Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
Page 1 of 83
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan
Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek
(Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom „Ada‟ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan
selanjutnya pada kolom „Keterangan‟ ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom
„Tidak Ada‟dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang
ada maka tanda (√) diisi pada kolom „N/A‟.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Summit Oto Finance
Bidang Usaha Perusahaan Pembiayaan
Jenis penawaran Umum Obligasi
Interim* 2026 2025
Nama Kantor Akuntan Publik N/A N/A N/A
Nama Partner N/A N/A N/A
Opini Akuntan N/A N/A N/A
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A N/A
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Page 2
Page 2 of 83
Ya Tidak
Peraturan Otorias Jasa Keuangan POJK Nomor 75 √
/POJK.04/2017 Tentang Tanggung Jawab Direksi Atas
Laporan Keuangan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK Nomor 9 tahun √
2023 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik dalam kegiatan Jasa Keuangan
Data Keuangan Penting
Periode laporan keuangan Interim* 2026 2025
Laba Rugi Komprehensif (dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan N/A 2,467,937 2,044,056
Laba (rugi) bruto N/A - -
Laba (rugi) usaha/operasional N/A 388,535 129,457
Laba (rugi) Bersih periode berjalan N/A 300,458 97,929
Laba (rugi) komprehensif N/A 511,076 41,093
Laba Per saham (dasar) N/A 61,517 (dlm rupiah 20,050 (dalam rupiah
penuh) penuh)
Laba Per saham (dilusian) N/A - -
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset N/A 19,283,821 16,921,295
Jumlah Aset Lancar N/A - -
Jumlah Aset Tidak Lancar N/A - -
Jumlah Liabilitas N/A 15,449,748 12,863,623
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek N/A - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang N/A - -
Jumlah Ekuitas N/A 3,834,073 4,057,672
Modal Disetor N/A 2,442,060 2,442,060
Page 3
Page 3 of 83
Saldo Laba
Telah ditentukan penggunaannya N/A 122,103 488,412
Belum ditentukan penggunaannya N/A 309,752 276,258
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) N/A - -
ROA N/A 4.52% 1.69%
ROE N/A 16.13% 4.73%
Laba bersih tahun berjalan / total aset N/A 1.56% 0.58%
Laba bersih tahun berjalan / total ekuitas N/A 7.84% 2.41%
Laba bersih tahun berjalan / jumlah pendapatan N/A 12.17% 4.79%
Ebitda thd pendapatan (%) N/A 37.07% 28.11%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan
atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai
dengan karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-
LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Hal 1
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √ Hal 2
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Hal 3
4 Laporan arus kas selama periode √ Hal 4
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang
disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan
akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan √
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Catatan 1 s.d Catatan 31
Ketentuan Umum
Page 4
Page 4 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan
dengan urutan sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan
akuntansi signifikan yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan
posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan
penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan
di bagian manapun dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam
laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk
memahami laporan keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase
untuk menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak
menggunakan kata “sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-
masing pos mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang
menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis
dan nilai aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir,
pengesahan dari instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal √ Catatan 1a Paragraf 1
Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang √ Catatan 1a Paragraf 3
sedang dijalankan pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √ Catatan 1a Paragraf 5
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara
signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat Catatan 1a Paragraf 2
dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan √
Page 5
Page 5 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
usaha dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok
usaha (ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat √ Catatan 1a paragraph 4
diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari √
penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang √ Catatan 1a Paragraf 2
berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta
izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika
ada). √
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan
Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan
meliputi:
a) Area Eksplorasi, meliputi:
• Nama lokasi; √
• Nama pemilik izin lokasi; √
• Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya; √
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan √
pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset
Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan; √
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
• Nama lokasi;
√
• Nama pemilik ijin lokasi;
√
• Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh
√
temponya;
• Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan
√
pemilik ijin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi; √
• Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan √
• Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan √
eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal
laporan posisi keuangan.
Page 6
Page 6 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan; √
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa
sisa manfaat HPH; dan √
c) sisa umur HPH. √
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk √ Catatan 1b
penawaran Efek yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Catatan 1b
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan 1b
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang √ Catatan 11
diterbitkan (corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai
dengan periode pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus
(EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara
langsung maupun tidak langsung; √
2) Tempat kedudukan; √
3) Jenis usaha; √
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila
√
entitas induk tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung
melalui entitas anak, lebih dari 50% (lima puluh perseratus) hak
suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung √
lebih dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara
potensial atas investee tidak diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila √
laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan
Page 7
Page 7 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas
anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen
tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka; √
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat √
diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka
entitas induk harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari
hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau
kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa
investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada
tanggal hilangnya Pengendalian; √
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima; √
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; √
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya √
dimana Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada √
entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian √
dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan √ Catatan 1c dan 1d
komisaris, dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan 23
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata- Catatan 1f
rata jumlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara √
konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Catatan 2b
Page 8
Page 8 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. √ Surat Pernyataan Direksi
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah √ Catatan 2a
disusun dan disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya
historis (historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai √ Catatan 2c Paragraf 1
realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar (fair value) atau
jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk √ Catatan 2c Paragraf 2
laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan,
meliputi: √ Catatan 2d
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; √
dan
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada). √
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, √ Catatan 2e dan 5
pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan
terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang
dibuat mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi
ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko Catatan 2e dan 5
signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah √
tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam
angka 2), catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas √ Catatan 2e dan 5
sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Page 9
Page 9 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya
yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi
pos-pos entitas induk dan entitas anak; √
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke
dalam laporan keuangan entitas induk; √
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan
tanpa kehilangan Pengendalian atas entitas anak; √
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian
atas entitasanak; √
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan
penyajian kepentingan nonpengendali; dan √
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar
entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi. √
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk
metode yang digunakan untuk mengukur kepentingan √
nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill; √
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill; dan √
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis
yang ada di Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon; √
(2) akuisisi secara bertahap; dan √
(3) imbalan kontinjensi. √
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan Catatan 3a
komponen kas dan setara kas. √
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Page 10
Page 10 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori,
√ Catatan 3b.2
termasuk perlakuan atas biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap
kategori; √ Catatan 3b.2
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; √ Catatan 3b.4
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar √ Catatan 3b.7
instrumen keuangan;
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan √ Catatan 3b.6
penurunan nilai dari aset keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan;
√ Catatan 3b.3
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung
nilai, selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka
(1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka
(6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai;
√
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung Catatan 3f
√
nilai atas instrumen keuangan derivatif; dan Catatan 3f
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi √
lindung nilai. Catatan 3f
