Skip to content
Back to announcement

20250926_VERN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31952832_lamp1.pdf

Other Text extracted VERN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1

          
Page 2
                                Lampiran Permintaan Penjelasan
                             PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN)

Terkait dengan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 (‘’Tidak Diaudit’’)

1. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 yang tidak diaudit, pada Laporan Rugi Laba dan
   Penghasilan Komprehensif Lain, Pendapatan Perseroan per 30 Juni 2025 sebesar Rp39,46 miliar
   atau telah mengalami penurunan sebesar Rp-99,27 miliar (-71,56%) jika dibandingkan dengan
   saldo per 30 Juni 2024 sebesar Rp138,73 miliar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
    a. Latar belakang penjualan Perseroan mengalami penurunan sampai 72% dibandingkan realisasi
        pada 6 bulan yang sama per 30 Juni 2024.
        Jawab:
        Penurunan penjualan disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil dimana
        terjadi penurunan permintaan sinetron dari stasiun televisi, serta geopolitik global yang
        dinamis. Di luar itu, dalam hal target film bioskop, belum dapat ditayangkan di Semester-1
        2025 karena masih masuk dalam waiting list di bioskop.
    b. Sehubungan dengan pendapatan Perseroan dari pada PT Digi Bintang Sinergi, agar dapat
        dijelaskan:
         i. Latar belakang tidak terdapat pendapatan Perseroan dari PT Digi Bintang Sinergi pada
             tahun 2025.
             Jawab:
             Untuk tahun 2025 Perseroan menjual tayangan kepada PT Cakrawala Andalas Televisi.
        ii. Apakah masih terdapat perjanjian aktif antara Perseroan dengan PT Digi Bintang Sinergi?
             Agar dapat dirincikan.
             Jawab:
             Saat ini belum ada.
    c. Terkait dengan pelanggan PT Cakrawala Andalas Televisi, agar dapat dijelaskan:
         i. Apakah pelanggan tersebut merupakan pelanggan baru Perseroan? Agar dapat dijelaskan.
             Jawab:
             PT Cakrawala Andalas Televisi merupakan pelanggan Perseroan sejak tahun 2017.
        ii. Kegiatan usaha dari PT Cakrawala Andalas Televisi? Agar dapat dijelaskan.
             Jawab:
             PT. Cakrawala Andalas Televisi adalah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang
             menyiarkan berbagai program hiburan, berita, dan acara berkualitas lainnya sejak tahun
             1993, juga dikenal sebagai ANTV.
       iii. Bagaimana Perseroan dapat memperoleh pendapatan yang berulang (repetitive order) dari
             PT Cakrawala Andalas Televisi? Agar dapat dijelaskan.
             Jawab:
             Perseroan terus menerus memberikan produk berkualitas dan menjaga hubungan baik
             dengan PT Cakrawala Andalas Televisi.
    d. Upaya Perseroan untuk dapat meningkatkan pendapatan pada akhir semester II tahun 2025.
        Jawab:
        Perseroan terus membuat ide kreatif untuk tayangan sinetron di Stasiun Televisi. Selain itu,
        Perseroan juga tengah berupaya untuk dapat menayangkan produk Film Bioskop, tayangan
        perdana sudah didapat di awal Desember 2025.
    e. Bagaimana Perseroan memandang kinerja pendapatan Perseroan pada semester I 2025?
        Apakah sudah cukup optimal? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
        Jawab:
        Kinerja pendapatan Perseroan pada Semester-1 2025 kurang optimal, karena kondisi ekonomi
        Indonesia yang belum kondusif, yang mempengaruhi bisnis televisi. Selain itu, tayangan untuk
        Film Bioskop belum dilaksanakan di Semester-1 2025. Hal ini disebabkan oleh kehati-hatian
        Perseroan dalam memproduksi Film Bioskop dan juga menunggu waiting list untuk jadwal
        penayangan dari pihak bioskop.
Page 3
2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 5 – Piutang Usaha, Perseroan
   memiliki piutang usaha sebesar Rp167 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp5 miliar
   dibanding piutang usaha per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp172 miliar. Agar dapat dijelaskan
   oleh Perseroan:
   Jawab:
    a. Pada analisis umur piutang usaha, Perseroan memiliki piutang usaha yang telah melebihi dari
         120 hari jatuh tempo yaitu sebesar Rp85,5 miliar atau meningkat dibanding posisi piutang
         usaha lebih dari 120 hari per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp66,2 miliar. Agar dapat
         dijelaskan:
        i.     Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 120
               hari tersebut pada Juni 2025.
               Jawab:
               Ada sebagian dari aging 91-120 hari yang pindah ke aging lebih besar daripada 120 hari.
       ii.     Upaya yang dilakukan oleh Perseroan saat ini untuk dapat melakukan penagihan pada
               piutang-piutang tersebut.
               Jawab:
              Upaya yang dilakukan oleh Perseroan saat ini untuk dapat melakukan penagihan pada
              piutang-piutang tersebut adalah Perseroan telah menghubungi bagian keungan pihak
              lawan transaksi, memberikat surat agar dapat diproses tagihan yang dimiliki oleh pihak
              lawan transaksi.
      iii.     Perincian piutang usaha yang telah jatuh tempo 91-120 hari sebesar Rp69,9 miliar
               berdasarkan pelanggan.
               Jawab:
               Piutang usaha berasal dari PT Digi Bintang sinergi.
      iv.      Perincian piutang usaha yuang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari sebesar Rp85,5 miliar
               berdasarkan pelanggan.
               Jawab:
               PT Digi Bintang Sinergi dan Image Future Investment.
       v.      Bagaimana Perseroan membentuk keyakinan, bahwa atas piutang usaha yang sudah lebih
               dari 91 hari mengalami kenaikan tersebut, tidak diperlukan penyisihan tambahan oleh
               Perseroan? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
               Jawab:
               Perseroan meyakini bahwa Stasiun Televisi mempunyai hubungan yang baik dengan
               Perseroan dan mempunyai itikat baik dalam membayar Piutangnya.
    b. Pada bagian mutasi penyisihan piutang usaha, terdapat penambahan negatif sebesar Rp670 juta.
         Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan nature dari hal tersebut dan latar belakang terdapat
         penambahan pencadangan dengan nilai negatif.
         Jawab:
         Perseroan memiliki keyakinan bahwa Piutang akan dibayar.

