Skip to content
Back to announcement

20250929_VAST_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31953088_lamp2.pdf

Other Text extracted VAST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                                  Lampiran Permintaan Penjelasan
                                 PT Vastland Indonesia Tbk (VAST)

Kegiatan Operasional

1. Agar dapat dijelaskan mengenai kegiatan operasional usaha Perseroan meliputi:
   a. Jumlah properti gudang warehouse dan gedung perkantoran yang saat ini dimiliki siap dijual
      dan/atau disewa pada Perseroan saat ini serta jumlah properti gudang warehouse dan gedung
      perkantoran yang sedang dalam pembangungan.
      Jawab:
       • Jumlah properti gudang warehouse saat ini sejumlah 32 unit dan 1 unit gedung perkantoran
       • Seluruh unit gudang dan kantor pada saat ini belum tersedia untuk di jual dikarenakan hampir
         keseluruhan unit tersewa dan tingkat okupansi saat ini mencapai 98,22%
       • Gudang dalam tahap pembangunan saat ini berada di lokasi Jambi dengan luas bangunan
         sebesar 1.272 m2.

      b. Tingkat okupansi properti gudang warehouse dan gedung perkantoran yang disewakan saat ini.
         Jawab:
         Tingkat okupansi gudang dan gedung perkantoran saat ini mencapai 98,22%

      c. Dampak penurunan suku bunga terhadap para pelanggan Perseroan yang saat ini terjadi.
         Jawab:
         Sampai dengan saat ini Perseroan belum merasakan dampak dari penurunan suku bunga terhadap
         pelanggan Perseroan. Kebutuhan ruang gudang lebih dipengaruhi oleh aktivitas operasional dan
         pertumbuhan usaha pelanggan dibandingkan biaya dana. Meski demikian, penurunan suku bunga
         berpotensi mendorong ekspansi aktivitas usaha pelanggan dalam jangka menengah hingga
         panjang yang pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan terhadap layanan Perseroan.

      d. Kendala saat ini yang dihadapi Perseroan dalam melakukan pemasaran properti.
         Jawab:
         Kendala Perseroan dalam melakukan pemasaran properti khususnya pada pembangunan gudang
         baru di land bank milik Perseroan adalah calon tenant belum memiliki kepastian terhadap kondisi
         finansial bisnisnya untuk sewa dengan jangka panjang diatas 5 Tahun. Dengan kendala tersebut
         Perseroan tetap proaktif dalam memasarkan land bank dan bernegosiasi dengan calon penyewa.
         Sampai dengan saat ini Perseroan telah berhasil memasarkan land bank seluas
         1.272 m2 untuk dibangun gudang yang berlokasi di Jambi dengan PT Catur Sentosa Adiprima
         dengan masa sewa selama 10 Tahun.

      e. Apakah terdapat penambahan segmen atau produk baru pada tahun 2024 dan 2025?
         Jawab:
         Sampai dengan saat ini Perseroan belum melakukan penambahan segmen bisnis baru, berfokus
         kepada penyewaan properti.

      f. Pandangan prospek industri properti khususnya gudang warehouse pada tahun 2025
         sehubungan dengan penurunan suku bunga.
         Jawab:
         Perseroan memandang prospek industri properti, khususnya segmen pergudangan (warehouse),
         pada tahun 2025 tetap solid di tengah tren penurunan suku bunga. Kondisi ini diperkirakan
         memperkuat daya dorong sektor perdagangan, distribusi, dan e-commerce melalui biaya
         pendanaan yang lebih kompetitif. Peningkatan aktivitas pada sektor-sektor tersebut secara alami
         menciptakan potensi permintaan yang lebih tinggi terhadap ruang pergudangan dan jasa logistik,
         sehingga menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan sektor properti terkait sepanjang tahun
         2025.


www.idx.co.id
Page 2
2. Strategi konkret yang ditempuh Perseroan dalam mengoptimalkan penyewaan gudang warehouse
   dan gedung perkantoran mengingat terdapat kompetitor-kompetitor serupa.
   Jawab:
   Langkah Perseroan dalam optimalisasi penyewaan gudang adalah sebagai berikut:
   • Menyediakan layanan tenant berbasis mobile, Sistem ini memungkinkan penyewa menyampaikan
     pengaduan secara real-time, melacak progres penanganan, serta melampirkan dokumentasi visual
     secara langsung. Dengan rata-rata waktu penyelesaian hanya tiga hari, sistem ini meningkatkan
     transparansi dan efisiensi manajemen operasional kawasan.
   • Melakukan kerjasama dengan provider jaringan internet guna membentuk transformasi digital
     dalam kawasan pergudangan Perseroan.
   • Mengoptimalisasi layanan perbaikan dan pemeliharaan dengan cepat dan efisien.
   • Melakukan Go-Green Energy, Saat ini Perseroan memfokuskan pembaharuan energi ramah
     lingkungan dengan memasang Solar Panel guna mengurangi konsumsi listrik PLN yang
     digunakan oleh Pelanggan.

