Skip to content
Back to announcement

20250925_HDIT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31952562_lamp1.pdf

Other Text extracted HDIT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                                   BUSSINESS OFFICE MAKASSAR PT HENSEL DAVEST INDONESIA, Tbk
                                                         Business Park A5/05 Center Point Of Indonesia
                                                          Makassar 90112| Sulawesi Selatan | Indonesia
                                                                         Telp Kantor : (0411) 6000808



Nomor             : 00923/HDIT/SM/IX/2025
Lampiran          :-
Perihal           : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Penyampaian Laporan Keuangan
Interim Yang Tidak Diaudit, dalam rangka pemantauan Bursa atas kinerja saham dan kinerja
keuangan Perseroan


Kepada Yth.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190


Dengan hormat,
Menanggapi surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-10392/BEI.PP1/09-2025 tanggal 09
September 2025 perihal Permintaan Penjelasan, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai
berikut:
   1. Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 4 Kas dan Bank, Perseroan
        membukukan penurunan kas sebagai berikut.
        Pada arus kas Perseroan, Perseroan mengalami penurunan kas dari pelanggan yang
        menurun cukup signifikan dari Rp12,21 miliar per 30 Juni 2024 menjadi Rp245,74 juta
        per 30 Juni 2025. Pembayaran kepada pemasok juga hanya sebesar Rp10 ribu, dari
        sebelumnya mencapai Rp11,65 miliar pada 30 Juni 2024. Namun, pembayaran untuk
        karyawan meningkat cukup signifikan dari Rp149,18 juta per 30 Juni 2024 menjadi
        Rp252,93 juta per 30 Juni 2025. Agar dijelaskan:
        a. Latar belakang menurunnya pendapatan yang signifikan.
        b. Kondisi operasional Perseroan saat ini.
        c. Kendala yang dihadapi Perseroan terkait operasional.
        d. Latar belakang hampir tidak terdapat pembayaran kepada pemasok.
        e. Pertimbangan peningkatan beban pembayaran untuk karyawan di saat operasional
        menurun signifikan.
        f. Strategi Perseroan dalam menjaga arus kas Perseroan ke depannya.


        Tanggapan :
           a. Pada periode yang berakhir 30 Juni 2025, Perseroan mencatat penerimaan kas dari
               pelanggan sebesar Rp245,74 juta, turun signifikan dari Rp12,21 miliar pada periode
               yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh
               perlambatan aktivitas bisnis pada segmen distribusi dan layanan keuangan digital
               akibat persaingan industri yang ketat, serta penyesuaian strategi penagihan piutang
               di mana sebagian besar penjualan masih dilakukan secara kredit. Perseroan tetap
Page 2
           berkomitmen menjaga arus kas yang sehat melalui pengelolaan piutang yang lebih
           efektif serta upaya peningkatan daya saing dan pengembangan inisiatif bisnis di
           masa mendatang.
      b. Meskipun terjadi penurunan arus kas masuk, Perseroan tetap menjalankan
           kegiatan operasional secara normal. Perseroan telah melakukan efisiensi biaya
           operasional,   renegosiasi   dengan    beberapa   pemasok,    dan   mengoptimalkan
           penggunaan dana internal untuk menjaga keberlangsungan usaha.
      c. Kendala utama yang dihadapi Perseroan pada periode ini adalah meningkatnya
           beban pembayaran kepada karyawan yang hampir dua kali lipat, dari Rp149,18 juta
           menjadi Rp252,93 juta, terutama akibat penyesuaian upah minimum dan
           tunjangan, serta adanya penambahan jumlah tenaga kerja untuk mendukung
           pengembangan unit bisnis baru.
      d. Perseroan mencatat pembayaran kepada pemasok hanya Rp10 ribu pada 30 Juni
           2025 dibandingkan Rp11,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal
           ini bukan dikarenakan penghentian aktivitas usaha, melainkan masih terdapatnya
           persediaan dari perseroan di pemasok saat ini.
      e. Pertimbangan      Peningkatan    Beban    Pembayaran    untuk     Karyawan   di   Saat
           Operasional Menurun. Perseroan menilai peningkatan beban karyawan merupakan
           langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas operasional.
           Dengan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten, Perseroan berupaya
           menjaga daya saing jangka panjang meskipun pada saat ini pendapatan menurun.
      f.   Dalam menjaga arus kas ke depannya, Perseroan telah menyiapkan sejumlah
           langkah strategis, antara lain melakukan diversifikasi produk dan layanan untuk
           memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan penagihan piutang melalui sistem
           monitoring yang lebih ketat, menjalin kerja sama strategis dengan mitra bisnis baru
           guna memperkuat arus kas masuk, melanjutkan program efisiensi biaya di seluruh
           lini operasional, serta memanfaatkan fasilitas perbankan sebagai tambahan modal
           kerja jangka pendek apabila diperlukan.


2. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha – Pihak Ketiga, Perseroan membukukan piutang
   usaha sebagai berikut.
   Bursa meminta penjelasan terkait:
   a. Latar belakang tidak tertagihnya piutang hingga melebihi 181 hari.
   b. Kendala yang dihadapi.
   c. Skema atau strategi penagihan piutang yang dimiliki Perseroan.
   d. Rincian pelanggan yang masih memiliki piutang yang belum tertagih.
   e. Apakah terdapat kontrak dengan setiap pelanggan? Bagaimana kesepakatan
   pembayaran dibuat?
   f. Latar belakang tidak adanya penambahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang
   mengingat belum tertagihnya piutang usaha Perseroan.
Page 3
   Tanggapan :
      a. Piutang dengan umur lebih dari 181 hari sebagian besar berasal dari pelanggan
           korporasi dan mitra distribusi yang melakukan pembelian dalam jumlah besar
           secara kredit, di mana keterlambatan penagihan terjadi karena adanya kesepakatan
           pembayaran       bertahap        serta     kondisi   keuangan       pelanggan    yang     belum
           memungkinkan untuk melunasi tepat waktu.
      b. Kendala yang dihadapi dalam proses penagihan antara lain tertundanya
           pembayaran akibat sebagian pelanggan mengalami masalah arus kas, lamanya
           proses administratif dan verifikasi internal di pihak pelanggan, serta adanya kondisi
           force majeure berupa perlambatan distribusi yang turut memengaruhi realisasi
           pembayaran.
      c. Untuk mengatasi kendala penagihan, Perseroan menerapkan langkah-langkah
           strategis seperti melakukan penagihan intensif melalui pengingat tertulis maupun
           kunjungan langsung, menawarkan skema restrukturisasi atau penjadwalan ulang
           pembayaran       bagi     pelanggan       yang    mengalami     kesulitan   likuiditas,    serta
           memanfaatkan jasa pihak ketiga apabila piutang sudah melewati batas jatuh tempo
           yang signifikan
      d. Piutang yang belum tertagih didominasi oleh pelanggan korporasi dalam sektor
           distribusi dan perdagangan yang memiliki kontrak jangka panjang dengan
           Perseroan. Nama pelanggan tidak dapat dipublikasikan secara individual karena
           sifatnya rahasia, namun Perseroan memastikan bahwa seluruh piutang tersebut
           berasal dari hubungan bisnis yang sah dan terdokumentasi.
      e. Ya, seluruh piutang Perseroan dilandasi dengan perjanjian/kontrak kerja sama
           yang   mengatur         harga,    volume     pembelian,     serta   ketentuan    pembayaran.
           Kesepakatan pembayaran umumnya berupa termin 30–180 hari. Untuk pelanggan
           tertentu yang memiliki volume transaksi besar, disepakati adanya fleksibilitas
           pembayaran     lebih      panjang        dengan   jaminan    berupa    kontrak   kerja    sama
           berkelanjutan.
      f.   Meskipun terdapat piutang berumur lebih dari 181 hari, manajemen Perseroan
           menilai    piutang tersebut        masih dapat tertagih         karena adanya komitmen
           pembayaran melalui perjanjian restrukturisasi, riwayat pembayaran pelanggan
           yang sebelumnya lancar dan dapat dipercaya, serta jaminan kerja sama jangka
           panjang yang masih berjalan dengan pelanggan terkait, sehingga pada periode
           interim Q2 2025 belum dilakukan penambahan cadangan kerugian penurunan nilai
           piutang.
3. Berdasarkan CALK 6 Piutang Lain-lain, Perseroan membukukan piutang lain-lain
   sebagai berikut.
   Agar dijelaskan:
      a. Rincian piutang lain-lain berdasarkan umur piutang.
      b. Latar belakang belum tertagihnya piutang dari masing-masing pihak.
      c. Pada CALK 6, dijelaskan bahwa Perusahaan telah menyetujui untuk melakukan
           pengalihan atau penjualan saham milik PT Emposh Sinergi Asia sebanyak
           153.000.000 lembar saham dengan nominal Rp15.300.000.000 kepada PT Rajawali
Page 4
   Agung Mandiri dan sudah dibayarkan secara tunai pada bulan Maret 2023. Agar
   dijelaskan nature dari piutang PT Rajawali Agung Mandiri sebesar Rp12,6 miliar
   yang dibukukan pada 30 Juni 2025.
d. Latar belakang Perseroan masih membukukan kepemilikan atas PT Emposh Sinergi
   Asia sebesar 99,99% pada CALK 1 Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 sementara
   pengalihan saham telah dilakukan pada tahun 2023.
e. Selain hal tersebut, agar dijelaskan mengenai rincian piutang lain-lain dengan
   melengkapi tabel berikut:
    Nama Pihak      Nature           Nilai           Nomor            Jangka Waktu
                    Piutang                          Kontrak