3. Berdasarkan CALK nomor 7 terkait dengan Aset Film, Perseroan memiliki Aset Film sebesar
   Rp177 miliar, di mana terdapat peningkatan signifikan pada akun Aset Film yang berasal dari
   kelompok Film dari semula sebesar Rp3,6 miliar menjadi sebesar Rp30,6 miliar. Agar dapat
   dijelaskan oleh Perseroan:
    a. Latar belakang terdapat peningkatan aset film dari kelompok film yaitu pada bulan Juni 2025.
        Jawab:
        Peningkatan terjadi karena ada stok film bioskop yang belum ditayangkan di bioskop.
    b. Bagaimana penilaian Perseroan terhadap indikasi penurunan nilai dari Aset Film? Agar dapat
        dijelaskan oleh Perseroan.
        Jawab:
        Ada kelompok Sinetron yang telah ditayangkan di stasiun televisi.

4. Berdasarkan CALK nomor 10 terkait dengan Utang Usaha kepada Pihak Ketiga, agar dapat
   dijelaskan oleh Perseroan utang usaha Perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
   sebesar Rp12,4 juta.
Page 4
   Jawab:
   Perseroan telah melunasi biaya tersebut di bulan Juli 2025. Adapun biaya tersebut merupakan
   biaya meeting RUPS yang diselenggarakan tanggal 25 Juni 2025.

5. Berdasarkan CALK nomor 12 terkait dengan Perpajakan, agar dapat dijelaskan latar belakang
   perhitungan pajak penghasilan kini Perseroan tidak terdapat perhitungan rekonsiliasi fiskal dan
   taksiran beban pajak kini Perseroan yaitu sebesar Rp0. Agar dapat dijelaskan.
   Jawab:
   Perseroan akan melakukan perhitungan pph pasal 29 di akhir tahun 2025.

6. Berdasarkan CALK nomor 19 terkait dengan Beban Umum dan Administrasi, terdapat beban lain-
   lain sebesar Rp1,3 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp1,2 miliar. Agar dapat
   dirincikan berdasarkan beban lain-lain tersebut sebesar Rp1.383.217.543 berdasarkan nature dari
   biayanya.

