Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 20
Page 1
Page 2
Presentasi ini disusun khusus untuk keperluan Paparan Publik PT Janu Putra Sejahtera Tbk (“Perseroan”) pada tanggal 30, Juli 2026. Seluruh informasi di dalamnya merupakan gambaran umum mengenai kinerja bisnis Perseroan pada saat tanggal penyampaian, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Presentasi ini dapat memuat pernyataan-pernyataan mengenai pandangan atau proyeksi masa depan yang mengandung risiko serta ketidakpastian. Hasil dan pencapaian aktual di masa mendatang dapat berbeda secara signifikan dari yang diungkapkan dalam proyeksi tersebut, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, ketidakpastian, dan asumsi. Oleh karena itu, Perseroan menghimbau agar para pemangku kepentingan menggunakan informasi dalam presentasi ini secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan investasi atau bisnis.
Page 3
Sekilas Tentang Perseroan PT Janu Putra Sejahtera Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) didirikan pada tahun 2007 dan telah berkembang menjadi salah satu pelaku usaha terkemuka di sektor perunggasan (poultry) di Indonesia. Dengan komitmen pada inovasi, kualitas, dan keberlanjutan, Perseroan terus menghadirkan produk dan layanan unggulan bagi konsumen di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan mencakup: ➢ Pembibitan ayam ( Grand Parent Stock dan Parent Stock) ➢ Penetasan Telur (hatchery) ➢ Budidaya ayam ras pedaging (broiler) ➢ Budidaya ayam ras petelur (layer) ➢ Kegiatan rumah potong ayam (RPA) Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan perluasan pasar, Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham AYAM pada tanggal 30 November 2023, menjadikan statusnya resmi sebagai Perusahaan Terbuka (Tbk).
Page 4
Page 5
Jakarta, … …. 2025
Page 6
Jajaran Direksi dan Komisaris
Page 7
Kinerja Keuangan Perseroan
Kinerja Penjualan FY 2024 vs FY 2025
Penjualan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2025 tercatat sebesar Rp267.063 juta, menurun sebesar
Rp94.281 juta atau 26,10% dibandingkan dengan penjualan tahun
2024 yang sebesar Rp361.344 juta. Penurunan tersebut dipengaruhi
oleh dinamika industri perunggasan sepanjang tahun 2025,
termasuk fluktuasi harga ayam hidup (live bird), perubahan kondisi
pasar, serta penyesuaian volume penjualan. Menyikapi kondisi
tersebut, Perseroan terus melakukan optimalisasi operasional,
meningkatkan efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta memperluas
jaringan pemasaran untuk memperkuat daya saing dan mendukung
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Page 8
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Aset FY 2025 vs FY 2024
Total aset Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp510.502 juta, meningkat sebesar Rp42.682 juta atau 9,12%
dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yang sebesar Rp467.820
juta. Peningkatan tersebut mencerminkan penguatan kapasitas
operasional dan posisi keuangan Perseroan seiring dengan
optimalisasi aset dalam mendukung kegiatan usaha. Perseroan
akan terus mengelola aset secara efektif dan produktif guna
meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat bisnis
terintegrasi, serta mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan..
Page 9
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Liabilitas FY 2025 vs FY 2024
Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp301.707 juta, meningkat sebesar Rp41.637 juta atau 15,99%
dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yang sebesar Rp260.070 juta.
