Back to announcement
20250820_SOUL_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31933857_lamp1.pdf
Other Text extracted SOULSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
Yogyakarta, 12 Agustus 2025
No. : 021/Dir-MTB/VIII-2025
Kepada Yth.,
OTORITAS JASA KEUANGAN
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta 10170, Indonesia
Hal : Jawaban Atas Perminaan penjelasan Bursa Efek Indonesia
Merujuk pada surat Bursa Efek Indonesia dengan Nomor S-08992/BEI.PP1/08-2025 tanggal 1
Agustus 2025 atas penelaahan Bursa terhadap surat surat yang perseroan sampaikan maka
perseroan menjawab terhadap pertanyaan bursa sebagai berikut:
Daftar Permintaan Penjelasan
PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL)
1. Berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 31
Desember 2024, diungkapkan bahwa Perseroan masih memiliki sisa dana yang
diperoleh melalui IPO sebesar Rp1.100.000.000,00 atau 4,21% dari total dana
bersih hasil Penawaran Umum sebagaimana berikut:
Namun, terdapat penurunan atas hasil realisasi penggunaan dana untuk
pembangunan pabrik yang sebelumnya sebesar Rp4.000.000.000,00 per 30
Juni 2024 menjadi Rp3.900.000.000,00 per 31 Desember 2024 sebagaimana
berikut:
www.idx.co.id
Page 2
Dengan demikian, terdapat penurunan realisasi penggunaan dana atas pembangunan pabrik
sebesar Rp100 juta. Selain itu, merujuk pada surat Perseroan nomor 052B/Dir-MTB/VII-
2024 tanggal
2 Juli 2024 perihal Permintaan Penjelasan Bursa nomor 5 poin b, disampaikan bahwa DP
Kontraktor untuk Pembangunan Pabrik adalah sebesar Rp4.000.000.000,00. Bursa meminta
penjelasan terkait:
a. Latar belakang perbedaan nilai realisasi pembangunan pabrik pada periode 31 Desember
2024 dengan periode-periode sebelumnya.
Jawaban :
Terdapat perbedaan karena adanya perubahan dalam perencanaan dan pelaksanaan
proyek, termasuk penyesuaian anggaran.
b. Target dan timeline rencana penggunaan sisa dana IPO tersebut.
Jawaban :
Target penggunaan sisa dana IPO menunggu pabrik selesai dibangun dan siap
beroperasi termasuk semua perijinan selesai yang ditargetkan paling lambat di akhir
Desember 2025.
2. Berdasarkan realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 31 Desember 2024,
Perseroan telah menggunakan penggunaan dana IPO untuk :
a. Pembangunan pabrik;
b. Pembelian mesin, fasilitas produksi serta kendaraan; dan
c. Modal kerja
Merujuk pada Surat Perseroan nomor 083/DIR-MTB/XII-2024 tanggal 12 Desember 2024
perihal Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa nomor 2, disampaikan bahwa
pembangunan pabrik diestimasi selesai di bulan April 2025. Selain itu, masih terdapat
beberapa perizinan yang masih dalam proses pengajuan seperti PJB Lahan, PBG/IMB, SNI,
BPOM dan lainnya. Bursa meminta penjelasan terkait:
www.idx.co.id
Page 3
a. Progress pembangunan, status terkini dan target penyelesaian pabrik di Desa
Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman dengan mengisi tabel berikut:
No Kegiatan Waktu Target Progress Status Saat
Penyelesaian ini
Mulai Pelaksanaan
1. Pembangunan fondasi 11/2/2025 Selesai
2. Urug 11/2/2025 Selesai
3. Pembangunan fisik 11/3/2025 Selesai
4. Instalasi Listrik 1/7/2025 Selesai
5. Instalasi produksi awal 1/7/2025 Selesai
6. Finishing exterior pabrik 1/72025 Pelaksanaan
7. Trial Produksi 1/8/2025 Pelaksanaan
8. Instalasi mesin – utama 1/9/2025 30/9/2025 Persiapan
10. Full produksi 31/12/2025 Belum
b. Apakah pabrik tersebut telah beroperasi secara penuh dan melakukan produksi saat ini?
Jawaban:
Belum, pada saat ini Perseroan masih melakukan trial produksi dan penyempurnaan/
finishing area pabrik.
c. Rincian perizinan atas perizinan awal, pembangunan, observasi dokumen dan potensi air
tanah dan lainnya yang masih belum dilengkapi dan status terkini serta target perolehan
perizinan tersebut.
Jawaban:
Perijinan awal Pembangunan meliputi ijin PBG/ IMB saat ini dalam proses pengajuan
perijinan ke dinas terkait dengan target selesai di Bulan Oktober 2025.
Observasi dokumen dan potensi air tanah masih dalam proses, sebelum perijinan
pengambilan air tanah selesai, suplai air baku untuk kebutuhan produk ataupun trial saat
ini masih memakai pihak ke 3 PT. Tirta Jaya .
www.idx.co.id
Page 4
d. Rincian penggunaan dana atas pembangunan pabrik pembelian mesin, fasilitas produksi
dan kendaraan dan modal kerja yang sudah digunakan terkini dengan mengisi tabel
berikut:
e.