   Jawab:

              NO                       KETERANGAN                         NOMINAL
               1     BIAYA ADMINISTRASI BANK                                    5.182.297,00
               2     BIAYA AIR MINUM                                            5.264.500,00
               3     BIAYA ALAT TULIS KANTOR                                    2.013.600,00
               4     BIAYA ASURANSI MOBIL                                       4.232.874,00
               5     BIAYA BAHAN BAKAR KENDARAAN                               36.743.971,00
               6     BIAYA BPJS                                                65.608.615,00
               7     BIAYA DENDA PAJAK                                         28.041.750,00
               8     BIAYA FOTOCOPY & PERCETAKAN                                  737.400,00
               9     BIAYA HANDPHONE                                            3.552.894,00
               10    BIAYA HOSTING / DOMAIN                                     2.496.620,00
               11    BIAYA INTERNET, TV KABEL & WEBSITE                        22.392.000,00
               12    BIAYA KONSULTAN                                          120.000.000,00
               13    BIAYA LAIN-LAIN KANTOR                                    87.702.823,00
               14    BIAYA LISTRIK                                             76.286.489,00
               15    BIAYA MANAJEMEN                                           21.490.000,00
               16    BIAYA PARKIR & TOL                                        24.134.000,00
               17    BIAYA PENGOBATAN                                          16.707.600,00
                     BIAYA PENGURUSAN AKTA,DOMISILI USAHA PT VERONA            21.707.000,00
               18
               19    BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG                                345.602.994,00
                     BIAYA PENYUSUTAN PERALATAN PRODUKSI                        9.605.821,00
               20
               21    BIAYA PERIJINAN                                            5.500.000,00
               22    BIAYA PERLENGKAPAN KANTOR                                 13.207.248,00
               23    BIAYA PERLENGKAPAN KOMPUTER                               22.153.636,00
               24    BIAYA PERPANJANGAN STNK KENDARAAN                          3.833.000,00
               25    BIAYA POS & MATERAI                                        3.550.000,00
               26    BIAYA PROGRAM                                             64.905.738,00
               27    BIAYA ROYALTI                                              5.500.000,00
               28    BIAYA RUMAH TANGGA                                         3.872.259,00
               29    BIAYA RUPS                                               135.291.892,00
               30    BIAYA SEWA ALAT SHOOTING                                 125.000.000,00
               31    BIAYA SEWA RUANGAN KANTOR                                 11.750.000,00
               32    BIAYA TELPON                                               2.600.122,00
               33    BIAYA TK (KEAMANAN & DRIVER)                              86.550.400,00
                                       TOTAL                                 1.383.217.543,00
Page 5
7. Berdasarkan CALK nomor 20 terkait dengan Pendapatan (beban) lain-lain, Pendapatan dan Beban
   lain-lain Perseroan per 30 Juni 2025 yaitu sebesar Rp2,2 miliar atau meningkat dibanding
   pendapatan/beban lain-lain yaitu sebesar neto beban sebesar Rp2,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
    a. Nature dari pendaptan lain-lain sebesar Rp1.003.667.171 di mana posisi per 30 Juni 2024 yaitu
        sebesar negatif Rp80 juta.
        Jawab:
            NO                            KETERANGAN                          NOMINAL


             1       PENDAPATAN LAIN-LAIN                                          1.800.000,00


             2       PENDAPATAN JASA SOSMED                                        5.068.888,00


             3       PENJUALAN ASET PERALATAN KANTOR                             996.798.283,00

                                        TOTAL
                                                                               1.003.667.171,00


    b. Nature dari beban lain-lain sebesar Rp138 juta dimana per 30 Juni 2024 tidak terdapat beban
       lain-lain tersebut.
       Jawab:
             NO                           KETERANGAN                         NOMINAL


                 1    BIAYA SELISIH PELUNASAN                                         10.014,35


                 2    BIAYA PAJAK BUNGA BANK                                     135.745.638,95


                 3    BIAYA LAIN-LAIN                                              2.411.999,23

                                        TOTAL
                                                                                 138.167.652,53
Page 6
Terkait dengan Penelaahan Pencapaian Proyeksi Keuangan (Jawaban atas pertanyaan di bawah ini
dapat disampaikan melalui Form E074 – Surat Menyurat Emiten dengan Bursa)
   Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Perseroan pada saat rencana penawaran
   umum perdana saham (“Proyeksi Keuangan”), dapat disampaikan tabel perbandingan sebagai
   berikut:

                                        31 Des 24            31 Des 24                     %
                Perbandingan
                                       (Proyeksi)            (Aktual)                      Ketercapaian

