Skip to content
Back to announcement

Checklist pengungkapan lap keu ISM Jun 25.pdf

Financial statement Text extracted INDF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.931
Page 1 of 49

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).

2. Tanda (V) diisi pada kolom “Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda vV) diisi pada kolom "Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'.

5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Bidang Usaha Manufaktur
Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi
Juni 2025 Tahun 2024
(Unaudited) (Audited)
Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwantono,
Sungkoro & Surja
Nama Partner N/A Sinarta
Opini Akuntan N/A Wajar tanpa
Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A NJA

“ disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.

Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII,G.11 Tentang “Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”

Page 2 OCR 0.897
Page 2 of 49

Data Keuangan Penting (dalam jutaan rupiah)
30 Jun 2025 | 30 Jun 2024
Periode laporan keuangan (Unaudited) (Unaudited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 59.843.246. 57.296.309
Laba (rugi) bruto 19.828.530 | 19.806.183 |
Laba (rugi) usaha/operasional 11.692.147. 11.751.028.
EBITDA 13.542.121 13.677.186
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 8.100.615 5.842.379
Laba (rugi) komprehensif 7.585.914 6.137.304
Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 665, 439,
Laba Per saham (dilusian) NJA N/A
30 Jun 2025 | 31 Des 2024
Laporan Posisi keuangan (Unaudited) (Audited)
Jumlah Aset 209.245.317. 201.713.313
Jumlah Aset Lancar 86.469.491 79.765.476
Jumlah Aset Tidak Lancar 122.775.826.| 121.947.837
Jumlah Liabilitas 96.559.760 92.722.030
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.891.459. 37.094.061
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 57.668.301. 55.627.969
Jumlah Ekuitas 112.685.557: 108.991.283.
Modal Disetor 878.043. 878.043
Saldo Laba 56.772.270, 53.396.455
Rasio Keuangan”
Rasio Lancar (x) 2,2X 21x
ROA 7, 5Y0 6,7Y0
ROE 14,240 12,5Y6
Ebitda thd pendapatan 22,6Ya 23,4Ya

"dapat disesuaikan berdasarkan industrinya

Catatan:

1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-maslng pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik Industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G,17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Laporan Keuangan Terdiri dari:

1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode vV
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode v
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode v
4 Laporan arus kas selama periode v
5 Laporan posisl keuangan pada awal periode komparatif v

yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

6 Catatan atas Laporan Keuangan v

Page 3 OCR 0.925
Page 30149

No

Keterangan:

:|.Keterangan

Ketentuan Umum

Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan

sebagai berikut:

a. gambaran Umum Perusahaan,

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan:

C. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos: dan

d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:

1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan, dan

2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi Informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.

Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:

Pendirian perusahaan

Riwayat ringkas perusahaan,

Catatan 1

Nornor dan tanggal akta pendirlan serta perubahan terakhir, pengesahan darl
instansi yang berwenang, dan nornor serta tanggal Berita Negara:

Catatan 1

3)

Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada perlode pelaporan:

Catatan 1

4

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha,

Catatan 1

5)

Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan
pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya,
dan

ba Ie MN MN Tas

Catatan 1

6)

Nama entitas induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

7

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8)

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut.

9)

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syarlah (jlka ada).

11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :

Page 4 OCR 0.903
Page 4of 49

a) Area Eksplarasi, meliputi:

# Nama lokasi,

» Nama pemilik Izin lokasi,

» Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya:

» Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi: dan

« Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan,

Area Eksploitasi/Pengembangan metiputi:

# Nama lokasi:

» Nama pemilik ijin lokasi,

« Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tangga! jatuh temponya,

» Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin
lokasi,

« Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi:

« Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan

« Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggai laporan posisi
keuangan.

b:

12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara laln:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan,
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum diketola selama masa sisa
manfaat HPH, dan
Cc) Sisa umur HPH.
b, Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggai dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran vV Catatan 1
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia,
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan: vV Catatan 1
3) Bursa tempat Efek dicatatkan: dan v Catatan 1
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan vV Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan perlode
pelaporan terakhir.
Cc Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan
(EBK) tidak memiliki
Yang harus diungkapkan antara lain: EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1
maupun tidak langsung,
2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1
3) | Jenis usaha, v Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1
5) | persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1
6) | Total Aset, dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas Induk v Catatan 1

tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak,
lebih dari 5099 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah,

b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5096 (Iima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
Investee tidak diikuti dengan pengendalian,

Cc) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apablla laporan
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda,

d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak
untuk mentransfer dana ke entitas Induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka:

e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian

kepemilikan entitas Induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemlilk

Page 5 OCR 0.938
Page 5 of 49

entitas induk: dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian:

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima,

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan

(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara Jain:
1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, Catatan 1
dan komite audit:
2) | Cakupan manajemen kunci: dan Catatan 1
3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata Catatan 1
jumlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi
Untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasl untuk terbit, dan Catatan 1
2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. Catatan 1
2, Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK Catatan 2
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesual dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) | Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis Catatan 2
(historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku.
2) | Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk Catatan 2
laporan arus kas.
3) | Mata uang fungslonal dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
3) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, Catatan 2
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan
C) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada),
4) | Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).
« Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen
1) | Perusahaan harus mengungkapkan datam ikhtisar kebijakan akuntansi Catatan 3
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:
2) | Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat Catatan 3
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya: dan
3) | Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), Catatan 3

catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.

Page 6 OCR 0.906
Page 6 of 49

d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu meliputi, tetapl tidak terbatas pada hal-hal sebagai
berikut:
1) | Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang ilngkup Laporan Keuangan Konsoildasian, yang meliputi pos- v Catatan 2
pos entitas induk dan entitas anak,
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan v Catatan 2
keuangan entitas induk,
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | v Catatan 2
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas | ./ Catatan 2
entitasanak,
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2
kepentingan nonpengendali: dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi materlaf antar entitas yang v Catatan 2
dikonsolidasi telah dleliminasi.
2) | Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2
yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali:
b) pengakuan awal untuk goodwill: v Catatan 2
Cc) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill, dan v Catatan 2
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada di Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon: v Catatan 2
(2) akuisisi secara bertahap, dan v Catatan 2
(3) imbalan kontinjensi.
3) | Kas dan setara kas, vV Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen
kas dan setara kas,
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk V Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi:
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori,
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan, v Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nlial Wajar Instrumen v Catatan 2
keuangan,
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2
penurunan nilai dari aset keuangan,
v Catatan 2

(6) ketentuan penghentian pengakuan Instrumen keuangan,

(7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung allai,
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenai:

(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai:
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nllai
atas Instrumen keuangan derivatif, dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilal untuk tujuan akuntansi
lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk

Yang harus dijelaskan antara lain:

()klasifikasi dan reklasifikasi Investasi pada Sukuk:

(2)pengakuan awal Sukuk,

(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:

(4)Penyajian pendapatan sukuk, dan

(5)penyajian amortisasi biaya transaksi.

