Back to announcement
20250926_VERN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31952832_lamp1.pdf
Other Text extracted VERNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Page 2
Lampiran Permintaan Penjelasan
PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN)
Terkait dengan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 (‘’Tidak Diaudit’’)
1. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 yang tidak diaudit, pada Laporan Rugi Laba dan
Penghasilan Komprehensif Lain, Pendapatan Perseroan per 30 Juni 2025 sebesar Rp39,46 miliar
atau telah mengalami penurunan sebesar Rp-99,27 miliar (-71,56%) jika dibandingkan dengan
saldo per 30 Juni 2024 sebesar Rp138,73 miliar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Latar belakang penjualan Perseroan mengalami penurunan sampai 72% dibandingkan realisasi
pada 6 bulan yang sama per 30 Juni 2024.
Jawab:
Penurunan penjualan disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil dimana
terjadi penurunan permintaan sinetron dari stasiun televisi, serta geopolitik global yang
dinamis. Di luar itu, dalam hal target film bioskop, belum dapat ditayangkan di Semester-1
2025 karena masih masuk dalam waiting list di bioskop.
b. Sehubungan dengan pendapatan Perseroan dari pada PT Digi Bintang Sinergi, agar dapat
dijelaskan:
i. Latar belakang tidak terdapat pendapatan Perseroan dari PT Digi Bintang Sinergi pada
tahun 2025.
Jawab:
Untuk tahun 2025 Perseroan menjual tayangan kepada PT Cakrawala Andalas Televisi.
ii. Apakah masih terdapat perjanjian aktif antara Perseroan dengan PT Digi Bintang Sinergi?
Agar dapat dirincikan.
Jawab:
Saat ini belum ada.
c. Terkait dengan pelanggan PT Cakrawala Andalas Televisi, agar dapat dijelaskan:
i. Apakah pelanggan tersebut merupakan pelanggan baru Perseroan? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
PT Cakrawala Andalas Televisi merupakan pelanggan Perseroan sejak tahun 2017.
ii. Kegiatan usaha dari PT Cakrawala Andalas Televisi? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
PT. Cakrawala Andalas Televisi adalah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang
menyiarkan berbagai program hiburan, berita, dan acara berkualitas lainnya sejak tahun
1993, juga dikenal sebagai ANTV.
iii. Bagaimana Perseroan dapat memperoleh pendapatan yang berulang (repetitive order) dari
PT Cakrawala Andalas Televisi? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Perseroan terus menerus memberikan produk berkualitas dan menjaga hubungan baik
dengan PT Cakrawala Andalas Televisi.
d. Upaya Perseroan untuk dapat meningkatkan pendapatan pada akhir semester II tahun 2025.
Jawab:
Perseroan terus membuat ide kreatif untuk tayangan sinetron di Stasiun Televisi. Selain itu,
Perseroan juga tengah berupaya untuk dapat menayangkan produk Film Bioskop, tayangan
perdana sudah didapat di awal Desember 2025.
e. Bagaimana Perseroan memandang kinerja pendapatan Perseroan pada semester I 2025?
Apakah sudah cukup optimal? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
Jawab:
Kinerja pendapatan Perseroan pada Semester-1 2025 kurang optimal, karena kondisi ekonomi
Indonesia yang belum kondusif, yang mempengaruhi bisnis televisi. Selain itu, tayangan untuk
Film Bioskop belum dilaksanakan di Semester-1 2025. Hal ini disebabkan oleh kehati-hatian
Perseroan dalam memproduksi Film Bioskop dan juga menunggu waiting list untuk jadwal
penayangan dari pihak bioskop.
Page 3
2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 5 – Piutang Usaha, Perseroan
memiliki piutang usaha sebesar Rp167 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp5 miliar
dibanding piutang usaha per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp172 miliar. Agar dapat dijelaskan
oleh Perseroan:
Jawab:
a. Pada analisis umur piutang usaha, Perseroan memiliki piutang usaha yang telah melebihi dari
120 hari jatuh tempo yaitu sebesar Rp85,5 miliar atau meningkat dibanding posisi piutang
usaha lebih dari 120 hari per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp66,2 miliar. Agar dapat
dijelaskan:
i. Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 120
hari tersebut pada Juni 2025.
