Back to announcement
20250902_MENN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31936824_lamp1.pdf
Other Text extracted MENNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 15
Page 1
Kepada Yth Direktur Dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia No. 001/MENN/SP/09/2025 01 September 2025 Gedung Bursa Efek Indonesia Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 u.p.: Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna dan Ibu Vera Florida Perihal: Permintaan Penjelasan Surat No. S-09981/BEI.PP1/08-2025 Dengan hormat, Merujuk kepada surat Bursa No. S-09981/BEI.PP1/08-2025 tanggal 28 Agustus 2025, bersama dengan ini kami sampaikan tanggapan sebagaimana terlampir. Adapun tanggapan tersebut kami susun berdasarkan permintaan klarifikasi yang dimaksud, dan kami berharap penjelasan yang kami berikan dapat memenuhi kebutuhan informasi dari Bursa Efek Indonesia. Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Menn Teknologi Indonesia, Tbk Michael H Mulyanto, BSC.MBA Direktur Utama Tembusan: • Yth. Kepala Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan. • Yth. Kepala Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan. • Yth. Kepala Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Page 2
1. Dalam Laporan Keuangan per 30 Juni 2025, Perseroan tidak membukukan adanya perubahan atas
seluruh aset tidak lancar Perseroan sebagai berikut:
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan atas:
a. Penyebab tidak adanya perubahan nilai aset pada setiap pos aset tidak lancar Perseroan pada
periode 30 Juni 2025.
Jawaban :
Sampai tanggal 30 Juni 2025 tersebut perseroan tidak melakukan transaksi penambahan aset
tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud, serta Perseroan menerapkan kebijakan pembebanan
penyusutan aset tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud dihitung dan dibebankan pada akhir
tahun buku.
b. Rencana penambahan aset tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud Perseroan.
Jawaban :
Sampai tanggal 30 Juni 2025 tersebut perseroan tidak melakukan transaksi penambahan aset
tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud.
2. Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp32,78 juta pada periode 30 Juni 2025, atau
mengalami penurunan 98,25% jika dibandingkan dengan total liabilitas pada periode
31 Desember 2024 yaitu Rp1,87 miliar. Saldo utang Perseroan per 30 Juni 2025 terdiri dari utang
pajak sebesar Rp9,86 juta dan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp22,91 juta. Selain kedua akun
tersebut, tidak terdapat saldo pada tahun berjalan. Agar dijelaskan terkait:
a. Apa faktor utama yang menyebabkan penurunan liabilitas secara signifikan hingga 98,25%
dalam kurun waktu enam bulan?
Jawaban :
Hal ini disebabkan karena adanya pelunasan hutang usaha dan kewajiban jangka pendek lainnya
yang telah dilunasi secara penuh selama periode berjalan.
b. Apakah terdapat transaksi pelunasan utang atau reklasifikasi liabilitas yang perlu dijelaskan
lebih lanjut?
Jawaban :
Seluruh penurunan liabilitas merupakan hasil dari pelunasan hutang usaha dan kewajiban jangka
pendek lainnya yang telah dilunasi secara penuh selama periode berjalan.
c. Bagaimana Perseroan memastikan keberlangsungan operasional dengan struktur liabilitas
yang sangat minimal?
Jawaban :
Melalui ketersediaan kas dan setara kas yang mencukupi untuk mendukung kegiatan operasional
jangka pendek, serta ketersediaan persediaan barang yang mencukupi.
Page 3
d. Apakah terdapat risiko kewajiban kontingensi atau komitmen di luar neraca yang belum
tercermin dalam laporan keuangan?
Jawaban :
Tidak terdapat kewajiban kontinjensi, komitmen material, ataupun perikatan yang bersifat off-
balance sheet yang belum diungkapkan dalam laporan keuangan interim.
3. Pada Laporan Laba Rugi per 30 Juni 2025, Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar
75,1% jika dibandingkan pendapatan per 30 Juni 2024 atau membukukan penurunan pendapatan
dari sebelumnya sebesar Rp2,9 miliar menjadi Rp0,7 miliar. Atas hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan:
a. Penyebab penurunan pendapatan Perseroan pada tahun 2025.
Jawaban :
Penyebab penurunan pendapatan dikarenakan pendapatan atas kegiatan anak usaha yang tidak
berjalan ditahun 2025.
b. Kondisi terkini atas kegiatan operasional Perseroan.
