Back to announcement
20250919_FILM_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31951149_lamp1.pdf
Other Text extracted FILMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Jakarta, 19 September 2025 Nomor : 050/FILM-BEI/IX/2025 Perihal : Tanggapan Permintaan Penjelasan Kepada Yth, Kepala Divisi Penilai Perusahan 2 PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, Lantai 4 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190 Dengan hormat, Merujuk surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-10906/BEI.PP2/09-2025 tanggal 18 September 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, maka dengan ini kami sampaikan penjelasan sebagaimana terlampir. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT MD Entertainment Tbk Fadel Ramadhia Corporate Secretary
Page 2
PERMINTAAN PENJELASAN BURSA
1. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025, Perseroan memiliki penjualan sebesar
Rp304 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp87 miliar (40%) dibandingkan
penjualan per 30 Juni 2024 yaitu sebesar Rp217 miliar. Sementara itu per rugi bersih
Perseroan per 30 Juni 2025 yaitu sebesar Rp56,8 miliar dibandingkan posisi laba bersih per
30 Juni 2024 yaitu sebesar Rp77 miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang Perseroan memperoleh rugi bersih per 30 Juni 2025 dan upaya Perseroan
di masa mendatang untuk memperoleh laba bersih.
Tanggapan:
Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 memperoleh kerugian bersih sebesar
Rp56,8 miliar yang disebabkan oleh:
- Konsolidasi Laporan Keuangan: Pada Oktober 2024, Perseroan mengakuisisi PT
MDTV Media Technologies Tbk (“MDTV”) dengan kepemilikan sebesar 80,05%.
Kerugian di laporan Perseroan karena konsolidasi rugi entitas anak.
- Beban Bunga: tingginya biaya bunga dari utang jangka panjang yang diambil
Perseroan dalam proses Akuisisi MDTV.
Upaya yang dilakukan Perseroan dalam memperoleh laba adalah dengan melakukan hal-
hal sebagai berikut:
- Aksi Korporasi Right Issue: Pada bulan Juli 2025, Perseroan telah sukses melakukan
penghimpunan dana melalui skema Right Issue I sebesar Rp 792 miliar. Tujuan
penggunaan dana tersebut dimaksudkan untuk melunasi utang jangka panjang.
- Strategi Operasional: Perseroan akan berfokus kepada peningkatan kinerja,
peningkatan kualitas konten dan meningkatkan sinergi dengan Entitas Anak di
segmen televisi.
b. Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan untuk 30 Juni 2025 dan apakah
berdasarkan pertimbangan Perseroan, apakah nilai pendapatan per 30 Juni 2025 telah
menunjukkan kinerja Perseroan yang optimal? Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
Tanggapan:
Peningkatan tersebut dampak dari Konsolidasi Laporan Keuangan dengan MDTV,
termasuk pendapatan dari segmen Televisi. Meskipun pendapatan Perseroan meningkat,
Perseroan masih dalam fase integrasi dan optimasi pasca Akusisi. Nilai pendapatan
tersebut dianggap belum sepenuhnya optimal tetapi menunjukan tren positif.
c. Bagaimana upaya Perseroan untuk dapat memperoleh stabilitas pendapatan yang
berkesinambungan? Agar dapat dijelaskan.
Tanggapan:
- Pengembangan Konten Berkualitas: Perseroan berfokus pada produksi konten
dengan kualitas tinggi dan berpotensi tinggi dalam meraih rating serta engagement
penonton.
- Monetisasi Konten: Perseroan berupaya meningkatkan pendapatan dari hak siar
ulang dan licensing.
- Efisiensi Produksi: Menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas, sehingga
margin dapat meningkat seiring dengan stabilnya pendapatan.
Page 3
2. Berdasarkan perhitungan rasio kinerja keuangan, Perseroan memiliki rasio laba kotor per 30
Juni 2024 yaitu sebesar 66% sementara rasio laba kotor per 30 Juni 2025 yaitu sebesar 55%,
dengan demikian terdapat penurunan rasio laba kotor sebesar 11%. Agar Pereroan dapat
menjelaskan:
a. Latar belakang rasio laba kotor Perseroan pada tahun 2025.
Tanggapan:
Penurunan ini terutama disebabkan oleh munculnya beban pokok penjualan dari segmen
penyiaran, yang pada tahun 2024 belum memberikan kontribusi terhadap struktur biaya.
Pada 30 Juni 2025, beban pokok penjualan dari segmen tersebut menyumbang sebesar
43,41% dari total, sementara pendapatannya hanya berkontribusi sebesar 15,80%.
Ketimpangan ini menunjukkan bahwa segmen penyiaran memberikan dampak signifikan
terhadap penurunan rasio laba kotor di periode tersebut.
b. Bagaimana Perseroan menilai apakah rasio laba kotor tersebut telah optimal bagi
Perseroan? Agar dijelaskan.
