Skip to content
Back to announcement

20251010_TRGU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31966534_lamp1.pdf

Other Text extracted TRGU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
Nomor          : SPPBEI/CI/002/X/2025                           Jakarta, 9 Oktober 2025
Perihal        : Permintaan Penjelasan

Kepada Yth.
Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
DKI Jakarta - 12190
UP: Divisi Penilaian Perusahaan 1

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan surat PT. Bursa Efek Indonesia Nomor S-11526/BEI.PP1/10-2025
tanggal 6 September 2025 perihal permintaan penjelasan, maka bersama ini kami sampaikan
permintaan penjelasan PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) sebagai berikut:

1. Merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, saldo akun
   persediaan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp290,92 miliar atau sebesar
   42,19% dengan peningkatan tertinggi pada bahan baku sebesar Rp253,29 miliar atau
   sebesar 149,11%. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Latar belakang peningkatan signifikan pada akun persediaan pada 31 Desember
       2024.
   b. Alasan kenaikan bahan baku tidak diikuti dengan kenaikan jumlah barang jadi.
   c. Apakah terdapat rencana ekspansi atau peningkatan produksi seiring meningkatnya
       jumlah persediaan?
   d. Apakah terdapat resiko persediaan usang seiring dengan meningkatnya nilai
       persediaan?
   e. Apakah terdapat perubahan dalam siklus produksi atau kebijakan pembelian bahan
       baku yang menyebabkan saldo persediaan menurun?
   f. Bagaimana manajemen memitigasi potensi penumpukan bahan baku yang akan
       menghambat efisiensi.
   g. Manajemen/pengelolaan persediaan Perseroan untuk menjamin terpenuhinya
       kebutuhan pelanggan dan mengurangi potensi adanya write-off atau slow-moving
       inventory.

    Jawaban:
     a. Sebenarnya posisi bahan baku pada 31 Desember 2023 terlalu sedikit. Hal
       tersebut disebabkan oleh terlambatnya kedatanganan bahan baku. Posisi bahan
       baku pada 31 Desember 2024 adalah sesuai strategi Perseroan dalam me-maintain
       persedian bahan baku (buffer stock) untuk kebutuhan produksi rata-rata 2 bulan.
       Sisanya adalah bahan baku dalam perjalanan.
Page 2
       b. Posisi persediaan bahan baku adalah untuk produksi bulan selanjutnya.
       Sedangkan persedian barang jadi berupa tepung terigu tidak dilakukan dalam jumlah
       banyak karena tepung terigu dapat dengan segera bermasalah (hama kutu yang
       dengan cepat bermunculan). Persediaan tepung terigu biasanya rata-rata kurang
       dari 7 hari.
       c. Perseroan tidak memiliki rencana untuk ekspansi dalam waktu dekat.
       d. Sesuai penjelasan point a bahwa rata-rata persedian bahan baku adalah untuk
       produksi 2 bulan. Sebagai informasi, bahan baku gandum dapat bertahan cukup
       lama (lebih dari 1 tahun), tidak cepat usang.
       e. Tidak terdapat perubahan atas siklus produksi. Sedangkan pembelian bahan baku
       disesuaikan dengan proyeksi penjualan dan kebijakan buffer stock untuk 2 bulan
       produksi. Persedian barang jadi berupa tepung terigu seminimal mungkin atau
       selama maksimal 7 hari.
       f. Manajemen selalu memperhatikan dan mempertimbangkan efisiensi dan
       produktifitas. Mencapai efisiensi tinggi tanpa membahayakan dan mengganggu
       produksi, maka kebijakan buffer stock selama 2 bulan dianggap tepat.
       g. Sesuai penjelasan point f diatas dan selama ini tidak ada write-off maupun slow
       moving inventory, kebijakan manajemen sudah dinggap tepat.

2. Merujuk pada CALK 20 pendapatan, sebesar Rp5,12 triliun atau sebesar 99% pendapatan
   Perseroan berasal dari penjualan kepada pihak berelasi.
   Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Alasan Perseroan melakukan penjualan kepada pihak berelasi sebesar 99% dari total
       penjualan
   b. Apakah ada risiko ketidakwajaran harga dalam transaksi dengan pihak berelasi?
   c. Bagaimana mekanisme penetapan harga dalam transaksi dengan pihak berelasi agar
       sesuai dengan prinsip kewajaran?
   d. Strategi Perseroan dalam memitigasi risiko ketergantungan terhadap pihak berelasi.

