Skip to content
Back to announcement

20250911_BSDE_Public Expose_31939496_lamp1.pdf

Other Text extracted BSDE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
Laporan Pelaksanaan Public Expose dan Press Conference


Sesuai dengan Keputusan Direksi No.Kep-306/BEJ/07/2004 dan sebagaimana telah dirubah
dengan Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia No.Kep-00066/BEI/09-2022, Peraturan No.I-E
                                                                  -                   .3.4 mengenai
kewajiban penyampaian laporan pelaksanaan Public Expose, dengan ini dilaporkan bahwa
Perseroan pada hari Senin, tanggal 8 September 2025, jam 11.15 - 11.50 WIB, telah melaksanakan
kegiatan Public Expose dan Press Conference. Adapun peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan
Public Expose dan Press Conference masing-masing adalah sebanyak 89 dan 36 peserta (daftar
hadir terlampir). Kegiatan ini difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia melalui rangkaian acara Public
Expose Live 2025.

Mewakili Perseroan dalam Public Expose dan Press Conference adalah:
1. Bapak Hermawan Wijaya Direktur; dan
2. Bapak Ricardo Arif Dharmawan - Corporate Secretary dan Head of Investor Relations.

Ringkasan pertanyaan dan jawaban Perseroan di kegiatan Public Expose, kami rangkum di
bawah ini:
1. William - Investor
   Jelaskan dampak surat emisi utang Rp1 triliun atas laporan keuangan Perseroan.
   Tanggapan Perseroan:
   Perseroan pada tahun 2022 menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp1 triliun dan sebagian
   besar sekitar Rp600an miliar telah dilunasi Perseroan di awal tahun 2025 sehingga tersisa
   sekitar Rp300an miliar. Saat ini, Perseroan sedang dalam proses penyelesaian penerbitan
   obligasi dan sukuk baru sebesar Rp1 triliun.

   Bagi Perseroan, nilai penerbitan baru ini tidak terlalu besar, jika dilihat dari komposisi hutang
   BSDE saat ini sekitar sehingga Rp12-13 triliun, kemudian ditambah dengan pelunasan dan
   sebagainya, sehingga Debt Equity Ratio dengan penerbitan baru ini masih terjaga sekitar di
   level 25%, masih sangat sehat sekali.

2. Anonymous Attendee
   Bagaimana strategi BSDE menyasar penjualan persediaan rumah tapak untuk masyarakat
   menengah ke bawah di tengah tren penurunan suku bunga BI rate?
   Tanggapan Perseroan:
   Produk-produk BSDE sangat bervariasi yang masih menyasar posisi menengah menengah ke
   atas, dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp500an juta sampai Rp30 miliar per unit. Harga
   sekitar Rp500an jutaan saat ini lebih banyak dalam bentuk apartemen, karena harga tanah
   lokasi di proyek kami sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan awal
   pengembangan kami. Dengan demikian, jika kami jual produk rumah tapak misalnya dengan
   harga sekitar Rp1miliar, tentu saja konsumen akan mendapatkan produk rumah tapak dengan
   luas tanah yang sangat kecil sekali.

   Namun di sisi lain, kami juga memiliki strategi untuk menyasar segmentasi tersebut di lokasi
   pengembangan baru BSDE, misalnya seperti yang telah kita jelaskan tadi, pada produk Entitas
   Anak kami, yang baru saja diakusisi oleh BSDE di tahun 2024, yaitu proyek Harvest City.

   Untuk posisi saat ini, harga unit sekitar Rp500an juta dalam bentuk apartemen.




     1 of 4
Page 2
3. Fajar Harlanka dan Aldebaran Martimo Investor
   Pertanyaan yang sama mengenai MoU dengan MRT Jakarta. Apakah boleh dishare target
   timeline pelaksanaan kerjasama dan pembangunan? Selain itu berapa capex yang akan
   dianggarkan BSDE untuk proyek ini? Saat ini sudah sampai tahap apa progres perencanaan nya,
   serta apakah BSDE memiliki persentase kepemilikan untuk jalur MRT yang direncanakan
   tersebut?
   Tanggapan Perseroan:
   Pemberitaan extension MRT Lebak Bulus sampai kawasan Serpong telah menjadi pemberitaan nasional,
   namun sampai saat ini, kami belum dapat membagikan informasi detil karena masih dalam tahap
   penyusunan feasibility study untuk jalur dan sebagainya. Kami akan membagikan informasi di kemudian
   hari sesuai kesepakatan dengan PT MRT tentunya.