Tanggapan:
Perseroan menilai bahwa rasio laba kotor sebesar 55% masih berada dalam rentang yang
wajar untuk industri kreatif yang sangat dinamis. Namun, Perseroan menyadari masih
terdapat ruang untuk berkembang dan terus berupaya untuk mengejar efisiensi guna
mendekati tingkat margin historis.
c. Upaya Perseroan untuk dapat meningkatkan rasio laba kotor Perseroan.
Tanggapan:
- Efisiensi Proses Produksi: Menerapkan teknologi digital dalam proses
pascaproduksi untuk memangkas waktu dan biaya.
- Optimalisasi Sumber Daya: Perseroan melakukan efisiensi struktur organisasi dan
sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya
operasional.
- Analisis Data: Menggunakan data analisis untuk memprediksi keberhasilan suatu
program dan mengalokasikan budget produksi secara lebih efektif.
3. Pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain per 30 Juni 2025, Perseroan
memiliki beban lain-lain sebesar Rp47,3 miliar dan provisi atas sengketa pajak sebesar
Rp37,4 miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Perincian beban lain-lain per 30 Juni 2025 sebesar Rp47,3 miliar berdasarkan nature dan
latar belakang dari peningkatan beban lain-lain tersebut.
Tanggapan:
Berikut ini perincian beban lain-lain per 30 Juni 2025 :
Keterangan Nilai Nature dan Latar Belakang
Beban Keuangan 37.142.645.269 Beban bunga pinjaman bank*
Rugi Penjualan Aset Tetap 4.731.752.641 Kerugian dari penjualan aset tetap**
Administrasi Bank 200.190.765 Biaya administrasi bank
Cadangan Penurunan Nilai Pencadangan atas penurunan nilai piutang usaha
4.592.548.722
Piutang Usaha
Selisih Kurs 190.625.247 Kerugian selisih kurs
Lain-Lain 517.095.351 Beban lainnya
TOTAL 47.374.857.996
Page 4
* Beban bunga bank untuk periode Januari hingga Juni 2025 berasal dari fasilitas
pinjaman Bank Mandiri yang diterima pada Oktober 2024. Pokok pinjaman tersebut
telah dilunasi pada tanggal 1 Agustus 2025.
** Pasca pemindahan lokasi operasional entitas anak, perseroan melepas sejumlah
aset tetap yang tidak lagi relevan secara fungsional, sebagai langkah efisiensi dan
optimalisasi aset.
b. Penjelasan terkait nature dari provisi pajak sebesar Rp37,4 miliar dengan melengkapi
tabel berikut ini:
Tanggapan:
Provisi pajak sebesar Rp37,4 miliar terdiri dari hasil keputusan atas keberatan yang
menambahkan nilai kurang bayar pajak sebesar Rp22.475.188.892 dan Sanksi
Administrasi Pasal 27 (5d) KUP sebesar Rp15.000.218.899. Berikut ini tabel rincian nilai
provisi pajak :
Penambahan Sanksi
Jenis dan No STP Sanksi Putusan Pengadilan Dari Administrasi
Tanggal Jumlah
Masa Pajak Administasi Pajak Keputusan Pasal 27 (5d)
Keberatan KUP
PUT-
PPN Masa
22/11/2024 00009/110/19/054/24 001198.16/2023/PP/M.IA 911.852.975 547.111.785 1.458.964.760
Januari 2019
TAHUN 2024
PPN Masa PUT-
Februari 22/11/2024 00008/110/19/054/24 001197.16/2023/PP/M.IA 608.084.437 364.874.662 972.959.099
2019 TAHUN 2024
PUT-
PPN Masa
22/11/2024 00007/110/19/054/24 001199.16/2023/PP/M.IA 3.535.126.073 2.121.075.644 5.656.201.717
Maret 2019
TAHUN 2024
PUT-
PPN Masa
22/11/2024 00006/110/19/054/24 001200.16/2023/PP/M.IA 1.421.801.200 853.080.720 2.274.881.920
April 2019
TAHUN 2024
PUT-
PPN Mas
22/11/2024 00013/110/19/054/24 001201.16/2023/PP/M.IA 1.524.264.960 914.558.976 2.438.823.936
Mei 2019
TAHUN 2024
PUT-
PPN Masa
22/11/2024 00015/110/19/054/24 001202.16/2023/PP/M.IA 1.070.440.026 642.264.016 1.712.704.042
Juni 2019
TAHUN 2024
PPN Masa PUT-
Agustus 22/11/2024 00012/110/19/054/24 001204.16/2023/PP/M.IA 1.595.716.706 957.430.024 2.553.146.730
2019 TAHUN 2024
PPN Masa PUT-
September 22/11/2024 00011/110/19/054/24 001205.16/2023/PP/M.IA 3.741.045.614 2.244.627.368 5.985.672.982
2019 TAHUN 2024
PPN Masa PUT-
Oktober 22/11/2024 00010/110/19/054/24 001206.16/2023/PP/M.IA 5.037.221.527 3.030.741.408 8.067.962.935
2019 TAHUN 2024
PPN Masa PUT-
Desember 22/11/2024 00014/110/19/054/24 001208.16/2023/PP/M.IA 3.029.635.374 3.324.454.296 6.354.089.670
2019 TAHUN 2024
TOTAL 22.475.188.892 15.000.218.899 37.475.407.791
c. Pada Catatan atas laporan Keuangan (CALK) nomor 7 terkait dengan Perpajakan, pada
bagian utang pajak, terdapat utang pajak PPh Pasal 29 sebesar Rp13,4 miliar dan
denda/tagihan pajak sebesar Rp11 miliar. Agar dapat dijelaskan:
i. Tahun atau masa pajak dari PPh Pasal 29 sebesar Rp13,4 miliar.
