ton - 1 5 23 24
6 Others Ton - 2 31 144 148
Total Ton - 10 131 601 618
- MAKLON
Total Produksi
1 Minced beef Ton 6 5 - - -
2 Meatball Ton 2 13 - - -
3 Bockwurst, sosis, Ton - 79 - - -
basis
4 Burger, smoked beef Ton - 8 - - -
5 Chicken wings Ton - 8 - - -
6 Others Ton - 33 - - -
Total Ton 8 147 - - -
Maklon sold
1 Minced beef Ton 6 5 - - -
2 Meatball Ton 2 13 - - -
3 Bockwurst, sosis, Ton - 79 - - -
basis
4 Burger, smoked beef Ton - 8 - - -
5 Chicken wings Ton - 8 - - -
6 Others Ton - 33 - - -
Total Ton 8 147 - - -
- PRODUCTION
Kapasitas Produksi
1 Minced beef 240 Ton/Tahun 240 240 480 480
2 Meatball 600 Ton/Tahun 600 600 1.200 1.200
3 Bockwurst, sosis, 3.600 Ton/Tahun 3.600 3.600 7.200 7.200
basis
4 Burger, smoked beef 360 Ton/Tahun 360 360 720 720
5 Chicken wings 360 Ton/Tahun 360 360 720 720
6 Others 1.500 Ton/Tahun 1.500 1.500 3.000 3.000
Total 6.660 Ton/Tahun 6.660 6.660 13.320 13.320
Utilisasi Produksi
Halaman 10 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 12
Agst-Des Jan-Des Jan-Des …… Jan-Des Jan-Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2034 2035
1 Minced beef % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
2 Meatball % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
3 Bockwurst, sosis, % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
basis
4 Burger, smoked beef % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
5 Chicken wings % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
6 Others % 0,00% 3,30% 25,00% 58,01% 59,75%
Total %
Total Produksi
1 Minced beef Ton - 3 60 278 287
2 Meatball Ton - 7 150 696 717
3 Bockwurst, sosis, Ton - 40 900 4.176 4.302
basis
4 Burger, smoked beef Ton - 4 90 418 430
5 Chicken wings Ton - 4 90 418 430
6 Others Ton - 17 375 1.740 1.793
Total Ton - 73 1.665 7.726 7.959
- Produksi Sold
1 Minced beef Ton 2 57 277 287
2 Meatball Ton 6 142 695 716
3 Bockwurst, sosis, Ton 36 830 4.166 4.292
basis
4 Burger, smoked beef Ton 3 83 417 429
5 Chicken wings Ton 3 86 418 429
6 Others Ton 15 346 1.735 1.789
Total Ton - 63 1.544 7.708 7.942
B. FROZEN MEAT
- HARGA
a. Kenaikan harga 1,68% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
b. Harga Lokal 102.036 Rp. 102.036 104.599 107.214 127.609 130.824
c. Harga Impor
- CNF Price 11,50 AUSD/Kg 11,50 11,50 11,50 11,50 11,50
- Exchange rate Rp/AUSD 10.655 10.655 10.655 10.655 10.655
- CNF Price Rp/Kg 122.531 122.531 122.531 122.531 122.531
- Import duty Rp/kg 6.127 6.127 6.127 6.127 6.127
- Landing cost 1.000 Rp/kg 1.000 1.025 1.051 1.251 1.282
Total Rp/Kg 129.657 129.682 129.708 129.908 129.939
- VOLUME
Beginning
- Import Ton - - 88 102 105
- Lokal Ton - 312 126 184 195
Purchase
- Kenaikan Jumlah % p.a - - - 3,02% 3,02%
Kontainer
- Jumlah Kontainer Unit - 71 71 84 87
- Kapasitas Kontainer 20 Ton/Kontainer 20 20 20 20 20
- Import Ton - 1.411 1.411 1.687 1.738
- Kenaikan Lokal % p.a 6% 6% 6% 6%
- Lokal Ton 318 2.012 2.125 3.114 3.288
Ending
- Persentase 6,25% % 6,25% 6,25% 6,25% 6,25% 6,25%
- Import Ton - 88 88 105 109
- Lokal Ton 312 126 133 195 206
Total Ton 6 3.521 3.529 4.787 5.012
3. ASUMSI BIAYA
A. PROCESSING
Material Used
Minced beef 82,00% % 82,00% 82,00% 82,00% 82,00% 82,00%
Meatball 65,00% % 65,00% 65,00% 65,00% 65,00% 65,00%
Bockwurst, sosis, basis 58,00% % 58,00% 58,00% 58,00% 58,00% 58,00%
Burger, smoked beef 50,00% % 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Chicken wings 75,00% % 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00%
Others 60,00% % 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00%
Beef Content
Halaman 11 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 13
Agst-Des Jan-Des Jan-Des …… Jan-Des Jan-Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2034 2035
Minced beef 96,00% % 96,00% 96,00% 96,00% 96,00% 96,00%
Meatball 60,00% % 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00%
Bockwurst, sosis, basis 20,00% % 20,00% 20,00% 20,00% 20,00% 20,00%
Burger, smoked beef 30,00% % 30,00% 30,00% 30,00% 30,00% 30,00%
Chicken wings 0,00% % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Others 20,00% % 20,00% 20,00% 20,00% 20,00% 20,00%
