Back to announcement
20250922_BRIS_Penyampaian Bukti Iklan_31951306_lamp2.pdf
Other Text extracted BRISSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
HALAMAN 6 l JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025
Page 2
EKONOMI
Baca artikel lainnya mengenai Ekonomi
7
di mediaindonesia.com dengan memindai QR Code
mediaindonesia.com/ekonomi
JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025
Qatar Bangun 50 Ribu Unit OJK Pangkas
Batas
Hunian Vertikal
• Qatar bangun
Co-Payment
Asuransi
smart towers yang OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menurunkan
mengintegrasikan konsep batas maksimal tanggungan peserta dalam
skema pembagian risiko atau co-payment
hunian modern dengan pada asuransi kesehatan, dari sebelumnya
fasilitas pendukung. 10% menjadi 5%.
• Pembangunan akan Ketentuan tersebut akan dituangkan
dilakukan di atas lahan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK)
mengenai penguatan ekosistem asuransi
milik PT KAI sebagai kesehatan.
bagian dari kawasan TOD. “Persentase pembagian risiko atau yang
• Kerja sama RI-Qatar dulu disebut co-payment perlu diturunkan.
itu sebagai bagian dari Jadi waktu itu SE (Surat Edaran) yang kami
keluarkan adalah 10%, nanti itu yang akan
program 3 juta rumah kami turunkan jadi 5%,” kata Kepala Ekse-
pemerintah. kutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan,
dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono
IHFA FIRDAUSYA dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di
ihfa@mediaindonesia.com Jakarta, kemarin.
I
Ia menerangkan, ketentuan baru itu seka-
NVESTOR asal Qatar, Al Qilaa Interna- ligus menyempurnakan Surat Edaran OJK
tional Group (Al Qilaa), dan PT Kereta (SEOJK) 7/2025 yang sebelumnya mengatur
Api Indonesia (KAI) memulai pen- besaran co-payment sebesar 10%. Nantinya,
canangan kerja sama dalam program surat edaran tersebut akan diganti oleh Per-
pembangunan 3 juta rumah di Indonesia. aturan OJK (POJK) yang lebih komprehensif.
Kerja sama itu merupakan tindak lanjut MI/USMAN ISKANDAR
Dalam aturan baru itu, OJK mewajibkan se-
dari peluncuran Proyek Investasi Satu Juta HUNIAN VERTIKAL: Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (kanan) bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia tiap perusahaan asuransi kesehatan menye-
Hunian Vertikal pada Juni 2025. (KAI) Bobby Rasyidin (tengah) dan Chairman Al Qilaa Global Group, Abdulaziz Al Thani, menekan tombol pencanangan prakerja sama diakan produk tanpa fitur pembagian risiko.
Rencananya, kolaborasi strategis kedua pembangunan hunian vertikal di Jakarta, Rabu (17/9). PT KAI berkolaborasi dengan investor asal Qatar akan membangun hunian vertikal guna Dengan begitu, nasabah memiliki pilihan
pihak pada tahap awal dilakukan melalui mendukung program 3 juta rumah. produk yang seluruh klaimnya ditanggung
pembangunan 50 ribu unit hunian. Pemba- penuh oleh perusahaan asuransi.
ngunan akan dilakukan di atas lahan milik kualitas hidup masyarakat. OPTIMALISASI LAHAN KAI siden Prabowo Subianto dalam meningkatkan Meski demikian, perusahaan tetap dibo-
PT KAI sebagai bagian dari kawasan transit “Pengumuman kerja sama ini mencer- Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin kesejahteraan rakyat Indonesia. Kolaborasi lehkan menawarkan produk dengan skema
oriented development (TOD). minkan komitmen serius kami dalam men- menyatakan kolaborasi tersebut merupa- antara Al Qilaa dan KAI merupakan langkah pembagian risiko atau risk sharing.
