Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
Page 2
RISALAH ACARA
PUBLIC EXPOSE LIVE 2025
PT Elnusa Tbk
Hari / Tanggal : Kamis, 11 September 2025
Waktu : 09:05 – 09:50 WIB
Tempat : Public Expose Live 2025 (Zoom Webinar)
Panelis : 1. Direktur Keuangan – Nelwin Aldriansyah
2. Direktur Pengembangan Usaha – Arief Prasetyo Handoyo
3. Corporate Secretary – Rustam Aji
Peserta : 168 orang, terdiri dari:
• Direksi Perseroan
• Karyawan Perseroan
• Investor
• Media
• Umum
Overview Acara:
• Presentasi Public Expose diselenggarakan untuk memenuhi ketentuan Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Indonesia Nomor: Kep-00066/BEI/00-2022 perihal Perubahan Peraturan No. I-E tentang Kewajiban
Penyampaian Informasi.
• Public Expose dibuka oleh Moderator pukul 09:05 WIB.
• Presentasi Public Expose disampaikan oleh Manajemen PT Elnusa Tbk (“Perseroan”) selama ±45 menit.
Paparan Penjelasan yang disampaikan meliputi Company Profile, Company Strategy dan Operational
Performance dan yang terakhir terkait kinerja keuangan Perseroan semester 1 2025, diantaranya:
1. Visi PT Elnusa Tbk adalah menjadi perusahaan jasa energi bereputasi dengan memberikan Total
Solution. Untuk mewujudkan visi tersebut, Perseroan berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan
keberlanjutan bisnis, menjaga kepuasan pelanggan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta
membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.
Perjalanan Elnusa dimulai pada tahun 1969 dengan nama PT Elektronika Nusantara. Seiring
perkembangan, Perseroan mendirikan Divisi Seismik, memperluas layanan ke bidang workover dan
teknologi informasi, hingga pada tahun 1984 resmi berganti nama menjadi PT Elnusa.
Beberapa tonggak penting perjalanan Perseroan antara lain restrukturisasi organisasi pada tahun
1996, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008, serta transformasi
budaya perusahaan untuk memperkuat daya saing. Pada tahun 2011, Elnusa meluncurkan visi dan
Page 3
logo baru, dan sejak tahun 2021, PT Pertamina Hulu Energi resmi menjadi pemegang saham
mayoritas Elnusa.
Saat ini, Elnusa terus memperkuat posisi dengan memanfaatkan peluang, membangun ketahanan
bisnis, dan mengakselerasi pertumbuhan. Dengan demikian, pada tahun 2025, Perseroan semakin
kokoh dalam memberikan solusi energi terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.
2. Dari sisi struktur kepemilikan, mayoritas saham Elnusa dimiliki oleh Pertamina Hulu Energi sebesar
51,1%. Sisanya, sebesar 48,9%, dimiliki oleh publik. Hal ini menjadikan Elnusa sebagai bagian penting
dari ekosistem Pertamina, sekaligus menjaga tata kelola perusahaan yang transparan sebagai
perusahaan terbuka.
Dalam menjalankan bisnis, Elnusa memiliki tiga segmen bisnis :
▪ Integrated Upstream Oil & Gas Services, Segmen pertama mencakup layanan di sektor hulu
migas, mulai dari:
- Geoscience & Reservoir Services, yang meliputi survei seismik, akuisisi dan pengolahan data,
hingga jasa geofisika.
- Drilling & Workover Services, termasuk pengeboran sumur, hydraulic workover unit, drilling rig
1.500 HP, dan drilling support services.
- Well Intervention Services, seperti electric wireline logging, slickline, cementing unit, serta
coiled tubing unit. EPC & Operation Maintenance Services, yang fokus pada engineering
procurement & construction serta operation and maintenance.
▪ Oil and Gas Support Services, Segmen kedua adalah layanan pendukung migas yang
terintegrasi, antara lain:
- Offshore & Marine Services, seperti kapal seismik, marine support, dan barges.
- Fabrication & Construction, termasuk oil tools manufacturing serta fabrikasi dan konstruksi.