 3. Kerjasama yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2025 untuk mencapai target pendapatan dan
    laba bersih.
    Jawab:
    Kerjasama yang telah dan maupun yang sedang dilakukan oleh Perseroan untuk mencapai target
    pendapatan dan laba bersih adalah sebagai berikut:
    • Pada tanggal 2 Januari 2024, Perseroan menandatangani perjanjian penyediaan jaringan dan jasa
      telekomunikasi dengan PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) atas pembangunan infrastruktur
      jaringan internet dan menyediakan jasa internet kepada pelanggan Biznet yang berlokasi di
      kawasan pergudangan Perseroan di Bandar Lampung. Perjanjian ini memberikan sistem bagi
      hasil kepada Perseroan sebesar 10% dari pendapatan bersih Biznet di kawasan pergudangan
      Perseroan dan memberikan layanan internet secara cuma-cuma kepada Perseroan selama
      perjanjian ini berlangsung. Jangka waktu perjanjian ini selama 5 Tahun sampai dengan tanggal
      1 Januari 2029.
    • Pada tanggal 31 Januari 2025, Perseroan menandatangani perjanjian penyediaan jaringan dan jasa
      telekomunikasi dengan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) atas penempatan perangkat
      telekomunikasi dan menyediakan jasa internet kepada pelanggan Iforte yang berlokasi di kawasan
      pergudangan Perseroan di Bandar Lampung. Perjanjian ini memberikan sistem bagi hasil kepada
      Perseroan sebesar 10% dari pendapatan kotor Iforte di kawasan pergudangan Perseroan dan
      memberikan layanan internet secara cuma-cuma kepada Perseroan selama perjanjian ini
      berlangsung. Jangka waktu perjanjian ini berlaku retroaktif sejak tanggal
      2 Agustus 2024 sampai dengan tanggal 1 Agustus 2029.
    • Pada tanggal 5 Agustus 2025, Perseroan menandatangani perjanjian pemanfaatan, pengoperasian
      & pemeliharaan panel surya fotovoltaik dan perjanjian tingkat layanan untuk jam efektif kapasitas
      dengan PT Solar Energi Utama. Jangka waktu perjanjian akan berlaku selama 25 Tahun sejak
      tanggal operasi komersial. Saat ini Perseroan masih dalam proses intalasi panel surya.

     Kerjasama Perseroan terkait sewa menyewa dengan tenant baru sebagai berikut:
     • Pada tanggal 9 Juni 2025, Perseroan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang dengan
       PT Sukanda Djaya untuk jangka waktu sewa 2 Tahun terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2025
       sampai tanggal 31 Juli 2027 yang berlokasi di Jalan Tembesu No. 1A, Palembang.
     • Pada tanggal 20 Maret 2025, Perseroan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang
       dengan PT Sahabat Sentra Asia untuk jangka waktu sewa 6 Bulan terhitung sejak tanggal
       6 Maret 2025 sampai tanggal 5 September 2025 yang berlokasi di Tembesu 3, No.5 gudang
       No.3,5,7&8 Bandar Lampung. Perjanjian ini diperbaharui pada tanggal 28 Juli 2025 dengan
       mengubah jangka waktu sewa menjadi 6 bulan sampai dengan tanggal 23 Maret 2026.
     • Pada tanggal 22 Juli 2025, Perseroan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang dengan
       PT Gunung Madu Plantation untuk jangka waktu sewa 6 Bulan terhitung sejak tanggal
       1 Agustus 2025 sampai tanggal 31 Januari 2026 yang berlokasi di Jalan Tembesu 3 No.3,
       Bandar Lampung.


www.idx.co.id
Page 3
     • Pada tanggal 22 Juli 2025, Perseroan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang dengan
       PT Gunung Madu Plantation untuk jangka waktu sewa 1 Tahun terhitung sejak tanggal
       21 Juli 2025 sampai tanggal 20 Juli 2026 yang berlokasi di Jalan Tembesu 3 No.5 gudang No.6,
       Bandar Lampung.
     • Pada tanggal 15 September 2025, Perseroan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang
       dengan PT Sahabat Sentra Asia untuk jangka waktu sewa 6 Bulan terhitung sejak tanggal
       1 Oktober 2025 sampai tanggal 31 Maret 2026 yang berlokasi di Jalan Tembesu 3 No.6 gudang
       No.3&5, Bandar Lampung.

Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024

4. Berdasarkan CALK No. 5 tentang Piutang Usaha, Pada periode 30 Juni 2025 Perseroan mencatatkan
   piutang sebesar Rp3,34 miliar dengan komposisi seluruhnya berada pada posisi lancar. Agar dapat
   dijelaskan:
   a. Mengingat tidak ada cadangan kerugian yang dibentuk, bisakah dijelaskan proses dan kriteria
       penilaian yang dilakukan manajemen untuk menyimpulkan bahwa tidak ada piutang yang
       impaired?
       Jawab:
       Proses dan kriteria penilaian yang dilakukan oleh manajemen dengan melihat kolektibilitas piutang
       setiap pelanggan mengingat piutang usaha Perseroan didominasi oleh piutang rutin setiap bulan
       atas Iuran Pemeliharaan Keamanan Lingkungan (IPLK), iuran air, iuran sampah atas seluruh tenant
       dalam kawasan Perseroan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan
       nilai dan seluruh saldo piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan
       penurunan nilai piutang.

        Pada tanggal 30 Juni 2025 adanya piutang usaha selain piutang rutin merupakan piutang atas PPN
        sewa dari PT Bramasta Sarana Transportasi dan PT Sukanda Djaya. Masing-masing saldo piutang
        atas PPN sewa tersebut diterima pada tanggal 30 Juli 2025 dan 25 Juli 2025.

    b. Pada tabel analisis umur piutang usaha, agar dapat disampaikan status pelunasan piutang usaha
       sampai saat ini:

                Deskripsi     30 Juni 2025   Realisasi              % Realisasi      Keterangan Jika
                              (Rp)           Penerimaan                              Belum Diterima
                                             Sampai Saat Ini
          Lancar                3.346.426.435 3.346.426.435            100%                   -
          Jatuh tempo:
          1-30 Hari             3.346.426.435     3.346.426.435        100%                   -
          31- 60 hari                        -                  -       0%                    -
          > 60 hari                          -                  -       0%                    -
          Total                 3.346.426.435     3.346.426.435        100%                   -

    c. Strategi yang dilakukan Perseroan untuk mempertahankan kolektabilitas piutang usaha di masa
       mendatang.
       Jawab:
       Strategi Perseroan dalam mempertahankan kolektabilitas piutang usaha sebagai berikut:
       • Melakukan pemantauan rutin atas piutang usaha.
       • Memberikan surat pemberitahuan kepada pelanggan yang mendekati jatuh tempo.
       • Pro aktif dalam melakukan penagihan piutang.
       • Perseroan juga menetapkan adanya security deposit atas sewa gudang dan bangunan gedung guna
         untuk mengantisipasi apabila ada pelanggan yang gagal bayar.




www.idx.co.id
Page 4
5. Berdasarkan CALK No. 7 tentang Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan memiliki uang
   muka dan biaya dibayar dimuka sebesar Rp940 juta periode 30 Juni 2025 dengan saldo mutasi yang
   tidak berubah pada perizinan dan SHGB serta lain-lain, agar dapat dijelaskan:
   a. Penyebab utama tidak berubah mutasi atas saldo perizinan dan SHGB serta lain-lain uang muka
      dan biaya dibayar di muka tersebut.
      Jawab:
      Uang muka dan biaya dibayar di muka bagian tidak lancar sebesar Rp 748 juta merupakan biaya
      yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh Perseroan dalam balik nama aset tanah, yang saat ini
      masih dalam proses penggabungan 4 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang berlokasi di
      Pekanbaru.

    b. Nature dan kontribusi dari akun lain-lain tersebut.
       Jawab:
       Nature dan kontribusi dari akun lain-lain merupakan biaya atas jasa Notaris terkait pengurusan
       balik nama dan penggabungan SHGB tanah di Pekanbaru

    c. Estimasi waktu kapitalisasi atas pembayaran uang muka tersebut.
       Jawab: Estimasi waktu akan dikapitalisasi pada saat proses penggabungan 4 Sertifikat Hak Guna
       Bangunan (SHGB) yang berlokasi di Pekanbaru selesai di proses.