Beef Used
Import 70,00% % 70,00% 70,00% 70,00% 70,00% 70,00%
Local 30,00% % 30,00% 30,00% 30,00% 30,00% 30,00%
Material/Kg
Minced beef Rp./Kg 54.120 55.479 56.866 67.684 69.389
Meatball Rp./Kg 58.500 59.970 61.469 73.162 75.005
Bockwurst, sosis, basis Rp./Kg 18.560 19.026 19.502 23.212 23.796
Burger, smoked beef Rp./Kg 16.400 16.812 17.232 20.510 21.027
Chicken wings Rp./Kg 30.000 30.754 31.522 37.519 38.464
Others Rp./Kg 18.000 18.452 18.913 22.511 23.078
Personel Cost
a. Indirect Labor
Person
Managers Orang 1 1 3 6 6
Supervisors Orang 3 3 9 18 18
Staffs Orang 9 9 27 54 54
Kenaikan Tarif Biaya % p.a 1,68% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
Kenaikan Tarif Gaji 4,00% % p.a 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Tarif
Managers 260 Rp. Juta - 87 90 119 123
Supervisors 91 Rp. Juta - 30 32 42 43
Staffs 52 Rp. Juta - 17 18 24 25
a. Direct Labor
Production Ton - 73 1.665 7.726 7.959
Tarif 2.000 Rp. / Kg 2.000 2.000 2.050 2.440 2.501
Overheads
- Utilitas
Electricity 700 Rp/kg 700 700 718 854 876
Water 100 Rp/kg 100 100 103 122 125
Maintenance 5% % to 5% 5% 5% 5% 5%
Depresiasi
Depresiasi - 696 3.338 6.505 4.463
Other Overheads
Tarif 1.500 Rp/kg 1.500 1.500 1.538 1.830 1.876
Lain-lain Rp. Juta - 110 2.560 14.139 14.932
Sewa lahan/bulan Rp. Juta 25 25 100 100 100
Maklon 3.000 Rp./Kg 3.000 3.000 - - -
Pengiriman 900 Rp./Kg 900 900 900 900 900
B. FROZEN MEAT
Beginning
Import Rp. Juta - - 16.308 23.932 25.281
Lokal Rp. Juta - 31.823 13.154 22.937 24.834
Purchase
Import Rp. Juta - 172.933 172.933 206.672 212.904
Lokal Rp. Juta 32.399 210.457 227.820 397.336 430.197
Import duty Rp. Juta - 8.647 8.647 10.334 10.645
Landing cost Rp. Juta - 1.447 1.483 2.109 2.228
Ending
Import Rp. Juta - 16.308 17.226 25.281 26.706
Lokal Rp. Juta 31.823 13.154 14.239 24.834 26.887
Sold Rp. Juta 576 395.845 408.879 613.206 652.495
Cost Rp/Kg 102.036 112.414 115.856 128.099 130.191
Target Markup % to Cost 4,65% 4,67% 4,85% 5,11% 5,11%
Harga Jual setelah Rp/Kg 106.784 117.669 121.477 134.641 136.840
Penyesuaian
Halaman 12 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 14
Agst-Des Jan-Des Jan-Des …… Jan-Des Jan-Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2034 2035
BEBAN USAHA
Beban Penjualan
Biaya pemasaran 0,01% % to Revenue 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Material promosi 0,11% % to Revenue 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11%
Peralatan dan 0,03% % to Revenue 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03%
perlengkapan kerja
Sewa peralatan dan 1,01% % to Revenue 1,01% 1,01% 1,01% 1,01% 1,01%
kendaraan
Lain-lain 1,16% % to Revenue 1,16% 1,16% 1,16% 1,16% 1,16%
Beban Umum dan
Administrasi
Pajak % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Listrik, air, telepon, fax, % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
internet
Jasa profesional % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Perbaikan dan % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
pemeliharaan
Peralatan dan % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
perlengkapan kerja
Imbalan kerja % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Jamsostek % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Keperluan kantor dan % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
dapur
Transportasi % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Percetakan dan ATK % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Perjalanan dinas % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Entertaiment % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Sumbangan % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Kebersihan dan sanitasi % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
Lain-lain % p.a 2,50% 2,52% 2,52%
4. ASUMSI LAINNYA
Hari Perputaran Piutang 14 Hari 14 14 14 14 14
Hari Perputaran Utang 31 Hari 31 31 31 31 31
Catatan: Asumsi TGUK untuk periode 2028-2033 disajikan pada lampiran Studi Kelayakan ini dan
merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Studi Kelayakan Usaha TGUK.