      Aset                                 606.283.205.862               541.232.441.421                  89,27%

      Liabilitas                            46.028.230.007                17.570.570.280                  38,17%

      laba ditahan                          49.558.067.703                18.341.678.634                  37,01%

      Ekuitas                              560.254.975.856               523.661.871.141                  93,47%

      Pendapatan                           361.205.000.000               140.695.003.286                  38,95%
      Laba tahun/periode
      berjalan                              38.138.910.125                 6.922.521.056                  18,15%

8. Berdasarkan tabel tersebut, Pendapatan Perseroan yang semula ditargetkan sebesar Rp361 miliar
   pada akhir tahun 2024 namun pada aktual/realisasi yaitu sebesar Rp140 miliar. Agar dapat
   dijelaskan:
    a. Latar belakang tingkat ketercapaian pendapatan Perseroan relatif dibawah proyeksi yaitu
        hanya sebesar 39%.
        Jawab:
        Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
        ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
        global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
        pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
        2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
        itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
        produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan.
    b. Penjelasan dan perincian pendapatan sesuai dengan naturenya serta proyeksinya:

                     Keterangan                31 Des 2024               31 Des 2024                 Keterangan selisih
                                                    (Proyeksi)             (Aktual)
             Jumlah film                     41.250.000.000-                                  -               41.250.000.000,-
             Jumlah sinetron                300.755.000.000,-               140.695.003.286,-                160.059.996.714,-
             Jumlah episode/sinetron                800                           460                              340


          Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
          ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
          global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
          pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
          2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
          itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
          produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan.

    c. Penjelasan Perseroan perihal rencana peningkatan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 dan
       tahun-tahun selanjutnya agar in line dan on track dengan proyeksi keuangan yang telah disusun
       oleh Perseroan.
                     Keterangan                 Tahun 2025               Tahun 2026                        Tahun 2027


             Pendapatan Sinetron                    124.350.000.000          195.000.000.000                  204.000.000.000
             Pendapatan Film                         34.000.000.000          102.000.000.000                  136.000.000.000
             Pendapatan Digital                                   -           10.000.000.000                   20.000.000.000
                        TOTAL                       158.350.000.000          307.000.000.000                  360.000.000.000
Page 7
9. Laba bersih Perseroan semula ditargetkan sebesar Rp38 miliar pada akhir tahun 2024, namun
   realisasi pada tahun 2024 yaitu sebesar Rp6,9 miliar (18%). Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
    a. Latar belakang tingkat ketercapaian laba bersih Perseroan relatif dibawah proyeksi yaitu hanya
        sebesar 19%.
        Jawab:
        Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
        ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
        global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
        pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
        2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
        itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
        produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan. Semuanya itu menyebabkan turunnya
        laba bersih perseroan dari target proyeksi awal tahun.

    b. Penjelasan Perseroan perihal rencana peningkatan laba bersih Perseroan pada tahun 2025 dan
       tahun-tahun selanjutnya agar in line dan on track dengan proyeksi keuangan yang telah disusun
       oleh Perseroan.
       Jawab:

                                         30 Juni 2025              30 Juni 2025              %
               Perbandingan
                                    (Aktual Disetahunkan)           (Proyeksi)          Ketercapaian


      Pendapatan                              78.920.000.000          508.792.500.000             15,51%
      Laba tahun/periode berjalan
                                              11.630.589.040           84.949.184.387             13,69%


    Upaya yang akan dilakukan Perseroan adalah meningkatkan penjualan Sinetron dan Film Bioskop,
    serta Digital (OTT).

10. Berdasarkan tabel di atas, Pendapatan Perseroan per Juni 2025 yaitu sebesar Rp39,4 miliar dan
    jika disetahunkan yaitu sebesar Rp78,9 miliar. Adapun angka tersebut mencerminkan tingkat
    ketercapaian sebesar 15,5% dibandingkan dengan proyeksi Perseroan yaitu sebesar Rp508
    miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
     a. Latar belakang realisasi pendapatan per Juni 2025 Perseroan relatif jauh dibawah proyeksi
         pendapatan Perseroan untuk tahun 2025? Agar dapat dijelaskan.
         Jawab:
         Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
         ekonomi Indonesia yang belum stabil serta geopolitik global yang dinamis. Di luar itu,
         dalam hal target film bioskop, film bioskop milik Perseroan yang siap tayang perlu
         menunggu jadwal tayang dari bioskop, dimana untuk tahun 2025 ini sudah didapatkan
         jadwal tayang untuk satu film bioskop di bulan Desember 2025.

    b. Upaya dan strategi Perseroan untuk dapat memenuhi target pencapaian pada tahun 2025.
        Jawab:
       Perseroan berupaya untuk menambah program untuk tayangan sinetron dan
       mempromosikan dengan maksimal film bioskop yang akan ditayangkan di bulan Desember
       2025.

