Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
8 September 2025
RESULTS FOR THE YEAR ENDED 30 JUNE 2025
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (”Ashmore” or “the Company”) today announces its
audited results for the year ended 30 June 2025.
Ashmore navigated a challenging year in markets by focusing on delivering active investment management for clients and
continuing to invest in strategic initiatives to ensure competitiveness. The Company remains well-positioned to capitalize on
improving market conditions and Indonesia’s long-term growth potential.
Financial and business highlights:
• AuM as of 30 June 2025 was down 22% y/y to Rp24.0 trillion driven by negative investment performance1 of Rp1.9
trillion and net outflows of Rp4.7 trillion. Although the Indonesian equity market was notably weak for much of the
year, market conditions improved in the final quarter and Ashmore delivered positive performance (+Rp1.4 trillion)
and outperformed benchmarks across its debt and equity strategies.
• As of 30 June 2025, 37% of Ashmore’s AuM is outperforming benchmarks over one year. This reflects the volatile
market conditions of the past 12 months together with Ashmore’s implementation of its value-based investment
philosophy, that uses proprietary research to identify investment opportunities in such market conditions and
underpins the delivery of longer-term outperformance.
• Average AuM was 15% lower y/y, and consequently net revenue2 decreased 17% y/y to Rp174 billion. The net
management fee margin of 64bps (FY2024: 66bps) reflects an increase in the proportion of institutional AuM from
66% to 69%.
• Ashmore maintains a disciplined approach to cost management. Operating costs decreased by 6% y/y, reflecting the
decline in AuM partially offset by investment in the Company’s IT infrastructure to support ongoing product
development and strategic initiatives.
• EBITDA3 reduced by 26% y/y to Rp81 billion, and the EBITDA margin4 remained at a relatively high level of 47%
(FY2024: 52%).
• Net profit decreased by 31% y/y to Rp72 billion, reflecting the operating performance together with a lower level of
disposal gains as the company completed the sale of its equity stake in Buka Investasi Digital.
• The Company has a strong, liquid balance sheet, including cash of Rp180 billion as of 30 June 2025 and seed capital
investments with a market value of Rp116 billion. These investments support product development and underpin
future AuM growth, in line with the Company’s strategy.
• Ashmore delivered earnings per share of Rp32.7 (FY2024: Rp47.5) and plans to distribute 99% of its net profit this
year, consistent with its policy of paying a minimum of 50% of the Company's net profit every year. Therefore, the
Board has proposed a final dividend per share of Rp18.5, giving total dividends of Rp32.5 per share.5
Ronaldus Gandahusada, President Director of Ashmore, commented:
“Against a challenging macro backdrop for much of the year, Ashmore remained focused on its strategy and its commitment
to deliver value for our stakeholders. This includes maintaining a disciplined approach to cost and risk management, and we
continue to develop high-quality fund management products to underpin future growth.”
“We saw an improvement in the macro outlook and investor sentiment towards the end of the financial year and, against this
encouraging backdrop, 95% of Ashmore’s AuM outperformed their respective benchmarks over the three months to 30 June.
Notably, the flagship equity funds delivered 1% to 4% alpha, a testament to the strength of Ashmore’s active management
process. This active investment approach, combined with an unwavering commitment to our clients, means Ashmore is well-
positioned to capitalize on Indonesia’s growth potential and to deliver long-term value for its shareholders.”
Notes:
1. Investment performance includes FX changes.
2. Net revenue is gross revenue from investment management less selling agent fees.
3. EBITDA is operating profit excluding depreciation and amortization.
4. EBITDA margin is EBITDA divided by net revenue.
5. Final dividend proposal is subject to approval at the Annual General Meeting 2025.
Page 2
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
8 September 2025
LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERIODE AKHIR 30 JUNI 2025
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (”Ashmore” atau ”Perusahaan”) hari ini mengumumkan
laporan keuangan tahunan yang diaudit yang berakhir pada 30 Juni 2025.
Ashmore menjalani tahun yang penuh tantangan dengan fokus pada manajemen investasi aktif bagi klien dan terus
berinvestasi dalam inisiatif-inisiatif strategis untuk memastikan daya saing yang tetap baik dimasa mendatang. Perusahaan
tetap berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan kondisi pasar yang membaik dan potensi pertumbuhan jangka
panjang Indonesia.
