Back to announcement
20250925_HDIT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31952562_lamp1.pdf
Other Text extracted HDITSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
BUSSINESS OFFICE MAKASSAR PT HENSEL DAVEST INDONESIA, Tbk
Business Park A5/05 Center Point Of Indonesia
Makassar 90112| Sulawesi Selatan | Indonesia
Telp Kantor : (0411) 6000808
Nomor : 00923/HDIT/SM/IX/2025
Lampiran :-
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Penyampaian Laporan Keuangan
Interim Yang Tidak Diaudit, dalam rangka pemantauan Bursa atas kinerja saham dan kinerja
keuangan Perseroan
Kepada Yth.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190
Dengan hormat,
Menanggapi surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-10392/BEI.PP1/09-2025 tanggal 09
September 2025 perihal Permintaan Penjelasan, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 4 Kas dan Bank, Perseroan
membukukan penurunan kas sebagai berikut.
Pada arus kas Perseroan, Perseroan mengalami penurunan kas dari pelanggan yang
menurun cukup signifikan dari Rp12,21 miliar per 30 Juni 2024 menjadi Rp245,74 juta
per 30 Juni 2025. Pembayaran kepada pemasok juga hanya sebesar Rp10 ribu, dari
sebelumnya mencapai Rp11,65 miliar pada 30 Juni 2024. Namun, pembayaran untuk
karyawan meningkat cukup signifikan dari Rp149,18 juta per 30 Juni 2024 menjadi
Rp252,93 juta per 30 Juni 2025. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang menurunnya pendapatan yang signifikan.
b. Kondisi operasional Perseroan saat ini.
c. Kendala yang dihadapi Perseroan terkait operasional.
d. Latar belakang hampir tidak terdapat pembayaran kepada pemasok.
e. Pertimbangan peningkatan beban pembayaran untuk karyawan di saat operasional
menurun signifikan.
f. Strategi Perseroan dalam menjaga arus kas Perseroan ke depannya.
Tanggapan :
a. Pada periode yang berakhir 30 Juni 2025, Perseroan mencatat penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp245,74 juta, turun signifikan dari Rp12,21 miliar pada periode
yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh
perlambatan aktivitas bisnis pada segmen distribusi dan layanan keuangan digital
akibat persaingan industri yang ketat, serta penyesuaian strategi penagihan piutang
di mana sebagian besar penjualan masih dilakukan secara kredit. Perseroan tetap
Page 2
berkomitmen menjaga arus kas yang sehat melalui pengelolaan piutang yang lebih
efektif serta upaya peningkatan daya saing dan pengembangan inisiatif bisnis di
masa mendatang.
b. Meskipun terjadi penurunan arus kas masuk, Perseroan tetap menjalankan
kegiatan operasional secara normal. Perseroan telah melakukan efisiensi biaya
operasional, renegosiasi dengan beberapa pemasok, dan mengoptimalkan
penggunaan dana internal untuk menjaga keberlangsungan usaha.
c. Kendala utama yang dihadapi Perseroan pada periode ini adalah meningkatnya
beban pembayaran kepada karyawan yang hampir dua kali lipat, dari Rp149,18 juta
menjadi Rp252,93 juta, terutama akibat penyesuaian upah minimum dan
tunjangan, serta adanya penambahan jumlah tenaga kerja untuk mendukung
pengembangan unit bisnis baru.
d. Perseroan mencatat pembayaran kepada pemasok hanya Rp10 ribu pada 30 Juni
2025 dibandingkan Rp11,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal
ini bukan dikarenakan penghentian aktivitas usaha, melainkan masih terdapatnya
persediaan dari perseroan di pemasok saat ini.
e. Pertimbangan Peningkatan Beban Pembayaran untuk Karyawan di Saat
Operasional Menurun. Perseroan menilai peningkatan beban karyawan merupakan
langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas operasional.