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk; √
(2) pengakuan awal Sukuk; √
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan √
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi. √
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk; √
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk; √
(4) posisi penyajian Sukuk; dan √
(5) akad syariah yang digunakan. √
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Page 11
Page 11 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro √
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
√
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan
pada Bank Indonesia dan Bank Lain. √
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
√
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; √
√
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah;dan √
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan; √
(2) Dasar penyajian atas kredit; √
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko √
portofolio kredit;
√
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN
(jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit. √
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas √
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian; √
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang
diberikan dengan saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat √
ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan. √
Page 12
Page 12 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan Piutang Pembiayaan
Konsumen √
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan
√ Catatan 3c
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset √ Catatan 3e
pembiayaan konsumen dari konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse); √
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
√
jumlah bersih piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan √
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa; √ Catatan 3d
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan √ Catatan 3d
atau sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee √ Catatan 3d
dan/atau lessor. √
12) Persediaan : √
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi √
√ √
yang digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada
negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. √
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. √
Page 13
Page 13 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan,
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah
menghasilkan; √
(2) Dasar penilaian dan pengukuran; √
√
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan
ke tanaman telah menghasilkan;
√
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang
disusutkan; dan √
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian; √
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan √
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, √
jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
√
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
√
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
√ Catatan 3g
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap;
√ Catatan 3g
c) pengelompokan Aset Tetap;
√ Catatan 3g
d) metode penyusutan yang digunakan;
√ Catatan 3g
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap;
√ Catatan 3g
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
√ Catatan 3g
g) penghentian pengakuan;
√ Catatan 3g
h) nilai residu; dan
√ Catatan 3g
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi
√ Catatan 3g
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap
√
akhir periode pelaporan.
√
√
√
√
√
√
√
Page 14
Page 14 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk
√
mencatat investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk
√
mencatat bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama; √
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang
timbul; dan √
c) Sistem pembagian hasil, jika ada. √
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; √
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur √
manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan
umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan; √
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan √
g) riset dan pengembangan (jika ada). √
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk
dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar √
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual. √
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi; √
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya; √
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model √
biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi. √
Page 15
Page 15 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah
√
tercatat bruto;
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan
√
penilaian kembali aset (revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
√
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
√
dan
√
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan
kemungkinan terjadinya penurunan nilai; dan √
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan √
dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
√
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
√
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan √
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. √
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan √
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. √
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 3h
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan √
√
Page 16
Page 16 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) dasar penentuan nilai provisi. √ Catatan 3h
24) Utang Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
√
pencatatan dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; √
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan √
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
√
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
√
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
√
penambangan; dan
√
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan; √
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan √
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya
produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan √
kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan
√
penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan √
Page 17
Page 17 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Metode penyusutan prasarana PLH. √
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar √ Catatan 3j
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan √
yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan √
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak. √
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang
√
belum merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif; dan √
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. √
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang
disetujui, klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang √
terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian
klaim; dan
√
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real
Estat; √
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang √
lebih rendah dari nilai tercatat proyek; √
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real
Estat; √
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini; dan √
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
√
Page 18
Page 18 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas √
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang √
asing; Catatan 3n
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari
√ Catatan 3n
penjabaran aset dan liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan
√
saldo dalam mata uang asing. Catatan 3n
√
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ Catatan 3o dan Catatan 23
√ √ Catatan 3o dan Catatan 23
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang
√
metode penyajian dalam laporan keuangan. √
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak √ Catatan 3k
tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan 3k
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan Catatan 3k
√
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak Catatan 3k
tangguhan. √
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan; √ √ Catatan 3i
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang √
√ Catatan 3i
diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan
Catatan 3i
kerugian aktuarial; dan √
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan Catatan 3i
√
penyelesaian.
34) Saham Treasuri √
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran
atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. √ √
√
√
Page 19
Page 19 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi
√
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen
ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan √
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. √
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya
√
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh
√ Catatan 3m & Catatan 27
manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
√
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham
√ Catatan 3l & Catatan 22
dasar dan laba (rugi) per saham dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a Aset
.
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga; Catatan 6
√
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank √ Catatan 6
serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode √
pelaporan; dan Catatan 6
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak √ Catatan 6
dapat digunakan oleh kelompok usaha disertai pendapat √
manajemen.
√
√
Page 20
Page 20 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang. √
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan √
jenis mata uang (nilai dalam mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan
posisi GWM bank pada saat periode pelaporan. √
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
√
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
√
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-
masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang √
mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
√
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
√
penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang; √
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan
nilai (impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai √
(unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok); √
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama √
periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang
√
mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya; √
Page 21
Page 21 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank √
bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi termasuk
tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan √
penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak √
berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur;
√
c) jumlah piutang menurut mata uang;
√
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai;
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian √
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan √
piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau
√
keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak
dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan √
alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga √
efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,
meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, √
dan ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian; dan √
(2) jaminan yang diberikan (bila ada).
