Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 71
Page 1
Page 1 of 71
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan
Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan
Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek
(Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi
persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’
ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang
diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan keterangan
alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib
memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan
dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk
Bidang Usaha MANUFAKTUR
Tahun 2026 Tahun 2025
Nama Kantor Akuntan Publik - Heliantono & Rekan
Nama Partner - Ade Ikhwan, S.E., CPA
Opini Akuntan - Wajar Tanpa
Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) - -
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung
√
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi
√
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Page 2
Page 2 of 71
Data Keuangan Penting
Periode Laporan Keuangan 30 JUNI 2026 30 JUNI 2025
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 79.043.913.365 67.028.581.838
Laba (rugi) bruto 7.918.140.912 (9.960.616.273)
Laba (rugi) usaha/operasional (5.360.996.842) (40.772.776.131)
EBITDA 698.078.513 (34.319.491.689)
Laba (rugi) Bersih periode berjalan (33.130.081.743) (43.552.087.921)
Laba (rugi) komprehensif (33.130.081.743) (43.552.087.921)
Laba Per saham (dasar) (10,69) (14,05)
Laporan Posisi keuangan 30 JUNI 2026 31 DESEMBER 2025
Jumlah Aset 510.834.387.812 535.988.243.201
Jumlah Aset Lancar 100.095.117.093 119.231.963.692
Jumlah Aset Tidak Lancar 410.739.270.719 416.756.279.509
Jumlah Liabilitas 1.250.907.081.957 1.242.930.855.603
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 657.667.744.389 632.653.594.525
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 593.239.337.568 610.277.261.078
Jumlah Ekuitas (740.072.694.145) (706.942.612.402)
Modal Disetor 309.926.750.000 309.926.750.000
Saldo Laba (1.466.737.283.514) (1.433.607.201.771)
Ekuitas Lainnya 416.737.839.369 416.737.839.369
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 15% 19%
ROA -6% -15%
ROE -4% -11%
Ebitda thd pendapatan (%) 1% -51%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan
seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan
pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib
menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila
pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami
laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada
checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman
Akuntansi Perusahaan Efek.
Page 3
Page 3 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Hal 1-3
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √ Hal 4-5
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Hal 6
4 Laporan arus kas selama periode √ Hal 7
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
√
retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-
pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Hal 8-162
Ketentuan Umum
1.
Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan
keuangan dengan urutan sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar
kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan
dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian
laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang
tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian
2.
manapun dalam laporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk memahami
3. laporan keuangan.
Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau
4. persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari
suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”.
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan
masing-masing pos mengenai Aset yang dijaminkan,
nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib
diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
Page 4
Page 4 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Hal 8 Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan √ Hal 8 Catatan 1a
terakhir, pengesahan dari instansi yang berwenang, dan
nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan √ Hal 9 Catatan 1a
yang sedang dijalankan pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama √ Hal 9 Catatan 1a
kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara √ Hal 9 Catatan 1a
komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi
atau perampingan usaha secara signifikan pada periode
laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat
dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir √ Hal 8 Catatan 1a
dalam kelompok usaha (ultimate parent of the group).
Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan
alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol √
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah
yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan √
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas
yang berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan √
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa
(jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan
berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan √
Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi
Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi;
• Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal
jatuh temponya;
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada
perusahaan pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan
sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal
Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik ijin lokasi;
• Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal
jatuh temponya;
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada
perusahaan pemilik ijin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan
tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan
Page 5
Page 5 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tanggal sertifikasi;
• Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
• Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan
hingga tanggal laporan posisi keuangan.
12) Khusus Industri Kehutanan √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola
selama masa sisa manfaat HPH; dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan
antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, √ Hal 10 Catatan 1b
termasuk penawaran Efek yang diterbitkan di luar
Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Hal 10 Catatan 1b
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Hal 10 Catatan 1b
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah √
Efek yang diterbitkan (corporate action) sejak
penawaran umum perdana sampai dengan periode
pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas
Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik √ Hal 11 Catatan 1d
secara langsung maupun tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Hal 11 Catatan 1d
3) Jenis usaha; √ Hal 11 Catatan 1d
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Hal 11 Catatan 1d
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika √ Hal 11 Catatan 1d
berbeda);
6) Total Aset; dan √ Hal 11 Catatan 1d
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, √
apabila entitas induk tidak memiliki baik langsung
maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih
dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara yang
sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun
tidak langsung lebih dari 50% (lima puluh √
perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
investee tidak diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan
entitas anak apabila laporan keuangan tersebut √
digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam √
kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke
Page 6
Page 6 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap
perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada √
entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak,
maka entitas induk harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang √
diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi
dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi
pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar
pada tanggal hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang
dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan
Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara
Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota √ Hal 12 Catatan 1e
direksi, dewan komisaris, dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir √ Hal 12 Catatan 1e
periode atau rata-rata jumlah karyawan tetap selama
periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk
Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Hal 12 Catatan 1f
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan √ Hal 12 Catatan 1f
keuangan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai
berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK √ Hal 13 Catatan 2a
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan
keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan
SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan
keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan √ Hal 13 Catatan 2b
biaya historis (historical cost), biaya perolehan kini
(current cost), nilai realisasi neto (net realizable value),
Page 7
Page 7 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar √ Hal 13 Catatan 2b
akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang √ Hal 13 Catatan 2b
digunakan, meliputi:
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat
perubahan mata uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi
Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar
kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari
catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang
telah dibuat manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang
asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber
utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir
Hal 51-56
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang √
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah Catatan 3
tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana
dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan
keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan
akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk
memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi
tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, Hal 16-18
√
yang meliputi pos-pos entitas induk dan entitas Catatan 2d
anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak
Hal 16-18
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan entitas √
induk; Catatan 2d
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan
kepemilikan tanpa kehilangan Pengendalian atas Hal 16-18
√
entitas anak; Catatan 2d
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Hal 16-18
Pengendalian atas entitas anak;
√
Catatan 2d
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan
dan penyajian kepentingan nonpengendali; dan
√ Hal 16-18
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material
Catatan 2d
Page 8
Page 8 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis,
termasuk metode yang digunakan untuk mengukur
kepentingan nonpengendali;
Hal 16-18
b) pengakuan awal untuk goodwill;
√ Catatan 2d
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk
goodwill; dan
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan
kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan, antara
lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas; √ Hal 19 Catatan 2e
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam
menentukan komponen kas dan setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap
kategori, termasuk perlakuan atas biaya √ Hal 20 Catatan 2f
transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen √
keuangan setiap kategori; Hal 20 Catatan 2f
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen √ Hal 24 Catatan 2f
keuangan;
(4) metode yang digunakan untuk menentukan
√ Hal 25 Catatan 2f
Nilai Wajar instrumen keuangan;
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk Hal 26 Catatan 2f
menentukan penurunan nilai dari aset
√
keuangan; Hal 28 Catatan 2f
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen
keuangan; √
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan
akuntansi lindung nilai, selain penjelasan
sebagaimana dimaksud dalam angka (1), √
angka (2), angka (3), angka (4), angka (5),
dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan
mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi
lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan
akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk
tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain: √
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada
Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk;
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
Page 9
Page 9 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan
mengenai jumlah giro wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
6) Piutang Reverse Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang
Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki;
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap
kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang
diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan
pengendalian risiko portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli
dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
√
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
atas tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi
piutang/pembiayaan yang diberikan dengan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian)
dari realisasi penjualan agunan.
