Back to announcement
Checklist Pengungkapan LKTT SMT 1 2026 PPGD.pdf
Financial statement Text extracted PPGDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 98
Page 1
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
PT PEGADAIAN (PERSERO)
LKTT TAHUN 2026
PT Pegadaian (Persero)
Kantor Pusat, Jalan Kramat Raya No. 162, Jakarta 10430
Tel. : (62-21) 315 5550 (Hunting), Fax : (62-21) 391 4221
Page 2
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang
merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom 'Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada.
kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda (√) diisi pada kolom 'Tidak Ada' dengan.
menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda
(√) diisi pada kolom 'N/A'.
4. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Pegadaian (Persero)
Bidang Usaha Jasa Gadai, Fidusia & Jasa Lainnya
Jenis Penawaran Umum -
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Purwanto Susanti dan Surja
Nama Kantor Akuntan Publik - firma anggota Ernst & Young
Global Limited
Nama Partner - Ignatius Yokajaya
Opini Akuntan - Wajar Tanpa Modifikasian
Catatan tentang Opini (jika ada) - Tidak Ada
*disesuaikan dengan penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK Nomor 75/POJK.04/2017 tentang Tanggung Jawab
√
Direksi atas Laporan Keuangan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penggunaan
Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan. √
1
Page 3
Data Keuangan Penting
Periode laporan keuangan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 67,269,189 93,767,425
Laba (rugi) bruto - -
Laba (rugi) usaha/operasional 8,834,738 11,014,762
EBITDA 12,973,144 16,925,923
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 6,595,943 8,344,211
Laba (rugi) komprehensif 6,560,997 8,576,731
Laba Per saham (dasar) 1,055,230 1,334,884
Laba Per saham (dilusian) 1,055,230 1,334,884
Laporan Posisi Keuangan
Jumlah Aset 186,330,596 151,654,818
Jumlah Aset Lancar 170,482,615 136,069,190
Jumlah Aset Tidak Lancar 15,847,981 15,585,628
Jumlah Liabilitas 142,316,982 110,029,582
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 134,791,633 102,407,492
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7,525,349 7,622,090
Jumlah Ekuitas 36,625,797 35,974,408
Modal Disetor 6,250,000 6,250,000
Saldo Laba yang Telah Dicadangkan 23,851,764 19,680,251
Saldo Laba yang Belum Dicadangkan 7,091,819 8,812,723
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 126.48 132.87
ROA 0.04 0.06
ROE 0.18 0.23
Ebitda thd pendapatan (%) 19.29 18.05
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
2
Page 4
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak
dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik
industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No
VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √
4 Laporan arus kas selama periode √
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
√
membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √
3
Page 5
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Ketentuan Umum:
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset
yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta
pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak
diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.
4
Page 6
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan poin 1.
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari
√ Catatan poin 1.
instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan
√ Catatan poin 1.
pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √ Catatan poin 1.
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada
√ Catatan poin 1.
periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya;
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group ). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib √ Catatan poin 1.
disebutkan alasannya.
5
Page 7
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Media
√ Bukan Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari √ Bukan Industri Jalan Tol
penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk asuransi dan pembiayaan Bukan asuransi dan
√
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. pembiayaan
10) Khusus Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk √ Bukan Industri Perbankan
menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
● Nama lokasi;
● Nama pemilik izin lokasi;
● Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
● Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi; dan
● Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
● Nama lokasi;
● Nama pemilik izin lokasi; √ Bukan Industri Migas
● Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
● Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi; dan
● Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi;
● Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
● Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan
posisi keuangan.
6
Page 8
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan;
√ Bukan Industri Kehutanan
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat
HPH; dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran
√ Catatan poin 22.
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Catatan poin 22.
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan poin 1.
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan
(corporate action ) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode √ Tidak relevan
pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung
√ Catatan poin 1.
maupun tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Catatan poin 1.
3) Jenis usaha; √ Catatan poin 1.
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Catatan poin 1.
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √ Catatan poin 1.
6) Total Aset; dan √ Catatan poin 1.
7
Page 9
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk √ Tidak ada
tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak,
lebih dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih √ Tidak ada
dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
investee tidak diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan √ Tidak ada
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang
berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak √ Tidak ada
untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian √ Tidak ada
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk √ Tidak ada
harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan
berdasarkan kategori utamanya.
8
Page 10
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan
√ Catatan poin 1.
komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan poin 38.
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah
karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk √ Catatan poin 1.
Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Catatan Poin 1.
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. √ Catatan Poin 1.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun √ Catatan poin 2a.
dan disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical
cost ), biaya perolehan kini (current cost) , nilai realisasi neto (net realizable √
Catatan poin 2a.
value ), Nilai Wajar (fair value ) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan
SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan
√ Catatan poin 2a.
arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang √ Catatan poin 2a.
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √ Tidak ada
9
Page 11
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah
dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki √ Catatan poin 3.
dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang √ Catatan poin 3.
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah √ Catatan poin 3.
tercatat pada akhir periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos √ Catatan poin 2c.
entitas induk dan entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan √ Catatan poin 2c.
keuangan entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa √ Catatan poin 2c.
kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas √ Catatan poin 2c.
entitas anak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian √ Catatan poin 2c.
kepentingan nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang √ Catatan poin 2c.
dikonsolidasi telah dieliminasi.