Jawab:
Ada sebagian dari aging 91-120 hari yang pindah ke aging lebih besar daripada 120 hari.
ii. Upaya yang dilakukan oleh Perseroan saat ini untuk dapat melakukan penagihan pada
piutang-piutang tersebut.
Jawab:
Upaya yang dilakukan oleh Perseroan saat ini untuk dapat melakukan penagihan pada
piutang-piutang tersebut adalah Perseroan telah menghubungi bagian keungan pihak
lawan transaksi, memberikat surat agar dapat diproses tagihan yang dimiliki oleh pihak
lawan transaksi.
iii. Perincian piutang usaha yang telah jatuh tempo 91-120 hari sebesar Rp69,9 miliar
berdasarkan pelanggan.
Jawab:
Piutang usaha berasal dari PT Digi Bintang sinergi.
iv. Perincian piutang usaha yuang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari sebesar Rp85,5 miliar
berdasarkan pelanggan.
Jawab:
PT Digi Bintang Sinergi dan Image Future Investment.
v. Bagaimana Perseroan membentuk keyakinan, bahwa atas piutang usaha yang sudah lebih
dari 91 hari mengalami kenaikan tersebut, tidak diperlukan penyisihan tambahan oleh
Perseroan? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
Jawab:
Perseroan meyakini bahwa Stasiun Televisi mempunyai hubungan yang baik dengan
Perseroan dan mempunyai itikat baik dalam membayar Piutangnya.
b. Pada bagian mutasi penyisihan piutang usaha, terdapat penambahan negatif sebesar Rp670 juta.
Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan nature dari hal tersebut dan latar belakang terdapat
penambahan pencadangan dengan nilai negatif.
Jawab:
Perseroan memiliki keyakinan bahwa Piutang akan dibayar.
3. Berdasarkan CALK nomor 7 terkait dengan Aset Film, Perseroan memiliki Aset Film sebesar
Rp177 miliar, di mana terdapat peningkatan signifikan pada akun Aset Film yang berasal dari
kelompok Film dari semula sebesar Rp3,6 miliar menjadi sebesar Rp30,6 miliar. Agar dapat
dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang terdapat peningkatan aset film dari kelompok film yaitu pada bulan Juni 2025.
Jawab:
Peningkatan terjadi karena ada stok film bioskop yang belum ditayangkan di bioskop.
b. Bagaimana penilaian Perseroan terhadap indikasi penurunan nilai dari Aset Film? Agar dapat
dijelaskan oleh Perseroan.
Jawab:
Ada kelompok Sinetron yang telah ditayangkan di stasiun televisi.
4. Berdasarkan CALK nomor 10 terkait dengan Utang Usaha kepada Pihak Ketiga, agar dapat
dijelaskan oleh Perseroan utang usaha Perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
sebesar Rp12,4 juta.
Page 4
Jawab:
Perseroan telah melunasi biaya tersebut di bulan Juli 2025. Adapun biaya tersebut merupakan
biaya meeting RUPS yang diselenggarakan tanggal 25 Juni 2025.
5. Berdasarkan CALK nomor 12 terkait dengan Perpajakan, agar dapat dijelaskan latar belakang
perhitungan pajak penghasilan kini Perseroan tidak terdapat perhitungan rekonsiliasi fiskal dan
taksiran beban pajak kini Perseroan yaitu sebesar Rp0. Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Perseroan akan melakukan perhitungan pph pasal 29 di akhir tahun 2025.
6. Berdasarkan CALK nomor 19 terkait dengan Beban Umum dan Administrasi, terdapat beban lain-
lain sebesar Rp1,3 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp1,2 miliar. Agar dapat
dirincikan berdasarkan beban lain-lain tersebut sebesar Rp1.383.217.543 berdasarkan nature dari
biayanya.