6. Berdasarkan CALK No. 8 tentang Properti Investasi, Perseroan memiliki properti investasi neto
   sebesar Rp485,01 miliar periode 30 Juni 2025 dan Rp485,23 miliar periode 31 Desember 2024, agar
   dapat dijelaskan:
   a. Perseroan memiliki total luas tanah sebesar 234.777m2 dan luas tanah yang telah dibangun
       menjadi gudang yaitu 196.623m2, mohon penjelasan mengenai:
       i. Rencana pembangunan gudang baru atas tanah yang masih dimiliki saat ini (jika ada).
       ii. Terdapat penurunan luas 127m2 di Pekanbaru karena perubahan struktur tanah disekitar
            milik Perseroan, bagaimana Perseroan dapat memastikan agar hal tersebut tidak terjadi pada
            portfolio tanah lainnya yang dimiliki saat ini.
       iii. Seluas 11.939m2 properti investasi masih bersertifikat Hak Milik atas nama pemilik
            sebelumnya, agar disampaikan estimasi waktu penyelesaian sertifikat tersebut.
       Jawab:
       i. Pembangunan gudang baru sampai dengan saat ini berlokasi di land bank milik Perseroan
            yang berlokasi di Jambi seluas 1.272 m2, yang dimulai pembangunan pada awal bulan
            September 2025 dan direncanakan selesai pada bulan Februari 2026.
       ii. Berkurangnya luasan tanah Perseroan terjadi akibat ukur ulang oleh Badan Pertanahan
            Nasional (BPN) pada saat perubahan status dari SHM menjadi SHGB dan proses balik nama.
            Secara fisik, tapak tanah tidak mengalami perubahan, perbedaan luasan timbul karena
            metode ukur terdahulu dilakukan secara manual, sedangkan saat ini menggunakan teknologi
            satelit yang lebih akurat. Langkah Perseroan dalam menjaga portofolio tanah saat ini dengan
            mendirikan pagar panel di sepanjang batas tanah.
       iii. Tanah yang berlokasi di Jambi seluas 11.939 m² saat ini masih dalam proses balik nama di
            Badan Pertanahan Nasional (BPN), dengan pengurusan melalui Kantor Notaris & PPAT
            Hendra S, S.H., M.Kn., yang berkedudukan di Jambi

    b. Kasus hukum atas properti investasi yang dimiliki Perseroan saat ini agar dielaborasi (jika ada).
       Jawab:
       Sampai dengan saat ini Perseroan tidak memiliki kasus hukum terkait properti investasi milik
       Perseroan




www.idx.co.id
Page 5
    c. Strategi Perseroan untuk memaksimalkan penggunaan tanah dan bangunan atas properti
       investasi tersebut di tahun 2025.
       Jawab:
       Strategi Perseroan dalam memaksimalkan penggunaan tanah dan bangunan adalah sebagai
       berikut:
        • Perseroan akan terus menjaga okupansi sewa diatas 95%.
        • Perseroan secara proaktif memasarkan land bank untuk dapat dibangun dan disewakan.
        • Menjaga hubungan baik dengan pelanggan eksisting guna untuk keberlanjutan sewa dimasa
          mendatang
        • Merawat dan menjaga aset properti investasi Perseroan untuk memenuhi kepuasan tenant.

7. Berdasarkan CALK No. 9 tentang Aset Tetap, Perseroan memiliki aset tetap per 30 Juni 2025 sebesar
   Rp2,21 miliar yang terdiri dari kendaraan, mesin dan peralatan kantor serta inventaris kantor yang
   seluruhnya tidak diasuransikan, agar dapat dijelaskan:
   a. Pertimbangan Perseroan tidak mengasuransikan seluruh aset tetap hingga saat ini.
        Jawab:
        Pertimbangan Perseroan tidak mengasuransikan aset tetap sebagai berikut:
         • Kendaraan dan alat berat sebesar Rp 1,2 Milyar, pengoperasian kendaraan dan alat berat
           digunakan di areal sekitar kawasan dan selalu dirawat berkala sehingga minim resiko untuk
           kehilangan dan manajemen berpendapat tidak perlu diasuransikan.
         • Mesin dan peralatan sebesar Rp 513 juta, terdiri dari mesin genset sebesar Rp 300 juta dan mesin
           untuk peralatan kerja sebesar Rp 200. Mesin dan peralatan kerja dioperasikan hanya untuk
           pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan di dalam kawasan seperti mesin potong rumput, mesin
           gerinda tangan, jackhammer, mesin las, mesin saluran pompa air (Electric Drain Cleaner),
           lifting platform sehingga manajemen berpendapat tidak perlu diasuransikan.
         • Inventaris kantor sebesar Rp 499 juta, terdiri dari Laptop, Komputer, AC Split, Meja, Kursi, dll
           menajemen berpendapat tidak perlu diasuransikan.