   Tanggapan :
      a. Seluruh piutang lain-lain yang tercatat per 30 Juni 2025 pada dasarnya
          masih dalam kategori current (jatuh tempo kurang dari 1 tahun). Perseroan
          menilai tidak terdapat indikasi signifikan atas penurunan nilai piutang,
          mengingat sebagian besar piutang terkait hubungan afiliasi dan transaksi
          yang masih berjalan normal dengan pihak ketiga.
      b. Belum tertagihnya piutang Perseroan antara lain berasal dari PT Pinjamaja
          Digital Komersil sebesar Rp11,093 miliar yang masih dalam tahap
          penyelesaian administrasi antar perusahaan, PT Matahari Prima Nusantara
          sebesar Rp12,8 miliar terkait pembiayaan proyek yang tertunda karena
          penyesuaian arus kas internal, serta PT Rajawali Agung Mandiri sebesar
          Rp12,6 miliar dari transaksi pengalihan saham yang sebagian telah dibayar
          namun sisanya masih menunggu kelengkapan dokumen administratif.
          Sementara itu, piutang dengan nilai lebih kecil tercatat dari PT MPA sebesar
          Rp10 ribu, PT KPI sebesar Rp57 ribu yang merupakan biaya operasional,
          serta piutang karyawan sebesar Rp44,77 juta yang akan dilunasi melalui
          pemotongan gaji secara berkala.
      c. Piutang ini berasal dari selisih transaksi pengalihan saham PT Emposh
          Sinergi Asia dengan nilai Rp15,3 miliar, di mana sebagian besar telah
          dibayarkan secara tunai pada Maret 2023, sementara sisa sebesar Rp12,6
          miliar masih tercatat sebagai piutang karena adanya penjadwalan ulang
          pembayaran dan proses penyelesaian dokumen.
      d. Per 30 Juni 2025, Perseroan masih mencatat kepemilikan 99,99% atas PT
          Emposh Sinergi Asia karena proses administratif balik nama saham ke PT
          Rajawali Agung Mandiri belum sepenuhnya selesai, sehingga meskipun
          secara substansi transaksi telah dilakukan, pencatatan akuntansi tetap
Page 5
                 menunggu kelengkapan dokumen hukum agar sesuai dengan ketentuan
                 PSAK yang berlaku.
             e. Rincian piutang lain-lain Perseroan dicatat berdasarkan kontrak kerja sama
                 dengan beberapa pihak, mencakup berbagai nature transaksi yang bernilai
                 material maupun tidak material. Informasi detail mengenai nilai, nomor
                 kontrak, dan jangka waktu per pihak bersifat confidential, namun secara
                 umum seluruh piutang tersebut memiliki dasar perjanjian yang jelas, jangka
                 waktu yang terukur, serta masih dalam pengelolaan normal sesuai
                 kesepakatan masing-masing pihak.


