Skip to content
Back to announcement

20250916_ADMR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31950390_lamp1.pdf

Other Text extracted ADMR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 15

Page 1
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25                                                                Jakarta, 16 September 2025

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up.:
- Direktur Bapak I Gede Nyoman Yetna
- Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bapak Adi Pratomo Aryanto

Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Merujuk kepada surat dari PT Bursa Efek Indonesia No. S-10491/BEI.PP2/09-2025 tertanggal 11
September 2025 perihal Permintaan Penjelasan (“Surat BEI”), yang diterima oleh PT Alamtri Minerals
Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) (selanjutnya disebut
“Perseroan”) pada tanggal 12 September 2025 melalui SPE OJK-IDXnet, bersama ini kami sampaikan
tanggapan atas Surat BEI, yaitu sebagai berikut.

Kegiatan Operasional

1. Agar dapat dijelaskan mengenai kegiatan operasional usaha Perseroan meliputi:
   a. Optimisme Perseroan atas ekspansi kepada proyek smelter aluminium dengan total kapasitas
      hingga 1,5 juta ton di tahun 2025 hingga tahun-tahun selanjutnya sebagaimana disebutkan
      pada Annual Report tahun 2024.

          Tanggapan:
          Smelter aluminium yang sedang dibangun oleh Perseroan melalui anak perusahaannya, yaitu
          PT Kalimantan Aluminium Industry (“KAI”), diperkirakan akan mulai beroperasi secara
          bertahap (first pot operation) pada akhir 2025. Pada fase pertama, smelter aluminium ini
          diproyeksikan akan memiliki kapasitas produksi sampai 500.000 ton aluminium ingot per
          tahun. Kapasitas produksi ini rencananya akan ditingkatkan hingga 1,5 juta ton aluminium
          ingot per tahun yang terbagi dalam beberapa fase pengembangan di tahun-tahun berikutnya.

    b. Fase dan perkembangan pembangunan saat ini terkait proyek smelter aluminum tersebut.

          Tanggapan:
          Sampai kuartal kedua 2025, pekerjaan struktur baja utama di area smelter aluminium KAI
          telah hampir selesai, diikuti dengan konstruksi bangunan dan pemasangan peralatan utama




 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Cyber 2 Tower, 34th floor | Jl. H.R. Rasuna Said, Blok X-5 No. 13 | Jakarta 12950, Indonesia
 T +6221 2553 3060, 521 1265 F + 6221 2553 3059
Page 2
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



         untuk potroom, sistem anoda, dan fasilitas pendukung. Kemudian di area jetty, peralatan
         utama termasuk alat bongkar muat telah berhasil dipasang, dan pekerjaan konstruksi
         dilanjutkan dengan pemasangan sistem kelistrikan dan kabel. Lalu di area asrama, beberapa
         bangunan telah selesai dibangun, yang dilanjutkan dengan pembangunan struktur utama dan
         utilitas.

Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024

4. Berdasarkan CALK No. 7 tentang Piutang Usaha, Pada periode 30 Juni 2025 Perseroan
   mencatatkan piutang sebesar USD102,46 juta dengan komposisi seluruhnya berada pada posisi
   lancar. Agar dapat dijelaskan:
   a. Penentuan klasifikasi piutang Perseroan sehingga seluruhnya dianggap lancar.

         Tanggapan:
         Piutang-piutang Perseroan memilik term of payment selama 30-45 hari kalender sejak
         pengiriman tagihan dan tidak terdapat pembayaran yang melebihi tanggal jatuh tempo.

    b. Mengingat tidak ada cadangan kerugian yang dibentuk, bisakah dijelaskan proses dan kriteria
       penilaian yang dilakukan manajemen untuk menyimpulkan bahwa tidak ada piutang yang
       impaired? Apakah terdapat jaminan atau collateral untuk piutang-piutang besar tertentu?

         Tanggapan:
         Tidak ada piutang yang impaired dikarenakan semua saldo piutang bersifat lancar. Dalam
         perjanjian-perjanjian penjualan juga terdapat klausul mengenai denda keterlambatan
         pembayaran dan menerapkan penggunaan trade facility (LC) untuk beberapa pelanggan.

    c. Strategi yang dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kolektabilitas piutang usaha di masa
       mendatang.