    b.   Agar dielaborasi maksud dari cara lain atas pendapat manajemen Perseroan terkait risiko aset
         tetap tersebut.
         Jawab:
         Pendapat manajemen Perseroan terhadap resiko aset tetap telah dievaluasi berdasarkan nilai
         buku yang mana sebesar Rp 1,3 Milyar telah habis masa manfaatnya dan pengoperasian aset
         tetap dilakukan dalam areal kawasan Perseroan yang minim akan resiko terhadap kehilangan
         dan kerusakan.

    c.   Apakah Perseroan berencana untuk memiliki aset tetap tanah dan bangunan dikemudian hari?
         Agar dielaborasi.
         Jawab:
         Rencana Perseroan dalam kepemilikan aset tetap tanah dan bangunan masih dipertimbangkan
         oleh manajemen.

8. Berdasarkan CALK No. 10 tentang Aset Tidak Lancar lainnya Neto, Perseroan mencatatkan aset
   tidak lancar lainnya neto berupa Hak Guna Bangunan dengan harga perolehan sebesar Rp3,25 miliar
   pada 30 Juni 2025, agar dapat dijelaskan:
   a. Informasi mengenai Lokasi atas hak guna bangunan tersebut.
        Jawab:
        Aset tidak lancar lainnya berlokasi di Palembang, Bandar Lampung dan Bengkulu

    b.   Jangka waktu atas hak guna bangunan tersebut.
         Jawab:
          • Jangka waktu aset hak guna bangunan di Palembang 25 Tahun
          • Jangka waktu aset hak guna bangunan di Bandar Lampung 20-25 Tahun
          • Jangka waktu aset hak guna bangunan di Bengkulu 30 Tahun


www.idx.co.id
Page 6
     c.     Dasar kebijakan Perseroan dalam menentukan umur manfaat Hak Guna Bangunan dan metode
            amortisasi yang digunakan.
            Jawab:
            Dasar kebijakan Perseroan dalam menentukan umur manfaat Hak Guna Bangunan berasal dari
            masa berlaku hak yang tercantum dalam SHGB dan metode amortisasi yang digunakan
            menggunakan metode amortisasi secara garis lurus.

     d.     Perjanjian hukum atau keterikatan khusus terkait Hak Guna Bangunan ini.
            Jawab:
            Tidak ada perjanjian hukum atau keterikatan khusus terkait Hak Guna Bangunan.

9.    Berdasarkan CALK No. 11 tentang Utang Usaha – Pihak Ketiga, Perseroan memiliki utang usaha
      sebesar Rp244,26 juta periode 30 Juni 2025 atau menurun dari periode 31 Desember 2024 sebesar
      Rp314,4 juta, agar dapat dijelaskan:
      a. Perincian realisasi pembayaran utang usaha Perseroan per saat ini dengan melengkapi tabel
         berikut:

           Keterangan         30 Juni 2025 Pembayaran         Outstanding Outstanding
                                 (Rp)       sampai saat ini   (Rp)            (%)
          Kurang dari 30 hari   108.464.267     108.006.767        457.500  0,19%
          31 – 60 hari              280.000          280.000             -    0%
          61 – 90 hari          135.522.125     135.522.125      2.532.125  1,04%
          Lebih dari 90 hari              -                 -            -    0%
          Total                 244.266.392     241.276.767      2.989.625  1,22%

      b. Apakah terdapat bunga dan/atau denda dari keterlambatan mengenai pembayaran utang usaha
         yang telah jatuh tempo tersebut, agar dielaborasi (jika ada).
         Jawab:
         Tidak terdapat bunga atau denda keterlambatan dari masing-masing vendor/supplier.

      c. Strategi Perseroan untuk melunasi utang usaha agar tidak terlambat.
         Jawab:
         Perseroan memastikan pelunasan utang usaha tepat waktu melalui pemantauan rutin saldo utang,
         perencanaan arus kas sesuai jatuh tempo, serta menjaga komunikasi aktif dengan pemasok agar
         ketersediaan dana selalu terjaga dan risiko keterlambatan dapat diminimalkan.

