Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
28 Juli 2026
Semester Pertama 2026
Total Pendapatan sebesar Rp30.653,1 miliar.
EBITDA sebesar Rp14.603,4 miliar. Laba Bersih sebesar Rp4.308,9 miliar
PT Indosat Tbk. (“Perseroan”) mencatatkan kinerja yang sangat solid pada semester pertama tahun buku
2026 (“SMT1 2026”), mencerminkan momentum yang kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun
profitabilitas. Pendapatan konsolidasian meningkat sebesar 13,1% YoY menjadi Rp30.653,1 miliar, EBITDA
tumbuh sebesar 13,6% YoY menjadi Rp14.603,4 miliar, sehingga menghasilkan margin EBITDA yang solid
sebesar 47,6%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat
sebesar Rp4.308,9 miliar, tumbuh 84,5% YoY. Pencapaian kinerja yang solid ini menegaskan kekuatan
model bisnis Perseroan yang skalabel, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kemampuan berkelanjutan
dalam menghasilkan imbal hasil yang menarik, sehingga menempatkan Perseroan pada posisi yang solid
untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Pada SMT1 2026, ARPU Seluler Gabungan tumbuh 17,3% menjadi Rp46 ribu, sementara basis pelanggan
seluler berada di angka 93 juta, yang mencerminkan fundamental bisnis inti Indosat yang tetap sehat dan
berkualitas.
Perseroan memperluas infrastruktur jaringan dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 214 ribu untuk
mengakomodasi pertumbuhan trafik data dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Trafik
data SMT1 2026 meningkat sebesar 19,9% YoY.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada tahun 2026, Indosat dan Arsari Group membentuk kemitraan strategis melalui PT Infra Fiber
Teknologi (IFT), sebagai salah satu platform infrastruktur fiber digital independen terdepan di Indonesia.
IFT hadir untuk memperkuat tulang punggung infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung
percepatan transformasi digital Indonesia. Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi komitmen kedua
belah pihak untuk memperluas ketersediaan infrastruktur digital berkualitas tinggi dengan akses terbuka
(open-access) di seluruh Indonesia.
Indosat bekerja sama dengan Nokia untuk memodernisasi jaringan seluler Indosat di seluruh Indonesia
melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang canggih. Sebagai mitra teknologi utama, Nokia
akan mendukung penerapan 5G di pita frekuensi rendah dan pita frekuensi menengah. Langkah ini
bertujuan membangun jaringan berkinerja tinggi yang terintegrasi dengan AI sekaligus menghadirkan
pengalaman digital yang lebih lancar, andal, dan responsif bagi pelanggan.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
SEMESTER PERTAMA 2026
Perseroan telah mengumumkan laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit untuk
semester pertama 2026. Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) SMT1 2026 SMT1 2025 %Tumbuh TW2 2026 TW1 2026 %Tumbuh
Pendapatan 30.653,1 27.109,6 13,1 15.432,4 15.220,7 1,4
• Selular 25.527,2 22.749,7 12,2 12.824,6 12.702,6 1,0
• MIDI 4.694,0 3.961,6 18,5 2.388,7 2.305,3 3,6
• Telekomunikasi Tetap 431,9 398,3 8,4 219,1 212,8 2,9
Beban - beban (22.915,3) (21.926,0) 4,5 (10.712,7) (12.202,6) (12,2)
Laba Operasi 7.737,8 5.183,6 49,3 4.719,7 3.018,1 56,4
Beban Lain-lain - Bersih (2.124,4) (2.099,4) 1,2 (1.029,2) (1.095,2) (6,0)
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 4.308,9 2.335,3 84,5 2.817,6 1.491,3 88,9
EBITDA* 14.603,4 12.855,4 13,6 7.358,0 7.245,4 1,6
Marjin EBITDA 47,6% 47,4% 0,2 47,7% 47,6% 0,1
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Rasio-rasio Keuangan
F ormula SMT 1 2026 SMT 1 2025
Rasio Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 27,95 22,74
(Utang - Kas & Setara Kas)/Total
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** 0,10 0,49
EBITDA
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan pajak
penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai dengan
PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perseroan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran likuiditas
dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perseroan untuk menghitung EBITDA
dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh Perseroan lain dan karenanya tidak dapat dibandingkan dengan
EBITDA Perseroan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
dan 2025.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp30.653,1 miliar pada SMT1 2026, meningkat sebesar Rp3.543,5 miliar
atau naik sebesar 13,1% dibandingkan SMT1 2025. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perseroan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83,3%, 15,3%, dan 1,4% terhadap pendapatan
konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 12,2% dibandingkan SMT1 2025, terutama disebabkan
kenaikan data dan jasa nilai tambah yang diimbangi oleh penurunan telepon, SMS dan interkoneksi.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 18,5% dibandingkan SMT1 2025, disebabkan kenaikan layanan
IT, konektivitas tetap dan internet tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap meningkat sebesar 8,4% dibandingkan SMT1 2025 dikontribusi
oleh kenaikan pendapatan telepon internasional diimbangi oleh penurunan telepon jaringan tetap.
