Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Risalah Paparan Publik Tahunan 2025
PT Medco Energi Internasional Tbk
Rabu, 10 September 2025
Paparan Publik Tahunan 2025 PT Medco Energi Internasional Tbk (“Perseroan” atau “MedcoEnergi”) telah
diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 10 September 2025 yang dilaksanakan secara virtual dan langsung (live)
(“Paparan Publik 2025”). Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang dari
berbagai kalangan seperti investor, analis dan media.
Direksi Perseroan yang hadir dalam acara Paparan Publik 2025 ini adalah:
• Bapak Amri Siahaan Director & Chief Administrative Officer
• Ibu Leony Lervyn Senior Manager Communication
Master of Ceremony (MC) Perseroan membuka acara Paparan Publik Tahunan 2025 dan mempersilahkan Direksi
Perseroan untuk mempresentasikan Kinerja Perseroan.
Selanjutnya Bapak Amri Siahaan memberikan pemaparan sesuai dengan materi presentasi yang telah
disampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia. Materi yang disampaikan adalah sebagai berikut:
➢ Ringkasan Kinerja
- Strategi Bisnis Kami Memberikan Nilai Jangka Panjang
o MedcoEnergi adalah perusahaan energi yang beroperasi di Asia Tenggara dan Timur Tengah,
dengan fokus pada tiga sektor bisnis utama yaitu Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, serta
Pertambangan Tembaga & Emas.
o Produksi minyak dan gas kami terutama berasal dari Indonesia, Oman, dan Thailand, dengan
panduan produksi tahun ini sebesar 155-160 ribu barel ekuivalen minyak per hari – dimana sekitar
70% gas dan 30% likuid/minyak.
o Melalui Medco Power Indonesia, kami memiliki dan mengoperasikan 16 pembangkit listrik tenaga gas,
geotermal, surya dan minihidro di Indonesia, dengan perkiraan penjualan listrik sebesar 4,300 GWh,
serta 27% energi yang dihasilkan berasal dari energi terbarukan.
o Kami juga memiliki sekitar 21% saham non-konsolidasi di Amman Mineral Internasional (AMMN-IDX),
perusahaan pertambangan Tembaga & Emas nomor dua terbesar di Indonesia.
- Kinerja Finansial dan Operasional Semester Pertama Tahun 2025
o Pada paruh pertama tahun ini, produksi minyak dan gas tercatat sebesar 143 ribu barel ekuivalen
minyak per hari. Sementara di segmen Power, penjualan listrik mencapai 1.994 GWh.
o Pada Juni 2025, kami melakukan lifting minyak pertama dari Lapangan Forel di Blok B Natuna.
Tambahan produksi dari Lapangan Forel dan Terubuk dapat mencapai 20 ribu barel minyak dan 60
mmscfd gas per hari (gross), atau setara 30 ribu barel ekuivalen minyak.
o Pada Juni 2025, kami mengumumkan akuisisi tambahan 24% hak partisipasi di PSC Corridor dari
Repsol.
o PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi) Ijen mulai beroperasi pada Februari 2025, dan PLTS
(Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Bali Timur mulai beroperasi pada Juni 2025.
o EBITDA tetap kuat di angka AS$623 juta, dengan rasio RG Net Debt terhadap EBITDA sebesar 1,9x
pada harga minyak mid-cycle, jauh di bawah target internal kami sebesar 2,5x. Kondisi ini memberikan
ruang untuk pertumbuhan ke depan, seperti akuisisi Repsol.
o Laba Bersih tercatat AS$37 juta, menurun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,
dipengaruhi rugi dari Amman sekitar AS$31 juta, seiring transisi ke Fase 8. Smelter mulai
memproduksi katoda tembaga pada akhir Maret, dengan penjualan dimulai di kuartal II. Penurunan
1
Page 2
harga minyak juga berdampak pada hasil Perseroan. Perseroan juga mencatat biaya dry hole sebesar
AS$8,9 juta dari pengeboran eksplorasi sumur Barramundi di PSC Beluga.