10. Berdasarkan CALK No. 14 tentang Pendapatan diterima di muka, Perseroan mencatatkan
    pendapatan diterima di muka sebesar Rp21,6 miliar pada 30 Juni 2025 dan Rp9 miliar pada
    31 Desember 2024 , agar dapat dijelaskan:
     a. Latar belakang belum dilakukan penyelesaian atas pendapatan diterima di muka tersebut.
        Jawab:
        Penyelesaian atas saldo pendapatan diterima di muka melalui amortisasi setiap bulan menjadi
        pendapatan sesuai dengan masa jangka waktu sewa.

     b. Berdasarkan progres konstruksi saat ini, bagaimana proyeksi tingkat penyerahan unit (project
        delivery timeline) untuk sisa tahun 2025? Apakah manajemen memperkirakan akun Pendapatan
        Diterima di Muka akan tetap turun atau stabil di level tertentu?
        Jawab:
        Pekerjaan progres konstruksi pembangunan gudang sampai dengan tanggal 15 September
        2025baru mencapai 9,41 %. Tidak ada proyeksi tingkat penyerahan unit dikarenakan konstruksi
        pembangunan gudang bertujuan untuk disewakan tidak untuk dijual. Saldo pendapatan diterima
        di muka akan turun sesuai dengan amortisasi pendapatan sewa setiap bulan.




www.idx.co.id
Page 7
     c. Bagaimana Perseroan memastikan untuk menyelesaikan pendapatan diterima di muka tersebut
        dengan kondisi kas yang dimiliki saat ini cukup untuk menyelesaikan progress tersebut?
        Jawab:
        Penyelesaian atas saldo pendapatan diterima di muka melalui amortisasi setiap bulan menjadi
        pendapatan sesuai dengan masa jangka waktu sewa. Saldo pendapatan diterima di muka terjadi
        pada saat Perseroan menerima kas di muka atas jasa sewa yang belum diberikan.

 11. Pada CALK No. 16 tentang Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank periode 30 Juni 2025
     sebesar Rp58,7 miliar dan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp63,78 miliar, utang bank terbesar
     kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk periode 30 Juni 2025 sebesar Rp87,37 miliar, agar dapat
     dijelaskan:
      a. Bagaimana pemenuhan Financial Covenants saat ini? Apakah ada historis tidak terpenuhinya
          financial covenants tersebut? Agar dielaborasi.
          Jawab:
          Sampai dengan saat ini semua financial covenant telah terpenuhi. Perseroan tidak pernah
          menerima surat pelanggaran financial covenant dari bank.

       b. Strategi Perseroan agar pelunasan utang tersebut lancar, tidak terkenal penalti/denda dan tidak
          terkendala.
          Jawab:
          Strategi Perseroan dalam pelunasan utang sebagai berikut:
           • Melakukan monitoring atas proyeksi arus kas jangka panjang dan jangka pendek Perseroan.
           • Lebih selektif dalam pengeluaran biaya.
           • Proaktif dalam memasarkan land bank untuk dibangun dan disewakan.
           • Melakukan negosiasi harga dengan tenant eksisting dalam perpanjangan masa sewa.
           • Mencari mitra kerjasama potensial dalam pengembangan sektor properti.

       c. Analisis manajemen likuiditas Perseroan atas kemampuan operasional untuk memenuhi utang
          dan kewajiban yang dimiliki.
          Jawab:
          Analisis manajemen terhadap likuiditas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2025 rasio lancar
          sebesar 0,25x, namun pada bulan Juli 2025 Perseroan menerima kas atas sewa gudang dari
          PT Bramasta Sarana Transportasi, PT Sukanda Djaya dan PT Indomarco Adi Prima masing-
          masing sebesar Rp 26,4 Milyar, Rp 1,6 Milyar dan Rp 3,5 Milyar.

           Jumlah penerimaan kas yang telah diterima oleh Perseroan sejak Juli 2025 sampai dengan saat
           ini sebesar Rp 42,4 Milyar dan Perseroan masih memiliki saldo PPN Masukan yang bisa di
           kreditkan sebesar Rp 8 Milyar. Manajemen berkeyakinan Perseroan mampu untuk memenuhi
           utang dan kewajiban yang dimiliki.

