Back to announcement
20250829_BULL_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31935833_lamp1.pdf
Other Text extracted BULLSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
Jakarta, 28 Agustus 2025
Nomor : 097/BULL/DIR/IDX/VIII/2025
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1
Jalan Jendral Sudirman Kavling 52-53, Lantai 6
Jakarta 12190
U.p. : Bapak I Gede Nyoman Yetna - Direktur
Ibu Vera Florida - Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Perihal : Penjelasan atas Rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (PMTHMETD) PT Buana Lintas Lautan Tbk (Perseroan)
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) nomor S-09803/BEI.PP1/08-2025
tanggal 25 Agustus 2025 berikut ini kami sampaikan penjelasan atas pertanyaan Bursa terkait
PMTHMETD sebagai berikut:
ASPEK PMTHMETD
1. Metode, asumsi dan detail perhitungan yang digunakan Perseroan untuk menentukan
asumsi harga pelaksanaan PMTHMETD Rp135 per saham.
Penjelasan:
Perseroan menggunakan asumsi harga pelaksanaan dari rata-rata harga penutupan
perdagangan saham Perseroan 25 hari bursa sebelum tanggal pengumuman Keterbukaan
Informasi dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
Harga
Hari Tanggal
Penutupan (Rp)
1 4-Jul-25 130
2 7-Jul-25 129
3 8-Jul-25 132
4 9-Jul-25 141
5 10-Jul-25 140
6 11-Jul-25 140
7 14-Jul-25 138
8 15-Jul-25 138
9 16-Jul-25 138
10 17-Jul-25 135
11 18-Jul-25 136
12 21-Jul-25 134
13 22-Jul-25 134
14 23-Jul-25 141
15 24-Jul-25 139
16 25-Jul-25 136
17 28-Jul-25 137
18 29-Jul-25 138
Page 2
19 30-Jul-25 134
20 31-Jul-25 135
21 1-Aug-25 131
22 4-Aug-25 132
23 5-Aug-25 134
24 6-Aug-25 133
25 7-Aug-25 131
Harga rata-rata 135
2. Berdasarkan penelaahan kami atas keterbukaan informasi, dana yang diperoleh dari
Penambahan Modal ini akan dipergunakan oleh Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan
untuk pengembangan usaha dalam bentuk pengembangan armada kapal dan/atau
peningkatan modal kerja. Agar dijelaskan:
a. Rincian rencana penggunaan dana dengan mengisi tabel di bawah ini.
Penjelasan:
Dengan menggunakan asumsi perolehan dana yang tercantum dalam Keterbukaan
Informasi yaitu sebesar Rp 190.158.994.440 atau setara dengan US$ 11.603.551, saat ini
Perseroan merencanakan untuk menggunakan seluruh perolehan dana untuk modal
kerja pada Entitas Anak Perseroan.
Rencana Jumlah dana % jumlah dana dari target
penggunaan dana yang dibutuhkan perolehan dana PMTHMETD
a. Perseroan: US$ 0 a. Perseroan: 0%
Pengembangan armada
b. Entitas Anak: US$ 0 b. Entitas Anak: 0%
a. Perseroan: US$ 0 a. Perseroan: 0%
Modal kerja
b. Entitas Anak: US$ 11.603.551 b. Entitas Anak: 100%
b. Apakah terdapat rencana untuk melakukan transaksi afiliasi?
Penjelasan:
Sehubungan dengan rencana penggunaan dana pada Penjelasan 2.a. diatas dan sesuai
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (POJK 42/2020), Perseroan
berencana untuk melakukan transaksi afiliasi dengan Entitas Anak yang dimiliki 100%
oleh Perseroan dalam bentuk penambahan modal pada Entitas Anak dan/atau pinjaman
kepada Entitas Anak.
c. Dalam hal pengembangan armada kapal merupakan pembelian kapal, agar dijelaskan
mengenai pihak yang akan menjadi penyedia kapal, nilai pembelian kapal, dan timeline
penyelesaian.
Penjelasan:
Sehubungan dengan rencana penggunaan dana pada Penjelasan 2.a. diatas, saat ini
Perseroan merencanakan untuk menggunakan seluruh perolehan dana untuk modal
kerja pada Entitas Anak Perseroan.
d. Jelaskan yang dimaksud dengan peningkatan modal kerja, serta timeline pelaksanaan.
Page 3
Penjelasan:
Dengan asumsi perolehan dana dari Penambahan Modal dapat dilaksanakan dalam
sekali transaksi, maka Perseroan diperkirakan akan memperoleh tambahan kas senilai
Rp 190.158.994.440 atau setara dengan US$ 11.603.551 (sesuai dengan asumsi pada
Keterbukaan Informasi). Perolehan dana tersebut dapat membantu Perseroan dalam
menjaga likuiditasnya untuk membantu membayar kewajiban jangka pendeknya selain
perolehan kas dari pendapatan usaha Perseroan.
3. Bursa meminta penjelasan Perseroan mengenai rencana pihak-pihak yang akan mengambil
bagian dalam PMTHMETD dan hubungannya dengan Perseroan serta ultimate shareholder
(jika berbentuk Perusahaan).
Penjelasan:
Sampai saat ini, pemodal yang akan mengambil bagian dalam PMTHMETD adalah Fortune
Street Limited (FSL). FSL tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, Direksi, Dewan
Komisaris, pemegang saham utama atau pemegang saham pengendali Perseroan.
4. Pendekatan apa yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam mencari investor strategis lain
yang akan menjadi pemegang saham Perseroan selain Fortune Street Limited.
Penjelasan:
Saat ini FSL berencana untuk mengambil seluruh saham dalam PMTHMETD, sehingga
Perseroan belum melakukan pendekatan kepada calon pemodal lain.
5. Apakah terdapat financial maupun negative covenant yang dapat menghambat rencana
pelaksanaan PMTHMETD dan/atau Perseroan? Jelaskan.
Penjelasan:
Tidak terdapat financial covenant dan negative covenant yang dapat menghambat
pelaksanaan PMTHMETD dan/atau Perseroan.
6. Bursa meminta penjelasan Perseroan mengenai jadwal pelaksanaan PMTHMETD,
diantaranya:
a. Waktu pelaksanaan PMTHMETD.