Jawaban :
Hingga saat ini, kegiatan operasional Perseroan masih berjalan, meskipun dengan kapasitas yang
lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, Perseroan berada dalam masa transisi dan
sedang melakukan penyesuaian operasional seiring dengan proses peralihan kepemilikan dan
arah strategis baru dari pemegang saham pengendali yang baru.
c. Kendala operasional Perseroan selama tahun 2025.
Jawaban :
Kendalanya Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang melakukan penyesuaian
operasional seiring dengan proses peralihan kepemilikan dan arah strategis baru dari pemegang
saham pengendali yang baru.
d. Rincian pihak yang menjadi pelanggan utama Perseroan untuk setiap jenis produk/jasa
Perseroan dengan kontribusi lebih dari 10% pendapatan setiap produk/jasa sesuai tabel
berikut:
Jawaban :
Tidak ada pelanggan yang melebihi 10% dari pendapatan per 30 juni 2025.
e. Perolehan/hilangnya kontrak penting atau pelanggan utama Perseroan.
Jawaban :
Karena anak perusahaan tidak melakukan kegiatan operasional di tahun 2025 menunggu arahan
dan kebijakan pemegang saham pengendali yang baru, sehingga tidak ada kontrak penting atau
pelanggan utama yang hilang.
f. Apakah terdapat penurunan aktivitas operasional mempertimbangkan turunnya pendapatan
sementara tidak terdapat penurunan nilai persediaan?
Jawaban :
Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang melakukan penyesuaian operasional seiring
dengan proses peralihan kepemilikan dan arah strategis baru dari pemegang saham pengendali
yang baru.
Page 4
g. Rencana perubahan pasar/pelanggan untuk meningkatkan penjualan Perseroan.
Jawaban :
Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang menunggu kebijakan dari pemegang saham
pengendali yang baru.
4. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3,79 miliar pada 30 Juni 2025, dibandingkan dengan
laba bersih sebesar Rp388,92 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban administrasi
dan umum yang melonjak tajam dari Rp1,26 miliar menjadi Rp3,91 miliar. Berdasarkan Catatan
atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 24 perihal Beban Usaha, Perseroan mencatat beban
operasional sebesar Rp3,96 miliar, meningkat sebesar 208% dibandingkan Rp1,29 miliar pada
tahun sebelumnya. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab utama peningkatan tajam beban administrasi dan umum yang mencapai 210% pada
periode berjalan.
Jawaban :
Adanya peningkatan biaya profesional dan perbaikan dan pemeliharaan yang merupakan beban
tahun 2025.
b. Penambahan beban signifikan yang terjadi selama tahun 2025 yang menyebabkan lonjakan
beban operasional dan menyebabkan kerugian Perseroan. Apakah beban tersebut merupakan
beban yang hanya muncul satu kali atau merupakan beban recurring.
Jawaban :
Beban tersebut merupakan beban yang hanya muncul satu kali.
c. Strategi pengelolaan beban administrasi dan umum untuk meningkatkan profitabilitas di masa
depan.
Jawaban :
Atas pengelolaan beban administrasi dan umum manajemen lama masih menunggu kebijakan
dari pemegang saham pengendali yang baru.
5. Kinerja rasio profitabilitas Perseroan per 30 Juni 2025 secara umum mengalami penurunan. Rasio
profitabilitas Perseroan per 30 Juni 2025 mengalami penurunan dibandingkan 31 Desember 2024.
Net Profit Margin turun menjadi -520,58% dari sebelumnya 13,32%. Agar dijelaskan terkait:
a. Apa langkah-langkah yang telah diambil oleh Perseroan untuk mengatasi penurunan efisiensi
operasional ini dan memulihkan margin laba bersih?
Jawaban :
Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru untuk
kelangsungan jalannya operasional perseroan.
b. Apakah Perseroan memproyeksikan perbaikan pada rasio profitabilitas dalam waktu dekat,
dan jika ya, apa faktor yang akan mendukung perbaikan tersebut?
Jawaban :
Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru untuk
kelangsungan jalannya operasional perseroan, sehingga belum bisa memproyeksikannya.