Page 7 OCR 0.920
Page 7 of49

Cc) Sukuk yang diterbitkan v
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)pengakuan awal Sukuk,
(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3)biaya transaksi penerbitan Sukuk,
(4)posisi penyajian Sukuk: dan
(5)akad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara tain dasar penyajian Glro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajlan Penempatan pada
Bank Indonesia dan Bank Lain,
6) | Piutang Reverse Repo v
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) | Khusus Industri Perbankan v
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
@) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki,
b) Pengakuan nilai pada Investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah:dan
C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) | Khusus Industri Perbankan v
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-rnasing jenis kredit yang diberikan:
(2)Dasar penyajian atas kredit:
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
portofolio kredit,
(4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibell dari BPPN (jika ada),
dan
(S)Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)Dasar penilaian dan penyajian:
(2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang
diberikan dengan saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih: dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya,
10) | Anjak piutang v
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak plutang (dengan recourse atau tanpa recourse):
b) Penyajian transaksi anjak plutang,
C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
jumlah bersih piutang dialihkan: dan
@) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak plutang(ditaginkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa: Catatan 2

Page 8 OCR 0.917
Page 8 of 49

b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau v Catatan 2
sewa operasi: dan
C) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee v Catatan 2
dan/atau lessor.
12) | Persediaan : v Catatan 2
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara laln:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan:
(2) Dasar penilaian dan pengukuran: v Catatan 2
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke v Catatan 2
tanaman telah menghasilkan,
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan, vV Catatan 2
dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian,
(b) Metode amortisasi (deplesi), dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian, dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
c) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2
d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2
e) kapitalisasi biaya yang terkalt dengan Aset Tetap: v Catatan 2
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2
9g) penghentian pengakuan: v Catatan 2
h) nilai residu, dan v Catatan 2
) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi v Catatan 2
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
perlode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara laln metode yang digunakan untuk mencatat
Investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a)
b)

Kriteria dari bentuk kerjasama,
Kebijakan akuntansl untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul,
dan

Page 9 OCR 0.919
Page 9 of 49

C) Sistem pembagian hasil, jika ada.

17)

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal Aset Takberwujud:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud:

€) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya,

d) sumber terjadinya Aset Takberwujud,

&) metode amortisasi yang digunakany

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jlka ada).

KL.

KAL

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual, dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi,

C) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya,

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya:
dan

e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

Catatan 2

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat

ruto,

b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nllal ((mpalrment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

Cc) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan:

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan,
dan

&) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai, dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara fain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan: dan

b) Dasar penyajlan dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara tain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui: dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 2
Catatan 2

24)

Utang Repo

Page 10 OCR 0.915
Page 10 of 49

Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

25)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan blaya PLH:
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan,
Cc) Metode penyusutan prasarana PLH: dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan,
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.

26)

Khusus Industri Pertambangan Umum

Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang

masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan,

b) Biaya Eksptorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya
produksi,

Cc) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan
kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksl dan prasarana, dan

d) Metode amortisasl dan penyusutan yang dipergunakan dengan
penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara taln:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan blaya PLH,

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan

C) Metode penyusutan prasarana PLH.

27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang
ada, dan

(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.

Catatan 2

b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak.

Cc) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan,

(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif, dan

(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.

(2) Beban Klaim

Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

(a) Kelompok beban klaim datam bentuk: klaim yang disetujul,
klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan

(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

Page 11 OCR 0.922
Page 11 of 49

d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real
Estat,
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek,

(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nilai tercatat proyek,

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real
Estat,

(5) Biaya yang direvisi dan direatokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini: dan

(6) Unsur biaya yang diakui sebagal beban pada saat terjadinya.

28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalarn penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2
asing:
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2
Ilabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi, v Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan vV Catatan 2
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam taporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak Kini dan pajak v Catatan 2
tangguhanj
b) ketentuan mengenai saling hapus, v Catatan 2
C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan v Catatan 2
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (llabilitas) pajak v Catatan 2
tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara laln:
a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, v Catatan 2 & 20
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20
diselenggarakan oleh Perusahaan,
Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakul keuntungan dan v Catatan 2 & 20
kerugian aktuarial: dan
d) pengakuan keuntungan dani kerugian untuk curteilment dan v Catatan 2 & 20
penyelesaian.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi:

b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Llabilitas: dan

CG) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.

Page 12 OCR 0.920
Page 12 of 49

Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.

Yang harus dijelaskan antara laln dasar perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham dilusian

37) Biaya Pinjaman vV Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan blaya
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.

38) Segmen Operasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan olen manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.

39) Laba (Rugi) per saham v Catatan 2

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

1) | Kas dan Setara Kas

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pitiak ketiga:

b) rincian jumlah penempatan dl bank berdasarkan nama bank serta
jenis mata uang asing,

Cc) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode
pelaporan, dan

d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen.

«4

Catatan 4
Catatan 4

Catatan 4

2) | Khusus Industri Perbankan
a) Kas

Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang,

b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara laln:
(1)RIncian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilal dalam mata uang original): dan

(2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat perlode pelaporan.

C) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rinclan jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang,
(1)Jumlah penyisihan penurunan nilai:

(2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-
masing giro,

(3)Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nila),

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang,

(2)Rinclan penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(Impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired),

(3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok):

(4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan:

(5)Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga:

(6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(7)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya:

(8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuldasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari
otoritas yang berwenang: dan

(9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

3) | Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara laln:

Page 13 OCR 0.914
Page 13 of 49

a) jumlah plutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: | vV Catatan 6

b) jumlah piutang menurut debitur:

c) jumlah plutang menurut mata uang: v Catatan 6

d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai: v Catatan 6

8) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v Catatan 6
penurunan nilai secara individual dan kotektif, dan penghapusan
piutang,

f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau v Catatan 6
keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan,

9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan v Catatan 6, tidak ada
alasan dijaminkan, plutang yang

dijaminkan
h) jumlah diamortisasl dengan menggunakan metode suku bunga efektif:

dan

informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,
meliputi:

(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan
Ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan

(2) jaminan yang diberikan (bila ada).

4

Khusus Industri Asuransi

3)

b)

c)

d)

Piutang Premi

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradurj

(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas,

Piutang Koasuransi

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(4) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(2) Jumlah menurut jenis asuransi, dan

(3) Jumlah piutang Koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Reasuransi

Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:

(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur,

(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disallnghapuskan, dan

(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Hasil Investasi

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(1) Pemisahan antara piutang kepada plhak berelasi dan pihak ketiga
(2) Jumlah plutang menurut jenis investasi,

(3) Jumlah piutang menurut mata uang: dan

(4) Jumlah plutang yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

5)

Khusus Industri Pembiayaan

a)

Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Jum!ah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan Jain-lain),

(2)Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen,

(3)Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas:

(S)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui:

(6)WNilal dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan
Objek pembiayaan:

(7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8)Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.

Page 14 OCR 0.910
Page 14 of 49

b) Tagihan Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah tagihan anjak plutang tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan

(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak piutang.

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga,

(2) Rekonsillasi antara Investasi sewa bruto dan nilal kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di
samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan
nilai klni plutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode
pelaporan, untuk setiap perlode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun

(3) pendapatan keuangan yang belum diterima:

(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat
lessorj

(5) akumulasi penyisihan plutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum:

(6) rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan dalam periode:
dan

(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.

d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan datam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut,

(a) Kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari Ilma tahun

(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada
periode, dan

(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor.

6)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Jumlah plutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.

7»

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos Ini antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak

konstruksi.

Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakui,

€C) kerugian yang terjadi, dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan,

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembellan dan penjualan kembali
Efek,

Cc) Nama pihak/cousterparty:
d) Lokasi Efek jaminan,

Tingkat bunga piutang reverse repo,
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan
9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).

@

2

Agunan Yang Diambil Alih

Page 15 OCR 0.923
Page 15 of 49

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Nilai realisasl bersih pada saat diambilalih:

b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan

C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang:

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan
Cc) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

Catatan 31

12)

Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang
bersifat lancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan tainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rinclan
investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
kompreheasif lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi
periode berjalan:

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi,

(4) blaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang
belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo:

(S) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uraian tentang alasan diambilnya Keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo,

(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib
diungkapkan:
ta) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori:

(b) alasan reklasifikasi, dan

(c) sisa Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual.

