Skip to content
Back to announcement

20250902_MENN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31936824_lamp1.pdf

Other Text extracted MENN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 15

Page 1
Kepada Yth
Direktur Dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia

No. 001/MENN/SP/09/2025                                                    01 September 2025
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190

u.p.: Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna dan Ibu Vera Florida

Perihal: Permintaan Penjelasan Surat No. S-09981/BEI.PP1/08-2025

Dengan hormat,
Merujuk kepada surat Bursa No. S-09981/BEI.PP1/08-2025 tanggal 28 Agustus 2025,
bersama dengan ini kami sampaikan tanggapan sebagaimana terlampir.

Adapun tanggapan tersebut kami susun berdasarkan permintaan klarifikasi yang dimaksud,
dan kami berharap penjelasan yang kami berikan dapat memenuhi kebutuhan informasi dari
Bursa Efek Indonesia.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
PT Menn Teknologi Indonesia, Tbk




Michael H Mulyanto, BSC.MBA
Direktur Utama


Tembusan:
•   Yth. Kepala Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan.
•   Yth. Kepala Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan.
•   Yth. Kepala Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Page 2
1.   Dalam Laporan Keuangan per 30 Juni 2025, Perseroan tidak membukukan adanya perubahan atas
     seluruh aset tidak lancar Perseroan sebagai berikut:




     Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan atas:
     a. Penyebab tidak adanya perubahan nilai aset pada setiap pos aset tidak lancar Perseroan pada
          periode 30 Juni 2025.
     Jawaban :
     Sampai tanggal 30 Juni 2025 tersebut perseroan tidak melakukan transaksi penambahan aset
     tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud, serta Perseroan menerapkan kebijakan pembebanan
     penyusutan aset tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud dihitung dan dibebankan pada akhir
     tahun buku.

     b. Rencana penambahan aset tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud Perseroan.
     Jawaban :
     Sampai tanggal 30 Juni 2025 tersebut perseroan tidak melakukan transaksi penambahan aset
     tetap, aset hak guna, dan aset tak berwujud.

2.   Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp32,78 juta pada periode 30 Juni 2025, atau
     mengalami penurunan 98,25% jika dibandingkan dengan total liabilitas pada periode
     31 Desember 2024 yaitu Rp1,87 miliar. Saldo utang Perseroan per 30 Juni 2025 terdiri dari utang
     pajak sebesar Rp9,86 juta dan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp22,91 juta. Selain kedua akun
     tersebut, tidak terdapat saldo pada tahun berjalan. Agar dijelaskan terkait:
     a. Apa faktor utama yang menyebabkan penurunan liabilitas secara signifikan hingga 98,25%
          dalam kurun waktu enam bulan?
     Jawaban :
     Hal ini disebabkan karena adanya pelunasan hutang usaha dan kewajiban jangka pendek lainnya
     yang telah dilunasi secara penuh selama periode berjalan.

     b.  Apakah terdapat transaksi pelunasan utang atau reklasifikasi liabilitas yang perlu dijelaskan
         lebih lanjut?
     Jawaban :
     Seluruh penurunan liabilitas merupakan hasil dari pelunasan hutang usaha dan kewajiban jangka
     pendek lainnya yang telah dilunasi secara penuh selama periode berjalan.

     c.  Bagaimana Perseroan memastikan keberlangsungan operasional dengan struktur liabilitas
         yang sangat minimal?
     Jawaban :
     Melalui ketersediaan kas dan setara kas yang mencukupi untuk mendukung kegiatan operasional
     jangka pendek, serta ketersediaan persediaan barang yang mencukupi.
Page 3
     d.   Apakah terdapat risiko kewajiban kontingensi atau komitmen di luar neraca yang belum
          tercermin dalam laporan keuangan?
     Jawaban :
     Tidak terdapat kewajiban kontinjensi, komitmen material, ataupun perikatan yang bersifat off-
     balance sheet yang belum diungkapkan dalam laporan keuangan interim.