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur;
√
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan
√
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas. √
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam
√
perhitungan solvabilitas.
Page 22
Page 22 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; √
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; √
dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam
√
perhitungan solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak √
ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi;
√
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
√
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan
√
solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen √
Yang harus diungkapkan antara lain:
√ Catatan 7a
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain);
√
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen; Catatan 4b & 4d
√
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja √ Catatan 7a
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola
piutang, penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang √
apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang Catatan 3c & 24
tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui; √ Catatan 7a
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas Catatan 4b.iii
√
piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
Catatan 4c
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau √ Catatan 7a
digunakan sebagai jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan √
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan √
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
√
√
Page 23
Page 23 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
anjak piutang tangguhan (dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang
√
diatur dalam perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di
samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan
√
nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode
pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima; √
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor; √
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran √
sewa minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode;
√
dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.
√
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan
dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk
setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun √
(c) lebih dari lima tahun √
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada
periode; dan √
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. √
Page 24
Page 24 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi. √
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari
setiap kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan; √
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali √
Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse repo; √
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan √
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). √
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih;
√
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
√
dengan saldo piutang yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul
√
setelah pengambilalihan agunan tersebut.
Page 25
Page 25 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan Piutang bunga giro/deposito dikelompokan pada piutang lain-lain
√
dividen, bunga, dan denda kepada pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √ Jumlah piutang lain-lain tidak material (dibawah 5% dari total aset)
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan √
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. √
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang
bersifat lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang
√
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi. Catatan 23
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
√
investasinya; √
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
√
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos
pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai
laba atau rugi periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode √
suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang √
belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). √
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset √
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka
wajib diungkapkan:
√
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
√
(b) alasan reklasifikasi; dan
√
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual.
Page 26
Page 26 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan √
untuk Liabilitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan
kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
√
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas investasi yang tersedia untuk dijual yang
direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. √
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
√
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
√
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan
√
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
√
tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah; √
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; √
dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan. √
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis; √
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga; √
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Page 27
Page 27 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan √
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan
pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui
√
sebagai laba atau rugi periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran
√
tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat
dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana
√
jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang; √
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor √
ekonomi dan jangka waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama
√
periode berjalan;
√
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
√
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah
cadangan penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia; √
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang
√
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia;
√
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik √
selaku pimpinan, agen, atau anggota sindikasi;
Page 28
Page 28 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode √
pembelian, jika ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas
Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank √
Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai. √
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata
uang, dan jatuh tempo; √
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan; √
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga; √
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi √
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat
menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan; √
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai
Wajar dikurangi biaya untuk menjual; √
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama √
periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai √
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
dalam periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai √
yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai √
persediaan yang diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian,
maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama √
periode berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan √
jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima √
jaminan, dan alasan dijaminkan; dan
Page 29
Page 29 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta
√
pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan
alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut
klasifikasi yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman;
√
(2) Perlengkapan; dan
√
(3) Barang Dagangan.
√
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang;
√
(b) Unit Bangunan; dan
√
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.
√
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan
jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum
diakui, termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, √
bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan; √
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke √
tanah untuk pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. √
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor (media televisi); √
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak); √
Page 30
Page 30 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan √
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya. √
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan √
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: √
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. √
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi hewan ternak telah menghasilkan dan
hewan ternak belum menghasilkan; √
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap √
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
√
menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah
penyisihan atau penghapusan persediaan yang mati √
atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup;
√
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu √
dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan
langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai
pertanggungan asuransi; dan √
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama √
pihak yang menerima jaminan.
Page 31
Page 31 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan √
Catatan 21d
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan √ Catatan 21a & 21g
statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka Jumlah biaya dibayar dimuka tidak material ( dibawah 5% dari aset )
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. √
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk
Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan; √
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang
√
mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, serta cara
dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan √
nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat
√
direalisasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau
keadaan yang dapat memperpanjang periode penyelesaian
penjualan menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset
√
yang dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai
dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki
untuk dijual atau kelompok lepasan dihentikan
pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau √
kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan,
amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui
apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan √
untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada √
keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut
√
dan periode sajian sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang;
√
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan Jumlah piutang lain-lain tidak material (dibawah 5% dari total aset)
nilai serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut; √
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan
Page 32
Page 32 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penghapusan piutang; √
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian Jumlah piutang lain-lain tidak material (dibawah 5% dari total aset)
penurunan nilai; dan
√
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar,
√
hal tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara lain:
√
a) nama entitas asosiasi;
√
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh
signifikan, beserta alasannya;
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi √
yang kuotasi harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi; √
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 20% (dua puluh perseratus) hak suara atau √
hak suara potensial investee secara langsung atau tidak
langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi,
ketika laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan √
metode ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang
berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan √
entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya,
apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas √
rugi entitas asosiasi, baik untuk periode terjadinya kerugian
tersebut maupun secara kumulatif; √
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi
bersama-sama dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban √
bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas
asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual
√
atau dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan
metode ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan
dan jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang √
mensyaratkan adanya jaminan tersebut.