o Di bulan Juli, kami telah mendistribusikan final dividend sebesar AS$38 juta, sehingga total dividen
tahun 2024 yang telah didistribusikan adalah AS$63 juta, atau Rp 41 per-share. Kami tetap
berkomitmen untuk secara konsisten memberikan nilai tambah kepada shareholders, ditengah harga
minyak yang volatile.
o Pada Juli 2025, Medco mengakuisisi tambahan 24% hak partisipasi milik Repsol di PSC Corridor
senilai AS$425 juta, sehingga kepemilikan MedcoEnergi di PSC Corridor meningkat dari 46% menjadi
70%.
o Corridor adalah aset gas dengan arus kas stabil berkat tujuh kontrak penjualan gas jangka panjang ke
pembeli di Indonesia dan Singapura.
o Blok ini mencakup tujuh lapangan gas yang sudah berproduksi dan satu lapangan minyak, dengan
infrastruktur yang sudah siap dan program eksplorasi dan pengembangan yang terus berjalan.
o Dengan asumsi harga minyak mid-cycle, aset ini diperkirakan akan memberikan tambahan EBITDA
sekitar AS$145 juta pada tahun 2026, termasuk AS$90 juta dari kontrak gas harga tetap.
o Seiring dengan akuisisi 24% hak partisipasi milik Repsol di PSC Corridor, panduan produksi 2025
diperbarui menjadi 155–160 ribu barel ekuivalen minyak per hari.
o Sekitar 48% dari total produksi minyak dan gas dijual melalui perjanjian jual beli gas domestik jangka
panjang dengan harga tetap dan skema take-or-pay. Struktur ini memberikan kepastian arus kas dan
melindungi dari fluktuasi harga minyak. Sisanya, sekitar 52%, terekspos pada dinamika harga pasar,
termasuk 24% gas ekspor yang harganya terindeks pada harga minyak.
o Belanja modal sektor minyak & gas pada semester pertama 2025 tercatat sebesar AS$178 juta,
difokuskan pada program pengeboran di Natuna, Blok 60 Oman, Corridor, dan Senoro fase 2A.
➢ Panduan Bisnis
- Natuna Blok B:
o Kami berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan produksi dan memperpanjang umur keekonomian
aset ini. Produksi didukung oleh Lapangan Forel serta kegiatan pengeboran di Lapangan Terubuk,
dengan target sumur-sumur pengembangan mulai berproduksi pada kuartal ketiga 2025.
o Kami juga terus berdiskusi dengan pemerintah terkait perpanjangan kontrak PSC.
o Bangkanai:
o Aset ini merupakan bagian dari akuisisi Ophir Energy pada tahun 2019.
o Fasilitas Fase I saat ini memproduksi 20 juta kaki kubik standar per hari (gross) dari Lapangan
Kerendan. Fase II ditargetkan meningkatkan pengiriman gas hingga 55 juta kaki kubik standar per hari
pada awal 2029.
o Studi jalur pipa sepanjang 130 kilometer telah selesai dilakukan, dan saat ini kami sedang menjalin
kerja sama dengan perusahaan nasional untuk menyalurkan 35 BBTU per hari dari fasilitas kami
menuju pabrik mini LNG yang direncanakan di Melak, dengan target gas pertama pada kuartal pertama
2029, yang akan mendukung produksi hingga tahun 2053.
o Untuk memastikan kelayakan proyek ini, saat ini kami sedang memproses dokumen Rencana
Pengembangan (POD) Tahap II dan pengajuan perpanjangan PSC.