         Tanggapan:
         Perseroan memiliki klausul pengenaan denda di perjanjian penjualan untuk mengurangi risiko
         telat bayar dari customer.

    d. Pada tabel analisis umur piutang usaha, agar dapat disampaikan status pelunasan piutang
       usaha sampai saat ini:

         Tanggapan:




                                                                                      Halaman 2 dari 15
Page 3
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



      Deskripsi               30 Juni 2025        Realisasi          % Realisasi      Keterangan Jika
                                 (USD)          Penerimaan                            Belum Diterima
                                               Sampai Saat Ini
                                                   (USD)
 Lancar                          102.461.125       101.302.344                99% Masih      dalam
                                                                                  proses
                                                                                  pembayaran
 Jatuh tempo:
 1-30 hari
 31-60 hari
 >60 hari
        Total                    102.461.125

5. Berdasarkan CALK No. 8 tentang Persediaan, Perseroan memiliki total persediaan sebesar
   USD77,61 juta didominasi dari persediaan batubara sebesar USD55,69 juta, bahan bakar minyak
   pelumas USD12,3 juta dan suku cadang USD8,12 juta, agar dapat dijelaskan:
   a. Penyebab utama peningkatan persediaan batubara yang cukup signifikan, Apakah ini
       merupakan strategi antisipasi kenaikan harga di masa depan, atau ada faktor lain seperti
       penurunan laju penjualan? Agar dielaborasi.

          Tanggapan:
          Perningkatan persediaan batu bara yang cukup signifikan ini dikarenakan adanya kenaikan
          volume produksi yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan volume penjualan.

    b. Mengingat persediaan didominasi oleh batubara yang harganya fluktuatif, metode dan asumsi
       apa yang digunakan manajemen untuk menentukan bahwa Nilai Realisasi Bersih masih di atas
       nilai buku? Apakah perhitungan Nilai Realisasi Bersih sudah menggunakan harga jual yang
       sesuai dengan kondisi pasar terkini?

          Tanggapan:
          Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual sesuai dengan kondisi pasar terkini pada tanggal
          laporan. Selama ini nilai realisasi neto masih lebih tinggi dari nilai perolehan persediaan.

    c. Perputaran persediaan saat ini dibandingkan dengan periode sebelumnya (31 Desember
       2024).

          Tanggapan:
          Perputaran persediaan per 30 Juni 2025 adalah 3,6x, dibandingkan perputaran persediaan
          sebesar 8,4x di 31 Desember 2024.

    d. Apakah terdapat kontrak berjangka yang mensyaratkan pembelian dalam volume besar? Agar
       dielaborasi.




                                                                                            Halaman 3 dari 15
Page 4
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25




          Tanggapan:
          Tidak terdapat kontrak berjangka yang mensyaratkan pembelian dalam volume besar.

    e. Nature dari persediaan lain-lain sebesar USD14,311.

          Tanggapan:
          Persediaan lain-lain sebesar USD14.311 adalah persediaan basalt milik anak perusahaan
          Perseroan, yaitu PT Maruwai Coal.

6. Berdasarkan CALK No. 9 tentang Piutang lain-lain, terdapat piutang pihak berelasi dan piutang
   pihak ketiga berturut-turut sebesar USD8,73 juta dan USD3,9 juta. Untuk piutang pihak ketiga
   terdapat bagian tidak lancar periode 31 Desember 2024 sebesar USD284,619, agar dapat
   dijelaskan:
   a. Pada tabel analisis umur piutang lain-lain, agar dapat disampaikan status pelunasan piutang
        tersebut sampai saat ini:

          Tanggapan:

      Deskripsi               30 Juni 2025           Realisasi       % Realisasi    Keterangan Jika
                                 (USD)             Penerimaan                       Belum Diterima
                                                  Sampai Saat Ini
                                                      (USD)
 Lancar                              12.649.298          4.012.729           32% Sebanyak USD3,6
                                                                                 juta adalah bunga
                                                                                 pinjaman kepada
                                                                                 pihak ketiga yang
                                                                                 jatuh tempo pada
                                                                                 tanggal         31
                                                                                 Desember     2025
                                                                                 (catatan 40j pada
                                                                                 Laporan Keuangan
                                                                                 Perseroan per 30
                                                                                 Juni        2025),
                                                                                 kemudian sebanyak
                                                                                 USD5 juta sebagian
                                                                                 besar merupakan
                                                                                 penggantian atas
                                                                                 biaya
                                                                                 pembongkaran Pit
                                                                                 Crushing      and
                                                                                 Conveying System
                                                                                 dan sisanya adalah




                                                                                          Halaman 4 dari 15
Page 5
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



                                                                                 penggantian biaya
                                                                                 lainnya yang belum
                                                                                 dibayar oleh PT
                                                                                 Adaro     Indonesia
                                                                                 sebab belum jatuh
                                                                                 tempo
 Jatuh tempo:
 1-30 hari
 31-60 hari
 >60 hari
 Total                               12.649.298

    b. Apakah eksistensi dari piutang lain-lain ini sifatnya hanya sementara atau akan terjadi pada
       setiap periode operasional Perseroan? Agar dielaborasi.

