Skip to content
Back to announcement

IPCC_Penjelasan Perubahan Aset Liabilitas Q3 2025.pdf

Financial statement Text extracted IPCC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1 OCR 0.938
Nomor

us | PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

1 IKU.OY.01/20/10//AKPI/ DE FEMAK T-2 5

Lampiran :-

Perihal

: Penjelasan Perubahan Kenaikan/Penurunan 2096 atas Aset dan/atau Liabilitas dalam
Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2025

Jakarta,20 Oktober 2025

Kepada Yth.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

Dengan hormat,

1,

Menindaklanjuti penyampaian Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2025 PT Indonesia Kendaraan
Terminal Tbk, bersama ini kami sampaikan penjelasan atas beberapa perubahan material dalam
pos-pos aset dan liabilitas, khususnya yang mengalami pergerakan lebih dan kurang dari 2096
dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Penjelasan ini disampaikan sebagai bentuk
tanggung jawab Perseroan dalam mewujudkan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan
yang baik.

Perubahan pada pos aset selama periode pelaporan mencerminkan respons Perusahaan terhadap
pertumbuhan kegiatan usaha, strategi efisiensi fiskal, serta penyesuaian atas kerja sama
operasional yang dijalankan. Pergerakan ini tidak hanya menggambarkan dinamika transaksi
keuangan yang berlangsung, tetapi juga menunjukkan upaya perusahaan dalam mengelola
likuiditas dan aset lancar secara adaptif dan terencana. Adapun rincian perubahan signifikan yang
terjadi adalah sebagai berikut:

a. Terdapat penurunan Piutang Usaha Pihak Ketiga sebesar 23,3096 Penurunan ini
mencerminkan efektivitas pengelolaan piutang yang dijalankan secara konsisten oleh
perusahaan. Melalui penerapan sistem pengendalian yang lebih ketat serta peningkatan
efektivitas proses penagihan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk berhasil menurunkan
rasio piutang terhadap pendapatan dan menjaga arus kas tetap sehat. Hal ini sejalan dengan
komitmen manajemen untuk memastikan siklus kas perusahaan berjalan efisien, likuid, dan
berkelanjutan. Implementasi kebijakan credit control yang terukur, serta evaluasi berkala
terhadap batas kredit dan term of payment pengguna jasa, memastikan bahwa pertumbuhan
pendapatan tidak diiringi oleh peningkatan risiko piutang tak tertagih. Dalam rangka
memperkuat pengelolaan piutang, perusahaan terus meningkatkan koordinasi antara fungsi
keuangan, pemasaran, dan operasional untuk menjaga keakuratan data penagihan serta
mempercepat penyelesaian administrasi dokumen pendukung. Selain itu, PT Indonesia

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

www.indonesiacarterminal.co.id

Page 2 OCR 0.949
(JI PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

Kendaraan Terminal Tbk juga mengoptimalkan komunikasi dengan pengguna jasa melalui
rekonsiliasi rutin dan pendekatan persuasif agar kewajiban pembayaran dapat diselesaikan
tepat waktu. Untuk piutang yang berpotensi bermasalah, perusahaan menempuh langkah
hukum melalui kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara, sebagai wujud komitmen
terhadap prinsip kehati-hatian dan penerapan Good Corporate Governance. Serangkaian
langkah strategis tersebut berhasil menekan rasio piutang bermasalah secara signifikan dan
memperkuat fondasi keuangan perusahaan guna mendukung kinerja serta pertumbuhan di
masa mendatang.

b. Sebaliknya, terjadi peningkatan pada Piutang Usaha Pihak Berelasi, yang mencatatkan
kenaikan sebesar 895,359 dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan operasional yang signifikan di wilayah Satelit
Banjarmasin dan Balikpapan, yang merupakan bagian dari kerja sama operasional antara
Perseroan dengan Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT). Dalam mekanisme kerja
sama tersebut, SPMT bertindak sebagai entitas yang menerbitkan tagihan kepada pihak ketiga
atas jasa yang diberikan. Sementara itu, bagian pendapatan yang menjadi hak PT Indonesia
Kendaraan Terminal Tbk atas jasa yang telah dilaksanakan dicatat sebagai piutang usaha pihak
berelasi kepada SPMT. Seiring dengan meningkatnya volume kegiatan operasional di wilayah
kerja sama tersebut, nilai pendapatan yang menjadi hak Perseroan turut mengalami
peningkatan yang cukup besar, sehingga berdampak langsung pada kenaikan saldo piutang
kepada pihak berelasi yang tercatat dalam laporan Keuangan.