- Bangkanai:
o Aset ini merupakan bagian dari akuisisi Ophir Energy pada tahun 2019.
o Fasilitas Fase I saat ini memproduksi 20 juta kaki kubik standar per hari (gross) dari Lapangan
Kerendan. Fase II ditargetkan meningkatkan pengiriman gas hingga 55 juta kaki kubik standar per hari
pada awal 2029.
o Studi jalur pipa sepanjang 130 kilometer telah selesai dilakukan, dan saat ini kami sedang menjalin
kerja sama dengan perusahaan nasional untuk menyalurkan 35 BBTU per hari dari fasilitas kami
2
Page 3
menuju pabrik mini LNG yang direncanakan di Melak, dengan target gas pertama pada kuartal pertama
2029, yang akan mendukung produksi hingga tahun 2053.
o Untuk memastikan kelayakan proyek ini, saat ini kami sedang memproses dokumen
Rencana Pengembangan (POD) Tahap II dan pengajuan perpanjangan PSC.
- Ketenagalistrikan
Adapun progress operasional dari asset Power adalah sebagai berikut:
o Pada semester pertama 2025, penjualan ketenagalistrikan dari IPP tercatat sebesar 1.994 GWh,
sedikit lebih rendah dibandingkan semester pertama 2024 sebesar 2,003 GWh. Penurunan ini
disebabkan oleh pemeliharaan terjadwal di PLTGU Riau, gempa bumi yang memengaruhi operasional
Geothermal Sarulla, serta banjir di fasilitas PLTS Sumbawa.
o Kami memulai operasi pada dua aset energi terbarukan: PLTP Ijen berkapasitas 35 MW dan PLTS
Bali Timur berkapasitas 25 MWp, keduanya menghasilkan peningkatan penjualan energi terbarukan
sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 27% pada paruh pertama
2025.
o Memasuki paruh kedua tahun ini, kami mengantisipasi peningkatan produksi seiring dimulainya alir
daya dari proyek Energi Listrik Batam (ELB) Expansion, mendukung target penjualan 2025 yang telah
direvisi menjadi 4.300 GWh.
PLTP Ijen
▪ PLTP Ijen mulai beroperasi Februari 2025, menyuplai 35 MW ke sistem kelistrikan Jawa melalui
perjanjian jual beli listrik jangka panjang (PPA) dengan PLN.
▪ Fasilitas ini mampu memasok listrik ke sekitar 85.000 rumah tangga dan mengurangi emisi karbon
hingga 230.000 ton CO₂ per tahun.
▪ PLTP Ijen merupakan fasilitas panas bumi kedua Medco setelah Sarulla, bagian dari komitmen
jangka panjang kami dalam mendukung transisi energi di Indonesia.
▪ Saat ini kami menyelesaikan studi kelayakan untuk ekspansi Fase 2 yang akan menambah
kapasitas sebesar 20 MW.
PLTS Bali Timur
▪ PLTS Bali Timur mulai beroperasi pada Juni 2025 dengan kapasitas sebesar 25 MWp.
▪ Dengan kapasitas 25 MWp, proyek ini akan menghasilkan sekitar 50 GWh listrik per tahun, cukup
untuk menyuplai sekitar 42.000 rumah tangga dan mengurangi lebih dari 800.000 ton emisi CO₂
selama masa operasinya.
Pada proyek Energi Listrik Batam Expansion (atau dikenal juga sebagai proyek ELB Add-On project)
sebesar 39 MW, panas terbuang diolah menjadi tenaga listrik. Proyek konversi energi ini ditargetkan
beroperasi secara komersial pada kuartal keempat tahun ini.
Setelah Direksi menyelesaikan pemaparan materi presentasi, MC kemudian membuka sesi tanya jawab kepada
peserta yang hadir.
Berikut pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang hadir dan jawaban yang disampaikan oleh Direksi Perseroan:
1. Pertanyaan ke 1 : Anonymous Attendee
- Apakah PT Medco Energi Internasional Tbk berencana untuk melakukan akuisisi aset migas dalam jangka
waktu dekat?
o Strategi pertumbuhan kami banyak mengandalkan akusisi, kami terus mempelajari dan mengevaluasi
peluang yang ada.
o Selama ini kami punya rekam jejak yang baik dalam melakukan akuisisi, termasuk akuisisi 24%
Corridor baru-baru ini, dan tetap disiplin dalam menerapkan kriteria akuisisi kami.
