Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
LAPORAN PERKEMBANGAN USAHA PT UNITED TRACTORS Tbk
SEMESTER PERTAMA TAHUN 2026
Kinerja Konsolidasi
PT United Tractors Tbk (”Perseroan” atau “UT”) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian
sampai semester pertama tahun 2026.
Ringkasan kinerja konsolidasi Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Dalam milliar Rupiah 1H 2026 1H 2025 Perubahan
(%)
Pendapatan Bersih 58.289 68.525 (15)
Laba Bersih tidak termasuk non-recurring items** 4.262 8.195 (48)
Non-recurring items** (3.306) (65)
Laba Bersih* 956 8.130 (88)
Dalam Rupiah
Laba Bersih per Saham tidak termasuk non-
1.207 2.256 (47)
recurring items**
Laba Bersih per Saham* 271 2.239 (88)
*) Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
**) Non-recurring items terutama terdiri dari penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas, penurunan nilai, dan
keuntungan atau kerugian dari pelepasan
Catatan:
Data keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 tidak diaudit.
Perseroan sedang melakukan penelaahan terbatas oleh Akuntan Publik dan akan menyampaikan Laporan Keuangan
yang telah ditelaah paling lambat 2 (dua) bulan setelah tanggal Laporan Keuangan Semester I 2026.
Pendapatan bersih konsolidasian Perseroan mencapai Rp58,3 triliun atau turun sebesar 15% jika
dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Penurunan ini terutama dikarenakan
penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada
segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi
RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh
peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh
penguatan kurs USD.
Laba bersih Perseroan tidak termasuk non-recurring items turun 48% dibandingkan periode yang
sama di tahun lalu menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari
PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak
dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Penjualan emas yang lebih
rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang
tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan
kuartal kedua.
Selama semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3
triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii)
1
Page 2
pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan
Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.
Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun, dengan rasio gearing
sebesar 8.5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025.
Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program
pembelian kembali saham.
Berikut kami sampaikan kinerja operasional dari unit usaha utama Perseroan.
Unit Usaha Alat Berat (Heavy Equipment)
Penjualan alat berat Komatsu pada semester pertama tahun 2026 turun 27% menjadi 1.994 unit
terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 55%
menjadi 325 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah. Dari total
keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 52% diserap sektor pertambangan, 16% diserap sektor
perkebunan, 20% diserap sektor konstruksi, dan 12% ke sektor kehutanan.
Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit
meningkat dari Rp5,4 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp5,5 triliun.
Pendapatan bersih dari Alat Berat turun 28% menjadi Rp15,0 triliun.
Untuk memperkuat layanan purna jual dan rantai pasok komoditas, Perseroan juga memiliki bisnis
pendukung melalui anak usahanya yang menyediakan layanan engineering, manufaktur komponen
dan attachment alat berat, serta menawarkan layanan logistik maritim, pembuatan dan
pemeliharaan kapal.
2
Page 3
Unit Usaha Kontraktor Penambangan (Mining Contracting)
Unit usaha Perseroan di bidang Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada
Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan
KPP Mining (“PAMA Grup”) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang,
dengan membantu mereka dalam pekerjaan pemindahan tanah dan produksi batu bara serta
mineral lainnya.
Sampai dengan semester pertama tahun 2026, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan
pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 481 juta bcm dan volume produksi batu
bara untuk para kliennya turun 3% menjadi 67 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar
7,2x, mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui.
Sejalan dengan peluang bisnis yang berkembang di sektor mineral selain batu bara, PAMA Group
memperkuat ekspansinya ke sektor emas dan nikel. Langkah strategis ini merupakan bagian dari
komitmen dalam membangun portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memperkokoh fondasi
pertumbuhan jangka panjang Pama Group.
Pendapatan bersih dari Kontraktor Penambangan naik 4% menjadi Rp27,2 triliun yang terutama
disebabkan karena penguatan kurs USD.
Unit Usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi
Unit usaha Perseroan di bidang Penambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT
Tuah Turangga Agung (“Turangga Resources”). Tambang batu bara Turangga Resources
mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 6,0 juta ton (termasuk 1,6 juta ton batu bara
metalurgi), turun 10% dari periode yang sama di tahun 2025.
3
Page 4
*) Termasuk batu bara pihak ketiga
Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 4%
menjadi Rp12,9 triliun, sejalan dengan penurunan volume penjualan batu bara.
Unit Usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya (Gold and Other Mineral Mining)
Pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya turun 66% menjadi Rp2,4 triliun, terutama
disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 82%.
Pertambangan Emas
Usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa
Jutaraya, yang mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 23 ribu ons sampai dengan
semester pertama tahun 2026 dibandingkan tahun lalu sebesar 125 ribu ons.
4
Page 5
Bisnis Nikel
PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 886 ribu wet metric ton
(wmt) sampai dengan semester pertama tahun 2026, yang terdiri dari 260 ribu wmt saprolit dan
626 ribu wmt limonit.
Nickel Industries Limited (“NIC”) dengan kepemilikan sebesar 20,13% merupakan perusahaan
pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia.
UT mengakui kontribusi dari NIC untuk periode 6 bulan ke belakang berdasarkan hasil dari NIC
pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026. Operasional RKEF NIC melaporkan
penjualan nickel metal sebesar 61.622 ton pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026.
Demikian kami sampaikan Laporan Perkembangan Usaha PT United Tractors Tbk sampai dengan
semester pertama tahun 2026.
5
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.3
unresolved
org
Nickel Industries Limited
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 5
FinancialStatement-2026-II-UNTR.xlsx
done
FS UNTR 0626.pdf
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done