Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1 OCR 0.953
9 EAGLE HIGH PLANTATIONS Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Public Expose 2025 - Eagle High Plantations Tbk 1. Bapak Azis — Media Kontan Pertanyaan : a. Apa alasan utama BEI melakukan suspend terhadap saham BWPT? Apakah ada keterlambatan penyampaian laporan keuangan atau faktor kepatuhan lainnya? b. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan terkini, khususnya terkait utang, arus kas, dan profitabilitas? Jawaban : Choong Kam Loong - Direktur a. BEI melakukan suspensi atas saham BWPT setelah terdapat lonjakan harga saham Perseroan sebesar 16756, dari yang sebelumnya berada pada rentang Rp50 - Rp60 menjadi Rp140 - Rp170 per lembar saham. Suspensi ini dilakukan oleh BEI pada 25 Agustus - 9 September 2025 dalam rangka cooling down sekaligus perlindungan terhadap investor, agar konsumen dapat melihat lebih jauh apakah kenaikan harga saham sejalan dengan kinerja keuangan Perseroan. Melalui hal ini, dapat Perseroan menyatakan bahwa penguatan harga saham didukung oleh peningkatan kinerja Perseroan secara keseluruhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, diiringi dengan fasilitas aset perkebunan yang memadai, SDM yang kompeten, dan komitmen Perseroan terhadap ESG, sehingga Perseroan berhasil mengoptimalkan kinerja keuangan dan operasional. Dengan demikian, tidak ada faktor lain yang menyebabkan suspensi tersebut selain untuk cooling down dan Perseroan yakin bahwa peningkatan kinerja Perseroan mendukung kenaikan harga saham ini. b. Utang Mengkaji dari pemaparan kondisi keuangan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir, dapat terlihat bahwa utang Perseroan mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini juga terlihat melalui Loan to EBITDA Perseroan yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari yang sebelumnya 9,24x pada tahun 2021, terus menurun hingga 3,09x pada tahun 2024, menunjukkan leverage yang lebih sehat dan Perseroan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk melunasi utang yang ada. Arus Kas Pada sisi arus kas, EBITDA Perseroan terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp1,4 triliun pada 2024, dengan peningkatan sebesar 2694 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pada H1 2025, EBITDA Perseroan sudah mencapai sekitar Rp870 miliar, meningkat 3096 dibandingkan EBITDA H1 2024. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Perseroan telah memiliki cash flow generation yang baik. PT Eagle High Plantations Tbk Gedung Raj ke 8,
Page 2 OCR 0.948
9 EAGLE HIGH PLANTATIONS Profitabilitas Dari sisi profitabilitas, Perseroan berkomitmen untuk menjaga peningkatan secara berkelanjutan. Pada H1 2025, pertumbuhan keuntungan bisnis Perseroan mengalami peningkatan sebesar 4896 dibandingkan H1 2024. Kedepannya, Perseroan akan konsisten menjaga dan mengoptimalkan peningkatan profitabilitas. 2. Bapak Teddy — Mirae Sekuritas Pertanyaan : a. Bagaimana pandangan manajemen terhadap tren harga CPO global hingga akhir 2025? Apakah BWPT memiliki kebijakan hedging (lindung nilai) untuk meredam volatilitas harga? b. Bagaimana proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih BWPT untuk tahun 2025 dibandingkan tahun 2024? Jawaban : Andrew Haryono — Direktur a. Perseroan melihat produksi CPO relatif stabil dengan jumlah produksi tahun lalu, yaitu sekitar 47 juta ton. Berdasarkan kondisi ini, Perseroan memprediksi harga CPO kedepannya akan relatif stabil dan cenderung tinggi. Selanjutnya, sama seperti perusahaan Perkebunan sawit lainnya, Perseroan bertindak sebagai price taker, sehingga Perseroan tidak melakukan hedging. Akan tetapi, dengan melihat mayoritas beban operasional dikeluarkan Perseroan menggunakan mata uang Rupiah sementara harga CPO ditetapkan secara internasional, maka hedging dalam hal ini terjadi secara natural. b. Terkait proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih BWPT, Perseroan berkomitmen untuk menjaga double digit growth untuk tahun ini (2025) dan tahun berikutnya. 3. Bapak Luhut — Media Investortrust Pertanyaan : a. Bagaimana perkembangan rencana kuasi reorganisasi yang sempat diumumkan kepada publik? b. Apa dampak keputusan World Trade Organization (WTO) yang memenangkan Indonesia terkait ekspor produk sawit dan turunannya terhadap penjualan BWPT ke depan, dan apakah ada rencana perseroan ekspansi pabrik biodiesel setelah keputusan WTO tersebut? PT Eagle High Plantations Tbk Gedung Rajawali Place Lantai 28, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Kel. Setiabudi, Kec. Setiabudi Jakarta Selatan 12910 T.462 21 86658828 www.caglehighplantations.com