3.   Pada Laporan Laba Rugi per 30 Juni 2025, Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar
     75,1% jika dibandingkan pendapatan per 30 Juni 2024 atau membukukan penurunan pendapatan
     dari sebelumnya sebesar Rp2,9 miliar menjadi Rp0,7 miliar. Atas hal tersebut, Bursa meminta
     penjelasan:
     a. Penyebab penurunan pendapatan Perseroan pada tahun 2025.
     Jawaban :
     Penyebab penurunan pendapatan dikarenakan pendapatan atas kegiatan anak usaha yang tidak
     berjalan ditahun 2025.

     b. Kondisi terkini atas kegiatan operasional Perseroan.
     Jawaban :
     Hingga saat ini, kegiatan operasional Perseroan masih berjalan, meskipun dengan kapasitas yang
     lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, Perseroan berada dalam masa transisi dan
     sedang melakukan penyesuaian operasional seiring dengan proses peralihan kepemilikan dan
     arah strategis baru dari pemegang saham pengendali yang baru.

     c. Kendala operasional Perseroan selama tahun 2025.
     Jawaban :
     Kendalanya Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang melakukan penyesuaian
     operasional seiring dengan proses peralihan kepemilikan dan arah strategis baru dari pemegang
     saham pengendali yang baru.

     d.   Rincian pihak yang menjadi pelanggan utama Perseroan untuk setiap jenis produk/jasa
          Perseroan dengan kontribusi lebih dari 10% pendapatan setiap produk/jasa sesuai tabel
          berikut:

     Jawaban :
     Tidak ada pelanggan yang melebihi 10% dari pendapatan per 30 juni 2025.

     e. Perolehan/hilangnya kontrak penting atau pelanggan utama Perseroan.
     Jawaban :
     Karena anak perusahaan tidak melakukan kegiatan operasional di tahun 2025 menunggu arahan
     dan kebijakan pemegang saham pengendali yang baru, sehingga tidak ada kontrak penting atau
     pelanggan utama yang hilang.

     f.  Apakah terdapat penurunan aktivitas operasional mempertimbangkan turunnya pendapatan
         sementara tidak terdapat penurunan nilai persediaan?
     Jawaban :
     Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang melakukan penyesuaian operasional seiring
     dengan proses peralihan kepemilikan dan arah strategis baru dari pemegang saham pengendali
     yang baru.
Page 4
     g. Rencana perubahan pasar/pelanggan untuk meningkatkan penjualan Perseroan.
     Jawaban :
     Perseroan berada dalam masa transisi dan sedang menunggu kebijakan dari pemegang saham
     pengendali yang baru.

4.   Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3,79 miliar pada 30 Juni 2025, dibandingkan dengan
     laba bersih sebesar Rp388,92 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban administrasi
     dan umum yang melonjak tajam dari Rp1,26 miliar menjadi Rp3,91 miliar. Berdasarkan Catatan
     atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 24 perihal Beban Usaha, Perseroan mencatat beban
     operasional sebesar Rp3,96 miliar, meningkat sebesar 208% dibandingkan Rp1,29 miliar pada
     tahun sebelumnya. Agar dijelaskan terkait:
     a. Penyebab utama peningkatan tajam beban administrasi dan umum yang mencapai 210% pada
          periode berjalan.
     Jawaban :
     Adanya peningkatan biaya profesional dan perbaikan dan pemeliharaan yang merupakan beban
     tahun 2025.

     b.  Penambahan beban signifikan yang terjadi selama tahun 2025 yang menyebabkan lonjakan
         beban operasional dan menyebabkan kerugian Perseroan. Apakah beban tersebut merupakan
         beban yang hanya muncul satu kali atau merupakan beban recurring.
     Jawaban :
     Beban tersebut merupakan beban yang hanya muncul satu kali.

     c.   Strategi pengelolaan beban administrasi dan umum untuk meningkatkan profitabilitas di masa
          depan.
     Jawaban :
     Atas pengelolaan beban administrasi dan umum manajemen lama masih menunggu kebijakan
     dari pemegang saham pengendali yang baru.

