Back to announcement
FINAL_Penjelasan pos tertentu atas LKFS 300626.pdf
Financial statement Text extracted ARTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank Jago Tbk. Tanggal 30 Juni 2026 Total Aset Bank pada tanggal 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp41.423 miliar, naik sebesar Rp4.874 miliar atau 13,4% dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp36.507 miliar. Total Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer tercatat sebesar Rp32.396 miliar pada 31 Desember 2025, naik sebesar Rp4.715 miliar atau 17% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp27.681 miliar. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro Bank Indonesia Giro Bank Indonesia pada 30 Juni 2026 sebesar Rp1.799 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp321,9 miliar atau 21,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp1.477,1 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh penempatan dana pada giro Bank Indonesia dalam Rupiah dan valuta asing untuk mengantisipasi peningkatan transaksi nasabah. 2. Giro Bank Lain - bersih Giro Bank Lain - bersih pada 30 Juni 2026 sebesar Rp1.022,5 miliar mengalami peningkatan signfikan sebesar Rp684,9 miliar atau 202,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp337,6 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh kebutuhan operasional Bank terkait kegiatan valuta asing dimana terdapat penambahan jenis valuta asing selama semester pertama 2026. 3. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - bersih Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - bersih pada 30 Juni 2026 sebesar Rp2.378 miliar mengalami penurunan sebesar Rp1.204,6 miliar atau 33,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp3.582,6 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh kebutuhan operasional Bank tersebut diatas sehingga dana ditempatkan pada instrumen Giro Bank Indonesia, Giro Bank Lain dan Efek-Efek. 4. Efek-efek - bersih Efek-efek - bersih pada 30 Juni 2026 sebesar Rp6.742,8 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp2.675,8 miliar atau 65,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp4.067 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya penempatan dana pada instrumen obligasi pemerintah dan Sukuk Bank Indonesia. 5. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah pada 30 Juni 2026 sebesar Rp26.624,9 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp2.278,3 miliar atau 9,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp24.346,6 miliar. Peningkatan kredit yang diberikan ini disebabkan karena penyaluran kredit modal kerja kepada perusahaan korporasi dan juga peningkatan pada kredit sektor konsumsi.
Page 2
6. Aset takberwujud - bersih
Aset takberwujud - bersih pada 30 Juni 2026 sebesar Rp2.528,1 miliar mengalami peningkatan sebesar
Rp208,1 miliar atau 9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp2.320
miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh pengembangan software dan perangkat lunak lainnya terkait
usaha Bank dalam bidang teknologi digital.
7. Simpanan Nasabah - Giro
Simpanan nasabah dalam bentuk giro pada 30 Juni 2026 sebesar Rp4.989,8 miliar mengalami
peningkatan sebesar Rp114,1 miliar atau 2,3% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
yaitu sebesar Rp4.875,7 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan karena penempatan dana yang
dilakukan oleh nasabah korporasi.
8. Simpanan Nasabah - Tabungan
Simpanan nasabah dalam bentuk tabungan pada 30 Juni 2026 sebesar Rp9.580,7 miliar mengalami
peningkatan sebesar Rp1.609 miliar atau 20,2% dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp7.971,7 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan karena jumlah
nasabah dan saldo tabungan nasabah yang meningkat selama semester pertama 2026, baik dalam
Rupiah maupun valuta asing.
9. Simpanan Nasabah - Deposito dan Deposito Mudharabah
Simpanan nasabah dalam bentuk deposito dan deposito Mudharabah pada 30 Juni 2026 sebesar
Rp13.073,4 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp22,4 miliar atau 0,17% dibandingkan dengan
posisi tanggal 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp13.051 miliar. Saldo simpanan nasabah deposito dan
deposito Mudharabah ini cukup stabil.
10. Pinjaman yang diterima
Pada tanggal 15 Desember 2025, Bank menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi jangka
pendek. Jumlah plafon fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar USD100.000.000 (nilai penuh). Pada
tanggal 9 Januari 2026, Bank telah menarik seluruh plafon pinjaman yang diberikan, dengan nilai
ekuivalen Rupiah pada posisi 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp1.783,4 miliar. Pinjaman tersebut akan
jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2026.
11. Cadangan pembayaran berbasis saham
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 14 Mei 2025, para pemegang
saham menyetujui rencana bank untuk meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor dengan
cara mengeluarkan hak opsi atas saham-saham baru dengan jumlah tidak melebihi 200.000.000 saham
(MESOP 2025-2030). Pada tanggal 22 Mei 2026, Bank telah melakukan pra pencatatan saham tambahan
untuk program MESOP 2025-2030 dengan jumlah tidak melebihi 40.000.000 saham. Saldo cadangan
pembayaran berbasis saham pada 30 Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar
Rp11,7 miliar atau 15,5% dari sebesar Rp75,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2025 menjadi sebesar
Rp87,3 miliar.
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia Giro Bank Indonesia
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.