- Integrated Data Management Services, seperti data storage management dan information
management solution.
▪ Energy Distribution and Logistics, Segmen ketiga adalah distribusi energi dan logistik, yang
dikelola melalui anak perusahaan PT Elnusa Petrofin. Layanannya meliputi:
- Transportasi BBM
- Pengelolaan depot dan DPPU
- Perdagangan BBM ritel
- Chemical
3. Sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi, Elnusa memiliki cakupan operasi yang luas, tidak hanya
di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Di tingkat global, Elnusa telah mencatatkan rekam
jejak di berbagai negara. Misalnya di Algeria dan Libya, kami melaksanakan proyek seismic data
processing bersama Pertamina di Libya sejak 2008, serta sejumlah pekerjaan lain seperti passive
seismic, well monitoring, dan perdagangan OCTG. Di India, Elnusa menjalankan proyek 3D seismic
land pada tahun 2016. Sementara di kawasan Asia Tenggara, kami telah melayani berbagai
perusahaan migas, mulai dari Myanmar, Vietnam, Brunei, hingga Malaysia, dengan proyek seismic
Page 4
acquisition dan processing untuk klien-klien besar seperti Petronas, Shell, dan Soco Oil. Untuk di
Indonesia, Elnusa memiliki jangkauan operasi nasional yang tersebar luas dari Sabang sampai
Merauke. Elnusa Group telah hadir dan beroperasi secara aktif di hampir seluruh wilayah strategis
tanah air, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan Maluku. Dengan
cakupan kerja yang luas ini, Elnusa membuktikan diri sebagai perusahaan dengan kapabilitas global
dan kehadiran nasional, sehingga mampu mendukung kebutuhan energi secara menyeluruh, baik
bagi Pertamina Group maupun klien strategis lainnya.
4. Dalam menghadapi dinamika industri energi dan menjaga kinerja yang berkelanjutan, Elnusa
menjalankan strategi perusahaan yang fokus pada pertumbuhan yang terarah dan penguatan
fundamental. Beberapa strategi utama kami meliputi:
▪ Sinergi dalam Pertamina Group : Kami memaksimalkan kolaborasi dan integrasi dalam ekosistem
Pertamina, menciptakan efisiensi dan peluang bisnis berkelanjutan.
▪ Kemitraan Strategis : Kami membuka ruang kolaborasi dengan mitra nasional maupun
internasional untuk memperkuat kapabilitas dan memperluas akses pasar.
▪ Investasi Selektif dan Bijak : Kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam investasi, hanya
berfokus pada proyek yang terukur dan berdampak langsung terhadap perolehan project
Perseroan.
▪ Seleksi Pengembangan Bisnis Baru :Kami aktif menjajaki peluang bisnis yang relevan dengan
transisi energi dan pertumbuhan berkelanjutan, namun tetap selektif dan berbasis analisa risiko.
Di sisi internal, kami juga memperkuat pilar organisasi dengan:
▪ Menjaga Produktivitas Tenaga Kerja : Efisiensi operasional tetap dijaga melalui optimalisasi SDM
dan digitalisasi proses kerja.
▪ Pengembangan Kompetensi & Budaya Perusahaan : Kami membangun budaya kerja unggul
berbasis kapabilitas dan pembelajaran berkelanjutan.
▪ Penguatan Aspek Finansial : Stabilitas dan kesehatan keuangan menjadi prioritas dalam menjaga
fleksibilitas pendanaan dan kesiapan menghadapi perubahan pasar.
5. Sampai dengan semester pertama 2025, Elnusa mencatat performa kontrak yang solid di seluruh lini
bisnis utama. Total carry over kontrak 2024 yang dilanjutkan ke 2025 mencapai:
▪ Rp10,9 triliun di segmen layanan hulu migas terintegrasi
▪ Rp2,5 triliun di layanan pendukung migas, dan
▪ Rp4,3 triliun di sektor distribusi energi & logistik.
Kontrak baru 2025 hingga Juni telah dibukukan senilai:
▪ Rp1,8 triliun di hulu,
▪ Rp1,1 triliun di layanan pendukung, dan
▪ Rp8,7 triliun di distribusi & logistik.
