Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 38
Page 1
Page 2 OCR 0.911
SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) No. 001/AIMS-LK/BOD/VII/2026 Kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Calvin Lutvi Alamat kantor : Jalan Cipaku 1 No. 3, Petogogan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170 Alamat domisili — : Apartment Senopati Suites Tower 2 No. 7D. Jalan Senopati No. 41 RT.08 RW 02 Senayan Kec Kebayoran Baru Jakarta Selatan Nomortelepon — : 021-7221279 Jabatan : Direktur Utama Nama : Pandu Andakara Alamat kantor Jalan Cipaku 1 No. 3, Petogogan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170 Alamat domisili — : Pondok Kelapa Permai Blok BD 2 No. 2 RT. 007 RW. 013, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur Nomortelepon — : 021-7221279 Jabatan : Direktur Menyatakan bahwa : 1. Kami bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk, 2. Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar, b. Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material, 3. Kami bertanggungjawab atas sistem pengendalian internal PT Artha Mahiya Investama Tbk. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Jakarta, 24 Juli 2026 Atas nama dan mewakili Direksi Dea VAI Mm IS 3 koma biaya in-estama Tok. www.aimsinvestama.com J. Cipaku 1, No.3 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170
Page 3 OCR 0.957
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN II - TAHUN 2026 TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2 Laporan Perubahan Ekuitas 3 Laporan Arus Kas 4 Catatan Atas Laporan Keuangan 5-34
Page 4 OCR 0.905
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 (TIDAK DIAUDIT) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025 ASET ASET LANCAR Kas dan bank 4,23, 24 6.874.222 64.402.300 Piutang 5, 23,24 101.370.000 - Pajak dibayar di muka ga 91.121.931 89.261.931 Uang muka t 86.259.229 6.259.229 Jumlah Aset Lancar 285.625.382 159.923.460 ASET TIDAK LANCAR Aset tetap 8 4.921.890 7.031.280 Aset pajak tangguhan 9e 4.125.627.220 4.125.627.220 Jumlah Aset Tidak Lancar 4.130.549.110 4.132.658.500 JUMLAH ASET 4.416.174.492 4.292.581.960 LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang pajak 9b 1.467.690.570 1.436.320.140 Beban akrual 10, 23, 24 1.289.541.734 955.330.814 Uang muka penjualan 1 277.500 277.500 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.757.509.804 2.391.928.454 LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang lain-lain 12, 23,24 Pihak berelasi 1.373.862.257 1.151.282.257 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.373.862.257 1.151.282.257 Jumlah Liabilitas 4.131.372.061 3.543.210.711 EKUITAS Modal saham — nilai nominal Rp 50 per saham Modal dasar — 440.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh — 220.000.000 saham 13 11.000.000.000 11.000.000.000 Tambahan modal disetor — bersih 14 4.265.565.685 4.265.565.685 Saldo laba (defisit) Dicadangkan 15 146.324.338 146.324.338 Belum dicadangkan (15.127.087.592) (14.662.518.774) Jumlah Ekuitas 284.802.431 749.371.249 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.416.174.492 4.292.581.960 Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini Ea
Page 5 OCR 0.941
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 Juni 2026 (TIDAK DIAUDIT) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025 PENDAPATAN 16 93.000.000 78.750.000 BEBAN POKOK PENDAPATAN 17 - - LABA KOTOR 93.000.000 78.750.000 Beban umum dan administrasi 18 (552.828.498) (934.354.939) Lain-lain 19 (4.740.320) (407.255) RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (464.568.813) (856.012.194) BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN Kini 9 - - Tangguhan 9e - - RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN (464.563.818) (856.012.194) PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - - JUMLAH RUGI KOMPREHENSI TAHUN BERJALAN (464.568.818) (856.012.194) RUGI BERSIH PER SAHAM (dalam satuan Rupiah penuh) 20 (2,11) (3,89) Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini
Page 6 OCR 0.849
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 Juni 2026 (TIDAK DIAUDIT) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Tambahan Saldo laba (defisit) modal disetor Belum Modal Saham - bersih — Dicadangkan dicadangkan Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2025 1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 (15.072.993.345) 338.896.678 Laba (rugi) komprehensif periode berjalan 5 - - (856.012.194) (856.012.194) Saldo 30 Juni 2025 1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 (15.929.005.539) (517.115.516) Saldo 1 Januari 2026 1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 (14.862.518.774) 749.371.249 Laba (rugi) komprehensif periode berjalan - 2 " (464.568.818) (464.568.818) Saldo 30 Juni 2026 1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 (15.127.087.592) 284.802.431 Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3
Page 7 OCR 0.920
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2026 30 Juni 2025 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan - 77.175.000 Pembayaran kas kepada pemasok el " Pembayaran kas kepada karyawan dan beban usaha (275.367.758) (941.448.756) Pembayaran kas untuk pajak penghasilan - - Pembayaran untuk kegiatan operasional lain (4.740.320) (407.255) Arus kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi (280.108.078) (864.681.011) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penambahan aset tetap (Catatan 8) - Pt Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi - - ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan pinjaman pihak berelasi 222.580.000 1.315.959.203 Pembayaran pinjaman pihak berelasi - - Arus kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 222.580.000 1.315.959.203 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (57.528.078) 451.278.192 KAS DAN BAK AWAL PERIODE 64.402.300 8.659.749 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 6.874.222 459.937.941 mw —---——— —————— Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini -4-