Jenis Penggunaan Dana Rencana Realisasi SisaDana Target
Penggunaan Penggunaan Dana Hasil IPO Waktu
Dana Realisasi Sisa
Dana Hasil
IPO
Pembangunan pabrik:
1. Dp kontraktor Rp. 5.000.000.000 Rp.3.900.000.000 Rp.1.100.00
0.000
Total Rp.5.000.000.000 Rp.3.900.000.000 Rp.1.100.00
0.000
Pembelian mesin,fasilitas, produksi,
serta kendaraan:
1. 1 unit/set mesin MC 5GL automatic Rp.366.300.000 Rp.363.300.000 Rp. 0 Menunggu
pabrikjadi
2. 1 unit Water Treatment Plant dengan Rp.539.000.000,- Rp.539.000.000,- Rp. 0
kapasitas 15 Ton/jam
3. 1 unit L300 Pickup Box Rp. 262.380.000,- Rp. 262.380.000,- Rp. 0 Sudah dipakai
4. 1 unit Mobil Truck Rp.461.500.000,- Rp.461.500.000,- Rp. 0 Sudah dipakai
5. 1 unit Mobil Engkel Rp.355.000.000,- Rp.355.000.000,- Rp. 0 Sudah dipakai
6. 1 unit/set mesin Cup sealer air Rp.525.000.000,- Rp.525.000.000,- Rp. 0 Menunggu
dengan Kapasitas 5.000 Cup/Jam pabrik selesai
7. 1 Unit/set mesin MC Botol PET Rp.475.000.000,- Rp.475.000.000,- Rp. 0 Menunggu
rotary pabrik selesai
8. Pembelian 3 unit mesin Ink Jet Rp.249.000.000,- Rp.249.000.000,- Rp. 0 Menunggu
Printing pabrik selesai
Rp. 55.500.000,- Rp. 55.500.000,- Rp. 0 Menunggu
9. Mesin Sikat Galon Otomatis
pabrik selesai
Rp.211.320.000,- Rp.211.320.000,- Rp. 0 Sebagian sudah
10. Instalasi dan pemipaan mesin
diinstal
Total Rp.3.500.000.000,- Rp.3.500.000.000,- Rp.0
Modal kerja:
1. Pembelian bahan baku langsung Rp. 798,684,196 Rp. 798,684,196 Rp. 0 Sudah terealisasi
2. Pembelian bahan penolong Rp. 5,944,371,173 Rp. 5,944,371,173 Rp. 0 Sudah terealisasi
3. Biaya overhead pabrik Rp. 453,867,688 Rp. 453,867,688 Rp. 0 Sudah terealisasi
4. Pembayaran upah tenaga kerja Rp. 0 Sudah terealisasi
langsung dan pembantu Rp. 4,767,644,266 Rp. 4,767,644,266
www.idx.co.id
Page 5
5. Pembayaran keperluan administrasi Rp. 0 Sudah terealisasi
kantor Rp. 2,765,958,308 Rp. 2,765,958,308
6. Pembayaran biaya perijinan Rp. 1,055,000,000 Rp. 1,055,000,000 Rp. 0 Sudah terealisasi
7.Pembayaran biaya distribusi Rp. 1,369,434,196 Rp. 1,369,434,196 Rp. 0 Sudah terealisasi
8.Pembayaran biaya pemasaran, Rp. 0 Sudah terealisasi
promosi, iklan Rp. 500,401,603 Rp. 500,401,603
Total Rp. 17,655,361,430 Rp. 17,655,361,430 Rp. 0
f. Dokumentasi terkini atas masing-masing hasil dari penggunaan dana tersebut.
Jawaban :
www.idx.co.id
Page 6
3. Merujuk pada Laporan Keuangan Auditan Perseroan periode 31 Desember 2024, Perseroan
mendapatkan Opini Wajar dengan Pengecualian. Hal ini disebabkan oleh Perseroan memiliki
saldo uang muka lainnya sebesar Rp14,37 miliar dan tidak diperoleh bukti yang cukup dan
tidak dapat melakukan prosedur alternatif untuk memberikan keyakinan kepada Kantor
Akuntan Publik (KAP).
Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 7 Uang Muka dan Biaya Dibayar
Dimuka, uang muka lainnya merupakan uang muka untuk keperluan perusahaan. Bursa
meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak dapat memberikan bukti yang cukup atas saldo
uang muka sebesar Rp14,37 miliar tersebut.