Kontrak yang telah diserap atau terealisasi secara pendapatan hingga Juni 2025 mencapai total Rp3,8
triliun di hulu, Rp1,6 triliun di pendukung, dan Rp7,0 triliun di distribusi & logistik. Capaian ini
menunjukkan bahwa Elnusa berhasil menjaga kesinambungan kontrak, mengamankan kontrak baru
secara progresif, serta menjaga pipeline pendapatan yang sehat untuk mendukung kinerja keuangan
2025 dan seterusnya.
Page 5
6. Pencapaian operasional, dari sisi Integrated Upstream Oil and Gas Services, Elnusa berhasil
mencatat berbagai pencapaian penting. Pada kegiatan survei seismik, kami telah menyelesaikan
akuisisi data seluas 564,85 kilometer persegi serta 13,14 kilometer 2D. Untuk layanan wireline, kami
menuntaskan 551 pekerjaan dengan total 592 sumur, sementara pada well testing tercatat 7.401
sumur. Selain itu, penggunaan modular rig telah berhasil melakukan pengeboran 5 sumur di wilayah
PHSS, sedangkan layanan CMT dan CTS meliputi 170 sumur kerja dan 329 sumur total. Pada layanan
HWU, tercatat 81 sumur, dan kami juga menyelesaikan proyek EPC Booster Pump Pertagas sebagai
bagian dari upaya percepatan commissioning.
Selanjutnya, pada segmen Oil and Gas Support Services, pemanfaatan armada laut mencapai 80%
dengan 21 proyek non-asset based, serta pencapaian Zero LTI & TRIR yang mencerminkan komitmen
tinggi terhadap keselamatan kerja. Pada jasa konstruksi fabrikasi, kami menyelesaikan proyek OCTG
amandemen PHR, WUR MD PHR, serta perbaikan sarfas TBBM di MOR VI Kalimantan. Sementara itu,
untuk layanan warehouse dan data management, tingkat utilisasi mencapai 95%, didukung
keberhasilan re-sertifikasi ISO 27001:2022 dan ISO 20000-1:2018, serta 192 kontrak aktif yang sedang
berjalan.
Kemudian, pada lini bisnis Energy Distribution and Logistics, kinerja distribusi energi juga
menunjukkan capaian signifikan. Volume transportasi BBM mencapai 11,8 juta kiloliter. Untuk
pengelolaan depo, BBM tercatat sebesar 2,1 juta kiloliter dan LPG sebesar 60,9 ribu ton. Layanan
BBM inmar dan pelumas masing-masing mencatat 85,2 ribu kiloliter dan 2,8 ribu kiloliter. Selain itu,
distribusi bahan kimia mencapai 163,5 ribu drum, dan pada bisnis fuel retail sebesar 4,3 ribu kiloliter.
7. Selama tiga tahun terakhir, belanja modal terus mengalami peningkatan, dari Rp409 miliar pada 2022
menjadi proyeksi Rp594 miliar di 2025, dengan realisasi Rp234 miliar per Juni 2025 atau telah
mencapai 39% dari total target. Fokus investasi kami tetap terjaga pada sektor yang memberikan nilai
tambah tinggi. Rencana Capex 2025 mencakup:
▪ Segmen Hulu Terintegrasi seperti : pengadaan Coiled Tubing Unit, EWI Unit, Logging Tools, dan
Cementing Unit.
▪ Segmen Distribusi Energi & Logistik meliputi : Fuel Tank Vehicles dan pengembangan TLPG
Kolaka.
▪ Segmen Layanan Pendukung seperti : General WHS SCU, Docking Barges ETSA (ELSA#03,
ELSA#04, ELSA#08), AHTS (Anchor Handling Tug Supply) ETSA.
Komposisi investasi tahun ini didominasi oleh: 45% untuk segmen hulu (upstream), 30% untuk
distribusi & logistik,12% untuk support services, dan 8% diarahkan ke pengembangan bisnis baru.