Page 33
Page 33 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI,
yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; √
b) Penyisihan periode berjalan; √
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan √
d) Saldo akhir. √
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus
mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol;
√
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
√
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan
√
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak
√
bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis √
tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman √
untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
√
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi
√
penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama
√
paling sedikit 2 tahun;dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
√
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
√
i. Tambahan tahun berjalan
√
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam
√
hal terjadi depresiasi luar biasa
Page 34
Page 34 of 83
No Keterangan Ada Tida N/A Keterangan
i. Pengurangan tahun berjalan k √
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah √
menghasilkan √
(c) Pengurangan lainnya
√
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman √
yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan
plasma); dan √
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum √
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok
selama paling tidak 2 tahun terakhir; √
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan; √
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area √
peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
√
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan √
asuransi dan risiko yang ditutup; √
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat √
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika √
ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, √
jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan. √
33) Properti Investasi
a) Yangharusdiungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, √
model Nilai Wajar atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam √
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh
bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain √
karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar
yang dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan √
penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: √
Page 35
Page 35 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi; √
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti √
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama periode
tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui √
dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari √
Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil
pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau √
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai
Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf
(a) ditambahkan pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, √
pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi
disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan
keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang
telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan,
dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang √
telah ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
√
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:
√
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan √
Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
√
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian
dan alokasi beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah √
pemulihan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai
SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang √
digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi. √
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
√
pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak; √
Page 36
Page 36 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian; √
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat
Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan; dan √
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
properti investasi yang memenuhi kriteria aset kualifikasian,
maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama √
periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan
√
jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
√
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung Catatan 8
dan/atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset √ Catatan 8
Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
Catatan 8
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan √
alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui
dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada); √
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap; √
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang
dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara √
terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang
harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); √
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan
jumlah revaluasian; √
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam √
mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset
tersebut dicatat dengan model biaya; dan √
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan
√
distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; √
Page 37
Page 37 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak; √
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada); √
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset
√
tetap dalam pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset
yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama √
periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. √
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara; √ Catatan 8
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah √
disusutkan penuh dan masih digunakan; Catatan 8
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia √ Catatan 8
untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap √ Tidak Material ( di bawah 5% dari total asset )
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari
Aset Tetap yang dihentikan pengakuannya; √ Catatan 8
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal √ Catatan 8
perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap; √
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atau pemulihan penurunan nilai;
√
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang
√
menerima jaminan dan alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta
pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, √ Catatan 8
apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan
gas bumi) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage,
unoperated acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang
berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan √
serta fasilitas dalam pengerjaan;
Page 38
Page 38 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan; √
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
√
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing
lokasi penambangan; dan √
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan √
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung
hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas
√
tagihan tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud
antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos √
laporan laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset
Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan √
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka harus
diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
√
berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi; √
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung
penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang
dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas; √
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari
setiap Aset Takberwujud yang material terhadap laporan
√
keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan
awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku,
diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut; √
(2) jumlah tercatatnya; dan √
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan √
model biaya atau model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud
yang menjadi jaminan untuk Liabilitas; √
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, √
diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); √
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
√
Page 39
Page 39 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam √
mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya
Aset tersebut dicatat dengan model biaya; dan √
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan
√
distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat
penjelasan tentang :
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan pengurangan; √
(3) Saldo akhir. √
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per
area of interest yang mencakup saldo awal, penambahan √
dan pengurangan, dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas
operasi, dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi √
dan evaluasi pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan
tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
√
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang √
terdiri dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya
pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai √
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio
rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada); √
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan; √
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum √
dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
√
evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
Page 40
Page 40 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai
tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
√
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
√
(b) Saldo awal;
√
(c) Penambahan/pengurangan;
√
(d) Amortisasi, dan
√
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan
√
pengembangan yang masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan √
manajemen tidak dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang
ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi,
meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan; √
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum √
dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya √
evaluasi bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai
tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus
√
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi; Jumlah utang usaha tidak material (dibawah 5% dari total liabilitas)
√
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan
√
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-
√
pos yang berhubungan.
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek
√
dan provisi jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
√
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
Page 41
Page 41 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama √
periode bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas √
jumlah yang belum digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam
nilai kini, yang terjadi karena berlalunya waktu dan √
dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan
√
saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal √
diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama
yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi √
penggantian tersebut.
3) Beban akrual Jumlah beban akrual tidak material (dibawah 5% dari total liabilitas)
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur
√
utama beban yang belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan
√
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.
√
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan
pada transaksi repo; √
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan √
kembali Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari
setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga
harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
Page 42
Page 42 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan
yang mengungkapkan:
√
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan
√
pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
√
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat
√
deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya,
√
misalnya diblokir atau dijaminkan; dan
√
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan √
pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat √
deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan √
statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi;
√
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
√
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
√
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
√
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
√
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan
pihak ketiga; √
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung; √
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan √
(4) Jumlah utang menurut mata uang. √
Page 43
Page 43 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √
(2) Jumlah menurut tertanggung; √
(3) Jumlah menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan. √
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Jumlah menurut program asuransi;
√
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
√
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan
pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
√
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan
pihak ketiga; √
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan √
pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; √
(4) Jumlah menurut umur utang; dan √
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. √
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(3) Jumlah menurut jenis asuransi. √
Page 44
Page 44 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis
√
asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham; √
(2) Dasar perhitungan; dan √
(3) Saldo menurut usia. √
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.
√
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √
Catatan 21b
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √
Catatan 21f
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan
√
recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan
√
jatuh tempo serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang
diterima. √
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang sesuai dengan pengungkapan utang bank dan
lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam √
Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya Jumlah liabilitas keuangan lainnya tidak material (dibawah 5% dari total
berlaku untuk liabilitas keuangan lainnya yang √ liabilitas)
bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi √ Catatan 23
yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 45
Page 45 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori; √ Jumlah liabilitas keuangan lainnya tidak material (dibawah 5% dari total
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; liabilitas)
√
dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
√
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan √
dan penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
√
pajak penghasilan yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan
aset yang diakui selama periode tersebut; dan √
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai √
tercatat utang yang telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. √
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau
kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat √
digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; √
Catatan 23
b) jumlah utang menurut mata uang; dan √
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang √
berhubungan.