Penjelasan:
PMTHMETD rencananya akan dilaksanakan segera setelah mendapatkan persetujuan
dari Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) Independen. Jadwal pelaksanaan
PMTHMETD akan diumumkan dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dalam
Surat Edaran Bursa Nomor SE-00009/BEI/12-2020 tanggal 2 Desember 2020 perihal Tata
Cara Pelaksanaan Pencatatan Saham Tambahan Melalui Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu Dan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
b. Jika dilakukan secara bertahap, agar dijelaskan perkiraan rincian jumlah PMTHMETD yang
akan dilaksanakan pada setiap tahapnya.
Penjelasan:
Page 4
Saat ini FSL berencana untuk mengambil seluruh saham dalam PMTHMETD dan dalam
sekali transaksi.
7. Mengingat PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan likuiditas, agar
dijelaskan:
a. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat secara efektif
menyelesaikan isu-isu dikeluarkannya opini WDP, terutama masalah klasifikasi liabilitas
dan rekonsiliasi piutang?
Penjelasan:
Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada Laporan Keuangan Tahunan 2024 terkait
dengan beberapa hal dimana pelaksanaan PMTHMETD diharapkan dapat memperbaiki
salah satu basis opini WDP yaitu pelanggaran covenant rasio keuangan yaitu Current
Ratio.
b. Apakah ada alokasi dana spesifik dari PMTHMETD untuk menyelesaikan masalah-
masalah ini?
Penjelasan:
Perseroan menilai tidak diperlukan alokasi dana dari PMTHMETD untuk menyelesaikan
masalah pada basis opini WDP mengingat untuk masalah tidak terpenuhinya rasio
keuangan Current Rasio karena bersifat transaksional dan tidak bersifat fundamental.
Sedangkan untuk masalah rekonsiliasi penyelesaian pinjaman dengan 5 kreditur
lembaga keuangan non-bank tidak terkait dengan transaksi PMTHMETD ini.
8. PMTHMETD bertujuan untuk pengembangan armada dan/atau modal kerja. Namun, laporan
auditor menyoroti adanya defisit modal kerja dan liabilitas jangka pendek yang melebihi aset
lancar. Agar dijelaskan:
a. Mengapa Perseroan memprioritaskan pengembangan armada di tengah risiko likuiditas
yang ada?
Penjelasan:
Sehubungan dengan rencana penggunaan dana pada Penjelasan 2.a. diatas, saat ini
Perseroan merencanakan untuk menggunakan seluruh perolehan dana untuk
meningkatkan modal kerja sebagai prioritas utama.
b. Bagaimana manajemen menyeimbangkan antara kebutuhan pengembangan bisnis
jangka panjang dan perbaikan kondisi keuangan jangka pendek?
Penjelasan:
Mengingat usaha penyewaan kapal tanker merupakan jenis usaha yang padat modal,
dalam setiap penambahan armada kapal manajemen berusaha untuk menyeimbangkan
dan memperkuat modal kerjanya dengan menambah likuiditas dari pinjaman modal kerja
bank atau Penambahan Modal apabila memungkinkan. Disamping itu manajemen juga
mengupayakan agar dalam pendanaan kapal dapat memperoleh rasio loan to value yang
lebih tinggi agar dalam setiap penambahan armada kapal tidak banyak menurunkan
Page 5
posisi likuiditas Perseroan disamping mempergunakan jenis pendanaan sewa guna
usaha jangka panjang apabila memungkinkan.
9. Melalui RUPST yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2025, pemegang saham telah
menyetujui rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak
31.950.000 saham atau 0,2263% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, melalui
mekanisme pengurangan modal. Agar dijelaskan:
a. Mengapa Perseroan melakukan PMTHMETD dan pengurangan modal secara bersamaan,
atau dalam waktu yang berdekatan?
Penjelasan:
Pengalihan saham hasil pembelian kembali sebanyak 31.950.000 saham melalui
mekanisme pengurangan modal telah direncanakan dan dijadwalkan oleh Perseroan
sejak bulan Oktober 2024 sesuai dengan jawaban Perseroan kepada OJK pada surat
nomor 80/BULL/DIR/OJK/X/2024 tanggal 30 Oktober 2024 untuk menjawab surat OJK
nomor S-1588/PM.211/2024 tanggal 15 Oktober 2024.
Berikut kami sampaikan pertanyaan dari OJK dan jawaban yang diberikan oleh Perseroan:
e. Catatan 22 Saham Diperoleh Kembali
Berdasarkan surat Perseroan nomor 085/BULL/DIR/OJK/XI/2023 tanggal 13 November
2023 perihal Permintaan Informasi oleh Emiten dan Perseroan Publik mengenai
Lainnya, Perseroan menyampaikan bahwa Perseroan belum mengalihkan saham
treasuri karena pertimbangan harga saham Perseroan yang masih jauh dibawah harga
pembelian. Namun Perseroan akan mulai mengalihkan saham treasuri tersebut
secara bertahap dalam 2 tahun kedepan mulai tanggal 25 November 2023.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
1) Progress terkini atas pengalihan saham treasuri Perseroan per Oktober 2024,
mengingat berdasarkan monitoring kami, belum terdapat keterbukaan informasi
terkait pengalihan saham hasil pembelian kembali.
Jawaban:
Rencana Perseroan untuk mengalihkan saham treasuri adalah dengan dijual
kembali, namun mengingat harga saham Perseroan saat ini masih dibawah harga
rata-rata pembelian saham treasuri, pengalihan tersebut belum dapat
dilaksanakan. Perseroan akan segera memberikan keterbukaan informasi
mengenai hal ini kepada publik.
2) Upaya yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk mengalihkan saham
treasuri mengingat Perseroan telah melewati batas waktu pengalihan saham
treasuri dan harga saham Perseroan saat ini masih dibawah harga pembelian.
Jawaban:
Apabila sampai dengan diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST) untuk tahun buku 2024, harga saham Perseroan masih dibawah rata-rata
Page 6
harga pembelian saham treasuri, Perseroan akan meminta persetujuan RUPST
untuk menarik kembali saham treasuri tersebut dengan cara pengurangan modal.
b. Apakah terdapat korelasi strategis antara kedua aksi korporasi ini?
