Skip to content
Back to announcement

20260722_OASA_Public Expose_32114232_lamp1.pdf

Other Text extracted OASA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
                                 LAPORAN HASIL PUBLIC EXPOSE
                                PT MAHARAKSA BIRU ENERGI Tbk.
                                        20 JULI 2026
Public Expose Tahunan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (“Perseroan”) tahun 2026 telah diselenggarakan pada:
Hari/tanggal           : Senin, 20 Juli 2026
Pukul                  : 14.05 WIB – 15.20 WIB
Tempat                 : Secara hybrid: luring (tatap muka) dan daring melalui aplikasi Zoom
Keterangan             : Untuk pertama kalinya diselenggarakan secara tatap muka (luring), sekaligus disiarkan
secara daring bagi peserta yang mengikuti dari jarak jauh
Berikut laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan tanggal 20 Juli 2026, dalam hal ini acara tersebut dihadiri
dan diwakili oleh:
KEHADIRAN MANAJEMEN PERSEROAN
Dewan Komisaris
Komisaris Utama        : Dr. Ir. Hariyadi BS Sukamdani, M.M.
Komisaris              : Carmelita Hartoto
Komisaris Independen : John Pieter Nazar, S.H., M.H.
Dewan Direksi
Direktur Utama         : Ir. Bobby Gafur Umar, M.B.A., IPU, ASEAN Eng.
Direktur               : Ir. Tri Widjajanto Joedosastro, M.T.
Direktur               : Chandra Devikemalawaty, S.H., M.B.A.
Direktur               : Soraya Inderasari, S.E.
Direktur               : Ir. Noor Romawibowo, M.B.A.
Acara Public Expose Tahunan tahun 2026 dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, para
pemegang saham, analis pasar modal, serta rekan-rekan media cetak maupun elektronik, baik yang hadir secara
langsung maupun secara daring. Acara ini dihadiri sebanyak 115 peserta secara luring dan daring.
Public Expose Tahunan diselenggarakan oleh PT Maharaksa Biru Energi Tbk. berdasarkan Surat Keputusan Direksi
PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 perihal Perubahan Peraturan
Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Rencana penyelenggaraan telah disampaikan melalui
IDXnet pada hari Kamis, 9 Juli 2026, dan materi Public Expose telah disampaikan melalui IDXnet serta situs web
Perseroan pada hari Rabu, 15 Juli 2026.
Acara dipandu oleh Ibu Chandra Devikemalawaty selaku Direktur dan Corporate Secretary Perseroan.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Bobby Gafur Umar selaku Direktur Utama
Perseroan, yang menyampaikan perkembangan, pencapaian, serta arah strategi bisnis Perseroan ke depan.

AGENDA PUBLIC EXPOSE
  1. Kondisi Dunia
  2. Penjelasan Tentang Perseroan
  3. Prospek PSEL / Waste-to-Energy di Indonesia
  4. Tender PSEL Danantara Batch 2
  5. Proyek Eksisting (PSEL Tangerang Selatan dan PSEL Jakarta Barat)
  6. Laporan Kinerja Keuangan Tahun 2025
Page 2
RINGKASAN MENGENAI PUBLIC EXPOSE
A. KONDISI DUNIA DAN VISI PERSEROAN

Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menjadi persoalan global yang mendesak, dipicu antara lain oleh
emisi karbon, deforestasi, dan pencemaran sampah. Populasi dunia tumbuh dari 3,89 miliar jiwa (1974) menjadi
8,2 miliar jiwa (2025), disertai urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan timbulan sampah
perkotaan.
Di Indonesia, sebagian besar sampah masih berakhir di TPA tanpa diolah. Dua kejadian menegaskan urgensinya:
kebakaran TPA Jatiwaringin (Juni 2026) dan status TPA Bantar Gebang sebagai kontributor gas metana terbesar
kedua di dunia (UCLA Law, 2025). Kondisi ini menuntut solusi pengolahan sampah modern.
Dunia telah membangun komitmen iklim bersama, dari Kyoto Protocol, Paris Agreement, hingga COP31 (2026,
Antalya). Kebutuhan pendanaan Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 diperkirakan USD 472,6 miliar (SNDC,
Oktober 2025). Amerika Serikat resmi keluar dari Paris Agreement pada 27 Januari 2026. Setiap pergerakan
agenda iklim umumnya diikuti pergerakan pendanaan, tercermin dari pertumbuhan green bonds yang
eksponensial. Direktur utama Perseroan berpartisipasi dalam London Climate Action Week (22-26 Juni 2026),
termasuk penandatanganan komitmen RE100 atas nama KADIN, agenda ini menunjukkan bahwa isu iklim
menjadi bisnis masa depan.



B. PENJELASAN TENTANG PERSEROAN

Perseroan merupakan kelompok usaha teknologi lingkungan (Environmental Technology Group of Companies)
dengan empat pilar bisnis utama, yaitu:
  – Renewable Energy — Waste-to-Energy (PSEL Lampung Raya, PSEL Jakarta Barat, dan PSEL Tangerang
    Selatan) serta Bioenergy;
  – Waste Solutions — Integrated Waste Ecosystem Platform serta Recycling & Waste Services;
  – Green City Solutions — Smart Waste Transportation System dan Smart Mobility Infrastructure;
  – Strategic Investments — Green Industry dan Energy Storage System.
Fokus nilai (value) Perseroan sebesar 70–75% berada pada lini renewable energy, khususnya waste-to-energy
dan bioenergy.
Melalui anak Perusahaan PT Telesys Indonesia, Perseroan membagi lini usaha di sektor Engineering,
Procurement, Construction (EPC) untuk konstruksi sipil dan bangunan, fasilitas pengolahan limbah, serta
infrastruktur perkotaan hijau. Entitas ini bersertifikat ISO 14001:2015 dan ISO 9001:2015. PT Telesys Indonesia
juga berpengalaman antara lain pada Pengadaan Peralatan TPST I KIPP IKN, dan proyek infrastruktur lainnya dan
diharapkan menjadi kedepannya menjadi penggerak pendapatan selama masa konstruksi PSEL sekaligus
mendukung pemenuhan TKDN.



C. PROSPEK PSEL / WASTE-TO-ENERGY DI INDONESIA

Indonesia menghadapi darurat sampah: 336 kota/kabupaten berstatus darurat dan produksi sampah nasional
sekitar 35 juta ton per tahun (Danantara, 2025), sekitar 67,8% di antaranya berakhir di TPA tanpa diolah.
Timbulan ini menghasilkan emisi metana setara sekitar 48 juta metrik ton CO2 (Statista, 2024), serta risiko
longsor, kebakaran TPA, dan pencemaran.
Page 3
Metode termal (insinerasi) merupakan cara paling efektif mereduksi volume sampah dan telah diterapkan luas
di Tiongkok, Jepang, Singapura, Inggris, dan Swedia.
Sebagai bentuk percepatan, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang
Program Percepatan Penanggulangan Sampah Nasional, dengan poin-poin penting sebagai berikut:
  – Mendorong pembangunan PSEL di 33 kota dan daerah;
  – Total investasi proyek PSEL diperkirakan mencapai IDR 91 triliun atau sekitar USD 6,3 miliar;
  – Tarif listrik ditetapkan sebesar USD 0,20 per kWh;
  – Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) berlaku selama 30 tahun;
  – Danantara Indonesia berinvestasi pada proyek yang layak secara komersial dengan pengelolaan risiko;
    serta
  – Percepatan perizinan.
Pemerintah daerah wajib menyediakan lahan sesuai tata ruang, menjamin pasokan sampah minimal 1.000 ton
per hari selama masa operasional, dan mengalokasikan anggaran APBD untuk pengangkutan sampah ke lokasi
PSEL. PLN bertanggung jawab atas interkoneksi ke sistem kelistrikan.
Struktur pendapatan investor PSEL saat ini juga mengalami perubahan. Pada Perpres 35/2018, pendapatan
berasal dari penjualan listrik ke PLN (0,1335 USD/kWh) dan tipping fee (BLPS) dari pemda. Pada Perpres
109/2025, pendapatan bersumber tunggal dari penjualan listrik ke PLN (0,20 USD/kWh) dengan kehadiran
Danantara sebagai investor, sehingga kepastian pendapatan dan kelayakan pembiayaan meningkat.