(8) Jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan
untuk Liabilitas atau llabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi
yang terkait dengan penjaminan tersebut,

SS tut

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan
lainnya ke pihak
berelasi

Catatan 9 dan
laporan posisi
keuangan

Laporan perubahan
ekuitas

konsolidasian

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan Individual, termasuk beban penurunan
nilal yang dlakui dalam laba rugi: dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (keruglan) yang belum direalisasi
atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo.

Catatan 9 dan 34

13)

Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengensi antara lain:

a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan:
C) jenis dan jumlah deposito dalam mata yang asing: dan

d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
tersebut.

Seat

Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4

14)

Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara fain:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah:
b) tujuan model usaha yang digunakan:

Page 16 OCR 0.906
Page 16 of 49

C) jumlah investasl yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya,
dan

d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.

15) | Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah v
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis:
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga,

C) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan

d) Informasi penting lalanya.

16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana v

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rinctan unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih, dan

b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada
pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan

17) | Khusus Wesel Tagih v
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain, pihak penerbit, kisaran
tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uralan tentang sifat dan
asal terjadinya (dari transaksl usaha atau lainnya).

18) | Khusus Industri Asuransi v
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polis v

Yang harus diungkapkan antaralaln rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang,
b) Tingkat suku bunga.

20) | Khusus Industri Perbankan vV
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi
dan jangka waktu serta kolektibilitas,

b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilal dan mutasi selama
perlode berjalan:

c) Rincian jumtah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan,

e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

? Rinctan kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia,

9) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia,

h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas,

) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi:

D Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian,
jika ada,

k) Pendapat manajemen akan Ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:

|) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.

21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi v

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah tagihan dan liabifitas berdasarkan pihak, mata uang,
dan jatuh tempo:

b) Untuk tagihan akseptasl diungkapkan kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan:

c) Rincian jumlah tagihan dan tlabilitas berdasarkan pihak berelasi dan
plnak ketiga,

d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi

22) | Persediaan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat v Catatan 7
menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan:

Page 17 OCR 0.917
Page 17 of 49

(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar Catatan 7
dikurangi biaya untuk menjual,

(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode Catatan 7
berjalan:

(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang Catatan 7
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan:

(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang Catatan 7
diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai Catatan 7

persediaan yang diturunkan:

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriteria aset kuatifikasian, maka
diungkapkan:

() jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(il) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima
jaminan, dan alasan dijaminkan, dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Catatan 7, tidak ada

persediaan
dijaminkan

Catatan 7

yang

b)

Khusus Industri Perhotelan

Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Makanan dan minuman,

(2) Perlengkapan: dan

(3) Barang Dagangan.

2)

Khusus Industri Real Estat

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang, '
(b) Unit Bangunan, dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesalan.

(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual
belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.

d)

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan,

(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembangan: dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

a)

Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Materi program : lokal, Impor (media televisi),

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak),
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya.

?

Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Obat-obatan:

(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan lainnya

9

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

Page 18 OCR 0.913
Page 18 of 49

fa) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual, dan

(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.

(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara tain:

(a) Total jurnlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi
hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan,

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir,

(c) Nitai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasitkan,

(d) Pendapat manajemen atas Kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang:

(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup:

(F) Jika taK ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung:

(9g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan
asuransi: dan

(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.

23) | Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan Catatan 18
b) uralan mengenal jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. Catatan 18
24) | Biaya Dibayar Dimuka Saldo biaya dibayar
Yang harus diungkapkan antara lain rinclan menurut jenls dan jumlah. dimuka berada di
bawah threshold
yang ditetapkan oleh
peraturan 8 G7
25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uralan dari aset yang dimilIkl untuk dijual atau kelompok lepasan:
(2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan,
(3) kerugian penurunan nilal atau keuntungan pemulihan penurunan
nilai,
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan
dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari
Satu tahun,
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesual dengan
SAK yang berlaku, dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau Kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a)nllai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian
kembali yang telah diakul apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual: dan
li jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual,
(b)uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan
periode sajian sebelumnya.
26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang:
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai

Catatan 31

Page 19 OCR 0.892
Page 19 of 49

serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut: v
C) jumlah cadangan kerugian penurunan nilal, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara Indlvidual dan kolektif, dan penghapusan v
piutang:
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian v
penurunan nilai: dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal v
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) | Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi, y Catatan 1 & 9
b. ersentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan,
| beserta Blasarnya peni va peng 0 v Catatan 1 & 2
C) nital tercatat dan Nilai Wajar Investasi dalam entitas asosiasi yang
kuotasi harganya tersedia, v Catatan 1 & 9
. Pa Kuotasi harga tidak
d) ringkasan Informasi kevangan entitas asosiasi termasuk jumlah tersedia
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi, v Catatan 9
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak v

suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung,

f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode v
ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan,
dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda:

9) sifat dan tingkatan setlap pembatasan signifikan atas kemampuan

entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan, v
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugl entitas v

asosiasi, baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun
secara kumulatif
i) bagian atas Itabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-

sama dengan investor lain, v
H tabllitas Kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban
bersarna-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi: V
dan
k) ringkasan Informasi keuangan entitas asoslasl, secara Individual atau v

dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau
rugi.

28) | Khusus Industri Konstruksi v
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan

jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan
adanya jaminan tersebut.

29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI dan HTI dalam pengembangan

Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI,
yang disajikan sebagai berikut:

a) Saldo awal,

b) Penyisihan periode berjalan,

c) Realisasi yang ditakukan selama periode berjalan: dan

d) Saldo akhir.

30) | Khusus Industri Jalan Tol v
Hak Bagi Hasil Tot

Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:

fa) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol,

(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya:

(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan, dan

(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi
hasil tol.

31) | Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Untuk tanaman telah menghasilkan v Catatan 10
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis
tanaman) .
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman vV Catatan 10
untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir: v Catatan 10

(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam:

Page 20 OCR 0.908
Page 20 of 49

(4 Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi
penanaman:

(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling

Catatan 10

Nilai tanaman t
menghasilkan ti
dapat dil

elah
idak
bagi

berdasarkan — area
lokasi karena total
nital tanaman telah

menghaslikan
termasuk
alokasi
kombinasi bisnis.

nllal
dari

sedikit 2 tahun, dan Catatan 10
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut : Catatan 10
(a) Saldo awal
IL Tambahan tahun berjalan
il Blaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi blaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal
terjadi depresiasi luar blasa
I. Pengurangan tahun berjalan
Il. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir,
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi milik perusahaan (Inti) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma),
dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. Catatan 35
32) | Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan,
b) Rekonsiliasi saido awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,
Cc) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan:
d) Nilai hewan ternak tlap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan,
&) Kondisi hewan ternak,
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,
9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup:
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung,
1) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada,
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika
ada, dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.
33) | Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara taln:
(1)  modet pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, Catatan 2
model Nilai Wajar atau model biaya:
Catatan 2

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi,

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilal Wajar didukung oleh
bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena
sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilalan
terakhir,

(5S) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
fa) penghasilan sewa dari Properti Investasi:

(b) beban operasi langsung yang terjadi balk dari Properti
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak

menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut,

Page 21 OCR 0.928
Page 21 of 49

dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui
dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar:
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan:
dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.

b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai
Wajar, selain pengungkapan sebagalmana dimaksud dalam huruf (a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi,

(2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan
dalam taporan Keuangan, dengan menunjukkan secara
terpisah:
ta) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah

ditambahkan kembali: dan
(b) penyesuaian signifikan lain.

€) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) umur manfaat,

(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan rekiasifikasl:

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan,

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumtah pemulihan
rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku,

(S) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan
sendiri: dan

(6) Nilai Wajar Praperti Investasi.

d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan,

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilal kontrak:

(3) estimasi saat penyelesalan,

(4) hambatan kelanjutan penyelesalan,

(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
Investasi yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
34) | Aset Tetap

Yang harus diungkapkan antara laln:

3)

b)

ko!
d)

e)

»

setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atav
aset sewa pembiayaan:

rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan:

rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal bailk yang diakui
dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada),

jumlah komitmen kontraktual datam perolehan Aset Tetap:
jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan
dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada

Catatan 12 (tidak
ada aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)
Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12

Page 22 OCR 0.921
Page 22 of 49

laporan laba rugi komprehensif,

9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penllalan):

(2) tanggai efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan
jumlah revaluasian,

(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut
dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
prubahan selama perlode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus

diungkapkan antara lain: Catatan 12
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan,
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, Catatan 12
(3) estimasi saat penyelesaian:
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada),
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap
dalam pembangunan: dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang Catatan 12
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
la) jumlah blaya pinjaman yang dikapitallsasi selama perlode
berjalan, dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
I) Pengungkapan lainnya antara Jalin:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakal sementara, Catatan 12
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan,
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan
aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, Catatan 12
(5S) nilai buku, hasil penjualan neto, Keuntungan (kerugian) dari
Aset Tetap yang dihentikan pengakuannya,
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilal tercatat, dan tanggal perolehan,
(7?) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap,
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan
nilai atau pemulihan penurunan nilai,
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang Catatan 12
menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai Catatan 12
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.
35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti, operated acreage, unoperated
acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam
pengerjaan:
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan,
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(d) Saldo akhir untuk masing-maslng lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak
tagih kepada Regutator terkait, perlu penjelasan kolektabliltas tagihan
tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) | Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi, Catatan 13

Page 23 OCR 0.915
Page 23 of 49

b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba
rugi komprehensif:

GC) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasl Aset

Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan

penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang

memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode

berjalan dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya

pinjaman yang layak dikapitalisasi,

@) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan
dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur
manfaat tidak terbatas,

f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa perlode amortisasi dari setiap

Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan

Perusahaan,

Aset Takberwujud yang diperoleh melatui Hibah Pemerintah dan

awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku,

diungkapkan:

(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut,

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya

atau model revaluasi,

h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
menjadi jaminan untuk Llabilitas:

I) nilai komitmen Kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud,

j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilalan terakhir,

(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model blayaj dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus Kepada para pemegang saham.

d

9.

Catatan 13

Catatan 13

Catatan 2 dan 13

37.

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan

tentang :
(1) Saldo awat,
(2) Penambahan dan pengurangan,
(3) Saldo akhir,

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Yang harus diungkapkanantara lain:

(4)rinclan biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir: dan

(2)Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi,
dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.

c) Bagian dari Blaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah
tambang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

Ca) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri
dari (1) biaya pengupasan awal, (2) blaya pengupasan lanjutan
dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya:

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):

(4) Blaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi penjelasan :

(a) Alasan terjadinya penundaan:
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya

Page 24 OCR 0.926
Page 24 of 49

produksi, dan

(ch Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama

tahun berjalan dengan menunjukkan:

(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan:

(b) Saldo awal,

(c) Penambahan/pengurangan,

(d) Amortisasi, dan

(e) Saldo akhir.

Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan

pengembangan yang masih berjalan:

Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan

pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan

manajemen tidak dapat dipulihkan:

Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan

dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi, dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.

(5) Apabila terdapat tebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Baya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.

(2

(3

«4

Liabilitas

1)

Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak
berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan

C) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

Catatan 16 & 31

2)

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan
provisi jangka panjang.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode,

(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan,

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan,

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan,

(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini,
yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto,

(6) uraian mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi:

(7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud datam angka(6). Dalam hal diperlukan,
Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan, dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut.

3)

Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.

Catatan 17

4

Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rinclan berdasarkan jenis dan mata uang, dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5)

Utang Repo

Page 25 OCR 0.925
Page 25 of 49

tran:

Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada

saksi repo,

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek.

6) | Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus dlungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap
kontrak Konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi,
b) laba yang diakui:
Cc) kerugian yang dialami: dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
7) | Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tlap jenis simpanan yang
mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu:
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito,
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan, dan
(6) Pemberian fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(4 Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
lan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa

a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Rincian berdasarkan program asuransi,

Rincian berdasarkan jenis pertanggungan,

Rincian berdasarkan mata uang,

Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan
Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan,

b)

Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung,
(3) Jurntah utang klaim menurut jenis asuransi: dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang.
Cc) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumtah menurut jenis asuransi:
(2) Jumtah menurut tertanggung,
(3) Jumlah menurut mata uang: dan
(4) Jumiah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum
ditaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara taln:
(1) Jumlah menurut program asuransi:
(2) Jumtah menurut jenis pertanggungan:
(3) Pemisahan antara premi yang belum rmerupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
(4) Metode perhitungan yang digunakan, dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)

Page 26 OCR 0.929
Page 26 of 49

Yang harus diungkapkan antara laln:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pinak
ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan

(4) Jumlah menurut umur utang.

f) Utang Reasuransi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang Klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan reasuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang,

(4) Jumlah menurut umur utang, dan

(5) Jumlah utang atau plutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(3) Jumlah menurut fenis asuransi.

h) Titipan Premi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.
» Hak Laba Pemegang Polls Yang Belum Dibagikan

Yang harus diungkapkan:

(L) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham,

(2) Dasar perhitungan: dan

(3) Saldo menurut usia.

9) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Catatan 17 dan
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. laporan posisi
keuangan
10) | Utang Pajak Catatan 18
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya: dan
b) Informasi mengenal ketetapan pajak.
11) | Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak plutang dalam rangka anjak plutang dengan
recourse, dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak
plutang.
12) | Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara fain jumlah uang muka kontrak yang
diterima.
13) | Bagian Lancar atas Liabllitas Jangka Panjang Catatan 19
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka
panjang sesuai dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist Ini.
14) | Liabilitas Keuangan Lainnya

a) Yang harus diungkapkan antara laln:

(4) Pengungkapan untuk llabilitas keuangan lainnya berlaku
untuk fiabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek
dan jangka panjang,

(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
fa) nilai tercatat Iiabilitas keuangan untuk setiap kategori,

(b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan, dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan dan Kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesalan utang:

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasitan yang terkait:

(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset

Catatan 15, 16 dan
19

Catatan 15

Catatan 15

Page 27 OCR 0.921
Page 27 of 49

(4) Jumlah utang Kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasi.

15)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

16)

Khusus Industri Pertambangan Umum

Bagian Penyisihan untuk Pengefolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

17

Llabilitas terkait aset atau kelompok tepasan yang dimiliki untuk
dijual.

Yang harus diungkapkan antara lain Itabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Liabilitas Jangka Panjang

18)

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang Harus diungkapkan antara lain :

a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang:

b) jumlah utang menurut mata uang: dan

Cc) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.

L.