10
Page 12
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang
digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill ;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill ; dan
Perusahaan tidak
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di √
memiliki Kombinasi Bisnis
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas √ Catatan poin 2e.
dan setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk √ Catatan poin 2d.
perlakuan atas biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap √ Catatan poin 2d.
kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; √ Catatan poin 2d.
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen √ Catatan poin 2d.
keuangan;
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan √ Catatan poin 2d.
nilai dari aset keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan; √ Catatan poin 2d.
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain √ Tidak relevan
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka
(3), angka(4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan
mengenai;
11
Page 13
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas
instrumen keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung
nilai.
b) Investasi pada Sukuk √ Perusahaan tidak
Yang harus dijelaskan antara lain: memiliki investasi pada
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk; Sukuk
(2) pengakuan awal Sukuk;
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan √ Catatan poin 2u.
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan.
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib
minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia
dan Bank Lain. √ Bukan Industri Perbankan
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
12
Page 14
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Piutang Reverse Repo Perusahaan tidak
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode √ memiliki Piutang Reverse
pencatatan dan pengukurannya. Repo
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; √ Bukan Industri Perbankan
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio
kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
√ Bukan Industri Perbankan
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban
akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang
diberikan dengan saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih;
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan
agunan.
13
Page 15
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain Bukan Industri
√
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan Pembiayaan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse );
Perusahaan tidak
b) Penyajian transaksi anjak piutang;
√ memiliki transaksi anjak
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah
piutang
bersih piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa √ Catatan poin 2n
operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau
lessor .
12) Persediaan :
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan
dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan √ Bukan Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
14
Page 16
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan √ Bukan Industri
Tanaman Perkebunan Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman
belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke
tanaman telah menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan √ Bukan Industri
Hewan Ternak Peternakan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian;
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi
hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ Catatan poin 2L
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap; √ Catatan poin 2L
c) pengelompokan Aset Tetap; √ Catatan poin 2L
d) metode penyusutan yang digunakan; √ Catatan poin 2L
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; √ Catatan poin 2L
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan; √ Catatan poin 2L
g) penghentian pengakuan; √ Catatan poin 2L
h) nilai residu; dan √ Catatan poin 2L
15
Page 17
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur √ Catatan poin 2L
ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode
pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat √ Catatan poin 2k
investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama Perusahaan tidak
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat √ memiliki partisipasi dalam
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama. Ventura Bersama
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan tidak
a) Kriteria dari bentuk kerjasama; √ memiliki transaksi pola
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan kerjasama
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud; √ Catatan poin 2m.
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; √ Catatan poin 2m.
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat √ Catatan poin 2m.
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud; √ Catatan poin 2m.
e) metode amortisasi yang digunakan; √ Catatan poin 2m.
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan √ Catatan poin 2m.
g) riset dan pengembangan (jika ada). √ Tidak relevan
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar √ Tidak ada
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk √ Tidak ada
dijual.
16
Page 18
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √ Tidak ada
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi; √ Tidak ada
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya; √ Tidak ada
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan √ Tidak ada
e) penghentian pengakuan Properti Investasi. √ Tidak ada
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment ) dan penilaian √ Bukan Industri Migas
kembali aset (revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan √ Catatan poin 2z
terjadinya penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan √ Catatan poin 2z
pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
17
Page 19
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Simpanan dari bank lain √
Bukan Industri Perbankan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan √
Bukan Industri Perbankan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan tidak
√
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan mempunyai provisi
b) dasar penentuan nilai provisi.
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan √ Catatan poin 2y
dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan √ Bukan Industri Migas
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan; dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
18
Page 20
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih
berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa
amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi Bukan Industri
√
biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan Pertambangan Umum
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan
jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang
dan dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran √ Catatan poin 2x.
yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan √ Perusahaan tidak
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban memiliki transaksi
terkait. hubungan keagenan
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode √ Tidak ada pengakuan
persentase penyelesaian pendapatan dan beban
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk dengan menggunakan
menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak. metode persentase
19
Page 21
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi √ Bukan Industri Asuransi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan
retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim
dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum
dilaporkan dan beban penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate √ Bukan Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat ;
2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nilai tercatat proyek;
4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat ;
5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada
estimasi kini; dan
6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan Perusahaan tidak
√ memiliki Program
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan Loyalitas Pelanggan
20
Page 22
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing; √ Catatan poin 2ad
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan √ Catatan poin 2ad
liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo √ Catatan poin 2ad
dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ Catatan poin 2ac
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan √ Catatan poin 38
31) Hibah Pemerintah Perusahaan tidak
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian √ memiliki Hibah dari
dalam laporan keuangan. Pemerintah
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak √ Catatan poin 2v
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan poin 2v
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan √ Catatan poin 2v
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan. √ Catatan poin 2v
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan; √ Catatan poin 2t
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang √ Catatan poin 2t
diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian √ Catatan poin 2t
aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian. √ Catatan poin 2t
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas √ Perusahaan tidak
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. memiliki Saham Tresuri
21
Page 23
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Pembayaran Berbasis Saham
Perusahaan tidak
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi √
memiliki Pembayaran
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas
Berbasis Saham
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
Perusahaan tidak
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
√ melakukan kuasi
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan
reorganisasi
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman Perusahaan tidak memiliki biaya
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya pinjaman √ pinjaman yang dikapitalisasikan
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. sebagai bagian dari biaya perolehan
aset kualifikasian
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk √ Catatan poin 2aa.
mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar √ Catatan poin 2ab.
dan laba (rugi) per saham dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga; √ Catatan poin 4.