Page 46
Page 46 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan √ Catatan 10
dan jenis mata uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
√ Catatan 10
c) tanggal jatuh tempo;
√ Catatan 10
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua
√ Catatan 4d
belas) bulan;
Catatan 10
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk √
jumlah dan tujuan perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing- √ Catatan 10
masing fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya √
restrukturisasi utang dan kondisi default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang
√ Catatan 10
berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan
pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau √ Catatan 10
pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga
jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12
(dua belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi
tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain
adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan √
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal √
kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo,
dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain : √ Jumlah utang sewa pembiayaan tidak material (dibawah 5% dari total
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi liabilitas)
sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai
kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran
sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut: Jumlah utang sewa pembiayaan tidak material (dibawah 5% dari total
(1) sampai dengan satu tahun; √
√ liabilitas)
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun. √
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada √
periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan √
yang diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang
tidak dapat dibatalkan (non-cancellable sublease) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
Page 47
Page 47 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta √
amortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan
penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen; √
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat- √
syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian
sewa. √
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
√
pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan; √
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban √
yang harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance
atas surat berharga yang diterbitkan. √
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang; √
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh
tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan √
penting lainnya (debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance;
√
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat imbalan yang
lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
√
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas; √
Page 48
Page 48 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama √
periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen
√
dan kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan
penghapusan bank pada saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
√
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:
(1) Saldo awal; √
(2) Penyisihan yang dibentuk; √
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan √
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan; √
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas √
bersyarat lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi
keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya √
material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan
dapat menyajikannya dalam pos yang
terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
√
(1) Saldo awal;
√
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
√
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 20
(1) gambaran umum mengenai jenis program. √
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban
imbalan pasti yang menunjukkan secara terpisah,
pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat
diatribusikan ke dalam: √
Catatan 20
(a) biaya jasa kini; √
Catatan 20
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program; √
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial; √
Catatan 20
Page 49
Page 49 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang √
diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata
uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan; √ Catatan 20
(g) biaya jasa lalu;
√
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan √
(J) penyelesaian. √
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang √
dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanai
dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya √
atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset
program serta saldo awal dan akhir dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK
menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode
yang dapat diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program; √
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial; √
(c) perubahan kurs mata uang asing pada
program yang diukur dengan mata uang √
yang berbeda dengan mata uang penyajian;
√
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program; √
(f) imbalan yang dibayarkan; √
(g) kombinasi bisnis; dan √
(h) penyelesaian; √
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program
sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan
Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan,
paling kurang mengungkapkan:
√
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak
diakui dalam laporan posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi √
keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset,
√
dikarenakan oleh batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap
hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai √
dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi
keuangan; √
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal
berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini; √ Catatan 20
Page 50
Page 50 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) biaya bunga; √ Catatan 20
(c) hasil yang diharapkan dari aset program; √
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; √
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan
memilih metode koridor 10% (sepuluh per seratus); √
(f) biaya jasa lalu; √
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan
√
penyelesaiannya; dan
√
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif
lain yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi: √ Catatan 20
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
√
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial
yang diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal
Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam
pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK; √
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang
merupakan Nilai Wajar total aset program, untuk setiap
kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun √
tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang,
properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: √
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan;
dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh √
Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan
√
tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara
keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset
program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil √
aktual atas setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada
akhir periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran
yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara
persentase dan variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset √ Catatan 20
program untuk periode yang disajikan dalam laporan √
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan pada setiap hak √
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan
dalam indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa
program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk
kenaikan imbalan masa depan); √ Catatan 20
Page 51
Page 51 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan √
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria; √
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka
persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga
√
dari biaya kesehatan pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya
kesehatan. √
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan
inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak
√
persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa
dengan satu angka persentase dalam lingkungan inflasi
yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun
sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset Catatan 20
program dan surplus atau defisit pada program; dan √
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari liabilitas program pada akhir √ Catatan 20
periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir periode
pelaporan; √
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat
ditentukan secara andal, dari iuran yang diharapkan akan
dibayar dalam program selama periode tahunan dimulai √
setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko
antar entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai
berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk
pembebanan biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa
tidak ada kebijakan seperti itu; √
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan
pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat program √
imbalan pasti dan dampak keuangan atas
perubahan program selama periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program
sesuai dengan huruf a) butir (1) mencakup
penjelasan praktik informal yang menimbulkan √
kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran
kewajiban imbalan pasti; dan
(iii)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk
periode sesuai SAK informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1),
√
butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13),
butir (14), dan butir (16) serta butir ii.
Page 52
Page 52 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus √
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk
program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan
√
kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak
kerja; dan √
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada). √
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Catatan 11
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam
rupiah dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi
dicatatkan, dan tujuan penerbitannya; Catatan 11
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √ Catatan 11 & 4d
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua √
belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √ Catatan 11
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok √ Catatan 11
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Catatan 11
√
Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi √
utang dan kondisi default); dan
h) persyaratan penting lainnya. √
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad √
syariah yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah
yang digunakan; √
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari; √
(c) nilai nominal; √
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah); √
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan
√
besaran nisbah bagi
Page 53
Page 53 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau √
pembayaran imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √
(h) tujuan penerbitannya; dan √
(i) persyaratan penting lain; √
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan; √
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua √
belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan √
Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika √
ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak √
Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau √
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi
default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan √
b) tujuan perolehannya;
√
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan √
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya √
restrukturisasi utang dan kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak √
Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya. √
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal
jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
√
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi
rasio konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh
tempo serta persyaratannya, dan penalti; √
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan
(exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang √
pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya; √
Page 54
Page 54 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; √
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua √
belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
√
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika
ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan √
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa √
melalui penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan
dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi; √
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan √
m) persyaratan penting lainnya
√
c Ekuitas
.
