Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Laporan Pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose) 2025
PT Visi Media Asia Tbk.
Jakarta, 03 September 2025
I. UMUM
A. Latar Belakang
Paparan Publik (Public Expose) 2025 PT Visi Media Asia Tbk. (“VIVA” atau
“Perseroan”) tahun 2025 diselenggarakan dalam rangka pemenuhan ketentuan
butir III.3.1 Peraturan Bursa Efek Indonesia No.I-E tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi. Rencana Penyelenggaraan Paparan Publik (Public Expose) telah
disampaikan oleh Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (“Bursa”) pada tanggal
20 Agustus 2025 dengan surat nomor 0076/GLRCC/VMA/VIII/2025 melalui proses
upload ke dalam website Bursa yaitu www.idxnet.co.id.
B. Waktu Penyelenggaraan
Paparan Publik diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 03 September 2025
Pukul : 16.00 WIB – 16.30 WIB
Tempat/Sarana Media :
1. Bakrie Tower, lt. 36, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR. Rasuna Said, Karet
Kuningan, Jakarta Selatan, 12940; dan
2. secara virtual melalui media webinar/meeting online ZOOM
C. Manajemen Perseroan yang hadir:
1. Arief Yahya sebagai Presiden Direktur Perseroan
2. Jastiro Abi sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan
3. M Sahid Mahudie, sebagai Direktur Perseroan
MC:
Agita Mahlika
D. Susunan Acara
1. Acara dibuka oleh MC dengan penyampaian tata cara pelaksanaan Public
Expose, dan kemudian memperkenalkan anggota manajemen yang mewakili
Perseroan pada pelaksanaan Public Expose.
2. Pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose) dipandu oleh MC bersama dengan
pemaparan materi Public Expose oleh manajemen Perseroan (materi Public
Expose terlampir).
3. Sesi Tanya Jawab (Q&A).
Page 2
E. Peserta Paparan Publik
Paparan Publik Perseroan dihadiri oleh total 53 peserta, yang hadir secara langsung
dan secara virtual melalui media webinar/meeting online ZOOM.
II. TANYA JAWAB
Total jumlah penanya adalah sebanyak 3 (tiga) orang. Rangkuman sesi tanya jawab
kami sampaikan secara lengkap di dalam Laporan ini.
III. LAMPIRAN LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE)
1. Daftar hadir peserta Public Expose VIVA
2. Materi presentasi yang disampaikan pada saat penyelenggaraan Public Expose
VIVA
Sesi Tanya Jawab:
1. Zyazya (invenstortrust.id)
a) Berdasarkan pemaparan yang diberikan kinerja keuangan VIVA terlihat semakin
membaik, bolehkah jelaskan apa saja strategi perusahaan untuk
mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja keuangan tadi sudah disebutkan
ada restrukturisasi utang dan apakah strategi yang sama akan dipakai sampai
akhir tahun apakah masih ada restrukturisasi lagi?
b) Dengan kondisi saham VIVA yang masih berada di Papan Pemantauan Khusus
(PPK), apa upaya perseroan untuk memperbaiki posisi tersebut sekaligus
meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham Perseroan? Apakah ada
rencana untuk pembagian dividen atau langkah korporasi lain yang akan
dilakukan?
Jawaban Manajemen Perseroan
a) Terkait pertanyaan mengenai restrukturisasi, perseroan menegaskan bahwa
restrukturisasi telah dilakukan satu kali sebagai langkah untuk memperbaiki
serta menyehatkan struktur permodalan. Dampak positifnya sudah terlihat
melalui kinerja keuangan dan neraca perseroan pada semester I Tahun 2025
yang menunjukkan perbaikan, sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya.
Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, bisnis yang mulai mencatatkan
keuntungan, serta arus kas yang terjaga, kami optimis hal ini menjadi modal kuat
untuk melangkah ke depan. Perseroan saat ini tidak memiliki rencana untuk
kembali melakukan restrukturisasi, melainkan akan terus menjaga efisiensi
hingga akhir 2025. Selanjutnya, pada 2026 perseroan menargetkan untuk
memulai strategi investasi dalam pengembangan bisnis, termasuk di sektor
digital. Walaupun industri televisi free-to-air mengalami tren penurunan, kami
melihatnya sebagai leverage untuk mendukung pertumbuhan dan diversifikasi
bisnis ke depannya.
b) Saham VIVA saat ini memang masih tercatat di Papan Pemantauan Khusus (PPK)
karena pada periode sebelumnya perseroan belum melaksanakan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Namun, dengan telah diselenggarakannya
Page 3
RUPST beserta public expose pada hari ini, kami optimis status tersebut dapat
segera dicabut dalam waktu dekat. Dari sisi fundamental, kinerja keuangan juga
menunjukkan perbaikan signifikan, khususnya pada aspek ekuitas yang berhasil
berbalik dari kondisi defisit Rp772,89 miliar per Desember 2024 menjadi positif
Rp418,97 miliar pada semester I 2025. Pencapaian ini menegaskan efektivitas
strategi perseroan serta memperkuat prospek kesinambungan kinerja positif ke
depan.
