Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 22
Page 1
PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk
PUBLIC EXPOSE
Jakarta, 3 September 2025
Pertumbuhan yang Kuat dan Berkelanjutan
Sustainable and Strong Growth
Page 2
Daftar Isi Profil Perseroan Kinerja Operasional Ikhtisar Keuangan Tantangan dan Strategi Ke Depan Lampiran
Page 3
PROFIL PERSEROAN
Page 4
Sekilas Japfa Tbk
▪ Salah satu pelaku usaha perunggasan yang terbesar di Indonesia dengan penjualan bersih
Perusahaan
Perunggasan sebesar Rp 27,5 triliun dan EBITDA sebesar Rp 2,73 triliun per 30 Juni 2025
yang terintegrasi ▪ Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih dari 35 tahun dengan kapitalisasi pasar sebesar
vertikal berfokus
Rp17,8 trilliun per tanggal 30 Juni 2025.
di Indonesia
▪ Fokus di Indonesia, pasar pangan berprotein hewani dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
▪ Berhasil mempertahankan pangsa pasar yang tinggi selama lebih dari 54 tahun beroperasi.
▪ Skala ekonomis usaha yang memberikan keunggulan dalam efisiensi pembelian bahan baku.
Pemimpin pasar
dan tingkat ▪ Jangkauan geografis usaha yang luas, mendekatkan Perseroan dengan para pelanggan dan
pertumbuhan pemasok bahan baku.
yang tinggi
▪ Tingkat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 9,32% CAGR dari tahun 2015-2024.
▪ Perseroan merupakan produsen pakan ternak dan DOC terbesar kedua di Indonesia.*
* Analisis Frost & Sullivan, Data 2021
Page 5
Bidang Usaha Perseroan
Page 6
Divisi Perunggasan Penyumbang Terbesar Penjualan
dan Divisi Pakan Ternak Pendukung Utama Laba Perseroan
FY23 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha FY24 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha
Perdagangan dan Lain-lain: 4% Perdagangan dan Lain-lain: 4%
(termasuk peternakan sapi) (termasuk peternakan sapi)
Budidaya Perairan: 6%
Budidaya Perairan: 6%
Pengolahan Hasil
Pengolahan Hasil Pakan Ternak: Peternakan dan Produk
Peternakan dan Pakan Ternak:
41% Konsumen: 10%
Produk Konsumen: 39%
10%
Peternakan
Peternakan
Komersial: 32%
Komersial: 31%
Pembibitan Unggas: 9%
Pembibitan Unggas: 8%
Divisi Perunggasan: Divisi Perunggasan:
90% dari total 90% dari total
Total Penjualan FY23: Rp. 80,7 Triliun Total Penjualan FY24: Rp. 85,6 Triliun
Diversifikasi bisnis dengan fokus yang jelas di bidang perunggasan, didukung oleh keahlian Perseroan dan keadaan industri perunggasan yang dinamis
Catatan: Total penjualan dan kontribusi penjualan per segmen usaha di atas adalah berdasarkan penjualan kotor, yaitu termasuk penjualan antar segmen (sebelum eliminasi)
Page 7
Divisi Perunggasan Penyumbang Terbesar Penjualan
dan Divisi Pakan Ternak Pendukung Utama Laba Perseroan
1H2024 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha 1H2025 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha
Perdagangan dan Lain-lain: 5% Perdagangan dan Lain-lain: 4%
(termasuk Peternakan Sapi) (termasuk Peternakan Sapi)
Budidaya Perairan: 5% Budidaya Perairan: 5%
Pengolahan Hasil
Peternakan dan Pengolahan Hasil
Produk Konsumen: Peternakan dan
11% Produk Konsumen:
10%
Pakan Ternak: Pakan Ternak:
39% 40%
Peternakan
Peternakan Komersial: 31%
Komersial: 31%
Pembibitan Pembibitan
Unggas: 9% Unggas: 10% Divisi Perunggasan:
Divisi Perunggasan: 90% dari total
91% dari total
Total Penjualan 1H2024: Rp. 42,9 Triliun Total Penjualan 1H2025: Rp. 42,4 Triliun
Diversifikasi bisnis dengan fokus yang jelas di bidang perunggasan, didukung oleh keahlian Perseroan dan keadaan industri perunggasan yang dinamis