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir
√ Catatan 13
periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada √ Catatan 13
setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak
opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan √
persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan √ Catatan 14
dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah
lembar saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) √
atau lebih; Catatan 13
√
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; √ Catatan 13
d) Dalam hal terjadi perubahan modalsaham dalam periode
berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal
√
saham tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan
Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari
kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari
Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan
Page 55
Page 55 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement), √
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan
kecukupan modal; √
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan
di Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan
dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. √
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √ Catatan 15
b) Uraian sumber agio saham; √ Catatan 13
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek √
ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya; √
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang √
berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-
entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak √
bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; √
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk √
dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis √
dan jumlah imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta √
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan
yang diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan
informasi antara lain: √
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan
kembali; √
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan; √
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan √
kembali.
3) Selisih Transaksidengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian yang meliputi:
√
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
Page 56
Page 56 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Nama entitas anak; dan √
(3) Nama pihak yang bertransaksi; √
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa √
hilangnya Pengendalian;dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada √
saat hilangnya Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau √
pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai √
saham treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai
√
pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali
serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan √
saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. √
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √ Catatan 14
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan
persetujuan RUPS yang terkait;dan √ Catatan 14
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan
setiap pos cadangan. √ Catatan 14
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran; √
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa); √
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya;
dan √
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. √
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan posisi keuangan Laporan laba rugi dan- penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan komprehensif lain Laporan Perubahan Ekuitas
√
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. Catatan 12
Catatan 20
Page 57
Page 57 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas √
induk.
d Laba Rugi Komprehensif
.
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui
selama periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:
√
(1) Penjualan barang;
√
(2) Penjualan jasa;
(3) Bunga; √ Catatan 16 & Catatan 23
(4) Royalti; dan/atau √
(5) Dividen; √
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama; √ Catatan 16
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi √
10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan √
(jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai
pendapatan dalam periode berjalan; √
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakui dalam periode berjalan; dan
√
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
√
penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir
periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang
√
diakui sampai tanggal pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
√
(c) Jumlah retensi;
√
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
√
masing sebagai Aset dan Liabilitas;
Page 58
Page 58 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan; √
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen √
dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang
antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto; √
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan √
(c) Total pendapatan neto. √
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif; √
c) Masa berlaku tarif; √
d) Besaran tarif; dan √
e) Perjanjian lain yang terkait. √
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; √
Catatan 16
b) Pendapatan anjak piutang; dan
√
c) Pendapatan sewa.
√
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat
inap, rawat jalan dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi; √
b) Subsidi tidak mampu; dan √
c) Selisih perhitungan klaim. √
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:
Page 59
Page 59 of 83
No Keterangan Ad Tid N/A Keterangan
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi; a ak √
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi; √
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi; √
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan √
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada
(bus, taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan √
memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa
interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang
dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. √
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan)
premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi. √
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama
operasi; √
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah
ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setiap ruas √
jalan tol tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
√
a) Obligasi Pemerintah;
√
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi
yang diakui;
c) Efek-efek; dan
√
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.
√
Page 60
Page 60 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok
produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku;
√
(2) Biaya tenaga kerja; dan
√
(3) Biaya overhead
√
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10%
√
(sepuluh perseratus) dari pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada
√
jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan; √
b) Beban jasa pelayanan; √
c) Beban pegawai; √
d) Beban penyusutan sarana medis; √
e) Beban pemeliharaan sarana; √
f) Beban asuransi; √
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan √
kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap
jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim
kematian. √
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah √
berdasarkan kelompok pendapatan komisi dan beban
komisi untuk setiap jenis asuransi.
Page 61
Page 61 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut
√
jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi;
√
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
√
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.
√
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaitu antara lain:
√
a) Beban penjualan;
√
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi. √
Catatan 19
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga √
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban
beban provisi dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa √
utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian √
penurunan nilai untuk masing- masing akun Piutang Pembiayaan
Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. √ Jumlah pendapatan dan beban lainnya tidak material (dibawah 5% dari
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √ total aset)
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
Page 62
Page 62 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan √ Catatan 17
metode suku bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui
sesuai SAK yang berlaku; dan √
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata
uang asing sepanjang selisih kurs tersebut
√
diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi
instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia
√
untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada
Nilai Wajar melalui laba rugi; dan √
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang
bertujuan untuk lindung nilai.