Page 8 OCR 0.957
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Lainnya PT Artha Mahiya Investama Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 24 Tanggal 7 Mei 1997 yang dibuat dihadapan Hanifa Halim, SH., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2- 7398.HT.01.01.TH.97 tanggal 31 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 Tambahan No.1232 tanggal 24 Februari 1998. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 62 tanggal 29 April 2024 oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai perubahan nama perseroan menjadi PT Artha Mahiya Investama Tbk. Perubahan ini telah dilaporkan pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat AHU-0025433.AH.01.02 tanggal 30 April 2024. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan usaha Perusahaan terutama di bidang industri, perdagangan, pembangunan, percetakan dan jasa. Perusahaan berdomisili di Jalan Cipaku | No. 3, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170, sesuai Surat Keterangan Tentang Keterangan Domisili Perusahaan No. 2/27.1BU/31.74.07.1008/- 071.562/e/2019 tanggal 6 Januari 2019, yang dikeluarkan oleh Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. PT Aims Indo Investama adalah entitas induk dan entitas induk terakhir yang memiliki pengendalian atas Perusahaan. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 29 Juni 2001, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1607/PM/2001 dari Ketua Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 40.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 setiap saham serta 16.000 waran seri | menyertai penerbitan saham tersebut. Seluruh saham dan waran Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 20 Juli 2001. Kegiatan Perusahaan Jumlah Saham Tanggal - Saham yang ditempatkan dan disetor penuh 70.000.000 17 November 2000 - Penawaran umum perdana dan pencatatan sebagian saham Perusahaan pada Bursa Efek Indonesia 40.000.000 20 Juli 2001 - Perubahan nilai nominal saham dari Rp.100,- (Rupiah penuh) menjadi Rp.50,- (Rupiah penuh) per saham atau stock split 110.000.000 02 Agustus 2016 Jumlah 220.000.000
Page 9 OCR 0.947
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) Cc. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Rumenerasi dan Karyawan Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 susunan Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Rumenerasi Perusahaan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Komite Audit Ketua Anggota Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Ketua Anggota Anggota Mohammad Rafil Perdana Endru Adhikara Akhmad Ali Fahmi Calvin Lutvi Pandu Andakara Mohammad Adil Triansyah Akhmad Ali Fahmi Levita Elvi Yana S.Tr.Keu Priyandana Akhmad Ali Fahmi Endru Adhikara Putri Permata Sari. S.H. Mohammad Rafil Perdana Endru Adhikara Akhmad Ali Fahmi Calvin Lutvi Pandu Andakara Mohammad Adil Triansyah Akhmad Ali Fahmi Levita Elvi Yana S.Tr.Keu Priyandana Akhmad Ali Fahmi Endru Adhikara Putri Permata Sari, S.H. Berdasarkan Surat Keputusan Maret. 01/S-KEPDIR/PSP-AIMS/VIII-23 tanggal 24 Agustus 2023, Perusahaan mengangkat Anton Hidayat, S.E., sebagai sekretaris Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan tidak memiliki karyawan tetap (tidak diaudit). Penerbitan Laporan Keuangan Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan, selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan pada 24 Juli 2026. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK — IAI) serta peraturan regulator pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik".
Page 10 OCR 0.948
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun sesuai PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan". Dasar pengukuran yang digunakan adalah berdasarkan biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal periode sebelumnya, kecuali untuk penerapan beberapa standar baru dan yang direvisi, amandemen dan penyesuaian tahunan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2026 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini. Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun dengan dasar akrual. Laporan arus kas disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas atas dasar aktivitas operasi,investasi dan pendanaan. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik dan pertimbangan atas kejadiandan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan Penerapan dari amandemen terhadap standar akuntansi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2026 berikut tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan pada tahun berjalan: # PSAK No. 117 "Kontrak Asuransi", » Amendemen PSAK 117 Kontrak Asuransi tentang penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 -informasi komparatif: # Amandemen PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran”. Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, Perusahaan sedang mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan amandemen pada laporan keuangan Perusahaan.