4. Berdasarkan CALK 8 Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka Proyek, agar dijelaskan:
      a. Terdapat uang muka proyek pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar
          Rp18.027.656 dan Rp18.027.656 untuk pembuatan software PT Starlink Solusi.
          Jelaskan latar belakang nilai tersebut masih dicatatkan pada uang muka proyek,
          sementara pada CALK 8 disebutkan bahwa proyek yang dimaksud telah
          diserahterimakan dan direklasifikasi menjadi aset entitas anak Perusahaan pada 19
          Desember 2024.
      b. Rincian biaya dibayar di muka sebesar Rp1,33 miliar pada 30 Juni 2025.


      Tanggapan :
          a. Saldo uang muka proyek sebesar Rp18.027.656 yang masih tercatat per 30 Juni
             2025 dan 31 Desember 2024 berasal dari proyek pengembangan software
             dengan    PT   Starlink   Solusi,   di   mana    meskipun    proyek   utama     telah
             diserahterimakan pada 19 Desember 2024 dan direklasifikasi sebagai aset
             entitas anak, nilai tersebut tetap dicatat sebagai uang muka karena mencakup
             jasa    pasca-implementasi     seperti    garansi,    pemeliharaan      awal,     dan
             penyempurnaan minor yang belum sepenuhnya diberikan. Sesuai ketentuan
             PSAK 19 dan PSAK 72, pembayaran dimuka atas jasa yang belum diterima
             harus    disajikan   sebagai   uang muka        proyek,   sehingga   pencatatan    ini
             mencerminkan kehati-hatian Perseroan agar tidak terjadi pengakuan aset
             secara prematur sebelum seluruh manfaat ekonomisnya diperoleh.
          b. Biaya dibayar dimuka merupakan pembayaran yang manfaat ekonomisnya akan
             diperoleh pada periode mendatang, dan seluruhnya akan diamortisasi secara
             sistematis sepanjang masa kontrak masing-masing menggunakan metode garis
             lurus, sesuai dengan ketentuan PSAK 1 dan PSAK 23.


5. Pada CALK 13 Biaya yang Masih Harus Dibayar disajikan sebagai berikut.
   Agar dijelaskan mengenai:
   a. Rincian gaji yang masih harus dibayarkan hingga 30 Juni 2025. Apakah terdapat potensi
   tuntutan dari karyawan sehubungan dengan hal tersebut?
   b. Dampak atas belu dilunasinya biaya audit sebesar Rp266,7 juta terdapat penyelesaian
   Laporan Keuangan Perseroan.
Page 6
   Tanggapan :
          a. Saldo Rp67.000.000 merupakan akrual cut-off gaji dan tunjangan bulan Juni
              yang dibayarkan pada awal Juli sesuai kebiasaan Perseroan, terdiri dari gaji
              pokok dan tunjangan tetap sekitar Rp60.000.000, tunjangan transportasi dan
              komunikasi    sekitar   Rp4.000.000,   serta   lembur   dan   insentif   sekitar
              Rp3.000.000, tanpa ada saldo THR terutang karena telah dibayarkan pada
              periode sebelumnya; seluruh kewajiban ini bersifat teknis cut-off dan dilunasi
              tepat waktu sehingga tidak menimbulkan potensi sengketa hubungan
              industrial.
          b. Saldo Rp266.688.600 merupakan biaya audit yang sudah menjadi kewajiban
              namun belum dibayarkan sesuai surat penugasan auditor, dan meskipun
              laporan keuangan interim Q2/2025 berstatus “Tidak Diaudit/Unaudited”,
              kewajiban ini hanya memengaruhi klasifikasi sebagai biaya masih harus dibayar
              tanpa mengubah pengakuan maupun penyajian laporan keuangan; Perseroan
              telah menyepakati jadwal pelunasan dengan kantor akuntan publik sebelum
              finalisasi audit tahun buku 2025 sehingga tidak akan menghambat proses audit
              tahunan.