Dengan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten, Perseroan berupaya
menjaga daya saing jangka panjang meskipun pada saat ini pendapatan menurun.
f. Dalam menjaga arus kas ke depannya, Perseroan telah menyiapkan sejumlah
langkah strategis, antara lain melakukan diversifikasi produk dan layanan untuk
memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan penagihan piutang melalui sistem
monitoring yang lebih ketat, menjalin kerja sama strategis dengan mitra bisnis baru
guna memperkuat arus kas masuk, melanjutkan program efisiensi biaya di seluruh
lini operasional, serta memanfaatkan fasilitas perbankan sebagai tambahan modal
kerja jangka pendek apabila diperlukan.
2. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha – Pihak Ketiga, Perseroan membukukan piutang
usaha sebagai berikut.
Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang tidak tertagihnya piutang hingga melebihi 181 hari.
b. Kendala yang dihadapi.
c. Skema atau strategi penagihan piutang yang dimiliki Perseroan.
d. Rincian pelanggan yang masih memiliki piutang yang belum tertagih.
e. Apakah terdapat kontrak dengan setiap pelanggan? Bagaimana kesepakatan
pembayaran dibuat?
f. Latar belakang tidak adanya penambahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang
mengingat belum tertagihnya piutang usaha Perseroan.
Page 3
Tanggapan :
a. Piutang dengan umur lebih dari 181 hari sebagian besar berasal dari pelanggan
korporasi dan mitra distribusi yang melakukan pembelian dalam jumlah besar
secara kredit, di mana keterlambatan penagihan terjadi karena adanya kesepakatan
pembayaran bertahap serta kondisi keuangan pelanggan yang belum
memungkinkan untuk melunasi tepat waktu.
b. Kendala yang dihadapi dalam proses penagihan antara lain tertundanya
pembayaran akibat sebagian pelanggan mengalami masalah arus kas, lamanya
proses administratif dan verifikasi internal di pihak pelanggan, serta adanya kondisi
force majeure berupa perlambatan distribusi yang turut memengaruhi realisasi
pembayaran.
c. Untuk mengatasi kendala penagihan, Perseroan menerapkan langkah-langkah
strategis seperti melakukan penagihan intensif melalui pengingat tertulis maupun
kunjungan langsung, menawarkan skema restrukturisasi atau penjadwalan ulang
pembayaran bagi pelanggan yang mengalami kesulitan likuiditas, serta
memanfaatkan jasa pihak ketiga apabila piutang sudah melewati batas jatuh tempo
yang signifikan
d. Piutang yang belum tertagih didominasi oleh pelanggan korporasi dalam sektor
distribusi dan perdagangan yang memiliki kontrak jangka panjang dengan
Perseroan. Nama pelanggan tidak dapat dipublikasikan secara individual karena
sifatnya rahasia, namun Perseroan memastikan bahwa seluruh piutang tersebut
berasal dari hubungan bisnis yang sah dan terdokumentasi.
e. Ya, seluruh piutang Perseroan dilandasi dengan perjanjian/kontrak kerja sama
yang mengatur harga, volume pembelian, serta ketentuan pembayaran.
Kesepakatan pembayaran umumnya berupa termin 30–180 hari. Untuk pelanggan
tertentu yang memiliki volume transaksi besar, disepakati adanya fleksibilitas
pembayaran lebih panjang dengan jaminan berupa kontrak kerja sama
berkelanjutan.
f. Meskipun terdapat piutang berumur lebih dari 181 hari, manajemen Perseroan
menilai piutang tersebut masih dapat tertagih karena adanya komitmen
pembayaran melalui perjanjian restrukturisasi, riwayat pembayaran pelanggan
yang sebelumnya lancar dan dapat dipercaya, serta jaminan kerja sama jangka
panjang yang masih berjalan dengan pelanggan terkait, sehingga pada periode
interim Q2 2025 belum dilakukan penambahan cadangan kerugian penurunan nilai
piutang.
3. Berdasarkan CALK 6 Piutang Lain-lain, Perseroan membukukan piutang lain-lain
sebagai berikut.