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis √
Catatan poin 4.
mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; √ Tidak relevan
dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan √ Tidak dijelaskan terkait saldo
oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen. kas dan setara kas yang
signifikan, hanya dijelaskan
terkait Cash In Safe and Cash In
Transit diasuransikan beserta
nilai pertanggungannya
22
Page 24
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata
uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang
(nilai dalam mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM
bank pada saat periode pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing
giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan √ Bukan Industri Perbankan
nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(impaired ) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired );
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank
beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya
kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang
berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan
nilai.
23
Page 25
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √ Catatan poin 6.
Seluruh PYD merupakan
transaksi dengan pihak
ketiga retail.
b) jumlah piutang menurut debitur; √ Tidak ada, jumlah piutang
disajikan berdasarkan
jenis usaha
c) jumlah piutang menurut mata uang; √ Catatan poin 6
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; √ Catatan poin 2d, 6.
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian √ Catatan poin 2d, 6.
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan √ Catatan poin 6.
manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan √ Catatan poin 6, 22
dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan
√ Catatan poin 6.
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: √ Tidak terdapat informasi
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan keterlibatan
penting lain yang diatur dalam perjanjian; dan berkelanjutan atas
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). piutang yang ditransfer
24
Page 26
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas. √ Bukan Industri Asuransi
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur;
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Pembiayaan
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi
kerja;
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan
membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank
dalam rangka transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui;
25
Page 27
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Pembiayaan
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse ,
beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak
piutang (tanpa recourse ) serta pendapatan anjak piutang tangguhan
(dengan recourse ); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah
piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Pembiayaan
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping
itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor ;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa
minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.
26
Page 28
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Piutang Sewa Operasi √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Pembiayaan
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa
operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode;
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor .
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Bukan Kontrak Konstruksi
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
konstruksi.
Perusahaan tidak
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
√ memiliki Tagihan Bruto
a) biaya kontrak yang terjadi;
kepada Pelanggan
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Perusahaan tidak
c) Nama pihak/counterparty ; √ memiliki Piutang Reverse
d) Lokasi Efek jaminan; Repo
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih; Perusahaan tidak
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan √ memiliki Agunan yang
saldo piutang yang tidak tertagih; dan Diambil Alih
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.
27
Page 29
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Piutang Dividen dan Bunga
Tidak ada informasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, √
piutang dividen
bunga, dan denda kepada pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √ Catatan poin 8.
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan √ Catatan poin 8.
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. √ Catatan poin 8.
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat
lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan √ Hanya ada pihak ketiga
antara pihak ketiga dan pihak berelasi. tidak ada pihak berelasi
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian √ Catatan poin 5.
investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan √ Tidak dijelaskan laba rugi
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif untuk setiap kelompok
lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan; aset keuangan
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku √ Tidak Relevan
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum √ Catatan poin 5. Tidak ada
diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo; premium/diskonto.
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). √ Tidak Relevan
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset √ Tidak Relevan
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan: √ Tidak Relevan
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang
telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk √ Tidak Relevan
Liabilitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait
dengan penjaminan tersebut;
28
Page 30
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk √ Catatan poin 5.
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan
nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara
kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas √ Tidak Relevan
investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; Perusahaan tidak
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; √ mempunyai khusus
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan deposito
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah; Perusahaan tidak
√
b) tujuan model usaha yang digunakan; memiliki Investasi Sukuk
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Perusahaan tidak
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
√ memiliki Obligasi
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga;
Rekapitalisasi Pemerintah
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
d) Informasi penting lainnya.
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Perusahaan tidak
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan
√ memiliki Unit Penyertaan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos
Reksadana
pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau
rugi periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat Perusahaan tidak
√
bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal memiliki Wesel Tagih
terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
29
Page 31
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
18) Khusus Industri Asuransi
√ Bukan Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antara lain rincian berdasarkan: Perusahaan tidak
√
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang; memiliki Pinjaman Polis
b) Tingkat suku bunga.
20) Khusus Industri Perbankan √ Bukan Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan
jangka waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk
terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset
keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika
ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.
30
Page 32
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi √ Perusahaan tidak
Yang harus diungkapkan antara lain: memiliki Tagihan dan
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan Liabilitas Akseptasi
jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi.
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut √
Catatan poin 9
klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi √ Tidak relevan
biaya untuk menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan; Tidak ada informasi jumlah
√ persediaan yang diakui sebagai
beban
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah √ Tidak ada penurunan nilai
persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan; persediaan
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui √
Tidak ada pemulihan nilai
sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam
persediaan
periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan √ Tidak ada pemulihan nilai
yang diturunkan; persediaan
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang √ Tidak ada kapitalisasi
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan: biaya pinjaman
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan;
dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
31
Page 33
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan √ Tidak ada persediaan
alasan dijaminkan; dan yang dijaminkan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas
√ Catatan poin 9
kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan √ Bukan Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang
harus diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman;
(2) Perlengkapan; dan
(3) Barang Dagangan.
c) Khusus Industri Real Estat √ Bukan Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang;
(b) Unit Bangunan; dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya
telah berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah
utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan √ Tidak ada tanah untuk
Tambahan pengungkapan antara lain: pengembangan
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan;
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang
e) Khusus Industri Media √ Bukan Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor (media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya.