Page 3 OCR 0.943
9 EAGLE HIGH PLANTATIONS Jawaban : Choong Kam Loong — Direktur a. Sampai saat ini, Perseroan terus melakukan komunikasi secara intensif dengan OJK dan memenuhi permintaan dokumen yang diminta oleh OJK. Perseroan berharap untuk segera menerima arahan dari OJK agar dapat melakukan kuasi reorganisasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan ke depannya. Apabila terdapat ada update dari OJK kedepannya, maka kami akan melakukan keterbukaan informasi. b. Sebagaimana dijelaskan pada paparan publik, strategi Perseroan untuk saat ini adalah melakukan penjualan secara 100X lokal. Dengan demikian, Perseroan belum berniat untuk melakukan ekspor atas hasil produksi yang ada, karena fokus utamanya pada penjualan secara upstream. Selanjutnya, Perseroan belum berencana untuk melakukan ekspansi pada pabrik biodiesel dalam waktu dekat. Hal ini juga mempertimbangkan kapasitas refinery Indonesia yang mencapai 90 juta metrik ton, sementara produksi CPO Indonesia baru mencapai 47 juta ton di tahun 2024. Dengan demikian, Perseroan tetap berfokus di upstream dengan optimalisasi penggunaan kelapa sawit. 4. Bapak Hafian — Media Bisnis Indonesia Pertanyaan : Bagaimana rencana perseroan terkait replanting lahan? Jawaban : Andrew Haryono — Direktur & Choong Kam Loong - Direktur Dalam strategi bisnis Perseroan, sebagai upaya menjaga konsistensi pasokan TBS, Perseroan akan secara aktif melakukan penanaman kembali (replanting) dan penanaman baru (new planting) serta maksimalisasi areal HGU selama 2026-2029. Selain itu, Perseroan juga akan menjalin kemitraan dengan para petani lokal. Strategi tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan TBS konsisten dan menjala average age lahan sawit tetap prima, pada usia 15-18 tahun. 5. Bapak Ernanda- Pemegang Saham Pertanyaan : Sehubungan dengan rencana Capex EHP tahun 2025, apakah akan didanai oleh kas internal atau alternatif pembiayaan lainnya? PT Eagle High Plantations Tbk Gedung Rajawali Place Lantai 28, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Kel. Setiabudi, Kec. Setiabudi Jakarta Selatan 12910 T.462 21 86658828 www.caglehighplantations.com
Page 4 OCR 0.930
6 EAGLE HIGH PLANTATIONS Jawaban : Choong Kam Loong — Direktur Berdasarkan kinerja keuangan tahun 2025, EBITDA per H1 2025 adalah sekitar Rp870 miliar yang diiringi dengan Loan to EBITDA Perseroan per 2024 sebesar 3,09x. Hal ini menunjukkan kemampuan Perseroan untuk menutup pokok dan beban bunga, sekaligus menunjukkan bahwa Perseroan tetap mampu untuk membiayai Capex yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan. Setiap tahunnya, Capex Perseroan tidak terlalu besar, karena Perseroan setiap tahunnya mengkaji pertumbuhan setiap lini bisnis. Untuk lini bisnis yang mengalami perkembangan pesat, proporsi Capex yang dialokasikan untuk lini bisnis tersebut akan lebih besar dibandingkan lini bisnis lainnya. Dengan demikian, Perseroan memiliki cash flow yang cukup untuk mendanai Capex dengan menggunakan kas internal Perseroan. PT Eagle High Plantations Tbk Gedung Rajawali Place Lantai 28, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B/4 Kel, Setiabudi, Kec. Setiabudi Jakarta Selatan 12910 T.162 21 86658828 www.caglehighplantations.com
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Azis
p.1
unresolved
person
Teddy
p.2
unresolved
person
Luhut
p.2
unresolved
person
Hafian
p.3
unresolved
person
Ernanda- Pemegang Saham Pertanyaan
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.