Catatan: Total penjualan dan kontribusi penjualan per segmen usaha diatas adalah berdasarkan penjualan kotor, yaitu termasuk penjualan antar segmen (sebelum eliminasi)
Page 8
KINERJA OPERASIONAL
Page 9
Kilas Balik 2024 Ekonomi global dan nasional tahun 2024 masih menghadapi sejumlah tantangan. Konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian dunia yang pada akhirnya juga berdampak pada perekonomian nasional. Terlebih tahun 2024 di Indonesia merupakan tahun politik, dengan adanya pergantian pemimpin nasional membuat banyak pelaku usaha yang mengambil langkah wait and see. Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh cukup solid, yaitu sebesar 5,03%. Pertumbuhan tersebut utamanya diperoleh dari kontribusi konsumsi rumah tangga dan ekspor, khususnya ekspor sumber daya alam. Kendati pertumbuhan ekonomi nasional cukup baik, namun daya beli masyarakat cenderung mengalami penurunan yang ditandai dengan terjadinya deflasi selama 4 bulan berturut-turut. Penurunan daya beli tersebut menjadi tantangan utama bagi industri peternakan. Permintaan terhadap produk protein hewani tidak mengalami pertumbuhan yang berarti sepanjang tahun 2024 dan membuat tingkat kompetisi menjadi semakin ketat. Di lain pihak, industri peternakan juga menghadapi tantangan berupa kelangkaan bahan baku, khususnya jagung akibat kemarau panjang yang melanda Indonesia. Oversupply DOC juga masih terjadi yang membuat harga live bird terus mengalami fluktuasi. Sebagai perusahaan peternakan terintegrasi, Perseroan senantiasa berupaya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar unit bisnis agar dapat terus meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Perseroan juga tetap fokus untuk menjalankan program efisiensi di berbagai bidang serta meningkatkan produktivitas untuk menekan biaya operasional antara lain dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi baik dalam proses produksi maupun operasional Perseroan.
Page 10
Kilas Balik 1H2025 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif di semester I 2025 sebesar 4,99%. Posisi ini lebih lambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 5,08%. World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,7% pada 2025. Angka ini turun 0,4 poin persen dari prediksi sebelumnya. Angka tersebut termasuk rendah, tetapi World Bank tetap menilai ada peningkatan tipis pada 2026 menjadi 4,8% dan 5% pada 2027. Per tahun 2025, mendekati tahun puncak bonus demografi, International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook edisi April 2025 mencatat jumlah pengangguran (unemployment rate) di Indonesia mencapai 5%. Angka ini naik dari semula berada di 4,9% pada tahun 2024 dan diprediksi akan terus naik menjadi 5,1% di tahun 2026. Indonesia pun berada di posisi ketujuh di Asia sekaligus pertama di Asia Tenggara. Untuk menghadapi pelemahan daya beli, Perseroan berupaya melakukan inovasi dan efisiensi secara terus menerus guna meningkatkan daya saing dalam industri. Perseroan memperluas penetrasi produk unggas olahan dari divisi pengolahan unggas dan produk konsumen. Inovasi produk tetap berfokus pada penawaran yang memenuhi permintaan pasar. Perseroan juga memperluas kualitas dan variasi produk yang dijual. Perseroan terus meningkatkan penyerapan jumlah ayam hidup yang dipotong and diproses di fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) milik Perseroan. Perseroan juga terus meningkatkan program digitalisasi baik dalam proses produksi maupun pemasaran dan administrasi agar dapat meraih efisiensi biaya yang optimal.