6. Pada Laporan Arus Kas per 30 Juni 2025, Perseroan membukukan penerimaan dari pelanggan
sebesar Rp2,9 miliar sementara pembayaran kepada pemasok lebih besar dengan nilai Rp5,6
miliar. Lebih lanjut lagi, Perseroan membukukan penurunan persediaan sebesar Rp5 juta, di bawah
nilai pembayaran kepada pemasok, dan hanya membukukan pendapatan sebesar Rp0,7 miliar, jauh
di bawah nilai penerimaan dari pelanggan. Bursa meminta penjelasan komprehensif atas:
a. Sumber penerimaan kas dari pelanggan, mempertimbangkan nilai penjualan lebih kecil
dibandingkan kas yang diterima Perseroan.
Jawaban :
Sumber penerimaan kas dari pelanggan ini bersumber dari penerimaan piutang usaha tahun
sebelumnya.
Page 5
b. Rincian pihak-pihak yang melakukan pembayaran selama tahun 2025 beserta nominal
pembayaran sesuai tabel berikut:
Jawaban :
Pihak yang melakukan pembayaran yang nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh perseratus)
dari pendapatan tahun 2024.
Nama pihak Produk/jasa yang Nilai Periode
diberikan Perseroan pembayaran pembayaran
Erwin Wijaya GPS dan DVR 1.603.500.000 Januari - Maret 2025
Agus Gunawan GPS dan DVR 970.000.000 Januari - Maret 2025
c. Tujuan pembayaran kas kepada pemasok kas sebesar Rp5,6 miliar, mempertimbangkan nilai
tidak terdapat penambahan persediaan selama tahun 2025 dan beban pokok penjualan
nilainya hanya sebesar Rp0,5 miliar.
Jawaban :
Peningkatan pembayaran kas bukan kepada pemasok melainkan untuk pengeluaran pos-pos
beban administrasi dan umum Perseroan selama tahun 2025.
d. Rincian pihak-pihak yang menerima pembayaran kas selama tahun 2025 beserta nominal
pembayaran sesuai tabel berikut:
Jawaban :
Daftar pembayaran atas beban administrasi dan umum yang signifikan.
Nama pihak Produk/jasa yang Nilai Periode
diterima Perseroan pembayaran pembayaran
PT LAVA PRATAMA Jasa Profesional 1.670.000.000 Maret - Juni 2025
SOLUSINDO
Pemborong Perbaikan dan pemeliharaan 300.000.000 Juni 2025
bangunan
7. Selama tahun 2025, Perseroan tidak membukukan adanya arus kas dari aktivitas investasi dan arus
kas dari aktivitas pendanaan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa Perseroan tidak melakukan
penambahan atau pelepasan investasi maupun transaksi pendanaan selama periode tersebut. Agar
dijelaskan terkait:
a. Alasan utama mengapa Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi maupun pendanaan
selama periode tersebut.
Jawaban :
Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi maupun pendanaan di tahun 2025 karena
Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru.
b. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk melakukan penambahan atau pelepasan investasi,
atau transaksi pendanaan dalam waktu dekat?
Jawaban :
Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru.
c. Bagaimana dampak dari tidak adanya arus kas dari aktivitas pendanaan dan investasi terhadap
struktur modal dan pertumbuhan Perseroan?
Jawaban :
Dampaknya belum diketahui perseroan karena manajemen lama masih menunggu kebijakan dari
pemegang saham pengendali yang baru. Namun apabila pengendali baru belum memberikan
arahan dan keputusan, tentu akan berdampak kepada jalannya operasional perusahaan.
Page 6
d. Apakah terdapat pembatasan atau kendala tertentu yang menghalangi Perseroan untuk
melakukan aktivitas tersebut selama periode ini?
Jawaban :
Kendala yang menghalangi perseroan adalah belum adanya kebijakan dari pemegang saham
pengendali yang baru untuk melakukan aktivitas kedepannya.
8. Berdasarkan CALK nomor 4, Perseroan mencatatkan penurunan sebesar 84,48% saldo kas dan
setara kas dari sebesar Rp635,08 juta pada 30 Juni 2025 menjadi Rp4,09 miliar per 31 Desember
2024. Penurunan signifikan terutama disebabkan oleh saldo kas di Bank yang menurun 99% dari
Rp3,18 miliar menjadi Rp5,96 juta per 30 Juni 2025. Agar dijelaskan terkait:
a. Faktor-faktor yang penyebab penurunan signifikan pada saldo kas dan setara kas.