         Tanggapan:
         Piutang lain-lain akan muncul dalam setiap periode pelaporan karena akun ini terdiri dari,
         antara lain, bunga atas pinjaman baik ke pihak ketiga maupun ke pihak berelasi serta piutang
         terkait kegiatan operasional.

    c. Bagaimana Perseroan menyatakan bahwa piutang lain-lain pihak ketiga atas hasil audit royalti
       lebih bayar tahun 2020-2022 dan akrual pendapatan bunga atas pinjaman kepada pihak ketiga
       masih tetap dikategorikan sebagai piutang yang lancar?

         Tanggapan:
         Piutang atas hasil audit royalti lebih bayar tahun 2020-2022 masih tetap dikategorikan sebagai
         piutang lancar per 31 Desember 2024, dikarenakan pada Desember 2024 Perseroan telah
         menerima pengembalian hasil audit royalti lebih bayar dalam Rupiah sebesar Rp1,9 miliar.
         Oleh karena adanya penerimaan tersebut, Perseroan berkeyakinan bahwa porsi hasil audit
         royalti lebih bayar dalam USD sebesar USD3,9 juta akan diterima dalam waktu kurang dari 12
         bulan. Pada tanggal 13 Juni 2025, Perseroan telah menerima pengembalian hasil audit royalti
         lebih bayar dalam USD tersebut.

         Pendapatan bunga atas pinjaman kepada pihak ketiga sebesar USD3,6 juta juga masih tetap
         dikategorikan sebagai piutang yang lancar, sebab pembayaran pokok pinjaman dan bunga
         baru akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2025 (catatan 40j pada Laporan Keuangan
         Perseroan per 30 Juni 2025).

8. Berdasarkan CALK No. 11 tentang Uang Muka, Perseroan masih mencatatkan Uang Muka
   sebesar USD82,14 juta periode 30 Juni 2025 yang didominasi oleh Uang muka pembelian aset
   tetap dan proyek sebesar USD81,95 juta, agar dapat dijelaskan:

    a. Proyek yang sedang berjalan dengan uang muka saat ini.




                                                                                          Halaman 5 dari 15
Page 6
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25




         Tanggapan:
         Uang muka sebesar USD81,9 juta terdiri dari uang muka untuk proyek smelter aluminium dan
         uang muka untuk pengadaan asset tetap tambang. Hal ini sejalan dengan rencana investasi
         Perseroan di smelter aluminium dan infrastruktur tambang.

    b. Mengingat nilai yang sangat besar, kepada siapa uang muka untuk aset tetap ini diberikan
       (misalnya, kepada kontraktor atau pemasok tertentu)? Apakah terdapat jaminan kinerja atau
       collateral yang diterima perusahaan untuk melindungi uang muka ini?

         Tanggapan:
         Uang muka diberikan ke kontraktor dan vendor yang memberikan jasa dan material untuk
         proyek-proyek investasi aset tetap Perseroan. Untuk melindungi uang muka tersebut,
         terutama untuk uang muka yang nilainya signifikan, Perseroan mewajibkan adanya jaminan
         bank garansi dari kontraktor dan vendor.

    c. Kriteria spesifik yang digunakan manajemen untuk menilai bahwa seluruh uang muka 'dapat
       dipulihkan', terutama untuk proyek-proyek jangka panjang yang berisiko mengalami
       penundaan atau pembatalan.

         Tanggapan:
         Selain adanya bank garansi untuk proyek signifikan, kontraktor dan vendor juga diwajibkan
         untuk melaporkan secara berkala progres dari setiap proyek yang dikerjakan sehingga
         pekerjaan dari proyek tersebut selalu termonitor dan tidak terhambat pekerjaannya.

9. Berdasarkan CALK No. 12 tentang Biaya dibayar dimuka, Perseroan mencatatkan biaya dibayar
   dimuka sebesar USD8,7 juta periode 30 Juni 2025 dengan biaya keuangan atas utang bank yang
   dibayar dimuka sebesar USD6,67 juta, asuransi dibayar dimuka sebesar USD601,244 dan lain-lain
   sebesar USD1,47 juta, agar dapat dijelaskan:
   a. Pertimbangan Perseroan melakukan pelunasan awal terhadap sebagian utang bank tersebut.