Jawaban:
Butki yang diberikan ke Auditor hanya berupa kuitansi yang ditanda tangani oleh
perseorangan sehingga tidak dianggap kuat oleh auditor.
b. Rincian dari saldo uang muka lainnya tersebut beserta realisasinya dengan mengisi tabel
berikut:
Jenis Uang Muka Jumlah Tanggal Tujuan Nama Afiliasi/Bukan Realisasi
Lainnya Transaksi Uang Muka Afiliasi Saat Ini
Counterparty
1. Uang Muka Bahan Rp.. 3,525,808,790 Bukan afiliasi Menunggu
Penolong pabrik jadi
2. Uang Muka Pra Rp.. 6,129,324,020 Bukan afiliasi
Ops
3. Uang Muka Aset Rp 4,716,000,000 Bukan afiliasi
Tetap
Total Rp. 14,371,132,810
4. Perseroan mendapatkan Opini Wajar dengan Pengecualian pada Laporan Keuangan Auditan
Perseroan periode 31 Desember 2024. Merujuk pada Ketentuan III.1.1.7. Peraturan Bursa I-
A, dalam hal Laporan Keuangan Auditan Perusahaan Tercatat memperoleh opini Wajar
Dengan Pengecualian dari Akuntan Publik, maka bersamaan dengan penyampaian laporan
keuangan, Perusahaan Tercatat wajib menyampaikan penjelasan atas hal-hal yang
dikualifikasikan oleh Akuntan Publik serta pengaruhnya terhadap kinerja keuangan
Perusahaan Tercatat. Namun, Perseroan belum menyampaikan penjelasan terkait hal
tersebut. Bursa meminta agar Perseroan memberikan penjelasan sebagaimana pada ketentuan
terkait.
Jawaban:
Karena ketidaktahuan kami akan peraturan tersebut sehingga belum menyampaikannya,
untuk tindakan koreksi secepatnya kami akan memberikan penjelasan terkait dengan hal
tersebut.
www.idx.co.id
Page 7
5. Merujuk kepada Laporan Auditor Independen, disampaikan bahwa yang menjadi hal audit
utama adalah pencatatan atas uang muka untuk operasional keperluan perusahaan. Hal ini
mengingat Auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup dan tidak dapat melakukan
prosedur alternatif atas saldo uang muka sebesar Rp14,37 miliar tersebut. Bursa meminta
penjelasan terkait:
a. Dasar pencatatan akuntansi dan pengakuan atas saldo akun uang muka tersebut.
Jawaban :
Dasar pencatatan akuntasinya adalah permohonan dana yang diajukan, kemudian dicatat
sebagai uang muka setelah uang tersebut dikeluarkan.
b. Standar akuntansi terkait.
Jawaban :
PSAK No.9 ( biaya dibayar di muka ) berupa biaya yang belum menjadi kewajiban
perusahaan untuk dibayar pada periode saat ini, namun perusahaan sudah membayar
terlebih dahulu.
c. Bagaimana Perseroan mengelola saldo uang muka tersebut untuk memastikan saldo yang
tercantum telah sesuai?
Jawaban :
Berdasarkan laporan dan bukti serah terima dana.
6. Merujuk pada CALK 4 Piutang Usaha, terdapat penurunan piutang usaha sebesar 54,2%
menjadi Rp186,31 juta per 31 Desember 2024 dari periode sebelumnya sebesar Rp406 juta.
Selain itu, terdapat piutang yang saldonya masih sama atau tidak mengalami pergerakan
sejak 31 Desember 2023 seperti kepada Hotel Caesar (Ibu Yulia), Muhyani, Toko Azarah
Ihwan, dan Toko Kuat. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang penurunan piutang usaha tersebut.
Jawaban :
Banyak terdapat penjualan secara cash dan adanya penurunan omset penjualan
b. Alasan tidak terdapat pergerakan atas piutang kepada Hotel Caesar (Ibu Yulia), Muhyani,
Toko Azarah Ihwan, dan Toko Kuat.
Jawaban :
Outlet dalam kondisi tutup dan mengalami penurunan omset sehingga kesulitan
melakukan pembayaran.
c. Strategi kolektibilitas piutang tersebut.
Jawaban :
Melakukan penagihan secara proaktif dan terjadwal dengan penawaran skema
pembayaran bertahap/ cicilan.
d. Status progress pelunasan masing-masing piutang tersebut saat ini.
Jawaban :
Dalam proses penagihan dengan pembayaran secara cicilan.
www.idx.co.id
Page 8
7. Merujuk pada CALK 4 Piutang Usaha, berdasarkan umur piutang, seluruh piutang usaha telah
jatuh tempo per 31 Desember 2024. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor 7,
disampaikan bahwa latar belakang belum tertagihnya piutang karena Perseroan memberikan
kemudahan perpanjangan waktu sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk sales point
atau agent baru dengan tujuan menjalin hubungan yang baik dan distributor menjadi loyal ke
Perseroan. Bursa memint penjelasan terkait:
a. Berapa lama perpanjangan waktu yang diberikan oleh Perseroan kepada pelanggan?
Jawaban :
Sesuai dengan kesepakatan
b. Bagaimana dasar dan analisis Perseroan dalam memberikan perpanjangan waktu
pembayaran kepada pelanggan?
Jawaban :
Analisa berdasarkan Analisa kemampuan finansial pelanggan dan hubungan jangka
panjang ke pelanggan.
c. Bagaimana Perseroan mengawasi dan memastikan piutang yang telah jatuh tempo dan
diperpanjang dapat dibayarkan sesuai kesepakatan?
Jawaban :
Dengan melakukan monitoring berkala, perjanjian dengan pelanggan serta penagihan
yang aktif dan terjadwal.