32
Page 34
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Khusus Industri Rumah Sakit √ Bukan Industri Rumah
Tambahan pengungkapan antara lain: Sakit
(1) Obat-obatan;
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan
(3) Persediaan lainnya
g) Khusus Industri Peternakan √ Bukan Industri
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi Peternakan
tertentu, seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan
ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok
selama paling tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau
penghapusan persediaan yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan
asuransi; dan
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan √ Catatan poin 17a
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. √ Tidak relevan
33
Page 35
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
24) Biaya Dibayar Dimuka
√ Catatan poin 11
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan; √ Tidak relevan
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada √ Tidak relevan
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai; √ Tidak relevan
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam √ Tidak relevan
satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki √ Tidak relevan
untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang
berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual √ Tidak relevan
atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui
apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut;
dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode
sajian
34
Page 36
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang; √ Catatan poin 38b.
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai serta √ Tidak relevan
penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian √ Tidak relevan
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian √ Tidak relevan
penurunan nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal √ Tidak relevan
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi; √ Tidak relevan
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta √ Tidak relevan
alasannya;
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi √ Kuotasi pasar tidak
harganya tersedia; tersedia
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat
√ Tidak relevan
Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki
lebih dari 20% (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial √ Tidak relevan
investee secara langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika √ Tanggal akhir periode
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas pelaporan sama
dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas √ Tidak ada pembatasan
asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
35
Page 37
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila √ Tidak ada bagian rugi
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, yang tidak diakui
baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama √ Tidak relevan
dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama- √ Tidak relevan
sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam √ Tidak relevan
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
√ Bukan Industri Konstruksi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah
jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
√ Bukan Industri Kehutanan
a) Saldo awal;
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √ Bukan Industri Jalan Tol
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil
tol.
36
Page 38
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Perkebunan
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk
setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit
2 tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma
yang menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik
perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang √ Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain: Peternakan
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan)
dan hewan ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling
tidak 2 tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
37
Page 39
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan
risiko yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada;
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model √ Tidak relevan
Nilai Wajar atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai √ Tidak relevan
Wajar dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar √ Tidak relevan
atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut
dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir; √ Tidak relevan
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi; √ Tidak relevan
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi √ Tidak relevan
yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan
sewa selama periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi √ Tidak relevan
atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang
menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan
model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti √ Tidak relevan
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau √ Tidak relevan
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.
38
Page 40
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan √ Tidak relevan
akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara
signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus
mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian
yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan,
dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah √ Tidak relevan
ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain. √ Tidak relevan
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain √ Perusahaan tidak
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan menggunakan model
pengungkapan antara lain: biaya
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti
Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi
beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi
penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri;
(6) Nilai Wajar Properti Investasi.
39
Page 41
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan √ Tidak relevan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
investasi yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan;
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan √ Catatan poin 12
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa
pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap √ Catatan poin 12
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi √ Catatan poin 12
beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba √ Tidak ada rugi penurunan
rugi dan ekuitas (jika ada); nilai
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap; √ Catatan poin 12
40
Page 42
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami √ Tidak relevan
penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi
komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); √ Catatan poin 12
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila √ Tidak ada
Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir; √ Catatan poin 12, hanya nama,
namun tidak mencantumkan
tanggal laporan penilaian
terakhir.
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi √ Catatan poin 12
Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut √ Catatan poin 12
dicatat dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan √ Catatan poin 12
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; √ Catatan poin 12
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak; √ Catatan poin 12
(3) estimasi saat penyelesaian; √ Catatan poin 12
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada); √ Tidak relevan
41
Page 43
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam √ Catatan poin 12
pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; √ Tidak relevan
dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya √ Tidak relevan
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara; √ Tidak relevan
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan √ Catatan poin 12
penuh dan masih digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan √ Tidak relevan
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila √ Menggunakan model
berbeda secara material dari jumlah tercatat; revaluasi
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap √ Catatan poin 12
yang dihentikan pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar √ Tidak ada hibah
diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut √ Tidak relevan
jenis Aset Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai √ Tidak relevan
atau pemulihan penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima √ Tidak relevan
jaminan dan alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan √ Catatan poin 12, tidak
asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas mencantumkan nilai aset
kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar tetap yang diasuransikan
diungkapkan alasannya.