Jawaban :
Penurunan signifikan disebabkan oleh penurunan penjualan, dan kenaikan biaya administrasi dan
umum.
b. Penyebab utama saldo kas di Bank menurun drastis sebesar 99% dari Rp3,18 miliar menjadi
Rp5,96 juta.
Jawaban :
Karena adanya pembayaran untuk keperluan biaya administrasi dan umum.
c. Jelaskan transaksi atau kebutuhan apa dana tersebut digunakan.
Jawaban :
Karena adanya pembayaran untuk keperluan biaya administrasi dan umum.
d. Apakah penurunan signifikan saldo kas ini berdampak pada kemampuan Perseroan memenuhi
kewajiban jangka pendek atau membiayai operasional harian?
Jawaban :
Sangat berdampak kepada kemampuan Perseroan memenuhi kewajiban jangka pendek karena
pihak pemegang saham pengendali baru hingga saat ini belum melakukan pengambil alihan
kegiatan operasional perseroan.
e. Apakah terdapat perubahan strategi pengelolaan kas, termasuk pemindahan dana ke
instrumen lain atau penggunaan untuk pembayaran kewajiban tertentu?
Jawaban :
Belum ada arahan dari pemegang saham pengendali baru atas strategi pengelolaan kas.
f. Kondisi likuiditas Perseroan saat ini.
Jawaban :
Kondisi keuangan perseroaan sudah minim sehingga perlu pemegang saham pengendali baru untuk
segera mengambil alih.
g. Langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kecukupan kas pada periode mendatang.
Jawaban :
Manajemen lama mendesak dan mengharapkan pemegang saham pengendali baru untuk segera
mengambil alih manajemen dan kegiatan operasional perseroan.
Page 7
9. Berdasarkan CALK nomor 5, Perseroan mencatatkan piutang usaha sebesar Rp18,89 juta pada
30 Juni 2025 dan Rp2,16 miliar per 31 Desember 2024. Dengan demikian terdapat penurunan
signifikan sebesar 99,13%.
Berikut merupakan piutang usaha Perseroan berdasarkan kelompok umur:
Berdasarkan umur piutang, saldo piutang usaha Perseroan saat ini hanya terdiri dari kelompok
piutang jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp56,17 juta dikurangi dengan penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp37,27 juta sehingga saldo piutang usaha neto Perseroan menjadi
Rp18,89 juta. Agar dijelaskan terkait:
a. Apakah terdapat perubahan kebijakan penjualan atau perilaku konsumen yang menyebabkan
piutang usaha menurun signifikan?
Jawaban :
Tidak ada perubahaan kebijakan hanya karena adanya pelunasaan piutang jatuh tempo.
b. Dasar penentuan transaksi penjualan secara kredit/piutang dan penjualan secara tunai.
Jawaban :
Berdasarkan kemampuan pelanggan untuk membayar kewajibannya.
c. Latar belakang pelunasan piutang yang dilakukan oleh dua pelanggan signifikan Perseroan
yaitu Bapak Agus Gunawan dengan nilai Rp928,5 juta, Bapak Erwin Wijaya dengan nilai
Rp970 juta, dan PT Prajamitra Mandiri dengan nilai Rp100,1 juta.
Jawaban :
Karena sudah jatuh tempo untuk pelunasaan atas piutang tersebut.
10. Berdasarkan CALK nomor 6, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar Rp10,80 miliar pada
30 Juni 2025 dan Rp10,81 miliar per 31 Desember 2024. Tidak terdapat perubahan pada saldo
persediaan atas hampir seluruh jenis persediaan kecuali atas AccuGPS yang mengalami penurunan
sebesar Rp5 juta.
Page 8
Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab tidak terdapat perubahan pada saldo persediaan atas hampir seluruh jenis
persediaan kecuali AccuGPS yang mengalami penurunan sebesar Rp5 juta pada saldo
persediaan Perseroan antara 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025.
Jawaban :
Permintaan atas barang mengalami penurunan yang drastis karena kondisi penurunan di bidang
IoT transportasi dan logistik.
b. Apakah penurunan persediaan AccuGPS berasal dari penjualan, pemakaian internal, atau
penyesuaian lainnya?