3
Page 4
o Fokus kami adalah pada aset produksi yang memiliki potensi pertumbuhan, risikonya kami pahami
serta mampu kami kelola dengan baik.
- Apa saja perkembangan terbaru dari Medco Power?
o Kami terus memprioritaskan pertumbuhan organik di portofolio energi terbarukan, dengan kemajuan
signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Komitmen ini mulai mendapatkan pengakuan, termasuk dari
pemerintah, seperti terlihat dari perhatian nasional yang diberikan terhadap proyek panas bumi Ijen
dan PLTS Bali Timur - dua tonggak penting dalam membangun portofolio yang mendukung tujuan
iklim dan strategi keberlanjutan jangka panjang kami.
o Ke depan, kami juga meningkatkan efisiensi Energi Listrik Batam (ELB), produsen listrik independen
kami di Batam. Saat ini ELB mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas berkapasitas 70
megawatt, yang memasok listrik ke PLN Batam dengan kontrak hingga Desember 2028. Fasilitas
tersebut saat ini sedang ditingkatkan dengan ekspansi Combined Cycle sebesar 39 megawatt,
memanfaatkan panas gas buang dari unit yang ada, untuk menghasilkan listrik yang lebih efisien bagi
jaringan Batam Bintan. Proyek konservasi energi ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal
keempat 2025.
2. Pertanyaan ke 2 : Anonymous Attendee
- Apa ekspektasi MedcoEnergi terhadap produksi minyak dan gas di semester kedua?
o Kami memperkirakan produksi akan meningkat hingga mencapai sekitar 180 ribu barel ekuivalen
minyak per hari pada kuartal IV.
o Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor:
▪ Dampak langsung dari akuisisi 24% hak partisipasi di Blok Corridor yang menambah sekitar 25
ribu barel ekuivalen minyak per hari (setara ~1 mboepd dan ~135 mmscfd);
▪ Selain melalui akuisisi, Perseroan juga terus melakukan pengembangan secara organik, termasuk
peningkatan produksi dari lapangan-lapangan lain seperti ekspansi gas Letang Tengah Rawa
(LTR) dan pengembangan pengeboran Suban di Corridor, produksi pertama dari Lapangan Forel
dan Terubuk di Natuna, dan fasilitas Bisat-C di Oman Block 60.
o Dengan berbagai tambahan ini, rata-rata produksi tahunan 2025 diperkirakan naik menjadi 155–160
ribu barel ekuivalen minyak per hari, dari panduan awal 145-150 ribu barel ekuivalen minyak per hari.
- Bagaimana strategi MedcoEnergi dalam mengelola utang?
o Kami mengelola utang secara disiplin dengan memastikan sumber pendanaan yang beragam, baik
dari pasar global maupun domestik.
o Tahun ini kami sudah menerbitkan obligasi dalam USD dan Rupiah, sekaligus menata ulang sebagian
utang lama agar biaya bunga tetap kompetitif.
o Setelah akuisisi, kami biasanya memiliki rencana pelunasan utang yang jelas dalam 2–3 tahun, seperti
yang akan kami terapkan untuk akuisisi Repsol. Ini memberi kami fleksibilitas untuk mengejar
pertumbuhan lebih lanjut sekaligus terus memberikan nilai bagi para pemegang saham.
3. Pertanyaan ke 3: Anonymous Attendee
- Apa dampak dari skema Domestic Gas Swap antara Natuna dan Corridor?
o Pengaturan gas swap antara South Natuna dan Corridor merupakan praktik standar industri yang
bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi produksi, sekaligus memastikan bahwa kebutuhan domestik
dan komitmen ekspor tetap terpenuhi secara penuh.
o Skema ini tidak mengubah volume kontrak, komitmen penjualan, maupun harga yang telah disepakati
oleh MedcoEnergi. Dengan demikian, tidak terdapat dampak terhadap pendapatan Perseroan.