√
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura
Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
√
ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang
dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah. √
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan
jenis aset keuangan. √
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai
surat-surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan
√
jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan √
jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset √
Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti;
√
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual; √ Catatan 20
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung √
nilai dalam rangka lindung nilai arus kas; dan bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama. √ Catatan 12
Page 63
Page 63 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan)
pajak yang terdiri dari:
√ Catatan 21c
(1) beban (penghasilan) pajak kini;
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini √
yang berasal dari periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal Catatan 21c
dari perbedaan temporer dan pembalikannya; √
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait
dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan
√
perpajakan yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak
diakui sebelumnya atau perbedaan temporer suatu √
periode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban
pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan √
atau pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak
tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan √
kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan
dalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak
dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi
yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas; √
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen
pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura √ Catatan 21e
Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan
laba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak √ Catatan 21d
yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif
pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar √
perhitungan tarif pajak yang berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode √
akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum √
dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan
dalam laporan keuangan;
Page 64
Page 64 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan √
investasi pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak
tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara
sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi; √ Catatan 21d
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); Catatan 21d
√
dan Catatan 21d
(3) laba kena pajak; √
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan
tarif pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak √ Catatan 21d
yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi
dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan; √ Catatan 21d
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak
yang belum dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui
pada laporan posisi keuangan untuk periode sajian; dan Catatan 21e
√
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui Catatan 21e
√
dalam laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari
perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan
yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan √
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan √
selama periode, bersama dengan jumlah terkait untuk
setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada
pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan √
sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun
tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset
pajak tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak √
pengakuisisi dalam suatu kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat
pajak tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan √
yang diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal
akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang
mendukung pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada
kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba √
pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah
ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak
Page 65
Page 65 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tangguhan terkait. √
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah
√ Catatan 22
tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai
penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian,
Catatan 22
dan rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup √
dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara
kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di
√
masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba Catatan 22
per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen
berpotensi saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK √
yang berlaku, yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan
secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen
berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut
seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode
pelaporan; dan
√
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak
berelasi, yang jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk √
transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat;
dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal
disetor untuk transaksi dengan entitas berelasi. √
Catatan 23
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak
berelasi serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan √
pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat
dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi Catatan 23
√
mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang
diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
Page 66
Page 66 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total Catatan 23
√
pendapatan dan beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset
atau Liabilitas, termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah √
terdapat jaminan, dan sifat imbalan yang akan
diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima; √
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban
cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dan √
kolektif, dan penghapusan piutang terkait dengan jumlah
saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha;
dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian √
penurunan nilai, jika dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-
masing kategori berikut:
(1) entitas induk; √ Catatan 23
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh
Signifikan terhadap entitas; √
(3) entitas anak; √
(4) entitas asosiasi; √
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer; √
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
induknya; dan √
Catatan 23
(7) pihak-pihak berelasi lainnya. √
Catatan 23
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing
anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham
utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci
lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek; √
(2) imbalan pascakerja; √
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya; √
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan √
(5) pembayaran berbasis saham. √
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
√
hubungannya dengan Perusahaan;
Page 67
Page 67 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual √
signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak
secara individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau √
kualitatif atas luasnya transaksi tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata √ Catatan 3n
uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing √
Catatan 4c
serta ekuivalennya dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
√ Catatan 4c
asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata
√ Catatan 4c
uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali
untuk selisih kurs yang timbul pada instrumen keuangan √
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain
dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, √
serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir
periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama
periode tertentu untuk suatu aset individual, termasuk goodwill
atau suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai; √
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang didalamnya tercakup rugi penurunan √
nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam
laba rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba
rugi komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi √
penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya; √
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang √
diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode
tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset √
revaluasian yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain
selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) √
dilakukan untuk setiap kelompok aset.
Page 68
Page 68 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan
Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi; √ Catatan 5
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode
√
berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang.
√
Dalam hal jumlah dampak pada periode mendatang tidak
praktis, fakta tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi; √
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan √
informasi yang andal dan relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap
periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan √
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode
sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis √
dilakukan, maka diungkapkan alasannya; dan
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak
praktis untuk suatu periode tertentu atau untuk periode-
periode sebelum periode-periode tersebut disajikan dan √
tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan √
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan √
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak √
praktis dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
tidak praktis.
Page 69
Page 69 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan,
yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi; √
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan √
Efek ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk √
masing-masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang √
cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak √
yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
√
yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap √
kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi; √
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan √
jumlah pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika
apabila kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta √
dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum
pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman
yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok
piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
√
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus √
kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih; √
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap
kelompok utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas
√
yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan √
perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi
terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus √
Page 70
Page 70 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima
dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui √
untuk estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai
Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 √
huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensi;
dan
√
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam
laporan laba rugi komprehensif dimana keuntungan
√
tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut
menghasilkan keuntungan; √
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi
memiliki kurang dari 100% (seratus perseratus) dari
kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal
akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak
yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi √
dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang
digunakan dalam penentuan nilai tersebut, untuk √
setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara
bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak √
pengakuisisi segera sebelum tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui
sebagai hasil dari pengukuran kembali Nilai Wajar
dari kepentingan ekuitas pada pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum √
kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk mengakui keuntungan atau
kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang
diakuisisi sejak tanggal akuisisi yang dimasukkan √
dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil √
penggabungan untuk periode pelaporan berjalan
seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
Page 71
Page 71 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan
telah diperhitungkan sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang
dan periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak
pengakuisisi wajib mengungkapkan informasi berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali
tertentu atau jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan
hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum √
selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis
√
imbalan yang akuntansi awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode √
pengukuran yang diakui selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai
dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau
kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi, atau
sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas
imbalan kontinjensi atau liabilitas tersebut dibatalkan
atau lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, √
termasuk setiap perbedaan yang timbul selama
penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak √
didiskonto) dan alasan perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang
√
digunakan untuk mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, √
jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan √
akhir periode pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau
kerugianyang diakui pada periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh √
atau liabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi
bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode
pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang √
diungkapkan untuk memahami laporan keuangan
Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam √
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis; dan
Page 72
Page 72 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara
keseluruhan, sehubungan dengan perolehan atas entitas anak
dan unit bisnis lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan; √
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; √
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
√
lainnya apabila Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian √
diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan; dan √ Catatan 27
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan
dari setiap segmen dilaporkan; √ Catatan 27
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk
pendapatan dan beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas
segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar Catatan 27
pengukurannya; √
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba
atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas
segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap Catatan 27
√
jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk √
dan jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan
kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
√
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan
dari suatu negara asing secara individual jumlahnya
material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
√
terpisah, termasuk dasar pengatribusian
pendapatannya kepada negara tersebut secara
individual.