Tabel 3 Proyeksi Laba Rugi TGUK (dalam Rp. Juta)
Agst-Des Jan-Des Jan-Des Jul-Des ….. Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2034F 2035F
PENDAPATAN
- Processing 594 8.243 62.671 133.013 370.962 391.870
- Frozen Meat 603 414.346 428.718 448.785 644.522 685.818
TOTAL PENDAPATAN 1.197 422.590 491.389 581.798 1.015.484 1.077.688
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Purchase and Import cost 32.399 383.390 400.753 419.595 604.008 643.101
Import duty - 8.647 8.647 8.647 10.334 10.645
Landing cost - 1.447 1.483 1.520 2.109 2.228
Material cost 458 5.367 41.664 85.428 230.123 243.033
Personnel cost - 147 3.413 6.998 18.852 19.910
Overheads
Utilities - 59 1.365 2.799 7.541 7.964
Maintenance - 35 167 167 325 223
Depresiasi - 696 3.338 3.338 6.505 4.463
Others 32 928 3.950 8.131 21.077 22.080
Biaya Produksi 32.889 400.714 464.780 536.623 900.874 953.647
FG beginning - 31.841 30.216 35.282 66.777 71.082
FG ending (31.841) (30.216) (35.282) (41.508) (71.082) (75.465)
TOTAL BEBAN POKOK PENDAPATAN 1.049 402.339 459.714 530.396 896.570 949.263
Halaman 13 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 15
Agst-Des Jan-Des Jan-Des Jul-Des ….. Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2034F 2035F
LABA KOTOR 148 20.251 31.675 51.402 118.915 128.425
BEBAN USAHA
Gaji Karyawan - 334 1.041 1.083 2.741 2.850
Sewa Lahan 50 300 1.200 1.200 1.200 1.200
Beban Penjualan, Umum dan 105 36.913 42.923 45.813 61.068 63.455
Administrasi
Total Beban Usaha 155 37.547 45.164 48.095 65.009 67.506
EBIT (6) (17.296) (13.489) 3.307 53.906 60.920
Beban Bunga
EBT (6) (17.296) (13.489) 3.307 53.906 60.920
Manfaat (Beban) Pajak - - - - (11.859) (13.402)
Penghasilan 22%
LABA TAHUN BERJALAN (6) (17.296) (13.489) 3.307 42.047 47.517
Catatan: Proyeksi Laba Rugi TGUK untuk periode 2029-2033 disajikan pada lampiran Studi Kelayakan ini
dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Studi Kelayakan Usaha TGUK.
Tabel 4 Proyeksi Posisi Keuangan TGUK (Dalam Rp. Juta)
Agst-Des Jan-Des Jan-Des Jul-Des ….. Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2034F 2035F
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 13.822 13.834 1.404 4.375 238.201 287.881
Piutang usaha 46 16.248 18.893 22.308 39.044 41.436
Persediaan 31.841 30.216 35.282 41.508 71.082 75.465
Total Aset Lancar 45.709 60.298 55.579 68.191 348.327 404.783
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - 26.804 33.467 30.129 32.826 28.363
Total Aset Tidak Lancar - 26.804 33.467 30.129 32.826 28.363
TOTAL ASET 45.709 87.102 89.046 98.320 381.153 433.145
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 2.789 33.979 39.411 45.379 76.390 80.865
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.789 33.979 39.411 45.379 76.390 80.865
Liabilitas Jangka Panjang
-
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - - -
TOTAL LIABILITAS 2.789 33.979 39.411 45.379 76.390 80.865
EKUITAS
Modal - 27.500 37.500 37.500 77.641 77.641
Modal Disetor 42.926 42.926 42.926 42.926 42.926 42.926
Saldo Laba (6) (17.302) (30.791) (27.484) 184.196 231.714
TOTAL EKUITAS 42.920 53.124 49.635 52.942 304.763 352.281
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 45.709 87.102 89.046 98.320 381.153 433.145
Catatan: Proyeksi Posisi Keuangan TGUK untuk periode 2029-2033 disajikan pada lampiran Studi
Kelayakan ini dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Studi Kelayakan Usaha TGUK.