5.   Kinerja rasio profitabilitas Perseroan per 30 Juni 2025 secara umum mengalami penurunan. Rasio
     profitabilitas Perseroan per 30 Juni 2025 mengalami penurunan dibandingkan 31 Desember 2024.
     Net Profit Margin turun menjadi -520,58% dari sebelumnya 13,32%. Agar dijelaskan terkait:
     a. Apa langkah-langkah yang telah diambil oleh Perseroan untuk mengatasi penurunan efisiensi
          operasional ini dan memulihkan margin laba bersih?
     Jawaban :
     Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru untuk
     kelangsungan jalannya operasional perseroan.

     b.   Apakah Perseroan memproyeksikan perbaikan pada rasio profitabilitas dalam waktu dekat,
          dan jika ya, apa faktor yang akan mendukung perbaikan tersebut?
     Jawaban :
     Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru untuk
     kelangsungan jalannya operasional perseroan, sehingga belum bisa memproyeksikannya.

6.   Pada Laporan Arus Kas per 30 Juni 2025, Perseroan membukukan penerimaan dari pelanggan
     sebesar Rp2,9 miliar sementara pembayaran kepada pemasok lebih besar dengan nilai Rp5,6
     miliar. Lebih lanjut lagi, Perseroan membukukan penurunan persediaan sebesar Rp5 juta, di bawah
     nilai pembayaran kepada pemasok, dan hanya membukukan pendapatan sebesar Rp0,7 miliar, jauh
     di bawah nilai penerimaan dari pelanggan. Bursa meminta penjelasan komprehensif atas:
     a. Sumber penerimaan kas dari pelanggan, mempertimbangkan nilai penjualan lebih kecil
           dibandingkan kas yang diterima Perseroan.
     Jawaban :
     Sumber penerimaan kas dari pelanggan ini bersumber dari penerimaan piutang usaha tahun
     sebelumnya.
Page 5
     b.   Rincian pihak-pihak yang melakukan pembayaran selama tahun 2025 beserta nominal
          pembayaran sesuai tabel berikut:
     Jawaban :
     Pihak yang melakukan pembayaran yang nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh perseratus)
     dari pendapatan tahun 2024.
          Nama pihak       Produk/jasa yang           Nilai              Periode
                           diberikan Perseroan        pembayaran         pembayaran
          Erwin Wijaya           GPS dan DVR            1.603.500.000     Januari - Maret 2025
          Agus Gunawan           GPS dan DVR             970.000.000      Januari - Maret 2025

     c.  Tujuan pembayaran kas kepada pemasok kas sebesar Rp5,6 miliar, mempertimbangkan nilai
         tidak terdapat penambahan persediaan selama tahun 2025 dan beban pokok penjualan
         nilainya hanya sebesar Rp0,5 miliar.
     Jawaban :
     Peningkatan pembayaran kas bukan kepada pemasok melainkan untuk pengeluaran pos-pos
     beban administrasi dan umum Perseroan selama tahun 2025.

     d.  Rincian pihak-pihak yang menerima pembayaran kas selama tahun 2025 beserta nominal
         pembayaran sesuai tabel berikut:
     Jawaban :
     Daftar pembayaran atas beban administrasi dan umum yang signifikan.

             Nama pihak              Produk/jasa yang               Nilai             Periode
                                    diterima Perseroan           pembayaran        pembayaran
      PT LAVA PRATAMA                 Jasa Profesional          1.670.000.000     Maret - Juni 2025
          SOLUSINDO
           Pemborong            Perbaikan dan pemeliharaan       300.000.000         Juni 2025
                                        bangunan

7.   Selama tahun 2025, Perseroan tidak membukukan adanya arus kas dari aktivitas investasi dan arus
     kas dari aktivitas pendanaan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa Perseroan tidak melakukan
     penambahan atau pelepasan investasi maupun transaksi pendanaan selama periode tersebut. Agar
     dijelaskan terkait:
     a. Alasan utama mengapa Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi maupun pendanaan
          selama periode tersebut.
     Jawaban :
     Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi maupun pendanaan di tahun 2025 karena
     Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru.

     b. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk melakukan penambahan atau pelepasan investasi,
        atau transaksi pendanaan dalam waktu dekat?
     Jawaban :
     Manajemen lama masih menunggu kebijakan dari pemegang saham pengendali yang baru.