Page 11
Perjalanan Keberlanjutan Japfa
Konsep keberlanjutan Membuat laporan Berpartisipasi sebagai road tester dalam Japfa Tbk memperoleh SLL dari
sudah mengakar keberlanjutan terpisah proyek SLCA yang diinisiasi oleh United BNI senilai IDR1,425 triliun .
bersama kami sejak untuk secara khusus Nation Environment Life Cycle Initiative dan Japfa Group menetapkan Target-
Perseroan berdiri mengkomunikasikan upaya Social LC Alliance untuk menilai kontribusi target Keberlanjutan dan Japfa
keberlanjutan dalam kami kepada para peternak mitra berkomitmen untuk mendukung
kegiatan operasional kami peternakan komersial target-target tersebut.
Memulai proses Membentuk Komite Keberlanjutan • Japfa Grup • Penyelesaian Komitmen
pemantauan dan pelaporan Menerbitkan obligasi terkait
Mengembangkan Rencana Strategi menetapkan Sustainability-Linked Bond (SLB)
keberlanjutan (SLB) pertama
untuk praktik keberlanjutan Keberlanjutan 2019-2021 Rencana Aksi • Meningkatkan Sistem dan Kualitas
di dunia untuk industri agri-
Meluncurkan Japfa Sustainability Keberlanjutan Data JSRS
food dan SLB pertama dalam
Reporting System (JSRS). Sebuah • Menyempurnakan • Penyelesaian Analisis Skenario Iklim
mata uang Dolar AS di Asia
platform untuk memonitor kinerja Japfa Sustainability • Japfa Day 2024
Tenggara
lingkungan, sosial dan keuangan Memulai dan Reporting System
Perseroan mengembangkan survei (JSRS)
Menginisiasi kajian awal LCA untuk praktik keberlanjutan
operasi perunggasan dengan lingkup terhadap pemasok
cradle-to-gate
Misi kami untuk menjadi penyedia terkemuka dan terpercaya di bidang produk pangan berprotein terjangkau sejalan dengan
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB No. 2: Tanpa Kelaparan.
Page 12
IKHTISAR KEUANGAN
Page 13
Ikhtisar Keuangan
PENJUALAN NETO LABA USAHA
(Rp. triliun) (Rp. triliun)
27,65 27,48
2,65 2,10
1H2024 1H2025
1H2024 1H2025
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
EBITDA DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
(Rp. triliun) (Rp. triliun)
3,22 2,73
1,48 1,24
1H2024 1H2025 1H2024 1H2025
Catatan: Data berdasarkan Lapkeu Perseroan per 30 Juni 2025
Page 14
TOTAL ASET HUTANG BERSIH/EKUITAS
(Rp. triliun)
77,29%
36,11 36,37
60,40%
1H2024 1H2025
1H2024 1H2025
BELANJA MODAL (CAPEX)
(Rp. triliun)
0,93
0,72
1H2024 1H2025
Catatan: Data berdasarkan Lapkeu Perseroan per 30 Juni 2025
Page 15
TANTANGAN DAN STRATEGI KE DEPAN
Page 16
Tantangan & Strategi Ke Depan Tantangan: 1. Daya beli konsumen dalam negeri yang menurun karena terjadinya penutupan dan pelemahan bisnis, serta terjadinya PHK di berbagai industri dalam negeri. 2. Pengenaan tarif impor tambahan oleh Amerika Serikat kepada semua negara mitra dagangnya akan melemahkan aktivitas perdagangan global dan ekonomi dunia. 3. Ketegangan geopolitik, terutama konflik antara Rusia-Ukraina dan Timur Tengah, masih berlangsung dan tetap mengganggu perekonomian global dan rantai pasokan. 4. Tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global menyebabkan bank sentral berbagai negara di dunia, termasuk Bank Indonesia (BI), tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi, sehingga biaya pinjaman investasi swasta tetap tinggi. 5. Lemahnya nilai tukar Rupiah telah menaikkan biaya bahan baku yang masih diimpor dan pembayaran hutang impor yang kemudian melemahkan profitabilitas Perseroan.