Catatan 31
Catatan 37

19)

Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang

Yang Harus diungkapkan antara lain:

a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan
jenis mata uang,

b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan:

Cc) tanggal jatuh tempo,

d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan

e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk
jumlah dan tujuan perolehannya,

? pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman,

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan Kondisi default):

h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang
berhubungan:

1) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan
pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau
pembatasan perolehan utang baru, dan

» pengungkapan Informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga
jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi tetap
diklasifikasikan sebagai llabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya, dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang metiputi tanggal

kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.

KL tt £t

«

Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19

Catatan 15 dan 19
Catatan 15 dan 19

20)

Utang Sewa Pembiayaan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi
sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan:

b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan
pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk
setiap periode berikut:

(1) sampai dengan satu tahun:
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (Ilma) tahun: dan
(3) tebih dari S (limajtahun.

Cc) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode
tersebut,

d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatatkan (non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi
keuangan,

e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback): dan

Page 28 OCR 0.925
Page 28 of 49

f) penjelasan umum Isi perjanjian sewa yang material, antara lain:

(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:

(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskatasi beserta syarat-
syaratnya, dan

(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjlan
sewa.

21) | Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Rinclan berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
pemeringkat:

(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan:

(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance),

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas
surat berharga yang diterbltkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo,
nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance),

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance,

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak tain dengan tingkat imbalan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenal fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.

Cc) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas:

(2) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Jurntah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan
bank pada saat perlode pelaporan: dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.

22) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(1) Saldo awal:

(2) Penyisihan yang dibentuk:

(3) Pengeluaran yang terjadi: dan
(4) Saldo akhir.

b) Keglatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:

C) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan,

d) Apabila dalam pos Ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah:

e) Tabel! yang memuat penjelasan tentang:

(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan Pengurangan :
(3) Saldo akhir.

23) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara laln:

Page 29 OCR 0.918
Page 29 of 49

(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban Imbalan
pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama
periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
fa) biaya jasa kini:

(b) biaya bunga:
(c) iuran oleh peserta program,
(d) keuntungan dan kerugian aktuarlal:

(e) perubahan kurs mata Lang asing pada program yang diukur

dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian,

(F) Imbalan yang dibayarkan:

(9g) biaya jasa lalu,

(h) kombinasi bisnis:

() curteilment, dan

li) penyelesaian.

(3) analisis kewajiban Imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya tidak didanal dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanal,

(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program

serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui

sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,

dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap:

(a) hasil yang diharapkan dari aset program,

(b) keuntungan dan kerugian aktuarial,

(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian,

(d) iuran oleh pemberi pekerja,

(e) iuran oleh peserta program,

(M imbalan yang dibayarkan:

(9g) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesalan:

(5) rekonsillasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program

sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilltas '

yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang

mengungkapkan:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui
dalam laporan posisi keuangan,

(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi
keuangan,

(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan
oleh batasan dalam SAK,

(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK:
dan

(te) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan,
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut

dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:

ta) biaya jasa kini:

(b) biaya bunga:

(c) hasil yang diharapkan dari aset program:

(d) hasil yang diharapkan dari setlap hak penggantian yang

diakui sebagai Aset sesua) dengan SAK:

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih

metode koridor 1094 (sepuluh per seratus):
(f) biaya jasa lalu:
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan
penyelesaiannya: dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK,
(7) jumlah total yang diakul dalam pendapatan komprehensif lain
yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK:
(8) jumlah kumutatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang

diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan

mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai dengan SAK,

(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan
Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada,
Instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset

Catatan 2, 3 dan 20
Catatan 20

Catatan 20

Page 30 OCR 0.908
Page 30 of 49

lain,

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

Ca) setiap kategori Instrumen keuangan milik Perusahaan, dan

(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh
Perusahaan:

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengemballan yang dinarapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset program,

(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta Imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diakui sebagal Aset,

(13) Asumsi aktuarlal utama yang digunakan sampai pada akhir
periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut
dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel
lainnya, termasuk:
la) tingkat diskonto,

(b) tingkat Imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
Untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan:

(c) tingkat Imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam taporan keuangan pada setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset,

(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam
indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program
formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenalkan
Imbalan masa depan),

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

(P) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuarla,

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
la) blaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya

kesehatan pascakerja periodik neto: dan

(b) akumulasi kewajiban Imbalan pascakerja untuk blaya
kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi
yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase
kenaikan atau penurunan tingkat tren blaya kesehatan yang
dlasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka
persentase dalam lingkungan Inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun
sebelumnya dari:

(a) nilat Kini kewajiban Imbalan pasti, Nilal Wajar aset program
dan surplus atau defisit pada program: dan

(b) penyesualan yang timbul pada:

W  llabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari Ilabilitas program pada akhir periode
pelaporan, dan

(II) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir periode
pelaporan:

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan
secara andal, dari turan yang diharapkan akan dibayar dalam
program selama periode tahunan dimulai setelah periode
pelaporan,

(17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi rislko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:

(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk
pembebanan blaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti Itu:

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya Imbalan pasti
neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

Ci) informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat program imbalan
pasti dan dampak keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut,

(il) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik
informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban Imbalan pasti,
dan

Ciii)jika Perusahaan mencatat luran yang terutang untuk
perlode sesual SAK informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesual dengan butir (1), butir
(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),

Catatan 20

Page 31 OCR 0.922
Page 31 of 49

(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti

Perusahaan yang menyelenggarakan program turan pastiharus Catatan 20
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program
juran pasti.

Cc) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan
kerja jangka panjang lainnya.

d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus dlungkapkanantara lain:

(1) Iuran program dan jumlah pesangon pemutusan Kontrak kerja:
dan
(2) penjelasan mengenal ilabilitas kontinjen (jika ada).
24) | Utang Obligasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nltai nominal dan nilai tercatat dalam ruplah Catatan 19
dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya,

b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, Catatan 19

c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:

d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan: Catatan 19

e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada,

f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: Catatan 19

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenufi persyaratan dan Kkandisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

25) | Sukuk

a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah
yang digunakan.

b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:

(1) uralan tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang
digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari:
(c) nilai nominal,
(d) besaran Imbalan (untuk Sukuk ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah):
(P) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau
pembayaran imbalan atau bagi hasil,
(g) jangka waktu,
(h) tujuan penerbitannya, dan
(i) persyaratan penting lain,
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan,
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jlka ada):
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan: dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).
26) | Utang Subordinasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktuat selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi,

d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi

Page 32 OCR 0.907
Page 32 of 49

utang dan Kondisi default):

e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan,
dan

f) persyaratan penting lainnya.

27)

Obligasi Konversi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya,

b) periode konversl dan persyaratan konversi, antara faln meliputi rasio
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penaitis

c) dampak dilusl apabila seluruh obilgasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang
obligasi konversi,

d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:

e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:

P) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,

9) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan:

h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),

) kejadian penting talnnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan Kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default):

Ji) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalul
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli,

k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi,

I) keberadaan fitur derivatif melekat: dan

m) persyaratan penting lainnya

Ekuitas

Ekuitas yang dapat dlatribusikan kepada pemilik entitas induk

1)

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara laln:
(4) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode,
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap
Jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal, dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan,
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam
ekuitas,
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar
saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1)Pemegang saham yang memiliki 5Y6 (lima perseratus) atau lebih:
(2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham, dan
(3)Pemegang saham lainnya:
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
(1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Mentari Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait,
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS):
(2)Sumber peningkatan modal saham, antara tain dari kapitalisasi
aglo, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi: dan
(3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesatan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal,
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di

Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang
tidak dicatatkan pada Bursa Efek.