Halaman 14 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 16
Tabel 5 Proyeksi Arus Kas TGUK (Dalam Rp. Juta)
Agst-Des Jan-Des Jan-Des Jul-Des ….. Jan-Des Jan-Des
DESKRIPSI
2025F 2026F 2027F 2028F 2034F 2035F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Kas masuk:
Pendapatan 1.197 422.590 491.389 581.798 1.015.484 1.077.688
Kas keluar:
Beban Pokok Pendapatan (1.049) (401.643) (456.377) (527.058) (890.065) (944.800)
Beban Usaha (155) (37.547) (45.164) (48.095) (65.009) (67.506)
Tax - - - - (11.859) (13.402)
Piutang Usaha (46) (16.202) (2.645) (3.415) (2.239) (2.392)
Persediaan (31.841) 1.624 (5.066) (6.227) (4.304) (4.384)
Utang Usaha 2.789 31.190 5.432 5.968 4.323 4.475
Arus Kas Neto Diperoleh dari (29.104) 12 (12.430) 2.970 46.331 49.680
Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pekerjaan Bangunan - (18.000) - - - -
Pekerjaan Mesin-Mesin Produksi - (9.500) (10.000) - - -
Capex
Arus Kas Neto Digunakan untuk - (27.500) (10.000) - - -
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Kas masuk:
Modal - 27.500 10.000 - - -
Setoran Modal 42.926
Kas keluar:
Angsuran pinjaman - - - - - -
Angsuran Liabilitas Sewa
Arus Kas Neto Diperoleh dari 42.926 27.500 10.000 - - -
(Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan
PENINGKATAN (PENURUNAN) 13.822 12 (12.430) 2.970 46.331 49.680
NETO KAS DAN SETARA KAS
SALDO KAS DAN SETARA KAS - 13.822 13.834 1.404 191.871 238.201
AWAL TAHUN
SALDO KAS DAN SETARA KAS 13.822 13.834 1.404 4.375 238.201 287.881
AKHIR TAHUN
#REF! #REF! #REF! #REF!
Catatan: Proyeksi Arus Kas TGUK untuk periode 2029-2033 disajikan pada lampiran Studi Kelayakan ini
dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Studi Kelayakan Usaha TGUK.
6. Tingkat Diskonto
Dalam Study Kelayakan ini Arus kas yang digunakan dalam Metode perhitungan
proyeksi keuangan adalah arus kas bersih dari ekuitas, sehingga tingkat diskonto yang
kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas/ cost of equity (“CoE”).
Halaman 15 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 17
Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga
bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham,
dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
Dimana :
Rf : Risk free rate
ß : Systematic risk (Beta)
Rm-Rf : Risk premium
α : Company specific risk
Rf (risk free rate), adalah tingkat imbal hasil untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki risiko gagal bayar. Dalam penilaian Study Kelayakan ini, instrumen bebas
risiko yang kami gunakan adalah Obligasi Pemerintah untuk jangka waktu jatuh tempo
10 tahun dengan tingkat imbal hasil per 31 Juli 2025 sebesar 6,55%. Angka tersebut
digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
ß(Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
S&P 500 atau IHSG,) ataupun Beta Riset by Industri yang dikeluarkan oleh SnP Capital IQ.
Dalam hal ini Levered Beta kami tentukan dengan menggunakan Snp Capital IQ,
Dimana Unlevered Beta ditentukan dengan menggunakan Beta industri yang
dikeluarkan oleh damodaran dengan industri yang digunakan adalah food processing.
Dari data tersebut diperoleh Unlevered beta sebesar 0,59 yang kemudian di-relevered
untuk memperoleh beta yang sesuai dengan objek penilaian, dengan formula sebagai
berikut:
ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)
Dimana :
ßL : Beta Levered
ßU : Beta Unlevered
DER : Debt to Equity Ratio
t : tax
Dalam penilaian ini, debt to equity ratio (DER) ditentukan dengan menggunakan rata-
rata DER ditentukan dengan menggunakan Beta industri food processing yang
dikeluarkan oleh damodaran. Dari data tersebut diperoleh DER sebesar 39,10%.