Jawab:
NO KETERANGAN NOMINAL
1 BIAYA ADMINISTRASI BANK 5.182.297,00
2 BIAYA AIR MINUM 5.264.500,00
3 BIAYA ALAT TULIS KANTOR 2.013.600,00
4 BIAYA ASURANSI MOBIL 4.232.874,00
5 BIAYA BAHAN BAKAR KENDARAAN 36.743.971,00
6 BIAYA BPJS 65.608.615,00
7 BIAYA DENDA PAJAK 28.041.750,00
8 BIAYA FOTOCOPY & PERCETAKAN 737.400,00
9 BIAYA HANDPHONE 3.552.894,00
10 BIAYA HOSTING / DOMAIN 2.496.620,00
11 BIAYA INTERNET, TV KABEL & WEBSITE 22.392.000,00
12 BIAYA KONSULTAN 120.000.000,00
13 BIAYA LAIN-LAIN KANTOR 87.702.823,00
14 BIAYA LISTRIK 76.286.489,00
15 BIAYA MANAJEMEN 21.490.000,00
16 BIAYA PARKIR & TOL 24.134.000,00
17 BIAYA PENGOBATAN 16.707.600,00
BIAYA PENGURUSAN AKTA,DOMISILI USAHA PT VERONA 21.707.000,00
18
19 BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 345.602.994,00
BIAYA PENYUSUTAN PERALATAN PRODUKSI 9.605.821,00
20
21 BIAYA PERIJINAN 5.500.000,00
22 BIAYA PERLENGKAPAN KANTOR 13.207.248,00
23 BIAYA PERLENGKAPAN KOMPUTER 22.153.636,00
24 BIAYA PERPANJANGAN STNK KENDARAAN 3.833.000,00
25 BIAYA POS & MATERAI 3.550.000,00
26 BIAYA PROGRAM 64.905.738,00
27 BIAYA ROYALTI 5.500.000,00
28 BIAYA RUMAH TANGGA 3.872.259,00
29 BIAYA RUPS 135.291.892,00
30 BIAYA SEWA ALAT SHOOTING 125.000.000,00
31 BIAYA SEWA RUANGAN KANTOR 11.750.000,00
32 BIAYA TELPON 2.600.122,00
33 BIAYA TK (KEAMANAN & DRIVER) 86.550.400,00
TOTAL 1.383.217.543,00
Page 5
7. Berdasarkan CALK nomor 20 terkait dengan Pendapatan (beban) lain-lain, Pendapatan dan Beban
lain-lain Perseroan per 30 Juni 2025 yaitu sebesar Rp2,2 miliar atau meningkat dibanding
pendapatan/beban lain-lain yaitu sebesar neto beban sebesar Rp2,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari pendaptan lain-lain sebesar Rp1.003.667.171 di mana posisi per 30 Juni 2024 yaitu
sebesar negatif Rp80 juta.
Jawab:
NO KETERANGAN NOMINAL
1 PENDAPATAN LAIN-LAIN 1.800.000,00
2 PENDAPATAN JASA SOSMED 5.068.888,00
3 PENJUALAN ASET PERALATAN KANTOR 996.798.283,00
TOTAL
1.003.667.171,00
b. Nature dari beban lain-lain sebesar Rp138 juta dimana per 30 Juni 2024 tidak terdapat beban
lain-lain tersebut.
Jawab:
NO KETERANGAN NOMINAL
1 BIAYA SELISIH PELUNASAN 10.014,35
2 BIAYA PAJAK BUNGA BANK 135.745.638,95
3 BIAYA LAIN-LAIN 2.411.999,23
TOTAL
138.167.652,53
Page 6
Terkait dengan Penelaahan Pencapaian Proyeksi Keuangan (Jawaban atas pertanyaan di bawah ini
dapat disampaikan melalui Form E074 – Surat Menyurat Emiten dengan Bursa)
Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Perseroan pada saat rencana penawaran
umum perdana saham (“Proyeksi Keuangan”), dapat disampaikan tabel perbandingan sebagai
berikut:
31 Des 24 31 Des 24 %
Perbandingan
(Proyeksi) (Aktual) Ketercapaian
Aset 606.283.205.862 541.232.441.421 89,27%
Liabilitas 46.028.230.007 17.570.570.280 38,17%
laba ditahan 49.558.067.703 18.341.678.634 37,01%
Ekuitas 560.254.975.856 523.661.871.141 93,47%
Pendapatan 361.205.000.000 140.695.003.286 38,95%
Laba tahun/periode
berjalan 38.138.910.125 6.922.521.056 18,15%
8. Berdasarkan tabel tersebut, Pendapatan Perseroan yang semula ditargetkan sebesar Rp361 miliar
pada akhir tahun 2024 namun pada aktual/realisasi yaitu sebesar Rp140 miliar. Agar dapat
dijelaskan:
a. Latar belakang tingkat ketercapaian pendapatan Perseroan relatif dibawah proyeksi yaitu
hanya sebesar 39%.