     c.  Bagaimana dampak dari tidak adanya arus kas dari aktivitas pendanaan dan investasi terhadap
         struktur modal dan pertumbuhan Perseroan?
     Jawaban :
     Dampaknya belum diketahui perseroan karena manajemen lama masih menunggu kebijakan dari
     pemegang saham pengendali yang baru. Namun apabila pengendali baru belum memberikan
     arahan dan keputusan, tentu akan berdampak kepada jalannya operasional perusahaan.
Page 6
     d.  Apakah terdapat pembatasan atau kendala tertentu yang menghalangi Perseroan untuk
         melakukan aktivitas tersebut selama periode ini?
     Jawaban :
     Kendala yang menghalangi perseroan adalah belum adanya kebijakan dari pemegang saham
     pengendali yang baru untuk melakukan aktivitas kedepannya.

8.   Berdasarkan CALK nomor 4, Perseroan mencatatkan penurunan sebesar 84,48% saldo kas dan
     setara kas dari sebesar Rp635,08 juta pada 30 Juni 2025 menjadi Rp4,09 miliar per 31 Desember
     2024. Penurunan signifikan terutama disebabkan oleh saldo kas di Bank yang menurun 99% dari
     Rp3,18 miliar menjadi Rp5,96 juta per 30 Juni 2025. Agar dijelaskan terkait:
     a. Faktor-faktor yang penyebab penurunan signifikan pada saldo kas dan setara kas.
     Jawaban :
     Penurunan signifikan disebabkan oleh penurunan penjualan, dan kenaikan biaya administrasi dan
     umum.

     b.  Penyebab utama saldo kas di Bank menurun drastis sebesar 99% dari Rp3,18 miliar menjadi
         Rp5,96 juta.
     Jawaban :
     Karena adanya pembayaran untuk keperluan biaya administrasi dan umum.

     c. Jelaskan transaksi atau kebutuhan apa dana tersebut digunakan.
     Jawaban :
     Karena adanya pembayaran untuk keperluan biaya administrasi dan umum.

     d.  Apakah penurunan signifikan saldo kas ini berdampak pada kemampuan Perseroan memenuhi
         kewajiban jangka pendek atau membiayai operasional harian?
     Jawaban :
     Sangat berdampak kepada kemampuan Perseroan memenuhi kewajiban jangka pendek karena
     pihak pemegang saham pengendali baru hingga saat ini belum melakukan pengambil alihan
     kegiatan operasional perseroan.

     e.  Apakah terdapat perubahan strategi pengelolaan kas, termasuk pemindahan dana ke
         instrumen lain atau penggunaan untuk pembayaran kewajiban tertentu?
     Jawaban :
     Belum ada arahan dari pemegang saham pengendali baru atas strategi pengelolaan kas.

     f. Kondisi likuiditas Perseroan saat ini.
     Jawaban :
     Kondisi keuangan perseroaan sudah minim sehingga perlu pemegang saham pengendali baru untuk
     segera mengambil alih.

     g. Langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kecukupan kas pada periode mendatang.
     Jawaban :
     Manajemen lama mendesak dan mengharapkan pemegang saham pengendali baru untuk segera
     mengambil alih manajemen dan kegiatan operasional perseroan.
Page 7
9.   Berdasarkan CALK nomor 5, Perseroan mencatatkan piutang usaha sebesar Rp18,89 juta pada
     30 Juni 2025 dan Rp2,16 miliar per 31 Desember 2024. Dengan demikian terdapat penurunan
     signifikan sebesar 99,13%.