4. Anonymous Attendee
   Apa dampak dari insentif PPN dari pemerintah bagi prapenjualan BSD?
   Tanggapan Perseroan:
   Insentif PPNDTP yang telah dimulai pada akhir tahun 2023, kemudian memberikan kontribusi sekitar
   Rp1,8 1,9T di tahun 2024. Hingga Juni 2025 sudah ada tambahan sekitar Rp800an miliar atau
   memberikan kontribusi sekitar 16% dibandingkan dengan hasil prapenjualan per Semester I 2025 yang
   sebesar Rp5,08 triliun. Dapat kami sampaikan, dampaknya baik terhadap target prapenjualan BSDE.

5. Anonymous Attendee
   Apakah perusahaan BSD City bekerja sama dengan perusahaan Sinar Mas Land?
   Tanggapan Perseroan:
   Sinar Mas Land di Indonesia merupakan satu grup usaha, yang mana BSDE merupakan bagian dari grup
                                                                                    grup Sinar Mas
   Land tersebut.

6. Sarah Yuniarni
   Bagaimana prospek property development di paruh kedua dan hingga akhir tahun ini di tengah
   ketidakpastian ekonomi?
   Tanggapan Perseroan:
   Industri properti menghadapi suatu kondisi yang cukup menantang di tahun 2025. BSDE
   memberanikan diri menetapkan target prapenjualan 2025 sebesar Rp10 triliun, jika
   dibandingkan dengan pencapaian prapenjualan tahun 2024 yang sebesar Rp9,72 triliun, boleh
   dibilang target 2025 itu flat

   Memasuki Semester I 2025, BSDE telah mencapat hasil 51% dari target prapenjualan 2025
   dan ini memberikan sinyal bahwa BSDE masih on track dalam mencapai target penjualan 2025.
   Kami masih optimis pada Semester II 2025 ini, target Rp10 triliun itu dapat kami capai dengan
   berbagai strategi pemasaran yang kami miliki, meskipun kondisi ekonomi makro dan global
   yang begitu cepat berubah. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah
   memberikan dukungan kepada industri properti secara umum melalui insentif PPNDPT dan
   kebijakan BI mengenai LTV dan sebagainya.

   Kami juga berharap pada Semester II 2025, ada beberapa klaster baru akan kami luncurkan. dengan
   melihat pasar yang ada. Strategi yang kami ambil dengan penuh kehati-hatian yang mana sebagian besar
   adalah meluncurkan rumah tapak yang ditawarkan secara bertahap atau diluncurkan per blok. Ini
                                                             idle                         balance sheet
   kami. Di sisi lain, kami sedang giat dalam memasarkan persediaan produk apartemen yang telah kami
   miliki pada tahun-tahun sebelumnya dan kami tidak mengembangkan produk apartemen baru yang
   dapat berpotensi menjadi persediaan yang lama terjual.




     2 of 4
Page 3
Ringkasan pertanyaan dan jawaban Perseroan di kegiatan Press Conference, kami rangkum di
bawah ini:
1. Saudari Zefanya - CNBC Indonesia
    a) Terkait pembangunan MRT-Serpong, bagaimana update progress dan timeline kerjanya?
    b) NPL property terus membengkak sepanjang tahun ini, bagaimana tanggapan dan strategi
       BSDE dalam menghadapi risiko tersebut?
   Tanggapan Perseroan:
    a) Pemberitaan extension MRT Lebak Bulus sampai kawasan Serpong telah menjadi
       pemberitaan nasional, namun sampai saat ini, kami belum dapat membagikan informasi
       detil karena masih dalam tahap penyusunan feasibility study untuk jalur dan sebagainya.
       Kami akan membagikan informasi di kemudian hari sesuai kesepakatan dengan PT MRT
       tentunya.
    b) Jika melihat data perbankan, NPL dari KPR sudah mulai sedikit meningkat, dalam hal ini
       telah kami mitigasi dan dari data-data yang ada penyelesaian sudah jelas, jika terjadi NPL
       dan sepanjang sesuai dengan perjanjian kerjasama dengan perbankan, NPL tersebut akan
       kami selesaikan bersama dengan bank tersebut.