11. Laba bersih Perseroan per Juni 2025 yaitu sebesar Rp5,8 miliar dan jika disetahunkan yaitu
    sebesar Rp11,6 miliar. Adapun angka tersebut mencerminkan tingkat ketercapaian sebesar
    13,69% dibandingkan dengan proyeksi Perseroan yaitu sebesar Rp84,9 miliar. Agar dapat
    dijelaskan oleh Perseroan:
     a. Latar belakang realisasi Laba Bersih per Juni 2025 Perseroan relatif jauh dibawah proyeksi
         pendapatan Perseroan untuk tahun 2025? Agar dapat dijelaskan.
         Jawab:
         Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
Page 8
        ekonomi Indonesia yang belum stabil serta geopolitik global yang dinamis. Di luar itu,
        dalam hal target film bioskop, film bioskop milik Perseroan yang siap tayang perlu
        menunggu jadwal tayang dari bioskop, dimana untuk tahun 2025 ini sudah didapatkan
        jadwal tayang untuk satu film bioskop di bulan Desember 2025. Hal ini mempengaruhi
        Laba Bersih Perseroan.

    b. Upaya dan strategi Perseroan untuk dapat memenuhi target pencapaian pada tahun 2025.
       Jawab:
       Perseroan berupaya untuk menambah program untuk tayangan sinetron dan
       mempromosikan dengan maksimal film bioskop yang akan ditayangkan di bulan Desember 2025.

Terkait dengan Aspek Bisnis dan Operasional Perseroan

12. Pada proses rencana pencatatan saham Perseroan, Perseroan menyampaikan bahwa akan
    memproduksi 6 film di mana 5 film telah ditetapkan judul dan 1 film yang masih dalam proses.
    Adapu 5 film tersebut yaitu Getih Anak, Bulan Darah, Perjanjian Dua Surga, Dan Bandung dan
    Bandung Ketika Sunyi. Agar dapat dijelaskan:
     a. Realisasi dari produksi 5 film tersebut sampai saat ini.
         Jawab:
         Perseroan telah selesai memproduksi 2 judul film bioskop siap tayang, yaitu “Riba”
         (penyesuaian judul dari “Getih Anak”) dan “Rahasia Perempuan Gila” (penyesuaian judul dari
         “Perjanjian Dua Surga”). Judul “Dan Bandung” sudah memasuki tahap produksi, ditargetkan
         rampung di akhir tahun 2025. Untuk “Bulan Darah” masih dalam tahap pertimbangan untuk
         penyempurnaan, karena akan disesuaikan dengan trend animo masyarakat saat ini. Untuk
         “Bandung Ketika Sunyi” masih dalam tahap persiapan.
     b. Apabila terdapat perubahan jadwal penayangan atau produksi film tersebut, agar Perseroan
         dapat menjelaskan:
        i.    Latar belakang perubahan jadwal
              Jawab:
              Seiring berjalannya waktu, Perseroan terus melakukan analisis terhadap trend animo
              masyarakat penonton film bioskop, sehingga ada beberapa penyesuaian baik dari sisi
              cerita, pemain, maupun judulnya. Selain itu perlu menunggu jadwal tayang dari pihak
              Bioskop.
       ii.   Jadwal terbaru rencana Perseroan untuk memproduksi film-film tersebut dengan
              melengkapi tabel berikut ini:

                   Judul film          Timeline produksi      Timeline           Rencana bioskop
                                                             penayangan
              Riba (Getih Anak)              Sudah selesai      Tahun 2025      XXI, CGV, Cinepolis
              Rahasia Perempuan Gila         Sudah selesai      Tahun 2026      XXI, CGV, Cinepolis
              (PerjanjianDua Surga)