         Tanggapan:
         Sebagai klarifikasi, biaya keuangan atas utang bank yang dibayar di muka yang tercatat
         sebagai komponen biaya dibayar di muka pada Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025
         bukan merupakan pelunasan awal terhadap utang bank.

         Biaya keuangan atas utang bank yang dibayar di muka tersebut merupakan biaya transaksi
         yang dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman bank (“Biaya Transaksi”). Perlakuan
         akuntansi atas Biaya Transaksi tersebut dicatat sebagai komponen dari biaya dibayar dimuka
         sampai dilakukannya penarikan pinjaman. Nilai yang tercatat di Laporan Keuangan Perseroan
         per 30 Juni 2025 merupakan Biaya Transaksi atas porsi fasilitas pinjaman bank yang belum
         dilakukan penarikan per 30 Juni 2025.




                                                                                      Halaman 6 dari 15
Page 7
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



    b. Nature dari biaya dibayar dimuka lain-lain sebesar USD1,47 juta.

         Tanggapan:
         Nature dari biaya dibayar di muka lain-lain adalah uang muka atas pembayaran penerimaan
         negara bukan pajak (PNBP) atas Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan iuran
         tetap (dead rent) kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan
         Sumber Daya Mineral dengan total USD918 ribu serta pembayaran di muka atas lisensi dan
         maintenance software Perseroan sebesar USD478 ribu.

    c. Kontribusi yang diharapkan Perseroan atas pembayaran dimuka untuk lain-lain tersebut.

         Tanggapan:
         Kontraktor akan melaksanakan kewajiban mereka sesuai dengan target dan timeline yang
         disepakati sehingga perkembangan proyek berjalan sesuai rencana.

10. Berdasarkan CALK No. 14 tentang Properti Pertambangan, Perseroan memiliki total nilai tercatat
    untuk properti pertambangan periode 30 Juni 2025 sebesar USD161,8 juta dan USD165 juta untuk
    periode 31 Desember 2024, agar dapat dijelaskan:
    a. Rincian penambahan properti pertambangan sebesar USD3,7 juta pada periode 30 Juni 2025.

         Tanggapan:
         Penambahan properti pertambangan sebesar USD3,7 juta berasal dari biaya eksplorasi anak
         perusahaan Perseroan, yaitu PT Maruwai Coal dan PT Lahai Coal.

    b. Metode dan estimasi apa yang digunakan untuk menghitung beban amortisasi

         Tanggapan:
         Beban amortisasi dihitung berdasarkan metode unit produksi, dengan perhitungan terpisah
         yang dibuat untuk setiap area of interest. Rasio amortisasi diperoleh dengan membagi
         kuantitas produksi aktual dibagi dengan estimasi cadangan batubara yang ada.

    c. Mengingat harga batubara yang fluktuatif, variabel kunci apa saja (seperti harga batubara
       asumsi, discount rate, biaya operasi) yang digunakan manajemen untuk sampai pada
       kesimpulan bahwa tidak ada indikasi impairment?

         Tanggapan:
         Perseroan senantiasa berupaya untuk melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas
         untuk menjaga biaya produksi batubara tetap rendah sehingga mampu mempertahankan
         margin yang positif meskipun terdapat fluktuasi harga batubara.

11. Berdasarkan CALK No. 15 tentang Aset Tetap, Perseroan memiliki aset dalam Pembangunan
    periode 30 Juni 2025 sebesar USD892 juta yang terdiri dari bangunan, pabrik dan infrastruktur




                                                                                     Halaman 7 dari 15
Page 8
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



   sebesar USD616 juta; mesin, peralatan dan kendaraan sebesar USD224 juta; jalan dan jembatan
   sebesar USD52 juta, agar dapat dijelaskan:
   a. Informasi proyek-proyek yang berhubungan dengan bangunan, pabrik dan infrastruktur
      sebesar USD616 juta.

        Tanggapan:
        Proyek-proyek yang berhubungan dengan bangunan, pabrik, dan infrastruktur terdiri dari,
        antara lain, smelter aluminium, camp karyawan, gudang, settling pond, dan infrastruktur
        tambang lainnya. Porsi terbesarnya adalah untuk smelter aluminium.

   b. Terlihat adanya pergeseran estimasi penyelesaian proyek pada 31 Desember 2024 dan 30 Juni
      2025. Apa tantangan utama yang menyebabkan pergeseran jadwal ini, dan bagaimana strategi
      perusahaan untuk memitigasi risiko keterlambatan lebih lanjut?