Beban - beban sebesar Rp22.915,3 miliar pada SMT1 2026, naik sebesar Rp989,3 miliar atau 4,5% lebih
tinggi dibandingkan SMT1 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, karyawan, pemasaran, dan beban umum dan
administrasi yang diimbangi dengan peningkatan penghasilan (beban) operasional lain-lain -
bersih.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp1.060 miliar atau 9,2% lebih
tinggi dibandingkan SMT1 2025, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
instalasi, kemitraan, sewa dan jasa terkait, biaya hak penggunaan frekuensi
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Page 3
radio, pemeliharaan, utilitas, dan biaya interkoneksi yang diimbangi dengan penurunan perangkat
telekomunikasi, paket perdana dan voucher.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp334,2 miliar atau 4,2% lebih tinggi
dibandingkan SMT1 2025 terutama disebabkan oleh penambahan aset yang berasal dari
penggelaran jaringan dan amortisasi kontrak pelanggan.
• Beban Karyawan: meningkat sebesar Rp678,4 miliar atau 45,1% lebih tinggi dibandingkan SMT1 2025,
terutama disebabkan oleh kenaikan komponen kompensasi variabel berbasis kinerja, termasuk
bonus dan insentif.
• Beban Pemasaran: meningkat sebesar Rp21,7 miliar atau 2,7% lebih tinggi dibandingkan SMT1 2025,
utamanya dikarenakan kenaikan biaya pelayanan pelanggan, akuisisi pelanggan dan pameran,
diimbangi dengan penurunan biaya promosi dan agen pemasaran.
• Beban Umum dan Administrasi: meningkat sebesar Rp35,4 miliar atau 8,7% lebih tinggi dibandingkan
SMT1 2025, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya jasa profesional diimbangi dengan
penurunan biaya hubungan masyarakat dan sewa.
• Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih: Meningkat sebesar Rp1,140.4 miliar atau 379,4%
lebih tinggi dibandingkan SMT1 2025, utamanya disebabkan oleh keuntungan satu kali dari
monetisasi FiberCo pada 1H 2026, namun sebagian terimbangi oleh keuntungan operasional yang
lebih tinggi pada 1H 2025 yang berasal dari keuntungan pelepasan aset dan pembalikan provisi
pajak tahun sebelumnya.
Beban lain-lain - bersih: Perseroan mencatat beban sebesar Rp2.124,4 miliar, meningkat sebesar Rp25
miliar atau 1,2% lebih tinggi dibandingkan SMT1 2025 disebabkan oleh peningkatan biaya keuangan
yang diimbangi dengan peningkatan keuntungan (rugi) selisih kurs – bersih dan pendapatan bunga.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perseroan membukukan
laba bersih sebesar Rp4.308,9 miliar atau meningkat sebesar Rp1.973,6 miliar, terutama disebabkan
kenaikan pendapatan dan penghasilan (beban) operasional lain-lain–bersih yang diimbangi oleh
kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, karyawan, pemasaran, umum dan
administrasi dan beban lain-lain-bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2026 2025 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 26.063,3 19.003,9 37,1
Aset Tidak Lancar 112.243,2 99.626,0 12,7
JUMLAH ASET 138.306,5 118.629,9 16,6
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 39.186,2 30.499,3 28,5
Liabilitas Jangka Panjang 59.024,8 48.621,5 21,4
JUMLAH LIABILITAS 98.211,0 79.120,8 24,1
JUMLAH EKUITAS 40.095,5 39.509,1 1,5
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 138.306,5 118.629,9 16,6
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
• Aset lancar meningkat sebesar 37,1% menjadi Rp26.063,3 miliar, terutama disebabkan oleh
peningkatan kas dan setara kas yang diimbangi oleh penurunan aset yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual karena monetisasi FiberCo.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 12,7% menjadi Rp112.243.2 miliar terutama disebabkan oleh
kenaikan aset tetap, investasi pada entitas asosiasi dan venturan bersama.
• Liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 28,5% menjadi Rp39.186,2 miliar terutama disebabkan
oleh kenaikan pinjaman jangka pendek, liabilitas sewa, utang pengadaan jangka pendek dan
utang pajak.
• Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 21,4% menjadi Rp59.024,8 miliar terutama disebabkan
oleh kenaikan liabilitas sewa jangka panjang yang diimbangi oleh penurunan liabilitas jangka
panjang lain-lain.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2026 SMT1 2025 %
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 11.763,8 9.575,8 22,8
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (7.239,1) (7.947,1) (8,9)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh / (Digunakan) untuk
6.091,1 (905,6) 772,6
Kegiatan Pendanaan
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 90,5 (2,9) 3.293,9
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 10.706,3 720,2 1.386,5
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 5.075,3 4.454,1 13,9
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 15.781,6 5.174,3 205,0
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Pengeluaran belanja modal pada SMT1 2026 sebesar Rp9.519,7 miliar (tidak termasuk Rp6.570,4 miliar
Aset Hak Guna). Sekitar 57,1% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk
mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI
dan Telekomunikasi Tetap.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 30 Juni 2026, Perseroan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi
yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp18.535,9 miliar. Posisi kas Perseroan per tanggal
30 Juni 2026 adalah sebesar Rp15.781,6 miliar dengan utang bersih sebesar Rp2.754,3 miliar. Komposisi
utang pokok Perseroan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) SMT1 2026 2025 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 15.046.9 11.850,2 27.0
Obligasi dalam miliar Rupiah 3.489,0 3.545,0 (1.6)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perseroan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar Rp6.882,4 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,0 tahun pada 30 Juni 2026.
.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
SMT1 2026 SMT1 2025 TW2 2026 TW1 2026
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 2,1 1,7 2,1 1,9
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 91,3 93,7 91,3 91,5
Jumlah Pelanggan (juta) 93,4 95,4 93,4 93,5
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 98 95 98 98
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 44 38 45 44
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 46 39 46 45
MoU (menit) 4,4 5,0 4,6 4,3
Trafik Data (PB) 9.892 8.249 4.986 4.906
Trafik SMS (miliar) 0,3 0,3 0,1 0,1
ARPU seluler gabungan meningkat 17,3% pada SMT1 2026 menjadi Rp46 ribu dibandingkan periode yang
sama di 2025.
Basis pelanggan pada SMT1 2026 berada di angka 93 juta.
Trafik data naik sebesar 19,9% menjadi 9,892 PB seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia
dengan Indosat berperan dalam memberdayakan masyarakat Indonesia.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Page 5
JARINGAN
Pada 30 Juni 2026, Perseroan mengoperasikan ~214 ribu BTS 4G dan ~10 ribu BTS 5G.
Indikator Utama Tahunan
SMT 1 2026 SMT 1 2025 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 58.187 55.489 4,9
4G 214.326 203.086 5,5
5G 10.117 807 1.153,7
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi Perseroan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp1.730; Kapitalisasi Pasar: Rp55,8 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi SMT1 2026 SMT1 2025
(%)
PENDAPATAN
Selular 25.527,2 22.749,7 12,2
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 4.694,0 3.961,6 18,5
Telekomunikasi Tetap 431,9 398,3 8,4
JUMLAH PENDAPATAN 30.653,1 27.109,6 13,1
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (12.601,5) (11.541,5) 9,2
Penyusutan dan Amortisasi (8.306,5) (7.972,3) 4,2
Karyawan (2.181,8) (1.503,4) 45,1
Pemasaran (823,9) (802,2) 2,7
Umum dan Administrasi (442,5) (407,1) 8,7
Kerugian Selisih Kurs - Bersih (8,3) (20,4) (59,4)
Keuntungan bersih yang Diasosiaikan dengan Hilangnya
1.517,8 - 100,0
Pengendalian atas Entitas Anak dan Transaksi Sewa Balik
Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 35,4 (5,9) 704,0
Keuntungan Bersih atas Penjualan Aset Tetap - net 8,8 48,5 (81,8)
Lain-Lain - Bersih (112,8) 278,3 (140,5)
JUMLAH BEBAN (22.915,3) (21.926,0) 4,5
LABA USAHA 7.737,8 5.183,6 49,3
Penghasilan Bunga 113,4 92,1 23,1
Keuntungan (kerugian) Selisih Kurs - Bersih 63,1 (2,2) 3.030,9
Biaya Keuangan (2.300,9) (2.189,3) 5,1
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (2.124,4) (2.099,4) 1,2
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 5.613,4 3.084,2 82,0
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (1.193,1) (571,0) 108,9
LABA PERIODE BERJALAN 4.420,3 2.513,2 75,9
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 4.308,9 2.335,3 84,5
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 111,4 177,9 (37,4)
TOTAL 4.420,3 2.513,2 75,9
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 w w w .ioh .c o.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62-21) 3000 3001
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Infra Fiber Teknologi
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.