2. Saudari Vina Kontan
   a) Berapa alokasi capex BSDE di 2025? Bagaimana serapannya hingga saat ini dan digunakan
      untuk apa saja?
   b) Apa saja proyek baru yg dikembangkan BSDE di 2025? dan di paruh kedua ini akan luncurkan
      berapa proyek baru?
   c) Untuk kinerja keuangan, berapa target sampai akhir tahun nanti.
   d) Untuk porsi penjualan dari PPNDTP, berapa yang ditargetkan di sepanjang 2025? dan
      bagaimana realisasinya hingga kini?
   Tanggapan Perseroan:
    a) Pada umumnya setiap tahun, Perseroan mengalokasikan capex sekitar Rp3-4 triliun. Dan
       untuk tahun 2025 ini, rasanya tidak jauh berbeda dari kisaran itu. Realisasi sampai dengan
       Semester I 2025 sekitar Rp2,2 triliun antara lain untuk pembangunan infrastruktur,
       akuisisi tanah dan juga properti investasi;
    b) Untuk paruh pertama 2025, kami telah meluncurkan residensial premium antara lain
       Armond dan Eonna di BSD City. Untuk produk ruko antara lain X-lane, Nava Park Business
       Suites, Richmond Kota Wisata,
       Paruh kedua akan meluncurkan produk hunian baru dengan melihat potensi pasar itu
       sendiri, temasuk ruko di BSD City, Grand Wisata dan Kota Wisata.
    c) Bagi perusahaan properti hal yang penting harus diperhatikan adalah prapenjualan. Karena
       prapenjualan merupakan sumber pengakuan pendapatan di PnL. Seperti yang telah disampaikan
       tadi, target 2025 adalah sebesar Rp10 triliun dengan hasil prapenjualan Semester I 2025 telah
       berkisar sebesar Rp5,08 triliun atau 51% dan ini masih on track. Kita harapkan pengakuan
       pendapatan maupun net profit di PnL kami tetap pertahankan sesuai dengan hasil prapenjualan
       yang ada dari tahun ini ataupun dari tahun lalu. Dalam hal ini, yang kita proyeksikan adalah
       pertumbuhan organik.
    d) Hingga Juni 2025, porsi penjualan PPNDTP sudah berkontribusi sekitar Rp800an miliar atau
       memberikan kontribusi sekitar 16% dibandingkan dengan hasil prapenjualan per Semester I 2025
       yang sebesar Rp5,08 triliun. Kami mengharapkan pada akhir tahun, kontribusi dari PPNDPT dapat
       berkontribusi sekitar 15-16%.




     3 of 4
Page 4
3. Saudara Dion Bisnis Indonesia
    a) BSD City sudah memasuki fase pengembangan besar sejak lama, bagaimana manajemen
       memastikan permintaan tetap sustain di tengah pasokan township lain?
    b) Apa milestone konkret dari pengembangan Digital Hub dan KEK Edutek Medika
       Internasional Banten dalam 1 2 tahun ke depan? Apakah sudah ada tenant besar yang
       berkomitmen?
       Tanggapan Perseroan:
       a) Memang benar BSDE sudah memasuki pengembangan besar sejak awal 2000an dan
           saat ini, khususnya di BSD City permintaan atas hunian, tempat usaha, perkantoran
           masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dari beberapa peers kita yang memiliki area
           pengembangan yang sama di Serpong. Bersama-sama dengan mereka kita
           mengembangkan area di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Yang pada
           akhirnya, semua pengembangan itu akan memberikan manfaat bagi masing-
           masingpengembang, termasuk pelaku usaha maupun konsumen yang tinggal di area
           Serpong dan sekitarnya.
       b) KEK baru mendapatkan persetujuan dari Dewan KEK Nasional pada Oktober lalu, jadi
           kurang lebih baru 1 tahun. Tim kami bekerja cukup keras dengan mengundang investor
           dari luar yang akan memiliki bisnis di area KEK. Sampai saat ini, kami sedang menjajaki
           pembicaraan dengan beberapa tenant besar yang berusaha di bidang medis untuk
           mengisi kawasan KEK di tahap pertama di area Digital Hub, BSD City.

                                              -end-




     4 of 4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.12 MB
Published11 Sep 2025
Pages4
Characters11,252
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinar Mas p.2 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved person Hermawan Wijaya p.1
unresolved person Ricardo Arif Dharmawan p.1
unresolved org PT MRT p.2 ×2
unresolved person Zefanya p.3
unresolved person Vina Kontan p.3
unresolved person Dion Bisnis p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result