Page 10
Page 10 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen;
dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik
kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau
tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga
pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan;
dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak
piutang(ditagihkan kembali ke klien atau
ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung Hal 46 Catatan 2y
suatu sewa; √
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa
pembiayaan atau sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak
sebagai lessee dan/atau lessor.
12) Persediaan :
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan Hal 30 Catatan 2i
√
akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang
digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain:
kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan √
pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya
produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai
persediaan, tanaman belum menghasilkan,
atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
√
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman
belum menghasilkan ke tanaman telah
menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat
tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan
Page 11
Page 11 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian;
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan √
(c) Cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk
dapat berpindah menjadi hewan ternak
telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap;
d) metode penyusutan yang digunakan;
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; √ Hal 31 Catatan 2k
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
g) penghentian pengakuan;
h) nilai residu; dan
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang
atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan,
dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang Hal 18 Catatan 2d
√
digunakan untuk mencatat investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
√
digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan
liabilitas yang timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset
Takberwujud; Hal 32 Catatan 2l
√
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan
apabila umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif
amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud;
e) metode amortisasi yang digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan
g) riset dan pengembangan (jika ada).
Page 12
Page 12 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang
dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain: Hal 36 Catatan 2o
√
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset
tidak lancar diklasifikasikan sebagai aset yang
dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Hal 34 Catatan 2m
√
Investasi;
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk
model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan
untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi.
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk
menentukan jumlah tercatat bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai
(impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi
yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang Hal 35 Catatan 2n
mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan √
nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset
nonkeuangan dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
liabilitas segera.
Simpanan Nasabah √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori
simpanan.
Simpanan dari bank lain √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang
Page 13
Page 13 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain: Hal 39 Catatan 2t
√
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
b) dasar penentuan nilai provisi.
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang √
Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang √
ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan; dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi
penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan
mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang sudah menemukan adanya
Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa
amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan
konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang
dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis
tambang dan dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas √
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
Page 14
Page 14 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan
serta dasar pengukuran yang digunakan Hal 44 Catatan 2x
berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan √
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan
keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan
dan penjualan dari hubungan keagenan serta
beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan
menggunakan metode persentase
penyelesaian √
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
diterapkan untuk menentukan tahap penyelesaian
suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
√
Penjelasan yang harus ditambahkan antara
lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan
premi yang belum merupakan
pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi
reasuransi prospektif dan retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam
laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara √
lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk:
klaim yang disetujui, klaim dalam proses
penyelesaian, klaim yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian
klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba
rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek
pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain: √
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek
pengembangan Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban
proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada
masa mendatang lebih rendah dari nilai
tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi
ke setiap unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat
perubahan mendasar pada estimasi kini; dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada
saat terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait
√
program loyalitas pelanggan
Page 15
Page 15 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo Hal 19 Catatan 2e
dalam mata uang asing; √
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk
menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata uang
asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain: Hal 49
√
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; Catatan 2cc
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan
Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi
√
tentang metode penyajian dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak Hal 42
kini dan pajak tangguhan; √
Catatan 2w
b) ketentuan mengenai saling hapus;
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan;
dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset
(liabilitas) pajak tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada
karyawan; Hal 40
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan √ Catatan 2v
pascakerja yang diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui
keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk
curtailment dan penyelesaian.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan
√
dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau
pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi
√
untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau
diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi; Hal 127-129
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas;
√
Catatan 37
dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi
Page 16
Page 16 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1
Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang Hal 36
√
mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai Catatan 2p
bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan Hal 49
√
oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Catatan 2bb
Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan Hal 48
√
laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham Catatan 2aa
dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan √ Hal 57 Catatan 5
pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan √ Hal 57-58 Catatan 5
nama bank serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas √ Hal 57-58 Catatan 5
selama periode pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan √
yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha
disertai pendapat manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas √
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas
berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia √
berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam
mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut
BI dan posisi GWM bank pada saat periode
pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain √
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan
jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan
untuk masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain
berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
Page 17
Page 17 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank √
Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis
dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang
mengalami penurunan nilai (impaired) dan
tidak mengalami penurunan nilai
(unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak
yang mempunyai hubungan istimewa dan
pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada
bank bermasalah, bank beku operasi atau
likuidasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari otoritas yang
berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga √ Hal 59-60
dan pihak berelasi; Catatan 7
b) jumlah piutang menurut debitur; √
c) jumlah piutang menurut mata uang; √
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian √
penurunan nilai;
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban √
cadangan kerugian penurunan nilai secara individual
dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
cadangan atau keyakinan manajemen atas
ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang √
menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode √
suku bunga efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang
yang ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, √
jatuh tempo, dan ikatan penting lain yang
diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada) √
Page 18
Page 18 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan √
asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan √
dalam perhitungan solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan √
dalam perhitungan solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; √
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang √
disalinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan √
dalam perhitungan solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi; √
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam √
perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek √
pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor,
elektronik, rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan √
konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank √
sehubungan dengan transaksi kerja
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku √
pengelola piutang, penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang apabila perusahaan
membagi risiko tidak tertagihnya piutang
tersebut dengan bank-bank dalam rangka
transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum √
diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh √
pelanggan atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan berdasarkan objek
pembiayaan;
Page 19
Page 19 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan √
dan atau digunakan sebagai jaminan atas
utang.