Penjelasan:
Tidak ada korelasi strategis antara kedua aksi korporasi ini.
c. Bagaimana proses pengurangan modal akan mempengaruhi struktur kepemilikan dan
likuiditas saham Perseroan di pasar?
Penjelasan:
Perseroan menilai pengalihan saham treasuri melalui pengurangan modal tidak akan
berdampak pada struktur kepemilikan dan likuiditas saham Perseroan karena saham
treasuri ini telah dimiliki oleh Perseroan sejak bulan November 2020.
ASPEK KEUANGAN
10. Uang Muka Investasi merupakan salah satu hal audit utama. Merujuk pada CALK 9. Biaya
Dibayar Di Muka Dan Uang Muka, Uang muka kepada ship manager terutama merupakan
uang muka atas pembelian suku cadang dan peralatan kapal, sedangkan Uang muka docking
merupakan pembayaran biaya docking yang masih dalam proses penyelesaian. Namun
demikian hal ini tidak sesuai dengan tabel rincian:
Dalam tabel rincian, hanya terdapat yang muka pembelian kapal dan uang muka kepada ship
manager. Tidak terdapat uang muka docking. Agar dijelaskan:
a. Mengapa tidak terdapat uang muka docking pada rincian tabel.
Penjelasan:
Dalam Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2025 (LKTT 2025), akun Biaya dan Uang Muka
Docking tergabung ke dalam akun Lainnya. Perseroan akan memperbaiki rincian tabel
Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka tersebut dalam penerbitan laporan keuangan
selanjutnya.
b. Apa yang dimaksud dengan uang muka kepada ship manager.
Penjelasan:
Uang Muka kepada Ship Manager merupakan uang muka yang diberikan kepada ship
manager dan digunakan untuk pembelian suku cadang dan peralatan kapal dalam rangka
perawatan dan perbaikan kapal.
Page 7
c. Mengapa terdapat ketidaksesuaian antara judul "Uang Muka Investasi" dengan rincian
yang lebih merujuk pada uang muka operasional? Apakah ini kesalahan penamaan atau
ada aset investasi yang belum diungkapkan secara rinci?
Penjelasan:
Perseroan telah mengungkapkan dengan jelas rincian Uang Muka Investasi dalam LKTT
2025 pada CALK 12 dan CALK 30.c. Uang muka investasi merupakan uang muka
pembelian saham Hadleigh Investment Pte Ltd kepada Custodia Holdings Limited,
Seychelles. Pada tanggal 30 Desember 2024, Entitas Anak Perseroan dan Custodia
Holdings Limited, Seychelles, menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
untuk pembelian 100% saham Hadleigh Investments Pte Ltd, Singapura, yang bergerak
dalam bidang investasi pada perusahaan perkapalan. Entitas Anak Perseroan telah
memberikan uang muka pembelian investasi sebesar US$ 57.287.000.
11. Laporan Keuangan Perseroan memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian sejak tahun
buku 2021. Merujuk Laporan Keuangan 2024, berikut merupakan ringkasan basis opini dan
penjelasan Perseroan:
a. Klasifikasi Liabilitas:
Pernyataan Auditor:
Auditor berpendapat bahwa seluruh liabilitas pinjaman kepada lembaga keuangan
bank seharusnya diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek.
Argumen ini didasarkan pada fakta bahwa Perseroan belum dapat sepenuhnya
memenuhi covenants rasio keuangan dan ketentuan kepatuhan atas jaminan yang
diatur dalam perjanjian pinjaman.
Kondisi ini telah secara konsisten menjadi basis pengecualian opini audit sejak tahun
2022.
Dampak Keuangan:
Perlakuan akuntansi yang diterapkan Perseroan, yaitu mencatat liabilitas
berdasarkan skedul pembayaran perjanjian, berbeda dengan pandangan auditor.
Jika klasifikasi disesuaikan dengan ketentuan yang disyaratkan auditor, liabilitas
jangka panjang Perseroan akan mengalami penurunan signifikan sebesar
US$70.721.758 dari nilai tercatatnya. Sebagai konsekuensi, liabilitas jangka pendek
akan meningkat dalam jumlah yang setara.
Penjelasan Manajemen Perseroan:
Manajemen Perseroan menegaskan bahwa mereka telah berkomunikasi secara
proaktif dengan kreditur terkait untuk membahas rencana perbaikan kondisi
keuangan dan pemenuhan ketentuan jaminan.
Manajemen meyakini bahwa perbaikan kinerja keuangan yang telah dicapai sejak
tahun 2022 membuktikan komitmen Perseroan.
Untuk menanggulangi isu ini, Perseroan saat ini sedang melaksanakan proses
refinancing atas liabilitas yang akan jatuh tempo pada tahun 2025. Proses ini juga
mencakup perbaikan struktur jaminan, yang diharapkan akan memungkinkan
Perseroan untuk sepenuhnya mematuhi seluruh ketentuan perjanjian pinjaman di
masa mendatang.
Page 8
b. Penyelesaian Pinjaman Lembaga Keuangan Non-Bank:
Pernyataan Auditor:
Auditor mengindikasikan bahwa terdapat ketidakpastian yang signifikan terkait
penyelesaian pinjaman dengan lembaga keuangan non-bank.
Masalah ini berasal dari ketidakmampuan beberapa entitas anak Perseroan untuk
memenuhi ketentuan perjanjian pinjaman sejak akhir tahun 2021.
Auditor tidak dapat menjalankan prosedur konfirmasi sejak tahun audit 2022,
sehingga tidak dapat memverifikasi keakuratan, validitas, penilaian, dan klasifikasi
nilai tercatat piutang sebesar US$9.929.376 yang timbul dari rekonsiliasi dengan 5
kreditur.
Dampak Keuangan:
Ketidakpastian ini berpotensi berdampak pada komparabilitas laporan keuangan
antara periode kini dan periode sebelumnya, karena nilai yang tercatat belum dapat
dipastikan.
Akibatnya, auditor tidak dapat memastikan dampak dari pencatatan penyelesaian
pinjaman tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Penjelasan Manajemen Perseroan:
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa proses perhitungan dan rekonsiliasi
dengan 5 lembaga keuangan non-bank masih terus berlanjut.
Proses ini berkaitan dengan utang piutang atas penyewaan dan penjualan 5 kapal
yang dilaksanakan pada tahun 2022.