Jawab:
Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan.
b. Penjelasan dan perincian pendapatan sesuai dengan naturenya serta proyeksinya:
Keterangan 31 Des 2024 31 Des 2024 Keterangan selisih
(Proyeksi) (Aktual)
Jumlah film 41.250.000.000- - 41.250.000.000,-
Jumlah sinetron 300.755.000.000,- 140.695.003.286,- 160.059.996.714,-
Jumlah episode/sinetron 800 460 340
Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan.
c. Penjelasan Perseroan perihal rencana peningkatan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 dan
tahun-tahun selanjutnya agar in line dan on track dengan proyeksi keuangan yang telah disusun
oleh Perseroan.
Keterangan Tahun 2025 Tahun 2026 Tahun 2027
Pendapatan Sinetron 124.350.000.000 195.000.000.000 204.000.000.000
Pendapatan Film 34.000.000.000 102.000.000.000 136.000.000.000
Pendapatan Digital - 10.000.000.000 20.000.000.000
TOTAL 158.350.000.000 307.000.000.000 360.000.000.000
Page 7
9. Laba bersih Perseroan semula ditargetkan sebesar Rp38 miliar pada akhir tahun 2024, namun
realisasi pada tahun 2024 yaitu sebesar Rp6,9 miliar (18%). Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang tingkat ketercapaian laba bersih Perseroan relatif dibawah proyeksi yaitu hanya
sebesar 19%.
Jawab:
Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
ekonomi Indonesia yang “wait and see” saat memasuki tahun pemilu 2024, serta geopolitik
global yang dinamis terkait perseteruan beberapa negara. Selain itu juga masih ada sisa
pengaruh peralihan teknologi televisi dari analog ke digital yang dimulai sejak akhir tahun
2022 yang lalu, yang mempengaruhi jumlah penonton televisi dan belum pulih 100%. Di luar
itu, dalam hal target film bioskop, Perseroan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan
produksi film bioskop, sehingga belum ada penjualan. Semuanya itu menyebabkan turunnya
laba bersih perseroan dari target proyeksi awal tahun.
b. Penjelasan Perseroan perihal rencana peningkatan laba bersih Perseroan pada tahun 2025 dan
tahun-tahun selanjutnya agar in line dan on track dengan proyeksi keuangan yang telah disusun
oleh Perseroan.
Jawab:
30 Juni 2025 30 Juni 2025 %
Perbandingan
(Aktual Disetahunkan) (Proyeksi) Ketercapaian
Pendapatan 78.920.000.000 508.792.500.000 15,51%
Laba tahun/periode berjalan
11.630.589.040 84.949.184.387 13,69%
Upaya yang akan dilakukan Perseroan adalah meningkatkan penjualan Sinetron dan Film Bioskop,
serta Digital (OTT).
10. Berdasarkan tabel di atas, Pendapatan Perseroan per Juni 2025 yaitu sebesar Rp39,4 miliar dan
jika disetahunkan yaitu sebesar Rp78,9 miliar. Adapun angka tersebut mencerminkan tingkat
ketercapaian sebesar 15,5% dibandingkan dengan proyeksi Perseroan yaitu sebesar Rp508
miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang realisasi pendapatan per Juni 2025 Perseroan relatif jauh dibawah proyeksi
pendapatan Perseroan untuk tahun 2025? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
ekonomi Indonesia yang belum stabil serta geopolitik global yang dinamis. Di luar itu,
dalam hal target film bioskop, film bioskop milik Perseroan yang siap tayang perlu
menunggu jadwal tayang dari bioskop, dimana untuk tahun 2025 ini sudah didapatkan
jadwal tayang untuk satu film bioskop di bulan Desember 2025.
b. Upaya dan strategi Perseroan untuk dapat memenuhi target pencapaian pada tahun 2025.
