Back to announcement
20250926_GGRP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31952751_lamp1.pdf
Other Text extracted GGRPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1 OCR 0.951
GP SHAPING TOMORROW Bekasi, 26 September 2025 Nomor : 101/GGRP-COS/1IX/2025 Perihal : Permintaan Penjelasan Bursa atas Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2025 PT Gunung Raja Paksi Tbk Kepada Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 Lantai 6 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190 Dengan hormat, Menanggapi surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-10943/BEI.PP1/09-2025 tanggal 22 September 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, kas Perseroan mengalami penurunan sebesar USD18,26 juta atau 21,38”6 pada 30 Juni 2025 menjadi USD67,15 juta dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar USD85,41 juta. Penurunan tersebut disebabkan oleh aktivitas operasional seperti pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya. Dilihat pada laporan arus kas periode 30 Juni 2024, Perseroan juga mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi yang negatif namun pada arus kas dari aktivitas investasi terdapat pelepasan entitas anak sebesar USD321,97 juta sehingga arus kas menjadi positif. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang arus kas operasional negatif. b. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam operasional. C. Strategi Perseroan dalam menjaga tingkat likuiditas. Tanggapan: a. Arus kas operasional negatif pada periode 30 Juni 2025 terutama disebabkan turunnya penerimaan kas dari pelanggan akibat derasnya arus produk baja impor dengan harga murah yang menekan harga jual Perseroan dan perlambatan permintaan dalam negeri di beberapa sektor utama dan lebih tingginya pembayaran kas terutama kepada pemasok karena volatilitas harga bahan baku. b. Secara umum, terdapat tekanan yang masih membayangi industri baja nasional dalam kegiatan operasional antara lain fluktuasi harga bahan baku global serta tekanan oversupply dari produsen besar, khususnya Tiongkok, yang menekan daya saing Perseroan. Dari sisi domestik, perlambatan permintaan juga terjadi seiring dengan penundaan dan penyesuaian sejumlah proyek infrastruktur pemerintah serta melambatnya sektor properti, yang pada akhirnya berdampak terhadap menurunnya konsumsi baja di dalam negeri. c. Untuk menjaga tingkat likuiditas dan mendukung keberlangsungan usaha, Perseroan telah dan akan terus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Optimalisasi manajemen modal kerja melalui percepatan penagihan piutang serta negosiasi termin pembayaran dengan pemasok. 2. Diversifikasi sumber pendanaan, baik dari fasilitas perbankan jangka pendek maupun instrumen pembiayaan lain. 3. Efisiensi operasional melalui pengendalian biaya produksi dan overhead. 4. Pengelolaan investasi yang lebih selektif dengan memprioritaskan proyek berpotensi pengembalian cepat. Ja PT Gunung Raja Paksi Tbk 1
Page 2 OCR 0.933
GP SHAPING TOMORROW 2. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Perseroan memiliki piutang usaha yang telah jatuh tempo hingga di atas 90 hari sebesar USD2,84 juta atau 47,58Y4 dari total piutang usaha dengan rincian sebagai berikut: Umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging of trade receivables is as follows: 30 Juni/ 31 Docombor/ Belum jatuh tempo 1.459.947 7,029,040 Not yet due Jatuh tempo 1 — 30 hari 1,231,422 12,343,958 Overdue 1 - 30 days Jatuh tempo 31 - 60 hari 155,924 995,390 Overdue 31 - 60 days Jatuh tempo 61 - 90 hari 285,663 287,599 Overdue 61 - 90 days Jatuh tempo » 90 hari 2.843.441 951,601 Overdue » 90 days 5.976.397 21,607,588 Dikurangi Less Cadangan kerugian penurunan nilai (120,794) 147,940) Allowance for impairment losses Jumlah - Bersih ——SR5SANI oo 21450648 Total - Net Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Informasi pelanggan utama beserta nilai piutang dan persentase kontribusinya terhadap piutang usaha yang telah jatuh tempo tersebut. b. Kendala yang dihadapi Perseroan atas penagihan piutang usaha tersebut. C. Analisa manajemen terkait potensi dampak keterlambatan pembayaran piutang usaha terhadap arus kas Perseroan dan kelangsungan usaha. d. Strategi Perseroan dalam penagihan piutang usaha tersebut. Tanggapan: a. Piutang usaha dengan umur lebih dari 90 hari sebagian besar berasal dari pelanggan utama Perseroan yang memiliki hubungan bisnis erat dan komunikasi yang terjaga secara reguler. Pelanggan dimaksud juga memiliki rekam jejak pembayaran yang baik. Peningkatan hari piutang terutama disebabkan oleh bertambahnya volume transaksi dan proses penagihan (billing), sehingga memperpanjang proses internal pelanggan dalam melakukan pembayaran. Perseroan tetap meyakini bahwa pelanggan tersebut memiliki kemampuan untuk melunasi seluruh kewajibannya kepada Perseroan b. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam penagihan piutang usaha terutama terkait dengan proses administrasi internal pelanggan yang relatif panjang serta volume transaksi yang tinggi, sehingga memperlambat penyelesaian billing dan verifikasi pembayaran. Namun demikian, pelanggan utama Perseroan memiliki rekam jejak dan komitmen pembayaran yang baik sehingga Perseroan meyakini piutang tersebut dapat tertagih sepenuhnya. C. Manajemen menilai bahwa keterlambatan pembayaran piutang usaha dapat memberikan tekanan sementara terhadap arus kas operasional Perseroan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan modal kerja jangka pendek. Namun demikian, mengingat sebagian besar piutang berasal dari pelanggan utama yang memiliki hubungan bisnis jangka panjang serta rekam jejak pembayaran yang baik, Perseroan meyakini risiko gagal bayar relatif rendah d. Strategi Perseroan dalam penagihan piutang usaha dilakukan melalui peningkatan efektivitas proses administrasi penagihan dengan mempercepat penerbitan dokumen billing serta melakukan rekonsiliasi data transaksi secara berkala dengan pelanggan. Perseroan juga menjalin komunikasi intensif dan melakukan koordinasi reguler dengan pelanggan utama terkait jadwal pembayaran Ank 7 Sunung Raja Paksi Tbk k
Page 3 OCR 0.953
GP SHAPING TOMORROW 3. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, persediaan Perseroan meningkat sebesar USD1,59 juta menjadi USD123,83 juta dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar USD122,24 juta. Tingkat persediaan tersebut tidak sejalan dengan penjualan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar USD115,54 juta atau 57,76Yo dari periode 30 Juni 2025. Penurunan ini terjadi pada penjualan ekspor sebesar 59,274 maupun impor sebesar 16,14Yc. Berdasarkan informasi tesebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang peningkatan saldo persediaan sedangkan Perseroan sedang mengalami penurunan penjualan. b. Upaya Perseroan untuk menghindari potensi penumpukan persediaan dan optimalisasi perputaran persediaan. Cc. Strategi mitigasi risiko Perseroan untuk menjaga keseimbangan antara tingkat persediaan, kebutuhan produksi dan kondisi pasar. d. Latar belakang penurunan penjualan e. Upaya Perseroan untuk meningkatkan penjualan baik ekspor maupun impor. f. Informasi pelanggan Perseroan beserta nilai dan persentase kontribusi terhadap total penjualan. Tanggapan: a. Pada semester kedua 2024 terjadi volatilitas harga global dan tekanan kompetisi dari produk impor yang membuat Perseroan dihadapi pada kondisi biaya produksi yang cukup mahal, lalu dibandingkan dengan harga jual di pasar dalam negeri yang rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan biaya produksi, membuat Perseroan tidak dapat mencapai marjin yang diharapkan. Sebagai langkah strategis merespon kondisi tersebut, Perseroan memutuskan untuk melakukan pembelian bahan baku tambahan yang tiba di 2025 (penyebab peningkatan saldo persediaan), dengan prediksi bahwa: 1. Pembelian ini dapat menurunkan biaya rata-rata dari biaya per unit bahan baku Perseroan, agar dapat mencapai margin yang ditargetkan. 2. Terdapat pertumbuhan permintaan memasuki 2025, dikarenakan proyek infrastruktur yang dipercaya akan mulai aktif kembali pasca periode pemilihan umum. Sebagai tambahan informasi, bahwa proses pembelian persediaan membutuhkan waktu 1-2 bulan lead time dari kesepakatan beli sampai dengan ketibaan barang, sehingga patut dicatat bahwa persediaan yang tercatat bertambah di 2025 adalah hasil kesepakatan pembelian yang dilakukan di akhir 2024. Manajemen telah menetapkan beberapa kontrol penting dalam menghindari potensi penumpukan persediaan, seperti menerapkan jumlah stok buffer maksimum yang dapat diterima, serta strategi Supply chain yang penuh kehati-hatian. Manajemen telah menerapkan hal-hal berikut : a. Mengeksplorasi sumber bahan baku dari dalam negeri, dengan tujuan utama untuk mengurangi lead time. b. Mengeksplorasi seluruh alternatif pembelian bahan baku dengan harapan rantai waktu produksi dapat dipercepat. Penurunan penjualan Perseroan terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan proyek konstruksi di dalam negeri. Hal ini seiring dengan langkah pemerintah yang melakukan penyesuaian dan pengendalian anggaran, khususnya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sehingga realisasi proyek infrastruktur melambat. Selain itu, dari sisi eksternal, harga baja global mengalami tekanan akibat oversupply dari produsen besar dunia seperti Tiongkok, yang berdampak pada penurunan harga jual rata-rata (ASP) baja. Kombinasi faktor domestik dan global tersebut menyebabkan berkurangnya permintaan serta nilai penjualan baja Perseroan pada periode berjalan. k ap Gunung Raja Paksi Tbk