Page 11 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) & IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi Pihak berelasi didefinisikan sebagai berikut: a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut: i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama Perusahaan: ii. Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan: atau iii. Personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahan. b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura Bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang manaentitas lain tersebut adalah anggotanya). Iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura Bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan programtersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf (a). vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak yang tidak berelasi. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan oleh Perusahaan masing-masing sebesar Rp 17.856 dan Rp 16.782 per AS$ 1. Kas dan Bank Kas dan bank mencakup kas dan kas pada bank yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
Page 12 OCR 0.952
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan piutang usaha, diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”). Pengujian SPPI Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI. Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon). Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilaiwaktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan. Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL"). Penilaian Model Bisnis Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkanbagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Page 13 OCR 0.947
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Penilaian Model Bisnis (lanjutan) Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor- faktor yang dapat diamati seperti: - bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci: - risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola, - bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih), - frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario “worst case" atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dariyang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan". Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunannilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai "Kerugian penurunan nilai”. n ig ja m SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL. -10-
Page 14 OCR 0.941
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) 9- Instrumen Keuangan (lanjutan) Iv. Penurunan Nilai Aset Keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Penerapan PSAK 109: Instrumen Keuangan telah mengubah metode perhitungan kerugianpenurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi (incurred loss) sesuai PSAK 239: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukurandengan pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”). Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (/ifetime). vV. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang lain-lain — pihak berelasi, dan beban akrual, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yangdiukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Pengukuran Selanjutn: Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan" dalam laba rugi. At-
Page 15 OCR 0.947
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) vV. Liabilitas Keuangan (lanjutan) vi. vii. Penghentian Pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Etika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yangsama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. Reklasifikasi Instrumen Keuangan Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampaksecara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal. Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berintensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa dimasa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalamperistiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
Page 16 OCR 0.951
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) viii. Pengukuran Nilai Wajar Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset danliabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: - Gi pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau - jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan. Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE") sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12 bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Aset Tetap Perusahaan menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi termasuk biaya perawatan sehari- hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetaptersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. cagi
Page 17 OCR 0.958
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) h. Aset Tetap (lanjutan) Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metodegaris lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Masa Jenis aset tetap manfaat Kendaraan 8 Peralatan kantor 4 Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok asettetap berikut akumulasi penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah bersih hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut), dan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain persediaan dan aset pajak tangguhan) Perusahaan menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian penurunan nilai bagi aset secara tahunan disyaratkan, Perusahaan membuat estimasi nilai terpulihkan aset. Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset atau unit penghasil kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model penilaian yang tepat. Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan labarugi dan penghasilan komprehensif lain. Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan sebagaimana apabila terdapat segalaindikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau mengalami penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dibalikkan nilainya jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai tercatat aset meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi nilai tercatat yang telah ditentukan, penyusutan bersih, tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. “14-
Page 18 OCR 0.951
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i Pinjaman Pinjaman merupakan dana yang diterima dari bank atau pihak lain dengan kewajiban pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman yang diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan pinjaman dikurangkan dari jumlah pinjaman yang diterima. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pengakuan pendapatan Perusahaan menerapkan PSAK 115, “Pendapatandari Kontrak dengan Pelanggan", yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik rbeda ke pelanggan. 3) Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. 5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang Serkan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang ataujasa tersebut). Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada waktu tertentu atau sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi. Pengakuan beban Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual. Pajak Penghasilan Perusahaan menerapkan PSAK No. 212, “Pajak Penghasilan”. PSAK ini mensyaratkan Perusahaanuntuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan, dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan. PSAK No. 212 juga mensyaratkan Perusahaan mencatat tambahan pajak penghasilan yang berasal dari periode lalu yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”), jika ada, sebagai bagian dari"Beban Pajak Penghasilan — Bersih" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. -15-
