Back to announcement
20251010_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31966712_lamp1.pdf
Other Text extracted PSABSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/X/105 tanggal 10 Oktober 2025
Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan III Tahun 2025
Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Juli, Agustus dan September (“Triwulan
III”) tahun 2025:
1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan III tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
Exploration.
1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan III tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi dilakukan di area
Gunung Botak, Jalina dan Main Ridge, dimana kegiatan yang dilakukan adalah
melanjutkan kegiatan pengeboran dan melakukan kegiatan survey geofisika. Selain
itu, dilakukan juga analisa spektral SWIR analisis dan XRF analisis pada contoh
batuan hasil pengumpulan dari program pemetaan geologi dan pengeboran.
Seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan bertujuan untuk mencari area baru dan
potensi penambahan sumber daya.
Seperti yang telah disampaikan dalam laporan eksplorasi sebelumnya, metode
geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa
geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana
metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
Page 1 of 5
Page 2
menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
target pengeboran.
1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Sampai dengan periode Triwulan III tahun 2025, sebanyak 77 lubang pengeboran
telah diselesaikan dan sebanyak 4 lubang masih dalam proses pengeboran, dengan
total kedalaman pengeboran adalah 15.135,6 m. Selain itu, pada periode ini
kegiatan survey geofisika masih dilanjutkan dan sampai dengan akhir periode
Triwulan III telah diselesaikan pengukuran lapangan pada 13 lintasan atau
sepanjang 18.200 m.
Hasil kegiatan pengeboran inti pada periode Triwulan III ini menunjukan adanya
kemenerusan arah dari tubuh mineralisasi yang berpotensial untuk menambah
sumber daya dan juga adanya peningkatan dari kadar Au dari blok model yang
sudah dibangun sebelumnya. Hasil pengeboran pada lubang BBD1875 menembus
2 zona mineralisasi subgrade, terdiri dari 39,30 m @0,23 g/t AuFA, 0,16 g/t AuCN
dari 36,00-75,30 m, yang terkait dengan breksi polimiktik dan zona bawah 75,45 m
@0,19 g/t AuFA, 0,15 g/t AuCN dari 82,85 hingga 158,30 m yang terkait dengan
dasitic volkanik sebagai perpanjangan zona mineralisasi baru ke bagian timur
lubang Bukit Berkah. Hasil ini sangat berpotensi positif untuk cadangan tambahan
di area ini.
Kemudian hasil dari lubang bor MRD1883 memiliki 3 zona intercept yang
teridentifikasi, yaitu zona A, B dan C. Pada zona A intercept 23,70 m @ 0,18 g/t
AuFA, 0,15 g/t AuCN dari 13,70–37,40 m, yang menunjukkan perpanjangan zona
mineralisasi baru, litologi terdiri dari Breccia Polymictic (BXP) yang memotong
Tuffaceous Volcanic Dacitic (TVFDA). Pada zona B terdapat perpanjangan
mineralisasi baru dengan intercept 52,80 m @ 0,41 g/t AuFA, 0,16 g/t AuCN dan
1000 ppm Cu dari 193,70–246,50 m. Pada zona C terdapat perpanjangan
mineralisasi baru lainnya dengan intercept 25,00 m @ 0,13 g/t AuFA, 0,06 g/t AuCN
dan 131,88 ppm Cu dari 247,50–272,50 m. Baik zona B maupun zona C
diinterpretasikan sebagai bagian dari zona mineralisasi feeder sebagai pemasok
tubuh mineralisasi di area ini.
Kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan masih dilakukan pada contoh
kosong, contoh material tersertifikasi dan contoh batuan duplikat lapangan. Untuk
contoh batuan dengan kadar kosong, dari contoh batuan kadar kosong yang
dikirimkan pada periode Triwulan III tahun 2025, dominan contoh batuan kosong
menunjukan hasil nilai assay di bawah detection limit <0.01g/t AuFA dan terdapat
Page 2 of 5
Page 3
satu nilai sampel dengan kadar 0.04gr/t AuFA. Nilai 0.04gr/t AuFA masih jauh dari
kadar signifikan untuk mineral bijih. Kemungkinan adanya anomali contoh batuan
dengan nilai ini diinvestigasi berasal dari batuan asalnya dan bukan dari kondisi
lingkungan coreshed dan kesalahan prosedur karena dari contoh batuan kosong
lainya dalam 1 batch pengiriman tidak menunjukkan anomali. Oleh karena itu,
preparasi di area pemotongan batuan atau di area preparasi area Bakan dinyatakan
layak dan baik, sehingga tidak ada kontaminasi di area tersebut.
Untuk contoh material, dari contoh material yang dikirimkan pada periode
Triwulan III tahun 2025 menunjukkan persentase varian yang masih berada dalam
rentang +/-2 standar deviasi yang merupakan ambang batas toleransi data.
Sedangkan untuk contoh batuan duplikat lapangan, dari contoh batuan duplikat
yang dikirimkan pada periode Triwulan III tahun 2025 menunjukkan kemiripan
dengan contoh induknya. Hal ini menunjukan bahwa contoh batuan relatif
homogen dan proses pemotongan contoh batuan di instalasi pemotongan contoh
batuan dinyatakan layak.
1.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan IV tahun 2025 adalah sebagai
berikut:
Melanjutkan kegiatan pengeboran di area Main Ridge.
Melakukan studi komprehensif untuk mencari kemenerusan tubuh mineralisasi
pada zona lebih dalam di area Main Ridge Pit dan sekitarnya.
Melanjutkan kegiatan survey geofisika.
Melanjutkan peningkatan fasilitas coreshed untuk menambah area
penyimpanan batuan inti lubang bor tahun 2025 dan program skeletonize
sebagai prioritas kedua.
1.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan III tahun 2025 adalah
sebesar USD1.022.374.
Page 3 of 5
Page 4
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
karyawan harian lepas dari PT Tribers.
2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan III tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan
adalah melanjutkan studi tentang specific gravity dari sampel batuan hasil
pengeboran di Proyek Doup.
2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan III tahun 2025 ini, kegiatan studi tentang specific gravity
(”SG”) dari sampel batuan hasil pengeboran di Proyek Doup masih dilanjutkan,
dimana telah dilakukan perbandingan antara SG routine dan SG dari Laboratorium
Intertek. Dari hasil perbandingan antara SG routine dan SG dari Laboratorium
Intertek, diketahui bahwa membagi data berdasarkan ukuran core yang diukur
(half core vs. full core, PQ vs. HQ, panjang core yang dipilih) akan menunjukkan hasil
yang cukup sensitif terhadap ukuran core yang digunakan untuk pengukuran SG
dan dengan memilih full core untuk pengukuran SG akan memberikan nilai yang
lebih baik dan akurat dibandingkan dengan menggunakan sampel half core.
Selain itu, pada periode ini tim eksplorasi juga melakukan pekerjaan pengukuran
dan analisa ulang SG terhadap 566 sampel half core dari pengeboran tahun 2023,
dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kualitas proses pengukuran dan
analisa yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah dilakukan pengukuran ulang,
nilai akhir variance rata-rata, yaitu +3.72% (dari -12.7% sampai +26.00%). Hasil
pengukuran ini menunjukkan bahwa indikasi nilai SG yang disinyalir lebih rendah
terkonfirmasi dengan jelas. Perbaikan atau penyesuaian nilai SG ini sudah
diakomodasi dalam perhitungan sumber daya terdahulu.
2.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan IV tahun 2025 adalah sebagai
berikut:
Melanjutkan studi tentang specific gravity dan menyusun laporan lengkap
specific gravity dari sampel batuan hasil pengeboran di Proyek Doup
Page 4 of 5
Page 5
Melakukan penyusunan laporan pengeboran konfirmasi tahun 2025.
2.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan III tahun 2025 adalah sebesar
USD123.718.
Page 5 of 5
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT J Resources Bolaang Mongondow
p.1
unresolved
org
PT Tribers.
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.