Page 4 OCR 0.941
RP SHAPING TOMORROW e. Upaya Meningkatkan Penjualan: e Perseroan senantiasa berupaya memberikan harga yang kompetitif agar tetap dapat bersaing di pasar meskipun terjadi penurunan permintaan baja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pembelian bahan baku pada saat harga turun, sehingga meningkatkan saldo persediaan namun sekaligus menekan rata-rata harga persediaan # Selain itu, Perseroan juga terus menjaga kualitas layanan kepada pelanggan dengan memastikan pengiriman produk tepat waktu serta menjaga standar mutu sesuai ketentuan, termasuk pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI). Upaya ini diharapkan dapat memperkuat loyalitas pelanggan dan mendukung peningkatan penjualan di tengah kondisi pasar yang menantang. f. Pelanggan Perseroan didominasi oleh distributor-distributor lokal dengan nilai transaksi masing- masing di bawah dari 1074 dari total penjualan. 4. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan uang muka sebesar USD9,66 juta. Nilai tersebut meningkat sebesar 109,40Y dari periode 31 Desember 2024 sebesar USD4,81 juta. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang peningkatan uang muka tersebut. b. Nature dari akun uang muka tersebut. Tanggapan: a. Kenaikan uang muka sebesar 109,404 atau setara dengan USD5,05 juta pada periode 30 Juni 2025 terutama disebabkan oleh pembayaran uang muka pembelian bahan baku kepada vendor. b. Akun uang muka merupakan pembayaran di muka sehubungan dengan transaksi pembelian bahan baku maupun jasa pendukung operasional lainnya, yang pada saat pelaporan belum direalisasikan dalam bentuk penerimaan barang atau jasa. Nilai uang muka tersebut akan direklasifikasi menjadi persediaan atau biaya pada saat barang/jasa terkait telah diterima sesuai dengan ketentuan kontrak. 5. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Perseroan memiliki utang lain-lain sebesar USD5,64 juta menurun sebesar 49,917b dibandingkan 31 Desember 2025 sebesar USD11,26 juta. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Informasi pihak pemberi pinjaman tersebut. b. Rincian penggunaan pinjaman tersebut. Cc. Jangka waktu pinjaman tersebut d. Kontrak atas pinjaman tersebut. Tanggapan: Utang lain-lain adalah kewajiban perusahaan yang timbul di luar aktivitas normal operasional atau tidak termasuk dalam kategori utang dagang, utang bank, atau utang pajak yang terdiri dari transaksi-transaksi dengan berbagai pihak ketiga. Utang lain-lain tidak berisi pinjaman dari pihak ketiga yang harus dibayarkan kembali oleh Perseroan. 6. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan sebesar USD90,34 juta atau 106,93Y6 dari total penjualan bersih. Nilai tersebut menurun seiring dengan penurunan penjualan. Walaupun demikian, nilai beban pokok penjualan pada 30 Juni 2024 sebesar USD189,99 juta atau 94,98Y6 dari total penjualan sehingga Perseroan masih mencatatkan laba kotor dan laba operasional. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang tingginya beban pokok penjualan ba PT Gunung Raja Paksi Tbk |
Page 5 OCR 0.916
GP SHAPING TOMORROW b. Upaya Perseroan untuk menekan biaya dan optimalisasi produksi. c. Informasi pelanggan terbesar Perseroan beserta nilai dan persentase kontribusi terhadap total beban pokok penjualan. Tanggapan: a. Latar belakang tingginya beban pokok penjualan Perseroan terutama disebabkan oleh harga bahan baku utama yang masih tinggi, volume produksi yang belum optimal seiring melemahnya permintaan, serta tekanan penurunan harga jual baja di pasar domestik maupun global. b. Upaya Perseroan untuk menekan biaya dan optimalisasi produksi: # Mengeksplorasi sumber bahan baku dari dalam negeri, dengan tujuan utama untuk mengurangi lead time. « Mengeksplorasi seluruh alternatif pembelian bahan baku dengan harapan rantai waktu produksi dapat dipercepat. c. Perseroan tidak memiliki pencatatan beban pokok penjualan secara khusus untuk setiap pelanggan, karena sistem akuntansi Perseroan mencatat HPP secara agregat pada tingkat produk dan segmen. Dengan demikian, informasi kontribusi pelanggan terbesar disajikan berdasarkan nilai penjualan terhadap total penjualan. 7. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Tanggap: Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum di ungkapkan kepada public. Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih. Bekasi, 26 September 2025 NSRAJAp, S ts, t KN ee ud Siti Humayah”45,. yo larianto Presiden Direktur Direktur | hg PT Gunung Raja Paksi Tbk
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sunung Raja Paksi Tbk
p.2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.