   Jawaban:
    a. Perusahaan distribusi pihak berelasi telah berdiri lebih dari 35 tahun yang telah
         memiliki infrastruktur, distribution network, resources, pengalaman dalam
         menjual tepung terigu dan tidak pernah wan-prestasi dalam pembayaran. Sangat
         mahal dan membutuhkan waktu sangat lama untuk membangun infrastruktur
         sendiri.
      b. Tidak ada, harga ke pihak berelasi sesuai dan wajar. Dan dituangkan kedalam TP
         Docs (Transfer Pricing Documents).
      c. Melalui TP Docs.
      d. Dalam rangka persaingan, manajemen memandang Supply Chain sangatlah
         penting. Perseroan bergantung terhadap Supply Chain yang baik, lancar dan
         mutual benefitted. Kebetulan pihak berelasi masuk dalam Supply Chain ini dan
         dengan penjelasan pada point a s/d c, Perseroan tidak terlalu khawatir.
Page 3
3. Berdasarkan laporan laba rugi Perseroan pada 31 Desember 2024, terdapat penurunan
   pendapatan dari sebelumnya sebesar Rp5,9 triliun menjadi Rp5,2 triliun atau sebesar
   11,84%. Tren tersebut berlanjut pada tahun 2025 dimana dalam laporan laba rugi per
   30 Juni 2025, Perseroan membukukan penurunan pendapatan dari sebelumnya sebesar
   Rp2,8 triliun menjadi Rp1,6 trilun atau turun sebesar 42,80%. Agar dijelaskan sebagai
   berikut:
   a. Latar belakang penurunan pendapatan tersebut.
   b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan.

   Jawaban:
    a. Penurunan pendapatan terjadi karena masih terjadi penurunan harga bahan baku
         gandum dunia sehingga harga jual juga terjadi koreksi di sepanjang tahun 2024.
      b. Selain strategi pembelian bahan baku yang tepat, Perseroan juga melakukan
         perrubahan terhadap produt mix selain berharap harga bahan baku tidak berlanjut
         turun atau stabil (harga gandum dunia di tahun 2025 cukup stabil).

4. Berdasarkan pada CALK 26 sifat hubungan dan transaksi pihak berelasi, Perseroan
   melakukan pembelian dan penjualan kepada pihak berelasi yang sama yaitu PT Cerestar
   Flour Mills, PT Agri First Indonesia, PT Dairyfood Internusa, dan PT Agristar Grain
   Indonesia. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Alasan utama Perseroan melakukan transaksi penjualan dan pembelian dengan
       pihak berelasi yang sama.
   b. Apakah ada perjanjian jangka Panjang yang mengatur pola transaksi dengan pihak
       berelasi tersebut?
   c. Apakah terdapat kebijakan internal untuk membatasi volume transaksi dengan pihak
       berelasi agar tidak menimbulkan konflik kepentingan?
   d. Apakah terdapat evaluasi rutin atas tingkat kewajaran harga dan volume transaksi
       dengan pihak berelasi?
   e. Strategi manajemen dalam meminimalisir risiko transfer pricing.
   f. Model bisnis Perseroan.

   Jawaban:
    a. PT Agristar Grain Indonesia adalah distributor pihak berelasi yang menjual produk
         bahan-bahan pakan ternak. Produksi Perseroan terbagi menjadi 2 yaitu Tepung
         terigu untuk konsumsi manusia (80%) dan tepung untuk konsumsi hewan (20%).
         Tepung untuk konsumsi manusia dijual kepada PT Kabulinco Jaya, tepung untuk
         konsumsi hewa dijual kepada PT Agristar Grain Indonesia. Sedangkan kepada
         pihak berelasi seperti PT Agri First Indonesia dan PT Dairyfood Internusa hanyalah
         transaksi sesekali saja.
      b. Perseroan memiliki perjanjian transaksi dengan distributor berelasi (PT Kabulinco
         Jaya & PT Agristar Grain Indonesia).
      c. Tidak ada.
      d. Ya, TP Docs selalu diterbitkan setiap tahun.
Page 4
       e. Melalui TP Docs.
       f. Perseroan meng-import bahan baku gandum untuk diolah menjadi barang jadi
          tepung untuk konsumsi manusia (80%) dan menjadi barang jadi tepung untuk
          konsumsi hewan (20%), kemudian dijual kepada Perusahaan distributor.

5. Merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, terdapat
   peningkatan biaya dibayar dimuka sebesar Rp2,01 miliar atau sebesar 434,26% apabila
   dibandingkan dengan periode sebelumnya. Berdasarkan CALK 8 biaya dibayar dimuka,
   kenaikan biaya dibayar dimuka disebabkan oleh kenaikan pos ‘lain-lain’ sebesar Rp1,28
   miliar atau sebesar 323,37% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tren
   peningkatan saldo akun biaya dibayar dimuka masih meningkat pada 30 Juni 2025. Pada
   30 Juni 2025, saldo akun biaya dibayar dimuka Perseroan adalah sebesar Rp7,58 miliar,
   meningkat sebesar 206% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu
   31 Desember 2024. Kenaikan pada biaya dibayar dimuka didominasi oleh kenaikan pos
   ‘lain-lain’ sebesar Rp2,69 miliar atau sebesar 160% apabila dibandingkan dengan periode
   sebelumnya yaitu 31 Desember 2024. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Status realisasi terkini atas biaya dibayar dimuka 31 Desember 2024 dan 30 Juni
        2025.
   b. Detail rincian biaya dibayar dimuka lain-lain atas biaya dibayar dimuka lain-lain
        31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025.
   c. Mengapa tidak dilakukan pengungkapan atas biaya dibayar dimuka lain-lain pada
        laporan keuangan meskipun terdapat kenaikan signifikan
   d. Apakah kenaikan biaya dibayar dimuka tersebut bersifat non-recurring (sekali
        terjadi) atau akan berulang di periode mendatang?
   e. Jangka waktu manfaat ekonomis dari biaya dibayar dimuka yang dicatat dalam pos
        “lain-lain”?

   Jawaban:
    a. Status biaya dibayar dimuka terkini bertambah karena terdapat terutama
         penambahan software, biaya asuransi dan lain-lain.
      b. Berupa biaya software, annual fee, service charge, dan biaya lainnya.
      c. Perseroan hanya melakukan disclosure terhadap transaksi berulang.
      d. Kenaikan biaya dibayar dimuka biasanya bersifat non-recurring.
      e. Jangka waktu biaya dibayar dimuka sebagian besar dalam 1 tahun (12 bulan).
Page 5
6. Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, saldo akun
   biaya masih harus dibayar mengalami peningkatan sebesar Rp13,91 miliar atau setara
   dengan 74,53% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Berdasarkan CALK 15
   biaya masih harus dibayar, kenaikan biaya masih harus dibayar disebabkan oleh
   kenaikan pos ‘lain-lain’ sebesar Rp11,49 miliar atau sebesar 350,62% apabila
   dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tren peningkatan saldo akun biaya masih
   harus dibayar masih meningkat pada 30 Juni 2025. Pada 30 Juni 2025, saldo akun biaya
   masih harus dibayar adalah sebesar Rp20,03 miliar atau sebesar 61%. Peningkatan
   disebabkan oleh peningkatan pada pos ‘lain-lain’ sebesar Rp22,06 miliar atau sebesar
   149% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2024. Agar
   dijelaskan sebagai berikut:
   a. Detail rincian biaya masih harus dibayar “lain-lain” pada 31 Desember 2024 dan
        30 Juni 2025
   b. Mengapa tidak ada pengungkapan lebih rinci mengenai detail pos “lain-lain” dalam
        CALK 15?

   Jawaban:
    a. Biaya pembangunan gudang, demurrage, catering, outsourcing dll.
      b. Karena biaya tersebut hanya terjadi sesekali.


7. Berdasarkan CALK 5 piutang usaha, sebesar Rp860,65 miliar atau sebesar 99,64% dari
   keseluruhan piutang usaha berasal dari piutang usaha pihak berelasi. Sebesar Rp544,56
   miliar atau sebesar 63,04% dari keseluruhan piutang merupakan piutang jatuh tempo.
   Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Latar belakang adanya piutang jatuh tempo yang mencapai Rp544,56 miliar atau
       63,04% dari total piutang usaha.
   b. Kebijakan kredit Perseroan terhadap pihak berelasi.
   c. Langkah yang sudah dilakukan manajemen untuk menagih piutang jatuh tempo
       tersebut?
   d. Bagaimana manajemen menilai risiko gagal bayar dari pihak berelasi?
   e. Bagaimana dampak tingginya piutang jatuh tempo terhadap arus kas operasional
       Perseroan?
   f. Bagaimana kebijakan Perseroan dalam menentukan provisi atas piutang tak tertagih
       khususnya untuk piutang pihak berelasi yang sudah jatuh tempo?