Page 73
Page 73 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak
yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak
yang terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan √
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memiliki aset.Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara individual jumlahnya material, maka aset √
tersebut diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan
eksternal tunggal mencapai 10% (sepuluh perseratus)
atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus
mengungkapkan:
(a) fakta; √
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan √
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. √
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan; √
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang √
mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan
waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang
dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen √
yang dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok
lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba
(rugi) operasi yang dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan
laba rugi komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak
dari operasi yang dihentikan dan beban pajak
√
penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai
Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau √
pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait
dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan dari operasi yang
dihentikan; dan √
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan
operasi yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada √
pemilik entitas induk.
Page 74
Page 74 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai
dengan tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya
(non lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi; √ Catatan 12
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif
wajib mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif
dalam kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non
lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi √
berjangka dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau Catatan 12
lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties); √ Catatan 12
(3) tanggal jatuh tempo; √ Catatan 12
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal √ Catatan 12
laporan posisi keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan; √ Catatan 12
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan √ Catatan 12
(7) persyaratan penting lainnya. Catatan 12
√
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi Catatan 12
derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut; √
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi
lindung nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Catatan 12
√
Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu
√
lindung nilai, disebutkan tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan
liabilitas keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan
cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan
nilai tercatat dalam laporan posisi keuangan; dan √
Catatan 25b
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam √
Catatan 25b
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan
dan dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode √ Catatan 13
pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk:
Page 75
Page 75 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) periode pelaporan, dan √
(2) periode sebelumnya; √
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal √
penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. √
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah
liabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah; √
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya; √
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan
dalam pengendalian bersama entitas; dan √
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian
bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan
tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian
partisipasinya; dan √
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, √
liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang,
penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan
manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi,
diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya perikatan; √
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda; √
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode √
pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya; √
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan
penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti:
pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan
untuk investasi, diungkapkan:
Page 76
Page 76 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya perikatan; √
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang √
telah direalisasi; dan
iv. sanksi-sanksi; √
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan,
√
yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga
untuk pihak yang dijamin;
√
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan;
√
(c) periode berlakunya jaminan; dan
√
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas
L/C, cerukan bank; dan √
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya. √
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: √
(a) pihak-pihak yang terkait; √
(b) jumlah yang diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat
hukum (legal opinion); dan √
(d) dampak keuangan; √
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian √
singkat tentang peraturan dan estimasi dampak
keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun
pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya; √ Catatan 21f
dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan Catatan 21f
√
pajak (keberatan atau banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang
diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas √
kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya; √
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan √
jumlah atau waktu arus keluar sumber daya; dan
Page 77
Page 77 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. √
34) Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan
Plasma Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma; √
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama; √
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama; √
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; dan √
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada. √
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari instrumen
keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk,
namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan
yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan Catatan 4b
nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode √
pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif
dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman √ Catatan 4d
terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko Catatan 4d
likuiditas; √
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap
jenis risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir √ Catatan 4c
periode pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan
pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut
terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. √
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri
dari pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif √ Catatan 4
untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada √
tanggal laporan posisi keuangan;
Page 78
Page 78 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan √
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. √
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis
mata uang pada tanggal laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank √
Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. √
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
√
jaminan atas dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing
aktivitas fiduciaryyang meliputi jasa kustodian, wali amanat, √
pengelolaan investasi dan reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan
kuasi-reorganisasi yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi
keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun
√
berurutan sejak kuasi-reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang √
menggambarkan prospek usaha di masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada
√
saat dan sesudah kuasi- reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset
dan liabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan √
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada
akun saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka √
waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi- reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses
Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: √ Catatan 26
Page 79
Page 79 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal; √ Catatan 26
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang Catatan 26
√
disyaratkan oleh pihak eksternal; dan Catatan 26
√
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya; Catatan 26
√
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai
modal; Catatan 26
√
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode
sebelumnya;
Catatan 26 dan 30
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan √
permodalan dari pihak eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari √
pihak eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak √ Catatan 28
memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk
dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit
atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan
√
konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik
untuk jangka pendek ataupun jangka panjang; √
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran
berbasis saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat
dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, √
jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode
penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham
untuk setiap kelompok opsi saham; √
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata
tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama √
periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur
kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode; √
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang
hal-hal sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata
tertimbang Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal
Page 80
Page 80 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai Wajar √
tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen
ekuitas tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi
tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen √
ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu
selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba
√
rugi Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi
keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan; √
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; √
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi; √
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal √
pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan √
solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah; √
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; √
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit
√
Asuransi Syariah;dan
√
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak
dari:
a) Kontrak reasuransi; √
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √ Catatan 24
c) Rasio keuangan penting; √ Catatan 30
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan √
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau √
kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu);
√
Page 81
Page 81 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, √
IHPH dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan
√
pelaksanaan penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan
dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha
lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa √
hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman
pada periode berjalan dan akumulasinya; dan √
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta
√
pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan
√
akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode
pelaporan tentang kondisi yang ada pada akhir periode
pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan
kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan √
entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan
keuangannya, atau untuk mengakui peristiwa yang
sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material
setelah periode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan
uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya; √
(2) sifat peristiwa; dan √
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan √
alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan
Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau
peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah
diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan
antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut; Catatan 29
√
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan Catatan 29
√
kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; Catatan 29
√
dan
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan Catatan 29
√
peraturan baru atas laporan keuangan atau pernyataan
Page 82
Page 82 of 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau
diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau
pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) sifat reklasifikasi;
√
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos
√
yang direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi. √
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk
dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
√
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
√
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus
mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan
keuangan dan indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan √
√
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat
atas bantuan pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara
Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK √
untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara
lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di
negara lain; √
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi √
keuangan beserta penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba
√
rugi komprehensif beserta penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal
di negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan √
mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
Page 83
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Summit Oto Finance Bidang
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×10
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.36
unresolved
org
Menteri
p.54
unresolved
org
Bapepam
p.71 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.