D. TENDER PSEL DANANTARA BATCH 2 — PROYEK BARU PSEL LAMPUNG RAYA

Dalam tender PSEL Danantara Batch 2 (8 kota), Perseroan bersama konsorsium memenangkan PSEL Lampung
Raya (peringkat ke-3). Rincian proyek:
  – Nama Proyek: PSEL Lampung Raya;
  – Legalitas: Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025;
  – Jumlah pasokan sampah: 1.167 ton per hari (Kota Bandar Lampung 770 ton/hari, Kabupaten Lampung
    Selatan 310 ton/hari, dan Kabupaten Lampung Timur 87 ton/hari);
  – Struktur pendapatan: penjualan listrik ke PLN sebesar 20 sen/kWh dengan PPA selama 30 tahun;
  – Listrik yang dihasilkan: sekitar 20–25 MW (net);
  – Target beroperasi: Oktober 2028;
  – Mitra teknologi: SUS Environment (Tiongkok).
Kepemilikan saham BUPP PSEL direncanakan 51% Denera (entitas Danantara) dan 49% Konsorsium Bumi Biru
Indonesia.

E. PROYEK EKSISTING

1. PSEL Tangerang Selatan
Dilaksanakan oleh PT Indoplas Tianying Energy (PT Indoplas Energi Hijau 76% dan China Tianying Inc. 24%).
Rincian utama:
  – Kapasitas pengolahan sampah: 1.100 ton per hari (1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama di
    TPA Cipeucang, Tangerang Selatan);
  – Output listrik: kapasitas terpasang 25 MW; gross output 23,14 MW; kapasitas bersih (net) 19,62 MW;
  – Luas lahan: 5,53 Ha;
Page 4
  – Teknologi: Tiongkok;
  – Pembiayaan: project financing dari konsorsium bank luar negeri (offshore banks);
  – Mitra: China Tianying Inc.
Lokasi berada di sebelah TPA Cipeucang, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan,
Banten - ideal karena kebutuhan air dapat dipenuhi dari Sungai Cisadane dan tersedia gardu induk PLN di dekat
lokasi. Ditetapkan sebagai pemenang pada April 2025 dan kini dalam proses peralihan ke skema Perpres
109/2025.
2. PSEL Jakarta Barat
Proyek dilaksanakan oleh JAKPRO bersama Konsorsium WIKA–Indoplas. Rincian utama proyek:
  – Kapasitas pengolahan sampah: 2.000 ton per hari;
  – Output listrik: kapasitas terpasang 43 MW; gross output 41,30 MW; kapasitas bersih (net) 35,52 MW;
  – Luas lahan: 8 Ha;
  – Teknologi: Jerman (INTEC Engineering GmbH);
  – Pembiayaan: project financing dari konsorsium bank Eropa.
PSEL Jakarta Barat adalah proyek pertama Perseroan (dimenangkan 2020), kini dalam proses penetapan lokasi
dan finalisasi skema, dengan rencana pemaketan teknologi Jerman berdukungan pembiayaan Eropa serta
kolaborasi pelaksanaan EPC.