Page 17
Tantangan & Strategi Ke Depan Strategi Perseroan Ke Depan: 1. Fokus dan terus mengoptimalkan bisnis yang digeluti selama ini di sektor perunggasan, perikanan, dan peternakan, dimulai dari segmen pakan, pembibitan, peternakan komersial, kesehatan hewan, dan segmen lainnya. 2. Terus memperkuat bisnis hilirnya melalui ekspansi dan pengembangan bisnis pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, termasuk dengan melakukan inovasi dan diferensiasi produk. 3. Memperkuat kerjasama, integrasi, dan sinergi dengan semua pihak di dalam rantai pasokan dan rantai nilai, termasuk para pemasok, mitra, pelanggan, masyarakat, serta pihak dan pemangku kepentingan lainnya. 4. Berupaya untuk meningkatkan penetrasi produk seraya terus melakukan upaya edukasi pentingnya protein hewani bagi kesehatan, sejalan dengan program Pemerintah untuk mengurangi gizi buruk dan stunting, serta akan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 5. Fokus dalam mendorong inovasi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam aspek produksi dan operasional, termasuk administrasi, di semua segmen bisnisnya. 6. Tetap berhati-hati dalam melakukan investasi modal (capital expenditure/capex) dan konsisten melakukan manajemen keuangan dan pengendalian kas yang hati-hati (prudent). Selain itu, Perseroan juga akan menjaga tingkat pinjaman (leverage) di batas yang aman untuk dapat mengantisipasi risiko bisnis yang utama dan negatif yang mungkin terjadi.
Page 18
LAMPIRAN
Page 19
Wilayah Kerja Perseroan
Penggemukan Sapi
Lampung
Beef Cattle Feedlot
Unit Rumah Potong Hewan dan
Pengolahan Daging Sapi Serang
Abattoir and Meat Processing Unit
Pabrik Karung Plastik
Wonoayu-Sidoarjo
Plastic Bag Factory
Pabrik Pelet Kopra Ekstraksi
Surabaya
Copra Pellet Extraction Plant
Pabrik Vaksin Hewan Gunung Putri-Kab. Bogor (2), Yên Mŷ - Hu'ng
Animal Vaccine Factories Yên (Vietnam)
Unit Kesehatan Hewan dan Peralatan
Kandang
Klapanunggal-Kab. Bogor
Animal Health and Livestock Equipment
Unit
Pabrik Premix
Cikarang
Premix Plant
Pabrik Pakan Ikan dan
Deli Serdang, Lampung Selatan, Purwakarta,
Pakan Udang
Gresik, Banyuwangi
Aquafeed Mills
Pembibitan Udang/Shrimp Hatcheries: Pidie
Jaya, Bangka Barat, Lampung Selatan, Serang,
Carita, Indramayu, Rembang, Banyuwangi,
Pembibitan Udang dan Tambak Udang
Buleleng, Jembrana, Sumbawa, Barru
Shrimp Hatcheries and Shrimp Farms
Pabrik Pakan Ternak Medan (2), Padang, Lampung, Cikande-Serang, Tangerang, Purwakarta, Cirebon (2),
Poultry Feedmills Grobogan, Sragen, Buduran-Sidoarjo, Gedangan-Sidoarjo, Banjarmasin, Makassar
Tambak Udang/Shrimp Farms: Situbondo (2),
Pengeringan Jagung Banyuwangi (1)
Lampung Tengah (2), Lampung Timur (2), Lampung Selatan (2), Brebes, Sumbawa (2), Bima,