8. Merujuk pada CALK 5 Piutang Lain-lain, diungkapkan bahwa terdapat piutang kepada Reza
Naufal Ramadian sebesar Rp2,2 miliar per 31 Desember 2024. Saldo tersebut tidak
mengalami pergerakan sejak 31 Desember 2023. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor
8, piutang tersebut merupakan piutang atas jasa perencanaan dan penyelenggaraan event
seperti branding secara kontinyu. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Alasan tidak terdapat pergerakan atas piutang kepada Reza Naufal Ramadian tersebut.
Jawaban :
Piutang Reza sudah selesai dan dikembalikan di tahun 2025.
b. Penjelasan lebih rinci atas event dan branding yang dimaksud dan keterkaitannya
dengan operasional bisnis Perseroan.
Jawaban :
Event yang dimaksud berupa konser musik dengan sponsor tunggal Hexsoul.
c. Dasar pencatatan dan jurnal akuntansi atas saldo piutang tersebut.
Jawaban :
piutang sudah selesai
d. Ketentuan pemberian pinjaman termasuk namun tidak terbatas pada tingkat bunga dan
target pelunasan piutang tersebut.
Jawaban :
piutang sudah selesai
www.idx.co.id
Page 9
9. Berdasarkan CALK 6 Persediaan, diketahui bahwa terdapat penurunan persediaan sebesar
40% menjadi Rp143,5 juta per 31 Desember 2024 dari periode sebelumnya sebesar Rp239,15
juta. Selain itu, tidak terdapat penambahan penyisihan atas penurunan nilai persediaan. Bursa
meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang dan faktor penyebab penurunan persediaan usaha tersebut.
Jawaban :
Dikarenakan karena omset turun
b. Apakah terdapat pengurangan produksi dalam hal menurunnya persediaan?
Jawaban :
Iya
c. Dampak atas penurunan persediaan terhadap operasional bisnis dan keuangan Perseroan.
Jawaban :
Penuruan persediaan karena dampak dari penurunan omset yang otomatis berdampak pada
operasioan bisnis dan keuanghan Perseroan
d. Justifikasi Perseroan atas keyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan
telah mencukupi.
Jawaban :
Dengan belum adanya tempat penyimpanan yang baik Perseroan berusaha untuk
melakukan perputarana atas persediaan dengan cepat, sehingga dapat menjaga penurunan
nilai atas persediaan.
e. Bagaimana strategi perencanaan persediaan Perseroan ke depan mengingat terdapat pabrik
yang baru beroperasi di tahun ini.
Jawaban :
Gudang baru yang cukup dan luas dan layak sehingga dapat menjaga mutu dari
persesediaan yang tersimpan.
10. Merujuk tanggapan Perseroan nomor 11, diketahui bahwa Perseroan memiliki dua akta jual
beli tanah dengan sertifikat hak milik yang harus dilakukan penurunan hak menjadi Hak
Guna Bangunan (HGB) dan dua akta jual beli tanah dengan sertifikat hak guna bangunan
yang sedang dalam proses peralihan atas tanah kepada Perusahaan pada Badan Pertanahan
Nasional. Tanah dengan nomor sertifikat hak milik 12667/Timbulharjo masih dalam proses
peralihan hak milik dan Tanah dengan Nomor 2489/W/I/2024 masih proses penuruan hak
waris karena pemilik meninggal dunia. Target penyelesaian perolehan sertifikat HGB
tersebut adalah Januari 2025. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Status perolehan sertifikat HGB dan peralihan tanah tersebut saat ini.
Jawaban :
Masih dalam proses
www.idx.co.id
Page 10
b. Target penyelesaian perolehan sertifikat HGB masing-masing akta jual beli tersebut jika
masih dalam proses.
Jawaban :
Januari 2026
11. Merujuk tanggapan Perseroan nomor 12, disampaikan bahwa Perseroan tidak mempunyai
aset berupa perlengkapan pada periode 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2023 sehingga
tidak terdapat penyusutan atas perlengkapan pada periode tersebut. Namun, berdasarkan
CALK 8, Perseroan memiliki saldo atas perlengkapan sebesar Rp38,30 juta sejak periode 31
Desember 2022. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang perbedaan informasi tersebut.
Jawaban :
Latar belakang perbedaan karena aset-aset tersebut secara faktual digunakan Perseroan
sebagai inventaris sementara dalam pencatatan sebelumnya tidak dicantumkan karena
Perseraoan masih masih menganggap sebagai aset pribadi.
b. Rincian aset tetap berupa perlengkapan yang diungkapkan sebesar Rp38,30 juta tersebut.
Jawaban :
Komputer, Ac kantor, Laptop dan printer
c. Alasan aset tetap tersebut diakui sebagai perlengkapan tetapi tidak dilakukan penyusutan.
Jawaban :
Karena nilai bukunya sudah habis
12. Merujuk pada CALK 10 Utang Usaha, diketahui bahwa terdapat penurunan utang usaha
sebesar 72,62% menjadi Rp39 juta per 31 Desember 2024 dari periode sebelumnya sebesar
Rp142,43 juta. Merujuk pada tanggapan nomor 14, disampaikan bahwa latar belakang belum
dilunasi utang usaha tersebut dikarenakan jatuh tempo utang usaha pada Januari 2024 dan
sudah dilunasi sesuai dengan waktu jatuh tempo tersebut. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang penurunan utang usaha.