Catatan 21

Catatan 21

2)

Tambahan Modal Disetor (Addiftfonal Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumtah tambahan modal disetor,

Page 33 OCR 0.913
Page 33 of 49

Cc) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas,

d) Uralan mengenal sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor:

e) Uralan mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya,

FP) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang
berkombinasi:

(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara,

(3) Tanggal efektif transaksi:

(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijuat
atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut,

(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang diallhkan serta jenis dan
jumlah Imbalan yang terjadi:

(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima, dan

(7) penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi
antara lain:

(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk perlode yang disajikan
kembali:

(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Llabilltas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan:

(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan
kembali.

Ta

Catatan 22

Catatan 22

3)

Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali

Yang harus dlungkapkan antara lain :

a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian
yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi:

b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian, dan

c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.

Catatan 22

2)

Saham Treasuri

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor,

b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilal saham
treasuri yang diperoleh,

c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan modal disetor,

d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta
selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri: dan

€) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.

5)

Saldo Laba

Yang harus diungkapkan antara tain:

a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada):

b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan
RUPS yang terkait, dan

c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap
pos cadangan.

Catatan 23

8)

Waran

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran,
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa):

d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya,
dan

e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.

7)

Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya.

Laporan perubahan
ekuitas dan laporan
laba rugi dan
penghasilan

Page 34 OCR 0.913
Page 34 of 49

komprehensif lain
konsolidaslan

Terdiri dari:

8) Kepentingan Nonpengendali Catatan 24
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk.

. Laba Rugi Komprehensif

1) | Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :

B) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakul selama Catatan 26
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang,

(2) Penjualan jasa:

(3) Bunga,

(4) Royalti: dan/atau

(5) Dividen,

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan plhak
ketiga,

b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, Catatan 36

c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilal penjualan yang melebihi 1094 Catatan 26
(sepuluh perseratus) dari pendapatan,

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika
ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara laln:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam periode berjalan,
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakui dalam perlode berjalan, dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
penyelesalan kontrak,
(2) Pekerjaan datam proses penyelesalan pada tanggal akhir periode
pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui
sampai tanggal pelaporan,
(b) Jumlah uang muka yang diterima, dan
(c) Jumlah retensi,
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
masing sebagal Aset dan Liabilitas:

() Dalam hal Perusahaan memiliki transaks| hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara lain:

(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan,

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lalnnya, dan

(3) perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara
lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto,
(b) Retur/rabat/diskon terkait: dan
(c) Total pendapatan neto.

2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Dasar ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

C) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkait.

3) | Khusus Industri pembiayaan
Rincian jurnlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:

a) Pendapatan pemblayaan konsumen,

b) Pendapatan anjak piutang: dan

C) Pendapatan sewa.

4) | Khusus Industri Rumah Sakit

Page 35 OCR 0.928
Page 35 of 49

Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap,
rawat jalan dan penunjang medis,

Rincian pengurang pendapatan, antara lain:

a) Restitusi,

b) Subsidi tidak mampu: dan

c) Selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi

Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:

a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi:

b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi:

Cc) Rincian pendapatan usaha darl jasa ekspedisi:

d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan

e) Rincian pendapatan dipisahkan sesual dengan jenisnya armada (bus,
taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.

8)

Khusus Industri Telekomunikasi

Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunlkasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak laln.

7

Khusus Industri Asuransi:

Pendapatan Premi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi
yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.

Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)

8)

Khusus Industri Jalan Tol:

Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi:

b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.

9)

Khusus Industri Perbankan

Pendapatan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain:

Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :

a) Obligasi Pemerintah:

b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
diakui,

Cc) Efek-efek, dan

9) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.

10)

Beban Pokok Penjualan

Yang harus dlungkapkan antara lain:

a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi
yang dirinci:
(L) Biaya bahan baku,
(2) Biaya tenaga kerja, dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan:

b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1096 (sepuluh
perseratus) dari pendapatan: dan

C) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa
yang dijual.

Catatan 27

Catatan 27

11)

Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/ Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan,

b) Beban jasa pelayanan:

Cc) Beban pegawal,

d) Beban penyusutan sarana medis:

e) Beban pemeliharaan sarana,

f) Beban asuransi:

9) Beban langganan daya dan jasa,

h) Beban depresiasi.

Page 36 OCR 0.912
Page 36 of 49

12

Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan)
estimasi ktaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunal, dan klaim kematian.

c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan Jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan kornisi dan beban komisi untuk setlap jenis
asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
Investasi.

13)

Khusus Industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementallsasi:
b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan

C6) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

14)

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaitu antara lain:

a) Beban penjualan:

b) Beban distribusi, dan

C6). Beban umum dan administrasi.

Catatan 28

15)

Khusus Industri Perbankan

a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama,

b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi
dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pembiayaan

BebanKerugian Penurunan Nilal

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Piutang Pemblayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan.

17

Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lalnnya,
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman mellputi:
ta) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif,
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai
SAK yang berlaku, dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang
asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesualan terhadap bunga,
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi Instrumen
keuangan meliputi:
Ca) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia
untuk dijual:
(b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nilai
Wajar melalui laba rugi: dan
(c) amortisasl premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan
untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura
Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas, dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan,

La

Catatan 28
Catatan 28
Catatan 30

Catatan 9

Page 37 OCR 0.925
Page 37 of 49

(2) bagian laba rugi dari entitas asoslasi dari operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

18)

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis
aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-
surat berharga dan Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
€) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

19)

Pendapatan Komprehensif Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud:

b) keuntungan dan kerugian aktuaria! atas program manfaat pasti,

Cc) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan:

d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual:

e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian Instrumen lindung nilai
dalam rangka lindung nilai arus kas, dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama.

Laporan Perubahan
Ekuitas Konsolidasian
dan Laporan laba rugi
dan penghasilan

komprehensif
konsolidasian

lain

20)

Pajak Penghasilan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini:

(2) penyesualan yang diakui pada periode atas pajak kini yang
berasal dari periode lalu,

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari
perbedaan temporer dan pembalikannya:

(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkalt dengan
perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan
yang baru:

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakul
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan:

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhanj
dan
jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan
akuntansi dan kesatahan yang diperhitungkan dalam laporan
laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi

yang dibebankan atau dikreditkan langsung Ke ekuitas,

Cc) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen
pendapatan komprehensif lain, kecuall untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,

d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:

(L) rekonsillasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian
laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku:
atau
rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak
yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku,

e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode
akuntansi sebelurnnya,

P jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer
yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang

(7.

(2

Ld

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 38 OCR 0.925
Page 38 of 49

3)

h)

la)

m)

n

o)

p)

tidak diakul sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan:

jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan Investasi

pada entitas anak, cabang, entitas asosiasl, dan bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum
diakui:

rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara

sebagal berikut:

(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi:

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan

(3) laba kena pajak,

perhitungan beban dan llabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif

pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang

berlaku,

pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasl menjadi dasar

dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan,

setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang

belum dikompensasl:

(1) jumlah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakui pada
laporan posisi keuangan untuk perlode sajlan: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakul dalam
laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan
jumlah aset atau Ilabllitas pajak tangguhan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan:

beban pajak terkalt dengan operasi yang dihentikan:

(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian, dan

(2) laba rugi dari keglatan normal atas operasi yang dihentikan
selama periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap
periode sajian:

jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada

pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan

sebelum Laporan Keuangan Dlotorisasi untuk Terbit namun tidak
diakul sebagai Llabilitas dalam laporan keuangan,

uralan jumlah perubahan pada jumtah pengakuan untuk aset pajak

tangguhan praakuisisl apabila Perusahaan adalah pihak pengakulsisi

dalam suatu kombinasi bisnis,

peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak

tangguhan wajib diakul apabila manfaat pajak tangguhan yang

diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi
tetapi diakui setelah tanggal akuisisi, dan

Jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung

pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi
laba Kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan
perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan

(2) entitas mengalami keruglan pada perlode kini atau periode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

21)

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

c)

d

jumlah yang digunakan sebagal pembilang dalam penghitungan faba per
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap
laba atau rugi yang dapat diatribuslkan kepada entitas Induk untuk
periode tersebut. Rekonsillasi tersebut mencakup dampak individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai
penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan diluslan, dan
rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak
Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per
saham,

Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun
tdak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena
Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian:

penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi
saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa

Catatan 25

Catatan 25,
terdapat
dllusian

tidak
efek

Page 39 OCR 0.924
Page 39 of 49

yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan, dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.