     Berikut merupakan piutang usaha Perseroan berdasarkan kelompok umur:




     Berdasarkan umur piutang, saldo piutang usaha Perseroan saat ini hanya terdiri dari kelompok
     piutang jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp56,17 juta dikurangi dengan penyisihan kerugian
     penurunan nilai sebesar Rp37,27 juta sehingga saldo piutang usaha neto Perseroan menjadi
     Rp18,89 juta. Agar dijelaskan terkait:
     a. Apakah terdapat perubahan kebijakan penjualan atau perilaku konsumen yang menyebabkan
          piutang usaha menurun signifikan?
     Jawaban :
     Tidak ada perubahaan kebijakan hanya karena adanya pelunasaan piutang jatuh tempo.

     b. Dasar penentuan transaksi penjualan secara kredit/piutang dan penjualan secara tunai.
     Jawaban :
     Berdasarkan kemampuan pelanggan untuk membayar kewajibannya.

     c.  Latar belakang pelunasan piutang yang dilakukan oleh dua pelanggan signifikan Perseroan
         yaitu Bapak Agus Gunawan dengan nilai Rp928,5 juta, Bapak Erwin Wijaya dengan nilai
         Rp970 juta, dan PT Prajamitra Mandiri dengan nilai Rp100,1 juta.
     Jawaban :
     Karena sudah jatuh tempo untuk pelunasaan atas piutang tersebut.

10. Berdasarkan CALK nomor 6, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar Rp10,80 miliar pada
    30 Juni 2025 dan Rp10,81 miliar per 31 Desember 2024. Tidak terdapat perubahan pada saldo
    persediaan atas hampir seluruh jenis persediaan kecuali atas AccuGPS yang mengalami penurunan
    sebesar Rp5 juta.
Page 8
    Agar dijelaskan terkait:
    a. Penyebab tidak terdapat perubahan pada saldo persediaan atas hampir seluruh jenis
         persediaan kecuali AccuGPS yang mengalami penurunan sebesar Rp5 juta pada saldo
         persediaan Perseroan antara 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025.
    Jawaban :
    Permintaan atas barang mengalami penurunan yang drastis karena kondisi penurunan di bidang
    IoT transportasi dan logistik.

     b. Apakah penurunan persediaan AccuGPS berasal dari penjualan, pemakaian internal, atau
        penyesuaian lainnya?
    Jawaban :
    Penurunan persediaan AccuGPS berasal dari penjualan.

     c. Penyebab hanya persediaan AccuGPS yang mengalami penurunan sebesar Rp5 juta.
     Jawaban :
     Karena Permintaan atas barang mengalami penurunan yang drastis karena kondisi penurunan di
     bidang IoT transportasi dan logistik.

     d. Bagaimana kondisi perputaran persediaan saat ini, dan apakah terdapat risiko usang atau
         penurunan nilai atas persediaan yang tidak bergerak?
     Jawaban :
     Terdapat risiko usang atau penurunan nilai atas persediaan yang tidak bergerak dikarenakan
     keterbelakangan teknologi dibandingkan model baru dengan spesifikasi yang lebih tinggi, serta
     harga yang lebih murah dipasar.

11. Dalam CALK 8 tentang Beban Ditangguhkan, Perseroan membukukan beban ditangguhkan
    selama tahun 2024 dan 2025 sebesar Rp9,9 miliar. Dengan demikian, tidak terdapat perubahan
    saldo beban ditangguhkan. Rincian beban ditangguhkan dengan rincian sebagai berikut:




    Sebelumnya dalam surat Perseroan nomor 013/MENN/SP/07/2025 tanggal 24 Juli 2025,
    Perseroan menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
    -   Biaya pelatihan SDM bukan merupakan pelatihan karyawan tetap Perseroan namun
        mencakup biaya jasa pihak ketiga yang memberikan dukungan manpower, supervisi,
        manajemen pada cabang dimana termasuk tahap awal pelatihan kerja.
    -   Kontrak Perseroan dengan PT Karya Antusias Muda ialah biaya dibayar dimuka yang akan di
        amortisasikan secara bertahap.
    -   Biaya-biaya tersebut muncul pada tahun 2024 dan merupakan biaya baru.