Jawaban :
Karena utang usaha sudah dibayar.
b. Apakah terdapat penurunan pembelian persediaan pada tahun berjalan?
Jawaban :
Iya
c. Jika poin b iya, apa latar belakang penurunan pembelian persediaan tersebut.
Jawaban:
Karena terjadinya penuruan omset penjualan
d. Apakah terdapat perpanjangan waktu atas pelunasan utang usaha mengingat seluruh
utang usaha telah jatuh tempo?
Jawaban :
Tidak
www.idx.co.id
Page 11
13. Merujuk pada CALK 12 Utang Bank, diketahui bahwa Perseroan mendapatkan perpanjangan
waktu dengan pengurangan plafond kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
menjadi Rp1,8 miliar dengan jangka waktu 12 bulan yang berakhir pada 14 April 2025. Bursa
meminta penjelasan terkait:
a. Status utang bank tersebut saat ini apakah sudah dilakukan pelunasan.
Jawaban :
Belum dilakukan pelunasan
b. Strategi pelunasan utang bank tersebut mengingat kas Perseroan per 31 Desember 2024
hanya sebesar Rp1,02 miliar.
Jawaban :
Jika saat jatuh tempo Perseroan belum dapat melakukan pelunasan maka Perseroan akan
melakukan restruktursasai/ perpanjanganpinjman.
c. Sumber dana untuk pelunasan utang bank tersebut.
Jawaban :
Hasil penjualan
d. Tujuan penggunaan dana utang bank tersebut.
Jawaban :
Unttuk menjaga cash flow Perseroan mengingat kebutuhan besar Perusahaan untuk
menyiapkan
Beroperasinya pabrik baru.
14. Merujuk pada CALK 16 Pendapatan Usaha, diketahui bahwa terdapat penurunan pendapatan
usaha sebesar 24,64% menjadi Rp3,62 miliar per 31 Desember 2024 dari periode sebelumnya
sebesar Rp4,81 miliar. Hal ini disebabkan karena terdapat penurunan pendapatan dari galon
dan bukan galon. Bursa meminta penjelasan terkait
a. Latar belakang penurunan pendapatan usaha tersebut.
Jawaban :
Persaingan semakin ketat, kondisi pasar dan daya beli masyarakat berkurang.
b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan penjualan pada masa mendatang
mengingat terdapat pabrik yang baru beroperasi.
Jawaban :
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Efisiensi Operasional, Ekspansi Pasar dan Penetrasi
Wilayah Baru , Peningkatan Kualitas dan Layanan Pelanggan.
www.idx.co.id
Page 12
15. Merujuk pada CALK 18 Beban Penjualan, diketahui bahwa terdapat penurunan beban
penjualan sebesar 60,08% menjadi Rp73,86 juta per 31 Desember 2024 dari periode
sebelumnya sebesar Rp185,03 juta. Hal ini disebabkan karena tidak terdapat komisi
penjualan pada periode
31 Desember 2024 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp23,91 juta. Bursa
meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang tidak terdapat komisi penjualan periode 31 Desember 2024.
Jawaban :
Karena tidak tercapainya target penjualan.
b. Penjelasan terkait nature akun komisi penjualan tersebut.
Jawaban :
Komisi diberikan apabila target penjualan tercapai .
16. Merujuk pada CALK 20 Beban Administrasi dan Umum, diketahui bahwa terdapat
peningkatan biaya jasa profesional sebesar 835,39% menjadi Rp1,98 miliar per 31 Desember
2024 dari periode sebelumnya sebesar Rp212,67 juta. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang peningkatan biaya jasa profesional tersebut.
Jawaban :
Karena terdapat jurnal penyesuaian atas biaya jasa audit yang belum diakui dan biaya
perijinan terkait pembangunan pabrik baru dengan nilai masing-masing
Rp79.000.000.000,- dan Rp1.718.000.000,-
b. Rincian biaya jasa profesional per 31 Desember 2024 dengan mengisi tabel berikut:
Jenis Biaya Deskripsi Jumlah Nama Afiliasi/Bukan
Beban Afiliasi
Counterparty
1. Biaya KAP Rp. 155.807.500,- Slamet Arianto & Rekan Bukan afiliasi
Baiaya persiapan Rp.1.718.000.000,- Bukan afiliasi
parbik ( praops ),
2. Biaya Perijinan sosialisasi, dll
2. Biaya Aktuaria Rp. 4.440.000,- KAP Kurniawan Bukan afiliasi
3. Biaya Jasa Bima Rp. 72.074.118,- BAE Bima Registra Bukan afiliasi
Registra
Rp. 39.000.000,- Notaris Dr. Tabithaa Bukan afiliasi
4. Biaya Notaris Jeany, S.H, M.Kn
Total Rp. 1.989.321.618 Bukan afiliasi
www.idx.co.id
Page 13
17. Merujuk pada CALK 22 Segmen Operasi, diketahui bahwa terdapat penurunan pendapatan
yang cukup signifikan berdasarkan daerah geografis di Jakarta sebesar 91,01% menjadi
Rp16,22 juta dan di Jawa Timur tidak terdapat pendapatan per 31 Desember 2024. Bursa
meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang dan faktor penyebab penurunan pendapatan di daerah Jakarta dan Jawa
Timur.