Jawaban :
Penurunan persediaan AccuGPS berasal dari penjualan.
c. Penyebab hanya persediaan AccuGPS yang mengalami penurunan sebesar Rp5 juta.
Jawaban :
Karena Permintaan atas barang mengalami penurunan yang drastis karena kondisi penurunan di
bidang IoT transportasi dan logistik.
d. Bagaimana kondisi perputaran persediaan saat ini, dan apakah terdapat risiko usang atau
penurunan nilai atas persediaan yang tidak bergerak?
Jawaban :
Terdapat risiko usang atau penurunan nilai atas persediaan yang tidak bergerak dikarenakan
keterbelakangan teknologi dibandingkan model baru dengan spesifikasi yang lebih tinggi, serta
harga yang lebih murah dipasar.
11. Dalam CALK 8 tentang Beban Ditangguhkan, Perseroan membukukan beban ditangguhkan
selama tahun 2024 dan 2025 sebesar Rp9,9 miliar. Dengan demikian, tidak terdapat perubahan
saldo beban ditangguhkan. Rincian beban ditangguhkan dengan rincian sebagai berikut:
Sebelumnya dalam surat Perseroan nomor 013/MENN/SP/07/2025 tanggal 24 Juli 2025,
Perseroan menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
- Biaya pelatihan SDM bukan merupakan pelatihan karyawan tetap Perseroan namun
mencakup biaya jasa pihak ketiga yang memberikan dukungan manpower, supervisi,
manajemen pada cabang dimana termasuk tahap awal pelatihan kerja.
- Kontrak Perseroan dengan PT Karya Antusias Muda ialah biaya dibayar dimuka yang akan di
amortisasikan secara bertahap.
- Biaya-biaya tersebut muncul pada tahun 2024 dan merupakan biaya baru.
Atas hal-hal tersebut di atas, Bursa meminta penjelasan komprehensif mengenai;
a. Penyebab tidak adanya perubahan saldo beban ditangguhkan selama tahun 2025,
mempertimbangkan Perseroan menyatakan bahwa kontrak akan diamortisasikan secara
bertahap.
Jawaban :
Perseroan membebankan amortisasi secara bertahap dan pembebanannya dilakukan di akhir tahun
2025.
Page 9
b. Dasar amortisasi kontrak-kontrak tersebut.
Jawaban :
Dasar amortisasi menggunakan metode amortisasi garis lurus.
c. Status penyelesaian kontrak mengingat Perseroan masih membukukan beban ditangguhkan
sementara jangka waktu penyelesaian kontrak rata-rata berumur 360 hari kalender yang
berdasarkan CALK 8 akan selesai pada periode April hingga Juni 2025.
Jawaban :
Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.
d. Status penyelesaian kontrak mengingat Perseroan tidak ada perubahan nilai beban
ditangguhkan meskipun terdapat kontrak yang seharusnya selesai pada tahun 2024.
Jawaban :
Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.
e. Rincian pihak-pihak yang memberikan jasa sebagaimana diungkapkan dalam CALK 8 sesuai
tabel berikut:
Jasa yang
ditawarkan Nama Pihak No. Kontrak Nominal Periode Kontrak
Marketing & PT Karya 01/V/2024/KKS MTI/KAM 1,254,000,000 9-May-24 Mei 2025
Event Antusias
Muda
Marketing & 02/IV/2024/KKS MTI/KAM 963,309,152 23-Apr-24 April 2025
Event
Marketing 05/V/2024/KKS MTI/KAM 1,680,000,000 9-May-24 Mei 2025
support and
promotion
HR CV Bintang 12/BTSI/MENN/ VI/2024 1,250,000,000 5-Jun-24 Juni 2025
Recuruitment Terang
and Training Sukses Indo
Service Point 01/BTSI/MENN/ II/23 2,000,000,000 24-Feb-23 Februari 2026
Center
Marketing & 009/BTSI/MENN/III/23 1,500,000,000 22 Maret 23 Maret 2024
Event
HR 06/BTSI/MENN/ III/23 1,250,000,000 13-Mar-23 Februari 2024
Recuruitment
and Training
Page 10
f. Pertimbangan dan standar akuntansi yang menjadi dasar Perseroan membukukan biaya jasa
pihak ketiga yang memberikan dukungan manpower, supervisi, manajemen pada cabang
sebagai beban pelatihan SDM dan bukan sebagai pos beban penjualan/beban umum dan
administrasi.