Tarif pajak yang berlaku untuk TGUK adalah 22% di tahun 2025, maka diperoleh beta
TGUK sebesar 0,77 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
ßL = 0,59 x (1 + (1 – 22%) x 39,10%) = 0,77
Rm-Rf (market risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat imbal hasil pasar. Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan merujuk
Halaman 16 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 18
hasil riset Damodaran per Juni 2025, diamana total country risk untuk Indonesia adalah
sebesar 7,03% dengan Country Default Spread (CDS) 1,87%.
α(alpha), adalah risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
perusahaan. Dalam hal ini, kami tidak mengaplikasikan adanya risiko spesifik (alpha)
terhadap TGUK.
Berdasarkan nilai tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh
biaya modal adalah sebesar 10,08% sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini :
Ke = Rf + ß x Rp – CDS + α
= 6,55% + (0,77× 7,03%) – 1,87% + 0%
= 10,08%
7. Nilai Sisa (Salvage Value)
Nilai sisa merupakan estimasi nilai jual suatu aset pada akhir masa manfaatnya. Dimana
pada akhir masa proyeksi, TGUK akan masih mendapatkan nilai sisa dari aset yang
dimiliki. Dalam hal menghitung nilai sisa objek kajian yang memiliki jangka waktu tertentu
dengan menggunakan model Modal Investasi, maka Nilai Terminal (Terminal Value)
diperoleh dengan mengestimasi nilai sisa dari Modal Investasi, yaitu aset tetap ditambah
dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja bersih dikurangi
dengan biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik. Dalam
memperhitungkan nilai sisa yang kami lakukan, kami memperhitungkan dari nilai akhir
aset tetap berupa mesin yang dimiliki oleh TGUK, kemudian ditambah dengan nilai sisa
dari working kapital akhir masa periode.
8. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) adalah penilaian menyeluruh terhadap
kemampuan suatu proyek atau usaha untuk menghasilkan laba dari seluruh investasi
yang dilakukan. Analisis ini mencakup pengukuran efisiensi dan efektivitas usaha dalam
mengelola sumber daya untuk menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang, yang ditunjukkan melalui indicator Profitability Index (PI). Jika
PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut adalah layak. Berdasarkan perhitungan
yang telah dilakukan, PI yang dihasilkan adalah sebesar 1,7 kali atau lebih besar
daripada 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa rencana usaha TGUK adalah layak bila
ditinjau dari indicator PI.
9. Tingkat Imbal Balik (Overall Return on Investment)
Dalam mengukur tingkat kelayakan dan tingkat imbal balik investasi, indikator yang
umum digunakan meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan
rasio-rasio keuangan lainnya yang mencerminkan tingkat keuntungan dibandingkan
dengan biaya yang telah dikeluarkan. Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki nilai lebih
besar dari tingkat diskonto maka investasi tersebut adalah layak. Berikut adalah
perhitungan NPV dan IRR atas kegiatan usaha TGUK:
Halaman 17 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 19
Tabel 6 Nilai Kini Arus Kas
(dalam Rp. Juta)
Agst-Des Jan-Des Jan-Des Jul-Des ….. Jan-Des Jan-Des
KETERANGAN
2025F 2026F 2027F 2028F 2034F 2035F
EAT (6) (17.296) (13.489) 3.307 42.047 47.517
Depresiasi & Amortisasi - 696 3.338 3.338 6.505 4.463
Capex - (27.500) (10.000) - - -
NWC (29.098) 16.612 (2.278) (3.674) (2.221) (2.301)
Net Borrowing
FCFE (29.104) (27.488) (22.430) 2.970 46.331 49.680
RESIDUAL VALUE 41.223
FCFE 208.537 (29.104) (27.488) (22.430) 2.970 46.331 90.903
Discount Rate 10,08% 0,96 0,87 0,79 0,72 0,40 0,37
NPV (RP.) 59.005 (27.962) (23.990) (17.782) 2.139 18.749 33.416
IRR 20,42%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,7
PAYBACK PERIOD, PP 4 Tahun 4 Bulan -1,06 -1,23 0,00 0,36 -0,93
Berdasarkan Analisa kelayakan diatas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
daripada Discount Rate (CoE) dengan Payback Period dalam waktu 4 tahun 4 bulan
dan PI lebih dari 1, dengan demikian kegiatan usaha tersebut dinilai LAYAK.