Mengingat masih terdapat ketidaksepakatan dalam perhitungan dan kesulitan untuk
memperoleh konfirmasi, manajemen sedang mempertimbangkan untuk mencari
alternatif penyelesaian lain.
Meskipun demikian, manajemen meyakini bahwa pada akhirnya isu ini dapat
diselesaikan dan tidak akan berdampak secara material pada aktivitas operasional
maupun kinerja keuangan Perseroan.
Agar dijelaskan:
a. Apa alasan utama Perseroan tetap mengklasifikasikan pinjaman sebagai liabilitas jangka
panjang meskipun auditor merekomendasikan klasifikasi ulang sebagai jangka pendek
karena tidak dipenuhinya covenants rasio keuangan?
Penjelasan:
Perseroan mencatatkan pinjaman kepada lembaga keuangan bank sebagai liabilitas
jangka panjang sesuai dengan jadwal pembayaran dalam perjanjian pinjaman. Perseroan
berpendapat tidak terpenuhinya rasio keuangan Current Rasio karena bersifat
transaksional dan tidak bersifat fundamental sehingga tidak mempengaruhi kemampuan
pembayaran kewajiban Perseroan kepada seluruh lembaga keuangan bank. Perseroan
senantiasa melaksanakan kewajiban pembayaran pinjaman sesuai jadwal dan
menginformasikan kondisi terkini Perseroan dengan pihak kreditur secara rutin.
b. Rincian financial covenants yang menjadi kewajiban Perseroan saat ini, serta pemenuhan
masing-masing financial covenants tersebut.
Penjelasan:
Financial covenants yang menjadi kewajiban Perseroan saat ini adalah:
Page 9
(i) Current Ratio minimal 100%
(ii) Rasio EBITDA terhadap pembayaran kewajiban bank minimal 100%
(iii) Rasio EBIT terhadap pembayaran bunga bank minimal 200%
(iv) Debt to Equity Ratio maksimal 200%
Perseroan belum memenuhi financial covenant Current Ratio dimana berdasarkan LKT
2024 berada di posisi 65% dan pada LKTT 2025 telah membaik menjadi 72%.
c. Agar dijelaskan secara rinci progress atas proses refinancing yang sedang dijalankan dan
bagaimana strategi ini akan memastikan kepatuhan Perseroan terhadap covenants di
masa depan.
Penjelasan:
Proses refinancing untuk balloon payment pinjaman bank yang jatuh tempo di tahun 2025
telah dimulai dan seperti yang telah diungkapkan dalam CALK 17 LKTT 2025, Perseroan
telah melakukan pembayaran sebesar US$ 19,1 juta kepada PT Bank Sinarmas Tbk pada
bulan Juni 2025. Target dari refinancing ini adalah untuk meringankan beban pembayaran
pokok pinjaman sehingga dapat menurunkan jumlah Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun. Dengan demikian Total Liabilitas Jangka Pendek dapat turun
secara signifikan dan mengembalikan Current Ratio menjadi diatas 100%.
d. Rencana target waktu penyelesaian proses refinancing.
Penjelasan:
Target penyelesaian proses refinancing diperkirakan pada awal kuartal empat 2025.
e. Target waktu Perseroan penyelesaian masalah klasifikasi liabilitas ini sehingga opini audit
dapat kembali menjadi wajar tanpa pengecualian?
Penjelasan:
Dengan upaya yang dilakukan diatas, Perseroan berkeyakinan dapat menyelesaikan
salah satu basis dari opini WDP tersebut pada LKT 2025.
f. Kronologi isu penyelesaian penyelesaian pinjaman dengan lembaga keuangan non-bank.
Penjelasan:
Pinjaman dari lembaga keuangan non-bank merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas
kapal yang dilakukan oleh Entitas Anak Perseroan di tahun 2020 dan 2021. Pada tahun
2022, beberapa Entitas Anak Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan dalam
perjanjian pinjaman kepada beberapa lembaga keuangan non-bank tersebut sehingga
berdasarkan ketentuan dalam perjanjian, kapal jaminan akan dijual dan hasil penjualan
digunakan untuk pembayaran utang Entitas Anak Perseroan.
Entitas Anak Perseroan telah menyelesaikan dengan tuntas untuk pinjaman kepada
beberapa lembaga keuangan non-bank tersebut namun sampai dengan saat ini masih
terdapat piutang dari 5 kreditur lembaga keuangan non-bank dimana piutang tersebut
merupakan sisa dari hasil penjualan 5 kapal setelah dipotong dengan pinjaman Entitas
Anak Perseroan dan biaya-biaya penjualan kapal.
Page 10
Sejak tahun 2022, Perseroan dan pihak kreditur telah beberapa kali melakukan
rekonsiliasi atas saldo piutang tersebut. Saat ini Perseroan masih mengusahakan untuk
menyelesaikannya secara bilateral dengan mempertimbangkan pihak kreditur masih
membuka komunikasi secara langsung maupun melalui perantara.
g. Proses rekonsiliasi dengan 5 lembaga keuangan non-bank ini telah tertunda selama
beberapa tahun. Apa saja poin-poin ketidaksepakatan yang menghambat proses
rekonsiliasi?
Penjelasan:
Proses rekonsiliasi memerlukan waktu cukup lama karena terkait dengan pembuktian
nilai penjualan kapal, pemotongan biaya-biaya penjualan kapal dan perhitungan hasil
dari operasional kapal yang dikendalikan oleh kreditur setelah Entitas Anak Perseroan
menyerahkan kembali kapal kepada kreditur sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman.
h. Perkiraan waktu penyelesaian proses rekonsiliasi yang tertunda tersebut.
Penjelasan:
Perseroan belum dapat memastikan perkiraan waktu untuk menyelesaikan proses
rekonsiliasi dan penagihan piutang kepada kreditur tersebut. Namun sebagaimana yang
telah diungkapkan dalam CALK 6 LKTT 2025, pihak kreditur telah melakukan pembayaran
sebesar US$ 1.961.376 dari total piutang sebesar US$ 9.929.376 pada bulan Juni 2025.
Perseroan berkeyakinan masih dapat melakukan penagihan atas sisa piutang tersebut.
i. Agar dijelaskan alternatif penyelesaian yang sedang dipertimbangkan Perseroan untuk
menuntaskan masalah ini, mengingat kesulitan memperoleh konfirmasi dari kreditur.