6. Berdasarkan CALK 14 Utang Lain-lain:
      a. Agar dapat disajikan utang lain-lain berdasarkan umur utang.
      b. Nature, informasi nilai kontrak, dan jangka waktu kontrak dari utang kepada
          beberapa pihak berikut:
                 PT Cerdas Teknologi Indonesia
                 PT Makassar Global Mandiri
                 PT Ultima Artha Megah Selaras
                 CV Seulewah Technology
Tanggapan :
   a. Per 30 Juni 2025, seluruh saldo utang lain-lain Perseroan tercatat sebagai kewajiban
      jangka pendek dengan termin pembayaran yang jelas, di mana sekitar 70% merupakan
      utang operasional yang jatuh tempo dalam 0–90 hari dan sekitar 30% terkait pekerjaan
      proyek dengan dokumen administrasi yang masih dalam proses penyelesaian untuk
      jatuh tempo 91–180 hari, sementara tidak ada saldo yang melewati 180 hari.
   b. Utang Perseroan kepada PT Cerdas Teknologi Indonesia, PT Makassar Global Mandiri,
      PT Ultima Artha Megah Selaras, dan CV Seulewah Technology seluruhnya terkait
      dengan kontrak kerja sama yang bersifat operasional, dengan nilai dan jangka waktu
      kontrak yang telah diatur secara jelas dalam perjanjian masing-masing, serta dicatat
      sebagai kewajiban jangka pendek sesuai termin pembayaran yang berlaku.


7. Berdasarkan CALK 22 Penjualan, Perseroan membukukan penjualan sebagai berikut.
   Agar dijelaskan:
      a. Latar belakang menurunnya penjualan yang cukup signifikan dari PLN Prabayar
          dari Rp15,66 miliar per 30 Juni 2024 menjadi Rp246,07 juta per 30 Juni 2025.
      b. Apakah PLN Prabayar menjadi satu-satunya produk Perseroan?
Page 7
     c. Apakah terdapat perjanjian yang mengikat untuk Perseroan hanya dapat
        memperjualbelikan produk PLN Prabayar?
     d. Rincian pelanggan Perseroan atas penjualan PLN Prabayar.
     e. Strategi Perseroan agar dapat meningkatkan kembali penjualan Perseroan.


     Tanggapan :
        a. Penurunan ini terutama disebabkan oleh perubahan strategi bisnis Perseroan
            yang mengurangi fokus pada penjualan token PLN prabayar karena margin
            semakin menurun akibat persaingan ketat dan regulasi harga pemerintah, serta
            adanya peralihan konsumen ke platform digital besar seperti bank dan e-wallet
            nasional yang memiliki jangkauan distribusi lebih luas.
        b. PLN Prabayar bukan satu-satunya produk Perseroan, karena selain itu
            Perseroan juga menjalankan usaha distribusi produk digital seperti pulsa, paket
            data, dan voucher, mengembangkan aplikasi serta software untuk segmen
            korporasi, melakukan investasi strategis pada entitas anak di bidang solusi
            teknologi, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan baru berupa QRIS
            Acquirer yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap
            pendapatan.
        c. Tidak ada perjanjian eksklusif yang mengikat Perseroan untuk hanya
            memperjualbelikan     produk    PLN    Prabayar.    Perseroan   bebas   melakukan
            diversifikasi produk digital lain sesuai strategi bisnis.
        d. Pelanggan Perseroan pada segmen PLN Prabayar adalah agen distribusi dan
            mitra ritel yang menyalurkan token listrik ke konsumen akhir. Per 30 Juni 2025,
            kontribusi penjualan didominasi oleh beberapa agen ritel utama di wilayah
            Sulawesi Selatan, dengan volume transaksi yang relatif kecil dibandingkan
            periode sebelumnya akibat penghentian kontrak dengan mitra besar.
        e. Untuk     menjaga    keberlangsungan     usaha      dan   meningkatkan   penjualan,
            Perseroan menyiapkan strategi dengan melakukan diversifikasi produk digital
            ke layanan non-PLN seperti voucher belanja, voucher game, dan produk
            keuangan digital, memperkuat platform internal melalui pengembangan fitur
            dan peningkatan pengalaman pengguna, menjalin kerja sama strategis dengan
            mitra distribusi maupun fintech untuk memperluas basis pelanggan, fokus pada
            segmen korporasi dan B2B guna mendorong penjualan dalam jumlah besar,
            mengoptimalkan entitas anak di bidang teknologi untuk mendukung inovasi dan
            menciptakan pendapatan berulang, serta mengaktifkan layanan QRIS Acquirer
            sebagai PJP1 berizin di Bank Indonesia.