Jawab:
Perseroan berupaya untuk menambah program untuk tayangan sinetron dan
mempromosikan dengan maksimal film bioskop yang akan ditayangkan di bulan Desember
2025.
11. Laba bersih Perseroan per Juni 2025 yaitu sebesar Rp5,8 miliar dan jika disetahunkan yaitu
sebesar Rp11,6 miliar. Adapun angka tersebut mencerminkan tingkat ketercapaian sebesar
13,69% dibandingkan dengan proyeksi Perseroan yaitu sebesar Rp84,9 miliar. Agar dapat
dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang realisasi Laba Bersih per Juni 2025 Perseroan relatif jauh dibawah proyeksi
pendapatan Perseroan untuk tahun 2025? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Penurunan pendapatan/penjualan dari target proyeksi awal tahun disebabkan oleh kondisi
Page 8
ekonomi Indonesia yang belum stabil serta geopolitik global yang dinamis. Di luar itu,
dalam hal target film bioskop, film bioskop milik Perseroan yang siap tayang perlu
menunggu jadwal tayang dari bioskop, dimana untuk tahun 2025 ini sudah didapatkan
jadwal tayang untuk satu film bioskop di bulan Desember 2025. Hal ini mempengaruhi
Laba Bersih Perseroan.
b. Upaya dan strategi Perseroan untuk dapat memenuhi target pencapaian pada tahun 2025.
Jawab:
Perseroan berupaya untuk menambah program untuk tayangan sinetron dan
mempromosikan dengan maksimal film bioskop yang akan ditayangkan di bulan Desember 2025.
Terkait dengan Aspek Bisnis dan Operasional Perseroan
12. Pada proses rencana pencatatan saham Perseroan, Perseroan menyampaikan bahwa akan
memproduksi 6 film di mana 5 film telah ditetapkan judul dan 1 film yang masih dalam proses.
Adapu 5 film tersebut yaitu Getih Anak, Bulan Darah, Perjanjian Dua Surga, Dan Bandung dan
Bandung Ketika Sunyi. Agar dapat dijelaskan:
a. Realisasi dari produksi 5 film tersebut sampai saat ini.
Jawab:
Perseroan telah selesai memproduksi 2 judul film bioskop siap tayang, yaitu “Riba”
(penyesuaian judul dari “Getih Anak”) dan “Rahasia Perempuan Gila” (penyesuaian judul dari
“Perjanjian Dua Surga”). Judul “Dan Bandung” sudah memasuki tahap produksi, ditargetkan
rampung di akhir tahun 2025. Untuk “Bulan Darah” masih dalam tahap pertimbangan untuk
penyempurnaan, karena akan disesuaikan dengan trend animo masyarakat saat ini. Untuk
“Bandung Ketika Sunyi” masih dalam tahap persiapan.
b. Apabila terdapat perubahan jadwal penayangan atau produksi film tersebut, agar Perseroan
dapat menjelaskan:
i. Latar belakang perubahan jadwal
Jawab:
Seiring berjalannya waktu, Perseroan terus melakukan analisis terhadap trend animo
masyarakat penonton film bioskop, sehingga ada beberapa penyesuaian baik dari sisi
cerita, pemain, maupun judulnya. Selain itu perlu menunggu jadwal tayang dari pihak
Bioskop.
ii. Jadwal terbaru rencana Perseroan untuk memproduksi film-film tersebut dengan
melengkapi tabel berikut ini:
Judul film Timeline produksi Timeline Rencana bioskop
penayangan
Riba (Getih Anak) Sudah selesai Tahun 2025 XXI, CGV, Cinepolis
Rahasia Perempuan Gila Sudah selesai Tahun 2026 XXI, CGV, Cinepolis
(PerjanjianDua Surga)
Dan Bandung Tahun 2025 Tahun 2026 XXI, CGV, Cinepolis
Bulan Darah Tahun 2026 Tahun 2026 XXI, CGV, Cinepolis
Bandung Ketika Sunyi Tahun 2026 Tahun 2026 XXI, CGV, Cinepolis
c. Terkait dengan 1 film yang belum ditetapkan judul dan genre-nya sebagaimana disampaikan
pada proses IPO, agar dapat dijelaskan:
i. Rencana dan realisasi dari film tersebut.