 12. Berdasarkan CALK No. 20 tentang Pendapatan Usaha, Perseroan membukukan pendapatan
     periode 30 Juni 2025 sebesar Rp19,18 miliar atau meningkat 5,3% dibandingkan periode 30 Juni
     2024 sebesar Rp18,2 miliar, agar dapat dijelaskan:
      a. Estimasi waktu hari rata-rata Pendapatan diterima dimuka hingga dicatatkan ke pendapatan
          pada laba rugi.
          Jawab:
          Pengakuan pencatatan pendapatan bertambah setiap bulan berdasarkan amortisasi masa sewa
          dari saldo pendapatan diterima di muka.

       b. Kendala yang dihadapi Perseroan pada tahun 2025 dalam melakukan penyedia sewa gudang.
          Jawab:
          Sampai dengan saat ini Perseroan belum memiliki kendala dalam menyediakan sewa gudang
          kepada calon tenant dibuktikan dengan tingkat okupansi saat ini mencapai 98,22%




www.idx.co.id
Page 8
       c. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan operasional khususnya pendapatan sewa
          gudang dan upaya Perseroan untuk menambah pelanggan lain selain dari nama pelanggan
          yang sudah ada.
          Jawab:
          Strategi Perseroan dalam meningkatkan pendapatan sewa gudang dengan Proaktif dalam
          memasarkan land bank untuk dibangun dan disewakan dan mencari mitra kerjasama potensial
          dalam pengembangan sektor properti.

13. Berdasarkan CALK No. 21 tentang Beban Pokok Pendapatan, Perseroan mencatatkan beban pokok
    pendapatan periode 30 Juni 2025 sebesar Rp2,28 miliar menurun dibandingkan periode 30 Juni
    2024 sebesar Rp4,8 miliar, agar dapat dijelaskan:
     a. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa perbaikan dan pemeliharaan tetap rendah ditengah
        peningkatan pendapatan Perseroan?
        Jawab:
        Dikarenakan sebagian besar pekerjaan perbaikan telah dilakukan pada periode sebelumnya,
        terutama pada kawasan Perseroan yang berlokasi di Tangerang sehingga berkurangnya biaya
        untuk perbaikan dan pemeliharaan pada periode 30 Juni 2025.

       b. Strategi efisiensi yang telah dilakukan Perseroan untuk beban pokok pendapatan di tahun
          2025.
          Jawab:
          Strategi efisiensi yang telah dilakukan Perseroan di tahun 2025 yaitu lebih selektif dalam
          rencana perbaikan seperti mengutamakan perbaikan yang sifatnya urgensi.
14. Berdasarkan CALK No. 22 tentang Beban Umum dan Administrasi, Perseroan mencatatkan beban
    umum dan administrasi periode 30 Juni 2025 sebesar Rp5,46 miliar meningkat dibandingkan
    periode 30 Juni 2024 sebesar Rp5,16 miliar, agar dapat dijelaskan:
     a. Nature dari jasa profesional pada Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp766 juta pada 30
         Juni 2025, dan apakah jasa profesional tersebut akan selalu muncul hingga periode – periode
         kedepan?
         Jawab:
         Nature dari jasa profesional merupakan biaya jasa pihak ketiga yang memberikan manfaat
         bagi Perseroan dalam hal administrasi seperti jasa notaris, jasa konsultan, jasa auditor, jasa
         penilai properti. Sebagian jasa tersebut akan muncul pada periode selanjutnya dikarenakan
         kebutuhan rutinitas administratif tahunan Perseroan.

       b. Strategi efisiensi yang telah dilakukan Perseroan untuk beban umum dan administrasi di tahun
          2025.
          Jawab:
          Strategi efisiensi yang telah dilakukan Perseroan sampai dengan saat ini seperti melakukan
          negosiasi harga jasa profesional dan lebih selektif dalam pengelolaan biaya lainnya.
15. Berdasarkan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Perseroan masih mencatatkan penggunaan untuk
    aktivitas operasi sebesar Rp983 juta pada 30 Juni 2025 dan Rp7,08 miliar pada 30 Juni 2024, agar
    dapat dijelaskan:
     a. Latar belakang Perseroan belum dapat merealisasikan arus kas operasional yang positif dari
         setiap kinerja half year?
         Jawab:
         Latar belakang Perseroan belum dapat merealisasikan arus kas operasional yang positif pada
         periode 30 Juni 2025 dikarenakan adanya akuisisi properti investasi yang terjadi pada akhir
         tahun 2023 beserta biaya perbaikan, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan pendapatan
         Perseroan. Perseroan tetap terus berupaya merealisasikan arus kas operasional yang positif
         pada periode selanjutnya.