Page 19 OCR 0.956
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2, IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Pajak Penghasilan (lanjutan) Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain kecuali untuk item yang diakui secara langsung di ekuitas, beban pajak yang terkait dengan item tersebut diakui di ekuitas. Beban pajak kini merupakan estimasi utang pajakyang dihitung atas laba kena pajak untuk periode yang bersangkutan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Perusahaan menerapkan metode aset dan liabilitas dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode ini, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aset dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan perpajakan. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa yang akan datang, seperti kompensasi kerugian fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa yang akan datang cukup besar (probable). Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Imbalan Pasca-Kerja Perusahaan menyediakan liabilitas imbalan kerja karyawan pasti kepada karyawannya sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja No. 6/2023 dan Peraturan Perusahaan. Tidak ada pendanaan yang telah dibuat untuk program imbalan pasti ini. Liabilitas bersih Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja karyawan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja karyawan, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c)setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program. Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga bersih atas (aset) liabilitas imbalan kerja karyawan bersih dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan kerja karyawan selama periode berjalan. -16-
Page 20 OCR 0.960
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Imbalan Pasca-Kerja (lanjutan) Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan kerja karyawan pada saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini liabilitas imbalan kerja karyawan yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut. Pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan belum melakukan perhitungan atas kewajiban imbalan kerja karyawan karena diestimatikan kewajiban tersebut tidak material. Laba per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan. Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, entitas menyesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa Perusahaan dengan efek setelah pajak bunga yang diakui dalam periode tersebut terkait dengan obligasi konversi. Informasi Segmen Informasi segmen berdasarkan PSAK 108, “Segmen Operasi", yang mensyaratkan pengungkapan yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dimana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen lainnya. Berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja Perusahaan, Perusahaan hanya mempunyai satu segmen yang dapat dilaporkan yaitu penjualan batu bara. 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada setiap akhir periode pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya. Pertimbangan yang Dibuat dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Page 21 OCR 0.954
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Pertimbangan yang Dibuat dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109 telah terpenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 23 atas laporan keuangan. Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang pajak penghasilan Perusahaan diungkapkan di dalam Catatan 9b laporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan laba fiskal di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen. Sumber Estimasi Ketidakpastian Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. M: eta Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 8 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinanuntuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Perusahaan pada tanggal laporan keuangan diungkapkan di dalam Catatan 8 laporan keuangan. 23
Page 22 OCR 0.941
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) KAS DAN BANK Akun ini terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Kas - Rupiah 5.865.783 6.507.245 Bank - Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk TOBA Jaa Jumlah Kas dan Bank 6.874.222 64.402.300 Tidak terdapat penempatan kas dan bank pada pihak berelasi. PIUTANG USAHA Akun ini terdiri dari : Berdasarkan pelanggan : 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Pihak ketiga CV Bunga Bone 101.370.000 - Jumlah 101.370.000 - Berdasarkan umur piutang : 1 -30 hari - - 31 -60 hari 101.370.000 5 2 60 hari - - Jumlah 101.370.000 - Manajemen berpendapat tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha. ASET PENGAMPUNAN PAJAK Pada tahun 2016, Perusahaan mengikuti program pengampunan pajak dan telah menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak No.KET-222/PP/WPJ.07/2016 tanggal 23 September 2016 dengan harta berupa uang tunai sebesar Rp 50.000.000. Hasil program ini dibukukan sebagai Tambahan Modal Disetor (Catatan 14). UANG MUKA Uang muka terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Uang Muka Operasional 86.259.229 6.259.229 Jumlah uang muka 86.259.229 6.259.229
Page 23 OCR 0.925
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ASET TETAP Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 Biaya Perolehan : Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000 Perlengkapan Kantor 356.659.860 - - 356.659.860 Sub-Jumlah 367.659.860 - : 367.659.360 Akumulasi Penyusutan Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000 Perlengkapan Kantor 349.628.580 2.109.390 - 351.737.970 Sub-Jumlah 360.628.580 2.109.390 - 362.737.970 Nilai Buku Bersih 7.031.280 4.921.890 ——— ——— 31 Desember 2025 Biaya Perolehan : Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Kendaraan 11.000.000 - 5 11.000.000 Perlengkapan Kantor 356.659.860 - - 356.659.860 Sub-Jumlah 367.659.360 - ba 367.659.360 Akumulasi Penyusutan Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000 Perlengkapan Kantor 345.409.800 4.218.780 - 349.628.580 Sub-Jumlah 356.409.800 4.218.780 - 360.628.580 Nilai Buku Bersih 11.250.060 7.031.280 PERPAJAKAN Akun ini terdiri dari: a. Pajak dibayar dimuka 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Pajak Pertambahan Nilai 63.686.931 63.686.931 Pajak Penghasilan Pasal 23 27.435.000 25.575.000 Jumlah 91.121.931 89.261.931
Page 24 OCR 0.951
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Utang pajak 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Pajak Penghasilan Pasal 21 33.527.064 12.386.634 Pajak Penghasilan Pasal 23 10.720.356 10.720.356 Pajak Penghasilan Pasal 29 648.259.854 648.259.854 Pajak Pertambahan Nilai 226.464.234 216.234.234 Surat tagihan pajak tahun 2021: Pajak Penghasilan Pasal 21 723.202 723.202 Pajak Penghasilan Pasal 23 - - Pajak Penghasilan Pasal 29 133.260.115 133.260.115 Pajak Pertambahan Nilai 414.735.745 414.735.745 Jumlah 1.467.690.570 1.436.320.140 c. Pajak Penghasilan Badan Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran laba kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025, adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (459.828.498) (855.604.939) Beda waktu Cadangan penurunan nilai uang muka - - Beda tetap Beban yang tidak dapat - - dikurangkan secara pajak Penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan bersifat final (4.595.823) (446.990) Lain-lain - - Taksiran laba kena pajak (464.424.321) (856.051.929) 29ia