22) | Transaksi Pihak Berelasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengungkapan mengenal transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, Catatan 31
yang jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat:
dan/atau

(2) lebih dari 0,5Y6 (nol koma lima perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas berelasi.

b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi
serta Informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud:

c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan Catatan 31
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta Informasi mengenai
transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total
pendapatan dan beban terkait,

(2) Jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau
Liabilitas, termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat
jaminan, dan sifat Imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesaian: dan

(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima,

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan
penghapusan plutang terkait dengan jumlah saldo plutang
usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilai, jika dilakukan pembentukan:

d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing Catatan 31
kategori berikut,

(1) entitas Induk,

(2) entitas dengan pengendallan bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas:

(3) entitas anak,

(4) entitas asosiasi,

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer:

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
induknya: dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya.

ge) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota
atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-
masing Kategori berikut:

(Lt) imbalan kerja jangka pendek,

(2) imbalan pascakerja:

(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya:

(4) pesangon pemutusan kontrak kerja, dan

(5) pembayaran berbasis saham.

f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(LI) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
hubungannya dengan Perusahaan:

(2) sifat dan jumtah setiap transaksi yang secara Individual
signlfikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara Kolektif, tetapi tidak secara
individual, signifikan, indikasi secara Kuantitatif atau kualitatif
atas luasnya transaksi tersebut.

23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang Catatan 37

Page 40 OCR 0.922
Page 40 of 49

fungsional.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata yang fungsionai:

posisi neto dari aset dan Ilabllitas moneter dalam mata uang

asing:

(3) rinclan kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang
fungsional,

(4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugi, kecuall untuk
selisih Kurs yang timbul pada instrumen keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi: dan

(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan
dlakumutlasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsillasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

(2.

Catatan 37

24)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) untuk setiap rugl penurunan nilai yang diakui atau diballk selama
periode tertentu untuk suatu aset individual, tarmasuk goodwif atau
suatu unit penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai:

(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi Komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilal,

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba
rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik,

(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nifainya,

(5) jumlah rugi penurunan nilal atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut:
dan

(6) jumiah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang
dlakul dalam pendapatan komprehensif lain selama periode
tersebut,

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan
untuk setiap kelompok aset.

Catatan 12 dan 13

Catatan 12 dan 13

25)

Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansl,
dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode
berjalan: dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada perlode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.

b) Perubahan Kebijakan Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi,

(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan
Informasi yang andal dan relevan,

(3) jumlah penyesuaian untuk perlode berjalan dan setiap periode
lalu sajian:

(Ca) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-perlode
sebelum perlode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis
untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-periode
sebelum perlode-periode tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.

Cc) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu,

Page 41 OCR 0.908
Page 41 of 49

(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan
(D) laba per saham dasar dan dilusian:
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal: dan
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
tidak praktis.

Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:

d0) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi:

(2) tanggal akuisisi:

(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan
Efek ekuitas, perlode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-
masing Kombinasi bisnis:

(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh:

(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang
Cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak
yang diakuisisi:

(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
yang diakui:

(7?) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total Imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Imbalan,

(38) kesepakatan Imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:

(a) jumlah yang diakul pada tanggal akuisisi:

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan
jumlah pembayaran: dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa Kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan.
Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisl mengungkapkan fakta tersebut,

(9) Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagai berikut:
ta) Nilai Wajar plutang:

(b) jumtah piutang bruto kontraktual, dan

(c) estimasi terbalk pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih,

(10) jumlah yang diakul pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil afih:

(11) setiap Ilabilitas kontinjensi yang diakul pada Nilai Wajar:

(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan
saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan, dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut,

(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakul karena Nilal
Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan:
ta) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)

angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal,

(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
fa) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba

rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui, dan

(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan,

Page 42 OCR 0.904
Page 42 of 49

(14)

(15)

setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisl memiliki

kurang dari 1009 (seratus perseratus) dari kepentingan

ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:

ta) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada tanggat akuisisi dan dasar
pengukurannya: dan

(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan
dalam penentuan nilal tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilai Wajar,

dalam hal suatu kombinasi bisnis yang ditakukan secara

bertahap:

(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi
segera sebelum tanggal akuisisi, dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakul sebagai hasil
dari pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan
ekultas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadl pada perlode sekarang dan
perlode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakulsisi
wajib mengungkapkan informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis
yang material atau secara kolektif material:

(1)

(2)

(3)
4)
(5)

dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai

untuk Aset, Llabilitas, kepentingan nonpengendall tertentu atau

jenis Imbalan dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan,
maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai:

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis Imbalan
yang akuntansi awalnya belum selesai, dan

(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan perlode
pengukuran yang diakui selama perlode pelaporan

setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan

Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas

aset Imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan

menyelesaikan Ilabilitas Imbalan kontinjensi atau Itabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakul, termasuk
setiap perbedaan yang timbul selama penyelesalan:

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilalan dan Input model utama yang digunakan
untuk mengukur imbalan kontinjensi,

Ilabilitas kontinjensl yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika

ada,

rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir

periode pelaporan,

jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau

kerugianyang diakui pada periode pelaporan yang:

Ca) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau
Iiabilitas yang diambil-alih dalam kombinasl bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan
sebelumnya, dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan,

Cc) pernyataan Kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:

Page 43 OCR 0.927
Page 43 of 49

selama suatu periode:

(1) jumlah harga yang dibayarkan:

2 bagian darl harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(39 jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
tainnya apablia Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan Ilabilitas selain Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lsinnya apabila Pengendalian
diperoleh, dilkhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

27)

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen:

(1) informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan,

(2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan
dan beban tertentu, aset segmen, dan llabilitas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya,

(3) rekonsiliasi dar) total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, Ilabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam
laporan keuangan Perusahaan,

b) pengungkapan pada level entitas

(1) Inforrnasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan
jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang dlatribusikan

kepada:

I. negara dornisili Perusahaan, dan

HI. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada
negara tersebut secara individual.

(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak
yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang
terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:

I. negara domisili Perusahaan, dan

Il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara Individual Jumlahnya material, maka aset
tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 10Yo (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:

(a) fakta,

(b) totat pendapatan dari setiap pelanggan, dan

(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 26

28)

Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan Ilabilitas operasi yang dihentikan, dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak Jancar atau kelampok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.

b) yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi)
operasi yang dihentikan, antara lain:

(4) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif meliputi:
fa) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari

Page 44 OCR 0.913
Page 44 of 49

Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait, dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai
Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait
dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait,
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan
(3) jumtah penghasilan dari aperasi yang dilanjutkan dan operasi
yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas
Induk.