F. LAPORAN KINERJA KEUANGAN TAHUN 2025

Kinerja keuangan konsolidasian untuk periode berakhir 31 Desember 2025:
  – Pendapatankonsolidasian Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp32,58 miliar, turun 51%
    dibandingkan Rp66,78 miliar pada tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya
    kontribusi pendapatan dari segmen jasa konstruksi melalui entitas anak PT Telesys Indonesia. Di sisi lain,
    pendapatan dari penjualan woodchip melalui entitas anak PT Mentari Biru Energi menunjukkan
    pertumbuhan sebesar 8,16% menjadi Rp8,86 miliar pada tahun 2025, dibandingkan Rp8,19 miliar pada
    tahun sebelumnya;;
  – Total aset turun 16% YoY menjadi Rp621,5 miliar;
  – Total liabilitas turun 52% YoY menjadi Rp63,5 miliar, mencerminkan penyelesaian kewajiban jangka
    pendek maupun jangka panjang;
  – Ekuitas relatif terjaga (turun 7% YoY) di Rp558,06 miliar, menunjukkan struktur permodalan yang tetap
    solid dengan rasio leverage yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya;
  – Rugi bersih menunjukkan perbaikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjelasan kinerja keuangan lebih rinci akan disampaikan pada RUPS yang dijadwalkan Rabu, 22 Juli 2026.

G. PROSPEK WASTE-TO-ENERGY KE DEPAN

Sebagai gambaran prospek, fasilitas waste-to-energy (WtE) di Tiongkok tumbuh dari 122 (2012) menjadi 428
(2019) dan 1.137 fasilitas (2025), dengan kapasitas gabungan sekitar 1,18 juta ton/hari. Dengan rasio setara,
Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 240 fasilitas WtE, sehingga 33 proyek dalam Perpres 109/2025
dipandang sebagai tahap awal. Pertumbuhan pembangunan diperkirakan signifikan dalam 10 tahun ke depan.
Page 5
H. SESI TANYA JAWAB