Jawaban :
Untuk sementara penjualan hanya di fokuskan di jogja karena biaya pengirimannya
tinggi.
b. Strategi dan upaya Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di daerah tersebut.
Jawaban :
Karena biaya pengirimannya tinggi maka ,menunggu pabrik baru jadi sehingga pengiriman
bisa dalam jumlah banyak.
c. Rencana fokus bisnis penjualan Perseroan ke depannya.
Jawaban :
Untuk sementara di daerah Jogja, Jateng dan sekitarnya
18. Perseroan membukukan penurunan laba tahun berjalan sebesar 24,06% dari -Rp3,25 miliar
per 31 Desember 2023 menjadi -Rp4,03 miliar per 31 Desember 2024. Merujuk pada
tanggapan Perseroan nomor 17, Perseroan telah melakukan upaya untuk menekan beban
pokok penjualan dan beban umum administrasi. Namun, hal ini belum memberikan dampak
terhadap peningkatan laba tahun berjalan. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Tindak lanjut dari upaya yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan laba tahun
berjalan ke depannya berdasarkan tanggapan sebelumnya
Jawaban :
Sudah melakukan kerjasama makloon sambil menunggu beroperasinya pabrik baru.
b. Tindak lanjut dari upaya peningkatan pendapatan dan penjualan yang disampaikan pada
tanggapan sebelumnya mengingat Pabrik masih belum beroperasi per 31 Desember 2024.
Jawaban :
Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan penjualan
melalui strategi alternatif yang adaptif, seperti pemanfaatan maklon, perluasan wilayah
pemasaran, dan inovasi produk. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga
kelangsungan usaha dan mempersiapkan transisi yang mulus ketika pabrik mulai
beroperasi penuh.
www.idx.co.id
Page 14
19. Berdasarkan CALK 26 Kelangsungan Usaha, diungkapkan bahwa salah satu langkah
strategis pengendali baru adalah memperluas penjualan Perseroan ke wilayah potensial
seperti Bogor dan sekitarnya. Perseroan juga akan melakukan upaya peningkatan produksi
dengan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lain dengan cara maklon dan melakukan
inovasi produk. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Alasan dan latar belakang rencana perluasan penjualan dilakukan ke daerah tersebut.
Jawaban :
Rencana perluasan penjualan ke wilayah Bogor dan sekitarnya selain karena dekat
dengan
domisili usaha pengendali baru juga mempertimbangkan potensi pasar yang cukup
menjanjikan.
Bogor memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat konsumsi masyarakat yang
tinggi, serta segmentasi pasar yang sesuai dengan produk yang ditawarkan.
b. Skema rencana penjualan di daerah tersebut.
Jawaban :
Rencana penjualan di wilayah Bogor akan dilakukan melalui pendekatan bertahap yang
disesuaikan dengan kondisi pasar setempat.
Pada tahap awal, penjualan akan difokuskan melalui sistem reseller dan distribusi lokal,
dengan menggandeng mitra penjualan yang telah memiliki jaringan di area Bogor dan
sekitarnya. Selain itu, akan dilakukan penjualan langsung secara online melalui
marketplace dan media sosial yang ditargetkan untuk konsumen Bogor, didukung oleh
strategi pemasaran digital yang terarah dan promosi lokal serta partisipasi dalam event
atau bazar UMKM daerah.
c. Bagaimana cara Perseroan dapat bersaing dengan kompetitor yang telah ada di daerah
tersebut?
Jawaban :
Untuk dapat bersaing secara efektif dengan kompetitor yang sudah lebih dulu hadir
di wilayah Bogor, Perseroan akan menerapkan beberapa strategi diferensiasi dan
pendekatan pasar,antara lain Penawaran Produk Berkualitas dengan Harga Kompetitif,
Pelayanan Pelanggan yang Responsif dan Personal, Strategi Pemasaran Digital yang
terarah, Kolaborasi dengan Pelaku Lokal, serta inovasi Produk serta Promosi Menarik.
d. Rencana timeline dan progres masing-masing rencana strategis tersebut secara jangka
pendek, menengah dan panjang.
Jawaban :
1. Jangka Pendek (0–6 bulan)
• Identifikasi dan analisis pasar lokal
• Rekrutmen dan pelatihan reseller lokal
• Kampanye promosi local, seperti diskon, giveaway, atau campaign digital
khusus wilayah Bogor.
www.idx.co.id
Page 15
2. Jangka Menengah (6–12 bulan)
• Evaluasi dan penguatan jaringan distribusi
• Penambahan varian produk sesuai kebutuhan lokal
• Peningkatan aktivitas pemasaran dan brand awareness
• Monitoring kepuasan pelanggan dan umpan balik
3. Jangka Panjang (1–3 tahun)
• Pembukaan titik distribusi atau gudang di Bogor
• Penguatan posisi brand secara regional
• Diversifikasi produk
• Peningkatan sistem operasional dan digitalisasi
e. Rencana sumber pendanaan masing-masing rencana tersebut
Jawaban :
• Sumber pendanaan jangka pendek dari modal internal (kas perusahaan) dan
penjualan berjalan
• Sumber pendanaan jangka menengah dari modal intenal, pendanaan janghka pendek
dari
lembaga keuangan.