Agar dijelaskan:
a. Rincian piutang lain-lain berdasarkan umur piutang.
b. Latar belakang belum tertagihnya piutang dari masing-masing pihak.
c. Pada CALK 6, dijelaskan bahwa Perusahaan telah menyetujui untuk melakukan
pengalihan atau penjualan saham milik PT Emposh Sinergi Asia sebanyak
153.000.000 lembar saham dengan nominal Rp15.300.000.000 kepada PT Rajawali
Page 4
Agung Mandiri dan sudah dibayarkan secara tunai pada bulan Maret 2023. Agar
dijelaskan nature dari piutang PT Rajawali Agung Mandiri sebesar Rp12,6 miliar
yang dibukukan pada 30 Juni 2025.
d. Latar belakang Perseroan masih membukukan kepemilikan atas PT Emposh Sinergi
Asia sebesar 99,99% pada CALK 1 Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 sementara
pengalihan saham telah dilakukan pada tahun 2023.
e. Selain hal tersebut, agar dijelaskan mengenai rincian piutang lain-lain dengan
melengkapi tabel berikut:
Nama Pihak Nature Nilai Nomor Jangka Waktu
Piutang Kontrak
Tanggapan :
a. Seluruh piutang lain-lain yang tercatat per 30 Juni 2025 pada dasarnya
masih dalam kategori current (jatuh tempo kurang dari 1 tahun). Perseroan
menilai tidak terdapat indikasi signifikan atas penurunan nilai piutang,
mengingat sebagian besar piutang terkait hubungan afiliasi dan transaksi
yang masih berjalan normal dengan pihak ketiga.
b. Belum tertagihnya piutang Perseroan antara lain berasal dari PT Pinjamaja
Digital Komersil sebesar Rp11,093 miliar yang masih dalam tahap
penyelesaian administrasi antar perusahaan, PT Matahari Prima Nusantara
sebesar Rp12,8 miliar terkait pembiayaan proyek yang tertunda karena
penyesuaian arus kas internal, serta PT Rajawali Agung Mandiri sebesar
Rp12,6 miliar dari transaksi pengalihan saham yang sebagian telah dibayar
namun sisanya masih menunggu kelengkapan dokumen administratif.
Sementara itu, piutang dengan nilai lebih kecil tercatat dari PT MPA sebesar
Rp10 ribu, PT KPI sebesar Rp57 ribu yang merupakan biaya operasional,
serta piutang karyawan sebesar Rp44,77 juta yang akan dilunasi melalui
pemotongan gaji secara berkala.
c. Piutang ini berasal dari selisih transaksi pengalihan saham PT Emposh
Sinergi Asia dengan nilai Rp15,3 miliar, di mana sebagian besar telah
dibayarkan secara tunai pada Maret 2023, sementara sisa sebesar Rp12,6
miliar masih tercatat sebagai piutang karena adanya penjadwalan ulang
pembayaran dan proses penyelesaian dokumen.
d. Per 30 Juni 2025, Perseroan masih mencatat kepemilikan 99,99% atas PT
Emposh Sinergi Asia karena proses administratif balik nama saham ke PT
Rajawali Agung Mandiri belum sepenuhnya selesai, sehingga meskipun
secara substansi transaksi telah dilakukan, pencatatan akuntansi tetap
Page 5
menunggu kelengkapan dokumen hukum agar sesuai dengan ketentuan
PSAK yang berlaku.
e. Rincian piutang lain-lain Perseroan dicatat berdasarkan kontrak kerja sama
dengan beberapa pihak, mencakup berbagai nature transaksi yang bernilai
material maupun tidak material. Informasi detail mengenai nilai, nomor
kontrak, dan jangka waktu per pihak bersifat confidential, namun secara
umum seluruh piutang tersebut memiliki dasar perjanjian yang jelas, jangka
waktu yang terukur, serta masih dalam pengelolaan normal sesuai
kesepakatan masing-masing pihak.
4. Berdasarkan CALK 8 Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka Proyek, agar dijelaskan:
a. Terdapat uang muka proyek pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar
Rp18.027.656 dan Rp18.027.656 untuk pembuatan software PT Starlink Solusi.