42
Page 44
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi √ Bukan Industri Migas
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated
acreage , sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan
kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih
kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √ Catatan poin 13
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi √ Tidak terdapat informasi
komprehensif; jumlah amortisasi Aset
Takberwujud ke dalam pos
laporan laba rugi
komprehensif
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset √ Catatan poin 13
Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi √ Tidak relevan
kriteria aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan √ Tidak relevan
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat
tidak terbatas;
43
Page 45
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset √ Tidak relevan
Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya √ Tidak relevan
diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau
model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya √ Tidak relevan
dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk
Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud; √ Tidak relevan
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan: √ Tidak relevan
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi
Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup √ Bukan Industri Migas dan
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Pertambangan Umum
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan pengurangan;
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi √ Bukan Industri Migas dan
Yang harus diungkapkanantara lain: Pertambangan Umum
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest
yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo
akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan
arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
44
Page 46
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. √ Bukan Industri Migas dan
Yang harus diungkapkan antara lain: Pertambangan Umum
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1)
biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan
penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan
masa produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya
produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down ) akibat dilakukannya evaluasi (jika
ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode
dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung
penurunan nilai tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan √ Bukan Industri Migas dan
Yang harus diungkapkan antara lain : Pertambangan Umum
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
(b) Saldo awal;
(c) Penambahan/pengurangan;
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan
yang masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak
dapat dipulihkan;
45
Page 47
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi;
dan
(c) Jumlah penurunan (write down ) akibat dilakukannya evaluasi bila
ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan
asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan
nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest , maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-
tiap Area of Interest .
b. Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √ Catatan 15
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan √ tidak relevan
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang √ Tidak ada jaminan atas
berhubungan. Utang Usaha
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan √ Tidak ada Provisi, baik
provisi jangka panjang. jangka panjang maupun
b) Yang harus diungkapkan antara lain: √ jangka pendek
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang
belum digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang
terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan
tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya
arus keluar sumber daya ekonomi;
46
Page 48
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa
masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut.
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban √ Catatan 18, tidak terdapat
yang belum jatuh tempo. unsur jatuh tempo
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Bukan Industri Perbankan
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada √ Bukan Industri Konstruksi
transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam
bentuk tabel yaitu : √ Bukan Industri Konstruksi
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
47
Page 49
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan √ Bukan industri asuransi
Yang harus diungkapkan antara lain : kerugian dan jiwa
(1) Rincian berdasarkan program asuransi;
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
b) Utang Klaim √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi;
(2) Jumlah menurut tertanggung;
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.
48
Page 50
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite ) √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi √
Yang harus diungkapkan antara lain: Tidak relevan
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
(4) Jumlah menurut umur utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.
g) Utang Komisi √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.
h) Titipan Premi √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.
49
Page 51
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ Catatan poin 17b
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √ Catatan poin 17e
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
Bukan Industri
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse ; √
Pembiayaan
dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo
serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Bukan Industri Kontrak
Uang Muka Kontrak √
Konstruksi
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima.
13) BagianLancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang √ Tidak relevan
sesuai dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka
panjang sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas √ Tidak relevan
keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan √ Tidak relevan
antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain: √ Tidak relevan
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default )
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang √ Tidak terdapat
Yang harus diungkapkan antara lain : Restrukturisasi Utang
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak
penghasilan yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang
diakui selama periode tersebut; dan
50
Page 52
√ Tidak terdapat
Restrukturisasi Utang
No Jumlah keuntungan atauKeterangan
kerugian bersih atas pengalihan aset yang Ada Tidak N/A Keterangan
diakui selama periode tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang
yang telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh √ Bukan Industri Migas
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang √ Bukan Industri
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Pertambangan Umum
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan √ Tidak relevan
yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan
pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain : √ Tidak relevan
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain: √ Seluruh utang bank
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis Perseroan merupakan
mata uang; utang jangka pendek
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo;
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan
tujuan perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing
fasilitas pinjaman;
51
Page 53
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default );
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian
dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang
baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka
panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan
sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai
liabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain : √ Perusahaan tidak
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa memiliki Utang Sewa
(lessor ) pada tanggal laporan posisi keuangan; Pembiayaan
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada
tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib
mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada
tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode
berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode
tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease ) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-cancellable sublease ) pada tanggal laporan posisi
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and
leaseback ); dan
52
Page 54
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan
atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance );
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang
dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance );
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance ;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah
atau pihak lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat
bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas
tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih.
53
Page 55
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada
saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan
nilai komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan √ Bukan Industri Migas
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal;
(2) Penyisihan yang dibentuk;
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
(3) Saldo akhir.