Cc. Sejalan dengan perkembangan akun piutang, Perubahaan signifikan juga terjadi pada pos
Beban Dibayar Dimuka yang mengalami peningkatan sebesar 1.101,1645 dibandingkan
periode sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya dua transaksi utama yang
dicatat di awal tahun 2025. Pertama, pembayaran beban cuti tahunan karyawan untuk tahun
2025 telah dilakukan secara penuh pada awal Januari. Sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku, beban tersebut dicatat sebagai beban dibayar di muka dan selanjutnya diamortisasi
secara prorate selama periode tahun berjalan, sehingga mencerminkan pembebanan yang
wajar dan sistematis terhadap laporan laba rugi. Kedua, Perseroan juga telah melakukan
pembayaran atas kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada bulan April 2025, lebih awal
dari jadwal pembayaran normal yang biasanya dilakukan pada bulan September. Langkah ini
diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi keuangan, karena pembayaran lebih awal
memungkinkan Perseroan untuk memperoleh potongan atau insentif pembayaran yang
diberikan oleh pemerintah daerah.

d. Selanjutnya Akun Uang Muka menunjukkan kenaikan sebesar 37,916, Peningkatan ini
mencerminkan tingginya intensitas dan mobilitas kegiatan operasional serta administratif
yang dilakukan secara lintas area. Uang muka diberikan sebagai dana pendahuluan untuk
mendukung berbagai aktivitas perusahaan, termasuk kegiatan operasional, serta pelaksanaan

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T46221 43982251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

www.indonesiacarterminal.co.id

Page 3 OCR 0.953
J PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

program kerja yang masih berlangsung. Hingga tanggal pelaporan, sebagian dari kegiatan
belum mencapai tahap penyelesaian, sehingga nilai uang muka masih tercatat dalam laporan
keuangan. Kenaikan ini mencerminkan dinamika operasional perusahaan yang aktif serta
pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan lintas
satelit atau wilayah secara tepat waktu.

e. Disisi lain Perusahaan mencatatkan penurunan Aset Kontrak Pihak Ketiga sebesar 75,234
dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena aset
kontrak yang sebelumnya dicatat yang pada dasarnya merupakan pendapatan atas jasa yang
telah dilakukan namun belum diterbitkan notanya, telah berubah statusnya menjadi
pendapatan usaha setelah nota diterbitkan. Dengan kata lain, hak atas pendapatan yang
sebelumnya masih tertahan sebagai aset kontrak kini telah tercatat sebagai piutang karena
pelanggan telah di terbitkan notanya. Perubahan ini mencerminkan bahwa proses operasional
dan administrasi berjalan lebih cepat dan efisien di Kuartal III tahun 2025, seiring dengan
percepatan aktivitas layanan dan penyelesaian pekerjaan yang dilakukan oleh Perusahaan.
Penurunan ini juga menunjukkan bahwa Perusahaan semakin responsif dalam menyelesaikan
kewajiban kepada pelanggan, sehingga proses pencatatan pendapatan menjadi lebih real-
time dan akurat. Sedangkan terjadi kenaikan Aset Kontrak Pihak Berelasi sebesar 22,021
dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya disebabkan oleh adanya aktivitas jasa
yang telah diselesaikan namun belum diterbitkan notanya di area Banjarmasin. Pendapatan
tersebut secara substansi telah menjadi hak Perusahaan, namun pencatatan secara
administratif masih dalam proses penerbitan tagihan. Oleh karena itu, nilai atas jasa tersebut
untuk sementara waktu dicatat sebagai aset kontrak. Peningkatan ini mencerminkan adanya
pertumbuhan aktivitas operasional di area tersebut, serta menunjukkan bahwa Perusahaan
terus menjalankan layanan kepada afiliasi secara aktif, yang nantinya akan memberikan
kontribusi terhadap pendapatan ketika proses penerbitan nota telah dilakukan.

f. Setelah sebelumnya disampaikan mengenai perubahan signifikan pada pos-pos aset lancar,
berikut ini dijelaskan mengenai perubahan pada pos Aset Tidak Lancar atas Aset Tidak
Berwujud Neto yang mengalami penurunan sebesar 29,629. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh amortisasi yang dibebankan selama periode berjalan. Amortisasi merupakan
alokasi sistematis atas biaya perolehan aset tidak berwujud selama umur manfaatnya. Dalam
hal ini, aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan mengalami penurunan nilai buku seiring
dengan berjalannya waktu dan penggunaannya dalam kegiatan Operasional perusahaan.