    Atas hal-hal tersebut di atas, Bursa meminta penjelasan komprehensif mengenai;
    a. Penyebab tidak adanya perubahan saldo beban ditangguhkan selama tahun 2025,
         mempertimbangkan Perseroan menyatakan bahwa kontrak akan diamortisasikan secara
         bertahap.
    Jawaban :
    Perseroan membebankan amortisasi secara bertahap dan pembebanannya dilakukan di akhir tahun
    2025.
Page 9
b. Dasar amortisasi kontrak-kontrak tersebut.
Jawaban :
Dasar amortisasi menggunakan metode amortisasi garis lurus.

c.   Status penyelesaian kontrak mengingat Perseroan masih membukukan beban ditangguhkan
     sementara jangka waktu penyelesaian kontrak rata-rata berumur 360 hari kalender yang
     berdasarkan CALK 8 akan selesai pada periode April hingga Juni 2025.
Jawaban :
Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.

d.   Status penyelesaian kontrak mengingat Perseroan tidak ada perubahan nilai beban
     ditangguhkan meskipun terdapat kontrak yang seharusnya selesai pada tahun 2024.
Jawaban :
Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.

e.     Rincian pihak-pihak yang memberikan jasa sebagaimana diungkapkan dalam CALK 8 sesuai
       tabel berikut:
       Jasa yang
      ditawarkan     Nama Pihak          No. Kontrak          Nominal            Periode Kontrak
     Marketing &      PT Karya     01/V/2024/KKS MTI/KAM    1,254,000,000    9-May-24       Mei 2025
       Event          Antusias
                       Muda
     Marketing &                   02/IV/2024/KKS MTI/KAM   963,309,152     23-Apr-24      April 2025
       Event

       Marketing                   05/V/2024/KKS MTI/KAM    1,680,000,000    9-May-24       Mei 2025
      support and
       promotion
          HR         CV Bintang    12/BTSI/MENN/ VI/2024    1,250,000,000    5-Jun-24       Juni 2025
     Recuruitment      Terang
     and Training    Sukses Indo
     Service Point                  01/BTSI/MENN/ II/23     2,000,000,000   24-Feb-23     Februari 2026
         Center


     Marketing &                    009/BTSI/MENN/III/23    1,500,000,000   22 Maret 23    Maret 2024
       Event

         HR                         06/BTSI/MENN/ III/23    1,250,000,000   13-Mar-23     Februari 2024
     Recuruitment
     and Training
Page 10
    f.   Pertimbangan dan standar akuntansi yang menjadi dasar Perseroan membukukan biaya jasa
         pihak ketiga yang memberikan dukungan manpower, supervisi, manajemen pada cabang
         sebagai beban pelatihan SDM dan bukan sebagai pos beban penjualan/beban umum dan
         administrasi.

    Jawaban :
    Pertimbangan perseroan berdasarkan PSAK 201 perihal Penyajian biaya dibayar di muka/aset
    lancar atas beban yang belum dikonsumsi. PSAK 238 perihal Penjelasan pelatihan bukan aset
    takberwujud, tapi bisa ditangguhkan jika memberi manfaat masa depan.

    g.   Tindak lanjut Perseroan atas beban ditangguhkan yang nilainya signifikan, melebihi 25% total
         aset Perseroan, namun masih belum diselesaikan.
    Jawaban :
    Pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan pada periode tersebut dan telah dibuatkan Berita
    Acara Serah Terima. Namun perseroan berdasarkan PSAK 201 menbukukan sebagai beban
    ditangguhkan dan di amortisasikan pada setiap akhir tahun.

12. Berdasarkan CALK nomor 10, Perseroan mencatat aset tetap sebesar Rp10,1 miliar pada 30 Juni
    2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset tetap
    pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan depresiasi.




    Dalam PSAK 216 tentang Aset Tetap, pada paragraf 30 dan 31 disebutkan bahwa:
    Model Biaya
    “Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap dicatat pada biaya perolehan dikurangi depresiasi
    dan akumulasi rugi penurunan nilai”

    Model Revaluasi
    “Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal
    dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi
    depresiasi dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan
    dengan aturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara
    material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
    pelaporan.”

    Dalam PSAK 216 pada paragraf 48 dan 50 juga disebutkan bahwa:
    “Beban depresiasi untuk setiap periode diakui dalam laba rugi, kecuali jika beban tersebut
    termasuk dalam jumlah tercatat aset lain.”