Peningkatan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas
operasional dan kebutuhan modal kerja Perseroan dalam mendukung
pengembangan usaha. Perseroan memastikan setiap penambahan
liabilitas tetap dikelola secara terukur, dengan mempertimbangkan
kemampuan arus kas, profil jatuh tempo, serta kebutuhan pendanaan
operasional, sehingga tetap menjaga fleksibilitas keuangan dan
mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Page 10
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Ekuitas FY 2024 vs FY 2025
Total ekuitas Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat
sebesar Rp208.796 juta, meningkat sebesar Rp1.046 juta atau
0,50% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yang sebesar
Rp207.750 juta. Peningkatan tersebut mencerminkan
terjaganya posisi permodalan Perseroan di tengah dinamika
industri perunggasan sepanjang tahun 2025. Perseroan
senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam
mengelola struktur permodalan, dengan tetap menjaga
keseimbangan antara kebutuhan pendanaan, efisiensi
operasional, dan penguatan fundamental keuangan. Ke depan,
Perseroan akan terus memperkuat struktur permodalan
sebagai landasan untuk mendukung pengembangan usaha,
meningkatkan daya saing, serta menciptakan pertumbuhan
yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Page 11
Kinerja Keuangan Perseroan
Kinerja Penjualan Kuartal I 2026 vs Kuartal I 2025
Penjualan Perseroan pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp56.394 juta, menurun sebesar
Rp48.412 juta atau 46,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang
sebesar Rp104.805 juta. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh dinamika industri
perunggasan pada awal tahun 2026, yang masih diwarnai oleh fluktuasi harga ayam hidup
(live bird), pelemahan daya beli di beberapa wilayah, serta tekanan biaya produksi akibat
volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap bahan baku impor pakan. Menyikapi kondisi tersebut,
Perseroan terus mengoptimalkan efisiensi operasional, memperkuat pengelolaan biaya,
serta meningkatkan produktivitas di seluruh rantai bisnis. Di sisi lain, Perseroan juga terus
memperluas peluang pasar melalui penguatan jaringan distribusi, pengembangan segmen
modern trade, pelanggan korporasi dan institusi, serta dukungan terhadap Program Makan
Bergizi Gratis (MBG). Perseroan optimis bahwa strategi diversifikasi pasar dan penguatan
bisnis terintegrasi akan menjadi fondasi untuk mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan..
Jakarta, 30 Juli 2026
Page 12
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Aset Kurtal I 2026 vs Kuartal I 2025
Total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar
Rp520.440 juta, meningkat sebesar Rp33.245 juta atau 6,82%
dibandingkan posisi 31 Maret 2025 yang sebesar Rp487.195 juta.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset
lancar yang mencapai Rp285.373 juta, dibandingkan Rp249.992
juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan aset
lancar terutama berasal dari peningkatan nilai aset biologis,
persediaan, serta biaya dibayar di muka dan uang muka, seiring
dengan kebutuhan operasional dan pengembangan kegiatan
usaha Perseroan. Perseroan akan terus mengoptimalkan
pengelolaan aset secara produktif guna mendukung efisiensi
operasional, memperkuat bisnis terintegrasi, dan menciptakan
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan
.
Jakarta, 1 Des 2025
Page 13
Kinerja Keuangan Perseroan Kuartal
Total Liabilitas Kuartal I 2026 vs Kuartal I 2025
Total liabilitas Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar
Rp306.337 juta, meningkat sebesar Rp30.714 juta atau 11,13%
dibandingkan posisi 31 Maret 2025 yang sebesar Rp275.985 juta.
Peningkatan tersebut terutama berasal dari kenaikan liabilitas
jangka pendek, khususnya utang usaha kepada pihak ketiga, utang
lain-lain, serta beban akrual yang meningkat seiring dengan
bertambahnya aktivitas operasional dan kebutuhan modal kerja
Perseroan. Di sisi lain, Perseroan tetap menjaga struktur liabilitas
secara prudent dengan mengelola kewajiban sesuai kebutuhan
operasional dan kemampuan arus kas, sehingga tetap mendukung
fleksibilitas keuangan serta keberlangsungan pengembangan usaha
Page 14
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Ekuitas Kuartal I 2026 vs Kuartal I 2025
Total ekuitas Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar
Rp214.103 juta, meningkat Rp2.893 juta atau 1,37%
dibandingkan posisi per 31 Maret 2025 yang sebesar Rp211.209
juta. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh akumulasi
laba selama periode berjalan yang memperkuat saldo laba
Perseroan, sehingga struktur permodalan tetap terjaga dengan
baik.
Posisi ekuitas yang semakin kuat mencerminkan kemampuan
Perseroan dalam mempertahankan kesehatan keuangan
sekaligus memberikan landasan yang kokoh untuk mendukung
kegiatan operasional, pengembangan bisnis terintegrasi, serta
optimalisasi berbagai peluang pertumbuhan di masa
mendatang. Perseroan akan terus menerapkan prinsip
pengelolaan keuangan yang prudent dan berkelanjutan guna
menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan daya saing, serta
menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para
pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Jakarta, 1 Des 2025
Page 15
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
PROSPEK
Permintaan protein hewani terus meningkat
Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 287 juta jiwa, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat
terhadap pemenuhan gizi dan konsumsi protein hewani, sehingga menjadi pendorong pertumbuhan permintaan produk ayam dan telur.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penggerak permintaan baru
Pemerintah terus memperluas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau sekitar 82,9 juta
penerima manfaat, sehingga membuka peluang peningkatan permintaan ayam dan telur secara berkelanjutan.