        Tanggapan:
        Pergeseran jadwal disebabkan karena dampak dari kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi di
        semester pertama 2025 yang meningkatkan risiko kerja di area tambang. Hal ini membuat
        progres pekerjaan menjadi lebih lambat dari target yang ditentukan. Selain itu proyek-proyek
        aset dalam pembangunan juga bersifat berkesinambungan, dan di tahun 2025 ini juga ada
        proyek-proyek baru yang menyebabkan pergeseran waktu penyelesaian dibandingkan pada
        Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.

   c. Perkiraan peningkatan volume produksi apabila proyek tersebut beroperasional.

        Tanggapan:
        Perseroan memperkirakan proyek pembangunan infrastruktur dapat mendukung
        pertumbuhan volume produksi dalam jangka panjang dan dari proyek smelter aluminium akan
        menghasilkan volume produksi sebesar 500.000 ton saat smelter aluminium telah beroperasi
        penuh.

   d. Apakah dikemudian hari aset dalam Pembangunan akan bertambah signifikan sebagaimana
      periode 31 Desember 2024 ke 30 Juni 2025 sehingga membutuhkan pendanaan untuk proyek
      proyek tersebut? Agar dielaborasi.

        Tanggapan:
        Aset dalam pembangunan diperkirakan akan terus bertambah karena Perseroan, melalui anak
        usahanya yaitu KAI, masih dalam tahap konstruksi proyek smelter aluminium. Selain itu,
        proyek infrastruktur penunjang tambang juga akan bertambah sesuai dengan perkembangan
        tambang. Pendanaan dapat dilakukan baik menggunakan hasil kegiatan operasional
        Perseroan maupun dari pihak eksternal, jika dibutuhkan.




                                                                                       Halaman 8 dari 15
Page 9
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



12. Berdasarkan CALK No. 16 tentang Utang Usaha, Perseroan memiliki utang usaha sebesar USD66,9
    juta periode 30 Juni 2025 atau meningkat dari periode 31 Desember 2024 sebesar USD53,52 juta,
    agar dapat dijelaskan:
    a. Perincian realisasi pembayaran utang usaha Perseroan per saat ini dengan melengkapi tabel
        berikut:

         Tanggapan:

      Keterangan                 30 Juni 2025      Pembayaran         Outstanding      Outstanding
                                    (USD)         Sampai Saat Ini        (USD)             (%)
                                                     (USD)
 Kurang dari 30 hari                 60.637.856        60.383.253            254.603           0,42%
 31-60 hari                           1.055.022          1.055.022                 -           0,00%
 61-90 hari                           1.689.565          1.337.021           352.544          20,87%
 Lebih dari 90 hari                   3.527.299            521.995         3.005.304          85,20%
        Total                        66.909.742        63.297.291          3.612.451           5,40%

    b. Apakah terdapat bunga dan/atau denda dari keterlambatan mengenai pembayaran utang
       usaha yang telah jatuh tempo tersebut, agar dielaborasi (jika ada).

         Tanggapan:
         Tidak terdapat bunga dan/atau denda dari keterlambatan mengenai pembayaran utang usaha
         yang telah jatuh tempo.

    c. Strategi Perseroan untuk melunasi utang usaha agar tidak terlambat.

         Tanggapan:
         Perseroan selalu memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu sesuai dengan term of
         payment dari masing-masing tagihan.

13. Berdasarkan CALK No. 17 tentang Utang Royalti, Perseroan mencatatkan utang royalti pada
    periode 30 Juni 2025 sebesar USD22,75 juta dan tidak berubah signifikan pada periode 31
    Desember 2024 sebesar USD22,23 juta, agar dapat dijelaskan:
    a. Rincian komponen saldo utang royalti yang tercatat per posisi laporan keuangan

         Tanggapan:
         Saldo utang royalti terdiri hanya atas utang royalti yang belum dibayarkan oleh Perseroan per
         tanggal 30 Juni 2025.

    b. Faktor yang menyebabkan saldo utang royalti relatif tidak berubah signifikan antara
       Desember 2024 dan Juni 2025

         Tanggapan:




                                                                                         Halaman 9 dari 15
Page 10
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



         Selama periode semester pertama 2025 terdapat pembayaran royalti sebesar USD55.319.070
         untuk volume penjualan batu bara sebesar 2.723.654 ton dan pada periode yang sama
         terdapat pencatan beban dan utang royalti atas produksi sebesar USD55.839.584 untuk
         volume produksi sebesar 2.924.889 ton, sehingga net penambahan utang royalti adalah
         sebesar USD946.690.

    c. Rencana dan jadwal pembayaran royalti oleh Perseroan

         Tanggapan:
         Beban royalti dicatat secara bulanan berdasarkan hasil produksi. Sementara pembayaran
         royalti dilakukan per shipment oleh Perseroan. Sehingga saldo utang royalti tercatat adalah
         royalti atas batu bara yang belum terjual.