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse √
dan dengan recourse, beserta jumlah utang
retensi anjak piutang dan pendapatan anjak
piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan (dengan recourse);
dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, √
jatuh tempo dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan √
pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan √
nilai kini piutang pembayaran sewa minimum
pada akhir periode pelaporan. Di samping itu,
lessor mengungkapkan investasi sewa bruto
dan nilai kini piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima; √
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru √
sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih √
atas pembayaran sewa minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai √
pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor √
yang material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum √
masa depan dalam sewa operasi yang tidak
dapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut;
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun √
(c) lebih dari lima tahun √
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai √
pendapatan pada periode; dan
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. √
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Page 20
Page 20 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak √
konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan √
tertagihnya piutang retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
tagihan bruto dari setiap kontrak
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang √
ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan √
penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse repo; √
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan √
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika √
ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih; √
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan √
yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak
tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya √
yang timbul setelah pengambilalihan agunan
tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan √
jumlah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada pihak
lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √ Hal 61
Catatan 8
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai √
(CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah √
penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya
Page 21
Page 21 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan
lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai √
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap √
kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset √
keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang
disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau
rugi periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung √
menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan √
diskonto yang belum diamortisasi, untuk Efek
dimiliki hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat √
(jika ada).
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan √
menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka √
wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari
setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki
hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia
untuk dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan √
sebagai agunan untuk Liabilitas atau liabilitas
kontinjensi serta syarat dan kondisi yang
terkait dengan penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan √
(jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan
antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak
mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan
antara penurunan nilai yang dihitung secara
kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi;
dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang √
belum direalisasi atas investasi yang tersedia
untuk dijual yang direklasifikasi menjadi
dimiliki hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan √
pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode √
pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; √
Page 22
Page 22 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas √
pencairan deposito tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad √
syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, √
dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya √
perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek √
berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran √
bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset √
Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik √
yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak
√
penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata
uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari
transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang
menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang; √
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata √
uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta
kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan √
mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
Page 23
Page 23 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit √
yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor √
dan jumlah cadangan penghapusan menurut
ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset
keuangan dan rasio jumlah cadangan kerugian
√
penurunan nilai Aset keuangan yang telah
dibentuk terhadap jumlah minimum
cadangankerugian penurunan nilai Aset
keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan √
jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit √
sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau
anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan √
periode pembelian, jika ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank √
terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
cadangan kerugian penurunan nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan √
pihak, mata uang, dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan √
kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan
mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
cadangan kerugian penurunan nilai tagihan
akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah √ Hal 62
nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai Catatan 9
bagi Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat √
dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk
menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban √
selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui √
sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap √
penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya √
pemulihan nilai persediaan yang diturunkan;
Page 24
Page 24 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk persediaan yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka
diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang √ Hal 62
dikapitalisasi selama periode berjalan; Catatan 9
dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak √
yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang √
diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan
menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Makanan dan minuman; √
(2) Perlengkapan; dan √
(3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan
menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. √
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang √
pengikatan jual belinya telah berlaku namun
penjualannya belum diakui, termasuk jumlah
utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan; √
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang √
dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan;
dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. √
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor (media televisi); √
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media √
Page 25
Page 25 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan √
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan √
industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan √
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai
tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti
hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan √
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. √
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat √
menurut klasifikasi hewan ternak telah
menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan √
ternak tiap kelompok selama paling tidak
2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan √
ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan √
jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, √
nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah √
penyakit, perlu dibuat cadangan kematian
atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan √
nilai pertanggungan asuransi; dan
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan √
nama pihak yang menerima jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing √ Hal 106-108
pajaknya; dan Catatan 36a
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang √
diajukan dan statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut Hal 30 Catatan 2j
√
jenis dan jumlah.
Hal 63 Catatan 10
Page 26
Page 26 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang √ Hal 71
Dimiliki untuk Dijual Catatan 17
Yang harus diungkapkanantara lain: Catatan 18
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau
yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan
pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum
dapat direalisasikan dalam satu tahun,
diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan
menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang
dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan
kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK
yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset
yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan
dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih
rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum
aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual, disesuaikan dengan penyusutan,
amortisasi atau penilaian kembali yang
telah diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal
keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah
kepada keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk
periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah
piutang;
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugianpenurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban √
cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan
dalamaset lancar, hal tersebut harus dibuktikan
serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√ Hal 63 Catatan 11
a) nama entitas asosiasi;
Page 27
Page 27 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya
pengaruh signifikan, beserta alasannya;
√ Hal 63 Catatan 11
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas
asosiasi yang kuotasi harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi
termasuk jumlah agregat Aset, Liabilitas,
pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun
Perusahaan memiliki lebih dari 20% (dua puluh
perseratus) hak suara atau hak suara potensial
investee secara langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan
entitas asosiasi, ketika laporan keuangan tersebut
digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan
tanggal atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau
√ Hal 63 Catatan 11
periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan
atas kemampuan entitas asosiasi untuk mentransfer
dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan
alasannya, apabila Perusahaan menghentikan
pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi,
baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut
maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi
yang terjadi bersama-sama dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor
berkewajiban bersama-sama untuk semua atau
sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi,
secara individual atau dalam kelompok, yang tidak
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan
√
yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta
kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan
tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan
pembangunan HTI, yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; √
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan;
dan
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus
mengungkapkan hal-hal berikut:
√
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol;
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode
berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam
pelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
Page 28
Page 28 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi
penyusutan menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir
tahun tanaman untuk setiap kelompok selama
paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan
area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum
menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun;
dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan √
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai
berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan
rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar
biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke
tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat /
Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik
perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan
milik perusahaan (perkebunan
rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada
plasma.