• Sumber pendaan jangka panjang dari Reinvestasi laba usaha, pendanaan eksternal
(investor atau perbankan) dan Program pendanaan pemerintah atau hibah UMKM
(jika tersedia)
f. Bagaimana cara Perseroan dapat tetap mempertahankan pendapatan dari segmen operasi
yang telah dijalani, mengingat terdapat penurunan dari segi segmen usaha dan daerah
geografis dibandingkan periode sebelumnya.
Jawaban :
Cara Perseroan dengan menerapkan strategi yang adaptif dan fokus pada penguatan inti
bisnis serta meningkatkan pendapatan dari segmen operasi yang telah ada dengan
mengedepankan efisiensi, inovasi, dan responsif terhadap perubahan pasar.
20. Berdasarkan CALK 26 Kelangsungan Usaha, diungkapkan bahwa Perseroan sudah
menandatangani perjanjian kontrak dengan CV Tirta Shahadah dengan cara maklon produk
Perseroan di fasilitas produksi yang dimiliki oleh CV Tirta Shahadah. Namun, rencana
maklon di PT Giri Mulya dan PT Tirta Lancar Sejahtera masih tertunda dan belum terealisasi
karena belum ada kesepakatan. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Jangka waktu perjanjian kerjasama maklon dengan CV Tirta Shahadah.
Jawaban :
Jangka waktu perjanjian 1 (satu ) tahun
www.idx.co.id
Page 16
b. Latar belakang belum terdapat kesepakatan dengan PT Giri Mulya dan PT Tirta
Lancar Sejahtera.
Jawaban :
Hingga saat ini, proses kerja sama makloon dengan kedua pihak belum mencapai
kesepakatan. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala, terutama terkait dengan
penawaran harga jasa makloon yang dinilai terlalu tinggi serta persyaratan minimal order
yang belum dapat dipenuhi oleh pihak pemesan. Kondisi tersebut menjadi hambatan
utama dalam menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
c. Progres dan status negosiasi kontrak dengan kedua pihak tersebut saat ini.
Jawaban :
Diperlukan komunikasi dan negosiasi lebih lanjut guna menemukan solusi yang dapat
diterima
oleh kedua belah pihak, baik dari segi harga maupun jumlah pesanan, agar kerja sama
dapat
direalisasikan secara efektif dan berkelanjutan.
d. Target penyelesaian proses negosiasi kerjasama maklon tersebut.
Jawaban :
Melihat perkembangan penjualan dan kapasitas produksi di tempat makloon yang sudah
ada
( CV. Tirta Shahadah), apabila diperlukan akan dilakukan negosiasi di kedua pihak.
e. Apakah terdapat pihak lain yang saat ini sedang dalam proses negosiasi untuk
kerjasama maklon?
Jawaban :
Belum ada
21. Berdasarkan CALK 26 Kelangsungan Usaha, diungkapkan bahwa Pembangunan pabrik di
lokasi tanah yang dibeli Perseroan sudah dimulai per 13 Februari 2025. Merujuk pada
tanggapan Perseroan nomor 5 dan 20, disampaikan bahwa pembangunan pabrik telah
dilakukan setelah Idul Fitri 2024 atau Mei 2024. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Alasan perbedaan informasi tersebut.
Jawaban :
Mundurnya pembangunan karena adanya perhitungan ulang terhadap pembangunan
pabrik.
b. Apakah pembangunan pabrik yang dimaksud merupakan pembangunan di lokasi tanah
yang sama atau berbeda?
Jawaban :
Dilokasi tanah yang sama
c. Status pembangunan pabrik tersebut saat ini.
Jawaban :
Pabrik sudah jadi dan dalam prose trial
www.idx.co.id
Page 17
22. Merujuk pada CALK 26 Perjanjian dan Ikatan Penting, diketahui bahwa perjanjian distribusi
dengan PT Rocket Chicken dan PT Tirta Jaya Sukses telah habis jangka waktunya pada April
dan Juni 2025. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Apakah terdapat perpanjangan waktu untuk masing-masing perjanjian tersebut?
Jawaban :
Iya terdapat perpanjangan waktu kerjasama
b. Perjanjian dan ikatan penting per 31 Juli 2025 yang masih berlaku secara rinci pada tabel
sebagai berikut:
No Nama Bentuk Jangka Waktu Nomor dan Dapat Nilai
Pihak Kerjasama Tanggal Diperpanjang/ Kontrak
Pemberi Sejak Sampai Perjanjian Tidak (Rp)
Tanggal Dengan
Kerjasama
Tanggal
1 PT Rocket Suplai 13/4 13/4/2026 002/MKT- Dapat
Chiken kebutuhan air 2025 MTB/IV/2025 diperpanjang
minum
2 PT. Tirta Suplai air 1/7/2025 1/7/2026 004/Pur- Dapat
Jaya Sukses baku MTB/VII/2025 diperpanjang
23. Merujuk pada CALK 27 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan, diketahui bahwa berkaitan
dengan adanya perubahan pengendali baru pada Perseroan, pihak pengendali baru PT Makna
Prakarsa Utama (PT MPU) telah melaksanakan MTO kepada para pemegang saham publik
yang dimulai pada tanggal 28 Februari 2025 dan berakhir pada tanggal 29 Maret 2025.