Produksi nasional tetap terjaga
Pemerintah terus menjaga keseimbangan pasokan melalui pengelolaan produksi dan distribusi nasional. Produksi telur nasional
diproyeksikan tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik, sehingga mendukung stabilitas pasokan dan ketahanan pangan.
Prospek industri tetap positif
Prospek industri perunggasan didukung oleh pertumbuhan konsumsi protein hewani, implementasi Program MBG, serta berbagai
kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha yang
memiliki sistem produksi terintegrasi, efisiensi operasional, dan jaringan distribusi yang kuat untuk meningkatkan daya saing dan
memperluas pangsa pasar.
Ekspansi Pasar dan Kemitraan Strategis
Sejalan dengan prospek industri yang positif, Perseroan terus memperluas pangsa pasar melalui penguatan jaringan modern trade,
pelanggan korporasi, dan institusi. Perseroan juga melihat peluang pada perusahaan yang memiliki kebutuhan penyediaan makanan
dalam skala besar, termasuk sektor pertambangan, manufaktur, dan kawasan industri. Melalui program Janu Meet & Connect (JMC),
Perseroan membangun kemitraan strategis dengan menghadirkan solusi produk protein hewani yang berkualitas dan berkelanjutan.
Page 16
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
Tantangan
1- Fluktuasi harga bahan baku pakan dan nilai tukar
Ketergantungan terhadap bahan baku impor, khususnya soybean meal, membuat industri masih menghadapi risiko fluktuasi harga global dan
pelemahan nilai tukar Rupiah yang dapat memengaruhi biaya produksi.
Sumber: Bank Indonesia, Kementerian Pertanian.
2. Volatilitas harga ayam hidup dan telur
Harga ayam hidup (live bird) dan telur masih dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan, pola konsumsi musiman, serta
dinamika distribusi antarwilayah yang berdampak pada margin industri.
3. Persaingan industri dan efisiensi operasional
Persaingan yang semakin ketat mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, biosekuriti, dan
optimalisasi rantai pasok guna menjaga daya saing.
4. Ketidakpastian ekonomi global
Perlambatan ekonomi global, tekanan inflasi, serta perubahan kebijakan perdagangan internasional masih berpotensi memengaruhi biaya
logistik, harga komoditas, dan stabilitas rantai pasok industri perunggasan.
Page 17
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
STRATEGY
1. Memperkuat Bisnis Terintegrasi
Memperkuat bisnis Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), Layer, Broiler, Hatchery, dan Rumah Potong Ayam (RPA) guna
meningkatkan sinergi hulu hingga hilir serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Fokus ke unit bisnis yang low risk dan
potensi margin besar. Menjalin kerjasama atau join venture dengan perusahaan lain yang spesifik di unit bisnis tertentu yang
berkorelasi dengan unit bisnis perusahaan.
2. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Mengoptimalkan efisiensi melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan pakan, biosekuriti, digitalisasi operasional, dan
pengendalian kualitas untuk menjaga daya saing Perseroan.
3. Diversifikasi Pasar dan Penguatan Jaringan Distribusi
Memperluas pangsa pasar melalui modern trade, distributor, sektor Horeca, pelanggan korporasi, serta institusi yang
membutuhkan pasokan pangan secara berkelanjutan, sehingga pertumbuhan usaha tidak bergantung pada satu segmen pasar.
4. Pengembangan Program JMC (Janu Meet & Connect)
Mengembangkan program Janu Meet & Connect (JMC) sebagai sarana membangun kolaborasi dengan perusahaan dan institusi,
sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani serta menghadirkan solusi penyediaan produk
unggas yang berkualitas dan berkelanjutan.
5. Pengembangan Produk Bernilai Tambah
Memperkuat fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA), cold chain, serta mengembangkan produk unggas bernilai tambah untuk
memenuhi kebutuhan pasar modern dan pelanggan institusi.
6. Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Berpartisipasi aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG), sekaligus terus memperluas pasar komersial agar pertumbuhan Perseroan semakin beragam dan berkelanjutan.
Page 18
Page 19
PT Janu Putra Sejahtera Tbk QUESTION & ANSWER
Page 20
PT Janu Putra Sejahtera, Tbk TERIMA KASIH
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16
unresolved
org
Kementerian Pertanian.
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.