29)

Instrumen Perivatif selain Derivatif Melekat

a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesual
dengan tujuannya, yaltu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non
lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi:

b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nital dan kelompok non tindung nilai:

(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka
dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-laln,

(2) pihak lawan transaksi (counterpartles),

(3) tanggal jatuh tempo,

(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilal Wajar pada tanggal
laporan posisi keuangan:

(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan,

(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dillndung nilai, dan

(7) persyaratan penting lainnya.

Cc) Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi
derivatif dan strategi untuk mencapal tujuan tersebut:

(2) Kebijakan manajemen risika untuk setiap klasifikasi Indung
nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas
dan jenis transaksi yang dlllndung nilai: dan

(3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung
nilai, disebutkan tujuannya.

30)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan vV
Ilabilitas keuangan antara lain:

a) Nilal Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai
tercatat dalam laporan posisi keuangan, dan

b) hlerarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan Ilabilitas keuangan.

Catatan 33

31)

Dividen

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan
(2) perlode sebelumnya:

C) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakul sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan: dan

@) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

Catatan 23

Catatan 23

32)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah llabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah,

b) jumlah agregat dari komitmen modai terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya,

Cc) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam
pengendalian bersama entitas, dan

d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama
entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya,

Page 45 OCR 0.916
Page 45 of 49

(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas
jangka pendek, liabilitas jangka panjang, penghasilan dan
beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.

33!

Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan
manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:
L pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:
il. periode berlakunya perikatan,
HN. dasar penentuan kompensasi dan denda:

Iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan:
dan
V.  pembatasan-pembatasan lainnya,

(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan
dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembellan, Ikatan untuk investasi,
diungkapkan:

I. pihak-pihak yang terkalt dalam perjanjian:

Ii. periode berlakunya perikatan,

W, nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direalisasi: dan

Iv. sanksi-sanksi,

(2) pemberian jaminan atau garansi, dlungkapkan:

(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk
pihak yang dijamin:

(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan:

(c) periode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan,

(3) fasllitas Kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C,
cerukan bank: dan

(4) uraian mengenal sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya.

Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan:

(c) tatar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum
(legal opinion): dan

(d) dampak keuangan,

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uralan singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya,

(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:

(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding),

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi:

(b) estimasi darl dampak keuangannya:

(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian aleh pihak ketiga.

b

Catatan 31 dan 32

Catatan 32

Catatan 15 dan 19

Catatan 18 dan 31

Catatan 18

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma:

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama,

Catatan 35
Catatan 35

Page 46 OCR 0.916
Page 46 of 49

c)
4)
8)
ip)

Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

Hak dan liabititas dari masing-masing pihak dalam kerjasama:
Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama: dan

Isi perubahan perjanjian, jlka ada.

Catatan 35
Catatan 35

35)

Manajemen Risiko Keuangan

a) Perusahaan harus mengungkapkan Informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko
yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagal
berikut:

(1)

(2)
(a)

(b)
(3)

(4)

risiko kredit, antara lain ikhtisar analisIs umur aset keuangan yang
belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai:

risiko likuiditas, antara lain:

analisis jatuh tempo untuk Ilabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo Kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan
deskripsi mengenal cara Perusahaan mengelola rislko Ilkuiditas,
risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setlap jenis
risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode
pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekultas: dan

risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari
pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap
jenis risiko yang timbul dari Instrumen keuangan.

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

36)

Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)

(2
3

Rinclan perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada
tanggal laporan posisi keuangan,

Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan
Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b)

Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)
2
(3)

Rinclan perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi keuangan,

Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia,

Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.

9

Jaminan Pemerintah terhadap Liabllitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana pihak ketiga di bank.

d)

Aktivitas Fiduciary

Yang harus diungkapkan antara laln uralan masing-masing aktivitas
fiduciaryyang meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan
Investasi dan reksadana.

37)

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenal kegiatan kuasi-
reorganisasi yang meliputi:

a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan

b)

c)
d)

e)

dan jumlah tersebut disajlkan selama tiga tahun berurutan sejak
kuasi-reorganisasi,

Status golng concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-reorganisasl yang menggambarkan
prospek usaha di masa mendatang:

Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi:

Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan
Iiabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan
Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10
tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.

38)

Pengelolaan Modal

Page 47 OCR 0.925
Page 47 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan
dalarn mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang
disyaratkan oleh pihak eksternal: dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya:

b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai
modal:

C) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode
sebelumnya:

d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan
dari pihak eksternal (jika ada): dan

e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.

Catatan 21

Catatan 21

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus
kas.

Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau
sewa pembiayaan, akulsisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang
menjadi modal.

Catatan 12

40)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk
jangka pendek ataupun jangka panjang:

b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjlan pembayaran berbasis
saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan
Umum setlap perjanjtan, seperti kondisi vesting, jangka waktu
maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian:

c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk
setlap Kelompok opsi saham:

d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata
tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama perlode
pelaporan:

e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak
untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode,

f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-
hai sebagai berikut:

(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang
Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur, dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas
tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opsi saham):

9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu perlade dan terhadap posisi keuangannya.

4)

Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabllitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan:
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal
pelaporan: dan
(5) Jumlah Investasi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

42)

Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah:

Page 48 OCR 0.918
Page 48 of 49

b) Jenis Akad Asuransi Syariah:

C) Rinclan Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit
Asuransi Syariah, dan

d) Zakat.

43) | Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara laln sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:

a) Kontrak reasuransi,

b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya:

Cc) Rasio keuangan penting,

d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

44) | Khusus Industri Kehutanan :

a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH
dan turan wajib lainnya:

Cc) Realisasi kegiatan dan blaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan
hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian
alam):

d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya,

e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada
perlode berjalan dan akumulasinya, dan

f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :

(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta
pemeliharaannya: dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan
akumulasinya.
45) | Peristiwa Setelah Perlode Pelaporan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) dalam hal Perusahaan menerima Informasi setelah perlode pelaporan
tentang kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai
dengan informasi terkini, dan
contoh peristiwa setelah perlode pelaporan yang mensyaratkan
entitas untuk menyesualkan jumlah yang diakul dalam laporan
keuangannya, atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak
diakul:

b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah
periode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uralan
peristiwa, misainya:

(1)tanggal terjadlnya,
(2)sifat peristiwa, dan
(3)estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan
bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
46) | Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan

Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan

yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi

belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi,

Cc) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan

d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan
baru atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa
dampak tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.

St at

Catatan 38
Catatan 38

Catatan 38

Catatan 38

Page 49 OCR 0.930
Page 49 of 49

47) | Reklasifikasi

a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian
pos-pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus
mengungkapkan antara lain:

(1) sifat reklasifikasi,

(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi: dan

(3) alasan reklasifikasi.

b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk

dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak merekiasifikasi jumlah tersebut, dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.
48) | Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan

hal-hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan

dan Indikasi bentuk laln dari bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kantinjensi lain yang melekat atas

bantuan pemerintah yang telah diakui.
49) | Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau
dalam rangka penawaran Efek di negara lain.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara
lain,

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi
keuangan beserta penjelasannya, dan

(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

C) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di
negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan
tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan.

50) | Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari

peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,

seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 31 Juli 2025

X5
Na 3

te Tje Fie

Page 50

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.64 MB
Published31 Jul 2025
Pages50
Characters151,062
Text sourceOCR
OCR confidence0.918

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indofood Sukses Makmur Tbk. p.1 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik N p.1
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×13
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.22
unresolved org Bapepam p.42 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result