Jawab:
Film ini masih dalam tahap perencanaan, akan ditindaklanjuti pada tahun 2026.
ii. Deskripsi judul dan genre dari film tersebut.
Jawab:
Judul belum ditetapkan, genre komedi.
iii. Jadwal produksi dan penayangan film tersebut.
Jawab:
Page 9
Tahun 2026.
13. Sehubungan dengan rencana Perseroan untuk memasuki industri perfilman, agar dapat dijelaskan
oleh Perseroan:
a. Bagaimana update atas strategi dan keyakinan Perseroan untuk merambah pada lini bisnis
perfilman sampai saat ini.
Jawab:
Perseroan telah menambah personel professional (karyawan) dalam industry film bioskop.
Perseroan juga telah membina hubungan dengan para sutradara film bioskop ternama, penulis
cerita, tim produksi, pasca produksi, serta terutama pihak pemilik bioskop.
b. Grand plan Perseroan untuk dapat menjadi rumah produksi film yang kompetitif di pasar
persaingan rumah produksi film saat ini.
Jawab:
Mengembangkan tim kreatif dan sumber daya manusia di Perseroan, membina hubungan
dengan sebanyak mungkin sutradara dan penulis cerita popular, membina hubungan dengan
pemilik bioskop, serta menjaga kualitas hasil produksi.
c. Bagaimana rencana kerjasama atau kerjasama yang sudah dijalani Perseroan dengan
perusahaan bioskop di Indonesia saat ini? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Perseroan telah membina kerja sama yang baik dengan pihak XXI, CGV, dan Cineapolis.
Perseroan telah mendapatkan skedul tayang film bioskop perdana, yaitu “Riba” yang akan
ditayangkan di awal Desember 2025.}
d. Langkah-langkah persiapan yang telah dipersiapkan oleh Perseroan untuk memasuki industri
perfilman Indonesia.’
Jawab:
Analisa Ide Cerita
Pada tahapan awal, tim kreatif melakukan riset dan pengembangan ide cerita dengan genre
yang memilki market share tertinggi bersama produser, sutradara, dan penulis sampai
menghasilkan skenario film.
Pra Produksi
- Menyusun Tim Produksi (Crew)
- Menentukan pemain terbaik yang sesuai dengan cerita
- Meeting persiapan produksi
- Membuat master breakdown skenario untuk menentukan kebutuhan detail:
o Lokasi shooting
o Setting dan property
o Make up dan kostum
o Spesial efek
o Peralatan shooting
o Casting pemain/artis
o Reading/workshop karakter pemain
o Fitting dan lookset
o Menyusun jadwal shooting
o Menyusun anggaran produksi
o Final meeting persiapan produksi
Produksi
Melakukan pelaksanaan shooting sesuai dengan penjadwalan dan target penyelesaian yang
telah ditentukan.
Pasca Produksi
Pasca produksi ini adalah pengerjaan dari materi yang sudah di-shooting kemudian masuk
tahapan editing offline dan online:
- Offline : Proses edit sampai pictures locked, sound design, color grading, music scoring,
grafis dan CGI
- Online : Online mixing menjadi mastering film.
Page 10
Promosi dan Distribusi
- Promosi
Poster dan trailer film ke media cetak dan elektronik, social media (youtube, instagram,
facebook, tiktok, twitter, advertising dan meet & greet.