    “Jumlah terdepresiasi dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur
    manfaatnya”
Page 11
    Agar dijelaskan terkait:
    a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset tetap selama tahun 2025
    Jawaban :
    Perseroan tidak melakukan penambahan aset karena menunggu kebijakan pemegang saham
    pengendali baru.

    b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan depresiasi sepanjang periode berjalan.
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    c.  Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya depresiasi
        tersebut?
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    d.  Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset tetap yang disajikan tidak overstated dan
        beban depresiasi tidak understated, sehingga laporan keuangan mencerminkan posisi
        keuangan yang wajar?
    Jawaban :
    Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
    Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
    mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.

13. Berdasarkan CALK nomor 11, Perseroan mencatat aset hak guna sebesar Rp3,1 miliar pada 30
    Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset hak
    guna pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan depresiasi.




    Dalam PSAK 116 tentang Sewa, paragraf 31 disebutkan bahwa:
    “Penyewa menerapkan persyaratan depresiasi dalam PSAK 216: Aset Tetap dalam mendepresiasi
    aset hak-guna dengan mempertimbangkan persyaratan dalam paragraf 32.”

    Pada paragraf 32 pada PSAK 116 disebutkan bahwa:
    “Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa atau
    jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka
    penyewa mendepresiasikan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat
    aset pendasar. Jika tidak, maka penyewa mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan
    hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.”
Page 12
    Agar dijelaskan terkait:
    a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset hak guna selama tahun 2025
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan depresiasi sepanjang periode berjalan.
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    c.   Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya depresiasi
         tersebut?
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    d.  Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset hak guna yang disajikan tidak overstated
        dan beban depresiasi tidak understated, sehingga laporan keuangan mencerminkan posisi
        keuangan yang wajar?
    Jawaban :
    Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
    Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
    mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.

14. Berdasarkan CALK nomor 12, Perseroan mencatat aset tak berwujud sebesar Rp4,6 miliar pada
    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Dengan demikian, tidak terdapat pergerakan pada saldo aset
    tak berwujud pada tahun berjalan, baik untuk penambahan, pengurangan, dan amortisasi.




    Dalam PSAK 238 tentang Aset Tak Berwujud, paragraf 74 disebutkan bahwa:
    Model Biaya
    “Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
    amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.”
Page 13
    Model Revaluasi
    Pada paragraf 75 pada PSAK 238 disebutkan bahwa:
    “Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar
    pada tanggal revaluasi dikurangi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal
    revaluasi. Untuk tujuan revaluasi berdasarkan PSAK ini, nilai wajar diukur dengan merujuk pada
    pasar aktif. Revaluasi dilakukan secara reguler sehingga pada tiap akhir periode pelaporan
    jumlah tercatat aset tak berwujud tersebut tidak memiliki perbedaan yang material dengan nilai
    wajarnya.”

    Agar dijelaskan terkait:
    a. Latar belakang tidak adanya penambahan/perubahan aset tak berwujud selama tahun 2025.
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    b. Justifikasi Perseroan tidak melakukan pencatatan amortisasi sepanjang periode berjalan.
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    c.   Apakah terdapat kebijakan akuntansi tertentu yang mendasari tidak dicatatkannya amortisasi
         tersebut?
    Jawaban :
    Perseroan menerapkan kebijakan pencatatan beban penyusutan dan amortisasi secara tahunan
    (year-end basis), yang dilakukan pada akhir tahun buku (tanggal 31 Desember).

    d.  Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai aset tak berwujud yang disajikan tidak
        overstated dan beban amortisasi tidak understated, sehingga laporan keuangan
        mencerminkan posisi keuangan yang wajar?
    Jawaban :
    Kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
    Meskipun pencatatan depresiasi dilakukan di akhir tahun, perhitungannya tetap
    mempertimbangkan masa manfaat aset secara akurat.

15. Berdasarkan CALK 14, tidak terdapat saldo utang usaha Perseroan per 30 Juni 2025 dari
    sebelumnya sebesar Rp1,69 miliar per 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha telah dibayarkan
    oleh Perseroan.