8. Sebagai perusahaan jasa energi yang adaptif terhadap dinamika industri, Elnusa aktif melakukan
seleksi dan pengembangan inisiatif bisnis baru untuk memperluas portofolio sekaligus menjawab
tantangan transisi energi, mencakup beberapa rencana pengembangan bisnis:
▪ Pipeline Integrity Management: Pengembangan layanan in-line inspection serta inovasi foam pig
untuk menjawab kebutuhan pemeliharaan pipa migas yang lebih presisi dan efisien.
▪ Well Production Improvement: Solusi peningkatan produksi sumur melalui teknologi seperti
perfosolvent, hydraulic dilation water pumping, dan automatic well performance analyzer.
▪ EV Ecosystem: Inisiatif pendukung transisi energi, dimulai dengan pengembangan battery
charging station, sebagai entry point ke sektor kendaraan listrik.
Page 6
▪ Idle Well Solution : Teknologi Ecolift Hydraulic Pumping Unit untuk mengaktivasi kembali sumur
tidak aktif secara ekonomis dan efisien.
▪ Carbon Capture (CCUS): Penjajakan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage, sebagai
bagian dari kontribusi Elnusa dalam mendukung target emisi karbon nasional.
▪ Fabrication Solutions: Inovasi alat dan perangkat untuk geothermal dan sumur migas seperti
binary heat exchanger, inflow control device, dan downhole flow regulator yang dikembangkan
secara mandiri.
9. Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keberlanjutan, Elnusa terus memperkuat inisiatif
Environmental, Social, and Governance (ESG) secara terstruktur melalui roadmap jangka panjang
hingga tahun 2030. Pada fase 2025–2026, fokus kami adalah peningkatan rating ESG dan penanganan
perubahan iklim. Dilanjutkan dengan upaya pengurangan jejak lingkungan pada 2027–2028, serta
penguatan dampak sosial dan inklusi pada fase 2029–2030.
Dalam aspek lingkungan, berbagai inisiatif berhasil direalisasikan di tahun 2024, antara lain: Distribusi
avtur ramah lingkungan di DPPU Lampung, Optimalisasi energi surya dan efisiensi gudang di BSD dan
Merak, Konversi bahan bakar ke biodiesel B35, yang secara keseluruhan berkontribusi pada
penurunan emisi gas rumah kaca sebesar lebih dari 1.280 ton CO₂ ekuivalen.
Di sisi sosial, kami terus mendorong penguatan kualitas layanan, pengembangan karyawan, serta
keselamatan dan kesehatan kerja. Sementara itu, dari aspek tata kelola, kami fokus pada penguatan
etika perusahaan dan keamanan siber, seiring meningkatnya kebutuhan akan integritas dan
keandalan digital.
Secara keseluruhan, penurunan emisi tahunan kami menunjukkan tren positif — dari 109 ribu ton
CO₂eq pada 2021 menjadi 101 ribu ton pada 2024 — mencerminkan efektivitas program
keberlanjutan yang dijalankan.
10.Hingga semester 1 2025, Pendapatan Perseroan mencapai Rp6,9 triliun, tumbuh 10% year-on-year.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kontribusi dari segmen Distribusi & Logistik, yang
memberikan porsi terbesar yakni 56% dari total pendapatan, serta dukungan dari segmen O&G
Support Services dan Upstream O&G Services. Dari sisi pelanggan, mayoritas pendapatan masih
berasal dari Grup Pertamina sebesar 78%, sementara kontribusi dari pihak ketiga sebesar 22%.
Namun demikian, dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat Rp742 miliar atau turun 4% year-on-year.
Sementara itu, laba bersih sebesar Rp336 miliar, mengalami penurunan yakni 24% year-on-year.
Penurunan laba ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya adanya pendapatan keuangan
terkait bunga deposito Bank Mega pada periode tahun lalu dan adanya selisih kurs.
Dari sisi neraca, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp10,5 triliun dan ekuitas Rp4,9 triliun. Ending
cash masih terjaga pada level Rp2,9 triliun, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu, menunjukkan posisi likuiditas yang tetap kuat.
Secara ringkas, dapat kita simpulkan bahwa hingga Semester I 2025, Perseroan mampu mencatat
pertumbuhan pendapatan yang solid, khususnya dari lini distribusi & logistik serta jasa pendukung
migas. Namun, tekanan pada laba bersih dan margin masih menjadi tantangan, yang terutama
berasal dari faktor eksternal di luar operasional inti.