- Distribusi
o Jaringan Bisokop Nasional
o Jaringan Bioskop Internasional/Asia (Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja dan
Vietnam)
o Tayang rerun di Platform OTT (Netflix, Viu, Prime Video, dll)
o Tayang rerun di televisi Nasional dan Internasional
14. Sehubungan dengan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, Perseroan telah merincikan
bahwa sebesar Rp60 miliar digunakan untuk akuisisi sinetron dan FTV, sebeasar Rp16,7 miliar
untuk pembelian ruko dan pajak beli ruko, sebesar Rp5,7 miliar untuk biaya emisi dan sebesar Rp68
miliar untuk pembuatan sinetron/film operasional. Perseroan memiliki saldo sisa dana sebesar Rp68
miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Perbandingan rencana penggunaan dana (tanggapan permintaan penjelasan pada proses
permohonan pencatatan) dengan realisasi penggunaan dana dengan melengkapi tabel berikut
ini:
Penggunaan Dana Jumlah rencana Realisasi Keterangan (apabila
terdapat
selisih)
Akuisisi tanah dan bangunan 20.000.000.000 16.820.050.000,- Harga beli dan pajak
pembelian
Pembelian 300 FTV dan Mini 60.000.000.000 60.000.000.000,- Sudah dibeli dan masuk sebagai
Series
Aset Film
Pembuatan Film Bioskop 79.960.000.000 39.546.750.000,- 2 film selesai, 1 film tahap
produksi, 2 film tahap pre-
produksi
Pembuatan Sinetron 60.000.000.000 28.861.963.946,- Operasional produksi sinetron
Biaya Emisi IPO 8.000.000.000 5.471.186.153,- Telah dilaporkan dlm laporan
penggunaan data
Total 204.960.000.000 150.699.950.099,-
b. Sehubungan dengan masih terrdapatnya sisa dana sebesar Rp68 miliar, agar dapat dijelaskan
bagaimana Perseroan menempatkan sisa dana tersebut.
Jawab:
Perseroan menempatkan sisa dana IPO tersebut ke bank atas nama Perseroan.
c. Sehubungan dengan pencerminan penggunaan dana penawaran umum tersebut dalam laporan
keuangan, agar dapat dijelaskan:
i. Pencerminan akusisi tanah dan bangunan pada laporan keuangan per 30 Juni 2025
Perseroan beserta pengungkapannya pada laporan keuangan.
Jawab:
Perseroan mengakuisisi Tanah dan bangunan untuk dijadikan asset tetap sesuai rencana
penggunaan dana Ipo sebesar Rp. 16.031.000.000,-
ii. Rincian pembelian 300 FTV dan Mini Series sebesar Rp60 miliar dan penyajiannya pada
laporan keuangan.
Jawab:
Perseroan membeli Mini Series sebanyak 200 episode dan FTV sebanyak 100 episode,
total harga Rp60 miliar.
Page 11
Penyajian di lap keuangan Juni 2025 masuk ke Aset tidak lancar .
d. Timeline Perseroan untuk menggunakan sisa dana penawaran umum perdana Perseroan.
Jawab:
Sisa Dana sebesar Rp. 68.021.799.901,- akan digunakan untuk operasional Perseroan sampai
dengan Desember 2025.
15. Sehubungan dengan kerjasama Perseroan dengan WeTV dan penyedia layanan Over The Top
(OTT), agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Bagaimana realisasi rencana Perseroan untuk mengisi konten di WeTV, Genflix dan Viu yang
semula direncanakan pada Semester II Tahun 2024.
Jawab:
Perseroan akan memasuki OTT pada Semester-2 tahun 2025.
b. Apabila terdapat perubahan jadwal, agar dapat dijelaskan latar belakang atas perubahan
tersebut.
Jawab:
Tahun 2024 dan Semester-1 2025 Perseroan lebih memfokuskan pada produksi film bioskop.
c. Rencana dan strategi Perseroan untuk dapat memasuki dan menyediakan konten di layanan
OTT pada tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang.
Jawab:
Perseroan akan memperluas membina hubungan dengan berbagai Perusahaan OTT.
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Digi Bintang Sinergi
p.2 ×4
unresolved
org
PT Cakrawala Andalas Televisi.
p.2 ×7
unresolved
org
PT Digi Bintang
p.3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.3
unresolved
org
PT VERONA
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.