Penjelasan:
Salah satu alternatif Perseroan yang dipertimbangkan adalah dengan menempuh jalur
arbitrase untuk memperoleh pengakuan dan penagihan piutang tersebut.
j. Bagaimana dampak finansial dari masalah ini, termasuk piutang yang belum
direkonsiliasi sebesar US$9.929.376, terhadap posisi keuangan Perseroan saat ini?
Penjelasan:
Berdasarkan LKTT 2025, saldo Piutang dalam Rekonsiliasi adalah sebesar US$ 7.968.000
dimana Perseroan menilai belum finalnya proses rekonsiliasi dan pengakuan kreditur
pada akun ini akan berdampak pada ketidakpastian kelengkapan, keakuratan, validitas,
penilaian dan klasifikasi pinjaman nilai tercatat piutang dalam rekonsiliasi kepada
lembaga keuangan non-bank.
k. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa kedua basis opini WDP (klasifikasi liabilitas
dan rekonsiliasi utang non-bank) dapat diselesaikan tanpa memengaruhi aktivitas
operasional dan kinerja keuangan secara material, padahal masalah tersebut telah
berlarut-larut sejak 2021?
Page 11
Penjelasan:
Berdasarkan Penjelasan 11.c. dan 11.e. diatas, basis opini WDP mengenai klasifikasi
liabilitas diharapkan dapat diselesaikan pada LKT 2025. Namun untuk basis opini WDP
mengenai rekonsiliasi piutang lembaga keuangan non-bank masih memerlukan waktu
dalam penyelesaiannya dimana Perseroan berkeyakinan masih dapat memperoleh
pembayaran dari kreditur atas piutang tersebut walaupun secara bertahap.
Perseroan menilai basis opini WDP tidak mempengaruhi aktivitas operasional, kinerja
keuangan dan kegiatan usaha Perseroan secara material. Perseroan telah menunjukkan
perbaikan kinerja keuangan yang positif sejak tahun 2023.
l. Laporan menunjukkan bahwa masalah ini telah berdampak pada komparabilitas laporan
keuangan. Langkah-langkah apa yang akan diambil untuk memastikan transparansi dan
keakuratan data historis ke depan?
Penjelasan:
Perseroan senantiasa memastikan transparansi dan keakuratan data historis baik dalam
pengungkapan di laporan keuangan, paparan publik, pengumuman keterbukaan
informasi, rapat umum pemegang saham maupun permintaan penjelasan dari Bursa dan
OJK. Komite Audit Perseroan selama ini telah melakukan pengawasan dan bimbingan
atas setiap permasalahan yang terjadi terutama dalam hal transparansi kepada publik.
m. Mengapa Perseroan terus-menerus mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian
(WDP) selama bertahun-tahun, dan bagaimana manajemen menjelaskan
ketidakmampuannya untuk menyelesaikan isu-isu audit yang sama berulang kali? Apa
langkah nyata yang diambil untuk memastikan masalah ini tidak menjadi isu kronis?
Penjelasan:
Perseroan telah menyelesaikan beberapa basis opini WDP yang pertama kali diperoleh
pada LKT 2021 dimana dalam basis opini WDP pada LKT 2024 merupakan hal yang
memerlukan proses dan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Manajemen
mempertimbangkan usaha yang terbaik bagi Perseroan dan para pemegang saham
dalam mengatasi penyelesaian basis opini WDP tersebut mengingat kinerja Perseroan
yang telah membaik sejak periode pandemi Covid-10 di tahun 2020 sampai 2022 yang
lalu. Manajemen Perseroan telah membuktikan bahwa keputusan-keputusan yang
diambil telah memperbaiki kinerja keuangan Perseroan secara bertahap yang dapat
dilihat perkembangannya sejak LKT 2021 sampai dengan LKTT 2025.
n. Merujuk Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 Perseroan telah menerima pembayaran
sebesar US$ 1.961.376 dari 3 kreditur. Agar dijelaskan progress penagihan sisa piutang
tersebut.
Penjelasan:
Perseroan dan kreditur masih melakukan negosiasi dan rekonsiliasi atas saldo piutang
dan untuk nilai hasil rekonsiliasi yang sudah dapat disepakati, kreditur setuju untuk
melakukan pembayaran sebagian atas saldo piutang tersebut. Perseroan berkeyakinan
masih dapat menggunakan metode yang sama untuk melakukan penagihan atas sisa
piutang.
Page 12
12. Auditor Laporan Keuangan Tahun 2024 Perseroan menekankan adanya ketidakpastian
material terkait dengan kelangsungan usaha sehubungan dengan:
a. Defisit saldo laba sebesar US$ 244.739.725 pada tanggal 31 Desember 2024 (walau telah
memperoleh laba sebesar US$ 13.791.645 untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2024).
b. Liabilitas jangka pendek melebihi total aset lancar sebesar US$ 41.456.642.
c. Perseroan tidak dapat memenuhi rasio keuangan dan ketentuan jaminan yang
dipersyaratkan sesuai dengan perjanjian pinjaman.
d. Perseroan belum menyepakati dan menyelesaikan pengakuan piutang dalam rekonsiliasi
neto sebesar US$ 9.929.376 kepada 5 kreditur berbeda yang timbul dari selisih antara
hasil pelepasan kapal dan saldo pinjaman.
Peristiwa atau kondisi ini, menunjukkan bahwa terdapat ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Perseroan untuk melanjutkan
kelangsungan usaha.
Merujuk CALK 36, Perseroan terus berhati-hati dalam manajemen dan operasi untuk dapat
membawa Perseroan ke dalam operasi yang menguntungkan, dengan menerapkan langkah-
langkah berikut:
a. Mengelola risiko likuiditas dengan memantau perkiraan dan arus kas aktual dan
memastikan ketersediaan fasilitas pinjaman yang memadai untuk menutup arus kas
negatif.
b. Mencari, dari waktu ke waktu, atas pertimbangan untuk mengumpulkan atau meminjam
untuk tujuan Perseroan yang dianggap cocok.
c. Mempertahankan pembiayaan yang memadai untuk memenuhi kewajiban Perseroan
menjaga batasan pinjaman yang dikenakan oleh kreditur.
d. Mendapatkan dukungan keuangan dari pemegang saham akhir.