Mengingat keterbatasan waktu, maka MC mengakhiri acara presentasi Perseroan dan tanya jawab. Paparan Publik
2025 ini berakhir pada pukul 11.00 WIB.
4
Page 5
Risalah Press Conference Paparan Publik 2025
Setelah Paparan Publik selesai berlangsung, acara dilanjutkan ke Press Conference dimana Team MedcoEnergi
diarahkan masuk ke dalam link Zoom khusus untuk wartawan yang dihadiri oleh 32 wartawan. Selama sesi Press
Conference yang dibatasi selama 15 menit Sr. Manager Communication Leony Lervyn membacakan Press
Release Paparan Publik 2025 yang bisa diakses di link ini, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Berikut pertanyaan yang diajukan oleh wartawan yang hadir dan jawaban yang disampaikan oleh Pak Amri
Siahaan:
4. Pertanyaan ke 1 : Ghafur - Investor Daily
Apa yang ingin dicapai dari akuisisi hak kepemilikan langsung sebesar 24% dari Repsol di PSC Corridor?
Bagaimana peningkatan kepemilikan ini berdampak pada kinerja keuangan Perseroan di tahun 2025/2026?
Jawaban: Akuisisi ini sejalan dengan strategi kami untuk memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi
yang menghasilkan arus kas yang kuat, serta memperkuat komitmen kami terhadap pembangunan nasional,
dimana gas alam menjadi tahapan penting dalam transisi energi. Dengan asumsi harga minyak AS$65, aset
ini diperkirakan akan memberikan tambahan EBITDA sekitar AS$145 juta pada tahun 2026, termasuk AS$90
juta dari kontrak gas harga tetap. Secara produksi Blok Corridor itu menambah produksi sekitar 25.000 boepd
5. Pertanyaan ke 3: Anggie - IDX Channel
Bagaimana strategi pendanaan belanja modal Perseroan dalam 1 tahun ke depan?
Jawaban: Belanja modal umumnya didanai dari kas operasional. Meskipun terdapat beberapa proyek yang
akan berjalan, pendanaannya tetap berasal dari arus kas operasional yang dihasilkan oleh aset yang telah
berproduksi. Kami hanya mengambil utang untuk akuisisi dan refinancing, bukan untuk belanja modal rutin.
6. Pertanyaan ke 2 : Ahmad Fauzi - Suara.com
- Apa penyebab turunnya laba bersih periode semester pertama 2025?
Jawaban: Laba bersih tercatat sebesar AS$37 turun dari AS$201 juta periode yang sama tahun
sebelumnya, akibat Amman Mineral Internasional (AMMN) membukukan rugi bersih sebesar AS$31 juta,
turun signifikan dari laba bersih sebesar AS$99 juta pada 1H-2024, disebabkan keterlambatan proses
commissioning smelter baru dan fasilitas pemurnian logam mulia, dan juga karena proses transisi ke fase
8 sedang berlangsung sehingga produksinya belum besar. Selain itu penurunan harga realisasi minyak
turun 14% dari AS$81 per barel menjadi AS$70 per barel.
- Apa rencana Capex, sumber dan alokasi pengunaan nantinya?
Jawaban: Capex 2025 untuk migas: AS$400juta, untuk proyek gas di Block B Natuna dan Corridor, serta
kegiatan pengeboran di Oman Block 60 dan Bualuang. Jumlah ini tidak berubah meskipun ada pembelian
aset Repsol. Di ketenagalistrikan Capex sebesar AS$30juta untuk menyelesaikan proyek Energi Listrik
Batam (ELB) Expansion.
***
5
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Leony Lervyn
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.