3. Perubahan pada pos liabilitas jangka pendek mencerminkan langkah strategis Perseroan dalam
mengelola kewajiban jangka pendek secara efisien dan akuntabel. Dinamika ini juga
mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku serta komitmen terhadap tata
kelola perusahaan yang baik. Adapun rincian perubahan signifikan yang terjadi adalah sebagai
berikut:

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.10, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

www.indonesiacarterminal.co.id

Page 4 OCR 0.946
ts | PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

a. Perubahan terjadi pada pos Liabilitas Jangka Pendek, khususnya pada akun Utang Usaha
kepada Pihak Ketiga, yang tercatat mengalami penurunan sebesar 29,24X dibandingkan
periode sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan peningkatan efektivitas pengelolaan arus
kas serta kedisiplinan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu kepada
para pemasok atau mitra penyedia barang dan jasa. Selama periode pelaporan, Perusahaan
secara aktif telah melakukan pelunasan terhadap tagihan yang jatuh tempo, baik untuk
pembelian barang, operasional, maupun jasa pendukung kegiatan usaha. Strategi pengelolaan
utang usaha ini juga merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam menjaga reputasi dan
hubungan kerja yang baik dengan para mitra, sekaligus menciptakan struktur liabilitas yang
sehat dan berkelanjutan. Penurunan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan keuangan
perusahaan, tetapi juga komitmen dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang
baik (GCG) melalui pengelolaan kewajiban yang tepat waktu dan transparan.

b. Selanjutnya penurunan juga terjadi pada akun Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga, yang
menunjukkan penurunan sebesar 58,334 dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini
terutama berkaitan dengan penyelesaian kewajiban perusahaan atas pekerjaan investasi yang
telah mencapai tahap akhir dan diserahterimakan kepada perusahaan. Salah satu proyek
utama yang menjadi kontributor penurunan tersebut adalah pekerjaan investasi Jaring
Overspray, yang telah mencapai progres fisik 10096. Dengan selesainya pekerjaan tersebut dan
dilakukannya serah terima hasil pekerjaan (BAST), nilai investasi telah dikapitalisasi menjadi
aset tetap perusahaan, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Selaras dengan
penyelesaian pekerjaan tersebut, pembayaran termin kepada pelaksana proyek juga telah
dilakukan secara penuh sesuai dengan jadwal dan kesepakatan kontraktual. Dengan demikian,
kewajiban perusahaan terhadap kontraktor atas proyek dimaksud berkurang secara
signifikan, yang tercermin dalam penurunan akun Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga.
Sementara itu, akun Utang Usaha Lain-lain kepada Pihak Berelasi, yang juga merupakan
bagian dari kewajiban investasi perusahaan kepada entitas dalam Pelindo Group, mengalami
penurunan 26,03 96 pada periode yang sama. Penurunan ini disebabkan oleh selesainya
pekerjaan investasi Revitalisasi CCTV di area operasional terminal, yang kini telah berfungsi
penuh dan digunakan secara aktif oleh perusahaan untuk menunjang pengawasan,
keamanan, dan efisiensi operasional. Pekerjaan tersebut telah mencapai realisasi fisik 10096,
dan perusahaan telah melakukan pembayaran kepada pihak berelasi seiring dengan
bertambahnya progres pekerjaan hingga selesai. Setelah dilakukan penyerahan dan
kapitalisasi menjadi aset tetap, maka saldo kewajiban perusahaan atas proyek tersebut
menurun secara signifikan. Sebagai perusahaan yang berperan strategis dalam rantai pasok
logistik kendaraan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk terus memperkuat infrastruktur dan
sistem pendukung operasional melalui proyek-proyek investasi yang bersifat produktif dan
efisien. Penyelesaian proyek-proyek seperti Jaring Overspray dan Revitalisasi CCTV menjadi
bagian dari upaya perusahaan dalam mewujudkan operasional yang andal, modern, dan
berstandar internasional, sejalan dengan arah kebijakan Perusahaan menuju operational
excellence dan digitalisasi terminal.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Ji Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia

ndonesiacarterminal.co.id
T4622143932251 | FE corsec@indonesiacarterminal.co.id Lana EKA