Jelaskan latar belakang nilai tersebut masih dicatatkan pada uang muka proyek,
sementara pada CALK 8 disebutkan bahwa proyek yang dimaksud telah
diserahterimakan dan direklasifikasi menjadi aset entitas anak Perusahaan pada 19
Desember 2024.
b. Rincian biaya dibayar di muka sebesar Rp1,33 miliar pada 30 Juni 2025.
Tanggapan :
a. Saldo uang muka proyek sebesar Rp18.027.656 yang masih tercatat per 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 berasal dari proyek pengembangan software
dengan PT Starlink Solusi, di mana meskipun proyek utama telah
diserahterimakan pada 19 Desember 2024 dan direklasifikasi sebagai aset
entitas anak, nilai tersebut tetap dicatat sebagai uang muka karena mencakup
jasa pasca-implementasi seperti garansi, pemeliharaan awal, dan
penyempurnaan minor yang belum sepenuhnya diberikan. Sesuai ketentuan
PSAK 19 dan PSAK 72, pembayaran dimuka atas jasa yang belum diterima
harus disajikan sebagai uang muka proyek, sehingga pencatatan ini
mencerminkan kehati-hatian Perseroan agar tidak terjadi pengakuan aset
secara prematur sebelum seluruh manfaat ekonomisnya diperoleh.
b. Biaya dibayar dimuka merupakan pembayaran yang manfaat ekonomisnya akan
diperoleh pada periode mendatang, dan seluruhnya akan diamortisasi secara
sistematis sepanjang masa kontrak masing-masing menggunakan metode garis
lurus, sesuai dengan ketentuan PSAK 1 dan PSAK 23.
5. Pada CALK 13 Biaya yang Masih Harus Dibayar disajikan sebagai berikut.
Agar dijelaskan mengenai:
a. Rincian gaji yang masih harus dibayarkan hingga 30 Juni 2025. Apakah terdapat potensi
tuntutan dari karyawan sehubungan dengan hal tersebut?
b. Dampak atas belu dilunasinya biaya audit sebesar Rp266,7 juta terdapat penyelesaian
Laporan Keuangan Perseroan.
Page 6
Tanggapan :
a. Saldo Rp67.000.000 merupakan akrual cut-off gaji dan tunjangan bulan Juni
yang dibayarkan pada awal Juli sesuai kebiasaan Perseroan, terdiri dari gaji
pokok dan tunjangan tetap sekitar Rp60.000.000, tunjangan transportasi dan
komunikasi sekitar Rp4.000.000, serta lembur dan insentif sekitar
Rp3.000.000, tanpa ada saldo THR terutang karena telah dibayarkan pada
periode sebelumnya; seluruh kewajiban ini bersifat teknis cut-off dan dilunasi
tepat waktu sehingga tidak menimbulkan potensi sengketa hubungan
industrial.
b. Saldo Rp266.688.600 merupakan biaya audit yang sudah menjadi kewajiban
namun belum dibayarkan sesuai surat penugasan auditor, dan meskipun
laporan keuangan interim Q2/2025 berstatus “Tidak Diaudit/Unaudited”,
kewajiban ini hanya memengaruhi klasifikasi sebagai biaya masih harus dibayar
tanpa mengubah pengakuan maupun penyajian laporan keuangan; Perseroan
telah menyepakati jadwal pelunasan dengan kantor akuntan publik sebelum
finalisasi audit tahun buku 2025 sehingga tidak akan menghambat proses audit
tahunan.