Ikhtisar keuangan dan bisnis:
• Dana kelolaan (”AuM”) per 30 Juni 2025 turun 22% y/y menjadi Rp24,0 triliun, didorong oleh kinerja investasi negatif1
sebesar Rp1,9 triliun dan arus keluar bersih sebesar Rp4,7 triliun. Meskipun pasar ekuitas Indonesia melemah
hampir sepanjang tahun, kondisi pasar membaik pada triwulan terakhir dan Ashmore mencatat kinerja positif
(+Rp1,4 triliun) serta mengungguli indeks acuan di tema aset pendapatan tetap dan saham.
• Per 30 Juni 2025, 37% AuM Ashmore mengungguli indeks acuan untuk kinerja selama satu tahun. Hal ini
mencerminkan kondisi pasar yang fluktuatif selama 12 bulan terakhir, ditambah dengan penerapan filosofi investasi
berbasis nilai oleh Ashmore, yang menggunakan riset internal untuk mengidentifikasi peluang investasi dalam
kondisi pasar tersebut dan mendukung pencapaian kinerja jangka panjang yang lebih baik.
• Rata-rata AuM turun 15% dibanding tahun lalu, sehingga pendapatan bersih2 turun 17% y/y menjadi Rp174 miliar.
Margin pendapatan manajemen biaya sebesar 64bps (FY2024: 66bps) mencerminkan peningkatan proporsi AuM
institusional dari 66% menjadi 69%.
• Ashmore mempertahankan pendekatan yang disiplin dalam manajemen biaya. Biaya operasional turun 6% secara
tahunan, yang mencerminkan penurunan AuM yang sebagian diimbangi oleh investasi pada infrastruktur TI
Perusahaan untuk mendukung pengembangan produk dan inisiatif strategis yang berkelanjutan.
• EBITDA3 turun 26% y/y menjadi Rp81 miliar, sementara margin EBITDA4 tetap relatif tinggi, yaitu 47% (FY2024:
52%).
• Laba bersih turun 31% y/y menjadi Rp72 miliar, mencerminkan kinerja operasional yang sejalan dengan penurunan
keuntungan penjualan aset seiring dengan penyelesaian penjualan saham Buka Investasi Digital oleh perusahaan.
• Perusahaan memiliki neraca yang kuat dan likuid, termasuk kas sebesar Rp180 miliar per 30 Juni 2025 dan investasi
modal awal dengan nilai pasar sebesar Rp116 miliar. Investasi ini mendukung pengembangan produk dan
menopang pertumbuhan AuM di masa mendatang, sejalan dengan strategi Perusahaan.
• Ashmore membukukan laba per saham sebesar Rp32,7 (FY2024: Rp47,5) dan berencana untuk mendistribusikan
99% laba bersihnya tahun ini, sesuai dengan kebijakannya untuk membayar minimal 50% dari laba bersih
Perusahaan setiap tahun. Oleh karena itu, Dewan Direksi telah mengusulkan dividen final per saham sebesar
Rp18,5, sehingga total dividen menjadi Rp32,5 per saham5.
Ronaldus Gandahusada, Presiden Direktur Ashmore, berkomentar:
“Di tengah kondisi makro yang menantang hampir sepanjang tahun, Ashmore tetap fokus pada strategi dan komitmennya
untuk memberikan nilai bagi para pemangku kepentingan. Hal ini termasuk mempertahankan pendekatan yang disiplin
terhadap manajemen biaya dan risiko, dan kami terus mengembangkan produk-produk pengelolaan dana berkualitas tinggi
untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang.
“Kami melihat perbaikan dalam prospek makro dan sentimen investor menjelang akhir tahun keuangan dan dengan kondisi
yang menggembirakan ini, 95% dari AUM Ashmore mengungguli indeks acuan masing-masing selama tiga bulan hingga 30
Juni. Secara khusus, reksa dana saham unggulan tersebut menghasilkan alpha 1% hingga 4%, sebuah bukti kekuatan
proses manajemen aktif Ashmore. Pendekatan investasi aktif ini, dikombinasikan dengan komitmen teguh kepada klien kami,
menunjukkan bahwa Ashmore berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan Indonesia dan
memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang sahamnya.”
Notes:
1. Kinerja Investasi termasuk efek perubahan mata uang asing
2. Pendapatan bersih adalah pendapatan kotor dikurangi dengan biaya agen penjual
3. EBITDA adalah laba operasional sebelum dikurangi biaya depresiasi dan amortisasi
4. Marjin EBITDA adalah EBITDA dibagi dengan pendapatan bersih
5. Proposal dividen final tersebut akan diajukan dan tunduk pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2025
Page 3
Contacts For further information please contact: PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk Arief Wana, Director cosec.indonesia@Ashmoregroup.com
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.