Tanggapan:
Nilai utang pajak PPh Pasal 29 sebesar Rp13,4 miliar merupakan perhitungan pajak
penghasilan badan untuk periode Januari hingga Juni tahun 2025.
Page 5
Perseroan menghitung pajak penghasilan dari Laba Fiskal 1 tahun, sehingga utang
pajak PPh Pasal 29 akan mengalami perubahan di akhir tahun sesuai dengan kinerja
Perseroan selama 1 tahun penuh.
ii. Status pembayaran / pelunasan dari Perseroan atas PPh pasal 29 tersebut.
Tanggapan:
Pembayaran PPh pasal 29 untuk tahun 2025 akan dibayarkan sesuai dengan
ketentuan yaitu paling lambat tanggal 30 April 2026.
iii. Latar belakang dari terdapatnya denda dan tagihan pajak sebesar Rp11 miliar.
Tanggapan:
Denda dan tagihan pajak sebesar Rp 11 miliar merupakan bagian dari Sanksi
Administrasi Pasal 27 (5d) KUP sebesar Rp15.000.218.899. Dimana sampai dengan
laporan keuangan per 30 Juni 2025 perusahaan telah membayar sebesar Rp
3.966.718.312. Sisanya sebesar Rp11.033.500.587 belum di bayar karena sistem
coretax tidak bisa membuat kode billing. Berikut ini tabel informasi terkait Sanksi
Administrasi :
Tanggal Putusan Pengadilan
Penerbitan/ Nomor STP/ Pajak/ Nilai Denda/
Issue Date STP Number Tax Court Decision Fine Amount Catatan
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00009/110/19/054/24 001198.16/2023/PP/M.IA 547.111.785
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00008/110/19/054/24 001197.16/2023/PP/M.IA 364.874.662
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00007/110/19/054/24 001199.16/2023/PP/M.IA 2.121.075.644
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00006/110/19/054/24 001200.16/2023/PP/M.IA 853.080.720
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00013/110/19/054/24 001201.16/2023/PP/M.IA 914.558.976
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tersedia di
22/11/2024 00015/110/19/054/24 001202.16/2023/PP/M.IA 642.264.016
Coretax
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00012/110/19/054/24 001204.16/2023/PP/M.IA 957.430.024
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00011/110/19/054/24 001205.16/2023/PP/M.IA 2.244.627.368
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tidak tersedia
22/11/2024 00010/110/19/054/24 001206.16/2023/PP/M.IA 3.030.741.408
/ tidak bisa dibuat
TAHUN 2024
PUT-
Kode Billing tersedia di
22/11/2024 00014/110/19/054/24 001208.16/2023/PP/M.IA 3.324.454.296
Coretax
TAHUN 2024
TOTAL 15.000.218.899
iv. Status pembayaran/pelunasan dari denda dan tagihan pajak.
Tanggapan:
Pelunasan atas Sanksi Administrasi sebesar Rp11.033.500.587 telah dilunasi pada
tanggal 26 Agustus 2025 setelah kode biling telah tersedia di sistem coretax.
Page 6
4. Sehubungan dengan bisnis dan operasional, bagaimana upaya Perseroan untuk dapat
kompetitif di tengah persaingan bisnis rumah produksi film dan entertainment di Indonesia
saat ini? Agar dapat dijelaskan mencakup positioning Perseroan dan kesempatan
(opportunity) yang dapat digarap oleh Perseroan saat ini.
Tanggapan:
Positioning: Rumah Produksi Terbesar se-Asia Tenggara dengan market share terbesar di
Indonesia
Strategi:
- Ekspansi Digital
Memperdalam penetrasi pasar dengan menjadi pemasok konten utama untuk platform
global seperti Nteflix, Disney+ dan platform lainnya
- Globalisasi Konten
Memperluas penjualan konten film lokal ke luar negeri seperti US, Thailand, Vietnam dan
negara lainnya.
- Kualitas Konten
Selalu berinovasi dalam pembuatan alur cerita sampai dengan hasil produksi agar dapat
dinikmati oleh seluruh lapisan masyrakat.
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
Media Technologies Tbk
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.