Page 25 OCR 0.907
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERPAJAKAN (lanjutan) Cc. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan) Perhitungan beban pak kini, utang pajak penghasilan badan dan tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) (464.424.321) (856.051.929) Beban pajak penghasilan kini - & Dikurangi: pajak penghasilan dibayar di muka Pasal 23 - - Taksiran utang pajak penghasilan - & Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku mulai tahun 2008, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak. Surat Ketetapan Pajak Pada tahun 2024, kantor pajak mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak dengan rincian sebagai berikut: Jumlah yang No. STP Tanggal! Jenis pajak Masa pajak Harus Dibayar 00436/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Juni 2024 262.550 00438/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Juli 2024 181.412 00439/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Agustus 2024 153.189 00435/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 September 2024 126.052 00048/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Februari 2021 11.807.967 00049/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Maret 2021 26.013.454 000501207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN April 2021 87.099.618 00051/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Mei 2021 85.471.947 00052/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Juni 2021 84.282.765 00053/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Juli 2021 83.104.774 00057/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Desember 2021 37.155.219 000591207121/054/23 16 Maret 2023 PEN ana Desember 2021 183.260.115 Jumlah/ Total 548.719.062 Pada tahun 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Paksa yang memerintahkan wajib pajak untuk memenuhi isi surat paksa dan membayar ke kas negara tagihan pajak yang belum dilunasi. Perusahaan telah membayar sebagian Surat Tagihan Pajak Tahun 2023 dan 2024 sebesar Rp
Page 26 OCR 0.897
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) Pada tahun 2023, kantor pajak mengeluarkan kembali Surat Ketetapan Pajak dengan rincian sebagai beriku it: Jumlah yang No. STP Tanggal/ Jenis pajak Masa pajak Harus Dibayar 00046/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Aa 2Peneaa 337.072.018 00059/207/21/054123 16 Maret 2023 ui Den Desember 2021 133.919.674 00050/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN April 2021 87.099.618 00051/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Mei 2021 85.471.947 00052/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Juni 2021 84.282.765 00053/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Juli 2021 83.104.774 00054/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN September 2021 39.097.306 00057/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Desember 2021 37.155.219 00049/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Maret 2021 26.013.454 000551207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Oktober 2021 20.206.585 00048/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Februari 2021 11.607.967 00056/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN November 2021 2.380.621 947.411.978 e. Pajak Tangguhan Akun ini terdiri dari: 30 Juni 2026 Penghasilan Saldo Awal Laba Rugi Komprehensif Saldo Akhir Lain Aset pajak tangguhan 4.125.627.220 3 - 4125.627.220 — 31 Desember 2025 Penghasilan Saldo Awal Laba Rugi Komprehensif Saldo Akhir Lain Aset pajak tangguhan 4.125.627.220 - - 4.125.627.220 10. BEBAN AKRUAL Akun ini terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Beban profesi dan lembaga penunjang pasar modal 759.830.814 759.830.814 Beban gaji dan honorarium 529.710.920 195.500.000 Jumlah 1.289.541.734 955.330.814 223-
Page 27 OCR 0.909
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. UANG MUKA PENJUALAN Akun ini terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Uang Muka Penjualan 277.500 277.500 Jumlah 277.500 277.500 12. UTANG LAIN-LAIN - PIHAK BERELASI Akun ini terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Pihak berelasi PT Aims Indo Investama 1.373.862.257 1.151.282.257 Jumlah 1.373.862.257 1.151.282.257. Perusahaan menerima dana talangan dari PT Aims Indo Investama, pihak berelasi, yang digunakan untuk membiayai beban operasional Perusahaan. 13. MODAL SAHAM Pemegang saham Perusahaan pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berkut: 30 Juni 2026 Jumlah saham Pemegang saham ditempatkan dan Matra Jumlah Nominal disetor penuh PT, Aims Indo Investama 74.827.991 340116 3.741.399.550 PT Delta Wibawa Bersama 68.493.151 311396 3.424.657.550 Efendi Leman 11.155.000 5,0790 557.750.000 Masyarakat (masing-masing di bawah 544) 65.523.858 29,799 3.276.192.900 Jumlah 220.000.000 100,0074 11 :000.000.000 31 Desember 2025 Jumlah saham Pemonlano Pemegang saham ditempatkan dan kepemilikan Jumlah Nominal disetor penuh PT. Aims Indo Investama 68.556.991 31,164 3.427.849.550 PT Deita Wibawa Bersama 68.493.151 31,139 3.424.657.550 Efendi Leman 11.155.000 5,070 557.750.000 Masyarakat (masing-masing di bawah 596) 71.794.858 32,64Y9 3.589.742.900 Jumlah 220.000.000 100,0046 11.000.000.000 Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham No. 43 tanggal 21 November 2017 yang dibuat dihadapan Miki Tanumiharja, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, PT Aims Indo Investama telah membeli saham milik PT Duta Investama Nusantara dalam Perusahaan sebanyak 169.507.000 saham atau setara dengan 77,05”4 dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 253,43 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 42.958.159.010. -4-
Page 28 OCR 0.948
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13, 14. MODAL SAHAM (Lanjutan) Memenuhi Peraturan OJK (d/h Bapepam-LK) Nomor IX.H.1, PT Aims Indo Investama telah melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) guna memberikan kesempatan yang sama kepada pemegang saham masyarakat sebanyak 50.493.000 saham dengan harga Rp 254,- per saham. Sesuai Laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-4800/JKU/0218 tanggal 15 Februari 2018, jumlah saham tercatat dan disetujui dalam pelaksanaan penawaran tender tersebut sebanyak 14.497.690 saham atau setara dengan 6,59Y4. Sehingga per tanggal 15 Februari 2018 PT Aims Indo Investama memiliki sebanyak 184.004.690 saham atau setara dengan 83,64Y4, sedangkan masyarakat memiliki sebanyak 35.995.310 saham atau setara dengan 16,369 modal disetor Perusahaan. Selanjutnya Ketentuan V.1 Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A Tahun 2018 menyebutkan bahwa syarat untuk tetap sebagai Perusahaan Publik maka publik paling sedikit memiliki 50.000.000 saham dan paling sedikit sebanyak 7,594 dari modal disetor serta dimiliki paling sedikit oleh 300 (tiga ratus) pihak, dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Penawaran Tender Wajib selesai dilaksanakan, kecuali Perusahaan melakukan aksi korporasi yang mengakibatkan terpenuhinya persyaratan tersebut. Per tanggal 28 Desember 2020 PT Aims Indo Investama telah memenuhi Ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A dengan melepas kembali (refloat) sebanyak 14.004.800 kepada masyarakat melalui pasar negosiasi, sehingga pemegang saham publik bukan pemegang saham pengendali dan bukan pemegang saham utama Perseroan memiliki sebanyak 50.000.110 saham atau setara dengan 22,73Yo modal disetor Perusahaan. P nilai nominal saham k split Perubahan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh, dari semula sebanyak 110.000.000 saham menjadi 220.000.000 saham pada tahun 2016, berdasarkan Akta No. 24 tanggal 29 Juni 2016 yang dibuat oleh Notaris Mina Ng, S.H., SPN., M.Kn., dan telah dilaporkan ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0063603 tanggal 1 Juli 2016. Perubahan antara lain meliputi perubahan anggaran dasar untuk pemecahan nilai nominal (stock split) dengan rasio pemecahan nilai nominal saham sebesar 1 : 2 (satu banding dua) dari sebelumnya nilai nominal saham Rp 100,- per lembar saham menjadi Rp 50,- per lembar saham. TAMBAHAN MODAL DISETOR Saldo tambahan modal disetor Perusahaan terdiri dari: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Agio saham 6.000.000.000 6.000.000.000 Biaya emisi saham (1.784.434.315) (1.784.434.315) Pengampunan pajak 50.000.000 50.000.000 Jumlah tambahan modal disetor - bersih 4.265.565.685 4.265.565.685
