Back to announcement
20251007_VERN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31965542_lamp1.pdf
Other Text extracted VERNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Page 2
Lampiran Permintaan Pcnjelasan
PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN)
Terkait dengan Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2025
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor l terkait dengan laporan keuangan per 30 Juni 2025, agar
Perseroan dapat menjelaskan:
a. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut alasan Perseroan tidak lagi memperoleh penjualan dari
PT Digi Bintang Sinergi.
Jawab:
Saat ini belum ada permintaan dari PT Digi Bintang Sinergi.
b. Bisnis, kegiatan usaha, dan nama stasiun TV dari PT Digi Bintang Sinergi.
Jawab:
PT Digi Bintang Sinergi adalah sebuah unit bisnis dari VIVA Group yang dikenal dengan nama
brand VIA Creative Hub. Perusahaan ini bergerak di bidang konten digital dan video, dengan
fokus pada pembuatan konten inovatif untuk menghubungkan merek dengan konsumen,
termasuk proyek film dan konten digital lainnya di berbagai platform.
c. Bisnis, kegiatan usaha. dan nama stasiun TV dari PT Cakrawala Andalas Televisi.
Jawab:
PT Cakrawala Andalas Televisi adalah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang
menyiarkan berbagai program hiburan, berita, dan acara berkualitas lainnya sejak tahun 1993,
juga dikenal sebagai ANTV.
d. Nama sinetron Perseroan saat ini yang sedang aktif ditayangkan di PT Cakrawala Andalas
Televisi.
Jawab:
Sinetron dari Perseroan yang ditayangkan di ANTV adalah “Aini, Malaikat tak Bersayap” (as of
30 Juni 2025).
e. Apakah terdapat stasiun TV Indonesia/nasional di mana sinetron Perseroan ditayangkan, dan
pada tahun 2025 mengalami penutupan bisnis usaha’? Agar dapat dijelaskan:
Jawab:
Saat ini tidak ada Stasiun TV Indonesia / Nasional yang merupakan pelanggan Perseroan
yang tutup usaha.
i. Nama stasiun TV tersebut.
Jawab: -
ii. Waktu penutupan kegiatan usaha.
Jawab: -
iii. Tindaklanjut terhadap sinetron Perseroan yang saat itu ditayangkan.
Jawab: -
ix. Mitigasi Pcrseroan untuk dapat memperoleh pendapatan pengganti/altematif.
Jawab: -
iv. Dampak lcbih lanjut penutupan tersebut terhadap kegiatan usaha Perseroan.
Jawab: -
2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (“CALK”) nomor 2 terkait dengan piutang usaha.
Perseroan menjelaskan bahwa piutang yang telah jatuh tempo 91-120 hari sebesar Rp 69.9
miliar semuanya berasal dari piutang Perseroan pada PT Digi Bintang Sinergi dan piutang
usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari sebesar Rp85,5 miliar terdiri atas PT Digi
Page 3
Bintang Sinergi dan Image Future Investment. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Perincian piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari sebesar Rp85,5 miliar untuk
PT Digi Bintang Sinergi dan Image Future Investment.
Jawab:
NO CUSTOMER PIUTANG
1 PT DIGI BINTANG SINERGI Rp. 85.118.928.632,-
2 IMAGE FUTURE INVESTMENT Rp. 449.998.816,-
TOTAL Rp. 85.568.927.448,-
b. Kebijakan Perseroan untuk mengupayakan pelunasan piutang kepada PT Digi Bintang Sinergi
dan lmage Future Investment saat ini selain daripada penagihan aktif.
Jawab:
Perseroan terus menjalin hubungan yang baik dengan PT Digi Bintang Sinergi dan Image
Future Investment, berkomunikasi secara baik dengan pengambil Keputusan kedua
Perusahaan tersebut. Secara historis sampai dengan saat ini tidak ada piutang yang tidak
dibayarkan.
c. Pada tabel penyisihan piutang, Perseroan menjelaskan bahwa penambahan ncgatif piutang
penyisihan sebesar Rp670 juta merupakan keyakinan bahwa piutang tersebut akan dibayar.
Agar dapat dijelaskan dasar ketentuan PSAK 109: Instrumen Keuangan atas perlakuan
akuntansi tersebut.
Jawab:
Pengakuan awal:
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya Ketika liabilitas keuangan telah berakhir
3. Pada CALK nomor 9 terkait dengan Aset Tetap. Perseroan memiliki penambahan aset pada
tahun 2025 yaitu sebesar RpI6.884.823.130, dimana sebesar Rp16.820.050.000 merupakan
penambahan aset tanah dan bangunan. Adapun pada Akta Jual Beli Perseroan jumlah aset yang
tercantum yaitu secara total sebesar Rp16.031.000.000. Agar dapat dijelaskan latar belakang dari
selisih tersebut.
Jawab:
Terdapat selisih Rp789.050.000,- yang merupakan BPHTB yang dikapitalisasi sebagai Aset
Tanah / Biaya Perolehan tanah.
4. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 6 terkait dengan CALK nomor 19 yaitu Beban Umum
dan Administrasi, Pcrseroan telah merincikan beban lain-lain sebesar Rp1,3 miliar berdasarkan
naturenya. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
Page 4
a. Nature dari biaya lain-lain Biaya Konsultan sebesar Rp 120 juta dan apakah biaya konsultan
tersebut juga terjadi pada tahun 2024? Agar dijelaskan.
Jawab:
Biaya Konsultan tersebut tidak terjadi di tahun 2024.
b. Nature dari biaya lain-lain pemeliharaan gedung sebesar Rp345 juta.
Jawab:
Masuk dalam Nature “Biaya Pemeliharaan Bangunan”.
5. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 7 terkait dengan CALK nomor 20. Perseroan telah
merincikan pendapatan lain-lain sebesar Rp 1 miliar dan beban lain-lain sebesar Rp 138 juta.
Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Penjelasan lebih lanjut dan aset peralatan kantor yang dijual sebesar Rp996 juta dan latar
belakang dari penjualan tersebut.
Jawab:
Perseroan pada akhir tahun 2024 mengakuisisi Tanah dan Bangunan. Pada Akuisisi
tersebut, di dalam Bangunan terdapat perlengkapan kantor yang tidak digunakan lagi
oleh penjual. Perlengkapan kantor tersebut juga tidak digunakan oleh Perseroan,
sehingga dijual.
b. Pada mutasi aset tetap yaitu pada CALK nomor tidak terdapat aset tetap Perseroan yang
mengalami pengurangan, sementara itu Perseroan mencantumkan terdapat penjualan aset
peralatan kantor sebesar Rp996 juta. Demikianpun pada laporan arus kas Perseroan, tidak
terdapat arus kas yang diterima dari penjualan aset tetap. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan
perbedaan informasi-informasi tersebut.
Jawab:
Perseroan tidak mencatatkan ke aset tetap karena barang-barang tersebut tidak
digunakan dan langsung dijual.
c. Nilai buku bersih dari aset peralatan kantor yang dijual tersebut dan arus kas yang diterima
oleh Perseroan.
Jawab:
Perseroan tidak mencatatkannya.
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Digi Bintang Sinergi. Jawab
p.2 ×2
unresolved
org
PT Digi Bintang Sinergi.
p.2 ×7
unresolved
org
PT Cakrawala Andalas Televisi. Jawab
p.2 ×2
unresolved
org
PT Cakrawala Andalas Televisi
p.2
unresolved
org
PT Digi
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.