   Jawaban:
    a. Adanya keterlambatan pembayaran.
      b. Perseroan memberikan jangka waktu pembayaran selama 60 hari.
      c. Perseroan melakukan monitoring dan penagihan secara rutin. Kadang-kadang
         terjadi keterlambatan akantetapi tidak pernah wanprestasi.
      d. Tidak pernah gagal bayar (wanprestasi).
      e. Perseroan melakukan pengaturan arus kas yang cukup baik, sehingga tidak ada
         dampak dari piutang yang jatuh tempo.
Page 6
       f. Tidak ada piutang yang tak tertagih sehingga Perseroan tidak melakukan provisi.


8. Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, jumlah utang
   bank jangka panjang Perseroan menurun sebesar Rp27,52 miliar atau sebesar 63,16%
   apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun, berdasarkan CALK 24
   pendapatan dan beban keuangan, beban bunga pinjaman bank justru meningkat Rp3,77
   miliar atau sebesar 2,61%. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan utang bank jangka pendek sebesar
       Rp27,52 miliar atau 63,16% dibandingkan periode sebelumnya?
   b. Mengapa meskipun jumlah utang bank menurun signifikan, beban bunga pinjaman
       justru meningkat?
   c. Apakah terdapat dampak dari fluktuasi kurs terhadap beban bunga?

   Jawaban:
    a. Penurunan utang bank jangka Panjang adalah sesuai dengan tujuan penggunaan
         sehingga utang tersebut diangsur berkala hingga lunas.
      b. Terdapat sebagian pinjaman dalam US dollar di 31 Desember 2023 yang dilunasi
         di tahun 2024 sehingga terjadi fluktuasi kurs.
      c. Ada.

9. Berdasarkan CALK 8 aset tetap, terdapat penambahan aset dalam penyelesaian sebesar
   Rp180,01 miliar. Bursa meminta penjelasan sebagai berikut:
   a. Rincian proyek atau aset yang termasuk dalam aset dalam penyelesaian senilai
      Rp180,01 miliar.
   b. Estimasi waktu penyelesaian masing-masing proyek.
   c. Persentase penyelesaian masing-masing proyek atau aset per 31 Desember 2024.

   Jawaban:
    a. Merupakan proyek pembagunan gudang dan SILO.
      b. Sudah selesai dan sudah direklasifikasi di tahun 2024, sehingga ending balance
         dari aset dalam penyelesaian sudah 0.
      c. 100%

10. Berdasarkan informasi umum, jumlah karyawan tetap Perseroan berkurang dari 198
    pada tahun 2023 menjadi 184 pada tahun 2024. Namun, berdasarkan CALK 23 beban
    umum administrasi, gaji dan upah karyawan meningkat sebesar Rp7,78 miliar atau
    sebesar 25,59%. Agar dijelaskan sebagai berikut:
    a. Justifikasi kenaikan beban gaji dan upah karyawan meskipun di tahun 2024 terdapat
       pengurangan jumlah karyawan.
    b. Bagaimana dampak kenaikan beban gaji ini terhadap laba dan arus kas Perseroan?
Page 7
   Jawaban:
    a. Terdapat strategi pengalihan karyawan tetap menjadi karyawan kontrak berikut
         penambahan karyawan kontrak, selain terdapat penambahan 1 orang anggota
         Direksi dan 1 orang anggota manajemen level atas dan juga terdapat salary
         adjustment.
      b. Tidak terlalu berdampak karena diharapkan terjadi peningkatan laba di tahun
         2025.


11. Agar dijelaskan latar belakang kenaikan taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan
    sebesar Rp42,26 miliar atau sebesar 82,20% apabila dibandingkan dengan periode
    sebelumnya.

   Jawaban:
    Karena adanya tambahan taksiran restitusi pajak di 2024.

12. Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, terdapat
    penurunan pada liabilitas kontrak sebesar Rp1,3 miliar atau sebesar 60,62%. Agar
    dijelaskan sebagai berikut:
    a. Latar belakang penurunan pada saldo akun liabilitas kontrak pada 31 Desember
         2024.
    b. Rincian pelanggan yang memberikan uang muka sehingga menimbulkan liabilitas
         kontrak.
    c. Mekanisme pengakuan pendapatan dari liabilitas kontrak.

   Jawaban:
    a. Liabilitas kontrak turun dikarenakan adanya pelunasan uang muka dari Customer.
      b. Nama pelanggan adalah Perioss Vitoria Unipessoal dan LDA.
      c. Liabilitas kontrak merupakan uang muka atas penjualan eksport ke Customer.

13. Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 31 Desember 2024, besaran
    current ratio Perseroan adalah sebesar 0,79x dan cash ratio Perseroan sebesar 0,03%.
    Agar dijelaskan sebagai berikut:
    a. Faktor utama yang menyebabkan current ratio Perseroan berada di bawah 1, yang
        mengindikasikan liabilitas lancar lebih besar daripada aset lancar?
    b. Dampak rendahnya current ratio dan cash ratio terhadap kemampuan Perseroan
        dalam melunasi utang bank?
    c. Strategi Perseroan ke depannya untuk menjaga likuiditas.
    d. Strategi Perseroan dalam melunasi utang jangka pendek.
    e. Apakah ada covenant pinjaman yang berpotensi dilanggar akibat rendahnya rasio
        likuiditas?

   Jawaban:

      a. Karena terdapat terutama utang bank jangka pendek.
Page 8
       b. Utang bank jangka pendek sesuai penggunaannya adalah untuk membiayai modal
       kerja Perseroan didalam hal ini adalah untuk import bahan baku. Total utang jangka
       pendek pada 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp. 1,70 triliun yang seyogyanya
       dilunasi dari piutang usaha ditambah inventory yang diproses menjadi barang jadi
       kemudian dijual sebesar Rp. 1,84 triliun.
       c. Perseroan telah mengurangi utang bank jangka pendek di kwartal 3 tahun 2025
       dan mengalihkannya ke utang bank jangka Panjang sehingga likuiditas (liquidity
       ratio) sudah jauh lebih baik.
       d. Melunasi utang bank jangka pendek adalah melalui collection piutang usaha dan
       konversi inventory menjadi barang jadi siap jual kemudian dijual seperti yang telah
       dijelaskan diatas.

14. Berdasarkan laporan laba rugi Perseroan pada 31 Desember 2024, terdapat kenaikan
    signifikan pada kerugian kurs mata uang asing – neto sebesar Rp26,51 miliar atau
    sebesar 4055,14%. Agar dijelaskan sebagai berikut:
    a. Latar belakang peningkatan kerugian kurs mata uang asing.
    b. Mata uang asing yang paling besar berkontribusi terhadap kerugian kurs.
    c. Bagaimana fluktuasi nilai tukar rupiah sepanjang 2024 memengaruhi posisi
        keuangan Perseroan?
    d. Apakah terdapat ketergantungan pada impor yang meningkatkan eksposur kurs?
    e. Apakah Perseroan memiliki kebijkan lindung nilai (hedging) untuk meminimalisir
        risiko kurs? Jelaskan.
    f. Apakah kerugian kurs bersifat insidental atau ada potensi berulang di tahun-tahun
        berikutnya?

   Jawaban:

      a. Peningkatan kerugian kurs merupakan dampak dari kenaikan kurs/pelemahan
          Rupiah yang terjadi selama tahun 2024. Pada akhir tahun 2023, kurs sebesar Rp.
          15.416 sedangkan pada 31 Desember 2024 kurs telah meningkat menjadi sebesar
          Rp. 16.019.
       b. USD.
       c. Menyebabkan kerugian kurs.
       d. Ya.
       e. Tidak.
       f. Kerugian kurs tentunya bersifat insidental dan tidak dapat diprediksi secara akurat.

15. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).

   Jawaban:

      Perusahaan tidak memiliki rencana tindakan Korporasi dalam 12 bulan kedepan.
Page 9
16. Apakah terdapat rencana pemegang saham pengendali terkait dengan kepemilikan
    sahamnya di Perseroan?

   Jawaban:

      Tidak ada.

17. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
    mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
    saham perusahaan.

   Jawaban:

      Tidak ada informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan
       dapat mempengaruhi ke;angsungan usaha maupun mempengaruhi harga saham
       Perusahaan.




Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.



Hormat Kami,
PT CERESTAR INDONESIA TBK




Indra Irawan
Direktur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.12 MB
Published10 Oct 2025
Pages9
Characters19,696
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Cerestar Indonesia Tbk p.1 ×5
linked person Indra Irawan · Direktur Utama p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT Cerestar Flour Mills p.3
unresolved org PT Agri First Indonesia p.3 ×2
unresolved org PT Dairyfood Internusa p.3 ×2
unresolved org PT Agristar Grain Indonesia. Agar p.3
unresolved org PT Agristar Grain Indonesia p.3 ×2
unresolved org PT Kabulinco Jaya p.3 ×2
unresolved org PT Agristar Grain Indonesia. Sedangkan p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result