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan
(belum menghasilkan) dan hewan ternak telah
menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan √
lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu
dibuat cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan
langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai
cadangan kematian, jika ada; dan
Page 29
Page 29 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak
yang menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yangharusdiungkapkan antara lain:
√ Hal 70-71
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal
yang digunakan, model Nilai Wajar atau Catatan 16
model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang
diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar
didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain karena sifat properti
tersebut dan keterbatasan data pasar yang
dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan
tanggal laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi;
(b) beban operasi langsung yang terjadi
baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama
periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar
yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang
menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas
realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil
pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli,
membangun atau mengembangkan Properti
Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang
menggunakan model Nilai Wajar, selain √
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam
huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti
Investasi pada awal dan akhir periode
dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti
Investasi disesuaikan secara signifikan untuk
tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan
penilaian yang telah disesuaikan yang
dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan
menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan
kewajiban sewa yang telah ditambahkan
kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang
menggunakan model biaya, selain pengungkapan √
sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan
akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan
Page 30
Page 30 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing
periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan
jumlah pemulihan rugi penurunan nilai,
selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti
yang digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi.
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan, Yang harus
diungkapkan antara lain:
√
(1) rincian Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai
kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam
jumlah tercatat Properti Investasi dalam
proses pembangunan dan pengembangan;
dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka
wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan
secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu
aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa
pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi
penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode
penyajian dan alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik
yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset
Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset
√ Hal 64-67
Tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, atau
dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi,
Catatan 13
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah
revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat
Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk
perhitungan pajak menggunakan jumlah
revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir;
Page 31
Page 31 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap
seandainya aset tersebut dicatat dengan model
biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang
menunjukkan prubahan selama periode dan
pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus
kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses
pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam
pembangunan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai
kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada);
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah
tercatat aset tetap dalam pembangunan; dan
Hal 64-67
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman √
untuk aset yang memenuhi kriteria aset Catatan 13
kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai
sementara;
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap
yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar
Aset Tetap apabila berbeda secara material dari
jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan
(kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan
pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari
hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai
tercatat, dan tanggal perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode
penyusutan menurut jenis Aset Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan
terjadinya penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama
pihak yang menerima jaminan dan alasan
penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup, serta pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan agar diungkapkan
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu
minyak dan gas bumi)
Page 32
Page 32 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated
acreage, unoperated acreage, sumur dan peralatan
serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor,
kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas
√
dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi
penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut
mengandung hak tagih kepada Regulator terkait,
perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset √ Hal 69
Catatan 15
Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi;
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke
dalam pos laporan laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi
amortisasi Aset Takberwujud pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman
untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang
mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset
Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat
tidak terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode
amortisasi dari setiap Aset Takberwujud yang
material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah
Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar
sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
√
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-
aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal
dengan model biaya atau model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud
yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat
Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk
Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset
Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah
revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
direvaluasi;
Page 33
Page 33 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset
Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai,
yang menunjukkan perubahan selama periode
dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo
surplus kepada para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan
Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan √
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang
memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan pengurangan;
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
√
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan
evaluasi per area of interest yang mencakup
saldo awal, penambahan dan pengurangan,
dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban,
arus kas operasi, dan arus kas investasi yang
timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan:
pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan
tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata
Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang
Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan
lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah √
Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang
Ditangguhkan dimana terjadi penundaan
masa produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena
belum dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat
dilakukannya evaluasi (jika ada),
terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Page 34
Page 34 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
(b) Saldo awal;
(c) Penambahan/pengurangan; √
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan
atas kegiatan pengembangan yang masih
berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan
biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan manajemen tidak
dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan
pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi
penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena
belum dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat
dilakukannya evaluasi bila ada, terhadap
biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung
penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of
Interest, maka harus diungkapkan rincian dari
Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
tiap-tiap Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
√ Hal 72-74
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak
Catatan 19
ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan.
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi
√
jangka pendek dan provisi jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada
provisi selama periode bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode
bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang
bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari
setiap perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan
perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber
daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus
keluar sebagaimana dimaksud dalam
angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
Page 35
Page 35 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan;
dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan
diterima dengan menyebutkan jumlah Aset
yang telah diakui untuk estimasi penggantian
tersebut.
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah
dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. √ Hal 81 Catatan 21
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
√
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual
Perusahaan pada transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan
penjualan kembali Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
liabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam
penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam √
bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap
jenis simpanan yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka
waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk
sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan
statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan;
dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik
rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan √
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk
Page 36
Page 36 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan
jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi;
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan; √
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir
periode yang memperlihatkan penambahan
dan pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan
tertanggung; √
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi;
dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi;
(2) Jumlah menurut tertanggung; √
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi
namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi yang belum
merupakan pendapatan kepada pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir
periode yang memperlihatkan penambahan
dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
(4) Jumlah menurut umur utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang
disalinghapuskan.
Page 37
Page 37 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan
asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √
menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum
Dibagikan
Yang harus diungkapkan: √
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang
saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Hal 83-84
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan √ Catatan 25
jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Hal 109-123
a) jenis dan jumlahnya; dan Catatan 36b
b) informasi mengenai ketetapan pajak.
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak
piutang dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak
piutang, dan jatuh tempo serta ikatan penting
lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
√
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka
kontrak yang diterima.
13) BagianLancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas
liabilitas jangka panjang sesuai dengan pengungkapan √
utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan
lainnya berlaku untuk liabilitas keuangan
lainnya yang bersifat jangka pendek dan
jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai
√
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk
setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas
keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang
(misalnya restrukturisasi utang dan
Page 38
Page 38 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan √
persyaratan dan penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang
dan dampak pajak penghasilan yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas
pengalihan aset yang diakui selama periode
tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan
dalam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu √
Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan
jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo √
dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan
jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan
yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait √
aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual
sesuai dengan dan dapat digabung dengan
pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan
yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah √
Hal 84-101
utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan Catatan 26
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka
Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama
bank/lembaga keuangan dan jenis mata uang; √ Hal 75- 81
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode Catatan 20
pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo;
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu 12 (dua belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang
diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan
untuk masing-masing fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default);
Page 39
Page 39 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya
pembatasan pembagian dividen, pembatasan rasio
tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang
baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan Hal 75-81
√
liabilitas berbunga jangka panjang yang akan
Catatan 20
jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi
tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya;
dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang
meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain : √
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok
aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum
di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib
mengungkapkan total pembayaran sewa minimum
di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode
berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun;
dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai
beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease)
masa depan yang diperkirakan akan diterima dari
kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal laporan
posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan
beserta amortisasinya sehubungan dengan
transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang
material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan
dengan opsi perpanjangan atau pembelian
dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan
dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan
perusahaan pemeringkat;
Page 40
Page 40 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal
jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi,
dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan
Debt Covenanceatas surat berharga yang
diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata
uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan √
pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat
bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank
yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt
covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas
pinjaman dari pemerintah atau pihak lain
dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari
tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut
dan dampaknya terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan
kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi menurut BI dan
posisi penyisihan penghapusan bank pada
saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
√
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan
dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal;
(2) Penyisihan yang dibentuk;
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang
sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan
liabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur
dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya
yang sifatnya material, misalnya beban penutupan
Page 41
Page 41 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya
dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
√
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program.
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan
secara terpisah, pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program;
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(e) perubahan kurs mata uang asing pada
program yang diukur dengan mata uang
yang berbeda dengan mata uang
penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu;
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap
jumlah yang dihasilkan dari program yang
seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau
sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai
Wajar aset program serta saldo awal dan akhir
dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan
secara terpisah, dampak selama periode yang
dapat diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada
program yang diukur dengan mata uang
yang berbeda dengan mata uang
penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti
sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan
Nilai Wajar aset program sebagaimana
dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan
Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi
keuangan, paling kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto
yang tidak diakui dalam laporan posisi
keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam
laporan posisi keuangan;
Page 42
Page 42 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai √
Aset, dikarenakan oleh batasan dalam
SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan
dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk
setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal
tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika
Perusahaan memilih metode koridor 10%
(sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment terutama
terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain yang akan diakui segera
dalam saldo laba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian
aktuarial yang diakui pada pendapatan
komprehensif lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan kerugian dalam
pendapatan komprehensif lain sesuai dengan
SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama
yang merupakan Nilai Wajar total aset
program, untuk setiap kategori utama dari aset
program, yang mencakup, namun tidak
terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen
utang, properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset
program untuk:
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik
Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang
digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk
menentukan tingkat pengembalian yang
diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset
program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta
imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan
sampai pada akhir periode pelaporan dan
diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan
tidak hanya sebagai marjin antara persentase
dan variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas
setiap aset program untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk
Page 43
Page 43 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
periode yang disajikan dalam laporan
keuangan pada setiap hak penggantian
√
yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan
(dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa
program formal atau konstruktif sebagai
dasar untuk kenaikan imbalan masa
depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan
dalam aktuaria;
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka
persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan
yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen
biaya bunga dari biaya kesehatan
pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja
untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam
lingkungan inflasi yang tinggi, wajib
diungkapkan dampak persentase
kenaikan atau penurunan tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan dari
makna yang serupa dengan satu angka
persentase dalam lingkungan inflasi yang
rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode
empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai
Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai
jumlah atau persentase dari liabilitas
program pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai
jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode
pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah
dapat ditentukan secara andal, dari iuran yang
diharapkan akan dibayar dalam program
selama periode tahunan dimulai setelah
periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang
membagi risiko antar entitas sepengendali,
wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan
tertulis untuk pembebanan biaya imbalan
pasti neto atau bukti bahwa tidak ada
kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi
biaya imbalan pasti neto sesuai SAK,
maka Perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program imbalan
pasti dan dampak keuangan atas
perubahan program selama periode
tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis
Page 44
Page 44 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
program sesuai dengan huruf a)
butir (1) mencakup penjelasan √
praktik informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk dalam
pengukuran kewajiban imbalan pasti;
dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang
terutang untuk periode sesuai SAK
informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesuai
dengan butir (1), butir (2), butir (3),
butir (4), butir (9), butir (13), butir
(14), dan butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program
iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang
diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan
jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon
pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika
ada).
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai
tercatat dalam rupiah dan mata uang asing,
tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga,
suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan,
dan tujuan penerbitannya; √
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default); dan
h) persyaratan penting lainnya.
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk
berdasarkan akad syariah yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: √
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam
penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema
transaksisyariah yang digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang
Page 45
Page 45 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mendasari;
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi
hasil, dan besaran nisbah bagi hasil
(untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian
dan/atau pembayaran imbalan atau bagi
hasil; √
(g) jangka waktu;
(h) tujuan penerbitannya; dan
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat
Efek;
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu 12 (dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha
dengan Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang
berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam
Kontrak Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Emiten atau Perusahaan Publik dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk
(misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi
default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis
mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual
selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang √
subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai
tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi
konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara
lain meliputi rasio konversi, harga pelaksanaan,
hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi √
dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat
konversi atau harga pelaksanaan (exercise price)
yang paling menguntungkan dari sudut pandang
pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan
dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
Page 46
Page 46 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan √
kondisi default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi
konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib
diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal
dan akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang
melekat pada setiap jenis saham, termasuk
√ Hal 101-102
pembatasan atas dividen dan pembayaran Catatan 27
kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan
dengan hak opsi dan kontrak penjualan
saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos
cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan
mengungkapkan jumlah lembar saham dan √
persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima
perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki
saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya;
d) Dalam hal terjadi perubahan modalsaham dalam
periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan
perubahan modal saham tersebut, seperti
pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau
pemberitahuan Menteri terkait, dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain
dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan
saham baru dari Penawaran Umum dengan
dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (right issue dan private placement),
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi;
dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain
dalam rangka ekspansi, penyelesaian
Page 47
Page 47 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan
yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan
jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in √
Capital) Hal 102 Catatan 28
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor;
b) Uraian sumber agio saham;
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan
penerbitan Efek ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas
modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal
disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan
entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau
bisnis yang berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali
dari entitas-entitas yang bertransaksi dan
bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah
diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat
kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan
serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau
dialihkan serta selisih antara nilai tercatat
tersebut dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang
memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan
yang telah dilaporkan sebelumnya untuk
periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan
akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan
setelah disajikan kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain : √
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa
hilangnya Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase
kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan
tanpa hilangnya Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan
investasi pada saat hilangnya Pengendalian.