54
Page 56
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program. √ Catatan poin 24
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti √ Catatan poin 24
yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program;
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu;
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari √ Tidak relevan
program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta √ Catatan poin 24
saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama
periode yang dapat diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
55
Page 57
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud √ Catatan poin 24
dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud
dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi
keuangan, paling kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam
laporan posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh
batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan
nama pos dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini; √ Catatan poin 24
(b) biaya bunga; √ Catatan poin 24
(c) hasil yang diharapkan dari aset program; √ Tidak ada
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui √ Tidak ada
sebagai Aset sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih √ Tidak ada
metode koridor 10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu; √ Catatan poin 24
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; √ Tidak ada
dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK; √ Tidak ada
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang √
Catatan poin 24, tidak ada
akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi:
dampak dari batasan
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
dalam SAK
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
56
Page 58
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui √ Catatan poin 24, tidak ada dampak dari batasan dalam SAK
pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui
keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai
dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai √ Catatan poin 24
Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset
program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, instrumen
ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: √ Tidak relevan
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat √ Tidak relevan
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk
dampak kategori utama dari aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap √ Tidak relevan
hak penggantian yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode
pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya
sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto; √ Catatan poin 24
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk √ Tidak relevan
periode yang disajikan dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan √ Tidak relevan
dalam laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam √ Catatan poin 24
indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program formal
atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan √ Tidak relevan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria; √ Catatan poin 24
57
Page 59
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat √ Tidak relevan
tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang
tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau
penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari
makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam
lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya √ Tidak relevan
dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan
surplus atau defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase
dari liabilitas program pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari
aset program pada akhir periode pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara √ Catatan poin 24
andal, dari iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama
periode tahunan dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas √ Tidak relevan
sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan
biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan
seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto
sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak
keuangan atas perubahan program selama periode tersebut;
58
Page 60
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan
huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang
menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam
pengukuran kewajiban imbalan pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode
sesuai SAK informasi tentang program secara keseluruhan
disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir
(4), butir (9), butir (13), butir (14),dan butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti √ Tidak ada
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran
pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya √ Catatan poin 24
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja
jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan √
mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku Catatan poin 22, tidak ada
bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya; tujuan penerbitannya
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √ Catatan poin 1 dan 22
Tidak ada informasi
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12(dua belas) bulan; √ bagian yang jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan.
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √ Catatan poin 22
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi √ Tidak relevan
dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; √ Tidak relevan
59
Page 61
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam √ Tidak relevan
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturi
sasi utang dan kondisi default); dan
h) persyaratan penting lainnya. √ Tidak relevan
25) Utang Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang √ Catatan poin 1 dan 22
digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah yang digunakan; √ Tidak ada
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari; √ Tidak ada
(c) nilai nominal; √ Catatan poin 22
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah); √ Tidak relevan
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah √ Tidak relevan
bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran √ Tidak ada
imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √ Catatan poin 22
(h) tujuan penerbitannya; dan √ Tidak ada
(i) persyaratan penting lain; √ Tidak ada
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √ Catatan poin 1 dan
Catatan poin 22
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan; √ Catatan poin 1 dan
Catatan poin 22
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √ Tidak ada informasi
bagian yang jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan.
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √ Catatan poin 1.
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada); √ Tidak relevan
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan √ Tidak relevan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan √ Tidak relevan
Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).
60
Page 62
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Tidak ada Utang
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku Subordinasi
bunga kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default );
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya.
27) Utang Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Tidak ada Utang Konversi
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo,
jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price )
yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi
dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default );
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
61
Page 63
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode; √ Catatan poin 25a.
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis √ Tidak relevan
saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali
atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan √ Tidak relevan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas;
b) √ Catatan poin 25b.
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham √ Catatan poin 25a.
dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya;
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan: √ Catatan poin 1.
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,
persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio,
saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan
dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan
private placement ), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement ),
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar √ Tidak relevan
disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek.
62
Page 64
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital )
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √ Tidak relevan
b) Uraian sumber agio saham; √ Tidak relevan
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; √ Tidak relevan
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor; √ Tidak relevan
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya; √ Tidak relevan
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali,
antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi; √ Tidak relevan
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang √ Tidak relevan
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; √ Tidak relevan
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau √ Tidak relevan
dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah √ Tidak relevan
imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih √ Tidak relevan
antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan
atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi √ Tidak relevan
antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan
sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.
63
Page 65
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain : √ Tidak terdapat Selisih
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang Transaksi dengan Pihak
meliputi: Nonpengendali
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Perusahaan tidak
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan memiliki Saham Tresuri
modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham
treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan
modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih
antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √ Tidak relevan
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS √ Catatan poin 25b
yang terkait; dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos √ Catatan poin 25b
cadangan.
64
Page 66
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Perusahaan tidak
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran; memiliki Waran
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran;
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing- √ Tidak relevan
masing komponen pendapatan komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham √ Catatan poin 26
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi
1) Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama √ Catatan poin 27, 28
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
(2) Penjualan jasa;
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama; √ Catatan poin 27, 28
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh √ Tidak relevan
perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang √ Tidak relevan (tdk ada
tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang pendapatan dr
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; pertukaran barang atau
jasa)
65
Page 67
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain: √ Tidak relevan
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam
periode berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak
yang diakui dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian
kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai
tanggal pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing
sebagai Aset dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan √ Tidak relevan
secara terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan
sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Tidak relevan
a) Dasar ketentuan tarif;
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait.
66
Page 68
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: √ Bukan Industri
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; Pembiayaan
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c) Pendapatan sewa.
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari: √ Bukan Industri Rumah
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat Sakit
jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: √ Bukan Industri
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi; Transportasi
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi,
feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa √ Bukan Industri
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui Telekomunikasi
kerjasama dengan pihak lain.
67
Page 69
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi √ Bukan Industri Asuransi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum
merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Bukan Industri Jalan Tol
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan
jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Bukan Industri Perbankan
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang √ Tidak relevan
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh √ Tidak relevan
perseratus) dari pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang √ Tidak relevan
dijual.