Jawaban :
Pertimbangan perseroan berdasarkan PSAK 201 perihal Penyajian biaya dibayar di muka/aset
lancar atas beban yang belum dikonsumsi. PSAK 238 perihal Penjelasan pelatihan bukan aset
takberwujud, tapi bisa ditangguhkan jika memberi manfaat masa depan.
g. Tindak lanjut Perseroan atas beban ditangguhkan yang nilainya signifikan, melebihi 25% total
aset Perseroan, namun masih belum diselesaikan.
Jawaban :
Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.
12. Berdasarkan CALK nomor 10, Perseroan mencatat aset tetap sebesar Rp10,1 miliar pada 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset tetap
pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan depresiasi.
Dalam PSAK 216 tentang Aset Tetap, pada paragraf 30 dan 31 disebutkan bahwa:
Model Biaya
“Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap dicatat pada biaya perolehan dikurangi depresiasi
dan akumulasi rugi penurunan nilai”
Model Revaluasi
“Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal
dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi
depresiasi dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan
dengan aturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara
material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
pelaporan.”
Dalam PSAK 216 pada paragraf 48 dan 50 juga disebutkan bahwa:
“Beban depresiasi untuk setiap periode diakui dalam laba rugi, kecuali jika beban tersebut
termasuk dalam jumlah tercatat aset lain.”
“Jumlah terdepresiasi dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur
manfaatnya”
Page 11
Agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset tetap selama tahun 2025
Jawaban :
Perseroan tidak melakukan penambahan aset karena menunggu kebijakan pemegang saham
pengendali baru.
b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan depresiasi sepanjang periode berjalan.
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
c. Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya depresiasi
tersebut?
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
d. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset tetap yang disajikan tidak overstated dan
beban depresiasi tidak understated, sehingga laporan keuangan mencerminkan posisi
keuangan yang wajar?
Jawaban :
Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.
13. Berdasarkan CALK nomor 11, Perseroan mencatat aset hak guna sebesar Rp3,1 miliar pada 30
Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset hak
guna pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan depresiasi.
Dalam PSAK 116 tentang Sewa, paragraf 31 disebutkan bahwa:
“Penyewa menerapkan persyaratan depresiasi dalam PSAK 216: Aset Tetap dalam mendepresiasi
aset hak-guna dengan mempertimbangkan persyaratan dalam paragraf 32.”
Pada paragraf 32 pada PSAK 116 disebutkan bahwa:
“Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa atau
jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka
penyewa mendepresiasikan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat
aset pendasar. Jika tidak, maka penyewa mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.”
Page 12
Agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset hak guna selama tahun 2025
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan depresiasi sepanjang periode berjalan.
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
c. Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya depresiasi
tersebut?
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
d. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset hak guna yang disajikan tidak overstated
dan beban depresiasi tidak understated, sehingga laporan keuangan mencerminkan posisi
keuangan yang wajar?
Jawaban :
Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.
14. Berdasarkan CALK nomor 12, Perseroan mencatat aset tak berwujud sebesar Rp4,6 miliar pada
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset
tak berwujud pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan amortisasi.
Dalam PSAK 238 tentang Aset Tak Berwujud, paragraf 74 disebutkan bahwa:
Model Biaya
“Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.”
Page 13
Model Revaluasi
Pada paragraf 75 pada PSAK 238 disebutkan bahwa:
“Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar
pada tanggal revaluasi dikurangi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal
revaluasi. Untuk tujuan revaluasi berdasarkan PSAK ini, nilai wajar diukur dengan merujuk pada
pasar aktif. Revaluasi dilakukan secara reguler sehingga pada tiap akhir periode pelaporan
jumlah tercatat aset tak berwujud tersebut tidak memiliki perbedaan yang material dengan nilai
wajarnya.”
Agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset tak berwujud selama tahun 2025.
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan amortisasi sepanjang periode berjalan.
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
c. Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya amortisasi
tersebut?