Manajemen memiliki keyakinan yang beralasan bahwa Perseroan akan mampu
melaksanakan strategi dan mengelola risiko-risiko bisnis serta keuangan secara berhasil.
Manajemen juga berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki sumberdaya yang memadai untuk
melanjutkan kelangsungan operasional di masa datang. Oleh karena itu, Perseroan
meneruskan menerapkan dasar kelangsungan usaha dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian belum mencakup penyesuaian yang
mungkin timbul dari ketidakpastian tersebut.
Sama seperti opini WDP, penekanan isu kelangsungan usaha ini diberikan oleh auditor sejak
tahun buku 2021.
Agar dijelaskan:
a. Meskipun Perseroan telah membukukan laba pada tahun 2024, defisit saldo laba masih
mencapai US$244,7 juta. Apakah terdapat target waktu spesifik Perseroan untuk
mengeliminasi defisit saldo laba ini dan bagaimana strategi yang akan diterapkan untuk
mencapainya?
Page 13
Penjelasan: Setelah terkena dampak pandemi Covid-19, Perseroan telah kembali membukukan laba sejak tahun 2023 sampai saat ini. Perseroan berupaya untuk mengembangkan usahanya dengan mengubah strategi penyewaan kapal ke pasar internasional yang dapat memberikan keuntungan lebih besar sehingga dapat menurunkan defisit saldo laba secara bertahap. Disamping itu, Perseroan juga berupaya untuk memperoleh proyek- proyek lepas pantai yang memiliki profitabilitas dan marjin keuntungan yang lebih besar serta stabilitas kontrak jangka panjang untuk dapat membantu mempercepat penurunan defisit saldo laba ini. b. Laporan menunjukkan liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar sebesar US$41,4 juta. Bagaimana Perseroan berencana mengelola risiko likuiditas jangka pendek ini? Penjelasan: Seperti yang dijelaskan pada Penjelasan 11.c. diatas, Perseroan sedang melaksanakan proses refinancing untuk balloon payment pinjaman bank yang jatuh tempo di tahun 2025. Target dari refinancing ini adalah untuk meringankan beban pembayaran pokok pinjaman sehingga dapat menurunkan jumlah Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun. Dengan demikian Total Liabilitas Jangka Pendek dapat turun secara signifikan dan mengembalikan Current Ratio menjadi diatas 100%. c. Selain memantau arus kas, langkah konkret apa yang akan diambil untuk meningkatkan aset lancar atau mengurangi liabilitas jangka pendek dalam waktu dekat? Penjelasan: Seperti yang dijelaskan pada Penjelasan 11.c. diatas, langkah refinancing dapat mengurangi liabilitas jangka pendek pada tahun 2025 ini. Sedangkan untuk meningkatkan aset lancar, Perseroan memiliki beberapa langkah seperti yang dijelaskan pada Penjelasan 8.b. diantaranya adalah dengan meningkatkan likuiditas modal kerja dari pinjaman jangka panjang pada saat melakukan penambahan armada kapal, melaksanakan Penambahan Modal dan meningkatkan loan to value pada saat melakukan pembelian kapal. d. Apakah defisit modal kerja ini berpotensi memengaruhi kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban operasional, seperti pembayaran gaji, bahan bakar, atau biaya pemeliharaan kapal? Penjelasan: Defisit modal kerja yang terjadi tidak memiliki potensi yang mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban operasional utama. Kebutuhan kas operasional Perseroan masih dapat dipenuhi secara memadai melalui arus kas operasi dari pendapatan usaha penyewaan kapal. e. Manajemen menyatakan keyakinan yang beralasan bahwa Perseroan memiliki sumber daya yang memadai dan mampu melanjutkan kelangsungan usaha. Berdasarkan data keuangan yang ada, apa dasar utama dari keyakinan ini?
Page 14
Penjelasan:
Perseroan menilai kelangsungan usaha tergantung pada kemampuan untuk
menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar liabilitas secara tepat waktu,
menyepakati dan menyelesaikan perjanjian sewa kapal kepada pelanggan dengan
memuaskan dan pada akhirnya membukukan dan memperbaiki kinerja keuangan dan
kemampuan Perseroan untuk mengembangkan armadanya. Perseroan telah
membuktikan hal ini dalam kinerja keuangannya sejak tahun 2023 sampai dengan saat
ini.
f. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai "dukungan keuangan dari pemegang saham akhir."
Apakah ini mengindikasikan adanya komitmen suntikan modal di masa depan? Kapan
dan dalam bentuk apa dukungan ini akan direalisasikan?
Penjelasan:
Seperti yang telah dibuktikan dalam 4 kali Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (terakhir pada tahun 2019), Pemegang Saham Pengendali
Perseroan siap untuk memberikan dukungan kepada Perseroan. Perseroan akan
mengumumkan melalui Keterbukaan Informasi pada saat akan melakukan aksi korporasi
Penambahan Modal sesuai dengan ketentuan dalam POJK 32/2015 dan POJK 14/2019.
g. Auditor telah menekankan adanya "ketidakpastian material" terkait kelangsungan usaha.
Mengingat hal ini, bagaimana manajemen meyakinkan para investor dan kreditur bahwa
laporan keuangan yang diterbitkan mencerminkan posisi keuangan yang wajar dan
akurat, terutama dengan adanya defisit modal kerja dan liabilitas yang tidak sesuai
klasifikasi?
Penjelasan:
Seperti yang telah dijelaskan pada beberapa Penjelasan diatas, ketidakpastian material
atas basis opini WDP mengenai liabilitas yang tidak sesuai klasifikasi, tidak bersifat
fundamental dan dapat diselesaikan di tahun 2025 ini dengan dukungan para kreditur
Perseroan. Hal ini telah dikomunikasikan dengan para kreditur terkait sehingga saat ini
proses refinancing dapat dimulai.