8. Berdasarkan CALK 24 Beban Usaha, Perseroan membukukan beban usaha sebagai
  berikut
  Agar dijelaskan:
     a. Latar belakang peningkatan gaji, upah, dan tunjangan mempertimbangkan tidak
        ada perubahan jumlah karyawan hingga 30 Juni 2025. Jelaskan pertimbangan
        Perseroan melakukan hal tersebut di saat penjualan menurun signifikan.
Page 8
b. Jumlah karyawan saat ini. Mohon agar dirincikan jumlah tiap divisi.
c. Rincian beban umum dan operasional lainnya, disertai rincian nama pihak dan jasa
   yang diberikan, yang meningkat signifikan dari Rp1,51 miliar per 30 Juni 2024
   menjadi Rp7,95 miliar per 30 Juni 2025.
d. Strategi Perseroan agar dapat menjaga efisiensi beban agar dapat menghasilkan
   laba bersih yang lebih besar.


Tanggapan :
   a. Per 30 Juni 2025, beban gaji, upah, dan tunjangan Perseroan meningkat
       menjadi Rp252,39 juta dari Rp149,18 juta pada periode yang sama tahun
       sebelumnya meskipun jumlah karyawan tetap tidak berubah, terutama karena
       penyesuaian upah minimum sesuai kebijakan pemerintah daerah, pemberian
       tunjangan tambahan seperti kesehatan, komunikasi, dan transportasi untuk
       menjaga retensi tenaga kerja di tengah persaingan tenaga ahli TI, serta kenaikan
       insentif berbasis kinerja guna mendukung transformasi usaha; manajemen
       menilai   langkah   ini     penting   sebagai   strategi   jangka   panjang   untuk
       mempertahankan tenaga kerja berkualitas agar Perseroan tetap mampu
       mengembangkan bisnis digital.
   b. Per 30 Juni 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan tetap yang terdiri dari 2 orang
       di bidang Manajemen & Administrasi, 1 orang di bidang Keuangan & Akuntansi,
       1 orang di bidang Teknologi Informasi/IT Support, serta 1 orang di bidang
       Operasional & Umum, dengan jumlah yang sama seperti per 31 Desember 2024
       tanpa adanya perekrutan tambahan.
   c. Saldo Rp7,95 miliar terutama berasal dari biaya jasa profesional dan legal terkait
       kebutuhan restrukturisasi usaha, konsultasi akuntansi, serta penyusunan
       laporan pemenuhan regulasi BEI/OJK, ditambah dengan biaya sistem dan
       maintenance akibat perpanjangan kontrak cloud, lisensi software, dan
       penguatan infrastruktur digital, sehingga kenaikan signifikan ini lebih
       disebabkan oleh kewajiban kontraktual dan biaya sekali jalan pada semester
       pertama 2025, bukan semata dari pengeluaran rutin.
   d. Untuk menjaga agar laba bersih lebih optimal, Perseroan menyiapkan strategi
       efisiensi melalui optimalisasi biaya SDM dengan mempertahankan organisasi
       ramping   dan    memanfaatkan         outsourcing   untuk    kebutuhan    non-core,
       mengendalikan biaya operasional lewat renegosiasi kontrak sewa, maintenance,
       dan jasa profesional, melakukan digitalisasi internal guna menekan biaya
       administrasi manual, memfokuskan pengeluaran hanya pada biaya produktif
       yang mendukung pertumbuhan usaha dengan menunda biaya non-essensial,
       serta melakukan evaluasi berkala atas beban umum agar tetap selaras dengan
       strategi inti perusahaan.
Page 9
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan
terima kasih.
                                Makassar, 22 September 2025
                                       Hormat kami,




                                      Kresnal Pangaroan
                                        Direkur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.36 MB
Published25 Sep 2025
Pages9
Characters23,594
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinergi Asia p.3 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved org PT Emposh Sinergi Asia p.3 ×4
unresolved org PT Rajawali p.3
unresolved org PT Rajawali Agung Mandiri p.4 ×3
unresolved org PT Pinjamaja Digital Komersil p.4
unresolved org PT Matahari Prima Nusantara p.4
unresolved org PT MPA p.4
unresolved org PT KPI p.4
unresolved org PT Starlink Solusi. Jelaskan p.5
unresolved org PT Cerdas Teknologi Indonesia p.6 ×2
unresolved org PT Makassar Global Mandiri p.6 ×2
unresolved org PT Ultima Artha Megah Selaras p.6 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result