Page 5 OCR 0.958
PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

Cc. Sejalan dengan trend penurunan pada beberapa akun kewajiban diatas, Pos Beban Akrual
mengalami penurunan sebesar 28,0496 pada Triwulan III Tahun 2025 jika dibandingkan dengan
periode sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh telah direalisasikannya
pembayaran atas kewajiban kepada penyedia barang dan/atau jasa yang sebelumnya diakui
sebagai beban akrual pada periode pelaporan sebelumnya. Dalam praktiknya, beban akrual
merupakan bentuk pengakuan akuntansi atas kewajiban yang timbul karena perusahaan telah
menerima barang atau jasa dari pihak ketiga, namun proses pembayarannya masih tertunda
hingga setelah tanggal pelaporan. Pembayaran yang dilakukan pada Triwulan III 2025 tersebut
mencerminkan penyelesaian atas transaksi yang telah terjadi sebelumnya dan menunjukkan
komitmen perusahaan dalam menunaikan kewajiban tepat waktu. Hal ini juga menunjukkan
perbaikan dalam pengelolaan kewajiban jangka pendek serta peningkatan koordinasi antara
fungsi operasional dan keuangan dalam menyelaraskan realisasi belanja dengan pencatatan
akuntansi. Dengan demikian, penurunan beban akrual ini merupakan indikator positif
terhadap kesehatan keuangan perusahaan dan kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang
berlaku umum.

d. Disisi lain, tidak semua akun liabilitas mengalami penurunan. Pada periode pelaporan ini,
Hutang Pajak justru menunjukkan kenaikan 33,1896 dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya pengakuan kewajiban perusahaan atas
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29, yang sejalan dengan kenaikan laba perusahaan pada tahun
berjalan. Seiring dengan peningkatan kinerja operasional dan pertumbuhan pendapatan,
kewajiban pajak yang harus ditanggung perusahaan pun meningkat secara proporsional.
Selain itu, peningkatan volume transaksi dan nilai nota penjualan turut berkontribusi terhadap
naiknya hutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini disebabkan karena di lingkungan
perusahaan, nota penjualan berfungsi sekaligus sebagai faktur pajak, sehingga setiap kenaikan
pada pendapatan akan secara langsung berdampak pada peningkatan kewajiban PPN
keluaran yang harus dilaporkan. Dengan kata lain, kenaikan akun hutang pajak mencerminkan
pertumbuhan aktivitas bisnis perusahaan yang semakin tinggi serta komitmen perusahaan
dalam menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Perusahaan juga senantiasa memastikan bahwa seluruh kewajiban perpajakan, baik PPh
maupun PPN, dicatat, dilaporkan, dan disetorkan secara tepat waktu dan transparan, sebagai
bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan
kepatuhan terhadap regulasi fiskal nasional.

e. Selanjutnya, peningkatan juga terlihat pada Liabilitas Sewa Jangka Pendek yang mengalami
kenaikan sebesar 62,48”6 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Peningkatan ini
disebabkan oleh pengakuan kewajiban perusahaan atas kerja sama penggunaan aset milik PT
Pelindo Regional 2, dalam rangka operasional perusahaan. Berdasarkan ketentuan dalam IFRS
116 terkait Akuntansi Sewa, perusahaan wajib mengakui kewajiban sewa dan aset hak guna
(right-of-use asset) sejak awal masa sewa, meskipun hingga periode pelaporan belum
terdapat realisasi pembayaran ataupun tagihan dari pihak pemberi sewa.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia

www.indonesiacarterminal.co.id

T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

Page 6 OCR 0.944
J PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

Sehubungan dengan hal tersebut, perusahaan mencatat liabilitas sewa jangka pendek sebagai
bentuk pencadangan atas kewajiban yang secara substansi telah timbul, untuk memenuhi
prinsip kehati-hatian dan keterbukaan informasi keuangan. Pencatatan ini mencerminkan
komitmen perusahaan dalam menjalankan perjanjian kerja sama secara akuntabel dan sesuai
standar pelaporan keuangan yang berlaku. Dengan demikian, kenaikan pada pos ini tidak
mencerminkan munculnya kewajiban baru secara komersial, melainkan merupakan
penyesuaian akuntansi atas kewajiban sewa yang belum ditagihkan namun telah memenuhi
kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Kami percaya bahwa perubahan-perubahan ini mencerminkan dinamika operasional yang sehat,
disiplin pengelolaan keuangan yang kuat, serta komitmen Perseroan dalam menjaga integritas,
efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasional dan Keuangan.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Perusahaan akan terus menjaga kepercayaan para
pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan terhadap kinerja dan integritas yang
dijalankan secara konsisten. Hormat kami.

PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL Tbk
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko

WING ecantono/)

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T 622143982251 | E corsec@indonesiacarterminal.coid

www.indonesiacarterminal.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.96 MB
Published20 Oct 2025
Pages6
Characters17,863
Text sourceOCR
OCR confidence0.948

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PELINDO MULTI p.1 ×7
linked org Indonesia Kendaraan Terminal Tbk p.1 ×32
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Kendaraan Terminal Tbk p.2
unresolved org PT Pelindo Multi Terminal p.2
unresolved org PT Pelindo Regional p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

FinancialStatement-2025-III-IPCC.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result