11.Financial performance per segmen bisnis Elnusa sampai dengan Juni 2025 sebagai berikut:
- Integrated Upstream Oil and Gas Services mengalami penurunan pendapatan sebesar 11%, EBITDA
turun 10%, dan laba bersih turun 55%. Penurunan ini merefleksikan tantangan di sektor hulu migas,
baik dari sisi volume pekerjaan maupun kondisi pasar global.
Page 7
- Energy Distribution and Logistics justru mencatatkan pertumbuhan yang impresif, dengan
pendapatan naik 22% dan laba bersih tumbuh 2%.
Ini menunjukkan keberhasilan strategi penguatan bisnis hilir dan logistik.
- Oil and Gas Support Services mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 30%, berhasil
meningkatkan EBITDA sebesar 45% dan laba bersih naik 64%, yang menunjukkan efisiensi operasional
dan peningkatan margin di segmen ini.
12.Elnusa terus memperkuat fondasi keuangannya guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan
dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan posisi likuiditas yang solid, kami mampu secara
optimal membiayai operasional dan inisiatif strategis perusahaan. Kami juga aktif dalam mendukung
pendanaan investasi melalui berbagai instrumen pembiayaan, baik melalui pinjaman maupun
ekuitas. Komitmen kami terhadap tata kelola yang sehat juga tercermin dari konsistensi dalam
pembayaran dividen setiap tahun kepada para pemegang saham. Selain itu, kami telah melakukan
pelunasan sukuk yang jatuh tempo pada Agustus 2025, dengan memanfaatkan kas yang tersedia
secara efektif.
Tanya Jawab
Sesi Tanya Jawab terdiri dari 1 sesi melalui zoom dan dijawab secara langsung oleh para Panelis.
1. Pertanyaan (Andhika Audrey):
Terkait operasional ELSA khususnya segmen Upstream, kinerja di Semester 1 tahun ini pada sektor ini
cenderung lemah di tengah peningkatan lifting migas nasional? Bagaimana ELSA menghadapi
penurunan kinerja upstream? Terkait dengan segmen Distribution and Logistic adakah rencana
ekspansi distribusi BBM di wilayah Jawa dan Sumatera artinya bagian Patra Niaga akan dibagi ke ELSA?
Jawaban:
Fluktuasi harga minyak mempengaruhi kegiatan atau pekerjaan di segmen upstream sehingga
memungkinkan adanya pengurangan pekerjaan di segmen upstream. Dengan adanya pengurangan
kegiatan di segmen upstream, akan berdampak pada Elnusa sebagai perusahaan jasa services
khususnya di segmen upstream salah satunya penurunan pendapatan.
Perseroan memiliki langkah strategis dalam menghadapi situasi ini, salah satunya efisiensi biaya
Perseroan. Bagaimana Perseroan dapat melakukan efisiensi cost sehingga cost of revenue yang
diberikan ke klien dapat lebih efisien dan diharapkan akan mendorong banyak pekerjaan di segmen
upstream yang dapat dikerjakan karena telah masuk dalam rentang keekonomian proyek.
Pada segmen distribusi dan logistik, sekitar 30% porsi investasi untuk segmen bisnis distribusi dan
logistik, salah satunya peremajaan mobil atau truk tangki transportasi BBM agar lebih available dan
realible, untuk meningkatkan kinerja. Dengan adanya penurunan crude oil, menjadi hal positif pada
segmen downstream yaitu adanya peningkatan demand konsumsi BBM. Sehingga memberikan
impact pada segmen downstream Elnusa dengan menambah volumen penyaluran BBM.
Saat ini, Elnusa melalui anak usahanya yaitu Elnusa Petrofin sedang mengembangkan bisnis distribusi
petrochemical. Saat ini Elnusa telah bekerja sama dengan TPPI untuk menyalurkan produk
petrochemical tersebut.