Page 48
Page 48 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham,
pelepasan, atau pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah √
lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
digunakan sebagai pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
dilepaskan kembali serta selisih antara harga
perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu √
(jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan
dan persetujuan RUPS yang terkait; dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat,
dan tujuan setiap pos cadangan.
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-
masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran;
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan
(kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta
dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan √
mengenai perubahan masing-masing komponen
pendapatan komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian
pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing- √
masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan √ Hal 103 Catatan 30
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan
yang diakui selama periode, termasuk pendapatan
yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
(2) Penjualan jasa;
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
Page 49
Page 49 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan
yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran
barang atau jasa yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan √
antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui
sebagai pendapatan dalam periode
berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk
menentukan pendapatan kontrak yang
diakui dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk
menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada
tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan
laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada
pemberi kerja, masing-masing sebagai Aset dan
Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan
keagenan, diungkapkan secara terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan
keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan
sebagai agen dari transaksi keagenan dengan
pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto
yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal
dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri
dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh
Regulator √
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif;
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa √
utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c) Pendapatan sewa.
Page 50
Page 50 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa
dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang medis,
√
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara
lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat
transportasi; √
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan
jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker dan
pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas
dasar kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha
jasa interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa √
telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama
dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi, √
dan penurunan (kenaikan) premi yang belum
merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku
(PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol √
sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian
pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan √
sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha
untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
√
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak
terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk
provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.
Page 51
Page 51 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban
pokok produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan Hal 103-104
(3) Biaya overhead
√ Catatan 31
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir
persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang
melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok
berdasarkan pada jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban
departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
c) Beban pegawai; √
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan
jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim √
reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi
klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan √
manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim
nilai tunai, dan klaim kematian.
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan
jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi √
dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan √
jumlah menurut jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departementalisasi;
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen
lainnya.
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban
Page 52
Page 52 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain: Hal 104-105
a) Beban penjualan; √ Catatan 32,33
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi.
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa
utama. √
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
beban beban provisi dan komisi berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
√
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban
kerugian penurunan nilai untuk masing-masing akun
Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang,
dan Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya.
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
√
(a) beban keuangan yang dihitung dengan Hal 108-106
menggunakan metode suku bunga efektif; Catatan 34,35
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan
yang diakui sesuai SAK yang berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman
dalam mata uang asing sepanjang selisih
kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari
transaksi instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas
investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang
diakui pada Nilai Wajar melalui laba rugi;
dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak
berjangka yang bertujuan untuk lindung
nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi
dan/atau Ventura Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas √
asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; Hal 106 Catatan 35
dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari
operasi yang dihentikan, yang diungkapkan
secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset
Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
berdasarkan jenis aset keuangan.
Page 53
Page 53 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan
(penurunan) nilai surat-surat berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat
Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
berdasarkan jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap
maupun Aset Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program
manfaat pasti;
√
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia
untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian
instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai
arus kas; dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri
dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini;
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas
pajak kini yang berasal dari periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan
yang berasal dari perbedaan temporer dan
pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan √ Hal 124-125
terkait dengan perubahan tarif pajak atau Catatan 36c, 36d
penerapan peraturan perpajakan yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak
yang tidak diakui sebelumnya atau
perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak
kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh
penurunan atau pembalikan penurunan
sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan
perubahan kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang diperhitungkan dalam
laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan
tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait
dengan transaksi yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap
komponen pendapatan komprehensif lain, kecuali
untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari
Page 54
Page 54 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan)
pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua
bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak
dan hasil perkalian laba akuntansi dengan
tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata
dan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku;
√
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang Hal 124-125
berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang Catatan 36c, 36d
berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada)
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui
sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan
keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait
dengan investasi pada entitas anak, cabang,
entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan
yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini
dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif
(dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan
menerapkan tarif pajak sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil
rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis
rugi pajak yang belum dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang
diakui pada laporan posisi keuangan untuk
periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan
yang diakui dalam laba rugi, apabila jumlah
tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah
aset atau liabilitas pajak tangguhan yang
diakui dalam laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang
dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian;
dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi
yang dihentikan selama periode, bersama
dengan jumlah terkait untuk setiap periode
sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas
dividen kepada pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan
Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak
Page 55
Page 55 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan
untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila Hal 124-125
√
Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu Catatan 36c, 36d
kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang
menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib
diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada
tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal
akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau
bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak
tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung
pada kondisi laba kena pajak mendatang
lebih besar dari laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini
atau periode sebelumnya yang
mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi
yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk
periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang
digunakan sebagai penyebut dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi
penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup √
dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan
secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per
saham dasar di masa depan, namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham
dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi
instrumen berpotensi saham biasa, selain yang
dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang
terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham biasa atau
instrumen berpotensi saham biasa yang beredar
pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan;
dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi
yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain: Hal 133-136
√ Catatan 41
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo
dengan pihak berelasi, yang jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar
Page 56
Page 56 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
rupiah) untuk transaksi dengan orang atau √ Hal 133-136
anggota keluarga terdekat; dan/atau Catatan 41
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari
modal disetor untuk transaksi dengan entitas
berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau
√
anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat dan
hubungan dengan pihak berelasi serta informasi
tentang transaksi dan saldo dengan pihak
dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi √
meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak
berelasi serta informasi mengenai transaksi dan
saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut
dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya
terhadap total pendapatan dan beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap
total Aset atau Liabilitas, termasuk
komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya,
termasuk apakah terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang akan diberikan,
untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau
diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai,
beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah
saldo piutang usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai, jika dilakukan
pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan √
secara terpisah untuk masing-masing kategori
berikut:
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau
Pengaruh Signifikan terhadap entitas;
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan
venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor
atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada √
masing-masing anggota atau kelompok direksi,
komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya
untuk masing-masing kategori berikut:
(1)imbalan kerja jangka pendek;
(2)imbalan pascakerja;
(3)imbalan kerja jangka panjang lainnya;
Page 57
Page 57 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4)pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5)pembayaran berbasis saham.