Terkait dengan rencana pembagian dividen, keputusan tersebut sepenuhnya
akan bergantung pada perkembangan kinerja keuangan perusahaan di masa
mendatang. Dividen hanya dapat dibagikan apabila perusahaan membukukan
laba dan memiliki saldo laba ditahan (retained earnings) yang positif. Hal ini
penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap
memperhatikan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan bisnis. Dengan kinerja
yang terus membaik, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari VIVA dapat
membagikan dividen apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi.
2. Dimas (KONTAN)
a) Mengacu pada siklus lima tahunan yang tadi sempat disebutkan dalam
pemaparan, bagaimana dampaknya terhadap kinerja perusahaan khususnya dari
sisi pendapatan pada tahun ini? Apakah pendapatan berpotensi lebih rendah
dibanding tahun lalu atau justru bisa lebih baik? Mohon dijelaskan faktor-faktor
utama yang memengaruhi hal tersebut.
b) Mohon dijelaskan lebih lanjut mengenai strategi VIVA dalam meningkatkan
segmen digital ke depannya, mengingat setiap perusahaan media memiliki
karakteristik audiens yang berbeda-beda?.
Jawaban Manajemen Perseroan
a) Mengenai cycle 5 tahunan yang sebelumnya dijelaskan, perlu dipahami bahwa
dinamika industri televisi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh momentum
politik. Pada tahun lalu, saat berlangsung pemilihan presiden dan pilkada
serentak, pendapatan televisi berita meningkat signifikan karena tingginya
kebutuhan penyampaian informasi politik, iklan kampanye, serta liputan terkait
pemilu. Namun, di sisi lain, televisi hiburan mengalami penurunan pendapatan
karena alokasi belanja iklan banyak bergeser ke sektor politik dan fokus
penonton lebih terarah pada konten berita.
Saat ini kondisi sudah kembali normal, dengan pendapatan televisi hiburan
kembali menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pola ini menunjukkan bahwa
televisi berita dan hiburan memiliki karakteristik pendapatan yang saling
melengkapi. Bagi VIVA, keberadaan kedua jenis televisi dengan segmentasi
audiens berbeda menjadi keunggulan strategis, karena dapat menjaga
keseimbangan pendapatan baik pada tahun politik maupun di luar tahun politik,
serta memperkuat ketahanan bisnis dalam menghadapi dinamika pasar iklan.
b) Hingga saat ini VIVA telah menayangkan kurang lebih total 70.000 konten
melalui media digital yang terdiri dari artikel dan video, dengan porsi terbesar
adalah konten video. Dari keseluruhan konten yang dipublikasikan, performanya
menunjukkan traffic dan engagement rate yang cukup kuat, baik dari sisi jumlah
Page 4
pelanggan (subscribers) maupun dari total tayangan (views). Hal ini
menunjukkan bahwa strategi pengembangan konten digital yang dijalankan
perseroan telah berada di jalur yang tepat.
Sebagai gambaran, channel tvOne News di YouTube secara konsisten mampu
meraih rata-rata 200 juta views setiap bulannya. Pencapaian ini bukan hanya
mencerminkan tingginya tingkat engagement audiens, tetapi juga menjadi
modal penting bagi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis digital secara
lebih agresif di masa mendatang. Dengan basis audiens yang kuat, VIVA optimis
dapat memperluas monetisasi serta memperkuat kontribusi sektor digital
terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
3. Doni (SWA)
Apa target utama yang ingin dicapai perusahaan hingga akhir tahun 2025, langkah-
langkah strategis apa yang akan dilakukan VIVA, serta tantangan apa saja yang
diperkirakan akan dihadapi?
Jawaban Manajemen Perseroan
Hingga akhir tahun 2025, perseroan menargetkan untuk memperkuat struktur
keuangan pasca restrukturisasi yang telah diselesaikan, dengan tetap melanjutkan
program efisiensi di berbagai sektor. Pada lini digital, strategi utama difokuskan pada
optimalisasi aset yang sudah dimiliki untuk menekan biaya produksi, sehingga tidak
bergantung pada produksi konten baru dalam jumlah besar. Sebagai contoh, ANTV
digital dan juga tvone digital memanfaatkan konten turunan (derivative content) dari
program-program televisi yang sudah ada. Sementara itu, strategi investasi yang lebih
agresif untuk pengembangan bisnis secara menyeluruh direncanakan mulai dijalankan
pada tahun 2026.
Adapun tantangan utama yang diperkirakan dihadapi adalah tingginya tingkat
persaingan, baik dengan sesama stasiun televisi maupun dengan platform media digital
yang terus berkembang pesat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perseroan
berupaya menjaga keseimbangan antara penguatan bisnis televisi free-to-air (FTA) dan
perluasan bisnis digital, agar tetap relevan, kompetitif, serta mampu memenuhi
kebutuhan pemirsanya di tengah dinamika transformasi media.
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Arief Yahya
· Presiden Direktur
p.1
unresolved
—
M Sahid Mahudie
· Direktur
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.