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
(year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).
d. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset tak berwujud yang disajikan tidak
overstated dan beban amortisasi tidak understated, sehingga laporan keuangan
mencerminkan posisi keuangan yang wajar?
Jawaban :
Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.
15. Berdasarkan CALK 14, tidak terdapat saldo utang usaha Perseroan per 30 Juni 2025 dari
sebelumnya sebesar Rp1,69 miliar per 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha telah dibayarkan
oleh Perseroan.
Agar dijelaskan terkait:
a. Apakah saat ini Perseroan masih melakukan transaksi pembelian barang/jasa?
Jawaban :
Perseroan tidak melakukan pembelian barang di periode tersebut.
b. Sebutkan kontrak pembelian dengan pemasok yang masih berlaku hingga saat ini.
Jawaban :
Tidak ada kontrak pembelian dengan pemasok yang masih berlaku hingga saat ini.
Page 14
c. Apakah terdapat perubahan kebijakan pembayaran kepada pemasok yang mempengaruhi
struktur kewajiban usaha Perseroan?
Jawaban :
Tidak ada perubahan kebijakan dikarenakan tidak adanya pembelian barang.
16. Dalam CALK 24 tentang Beban Usaha, membukukan beban usaha sebagai berikut:
Atas pengungkapan di atas, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang kenaikan beban jasa profesional dengan pembukuan saldo per 30 Juni 2025
sebesar Rp1,98 miliar.
Jawaban :
Karena adanya keperluan pemakaian jasa profesional ditahun 2025.
b. Rincian pihak-pihak yang memberikan jasa profesional beserta informasi kontrak sesuai tabel
Nama pihak Jasa profesional Nilai kontrak Periode kontrak
PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO JASA CORSEC 490.000.000 S.D JUNI 2025
PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO ACCOUNTING & 560.000.000 S.D JUNI 2025
SERVICES
PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO PUBLIC RELATION (PR) 420.000.000 S.D JUNI 2025
PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO AR DAN SR 200.000.000 S.D JUNI 2025
LAIN-LAIN NOTARIS, AUDIT, DLL 310.961.538 S.D JUNI 2025
c. Peruntukan dan nilai tambah yang diberikan atas jasa profesional tersebut.
Jawaban :
Peruntukan biaya jasa profesional yang memberikan nilai tambah dalam membantu kegiatan
operasional perusahaan sebagai pihak ketiga.
Page 15
d. Penyebab kenaikan beban perbaikan dan pemeliharaan yang dibukukan sebesar Rp367 juta
pada tahun 2025.
Jawaban :
Kenaikan tersebut disebabkan karena adanya perbaikan dan pemeliharan bangunan kantor.
e. Penyebab kenaikan beban administrasi dan umum lain-lain sebesar dari sebelumnya sebesar
Rp95 juta pada tahun 2024 menjadi Rp411 juta pada tahun 2025.
Jawaban :
Peningkatan biaya lain-lain terkait dengan biaya penyelengaraan RUPS yang dilakukan pada
tahun 2025.
17. Perkembangan terkini terkait Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ketiga
Perseroan.
Jawaban :
Masih menunggu persetujuan dan tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
18. Agar dijelaskan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu
12 bulan ke depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada
publik.
Jawaban :
Manajemen lama tidak mengetahui adanya rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh
Perseroan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Manajemen tidak mengetahui adanya
Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta
kelangsungan usaha Perseroan.
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Vera Florida
p.1
unresolved
person
Michael H Mulyanto, BSC.MBA
· Direktur Utama
p.1
unresolved
org
Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik
p.1
unresolved
person
Agus Gunawan
p.5
unresolved
org
PT LAVA PRATAMA
p.5
unresolved
—
Pemborong
p.5
unresolved
org
PT Prajamitra Mandiri
p.7
unresolved
org
PT Karya Antusias Muda
p.8
unresolved
org
PT Karya
p.9
unresolved
—
02/IV/2024/KKS MTI/KAM
p.9
unresolved
—
05/V/2024/KKS MTI/KAM
p.9
unresolved
—
01/BTSI/MENN/ II/23
p.9
unresolved
—
009/BTSI/MENN/III/23
p.9
unresolved
—
06/BTSI/MENN/ III/23
p.9
unresolved
org
PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO
p.14 ×7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.