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah : Hal 133-136
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan Catatan 41
sifat hubungannya dengan Perusahaan; √
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara
individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif,
tetapi tidak secara individual, signifikan,
indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas
luasnya transaksi tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang
selain mata uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing serta ekuivalennya dalam mata
uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing;
√ Hal 132 Catatan 40
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen
dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba
rugi, kecuali untuk selisih kurs yang timbul
pada instrumen keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan
komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan
akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau
dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset
individual, termasuk goodwill atau suatu unit
penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan
pengakuan atau pembalikan rugi penurunan
nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam
laba rugi selama periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang
diakui dalam laba rugi selama periode tersebut √
dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang
di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan
nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset
revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut;
dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas
aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka
Page 58
Page 58 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) dilakukan untuk setiap kelompok aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan
Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi
akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak
pada periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode
mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada
periode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru
memberikan informasi yang andal dan
relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan
dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang
√
terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan
periode-periode sebelum periode yang
disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan,
maka diungkapkan alasannya; dan
(5) keadaan yang membuat penerapan
retrospektif tidak praktis untuk suatu periode
tertentu atau untuk periode-periode sebelum
periode-periode tersebut disajikan dan
tanggal dimulainya perubahan kebijakan
akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu;
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian
paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan
retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi
selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang √
diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
Page 59
Page 59 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan
Efek utang dan Efek ekuitas, periode
berjalan, dan akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara
yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan
penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi
memperoleh Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang
membentuk goodwill yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total
imbalan yang dialihkan dan Nilai Wajar
tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama
imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset
indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal
akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan
dasar penentuan jumlah pembayaran;
dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto)
atau, jika apabila kisaran tidak dapat
diestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam hal jumlah
maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang √
yang diperoleh berdasarkan kelompok utama
piutang, misalnya pinjaman yang diberikan,
sewa pembiayaan langsung, dan kelompok
piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi
atas jumlah arus kas kontraktual yang
diperkirakan tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama Aset yang diperoleh
dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada
Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban
dan perkiraan saat arus keluar sumber
daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah
arus keluar tersebut. Dalam hal
diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan
diterima dengan menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui untuk estimasi
Page 60
Page 60 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui
karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur
secara andal, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam
angka 33 huruf b) angka (4) terkait
perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur
secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos
dalam laporan laba rugi komprehensif
dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi
tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak
pengakuisisi memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal
akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi, yang diakui
pada tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama
yang digunakan dalam penentuan nilai
tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang
dilakukan secara bertahap:
√
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas
kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang
diakui sebagai hasil dari pengukuran
kembali Nilai Wajar dari kepentingan
ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang
dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan pos dalam laporan
laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi
dari pihak yang diakuisisi sejak tanggal
akuisisi yang dimasukkan dalam laporan
laba rugi komprehensif pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari
entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah
tanggal akuisisi untuk semua kombinasi
bisnis yang terjadi selama tahun
berjalan telah diperhitungkan sejak awal
periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada
Page 61
Page 61 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
periode sekarang dan periode sebelumnya,
Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan informasi berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi
bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas,
kepentingan nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga
ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi
bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas
atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian
periode pengukuran yang diakui selama
periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal √
akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak
atas aset imbalan kontinjensi, atau sampai
dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas
imbalan kontinjensi atau liabilitas tersebut
dibatalkan atau lewat waktu, maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang
diakui, termasuk setiap perbedaan yang
timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil
(tidak didiskonto) dan alasan perubahan
tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama
yang digunakan untuk mengukur
imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam
kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada
awal dan akhir periode pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugianyang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang
diperoleh atau liabilitas yang diambil-
alih dalam kombinasi bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau periode
pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan
yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam
dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi
bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut
secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan
atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama
Page 62
Page 62 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan √
Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian
diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
√ Hal 131-132
a) pengungkapan pada level segmen;
Catatan 39
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh
manajemen untuk mengidentifikasi
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan
pendapatan dari setiap segmen
dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen,
termasuk pendapatan dan beban tertentu, aset
segmen, dan liabilitas segmen dari segmen
dilaporkan, serta dasar pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen,
ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan, aset
segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen
material lainnya terhadap jumlah yang terkait
dalam laporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk
setiap produk dan jasa atau setiap kelompok
produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal
yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
√
ii. semua negara asing secara total Hal 131-132
dimana Perusahaan memperoleh Catatan 39
pendapatan. Dalam hal pendapatan
dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan
secara terpisah, termasuk dasar
pengatribusian pendapatannya kepada
negara tersebut secara individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen
keuangan, aset pajak yang ditangguhkan,
aset imbalan pascakerja, dan hak yang
terjadi akibat kontrak asuransi yang
berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total
dimana Perusahaan memiliki aset.
Dalam hal aset dari suatu negara
Page 63
Page 63 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
asing secara individual jumlahnya
material, maka aset tersebut
diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan
pelanggan eksternal tunggal mencapai 10%
(sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus √
mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan;
dan
(c) identitas segmen yang melaporkan
pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan,
atau yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari
aset dan liabilitas operasi yang dihentikan;
dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan
terhadap segmen yang dilaporkan dari aset
tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan
sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait √
dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan, antara
lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan
dalam laporan laba rugi komprehensif
meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi
sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan beban pajak penghasilan
yang terkait; vdan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam
pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok lepasan
yang terkait dengan operasi yang
dihentikan dan beban pajak penghasilan
yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan
dari operasi yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang
dilanjutkan dan operasi yang dihentikan yang
dapat diatribusikan pada pemilik entitas
induk.