www.idx.co.id
Page 9
       b. Kendala yang dihadapi Perseroan yang menyebabkan performa half year mencatatkan arus
          kas operasional yang negatif.
          Jawab:
          Kendala yang dihadapi Perseroan yang menyebabkan arus kas operasional negatif adalah
          penerimaan kas dari pendapatan sewa Perseroan tidak linier dari pelanggan, sehingga
          mencatatkan arus kas operasional menjadi negatif pada tanggal 30 Juni 2025. Namun,
          Perseroan dapat mengatur arus kas dengan adanya Working Capital Facility yang memadai.

       c. Strategi Perseroan untuk mencapai arus kas operasional yang positif hingga akhir tahun 2025.
          Jawab:
          Strategi Perseroan dalam mencapai arus kas operasional yang positif dengan memperhatikan
          biaya dan penerimaan kas.
16. Per 30 Juni 2025, Perseroan memiliki arus kas sebesar Rp396 juta dan total aset lancar sebesar
    Rp15,6 miliar dengan kewajiban jangka pendek sebesar Rp61,85 miliar, agar dapat dijelaskan:
     a. Bagaimana manajemen mengantisipasi potensi risiko gagal bayar atas kewajiban jangka
         pendek mengingat mismatch yang cukup signifikan antara aset lancar dan liabilitas jangka
         pendek?
         Jawab:
        Dari total liabilitas jangka pendek Perseroan sebesar Rp 61,85 Milyar terdiri dari Rp 16 Milyar
         saldo pendapatan diterima di muka jangka pendek (non-kas), utang bank jangka pendek
         sebesar Rp 35,9 Milyar yang merupakan fasilitas pinjaman bank jangka pendek yang dapat
         diperbaharui mengingat Perseroan memiliki track record yang bagus dalam pemenuhan
         kewajiban hutang, baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang dan sisanya sebesar
         Rp 9,8 Milyar merupakan kewajiban jangka pendek Perseroan.

           Jumlah penerimaan kas yang telah diterima oleh Perseroan sejak Juli 2025 sampai dengan saat
           ini sebesar Rp 42,4 Milyar dan Perseroan masih memiliki saldo PPN Masukan yang bisa di
           kreditkan sebesar Rp 8 Milyar. Manajemen berkeyakinan Perseroan mampu untuk memenuhi
           utang dan kewajiban yang dimiliki.

       b. Aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan selain yang disebutkan pada Laporan
          Keuangan terbaru saat ini untuk memenuhi modal kerja ke depan.
          Jawab:
          Perseroan belum menentukan aksi korporasi baru sampai dengan saat ini. Perseroan akan terus
          berupaya dalam menjalin kerjasama strategis dengan mencari mitra potensial dalam
          pengembangan di sektor properti.
17. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU
    atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan
    nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.
    Jawab:
    Perseroan tidak memiliki perkara hukum sampai dengan saat ini.
18. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
    Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
    Jawab:
    Seluruh informasi/fakta/kejadian penting lainnya telah Perseroan sampaikan dalam Keterbukaan
    Informasi dan sampai dengan saat ini tidak terdapat informasi material lain yang belum
    disampaikan.

                                                                Bandar Lampung, 29 September 2025
                                                                         PT Vastland Indonesia Tbk

                                                -oOo-


www.idx.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.37 MB
Published29 Sep 2025
Pages9
Characters31,885
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Vastland Indonesia Tbk p.1 ×5
linked org Catur Sentosa p.1
linked org PT Iforte Solusi Infotek p.2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.7 ×2
unresolved org PT Catur Sentosa Adiprima p.1
unresolved org PT Supra Primatama Nusantara p.2
unresolved org PT Solar Energi Utama. Jangka p.2
unresolved org PT Sukanda Djaya p.2 ×2
unresolved org PT Sahabat Sentra Asia p.2 ×2
unresolved org PT Gunung Madu Plantation p.2 ×2
unresolved org PT Bramasta Sarana Transportasi p.3 ×2
unresolved org PT Sukanda Djaya. Masing-masing p.3
unresolved org Pertanahan Nasional p.4 ×2
unresolved person PPAT Hendra S p.4
unresolved org PT Indomarco Adi Prima p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result