14. Pada CALK No. 18 tentang Beban yang masih harus dibayar, Perseroan memiliki beban yang masih
    harus dibayar periode 30 Juni 2025 sebesar USD243 juta atau meningkat signifikan dibandingkan
    periode 31 Desember 2024 sebesar USD141 juta, agar dapat dijelaskan:
    a. Bursa melihat kenaikan yang sangat signifikan pada beban terutang ke pemasok dan
        kontraktor. Apakah kenaikan ini secara langsung terkait dengan percepatan pembangunan
        proyek-proyek infrastruktur yang tercermin dalam akun 'Aset dalam Pembangunan'? agar
        dielaborasi.

         Tanggapan:
         Kenaikan signifikan beban yang masih harus dibayar periode 30 Juni 2025 ini terutama sejalan
         dengan peningkatan proyek-proyek infrastruktur Perseroan terkait proyek smelter aluminium
         dan fasilitas penunjang tambang, serta beban yang masih harus dibayar untuk vendor jasa
         pertambangan dan jasa pengangkutan batubara Perseroan.

    b. Terlihat bahwa cadangan untuk pembayaran penetapan pemerintah sebesar USD8,9 juta
       telah lunas. Dapatkah dijelaskan status penyelesaian kewajiban ini? Apakah sudah dibayarkan
       seluruhnya atau diselesaikan dengan cara lain?

         Tanggapan:
         Cadangan untuk pembayaran penetapan pemerintah sebesar USD8,9 juta telah lunas
         dibayarkan seluruhnya oleh Perseroan pada tanggal 15 Januari 2025 (catatan no 40q pada
         Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025).

    c. Nature dari lain-lain sebesar USD9,49 juta (meningkat hampir 10x lipat sejak 31 Desember
       2024).

         Tanggapan:
         Beban yang masih harus dibayar lain-lain per 30 Juni 2025 terdiri atas:




                                                                                       Halaman 10 dari 15
Page 11
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



                   Deskripsi               Nilai (USD)                   Nature
          Pajak bumi dan bangunan                6.869.851 Tagihan PBB tahun 2025
          (PBB)
          Professional fee                      1.013.381 Beban tenaga kerja outsource
          Commitment fee                          999.665 Commitment fee atas utang bank
          Other                                   612.852 Biaya atas vendor jasa pertambangan
                                                          lainnya
                          Total                 9.495.749

         Adapun kenaikan signifikan berasal dari biaya yang masih harus dibayarkan atas Pajak Bumi
         dan Bangunan (PBB), dikarenakan PBB baru akan dibayarkan lunas pada Desember 2025.

    d. Strategi Perseroan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

         Tanggapan:
         Perseroan selalu memantau progress dari biaya yang belum dibayar per bulannya dan
         Perseroan selalu membuat perencanaan arus kas sehingga tidak ada kendala dalam
         ketersediaan uang untuk pembayaran.

15. Pada CALK No. 21 tentang Utang Bank, Perseroan menambah utang bank menjadi USD493 juta
    periode 30 Juni 2025 dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar USD295 juta, dengan jatuh
    tempo paling lama 8 (delapan) tahun untuk pembiayaan pengembangan proyek smelter
    alumunium dan fasilitas pendukungnya milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), agar dapat
    dijelaskan:
    a. Ketentuan Financial Covenants yang perlu dipenuhi.

         Tanggapan:
         Sesuai dengan ketentuan dalam Fasilitas Pinjaman KAI, KAI perlu memenuhi rasio utang
         terhadap ekuitas.

    b. Bagaimana pemenuhan Financial Covenants saat ini? Apakah ada historis tidak terpenuhinya
       financial covenants tersebut? Agar dielaborasi.

         Tanggapan:
         Perseroan selalu menaati ketentuan financial covenant utang bank, seperti memastikan Debt
         to Equity ratio agar tidak melebihi ketentuan yang diharuskan sehingga sampai dengan saat
         ini belum ada histori tidak terpenuhinya financial covenants tersebut.

    c. Strategi Perseroan agar pelunasan utang tersebut lancar, tidak terkena penalti/denda dan
       tidak terkendala.