Rencana kemitraan itu disepakati oleh dukung penyediaan perumahan bagi masya- kan langkah strategis untuk mengoptimal- nyata menuju tercapainya visi tersebut. “Dengan Peraturan OJK ini, perusahaan
Chairman Al Qilaa Global Group Abdulaziz rakat Indonesia, sejalan dengan program 3 kan aset lahan KAI melalui konsep TOD. “Dengan menggabungkan investasi global asuransi yang menawarkan asuransi kese-
al-Thani dan Direktur Utama PT Kereta Api juta rumah Presiden Prabowo. Proyek ini “Kami berkomitmen mendukung prog- dan aset nasional, kita tidak hanya menye- hatan wajib menyediakan produk tanpa fitur
Indonesia Bobby Rasyidin serta disaksikan bukan hanya tentang membangun tempat ram 3 juta rumah pemerintah Indonesia diakan perumahan, tetapi juga membangun pembagian risiko. Jadi tanpa co-payment itu
oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim S tinggal, melainkan juga tentang mencip- yang menghadirkan hunian terjangkau dan komunitas inklusif dan berkelanjutan yang wajib. Tetapi perusahaan asuransi juga da-
Djojohadikusumo. takan ekosistem hunian berkelanjutan yang berkualitas, serta memastikan seluruh kerja akan memberi manfaat bagi generasi men- pat menawarkan produk dengan pembagian
mendukung kehidupan komunitas,” kata sama dilaksanakan secara transparan, akun- datang,” ujar Hashim. risiko atau ada co-payment,” ujar Ogi.
SMART TOWERS Chairman Abdulaziz al-Thani. tabel, dan berlandaskan prinsip tata kelola Untuk merealisasikan proyek tersebut, Ketentuan itu menegaskan konsumen akan
Proyek tersebut akan menghadirkan Pihaknya mengaku sangat antusias untuk perusahaan yang baik (GCG),” katanya. Al Qilaa membentuk konsorsium dengan selalu memiliki dua opsi, yakni memilih
hunian vertikal berupa smart towers yang berkontribusi dalam proyek monumental mitra lokal dan internasional, termasuk produk tanpa co-payment dengan premi yang
mengintegrasikan konsep hunian modern tersebut. “Dengan dukungan KAI, saya BENTUK KONSORSIUM Kementerian Perumahan dan Kawasan relatif lebih tinggi, atau produk dengan co-
dengan fasilitas pendukung seperti sekolah, berharap proyek ini dapat segera terwujud Ketua Satgas Perumahan Hashim S Djojo- Permukiman (PKP), Bank BTN, serta Lem- payment yang preminya lebih rendah.
taman bermain, ruang komunal, serta sis- dan memberikan manfaat nyata bagi ma- hadikusumo menyampaikan program 3 juta baga Pengelola Investasi Daya Anagata Selain itu, OJK juga akan mengganti istilah
tem hunian pintar untuk meningkatkan syarakat Indonesia,” tambahnya. rumah ialah salah satu komitmen utama Pre- Nusantara (Danantara). (E-1) co-payment menjadi risk sharing. (Ant/E-1)
INDIVIDUAL KONSOLIDASIAN
NO. POS-POS 30 Juni 2025 30 Juni 2024 30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Diaudit) (Tidak diadut dan (Diaudit) (Tidak diadut dan
tidak direviu) tidak direviu)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
A. Pendapatan Bunga dan Syariah, Beban Bunga dan Syariah,
serta Pendapatan Premi dan Beban Klaim
1. Pendapatan Bunga dan Syariah 60.432.879 53.537.644 81.576.343 72.223.848
2. Beban Bunga dan Syariah 21.941.317 16.852.573 29.192.706 23.142.786
Pendapatan (Beban) Bunga dan Syariah Bersih 38.491.562 36.685.071 52.383.637 49.081.062
3. Pendapatan Premi - - 1.826.418 5.305.289
4. Beban Klaim - - 1.765.399 4.203.810
Pendapatan Premi dan (Beban Klaim) Bersih - - 61.019 1.101.479
Pendapatan (Beban) Bunga dan Syariah Bersih
serta Pendapatan Premi (Beban Klaim) Bersih 38.491.562 36.685.071 52.444.656 50.182.541
B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga
1. Keuntungan (kerugian) dari peningkatan (penurunan) nilai wajar aset
keuangan 880.361 821.275 962.229 902.697
2. Keuntungan (kerugian) dari penurunan (peningkatan) nilai wajar liabilitas
keuangan - - - -