13. Merujuk pada laporan keuangan per 30 Juni 2025, meskipun pendapatan hanya turun
10,18%, laba bersih Perseroan mengalami penurunan yang jauh lebih signifikan, yaitu
57,89%. Penurunan tajam ini disebabkan oleh kenaikan beban langsung sebesar 10,84%,
yang mengakibatkan laba kotor turun drastis hingga 40,11%. Agar dijelaskan:
a. Apa faktor spesifik yang menyebabkan kenaikan beban langsung sebesar 10,84%
sementara pendapatan turun? Apakah ini akibat kenaikan biaya operasional, biaya bahan
bakar, atau faktor lainnya?
Penjelasan:
Kenaikan signifikan atas beban langsung mayoritas disebabkan oleh peningkatan beban
depresiasi dan penambahan beban sewa kapal. Tarif sewa kapal rata-rata di tahun 2025
lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun 2024, namun secara umum tidak terdapat
faktor spesifik yang menyebabkan penurunan tersebut mengingat saat ini hampir seluruh
Page 15
armada kapal Perseroan beroperasi di pasar spot yang mengikuti pergerakan tarif sewa
pasar internasional.
b. Bagaimana manajemen berencana untuk mengendalikan biaya dan meningkatkan
efisiensi operasional di semester kedua tahun 2025 untuk memulihkan margin
keuntungan?
Penjelasan:
Perseroan mengimplementasikan beberapa inisiatif untuk mengoptimalkan operasi
kapal dan meningkatkan efisiensi biaya operasional kapal, diantaranya adalah:
(i) Pengendalian beban penyusutan dengan melakukan evaluasi terhadap umur
ekonomis dan metode depresiasi aset agar sesuai dengan pola manfaat
ekonomis.
(ii) Monitoring biaya pelabuhan dan jalur operasi kapal dengan melakukan route
optimalization untuk mengurangi frekuensi singgah di pelabuhan dengan tarif
tinggi dan penerapan program efisiensi perawatan kapal untuk mengurangi biaya-
biaya yang signifikan dan tidak prioritas.
(iii) Pengelolaan manajemen bahan bakar dengan pengendalian tenaga mesin kapal
dan monitoring konsumsi bahan bakar melalui optimalisasi kecepatan dan rute
perjalanan.
14. Pinjaman jangka panjang meningkat sebesar 12,11% menjadi US$ 79,8 juta. Meskipun total
liabilitas menurun, peningkatan pinjaman jangka panjang ini kontradiktif dengan isu
ketidakpatuhan rasio keuangan yang terus-menerus disorot oleh auditor. Hal ini
menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Perseroan dapat memperoleh tambahan
pinjaman jangka panjang di tengah masalah covenants yang belum terselesaikan. Agar
dijelaskan:
a. Mengapa pinjaman jangka panjang meningkat, padahal auditor telah berulang kali
menyoroti ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi covenants pinjaman? Apakah
peningkatan ini berasal dari pinjaman baru atau relokasi pinjaman jangka pendek
menjadi jangka panjang?
Penjelasan:
Perseroan telah berhasil menurunkan total pinjaman jangka panjang dari US$ 134,3 juta
pada 30 Juni 2024 menjadi US$ 103,8 juta pada 30 Juni 2025.
b. Apakah peningkatan pinjaman jangka panjang ini memiliki keterkaitan dengan isu
rekonsiliasi piutang yang berlarut-larut?
Penjelasan:
Tidak ada keterkaitan.
15. Laporan keuangan memuat informasi penting terkait manajemen aset Perseroan, yaitu:
a. Penjualan Kapal: Salah satu entitas anak Perseroan telah melakukan penjualan kapal
FPSO Brotojoyo kepada pihak ketiga. Nilai penjualan yang tercatat adalah sebesar US$
12.050.000.
Page 16
b. Valuasi Aset Kapal: Untuk menentukan nilai wajar kapal-kapal yang dimiliki oleh Grup, manajemen menggunakan jasa penilai independen KJPP Indriani, Sauvan & Rekan per 31 Desember 2022. Valuasi ini diklasifikasikan dalam hierarki nilai wajar level 2, yang didasarkan pada masukan data yang dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar dijelaskan: a. Apa alasan utama di balik penjualan kapal FPSO Brotojoyo? Apakah kapal tersebut merupakan aset yang tidak berkinerja optimal, atau bagian dari strategi efisiensi biaya? Penjelasan: Kapal FPSO Brotojoyo telah beroperasi sebagai floating production storage and o loading sejak tahun 2006 dan telah habis masa kontraknya sehingga Perseroan memutuskan untuk menjual kapal tersebut. b. Berapa nilai buku kapal FPSO Brotojoyo pada saat penjualan? Apakah Perseroan mencatat keuntungan atau kerugian dari transaksi ini, dan bagaimana dampaknya terhadap laba bersih? Penjelasan: Nilai buku kapal FPSO Brotojoyo sebesar US$ 11.981.363. Perseroan mencatat keuntungan penjualan kapal sebesar US$ 68.637 atas transaksi ini. c. Apakah penjualan ini terkait dengan kebutuhan kas untuk mengatasi isu kelangsungan usaha atau untuk mendanai rencana ekspansi armada di masa depan? Penjelasan: Perseroan mempertimbangkan nilai ke-ekonomisan kapal FPSO Brotojoyo sebagai kapal khusus lepas pantai yang beroperasi sejak 2006 sudah tidak memadai sehingga diputuskan untuk dijual. d. Mengapa Perseroan masih menggunakan laporan penilaian independen dari Desember 2022 untuk laporan keuangan Juni 2025? Mengingat dinamika pasar perkapalan, apakah nilai tersebut masih relevan dan akurat? Penjelasan: Perseroan akan melaksanakan penilaian ulang untuk LKT 2025 yang akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan jadwal operasi kapal. e. Apakah Perseroan berencana untuk melakukan penilaian ulang dalam waktu dekat, terutama untuk mendukung rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang akan digunakan untuk pengembangan armada? Penjelasan: Perseroan akan melaksanakan penilaian ulang untuk LKT 2025 yang akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan jadwal operasi kapal.
Page 17
f. Bagaimana manajemen memastikan bahwa penilaian Level 2 ini mencerminkan nilai
yang paling akurat, terutama dengan adanya fluktuasi tarif sewa kapal dan kondisi pasar
saat ini?