         Tanggapan:




                                                                                    Halaman 11 dari 15
Page 12
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



         Perseroan secara rutin dan berkala terus memonitor dan menjaga tingkat kas dan setara kas
         yang diperkirakan cukup untuk pelunasan utang bank tersebut sesuai dengan profil jatuh
         tempo pinjaman.

    d. Analisa manajemen likuiditas Perseroan atas kemampuan operasional untuk memenuhi utang
       dan kewajiban yang dimiliki.

         Tanggapan:
         Untuk mengatur risiko likuiditas, Perseroan memonitor dan menjaga tingkat kas dan setara
         kas yang diperkirakan cukup untuk mendanai kegiatan operasional Perseroan dan mengurangi
         pengaruh fluktuasi arus kas. Manajemen juga secara rutin memonitor perkiraan arus kas dan
         arus kas aktual, termasuk profil jatuh tempo pinjaman, dan secara terus menerus menilai
         kondisi pasar keuangan. Manajemen Perseroan berpendapat bahwa tidak ada risiko likuiditas
         signifikan dikarenakan Perseroan memiliki modal kerja positif dan arus kas positif dari aktivitas
         operasi.

16. Berdasarkan CALK No. 28 tentang Pendapatan Usaha, Perseroan membukukan pendapatan
    periode 30 Juni 2025 sebesar USD443 juta atau menurun -26,9% dibandingkan periode 30 Juni
    2024 sebesar USD607 juta, agar dapat dijelaskan:
    d. Bagaimana outlook penjualan untuk sisa tahun 2025?

         Tanggapan
         Target volume penjualan batu bara metalurgi Perseroan di tahun 2025 masih sesuai panduan
         yaitu sebesar 5,6 juta ton hingga 6,1 juta ton.

    e. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan di tahun 2025.

         Tanggapan:
         Perseroan akan menjalankan rencana kerjanya sesuai panduan volume penjualan yang telah
         ditetapkan yaitu sebesar 5,6 juta ton hingga 6,1 juta ton.



17. Berdasarkan CALK No. 29 tentang Beban Pokok Pendapatan, Perseroan mencatatkan beban pokok
    pendapatan periode 30 Juni 2025 sebesar USD263,74 juta menurun dibandingkan periode 30 Juni
    2024 sebesar USD277 juta. Akan tetapi, terdapat peningkatan jasa pertambangan menjadi
    USD101,6 juta yang sebelumnya USD93,06 juta dan pengangkutan bongkar muat sebesar USD67
    juta dibandingkan periode sebelumnya USD64,17 juta, agar dapat dijelaskan:
    a. Latar belakang total beban pokok hanya menurun 4,8% sedangkan pendapatan turun sebesar
        26,9% apa penyebab utama ketidakseimbangan tersebut.

         Tanggapan:
         Beban pokok hanya menurun 4,8% sedangkan pendapatan turun sebesar 26,9%. Hal ini
         dikarenakan adanya kenaikan biaya produksi dari jasa pertambangan dan jasa pengangkutan




                                                                                           Halaman 12 dari 15
Page 13
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



         sebesar USD11,8 juta seiring dengan peningkatan volume, namun hal ini di offset dengan
         penurunan biaya royalty sebesar USD18,3 juta dan penurunan pergerakan persediaan
         sebesar USD6,5 juta. Sementara itu, penurunan pendapatan disebabkan oleh turunnya harga
         jual rata-rata batu bara seiring penurunan harga batu bara metalurgi global.

    b. Latar belakang peningkatan jasa pertambangan dan pengangkutan bongkar muat tersebut
       mengingat pendapat Perseroan turun signifikan.

         Tanggapan:
         Kenaikan jasa pertambangan dan pengangkutan bongkar muat diakibatkan karena adanya
         kenaikan produksi batubara sebesar 16% menjadi 3,47 juta ton dan kenaikan penjualan batu
         bara sebesar 11% menjadi 2,88 juta ton, dibandingkan dengan periode yang sama di 2024.

    c. Dengan menumpuknya jumlah persediaan, apakah Perseroan memperkirakan akan perlu
       mencadangkan kerugian penurunan nilai (write-down) jika harga batubara tidak kunjung
       membaik? Agar dielaborasi.