6. Berdasarkan CALK 14 Utang Lain-lain:
a. Agar dapat disajikan utang lain-lain berdasarkan umur utang.
b. Nature, informasi nilai kontrak, dan jangka waktu kontrak dari utang kepada
beberapa pihak berikut:
PT Cerdas Teknologi Indonesia
PT Makassar Global Mandiri
PT Ultima Artha Megah Selaras
CV Seulewah Technology
Tanggapan :
a. Per 30 Juni 2025, seluruh saldo utang lain-lain Perseroan tercatat sebagai kewajiban
jangka pendek dengan termin pembayaran yang jelas, di mana sekitar 70% merupakan
utang operasional yang jatuh tempo dalam 0–90 hari dan sekitar 30% terkait pekerjaan
proyek dengan dokumen administrasi yang masih dalam proses penyelesaian untuk
jatuh tempo 91–180 hari, sementara tidak ada saldo yang melewati 180 hari.
b. Utang Perseroan kepada PT Cerdas Teknologi Indonesia, PT Makassar Global Mandiri,
PT Ultima Artha Megah Selaras, dan CV Seulewah Technology seluruhnya terkait
dengan kontrak kerja sama yang bersifat operasional, dengan nilai dan jangka waktu
kontrak yang telah diatur secara jelas dalam perjanjian masing-masing, serta dicatat
sebagai kewajiban jangka pendek sesuai termin pembayaran yang berlaku.
7. Berdasarkan CALK 22 Penjualan, Perseroan membukukan penjualan sebagai berikut.
Agar dijelaskan:
a. Latar belakang menurunnya penjualan yang cukup signifikan dari PLN Prabayar
dari Rp15,66 miliar per 30 Juni 2024 menjadi Rp246,07 juta per 30 Juni 2025.
b. Apakah PLN Prabayar menjadi satu-satunya produk Perseroan?
Page 7
c. Apakah terdapat perjanjian yang mengikat untuk Perseroan hanya dapat
memperjualbelikan produk PLN Prabayar?
d. Rincian pelanggan Perseroan atas penjualan PLN Prabayar.
e. Strategi Perseroan agar dapat meningkatkan kembali penjualan Perseroan.
Tanggapan :
a. Penurunan ini terutama disebabkan oleh perubahan strategi bisnis Perseroan
yang mengurangi fokus pada penjualan token PLN prabayar karena margin
semakin menurun akibat persaingan ketat dan regulasi harga pemerintah, serta
adanya peralihan konsumen ke platform digital besar seperti bank dan e-wallet
nasional yang memiliki jangkauan distribusi lebih luas.
b. PLN Prabayar bukan satu-satunya produk Perseroan, karena selain itu
Perseroan juga menjalankan usaha distribusi produk digital seperti pulsa, paket
data, dan voucher, mengembangkan aplikasi serta software untuk segmen
korporasi, melakukan investasi strategis pada entitas anak di bidang solusi
teknologi, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan baru berupa QRIS
Acquirer yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap
pendapatan.
c. Tidak ada perjanjian eksklusif yang mengikat Perseroan untuk hanya
memperjualbelikan produk PLN Prabayar. Perseroan bebas melakukan
diversifikasi produk digital lain sesuai strategi bisnis.
d. Pelanggan Perseroan pada segmen PLN Prabayar adalah agen distribusi dan
mitra ritel yang menyalurkan token listrik ke konsumen akhir. Per 30 Juni 2025,
kontribusi penjualan didominasi oleh beberapa agen ritel utama di wilayah
Sulawesi Selatan, dengan volume transaksi yang relatif kecil dibandingkan
periode sebelumnya akibat penghentian kontrak dengan mitra besar.
e. Untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan penjualan,
Perseroan menyiapkan strategi dengan melakukan diversifikasi produk digital
ke layanan non-PLN seperti voucher belanja, voucher game, dan produk
keuangan digital, memperkuat platform internal melalui pengembangan fitur
dan peningkatan pengalaman pengguna, menjalin kerja sama strategis dengan
mitra distribusi maupun fintech untuk memperluas basis pelanggan, fokus pada
segmen korporasi dan B2B guna mendorong penjualan dalam jumlah besar,
mengoptimalkan entitas anak di bidang teknologi untuk mendukung inovasi dan
menciptakan pendapatan berulang, serta mengaktifkan layanan QRIS Acquirer
sebagai PJP1 berizin di Bank Indonesia.