Page 29 OCR 0.946
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. 16. 1, 18. SALDO LABA YANG DICADANGKAN Saldo laba yang dicadangkan per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Saldo awal 146.324.338 146.324.338 Penambahan - - Saldo akhir 146.324.338 146.324.338 Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib dengan ketentuan sebagai berikut: a. Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih setiap tahun buku untuk dana cadangan. b. Kewajiban penyisihan untuk dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku, apabila perseroan mempunyai saldo laba yang positif. c. Penyisihan laba bersih sebagimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan sampai cadangan mencapai paling sedikit 2044 (dua puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. « Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 yang belum mencapai jumlah sebagaimana dimaksud pada ayat 2, hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian yang tidak dapat dipenuhi oleh cadangan lain. Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, maka Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak membuat cadangan wajib dikarenakan saldo laba belum cukup mencapai paling sedikit 2096 dari Jumlah modal yg ditempatkan dan disetor. PENDAPATAN Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Penjualan hasil tambang 93.000.000 78.750.000 Jumlah 93.000.000 78.750.000 BEBAN POKOK PENDAPATAN Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Pembelian hasil tambang - - Jumlah - y BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Gaji dan tunjangan 452.047.972 424.420.812 Keanggotaan 66.600.000 281.856.500 Profesi penunjang - 202.974.358 Pajak penghasilan Pasal 21 21.140.430 - Transportasi dan beban umum lainnya 381.100 1.000.000 Penyusutan (Catatan 8) 2.109.390 2.109.390 Alat tulis kantor 202.500 749.817 Lain-lain 10.347.106 21.244.062 Jumlah 552.828.498 934.354.939 aa
Page 30 OCR 0.944
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. 20. 2 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH Rincian pendapatan (beban) lain-lain adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Pendapatan bunga bersih 10.903 573.335 Administrasi bank (155.400) (533.600) Denda Pajak (4.595.823) (446.990) Jumlah (4.740.320) (407.255) RUGI PER SAHAM Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan. 30 Juni 2026 30 Juni 2025 Rugi bersih (464.568.818) (856.012.194) Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar 220.000.000 220.000.000 Rugi per saham (dalam satuan Rupiah penuh) (211) (3,89) Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar per tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 telah sepenuhnya berjumlah 220.000.000 saham, terhitung sejak Perusahaan melaksanakan perubahan (pemecahan) nilai nominal saham atau stock split pada tanggal 2 Agustus 2016. Jumlah saham beredar semula sebanyak 110.000.000 saham dengan nominal sebesar Rp. 100,- per saham menjadi sebanyak 220.000.000 saham dengan nominal Rp. 50,- per saham. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Rincian pihak-pihak berelasi beserta sifat hubungannya adalah sebagai berikut: Perusahaan yang Sifat hubungan Sifat transaksi berelasi ” Entitas induk dan pemegang Utang lain-lain — pihak PT Aims Indo Investama saham pengendali berelasi Rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Utang lain-lain — pihak berelasi PT Aims Indo Investama 1.373.862.257 1.151.282.257 Jumlah 1.373.862.257 1.151.282.257 Persentase terhadap jumlah liabilitas 33,25Y9 32,49Yo Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Aims Indo Investama yang digunakan untuk keperluan operasional. Utang ini tidak berbunga dan tidak mempersyaratkan agunan, serta tidak berjangka- waktu. -2-
Page 31 OCR 0.955
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING a). b). Cc). Pada tanggal 23 Maret 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Pertama) menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources (sebagai Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut: - Pihak Pertama berkontribusi sebagai penyedia modal kerja serta memiliki jaringan pemasaran yang akan membiayai dan membantu kegiatan usaha Pihak Kedua dalam melakukan pekerjaan pertambangan. - Pihak Kedua adalah perusahaan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), memiliki peralatan kerja, armada angkut dan tenaga ahli. - Pihak Pertama akan menerima hasil produksi pekerjaan tambang dari Pihak Kedua untuk selanjutnya diserahterimakan kepada Pihak Ketiga atau pengguna akhir (end user). - Pihak Pertama akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) per metrik ton. - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna akhir (end user). - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 10 (sepuluh) bulan dan akan berakhir pada tanggal 22 Desember 2020 dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 31 Maret 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (sebagai Pihak Pertama) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut: - Pihak Pertama adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP- OP) tambang batubara yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. - Pihak Pertama bertindak sebagai pembeli jasa dan menerima hasil pekerjaan pertambangan dari Pihak Kedua. - Pihak Kedua bertindak sebagai representatif dari atau gualitate gua (4g) PT Ansaf Inti Resources sebagai pelaksana kegiatan penambangan di wilayah tambang milik Pihak Pertama. - Pihak Kedua dapat memberikan konsultasi kepada Pihak Pertama dan dapat melakukan upaya pemasaran bagi produk-produk tambang Pihak Pertama. - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak 22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) metrik ton batubara, 4/- 596. - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 10 (sepuluh) bulan dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan dapat diperpanjang. Kedua perjanjian pada butir a) dan b) di atas telah sepenuhnya terlaksana, hak dan kewajiban masing-masing pihak terpenuhi, dan karenanya kedua perjanjian tersebut telah berakhir. Pada tanggal 21 Desember 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Pertama) menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources (sebagai Pihak Kedua), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir a), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, kecuali jangka waktu yaitu: - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang.