         Tanggapan:
         Perseroan tidak mencadangkan kerugian penurunan nilai karena sampai dengan saat ini
         Perseroan selalu menjaga nilai perolehan batu bara agar lebih rendah dari harga batu bara.
         Adapun, Perseroan melakukan beberapa efisiensi biaya.

    d. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa harga yang dibayarkan kepada SIS dan MBP
       adalah harga wajar (arm's length price) dan tidak digunakan untuk menggeser laba ke entitas
       lain dalam grup?

         Tanggapan:
         Setiap transaksi dengan perusahaan berafiliasi dilakukan secara arm’s length principle.

18. Berdasarkan CALK No. 30 tentang Beban Usaha, agar disampaikan nature dari beban lain-lain
    sebesar USD3,36 juta pada periode 30 Juni 2025 dan USD5,04 juta pada periode 30 Juni 2024.

    Tanggapan:
    Nature dari beban lain-lain adalah sebagai berikut:

              Deskripsi               30 Juni 2025        30 Juni 2024            Nature
     Biaya sewa                         899.683,95          491.644,00 Biaya sewa sarana mobil,
                                                                       kantor, perlengkapan.
     Biaya jasa manajemen                874.095,59         872.276,00 Dead rent, iuran PPKH
     Penerimaan Negara Bukan             293.401,37       1.096.551,00 Biaya pegawai outsource
     Pajak (PNBP)




                                                                                        Halaman 13 dari 15
Page 14
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



     Biaya jasa fasilitas                161.023,85       136.230,00 Biaya hotel, akomodasi
                                                                     perjalanan bisnis
     Biaya perjalanan bisnis             436.145,68       165.645,00 Biaya      peralatan    dan
                                                                     perlengkapan habis pakai
     Biaya barang habis pakai            227.959,17        24.430,25 Cadangan atas pinjaman ke
                                                                     pihak ketiga, yaitu PSM
     Biaya provisi cadangan tidak                  -    1.409.412,00
     tertagih
     Biaya lainnya di bawah              476.501,40       847.610,75
     AS$100.000
                 Total                 3.368.811,00     5.043.799,00



19. Berdasarkan CALK No. 33 tentang Biaya Keuangan, pertimbangan Perseroan tidak/belum
    membiayakan bunga dari pinjaman pada periode 30 Juni 2025.

    Tanggapan:
    Hal ini dikarenakan pinjaman dari bank yang diterima oleh anak perusahaan Perseroan digunakan
    untuk pembiayaan aset dalam pembangunan proyek smelter aluminium. Berdasarkan PSAK 26,
    biaya bunga pinjaman dapat dikapitalisasi (dijadikan bagian dari biaya perolehan), jika biaya
    tersebut terkait langsung dengan perolehan, konstruksi, atau produksi aset yang membutuhkan
    waktu yang lama untuk digunakan.

20. Dengan kebutuhan kas untuk ekspansi yang besar, bagaimana kebijakan dividen perusahaan
    untuk tahun 2025 dan dua tahun ke depan?

    Tanggapan:
    Manajemen akan mengkaji kemampuan Perseroan untuk membagikan dividen kepada seluruh
    pemegang saham Perseroan setiap tahunnya. Seiring upaya membangun fondasi yang kuat untuk
    pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, Perseroan akan memprioritaskan kebutuhan
    belanja modal. Dalam hal Perseroan memiliki laba bersih, Perseroan akan memprioritaskan untuk
    melakukan pelunasan pinjaman dan kemudian sisanya akan dibagikan sebagai dividen.

21. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU
    atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan
    nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

    Tanggapan:
    Sampai dengan tanggal surat tanggapan ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum (termasuk
    terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU, atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur, maupun supplier
    Perseroan.




                                                                                         Halaman 14 dari 15
Page 15
 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
 Nomor: 123-JKT/AMI-CS/MP-L/IX/25



22. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
    Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

    Tanggapan:
    Sampai dengan tanggal surat tanggapan ini, tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya
    yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup
    Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
PT ALAMTRI MINERALS INDONESIA TBK




___________________
Mahardika Putranto
Corporate Secretary




                                                                                   Halaman 15 dari 15

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.48 MB
Published16 Sep 2025
Pages15
Characters37,472
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Alamtri Minerals Indonesia Tbk p.1 ×53
linked org Adaro Minerals Indonesia Tbk p.1 ×2
linked org Adaro | Indonesia p.5
linked person Mahardika Putranto · Corporate Secretary p.15
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Adi Pratomo Aryanto p.1
unresolved org PT Maruwai Coal. p.4 ×2
unresolved org PT Adaro p.5
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi p.7
unresolved org PT Lahai Coal. p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result