8. Berdasarkan CALK 24 Beban Usaha, Perseroan membukukan beban usaha sebagai
berikut
Agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan gaji, upah, dan tunjangan mempertimbangkan tidak
ada perubahan jumlah karyawan hingga 30 Juni 2025. Jelaskan pertimbangan
Perseroan melakukan hal tersebut di saat penjualan menurun signifikan.
Page 8
b. Jumlah karyawan saat ini. Mohon agar dirincikan jumlah tiap divisi.
c. Rincian beban umum dan operasional lainnya, disertai rincian nama pihak dan jasa
yang diberikan, yang meningkat signifikan dari Rp1,51 miliar per 30 Juni 2024
menjadi Rp7,95 miliar per 30 Juni 2025.
d. Strategi Perseroan agar dapat menjaga efisiensi beban agar dapat menghasilkan
laba bersih yang lebih besar.
Tanggapan :
a. Per 30 Juni 2025, beban gaji, upah, dan tunjangan Perseroan meningkat
menjadi Rp252,39 juta dari Rp149,18 juta pada periode yang sama tahun
sebelumnya meskipun jumlah karyawan tetap tidak berubah, terutama karena
penyesuaian upah minimum sesuai kebijakan pemerintah daerah, pemberian
tunjangan tambahan seperti kesehatan, komunikasi, dan transportasi untuk
menjaga retensi tenaga kerja di tengah persaingan tenaga ahli TI, serta kenaikan
insentif berbasis kinerja guna mendukung transformasi usaha; manajemen
menilai langkah ini penting sebagai strategi jangka panjang untuk
mempertahankan tenaga kerja berkualitas agar Perseroan tetap mampu
mengembangkan bisnis digital.
b. Per 30 Juni 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan tetap yang terdiri dari 2 orang
di bidang Manajemen & Administrasi, 1 orang di bidang Keuangan & Akuntansi,
1 orang di bidang Teknologi Informasi/IT Support, serta 1 orang di bidang
Operasional & Umum, dengan jumlah yang sama seperti per 31 Desember 2024
tanpa adanya perekrutan tambahan.
c. Saldo Rp7,95 miliar terutama berasal dari biaya jasa profesional dan legal terkait
kebutuhan restrukturisasi usaha, konsultasi akuntansi, serta penyusunan
laporan pemenuhan regulasi BEI/OJK, ditambah dengan biaya sistem dan
maintenance akibat perpanjangan kontrak cloud, lisensi software, dan
penguatan infrastruktur digital, sehingga kenaikan signifikan ini lebih
disebabkan oleh kewajiban kontraktual dan biaya sekali jalan pada semester
pertama 2025, bukan semata dari pengeluaran rutin.
d. Untuk menjaga agar laba bersih lebih optimal, Perseroan menyiapkan strategi
efisiensi melalui optimalisasi biaya SDM dengan mempertahankan organisasi
ramping dan memanfaatkan outsourcing untuk kebutuhan non-core,
mengendalikan biaya operasional lewat renegosiasi kontrak sewa, maintenance,
dan jasa profesional, melakukan digitalisasi internal guna menekan biaya
administrasi manual, memfokuskan pengeluaran hanya pada biaya produktif
yang mendukung pertumbuhan usaha dengan menunda biaya non-essensial,
serta melakukan evaluasi berkala atas beban umum agar tetap selaras dengan
strategi inti perusahaan.
Page 9
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan
terima kasih.
Makassar, 22 September 2025
Hormat kami,
Kresnal Pangaroan
Direkur Utama
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Emposh Sinergi Asia
p.3 ×4
unresolved
org
PT Rajawali
p.3
unresolved
org
PT Rajawali Agung Mandiri
p.4 ×3
unresolved
org
PT Pinjamaja Digital Komersil
p.4
unresolved
org
PT Matahari Prima Nusantara
p.4
unresolved
org
PT MPA
p.4
unresolved
org
PT KPI
p.4
unresolved
org
PT Starlink Solusi. Jelaskan
p.5
unresolved
org
PT Cerdas Teknologi Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
PT Makassar Global Mandiri
p.6 ×2
unresolved
org
PT Ultima Artha Megah Selaras
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.