Penyelesaian pembayaran atas saham yang diterima dalam MTO telah dilakukan pada
tanggal 9 April 2025. Selanjutnya, Pengendali baru telah menyampaikan Laporan Hasil
Penawaran Tender Wajib kepada OJK pada tanggal 11 April 2025.
Namun, informasi terkait MTO tersebut tidak disampaikan pada keterbukaan informasi di
situs web Bursa. Hal ini mengingat merujuk kepada POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang
Pengambilalihan Perusahaan Terbuka pasal 13 ayat 3 dan 4, disampaikan bahwa pengendali
baru wajib mengumumkan keterbukaan informasi dalam rangka Penawaran Tender Wajib
paling lambat 2 hari kerja setelah diterimanya surat dari OJK dan wajib dilakukan paling
sedikit melalui satu surat kabar harian yang berperadaran nasional atau situs web Bursa Efek.
Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang tidak disampaikannya informasi atas MTO pada situs web Bursa.
Jawaban :
Selain kelalaian adminsitratif, perseroan berfikir bahwa keterbukaan informasi telah
disampaikan
ke Bursa dengan form E075 pada Attachment surat Perseroan No. 004/Dir-MTB/II-2025
tanggal 20 Februari 2025.
b. Kesesuaian penyampaian pengumuman informasi MTO tersebut dengan POJK terkait.
Jawaban :
Sudah sesuai
www.idx.co.id
Page 18
c. Apakah Perseroan telah menyampaikan pengumuman informasi MTO pada media lain?
Jawaban :
Sudah disampaikan
d. Jika poin c iya, agar disampaikan media penyampaian pengumuman informasi MTO
yang digunakan oleh Perseroan beserta lampiran dan link media.
Jawaban :
Pengumuman Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Penawaran Tender Wajib, telah
disampaikan di Harian Neraca dan bukti iklan koran tersebut telah dimuat dalam harian
Neraca
halaman 6 & 7 tanggal 27 Februari 2025 (bukti terlampir dalam attachment surat ini ).
e. Agar Perseroan menyampaikan informasi ataupun bukti iklan pengumunan informasi
MTO tersebut pada situs web Bursa. Hal ini mengingat berdasarkan tanggapan Perseroan
nomor 11, disampaikan bahwa Perseroan tidak menyampaikan bukti iklan
pengambilalihan pada situs web Bursa karena terdapat kelalaian administratif dan akan
segera menyampaikan bukti iklan pengambilalihan pada situs web Bursa.
Jawaban :
Bukti iklan mengenai pengumuman informasi MTO sudah disampaikan kembali
Perseroan pada situs web Bursa dengan menggunakan form E010 pada tanggal 15
Agustus 2025.
24. Merujuk kepada Laporan Arus Kas, Perseroan masih membukukan arus kas dari aktivitas
operasi yang negatif pada periode 31 Desember 2024. Hal ini disebabkan terdapat penurunan
penerimaan kas dari pelanggan sedangkan pembayaran beban usaha meningkat sebesar
89,68%. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Alasan dan faktor penyebab nilai negatif atas arus kas Operasional.
Jawaban :
Penyebab nilai negatif atas arus kas karena peningkatan atas pembayaran beban-beban
usaha sebagai perusahan publik.
b. Tindak lanjut dari strategi manajemen agar tidak terjadi defisit modal kerja yang
disampaikan pada tanggapan sebelumnya, mengingat masih terdapat piutang yang lewat
jatuh tempo.
Jawaban :
Melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan pemberian kredit kepada pelanggan
termasuk memperketat syarat dan ketentuan kredit untuk mengurangi risiko
keterlambatan pembayaran di masa mendatang. Selain itu manajeman akan
meningkatkan penjualan.
www.idx.co.id
Page 19
25. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik,
mengingat harga saham Perseroan turun dibandingkan dengan harga pada saat penawaran
umum perdana. Jika ada, jelaskan.
Jawaban :
Belum ada
Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
PT. Mitra Tirta Buwana,Tbk
Ardianto Wibowo
Direktur Utama
www.idx.co.id
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. Tirta Jaya
p.3
unresolved
person
Yulia
p.7 ×2
unresolved
org
Pertanahan Nasional. Tanah
p.9
unresolved
org
Slamet Arianto & Rekan
p.12
unresolved
org
Kurniawan
p.12
unresolved
person
Dr. Tabithaa Bukan
p.12
unresolved
person
Jeany
· Notaris
p.12
unresolved
org
PT Giri Mulya
p.15 ×2
unresolved
org
PT Tirta Lancar Sejahtera
p.15
unresolved
org
PT Tirta Lancar Sejahtera. Jawaban
p.16
unresolved
org
PT Rocket Chicken
p.17
unresolved
org
PT Tirta Jaya Sukses
p.17
unresolved
org
PT Rocket Suplai
p.17
unresolved
org
PT Makna Prakarsa Utama
p.17
unresolved
org
PT MPU
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.