Page 8
2. Pertanyaan (Indrayanto Y): Apa penyebab penurunan laba bersih Elnusa pada semester 1 2025 jika dibandingkan dengan semester 1 tahun lalu? Jawaban: Terdapat penurunan laba bersih pada semester 1 tahun 2025 dibadingkan dengan tahun sebelumnya. Namun jika dilihat kembali pada laporan tahun 2024 sebelumnya, Elnusa menerima one off transaction / revenue dari pendapatan bunga yang tertunda selama 13 tahun atas deposito di salah satu bank swasta nasional, dengan nilai Rp69 miliar. Jika one off transaction / revenue dikeluarkan dari capaian net profit semester 1 2024, maka nilainya tidak jauh berbeda dengan net profit yang dibukukan di semester 1 2025. Selain itu, terdapat penurunan jumlah project di segmen upstream khususnya bisnis survey seismic yang kemungkinan bergeser di semester 2 2025. Kami masih optimis akan mendapatkan perolehan kontrak-kontrak baru di semester 2 2025. 3. Pertanyaan (Rose Amelia): Apa penyebab realisasi anggaran Capex masih rendah sampai dengan Semester 1 2025? Jawaban: Dalam melakukan investasi, Perseroan selalu mengutamakan prinsip yang prudent dengan melihat kebutuhan internal dan industri serta melihat potensi market ke depan. Proyeksi sampai dengan akhir tahun 2025, realisasi CAPEX diharapkan masih sesuai dengan target. Beberapa rencana kegiatan investasi untuk mencapai target investasi Perseroan, seperti percepatan pembelian aset Coiled Tubing Unit (CTU) & Cementing Unit, pembangunan General Warehouse di PT Sigma Cipta Utama, pembangunan TLPG Kolaka, docking beberapa barge dan pembelian mobil tangki.
Page 9
Laporan Daftar Hadir/Attendee Report
Report Generated: Sep 11, 2025 10:48 AM
Topic Webinar ID Total Viewers
PUBEX LIVE 2025 - PT Elnusa Tbk 870 0742 3016 168
Host Details
No User Name (Original Name)
1 IDXC (Pubex Live 2025)
2 Pubex Live 2025
3 Pubex Live 2025
Panelist Details
No User Name (Original Name)
1 Elnusa (Panelis ELSA)
2 Panelis ELSA
3 Panelis ELSA
4 IDX - Sulthan Hanif (Panelis ELSA)
5 yanto_Panelis idxc (Panelis ELSA)
6 Panelis ELSA
7 timtek (Panelis ELSA)
8 Panelis ELSA
9 Panelis ELSA
Attendee Details
No User Name (Original Name) Attendee Type
1 Michael Suryajaya Investor
2 Suandi Horax Investor
3 Suandi Horax
4 Yonatan Pratama Wijaya Investor
5 AGUS LIYANTO Investor
6 Lazuardi Yusril Ihza Investor
7 suwito heng Umum
8 Akbar Maulana Al Ishaqi Media
9 Nathanael Gudfried Investor
10 Alexander Prasetya Investor
11 Devin Yuwenka Investor
12 Wisik Adelina Umum
13 Kurniawan Rizki Persada Investor
14 Vla Sibarani Umum
Page 10
15 Andhika Audrey Investor 16 Andhika Audrey 17 Andhika Audrey 18 Andhika Audrey 19 Andhika Audrey 20 Agoes S Investor 21 Agoes S 22 Faris Izzaturahman Investor 23 Matthew Oen Investor 24 Hartanto Tanto Investor 25 Meisiana Kwandou Investor 26 Meisiana Kwandou 27 Mas Pion Investor 28 Zerafim Emmanuel Sharon Investor 29 Aryacipta Subandrio Investor 30 Ricardo . Investor 31 angga kurnia Investor 32 alwan vallerian Investor 33 WilLiam . Investor 34 WilLiam . 35 WilLiam . 36 Novitri Novi Investor 37 Kholid Rafsanjani Media 38 Susanto AH Investor 39 Yoshua Wibowo Investor 40 Nia Anggraeny Investor 41 Nia Anggraeny 42 Erwan M Investor 43 aditya suprayitno Investor 44 Andrea C Investor 45 Dzulfan A Investor 46 Dzulfan A 47 Dzulfan A 48 Galih Tegar Febrianto Umum 49 Galih Tegar Febrianto 50 Ratyanus Rombe Investor 51 Weerada Chuncuansungkom Umum 52 Dharwin Yuwono Investor 53 Muhammad Gabriel Somoal Umum 54 Muhammad Gabriel Somoal