    Agar dijelaskan terkait:
    a. Apakah saat ini Perseroan masih melakukan transaksi pembelian barang/jasa?
    Jawaban :
    Perseroan tidak melakukan pembelian barang di periode tersebut.

    b. Sebutkan kontrak pembelian dengan pemasok yang masih berlaku hingga saat ini.
    Jawaban :
    Tidak ada kontrak pembelian dengan pemasok yang masih berlaku hingga saat ini.
Page 14
    c.  Apakah terdapat perubahan kebijakan pembayaran kepada pemasok yang mempengaruhi
        struktur kewajiban usaha Perseroan?
    Jawaban :
    Tidak ada perubahan kebijakan dikarenakan tidak adanya pembelian barang.

16. Dalam CALK 24 tentang Beban Usaha, membukukan beban usaha sebagai berikut:




    Atas pengungkapan di atas, Bursa meminta penjelasan terkait:
    a. Latar belakang kenaikan beban jasa profesional dengan pembukuan saldo per 30 Juni 2025
        sebesar Rp1,98 miliar.
    Jawaban :
    Karena adanya keperluan pemakaian jasa profesional ditahun 2025.

    b.   Rincian pihak-pihak yang memberikan jasa profesional beserta informasi kontrak sesuai tabel

            Nama pihak                      Jasa profesional        Nilai kontrak    Periode kontrak
         PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO            JASA CORSEC           490.000.000      S.D JUNI 2025
         PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO          ACCOUNTING &            560.000.000      S.D JUNI 2025
                                                SERVICES
         PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO       PUBLIC RELATION (PR)       420.000.000      S.D JUNI 2025
         PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO             AR DAN SR            200.000.000      S.D JUNI 2025
                  LAIN-LAIN               NOTARIS, AUDIT, DLL       310.961.538      S.D JUNI 2025


    c. Peruntukan dan nilai tambah yang diberikan atas jasa profesional tersebut.
    Jawaban :
    Peruntukan biaya jasa profesional yang memberikan nilai tambah dalam membantu kegiatan
    operasional perusahaan sebagai pihak ketiga.
Page 15
    d.  Penyebab kenaikan beban perbaikan dan pemeliharaan yang dibukukan sebesar Rp367 juta
        pada tahun 2025.
    Jawaban :
    Kenaikan tersebut disebabkan karena adanya perbaikan dan pemeliharan bangunan kantor.

    e.  Penyebab kenaikan beban administrasi dan umum lain-lain sebesar dari sebelumnya sebesar
        Rp95 juta pada tahun 2024 menjadi Rp411 juta pada tahun 2025.
    Jawaban :
    Peningkatan biaya lain-lain terkait dengan biaya penyelengaraan RUPS yang dilakukan pada
    tahun 2025.

17. Perkembangan terkini terkait Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ketiga
    Perseroan.
    Jawaban :
    Masih menunggu persetujuan dan tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

18. Agar dijelaskan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu
    12 bulan ke depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
    mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada
    publik.
    Jawaban :
    Manajemen lama tidak mengetahui adanya rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh
    Perseroan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Manajemen tidak mengetahui adanya
    Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta
    kelangsungan usaha Perseroan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.71 MB
Published2 Sep 2025
Pages15
Characters33,357
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×4
possible person Erwin Wijaya p.5 ×2
possible — LAIN-LAIN p.14
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Vera Florida p.1
unresolved person Michael H Mulyanto, BSC.MBA · Direktur Utama p.1
unresolved org Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik p.1
unresolved person Agus Gunawan p.5
unresolved org PT LAVA PRATAMA p.5
unresolved — Pemborong p.5
unresolved org PT Prajamitra Mandiri p.7
unresolved org PT Karya Antusias Muda p.8
unresolved org PT Karya p.9
unresolved — 02/IV/2024/KKS MTI/KAM p.9
unresolved — 05/V/2024/KKS MTI/KAM p.9
unresolved — 01/BTSI/MENN/ II/23 p.9
unresolved — 009/BTSI/MENN/III/23 p.9
unresolved — 06/BTSI/MENN/ III/23 p.9
unresolved org PT LAVA PRATAMA SOLUSINDO p.14 ×7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result