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen
derivatif sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk √
lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung
nilai), seperti untuk tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan
instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk
setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok √
klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung
nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa
transaksi berjangka dalam bentuk valuta,
bunga, komoditas atau lain-lain;
Page 64
Page 64 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) pihak lawan transaksi (counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar
pada tanggal laporan posisi keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode
pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung
nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami √
tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk
mencapai tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap
klasifikasi lindung nilai, termasuk penjelasan
mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis
transaksi yang dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan
sebagai suatu lindung nilai, disebutkan
tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset
keuangan dan liabilitas keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas
tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk
√ Hal 137-138
dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam Catatan 43
laporan posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang
digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah
dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi
kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: √
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang
diusulkan atau dideklarasikan setelah periode
pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian
laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan
jumlah liabilitas kontinjensi lainnya secara
terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait
dengan bagian partisipasinya dalam Ventura
Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya; √
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama yang signifikan dan bagian
partisipasi kepemilikan dalam pengendalian
bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam
pengendalian bersama entitas, agar ditambahkan
pengungkapan tambahan tentang:
Page 65
Page 65 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) metode yang digunakan untuk mengakui
bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak
√
lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas
jangka panjang, penghasilan dan beban yang
terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
√ Hal 147-149
Yang harus diungkapkan antara lain :
Catatan 46
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi,
bantuan manajemen dan teknis, royalti,
dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. dasar penentuan kompensasi dan
denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada
periode pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang
memerlukan penggunaan dana di masa
yang akan datang, seperti:
pembangunan pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk investasi,
diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan
bagian yang telah direalisasi; dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang
menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga
untuk pihak yang dijamin;
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya
fasilitas L/C, cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan
batasan-batasannya.
b) Kontinjensi √
Yang harus diungkapkan antara lain : Hal 149-156
Catatan 47
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan
pendapat hukum (legal opinion); dan
Page 66
Page 66 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak
terhadap Perusahaan, misalnya masalah √
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak
Hal 149-156
keuangannya;
Catatan 47
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis
pajak, tahun pajak serta jumlah pokok
dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan
atau tagihan pajak (keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang
diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas
kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang
terkait dengan jumlah atau waktu arus
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak
ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
√
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan;
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam
kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama;
dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang Hal 139-145
memungkinkan para pengguna laporan keuangan √ Catatan 44
untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul
dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas
pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur
aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
tidak mengalami penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir periode
pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan
nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas
keuangan derivatif dan nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas;
dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan
mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas
untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas
terdampak pada akhir periode pelaporan, yang
Page 67
Page 67 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
menunjukkan dampak perubahan pada
variabel risiko yang relevan pada tanggal
tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf
√
a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan
pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko Hal 139-145
yang timbul dari instrumen keuangan. Catatan 44
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy
Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio
kecukupan modal pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan
CAR.
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto
menurut jenis mata uang pada tanggal laporan
posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan
peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan
posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas √
Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum
yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di
bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-
masing aktivitas fiduciaryyang meliputi jasa
kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai
kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam
laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana
manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-
reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha
di masa mendatang; √ Hal 127-129
Catatan 37
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada
saat dan sesudah kuasi-reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih
penilaian Aset dan liabilitas sebelum digunakan
untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-
reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan
Page 68
Page 68 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke
depan sejak kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan
proses Perusahaan dalam mengelola
permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai
modal;
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal
Perusahaan diharuskan untuk memenuhi
persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh
pihak eksternal; dan
√ Hal 144-146
Catatan 44b
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam
mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang
dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari
periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap
persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika
ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan
permodalan dari pihak eksternal, apabila terjadi
ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang
tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang
tidak termasuk dalam laporan arus kas. √
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset
secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui
penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis
saham baik untuk jangka pendek ataupun jangka
panjang; √
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian
pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu
periode, termasuk syarat dan ketentuan umum
setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka
waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi
opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode,
rata-rata tertimbang harga saham pada tanggal
eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang
sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar
pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan
paling kurang hal-hal sebagai berikut: √
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-
rata tertimbang Nilai Wajar opsi tersebut
Page 69
Page 69 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pada tanggal pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut
diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar
instrumen ekuitas tersebut pada tanggal
pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk
instrumen ekuitas lain yang diberikan selama
suatu periode (yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham
terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat
Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas;
√
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per
tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi
Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi
Syariah; √
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan
Laba Usaha Unit Asuransi Syariah; dan
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah
dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya;
c) Rasio keuangan penting; √
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja
atau kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR,
IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan
dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan √
alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan,
penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk
kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan
Bina desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan
penanaman pada periode berjalan dan
akumulasinya; dan
Page 70
Page 70 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan
prasarana :
√
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan
serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode
berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah
periode pelaporan tentang kondisi yang ada pada
akhir periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut Hal 162
sesuai dengan informasi terkini; dan √
Catatan 49
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang
mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangannya, atau
untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak
diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang
material setelah periode pelaporan, maka
Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa,
misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau
pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi
Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan
Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK
dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas √ Hal 14-15
Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif
Catatan 2c
berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif
atau perubahan kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru
tersebut disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal
SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan
atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi
secara wajar.
Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau
pengklasifikasian pos-pos dalam laporan
keuangan, maka Perusahaan harus Hal 57
√
mengungkapkan antara lain: Catatan 4
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan
beberapa pos yang direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak
praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus
Page 71
Page 71 of 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut;
dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika
jumlah tersebut direklasifikasi.
47) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan
harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam
laporan keuangan dan indikasi bentuk lain dari √
bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain
yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah
diakui.
48) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi
di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang
menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di
negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di
negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar
akuntansi di negara lain;
√
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
laporan posisi keuangan beserta
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
laporan laba rugi komprehensif beserta
penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh
otoritas pasar modal di negara lain untuk
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka
pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam
laporan keuangan.
49) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah
dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang √ Hal 162
mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/
Catatan 49
keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.
Bekasi, 27 Juli 2026
Sahat Sihombing
Direktur Utama
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Heliantono & Rekan
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.46
unresolved
org
Bapepam
p.61 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.