Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
RISALAH HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK 2025
PT JABABEKA TBK
Public Expose atau Paparan Publik PT Jababeka Tbk (“Perseroan”) diselenggarakan sebagai berikut:
Hari/ Tanggal : Kamis, 7 Agustus 2025
Tempat : President Lounge, Menara Batavia Lantai Dasar
Jl. KH Mas Mansyur kav. 126 Jakarta Pusat
Pukul : 10.30 – 12.00
Paparan Publik PT Jababeka Tbk dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi Perseroan, yaitu Setyono Djuandi Darmono
dan Budianto Liman masing-masing selaku Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Perseroan, dan Tjahjadi
Rahardja dan Hyanto Wihadhi keduanya selaku Direktur serta Muljadi Suganda selaku GM Corporate Secretary
dan Tim Beekelaar selaku Head of Investor Relation serta Perina Amelia dari Corporate Finance.
Materi Paparan Publik disampaikan secara online oleh Muljadi Suganda yang kemudian diikuti dengan sesi
tanya jawab (Ikhtisar Tanya Jawab terlampir).
Paparan meliputi:
• Company profile Perseroan
• Kinerja keuangan 2024 dan semester pertama 2025
• Kinerja Usaha dan Outlook
• Sesi Tanya jawab
Page 2
PT JABABEKA TBK
IKHTISAR TANYA JAWAB - PAPARAN PUBLIK
President Lounge, Menara Batavia Lantai Dasar
Jl. KH Mas Mansyur kav. 126
7 Agustus 2025
1. Nitya (Kontan)
Pertanyaan:
1. Terkait sentimen global dan domestik yang mungkin memengaruhi kinerja KIJA pada semester II.
Bagaimana KIJA melihat potensi dari penurunan tarif bea masuk AS dari 32% menjadi 19% untuk
produk Indonesia?
2. Berdasarkan data BPS, PDB Indonesia pada kuartal II tumbuh menjadi 5,2% didorong oleh
kenaikan PMTB sekitar 6%. Bagaimana KIJA memanfaatkan momentum iklim investasi yang baik
ini?
3. Apakah tren ini akan berlanjut hingga akhir 2025?
4. Apakah ada rencana penambahan land bank di tahun ini, dan apakah proyek Kendal akan menjadi
unggulan di 2025?
Tanggapan:
Penurunan tarif bea masuk AS terhadap produk Indonesia jelas menjadi peluang positif, terutama bagi
tenant di kawasan industri kami yang memproduksi barang ekspor. Hal ini dapat meningkatkan daya saing
mereka dan secara tidak langsung mendorong penyerapan lahan di kawasan kami.
Kenaikan PMTB yang tercatat BPS menunjukkan meningkatnya minat investasi di Indonesia. Bagi KIJA, ini
adalah sinyal bahwa pasar properti industri memiliki prospek cerah. Kami menindaklanjuti dengan strategi
pemasaran yang lebih agresif, penawaran lahan siap bangun (ready to build), menambah layanan
pendukung seperti utilitas, logistik, dan fasilitas pendukung investasi serta fasilitas perizinan terpadu bagi
calon tenant.
Kami optimistis tren ini akan berlanjut hingga akhir tahun, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang pro-
investasi. Untuk mendukung pertumbuhan dan kesinambungan, kami juga merencanakan penambahan
land bank di lokasi strategis, termasuk percepatan pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai
proyek unggulan 2025.
2. Nitya (Kontan)
Pertanyaan lanjutan:
Terkait proyek Kendal, berapa luas lahan yang sudah terjual dari total yang tersedia? Siapa saja investor
yang masuk, dari negara mana saja, dan berapa kontribusi proyek ini terhadap pendapatan KIJA?
Untuk semester I, berapa kontribusi Kawasan Kendal terhadap pemasaran, baik dari sisi luas lahan
maupun nilai penjualan?
Page 3
Tanggapan: Kawasan Industri Kendal (fase pertama) memiliki luas total 860 hektar. Per 30 Juni 2025, sekitar 352 hektar tercatat sebagai land bank secara akuntansi. Sebagai gambaran, berdasarkan akuntansi, perkiraan lahan terjual dapat dihitung dari selisih total lahan fase pertama dikurangi sisa land bank dan non-saleable area. Sedangkan secara pemasaran (marketing), luas terjual sebenarnya lebih besar dibanding angka akuntansi, namun data final masih perlu diverifikasi bersama tim operasional. Saat ini terdapat sekitar 129 investor dari berbagai negara, mayoritas dari China, disusul Taiwan, Korea, Hong Kong, Malaysia dan India bahkan Jerman serta Perancis. Sektor industrinya juga beragam, mulai dari pabrik baterai katoda dan anoda untuk kendaraan listrik, industri tekstil, produsen mainan terbesar dari Hong Kong, hingga pabrik ban dari China. Nama-nama perusahaan yang sudah beroperasi antara lain: PT Eclat Textile International, PT Lianfa Textile Indonesia, PT Polygroup Manufaktur Indonesia, PT. Borine Technology Indonesia, PT Indonesia BTR New Energy Material, PT LBM Energi Baru Indonesia dan lain- lain. Kontribusi marketing sales Kendal terhadap total pendapatan Perseroan terus meningkat. Selain penjualan lahan, recurring income dari utilitas dan jasa kawasan juga mulai memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Pada semester I 2025, Kawasan Industri Kendal mencatat penjualan sekitar 80 hektar dengan nilai Rp1,388 triliun. Angka ini berkontribusi signifikan terhadap total marketing sales secara keseluruhan Perseroan sebesar Rp 1,927 triliun dengan luas lahan sekitar 88 ha. Ke depan, selain menargetkan kontribusi melalui penawaran lahan di Kendal di fase berikutnya namun juga peningkatan fasilitas pendukung. 3. Arys (Redd Intelligence) Bagaimana realisasi marketing sales semester I dan target akhir tahun? Berapa alokasi belanja modal (capex) tahun ini dan realisasi hingga saat ini? Tanggapan: Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa target marketing sales 2025 adalah Rp3,5 triliun, naik 10% dari tahun sebelumnya. Hingga akhir semester I, realisasi sudah mencapai 55% dari target. Belanja modal (capex) tahun ini dialokasikan sebesar Rp300 miliar untuk pemeliharaan (maintenance) dan Rp350 miliar untuk akuisisi lahan. Per semester I, realisasi maintenance mencapai Rp85 miliar, sedangkan akuisisi lahan Rp160 miliar. Kami optimistis seluruh alokasi akan terserap sesuai rencana, sejalan dengan progres proyek-proyek strategis kami. 4. Steven Solomon (First Asia Capital) Dibandingkan pemain baru seperti Surya Cipta yang mengusung konsep smart city, bagaimana strategi KIJA? Apakah ada rencana transformasi usaha? Harga saham SSIA meningkat tajam, bagaimana dengan KIJA? Selain itu, bagaimana perkembangan proyek resort seperti Tanjung Lesung yang penjualannya masih kecil? Bagaimana dampak rencana pembangunan jalan tol terhadap nilai tanah dan penjualan?