Page 32 OCR 0.945
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) d). e). 9. h). Pada tanggal 21 Desember 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (sebagai Pihak Pertama), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir b), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, kecuali volume dan jangka waktu yaitu: - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak 180.000 (seratus delapan puluh ribu) metrik ton batubara, 4/- 545. - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang. Berkaitan dengan lingkup perjanjian pada butir d) di atas, pada tanggal 1 Oktober 2021 Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (BPS), dimana Pihak Kedua memperoleh marjin perdagangan sebesar AS$ 1 per ton dari BPS untuk pelanggan ekspor yang diperoleh Perusahan atas pembelian hasil produksi tambang BPS. Pada tanggal 1 November 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Batubara dengan PT Agung Perdana Sakti (APS), dimana Perusahaan akan memberikan marjin perdagangan sebesar AS$ 1 per ton kepada APS untuk pelanggan domestik yang diperoleh APS atas pembelian hasil produksi tambang PT Bumi Petangis. Berkaitan dengan lingkup perjanjian pada butir d) di atas, pada tanggal 1 November 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (BPS), dimana Perusahaan memperoleh marjin perdagangan sebesar AS$ 2 per ton dari BPS untuk pelanggan domestik yang diperoleh Perusahaan atas pembelian hasil produksi tambang BPS. Pada tanggal 20 Desember 2021 Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources (AIR), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir c), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, kecuali jangka waktu yaitu: - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 20 Desember 2021 Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (BPS), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir d), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, yaitu: - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak 180.000 (seratus delapan puluh ribu) metrik ton batubara, #/- 545. - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 10 Oktober 2017, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Batubara dengan PT Fatahillah Cahaya Mandiri, selaku pihak penjual, dengan ketentuan sebagai berikut: - Spesifikasi : GCV (ARB) 3,500 Kcal/Kg - Jumlah : 100.000 metric ton - Periode pengiriman £ Oktober 2017 — September 2018 - Syarat perdagangan: FOB Trimming
Page 33 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) k). Pada tanggal 10 Oktober 2017, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Batubara dengan Star Circle Capital Ltd, selaku pihak pembeli, dengan ketentuan sebagai berikut: - Spesifikasi : GCV (ARB) 3,500 Kcal/Kg - Jumlah : 100.000 metric ton - Periode pengiriman $ Oktober 2017 — September 2018 - Syarat perdagangan t FOB Trimming I). Pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Batubara mewajibkan Perusahaan mengurus perizinan Surat Izin Usaha Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI, serta seterusnya wajib memperoleh Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) Pengangkutan dan Penjualan Batubara di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, melalui persyaratan dan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba). m). Perjanjian pada butir j) dan k) sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 belum terlaksana, dikarenakan pihak-pihak yang berpengikatan dalam perjanjian belum berhasil memperoleh perizinan yang dimaksud, namun terus berupaya mengurus IUP-OPK mengikuti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, tanggal 10 Juni 2020. n). Pada tanggal 27 Mei 2024 PT Agung Perdana Sakti (sebagai Pihak Pertama) menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut: - Para Pihak sepakat dan setuju untuk bekerjasama dalam bidang pekerjaan / jasa pertambangan batubara, dengan bidang pekerjaan Konsultasi, Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengujian Peralatan. - Pihak Kedua akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp 13.000,- (tiga belas ribu Rupiah) per metrik ton. - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna akhir (end user). - Jangka waktu perjanjian berlaku selama 1 (satu) bulan dan akan berakhir pada tanggal 26 Juni 2024 dan dapat diperpanjang. 0). Pada tanggal 07 September 2024 PT Agung Perdana Sakti (sebagai Pihak Pertama) menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut: - Para Pihak sepakat dan setuju untuk bekerjasama dalam bidang pekerjaan / jasa pertambangan batubara, dengan bidang pekerjaan Konsultasi, Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengujian Peralatan. - Pihak Kedua akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp 10.500,- (sepuluh ribu limas ratus Rupiah) per metrik ton. - Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna akhir (end user). - Jangka waktu perjanjian berlaku sampai dengan telah dilakukannya seluruh kewajiban para pihak.
Page 34 OCR 0.921
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 23. INSTRUMEN KEUANGAN Instrumen keuangan telah dialokasikan berdasarkan klasifikasinya. Kebijakan akuntansi penting pada Catatan 2g menjelaskan bagaimana setiap kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) atas nilai wajar diakui. Pengelompokan aset dan keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan Kas dan bank Piutang usaha Jumlah aset keuangan Liabilitas keuangan Beban akrual Utang lain-lain - pihak berelasi Jumlah liabilitas keuangan Aset keuangan Kas dan bank Jumlah aset keuangan Liabilitas keuangan Beban akrual Utang lain-lain - pihak berelasi Jumlah liabilitas keuangan Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut: liabiltas keuangan telah diklasifikasikan menjadi instrumen 30 Juni 2026 Asetkeuanganyang Liabilitas keuangan diukur pada biaya yang diukur pada perolehan biaya perolehan Nilai tercatat Nilai wajar diamortisasi diamortisasi 6.874.222 - 6.874.222 6.874.222 101.370.000 - 101.370.000 101.370.000 108.244.222 - 108.244.222 108.244.222 - 1.289.541.734 1.289.541.734 1.289.541.734 1.373.862.257 1.373.862.257 1.373.862.257 - 2.663.403.991 2.663.403.991 2.663.403.991 31 Desember 2025 Asetkeuanganyang Liabilitas keuangan diukur pada biaya yang diukur pada " perolehan biaya perolehan Nilai tercatat Nilai wajar diamortisasi diamortisasi 64.402.300 - 64.402.300 64.402.300 64.402.300 - 64.402.300 64.402.300 - 955.330.814 955.330.814 955.330.814 1.151.282.257 1.151.282.257 1.151.282.257 2.106.613.071 2.106.613.071 2.106.613.071 # Nilai wajar kas dan bank, piutang usaha dan beban akrual mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