Berikut ringkasan pertanyaan peserta beserta tanggapan Perseroan (nama dan afiliasi penanya dicatat
sebagaimana disampaikan pada saat acara):
1) Pertanyaan Saudara Dangan Supriyanto — Media Online (metropolitanpost.id)
    Bagaimana strategi mengelola laporan keuangan yang masih negatif seiring perolehan proyek PSEL besar?
    Bagaimana alokasi pendanaannya (perbankan atau Danantara), serta pengaturan nilai investasi dan belanja
    modal 2026?
    Tanggapan Perseroan:
    Pengembangan PSEL dibiayai melalui project financing (non-recourse), sehingga pendanaan, pinjaman, dan
    risiko utama berada di tingkat proyek dan tidak membebani permodalan induk. Pada Batch 2 pembiayaan
    dipimpin Danantara. Nilai investasi dan belanja modal (termasuk Tangerang Selatan) baru ditetapkan
    setelah studi kelayakan (FS) bersama Danantara selesai.
2) Pertanyaan Saudara Hasan — Media Online (Kompas Indo)
    Kapan konstruksi PSEL Lampung dimulai dan bagaimana kontribusinya ke pendapatan? Bagaimana strategi
    pembiayaan ekspansi tanpa membebani kinerja keuangan? Apakah ada target proyek atau akuisisi baru?
    Tanggapan Perseroan:
    Penetapan pemenang PSEL Lampung diterima pada hari acara, dengan target groundbreaking akhir kuartal
    ketiga 2026 dan Commercial Operation Date (COD) seluruh proyek akhir 2028 sesuai rencana Danantara.
    Ekspansi dibiayai lewat project financing sehingga tidak membebani neraca. Angka spesifik menunggu
    finalisasi FS dan pengumuman resmi Danantara.
3) Pertanyaan Ibu Helen — Komunitas Pasar Modal (Salsacuan)
    Apakah terdapat rencana corporate action dari Perseroan?
    Tanggapan Perseroan:
    Terdapat rencana corporate action, namun belum dapat diumumkan kali ini karena aspek kerahasiaan.
    Perseroan berencana menggelar investor gathering atau forum lanjutan seiring perkembangan proyek.
4) Pertanyaan Saudara William — RHB Sekuritas
    Berapa target pendapatan O&M dan gross margin untuk PSEL Lampung, serta bagaimana komposisi
    kepemilikan Perseroan dan mitra dalam proyek tersebut?
    Tanggapan Perseroan:
    Gambaran indikatif (bukan final, bergantung FS): investasi per proyek kapasitas 1.000 ton sekitar Rp2-3
    triliun; pendapatan tahunan sekitar USD 30-35 juta (setara Rp600 miliar/tahun); EBITDA margin di atas 70%
    karena bahan baku (sampah) diterima tanpa biaya; payback period di bawah 7 tahun. Struktur kepemilikan
    mengikuti skema Batch 2 (Denera 51%, Konsorsium Bumi Biru Indonesia 49%).
5) Pertanyaan Saudara Ben — Investor (Pribadi)
    Dengan tarif USD 0,20 per kWh, apakah seluruh listrik dapat terserap mengingat WtE relatif lebih mahal
    dari pembangkit batu bara? Apakah ada subsidi pemerintah?
    Tanggapan Perseroan:
    Tarif USD 0,20 per kWh mengacu pada Perpres 109/2025 untuk penjualan listrik PSEL. Penyerapan dan
    mekanisme harga diatur dalam PPA dengan PLN; sebagai off-taker, PLN berkomitmen menyerap listrik
    sepanjang masa PPA 30 tahun.
Page 6
6) Pertanyaan Saudara Hakan — Tuntun Sekuritas & Aset Manajemen
     Selain listrik, komponen apa yang dapat dimonetisasi dari PSEL dan berapa porsinya? Mengapa tarif
     ditetapkan tetap (0,20 USD/kWh) tanpa faktor pengali lokasi?
     Tanggapan Perseroan:
     Mayoritas pendapatan (sekitar 95%) berasal dari penjualan listrik ke PLN. Pendapatan tambahan (sekitar
     10%) berpotensi dari carbon credit (bergantung kesepakatan Danantara) dan penjualan FABA (fly ash dan
     bottom ash) sebagai bahan campuran konstruksi. Pengangkutan sampah dari TPA ke pabrik ditanggung
     pemda. Tarif 0,20 USD/kWh berlaku tetap untuk seluruh lokasi sesuai Perpres 109/2025.
7) Pertanyaan Saudara Faris (Pribadi) dan Saudara Daniel — Analis (Daring)
     Teknologi apa yang dipakai dan berapa porsi impor terhadap investasi? Bagaimana komposisi pendanaan?
     Apakah izin lingkungan dan kerja sama PSEL Tangerang Selatan dan Jakarta Barat sudah final? Bagaimana
     memastikan klaim net zero sesuai ESG?
     Tanggapan Perseroan:
     Teknologi mengacu pada standar global (Euro Directive 2017) generasi terkini dari mitra Tiongkok. Perpres
     109/2025 mempercepat perizinan - PPA 10 hari kerja dan AMDAL 14 hari kerja - karena proyek berstatus
     Proyek Strategis Nasional (PSN). Pendanaan memakai skema project financing.
8) Pertanyaan Saudara Abdul — Pribadi (Daring)
     Melihat besarnya peluang bisnis hijau dan energi terbarukan, apakah terdapat rencana perluasan sektor
     bisnis Perseroan pada tahun-tahun mendatang?
     Tanggapan Perseroan:
     Saat ini Perseroan berfokus pada waste management/waste-to-energy dengan teknologi moving grate
     incinerator, serta mengoperasikan pabrik biomassa di Bangka sebagai co-firing PLTU. Ke depan, Perseroan
     mengembangkan daur ulang, TPST, smart waste transportation system, dan infrastruktur smart city ramah
     lingkungan.
Acara Public Expose Tahunan PT Maharaksa Biru Energi Tbk. tahun 2026 ditutup dengan ucapan terima kasih
atas kehadiran dan partisipasi seluruh peserta. Pertanyaan yang belum terjawab dapat disampaikan melalui surel
resmi Perseroan di info@maharaksabiru.com.