Page 4
Tanggapan:
KIJA memiliki keunggulan model bisnis yang berbeda dibanding pemain lain. Selain mengandalkan
penjualan lahan, kami memiliki pilar pendapatan berulang (recurring revenue) yang kuat melalui bisnis
infrastruktur, seperti:
• PT Bekasi Power (BP) yang menjual listrik ke PLN dan tenant di kawasan KIJA
• PT United Power di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang permintaan listriknya tumbuh signifikan.
• Cikarang Dry Port yang melayani kebutuhan kegiatan ekspor impor dan logistic.
• PT Jababeka Infrastruktur yang menyediakan air bersih, pengolahan limbah dan estate
management kawasan.
Fokus kami adalah terus mengembangkan utilitas dan infrastruktur kawasan—termasuk listrik, logistik
(Cikarang Dry Port), dan jasa/utilitas kawasan—untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Transformasi usaha diarahkan antara lain untuk:
• Memperbesar porsi recurring income.
• Menjalin kerja sama strategis dengan investor domestik maupun asing untuk mempercepat
pembangunan kawasan dan meningkatkan daya saing.
Dengan pertumbuhan pilar infrastruktur yang konsisten, kami menargetkan dapat mendistribusikan
dividen secara rutin dan meningkat di masa depan. Hal ini diharapkan menjadi katalis positif bagi kinerja
saham KIJA ke depannya.
Penjualan di Tanjung Lesung saat ini memang relatif kecil karena keterbatasan akses, terutama
penyelesaian jalan tol Serang - Panimbang. Untuk itu, kami berharap dan mendukung percepatan
pembangunan jalan tol yang akan menjadi katalis utama peningkatan nilai tanah dan aktivitas ekonomi
kawasan.
Selain sektor pariwisata, kami mempertimbangkan diversifikasi ke manufaktur, perikanan, dan agribisnis
untuk memperluas basis ekonomi lokal jika ada potensi pengembangan ke arah tersebut. Kawasan ini
memiliki permintaan riil yang tinggi dan potensi pengembangan jangka panjang.
Dengan kombinasi pilar land development dan infrastruktur, diversifikasi portofolio, serta keberhasilan
pengembangan KIK, KIJA optimis dapat menjaga posisi kompetitif, menarik investasi asing, dan
menciptakan pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika pasar sehingga bisa memenuhi harapan
pemegang saham.
5. Tito (Octus)
Terkait obligasi global yang memiliki step-up coupon, apakah ada rencana refinancing untuk mengurangi
biaya bunga?
Selain itu, dengan adanya persetujuan RUPS untuk peningkatan modal dasar, apa rencana strategisnya?
Tanggapan:
Kami proaktif memantau pasar global untuk mencari momentum refinancing yang tepat sebelum jatuh
tempo 2027, sehingga dapat menurunkan beban bunga dari skema step-up coupon yang saat ini berlaku.
Kondisi pasar yang diharapkan membaik, seperti potensi penurunan suku bunga The Fed, akan menjadi
momen yang kami manfaatkan.
Page 5
Peningkatan modal dasar memberikan fleksibilitas bagi Perseroan agar jumlah modal dasar telah memadai/mencukupi jika Perseroan berencana melakukan penerbitan saham baru baik melalui HMETD maupun non-HMETD di masa mendatang, termasuk jika ada investor strategis yang ingin masuk. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat permodalan, mendukung ekspansi, dan menjaga profil keuangan perusahaan tetap sehat.
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
JABABEKA TBK
p.1 ×8
unresolved
person
KH Mas Mansyur
p.1 ×2
unresolved
org
PT Eclat Textile International
p.3
unresolved
org
PT Lianfa Textile Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Polygroup Manufaktur Indonesia
p.3
unresolved
org
PT. Borine Technology Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Indonesia BTR New Energy Material
p.3
unresolved
org
PT LBM Energi Baru Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Bekasi Power
p.4
unresolved
org
PT United Power
p.4
unresolved
org
PT Jababeka Infrastruktur
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.