Penjelasan:
Manajemen berkeyakinan bahwa penilaian Level 2 ini mencerminkan nilai wajar. Nilai
wajar kapal ditentukan oleh penilai berdasarkan kombinasi pendekatan perbandingan
pasar yang mencerminkan harga transaksi terakhir untuk kapal yang sejenis dan
pendekatan pendapatan yang mendiskontokan arus kas masa datang.
g. Apakah penjualan aset seperti FPSO Brotojoyo merupakan bagian dari tren berkelanjutan
untuk mengurangi armada yang kurang efisien? Bagaimana strategi Perseroan dalam
mengelola portofolio aset kapalnya di masa depan?
Penjelasan:
FPSO Brotojoyo merupakan kapal khusus lepas pantai dan berbeda dengan kapal tanker
logistik Perseroan lainnya sehingga pertimbangan untuk penjualan aset kapal memiliki
kriteria yang berbeda. Perseroan senantiasa memperhatikan indikator peningkatan biaya
operasi kapal dengan tarif sewa rata-rata per hari sebagai salah satu kebijakan dalam
penentuan peremajaan kapal. Saat ini Perseroan belum mempertimbangkan
diperlukannya penjualan aset.
h. Bagaimana manajemen menyeimbangkan antara strategi monetisasi aset (melalui
penjualan) dan strategi pengembangan armada (melalui PMTHMETD)?
Penjelasan:
Sehubungan dengan Penjelasan 2.a. diatas, penggunaan dana PMTHMETD lebih
difokuskan untuk penambahan modal kerja Entitas Anak Perseroan. Perseroan belum
mempertimbangkan diperlukannya penjualan aset.
16. Perseroan memiliki sejumlah komitmen signifikan yang dapat memengaruhi posisi keuangan
dan arus kas di masa depan, di antaranya:
a. Kontrak dengan Grup Pertamina: Grup memiliki beberapa kontrak jangka panjang dengan
Grup Pertamina untuk jasa pengangkutan kapal, dengan nilai kontrak berkisar US$ 7,3
juta per tahun per kapal.
b. Masa Berlaku Kontrak: Sebagian dari kontrak-kontrak penting ini dijadwalkan akan
berakhir pada tahun 2025. Perpanjangan atau negosiasi ulang kontrak ini akan sangat
krusial bagi keberlanjutan pendapatan Perseroan.
Agar dijelaskan:
a. Mengingat pendapatan dari segmen tanker minyak sangat dominan (lebih dari 96%) dan
sebagian besar kontrak ini akan berakhir pada tahun 2025, bagaimana manajemen
mengelola risiko negosiasi ulang atau bahkan kehilangan kontrak-kontrak tersebut?
Apakah ada rencana diversifikasi sumber pendapatan?
Penjelasan:
Page 18
Sejak tahun 2023, kegiatan usaha penyewaan kapal tanker Perseroan sudah tidak tergantung pada kontrak sewa berdasarkan waktu (time charter). Saat ini hampir seluruh armada kapal Perseroan dioperasikan berdasarkan kontrak sewa spot di pasar internasional yang memiliki tarif sewa ekuivalen yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarif sewa time charter di dalam negeri. b. Apakah Perseroan telah memulai negosiasi dengan Grup Pertamina terkait perpanjangan kontrak yang akan jatuh tempo? Bagaimana perkembangan negosiasi tersebut, dan apa indikasi awal yang dapat diberikan kepada pasar mengenai kelanjutan kerja sama? Penjelasan: Perseroan masih memiliki 1 unit kapal tanker gas yang disewa oleh Grup Pertamina berdasarkan kontrak time charter dengan periode sewa yang baru dimulai pada bulan Juli 2025. c. Jika salah satu atau lebih kontrak dengan Grup Pertamina tidak dapat diperpanjang, bagaimana manajemen memperkirakan dampaknya terhadap pendapatan, laba bersih, dan arus kas Perseroan? Apakah hal ini dapat memperburuk kondisi likuiditas dan kelangsungan usaha yang telah ditekankan oleh auditor? Penjelasan: Seperti yang dijelaskan pada Penjelasan 16.a. diatas, sejak tahun 2023, kegiatan usaha penyewaan kapal tanker Perseroan sudah tidak tergantung pada kontrak sewa berdasarkan waktu (time charter). Saat ini hampir seluruh armada kapal Perseroan dioperasikan berdasarkan kontrak sewa spot di pasar internasional yang memiliki tarif sewa ekuivalen yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarif sewa time charter di dalam negeri. Kinerja keuangan Perseroan sejak tahun 2023 terus membukukan laba sampai dengan saat ini. d. Dalam hal negosiasi tidak berhasil, apakah Perseroan memiliki rencana kontingensi untuk mencari proyek atau pelanggan baru, baik di dalam maupun luar negeri? Bagaimana Perseroan memproyeksikan persaingan di pasar jasa pengangkutan kapal untuk mengantisipasi potensi kekosongan kontrak? Penjelasan: Perseroan telah melakukan diversifikasi sumber pendapatan usaha dengan mengubah strategi penyewaan kapal ke pasar internasional dan tidak tergantung dari kontrak time charter di dalam negeri. e. Mengingat tingginya ketergantungan pada satu grup pelanggan, bagaimana manajemen memastikan bahwa Perseroan tidak berada pada posisi tawar yang lemah dalam negosiasi? Apakah Perseroan mempertimbangkan untuk memperluas basis pelanggan untuk mengurangi risiko ini? Penjelasan: Dengan pengoperasian kapal tanker di pasar internasional, Perseroan telah melakukan pemecahan konsentrasi pelanggan dimana untuk pasar internasional yang sangat besar,
Page 19
Perseroan memiliki basis pelanggan yang bervariasi dan tidak tergantung pada satu grup
pelanggan.
17. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
Penjelasan:
Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Demikian kami sampaikan penjelasan kami dan terima kasih.
Hormat kami,
PT Buana Lintas Lautan Tbk
Krisnanto Tedjaprawira
Sekretaris Perusahaan
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Vera Florida
p.1
unresolved
org
Hadleigh Investment Pte Ltd
p.7
unresolved
org
Custodia Holdings Limited
p.7 ×2
unresolved
org
Hadleigh Investments Pte Ltd
p.7
unresolved
org
KJPP Indriani
p.16
unresolved
org
Sauvan & Rekan
p.16
unresolved
person
Krisnanto Tedjaprawira
· Sekretaris Perusahaan
p.19
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.