3. Keuntungan (kerugian) dari penjualan aset keuangan 1.272.817 759.986 1.655.017 1.076.485
4. Keuntungan (kerugian) dari transaksi spot dan derivatif/forward (realised) 202.099 238.249 231.680 253.249
5. Keuntungan (kerugian) dari penyertaan dengan equity method - - -
6. Keuntungan (kerugian) dari penjabaran transaksi valuta asing - - -
7. Pendapatan dividen 1.202.041 1.160.186 - -
8. Komisi/provisi/fee dan administrasi 9.117.889 8.377.103 11.975.644 10.774.216
9. Pendapatan lainnya 3.870.108 3.871.361 6.247.920 6.439.599
10. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 3.279.979 4.737.262 6.280.840 6.912.660
11. Kerugian terkait risiko operasional 17.843 11.607 32.779 22.235
12. Beban tenaga kerja 8.812.130 8.018.059 12.963.103 12.233.221
13. Beban promosi 2.110.444 328.224 2.668.064 762.790
14. Beban lainnya 12.943.716 8.478.410 18.129.527 13.092.131
Pendapatan (Beban) Operasional selain Bunga Bersih (10.618.797) (6.345.402) (19.001.823) (13.576.791)
LABA (RUGI) OPERASIONAL 27.872.765 30.339.669 33.442.833 36.605.750
PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL
1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 235 825 1.558 1.462
2. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 78.290 44.087 78.982 (2.087)
LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 78.525 44.912 80.540 (625)
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN SEBELUM PAJAK 27.951.290 30.384.581 33.523.373 36.605.125
Pajak penghasilan
a. Taksiran pajak periode berjalan (3.645.820) (4.305.834) (5.030.398) (5.662.143)
b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan (1.504.343) (1.429.626) (1.642.649) (1.672.255)
LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN 22.801.127 24.649.121 26.850.326 29.270.727
LABA (RUGI) KEPENTINGAN MINORITAS - - 2.395.244 2.720.087
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
1. Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
a. Keuntungan revaluasi aset tetap - - - -
b. Keuntungan (kerugian) pengukuran kembali atas program pensiun
manfaat pasti 42.717 - 46.980 137.845
c. Lainnya - - - -
2. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
a. Keuntungan (kerugian) akibat penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing 21.105 129.264 40.034 202.420
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.891.126 (833.287) 2.069.687 (820.629)
c. Lainnya - - 4.860 (8.260)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN PERIODE BERJALAN SETELAH PAJAK 1.954.948 (704.023) 2.161.561 (488.624)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 24.756.075 23.945.098 29.011.887 28.782.103
Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan yang dapat diatribusikan kepada :
- Pemilik 22.801.127 24.649.121 24.455.082 26.550.640
- Kepentingan Non Pengendali 2.395.244 2.720.087
TOTAL LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN 22.801.127 24.649.121 26.850.326 29.270.727
Total Laba (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan yang dapat diatribusikan
kepada :
- Pemilik 24.756.075 23.945.098 26.542.797 25.991.983
- Kepentingan Non Pengendali 2.469.090 2.790.120
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 24.756.075 23.945.098 29.011.887 28.782.103
TRANSFER LABA (RUGI) KE KANTOR PUSAT - - - -
DIVIDEN - - - -
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam satuan rupiah) 244,30 264,10 262,02 284,47
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KAI
p.2 ×3
unresolved
org
Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono IHFA FIRDAUSYA
p.2
unresolved
org
PT Kereta
p.2
unresolved
org
PT KAI Bobby Rasyidin
p.2
unresolved
org
PT Kereta Api
p.2
unresolved
org
Kementerian Perumahan dan Kawasan
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.