10. Analisis Sensitivitas
Dalam menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka dikalkukan analisis sensitivitas terhadap pendapatan dan biaya yang uraikan
sebagai berikut:
Tabel 7 Analisis Sensitivitas Terhadap Pendapatan dan Biaya
A. Pendapatan dan Beban Naik
IRR Pendapatan
20,42% 0% 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10%
Beban-Beban
0% 20,42% 26,42% 32,61% 38,85% 45,39% 51,96% 58,72% 65,72% 72,98% 80,50% 88,27%
1% 14,73% 20,67% 26,67% 32,86% 39,10% 45,63% 52,22% 58,98% 65,98% 73,24% 80,76%
2% 9,04% 14,98% 20,92% 26,92% 33,11% 39,35% 45,88% 52,47% 59,23% 66,24% 73,51%
3% 3,29% 9,31% 15,24% 21,17% 27,17% 33,36% 39,60% 46,12% 52,73% 59,49% 66,50%
4% -2,59% 3,57% 9,57% 15,50% 21,42% 27,42% 33,60% 39,85% 46,36% 52,98% 59,75%
5% -10,58% -2,24% 3,84% #NUM! 15,75% 21,67% 27,66% 33,85% 40,10% 46,61% 53,23%
6% -20,14% -10,18% #NUM! 4,11% 10,10% 16,01% 21,92% 27,91% 34,10% 40,35% 46,85%
7% #NUM! -19,65% #NUM! #NUM! 4,39% 10,36% 16,26% 22,17% 28,16% 34,34% 40,60%
8% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! -1,37% 4,66% 10,62% 16,52% 22,42% 28,40% 34,59%
9% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! -9,00% #NUM! 4,93% 10,88% 16,77% 22,66% 28,65%
10% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! -8,62% -0,81% 5,20% 11,15% 17,02% 22,91%
B. Pendapatan dan Beban Turun
IRR Pendapatan
20,42% 0% -1% -2% -3% -4% -5% -6% -7% -8% -9% -10%
Beban-Beban
0% 20,42% 14,47% 8,51% 2,46% -4,00% -12,62% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! #NUM!
-1% 26,17% 20,16% 14,21% 8,24% 2,18% -4,36% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM! #NUM!
-2% 32,12% 25,93% 19,91% 13,95% 7,97% 1,90% -4,72% #NUM! #NUM! #NUM! #NUM!
-3% 38,10% 31,87% 25,67% 19,66% 13,69% 7,70% #NUM! -5,08% -13,88% #NUM! #NUM!
-4% 44,41% 37,85% 31,62% 25,42% 19,40% 13,43% 7,43% 1,35% #NUM! #NUM! #NUM!
-5% 50,68% 44,15% 37,60% 31,37% 25,17% 19,15% 13,17% 7,16% 1,07% -5,81% -14,74%
-6% 57,17% 50,42% 43,89% 37,35% 31,12% 24,92% 18,89% 12,90% 6,89% 0,78% -6,18%
-7% 63,91% 56,91% 50,16% 43,64% 37,09% 30,86% 24,67% 18,64% 12,64% #NUM! #NUM!
-8% 70,89% 63,65% 56,66% 49,91% 43,38% 36,84% 30,61% 24,42% 18,38% 12,38% 6,34%
-9% 78,12% 70,63% 63,39% 56,40% 49,65% 43,12% 36,59% 30,36% 24,16% 18,12% 12,11%
-10% 85,60% 77,86% 70,36% 63,12% 56,14% 49,39% 42,87% 36,33% 30,11% 23,91% 17,86%
Halaman 18 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 20
Page 21
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan. d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan. f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik. g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas. h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini. i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas objek penugasan, di luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan. k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain. l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan). Halaman 20 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 22
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan Studi Kelayakan adalah benar
sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Studi
Kelayakan.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan yang dilaporkan.
5. Studi Kelayakan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia
(SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), SE OJK NO.17/SEOJK.04/2020, serta POJK
No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek Studi
Kelayakan .
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen TGUK.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
yang dinyatakan dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
Kelayakan.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan yang telah kami susun
berdasarkan data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami
anggap akurat serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini
apabila data-data, dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada
kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap objek Studi Kelayakan pada
tanggal Studi Kelayakan (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
laporan Studi Kelayakan .
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber
yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 21 FDI/0008/LAP/B/FS/X/2025
Page 23
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×2
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3
unresolved
org
Visionary Capital Global Pte. Ltd.
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.