68
Page 70
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
Bukan Industri Rumah
c) Beban pegawai; √
Sakit
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi
klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : √ Bukan Industri Asuransi
klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√ Bukan Industri Perhotelan
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi;
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.
69
Page 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya,
yaitu antara lain:
a) Beban penjualan; √ Tidak relevan
b) Beban distribusi; dan √ Tidak relevan
c) Beban umum dan administrasi. √ Catatan poin 33
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama. √ Bukan Industri Perbankan
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan
komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
Bukan Industri
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai √
Pembiayaan
untuk masingmasing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. √ Tidak relevan
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √ Tidak relevan
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : √ Tidak relevan
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku
bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK
yang berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing
sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian
terhadap bunga;
70
Page 72
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan √ Tidak relevan
meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar
melalui laba rugi; dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk
lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama √ Tidak relevan
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan √ Bukan Industri Perbankan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset
keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat berharga √ Bukan Industri Perbankan
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi √ Bukan Industri Perbankan
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud; √ Catatan poin 12
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti; √ Catatan poin 24
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan; √ Tidak relevan
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual; √ Tidak relevan
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam √ Tidak relevan
rangka lindung nilai arus kas; dan bagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
71
Page 73
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; √ Catatan poin 17c
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari √ Tidak relevan
periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari √ Catatan poin 17d
perbedaan temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan √ Tidak ada penjelasan terkait
tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru; perubahan tarif pajak atau
penerapan peraturan
perpajakan
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui √ Tidak relevan
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau √ Tidak relevan
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan √ Tidak relevan
akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara
retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang √ Tidak relevan
dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan Catatan poin 17d,
√
komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari lampiran 2
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi √ Catatan poin 17c
dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan
dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku; atau
72
Page 74
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang
berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang
berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan √ Tidak relevan
dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang √ Tidak relevan
dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui
sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada √ Tidak relevan
entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai √ Catatan poin 17c
berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak √ Catatan poin 17c
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam √ Catatan poin 17c
pengisian SPT Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum √ Catatan poin 17d
dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan
posisi keuangan untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba
rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset
atau liabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: √ Tidak relevan
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama
periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
73
Page 75
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang √ Tidak relevan
saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan
Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas
dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak √ Tidak relevan
tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam
suatu kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak √ Tidak relevan
tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh
dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah
tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung √ Catatan poin 17d
pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena
pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya
yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per √ Catatan poin 36
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba
atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk periode
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut √ Catatan poin 36
dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi
penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari
setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per saham;
74
Page 76
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang √ Tidak relevan
berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen
tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi √ Tidak relevan
saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang
terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah
jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa yang beredar
pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum
akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan. √ Tidak relevan
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi √ Tidak relevan
dengan orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk √ Tidak relevan
transaksi dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat √ Tidak relevan
meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi
tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi
dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi
dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan √ Catatan poin 38b
beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas, √ Catatan poin 38b
termasuk komitmen, dan:
75
Page 77
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, √ Tidak relevan
dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima; √ Tidak relevan
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian √ Tidak relevan
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika √ Tidak relevan
dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan √ Tidak relevan
b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas;
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya;
dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau √ Tidak relevan
kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori
berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham.
76
Page 78
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah : √ Catatan poin 38a
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya
dengan Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara
individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas
luasnya transaksi tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang
fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang fungsional;
Perusahaan tidak
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing;
memiliki Aset dan
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang √
Liabilitas dalam Mata
fungsional;
Uang Asing
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih
kurs yang timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode
tertentu untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit
penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya
tercakup rugi penurunan nilai;
77
Page 79
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif
yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang
diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk
setiap kelompok aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan
Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi
yang andal dan relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu
sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum
periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka
diungkapkan alasannya; dan
78
Page 80
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk
suatu periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-
periode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan
akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu √ Tidak relevan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu;
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan
dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila
penyajian kembali retrospektif tidak praktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap √ Tidak relevan
kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek
ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing
kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang
diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan
dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah
pembayaran; dan
79
Page 81
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran
tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran
tersebut tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum
pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa
pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama
Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus
keluar sumber daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut.
Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi
utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak
dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka
(4) terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
80
Page 82
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari
100% (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi pada tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi,
yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam
penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada
pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif
untuk mengakui keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi
sejak tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi
komprehensif pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan
untuk periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi
untuk semua kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan
telah diperhitungkan sejak awal periode pelaporan.
81
Page 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode √ Tidak relevan
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang
material atau secara kolektif material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk
Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan
dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang
akuntansi awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang
diakui selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan
Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset
imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan
liabilitas imbalan kontinjensi atau liabilitas tersebut dibatalkan atau
lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap
perbedaan yang timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode
pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui
pada periode pelaporan yang:
82
Page 84
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas
yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan
berjalan atau periode pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk
memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam √ Tidak relevan
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, √ Tidak relevan
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan
berdasarkan kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk √ Catatan poin 2aa.
mengidentifikasi segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap √ Catatan poin 37
segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan √ Catatan poin 37
beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen
dilaporkan, serta dasar pengukurannya;
83
Page 85
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi √ Catatan poin 37
segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen `
material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan
Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa √ Tidak relevan
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau
setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: √ Perusahaan tidak
i. negara domisili Perusahaan; dan memiliki Segmen Operasi
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan yang berada di luar negeri
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu
negara asing secara individual jumlahnya material, pendapatan
tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar
pengatribusian pendapatannya kepada negara tersebut secara
individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang √ Perusahaan tidak
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat memiliki Segmen Operasi
kontrak asuransi yang berlokasi di: yang berada di luar negeri
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki
aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual
jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara
terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama √ Tidak relevan
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal √ Tidak relevan
tunggal mencapai 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan
konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.