I. DOKUMENTASI DAN DAFTAR ABSENSI PUBLIC EXPOSE

Daftar hadir peserta serta dokumentasi pelaksanaan Public Expose Tahunan tahun 2026 terlampir sebagai
berikut, mencakup daftar hadir peserta luring (tatap muka) dan daring (Zoom) sesuai catatan registrasi pada hari
pelaksanaan, serta dokumentasi acara.

Rekapitulasi Kehadiran

Berdasarkan catatan registrasi pada hari pelaksanaan, total kehadiran peserta Public Expose Tahunan tahun
2026 tercatat sebanyak 115 (seratus lima belas) peserta, dengan rincian sebagai berikut:
   Kategori Kehadiran                                                                    Jumlah
   Peserta luring (tatap muka)                                                         97 peserta
   Peserta daring (online, Zoom)                                                      18 partisipan
   Total kehadiran                                                                     115 peserta
Page 7
A. Daftar Hadir Peserta Luring (Fisik)

Terlampir jumlah daftar hadir peserta luring (tatap muka) berdasarkan ceklist kehadiran ().
Page 8

          
Page 9

          
Page 10
B. Daftar Hadir Peserta Daring (Online)

Peserta yang mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom tercatat sebanyak 18 (delapan belas)
partisipan sebagaimana terpantau pada panel peserta, yang terdiri atas 13 (tiga belas) peserta individu di luar
akun panitia/Perseroan, akun internal, serta tampilan layar ruang acara. Sebanyak 8 (delapan) peserta di
antaranya melakukan pendaftaran melalui formulir registrasi daring sebagaimana daftar terlampir berikut.




                      Formulir registrasi peserta daring (Zoom) — Public Expose 2026 OASA, Senin, 20 Juli 2026.


C. Dokumentasi Pelaksanaan

1. Suasana pelaksanaan acara secara luring (tatap muka):




 Suasana pelaksanaan Public Expose 2026 OASA secara luring (tatap muka) — peserta dan panel Direksi Perseroan, Senin, 20 Juli 2026.


2. Sesi pemaparan materi oleh Direksi Perseroan secara luring (tatap muka):
Page 11
                Panel Direksi PT Maharaksa Biru Energi Tbk. pada Public Expose 2026 OASA — Senin, 20 Juli 2026.


3. Partisipasi peserta secara daring melalui aplikasi Zoom:




                              Tangkapan layar peserta daring pada aplikasi Zoom (18 partisipan).

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.91 MB
Published22 Jul 2026
Pages11
Characters18,402
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MAHARAKSA BIRU ENERGI Tbk. p.1 ×14
linked person John Pieter Nazar · Komisaris Independen p.1
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible person Hasan p.5
possible person Helen p.5
possible person William p.5
unresolved person Dr. Ir. Hariyadi BS Sukamdani p.1 ×2
unresolved person Ir. Tri Widjajanto Joedosastro p.1
unresolved person Soraya Inderasari p.1
unresolved person Ir. Noor Romawibowo p.1
unresolved person Chandra Devikemalawaty · Direktur p.1
unresolved person Bobby Gafur Umar · Direktur Utama p.1
unresolved org PT Telesys Indonesia p.2 ×2
unresolved org PT Indoplas Tianying Energy p.3
unresolved org PT Indoplas Energi Hijau p.3
unresolved org China Tianying Inc. p.3 ×2
unresolved org INTEC Engineering GmbH p.4
unresolved org PT Telesys Indonesia. Di p.4
unresolved org PT Mentari Biru Energi p.4
unresolved person Dangan Supriyanto p.5
unresolved person Ben p.5
unresolved person Hakan p.6
unresolved person Faris p.6
unresolved person Daniel p.6
unresolved person Abdul p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result