Page 35 OCR 0.955
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 24. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Perusahaan memiliki risiko bisnis antara lain adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko permodalan yang timbul dari kegiatan usaha. Pihak manajemen terus memantau manajemen risiko Perusahaan untuk mengelola keseimbangan antara risiko dengan pengendalian. Kebijakan dan sistem manajemen risiko selalu ditelaah untuk mencerminkan perubahan kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan. a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak yang diakui dan kredibel. Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kualitas kredit setiap kelas aset keuangan yang belum jatuh tempo dan belum mengalami penurunan nilai berdasarkan peringkat Perusahaan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 Konsentrasi resiko Pihak berelasi Pihak ketiga Eksposur maksimum Kas dan bank - 6.874.222 6.874.222 Piutang usaha - 101.370.000 101.370.000 - 108.244.222 108.244.222 31 Desember 2025 Konsentrasi resiko Pihak berelasi Pihak ketiga Eksposur maksimum Kas dan bank - 64.402.300 64.402.300 b. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas keuangan karena kekurangan dana. Pemaparan Perusahaan terhadap risiko likuiditas pada umumnya timbul dari ketidakcocokan jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas. Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit. -32-
Page 36 OCR 0.913
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 24. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) b. Risiko Likuiditas (lanjutan) Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 : 30 Juni 2026 Jatuh tempo Jumlah 2027 20z8dan Nilai wajar seterusnya Liabilitas keuangan Beban akrual 1.289.541.734 — 1.289.541.734 H0 1289541734 Utang lain-lain -pihak berelasi 1.373.862.257 - 1373862257 1.373.862.257 Jumlah 2.663.403.991 1.289.541.734 1.373.862.257 2.663.403.991 31 Desember 2025 Jatuh tempo Jumlah 2026 22ygan Nilai wajar seterusnya Liabilitas keuangan Beban akrual 955.330.814 955.330.814 - 955.330.814 Utang lain-lain -pihak berelasi 1.151.282.257 - 151282257 1.151.282.257 Jumlah 2.106.613.071 955.330.814 1151.282257 2.106.613.071 Cc. Risiko Permodalan Tujuan Perusahaan mengatur modal adalah untuk menjaga kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan usaha yang terus menerus supaya memberikan keuntungan kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya dan untuk mempertahankan struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal. Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Perusahaan, profitabilitas masa sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Sebagaimana praktik yang berlaku umum. Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio liabilitas terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara utang bersih dengan modal.
Page 37 OCR 0.937
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2026 Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 24. 25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) c. Risiko Permodalan (lanjutan) Utang liabilitas adalah jumlah liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan dikurangi dengan jumlah kas dan bank. Sedangkan modal meliputi seluruh ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemegang ekuitas Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut: 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Jumlah liabilitas 4.131.372.061 3.543.210.711 Dikurangi: kas dan bank (6.874.222) (64.402.300) Liabilitas bersih 4.124.497.839 3.478.808.411 Jumlah ekuitas 284.802.431 749.371.249 Pe aan bersih terhadap 14,48 x 4,64 x KELANGSUNGAN USAHA Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa Perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Sebagai bagian dari manajemen risiko untuk memastikan kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, manajemen Perusahaan telah dan akan melakukan langkah-langkah, antara lain sebagai berikut: e Menjalankan kerjasama dengan perusahaan lain untuk menjalankan proyek khusus dibidang pertambangan batubara. e Bekerjasama dengan mitra bisnis untuk membangun kembali bisnis Perusahaan kedepannya, dan terlibat sebagai mitra bisnis dalam penyediaan batubara. # Melanjutkan kembali proyek-proyek yang sempat tenunda. # Mengupayakan pendanaan melalui Corporate Action, dan Project Funding untuk menjalankan keberlangsungan usaha. Berdasarkan langkah-langkah dan rencana tersebut serta dukungan keuangan dari pemegang saham, manajemen Perusahaan yakin bahwa kelangsungan usaha Perusahaan akan dapat dipertahankan, minimal dalam satu tahun ke depan.
Page 38 OCR 0.920
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA TBK Jl. Cipaku 1 No. 3 Petogogan Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170 Phone: 021-7221279 Website: www.aimsinvestama.com Email: Info@aimsinvestama.com
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hanifa Halim
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
· Notaris
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
Bapepam-LK
p.8 ×4
unresolved
person
H. Mohammad Rafil Perdana Endru Adhikara Akhmad Ali
p.9
unresolved
person
Ali Fahmi Endru Adhikara Putri Permata Sari
p.9
unresolved
person
Anton Hidayat
p.9
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.24
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25
unresolved
org
PT Deita Wibawa Bersama
p.27
unresolved
person
Miki Tanumiharja
· Notaris
p.27
unresolved
org
PT Duta Investama Nusantara
p.27
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.28
unresolved
person
Mina Ng
p.28
unresolved
person
SPN.
p.28
unresolved
org
PT Ansaf Inti Resources
p.31 ×4
unresolved
org
PT Bumi Petangis
p.31 ×5
unresolved
org
PT Agung Perdana Sakti
p.32 ×3
unresolved
org
PT Bumi Petangis. Berkaitan
p.32
unresolved
org
PT Fatahillah Cahaya Mandiri
p.32
unresolved
org
Star Circle Capital Ltd
p.33
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.33
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
p.33
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.