84
Page 86
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain: √ Tidak relevan
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan
liabilitas operasi yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai
SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi √ Tidak relevan
yang dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi
yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok
lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban
pajak penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk.
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan √ Perusahaan tidak
tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), memiliki Instrumen
seperti untuk tujuan spekulasi; Derivatif
85
Page 87
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib √ Perusahaan tidak
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok memiliki Instrumen
klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilai: Derivatif
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam
bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties );
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara lain: √ Perusahaan tidak
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan memiliki Instrumen
strategi untuk mencapai tujuan tersebut; Derivatif
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis
transaksi yang dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai,
disebutkan tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara √ Catatan poin 40
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai
tercatat dalam laporan posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam √ Catatan poin 2d, dan 40
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.
86
Page 88
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan √ Catatan poin 25c
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk:
(1) periode pelaporan, dan √ Tidak relevan
(2) periode sebelumnya; √ Tidak relevan
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan √ Tidak relevan
setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan
keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir
periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. √ Tidak relevan
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi
lainnya secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya
dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang
signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama Perusahaan tidak
entitas; dan √ memiliki Partisipasi dalam
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, Ventura Bersama
agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka
pendek, liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait
dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
87
Page 89
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan √ Tidak relevan
teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di √ Tidak relevan
masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk investasi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi;
dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: √ Tidak relevan
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang
dijamin;
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan √ Catatan poin 20
bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya. √ Catatan poin 20
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum, √ Catatan poin 43
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan;
88
Page 90
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya √ Tidak relevan
masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang
peraturan dan estimasi dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan: √ Tidak relevan
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta
jumlah pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: √ Catatan poin 43
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau
waktu arus keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
Bukan Industri
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; √
Perkebunan
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
89
Page 91
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para √ Catatan 39, 46c
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang
timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko,
termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang √ Catatan 39
belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain: √ Catatan 39
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko √ Catatan 39
pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang
menunjukkan dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan
pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. Catatan 46c
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari √ Catatan 39
pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis
risiko yang timbul dari instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio )
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.
√ Bukan Industri Perbankan
90
Page 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
√ Bukan Industri Perbankan
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang
pada tanggal laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan
atas dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktivitas fiduciary
yang meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi
yang meliputi
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan
jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang
saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di Perusahaan tidak
masa mendatang; √ memiliki Kuasi-
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah Reorganisasi
kuasireorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan
liabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo
laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan
sejak kuasireorganisasi.
91
Page 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam √ Tidak terdapat informasi
mengelola permodalannya, termasuk: kualitatif ttg tujuan,
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal; kebijakan dan proses
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan pengelolaan modal
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan
oleh pihak eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal; √ Tidak relevan
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya; √ Tidak relevan
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari √ Tidak ada pernyataan
pihak eksternal (jika ada); dan kepatuhan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak √ Tidak relevan
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
√ Catatan 41
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi
modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka
pendek ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap
perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang
diberikan, dan metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
Perusahaan tidak
kelompok opsi saham; opsi saham;
√ memiliki Pembayaran
Berbasis Saham
92
Page 94
Perusahaan tidak
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
√ memiliki Pembayaran
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang
Berbasis Saham
harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk
opsi saham yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai
Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang
bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut
pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai
Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama
suatu periode (yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; √ Bukan Industri Asuransi
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
√ Tidak relevan
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah; dan
d) Zakat.
93
Page 95
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; √ Tidak relevan
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √ Tidak relevan
c) Rasio keuangan penting; √ Tidak relevan
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan √ Tidak relevan
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan √ Tidak relevan
hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu)
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan
iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan,
penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan √ Bukan Industri Kehutanan
biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode
berjalan dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan √ Catatan No 44.
tentang kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi
terkini; dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan
entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan
keuangannya, atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
94
Page 96
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode √ Tidak relevan
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang
Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang
terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif
berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut; √ Catatan poin 45.
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan √ Catatan poin 45.
akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan √ Catatan poin 45.
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru √ Catatan poin 45.
atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos √ Tidak relevan
dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara
lain:
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi.
95
Page 97
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, √ Tidak relevan
maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-
hal sebagai berikut:
Perusahaan tidak
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
√ memiliki Hibah
indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
Pemerintah
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan
dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi
persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan √ Tidak relevan
beserta penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara
lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang
berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib
ditambahkan dalam laporan keuangan.
96
Page 98
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Young Global Limited
p.2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.4 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.7 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13 ×13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.42
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.63
unresolved
org
Bapepam
p.84 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.