(Di Luar Pabrik Pakan Ternak)
Makassar, Gowa, Sidrap, Gorontalo Utara, Kotamobagu
Corn Dryer Facilities (Outside Feedmills)
Pembibitan Ikan Air Tawar/Freshwater Fish
Medan, Lampung, Cikupa-Tangerang, Parung-Bogor, Sadang-Purwakarta, Pemalang, Hatcheries: Karawang, Situbondo, Banjar,
Rumah Potong Ayam Pembibitan Ikan Air Tawar dan
Pabelan-Salatiga, Magelang, Yogyakarta, Boyolali, Krian-Sidoarjo, Wonoayu-Sidoarjo, Tanah Laut
Slaughterhouse Tambak Ikan
Tabanan-Bali, Bati-Bati-Banjarmasin, Makassar
Freshwater Fish Hatcheries and
Poultry Cold Storage (Di Luar RPA/Outside Palembang, Pattimura-Lampung, Tiga Raksa-Tangerang Selatan, Karang Anyar-Surakarta, Fish Farms
Slaughterhouse) Mojokerto Tambak Ikan/Fish Farms: Simalungun,
Situbondo, Banyuwangi (2)
Unit Pengolahan Daging (SGF)
Cikupa-Tangerang, Boyolali (3), Wonoayu-Sidoarjo
Meat Processing Unit (SGF) Pabrik Pengolahan Hasil Ikan
Unit Pengolahan Susu (SGF) dan Udang Simalungun, Cirebon, Banyuwangi
Boyolali Fish and Shrimp Processing Plants
Milk Processing Unit (SGF)
Page 20
Wilayah Kerja Perseroan
FARM PBD-JAPFA
Bandar Masilam (1,2,3), Tiga Panah, Senembah TMH,
Tambang, Kampar, Tapung(1,2), Toapaya, 2X11 Kayutanam,
Lubuk Basung, Mestong, Gelumbang (1,2), Kelekar, GP
Payaraman (1,2), Gisting (1,2) Tanjung Bintang, GP
Tegineneng, Petir, Darandang (1,2), Bojong (1,2), Cipunegara
(1,2,3), Nagrak (1,2), Kalapanunggal (1,2), Cimerak,
Nyalindung, Jampang Tengah, Sukatani, Parung Kuda, GP
Wanayasa (1,2), GP Kiara Pedes (1,2), GP Bojong, Belik,
Wonosegoro, Puncakwangi, Ngaringan, Sale, Margasari,
Purwodadi (1,2), Purwosari (1,2), Singosari, Pungging, Grati
(1,2,3,4), Wonosalam (Sewa), Wongsorejo, Dampit, Tutur, GP
Ngajum, Pupuan (1,2), Toho, Tambang Ulang (1,2), Loa
Janan, Sepaku, Pangkalan Banteng, Tompobulu (1,2),
Tanralili, Mattiro Bulu, Kauditan.
HATCHERY PBD-JAPFA
Htc. Seulimeum, Htc. Tanjung Morawa, Htc. Bandar Masilam,
Htc. Tambang, Htc. Teluk Bintan, Htc. 2x11 Kayu Tanam, Htc.
Mestong, Htc. Gelumbang, Htc. Bumi Ratunuban, Htc. Kronjo,
Htc. Cipunagara (1,2), Htc. Parungkuda, Htc. Sucinaraja, Htc.
Wanayasa, Htc. Tengaran, Htc. Rawalo, Htc. Cepiring,
Htc.Wonorejo, Htc. Purwoasri, Htc. Baturiti, Htc. Melaya, Htc.
Pringgabaya, Htc. Anjungan, Htc. Bati--Bati, Htc. Pangkalan
Lada, Htc. Loa Janan, Htc. Tanralili, Htc. Palu Utara, Htc.
Kauditan.
Page 21
TERIMA KASIH
Page 22
PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk
PUBLIC EXPOSE
Jakarta, 3 September 2025
Pertumbuhan yang Kuat dan Berkelanjutan
Sustainable and Strong Growth
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sekilas Japfa Tbk
p.4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.10
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.