Page 11
55 Noilany Ayutiarra Umum 56 sungkono susilo Investor 57 Galuh Restu Perwirawan Investor 58 Muhamad Noor Ibrahim Asjhar Internal 59 Dian Novita Umum 60 Wahid Ashari Mahaputera Investor 61 Ringga Nursyamhuda Umum 62 Agung Putra Umum 63 Supriadi Supriadi Investor 64 Antonius Albert Rido Investor 65 Asnur Chairiri Investor 66 Iman Wibisono Investor 67 Fathurrohman Fathurrohman Investor 68 Denny Hartono Investor 69 Will Manik Umum 70 Will TBS 71 Adhi W Umum 72 Ilham Maulana Akbar Umum 73 Richard Richard Umum 74 Eko Pujianto Umum 75 Eko Pujianto 76 marjudin marjudin Media 77 william adriel Investor 78 lucky ebenhaezer Media 79 Anty Maulina Umum 80 Anty Maulina 81 Agus Rachman S Investor 82 lia chaterina Investor 83 Trisna Gunawan Investor 84 YAN LUBIS Umum 85 Deny Hermawan Umum 86 Riza Iskandar Internal 87 Ridwan Mulyana Media 88 Satria Erlangga Hardiman Investor 89 Indrayanto Y Umum 90 Rose Amelia Umum 91 Erwin Wijaya Umum 92 Yangki Prayogi Investor 93 Yanto kus Kusdiantono Umum 94 Yanto kus Kusdiantono
Page 12
95 Nur Hana Putri Nabila Media 96 nurwanto nurwanto Internal 97 nurwanto nurwanto 98 nurwanto nurwanto 99 Ivan Mario Umum 100 Ivan Mario 101 Kurniawan Yunanto Umum 102 Hariadi Prasetia Investor 103 Kelvin Aditya Umum 104 Kelvin Aditya 105 Kelvin Aditya 106 Kelvin Aditya 107 SS Investor 108 Tri Wahyu Setyo Pambudi Umum 109 suyono suyono Investor 110 Aldebaran Martimo Harli Investor 111 Zsazya Senorita Media 112 Zsazya Senorita 113 Zsazya Senorita 114 Zsazya Senorita 115 Zsazya Senorita 116 Zsazya Senorita 117 Zsazya Senorita 118 Zsazya Senorita 119 Zsazya Senorita 120 Zsazya Senorita 121 Zsazya Senorita 122 Zsazya Senorita 123 Zsazya Senorita 124 Zsazya Senorita 125 Zsazya Senorita 126 Zsazya Senorita 127 Zsazya Senorita 128 Zsazya Senorita 129 Zsazya Senorita 130 Zsazya Senorita 131 Zsazya Senorita 132 Zsazya Senorita 133 Zsazya Senorita 134 Zsazya Senorita
Page 13
135 Zsazya Senorita 136 Zsazya Senorita 137 Zsazya Senorita 138 Zsazya Senorita 139 Zsazya Senorita 140 Muhamad Setyadji Investor 141 Desimon Desimon Investor 142 Handy Herawan Investor 143 maya santi Internal 144 bevly saputri Internal 145 Khoirifa Argisa Media 146 Meki Nanda Internal 147 Nur Najmina Hanifah Umum 148 Agustinus Rangga Media 149 keena sylvia Umum 150 Rifqi Prasetyo Internal 151 Liliyah SWA Media 152 Herik Herody Investor 153 dandy rachmat Internal 154 anisa hartisning Umum 155 Ahmad Shahab Umum 156 Ndroh Ndroh Umum
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Elektronika Nusantara. Seiring
p.2
unresolved
org
PT Elnusa Petrofin. Layanannya
p.3
unresolved
org
PT Sigma Cipta Utama
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.