              Dan Bandung                     Tahun 2025        Tahun 2026      XXI, CGV, Cinepolis
              Bulan Darah                     Tahun 2026        Tahun 2026      XXI, CGV, Cinepolis
              Bandung Ketika Sunyi            Tahun 2026        Tahun 2026      XXI, CGV, Cinepolis



    c. Terkait dengan 1 film yang belum ditetapkan judul dan genre-nya sebagaimana disampaikan
        pada proses IPO, agar dapat dijelaskan:
         i. Rencana dan realisasi dari film tersebut.
            Jawab:
            Film ini masih dalam tahap perencanaan, akan ditindaklanjuti pada tahun 2026.
        ii. Deskripsi judul dan genre dari film tersebut.
            Jawab:
            Judul belum ditetapkan, genre komedi.
       iii. Jadwal produksi dan penayangan film tersebut.
            Jawab:
Page 9
            Tahun 2026.

13. Sehubungan dengan rencana Perseroan untuk memasuki industri perfilman, agar dapat dijelaskan
    oleh Perseroan:
     a. Bagaimana update atas strategi dan keyakinan Perseroan untuk merambah pada lini bisnis
         perfilman sampai saat ini.
         Jawab:
         Perseroan telah menambah personel professional (karyawan) dalam industry film bioskop.
         Perseroan juga telah membina hubungan dengan para sutradara film bioskop ternama, penulis
         cerita, tim produksi, pasca produksi, serta terutama pihak pemilik bioskop.
     b. Grand plan Perseroan untuk dapat menjadi rumah produksi film yang kompetitif di pasar
         persaingan rumah produksi film saat ini.
         Jawab:
         Mengembangkan tim kreatif dan sumber daya manusia di Perseroan, membina hubungan
         dengan sebanyak mungkin sutradara dan penulis cerita popular, membina hubungan dengan
         pemilik bioskop, serta menjaga kualitas hasil produksi.
     c. Bagaimana rencana kerjasama atau kerjasama yang sudah dijalani Perseroan dengan
         perusahaan bioskop di Indonesia saat ini? Agar dapat dijelaskan.
         Jawab:
         Perseroan telah membina kerja sama yang baik dengan pihak XXI, CGV, dan Cineapolis.
         Perseroan telah mendapatkan skedul tayang film bioskop perdana, yaitu “Riba” yang akan
         ditayangkan di awal Desember 2025.}
     d. Langkah-langkah persiapan yang telah dipersiapkan oleh Perseroan untuk memasuki industri
         perfilman Indonesia.’
         Jawab:
         Analisa Ide Cerita
         Pada tahapan awal, tim kreatif melakukan riset dan pengembangan ide cerita dengan genre
         yang memilki market share tertinggi bersama produser, sutradara, dan penulis sampai
         menghasilkan skenario film.
         Pra Produksi
          - Menyusun Tim Produksi (Crew)
          - Menentukan pemain terbaik yang sesuai dengan cerita
          - Meeting persiapan produksi
          - Membuat master breakdown skenario untuk menentukan kebutuhan detail:
                    o Lokasi shooting
                    o Setting dan property
                    o Make up dan kostum
                    o Spesial efek
                    o Peralatan shooting
                    o Casting pemain/artis
                    o Reading/workshop karakter pemain
                    o Fitting dan lookset
                    o Menyusun jadwal shooting
                    o Menyusun anggaran produksi
                    o Final meeting persiapan produksi

        Produksi
         Melakukan pelaksanaan shooting sesuai dengan penjadwalan dan target penyelesaian yang
         telah ditentukan.

        Pasca Produksi
        Pasca produksi ini adalah pengerjaan dari materi yang sudah di-shooting kemudian masuk
        tahapan editing offline dan online:
        - Offline : Proses edit sampai pictures locked, sound design, color grading, music scoring,
        grafis dan CGI

        - Online : Online mixing menjadi mastering film.
Page 10
        Promosi dan Distribusi
         - Promosi
            Poster dan trailer film ke media cetak dan elektronik, social media (youtube, instagram,
            facebook, tiktok, twitter, advertising dan meet & greet.
         - Distribusi
                o Jaringan Bisokop Nasional
                o Jaringan Bioskop Internasional/Asia (Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja dan
                    Vietnam)
                o Tayang rerun di Platform OTT (Netflix, Viu, Prime Video, dll)
                o Tayang rerun di televisi Nasional dan Internasional


14. Sehubungan dengan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, Perseroan telah merincikan
    bahwa sebesar Rp60 miliar digunakan untuk akuisisi sinetron dan FTV, sebeasar Rp16,7 miliar
    untuk pembelian ruko dan pajak beli ruko, sebesar Rp5,7 miliar untuk biaya emisi dan sebesar Rp68
    miliar untuk pembuatan sinetron/film operasional. Perseroan memiliki saldo sisa dana sebesar Rp68
    miliar. Agar dapat dijelaskan:
     a. Perbandingan rencana penggunaan dana (tanggapan permintaan penjelasan pada proses
         permohonan pencatatan) dengan realisasi penggunaan dana dengan melengkapi tabel berikut
         ini:
           Penggunaan Dana              Jumlah rencana             Realisasi                   Keterangan (apabila
                                                                                               terdapat
                                                                                           selisih)

          Akuisisi tanah dan bangunan             20.000.000.000        16.820.050.000,- Harga beli dan pajak
                                                                                         pembelian
          Pembelian 300 FTV dan Mini              60.000.000.000        60.000.000.000,- Sudah dibeli dan masuk sebagai
          Series
                                                                                        Aset Film
          Pembuatan Film Bioskop                  79.960.000.000        39.546.750.000,- 2 film selesai, 1 film tahap
                                                                                           produksi, 2 film tahap pre-
                                                                                           produksi
          Pembuatan Sinetron                      60.000.000.000        28.861.963.946,- Operasional produksi sinetron


          Biaya Emisi IPO                          8.000.000.000         5.471.186.153,- Telah dilaporkan dlm laporan
                                                                                        penggunaan data


                     Total                       204.960.000.000       150.699.950.099,-

    b. Sehubungan dengan masih terrdapatnya sisa dana sebesar Rp68 miliar, agar dapat dijelaskan
       bagaimana Perseroan menempatkan sisa dana tersebut.
       Jawab:
       Perseroan menempatkan sisa dana IPO tersebut ke bank atas nama Perseroan.

    c. Sehubungan dengan pencerminan penggunaan dana penawaran umum tersebut dalam laporan
        keuangan, agar dapat dijelaskan:
       i.   Pencerminan akusisi tanah dan bangunan pada laporan keuangan per 30 Juni 2025
            Perseroan beserta pengungkapannya pada laporan keuangan.
            Jawab:
            Perseroan mengakuisisi Tanah dan bangunan untuk dijadikan asset tetap sesuai rencana
            penggunaan dana Ipo sebesar Rp. 16.031.000.000,-
      ii.   Rincian pembelian 300 FTV dan Mini Series sebesar Rp60 miliar dan penyajiannya pada
            laporan keuangan.
            Jawab:
            Perseroan membeli Mini Series sebanyak 200 episode dan FTV sebanyak 100 episode,
            total harga Rp60 miliar.
Page 11
         Penyajian di lap keuangan Juni 2025 masuk ke Aset tidak lancar .

    d. Timeline Perseroan untuk menggunakan sisa dana penawaran umum perdana Perseroan.
       Jawab:
       Sisa Dana sebesar Rp. 68.021.799.901,- akan digunakan untuk operasional Perseroan sampai
       dengan Desember 2025.

15. Sehubungan dengan kerjasama Perseroan dengan WeTV dan penyedia layanan Over The Top
    (OTT), agar Perseroan dapat menjelaskan:
     a. Bagaimana realisasi rencana Perseroan untuk mengisi konten di WeTV, Genflix dan Viu yang
        semula direncanakan pada Semester II Tahun 2024.
        Jawab:
        Perseroan akan memasuki OTT pada Semester-2 tahun 2025.
     b. Apabila terdapat perubahan jadwal, agar dapat dijelaskan latar belakang atas perubahan
        tersebut.
        Jawab:
        Tahun 2024 dan Semester-1 2025 Perseroan lebih memfokuskan pada produksi film bioskop.
     c. Rencana dan strategi Perseroan untuk dapat memasuki dan menyediakan konten di layanan
        OTT pada tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang.
        Jawab:
        Perseroan akan memperluas membina hubungan dengan berbagai Perusahaan OTT.

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.08 MB
Published26 Sep 2025
Pages11
Characters32,503
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Verona Indah Pictures Tbk p.2 ×2
unresolved org PT Digi Bintang Sinergi p.2 ×4
unresolved org PT Cakrawala Andalas Televisi. p.2 ×7
unresolved org PT Digi Bintang p.3
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.3
unresolved org PT VERONA p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result