Back to announcement
CHECKLIST _ LAPORAN KEUANGAN_ICBP Jun25.pdf
Financial statement Text extracted ICBPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1 OCR 0.923
Page 1 of 58 CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA Petunjuk Pengisian Checklist: 1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII,G.7). Tanda (V) diisi pada kolom “Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda vV) diisi pada kolom "Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (V) diisi pada kolom 'N/A'. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited). Data Umum Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Bidang Usaha Manufaktur Jenis penawaran Umum Saham Juni 2025 Tahun 2024 (Unaudited) (Audited) Nama Kantor Akuntan Publik “Tya Purwantono, Sungkoro & Surja Nama Partner N/A Sinarta Opini Akuntan N/A Wajar tanpa Pengecualian Catatan tentang Opini (jika ada) N/A NJA “# disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan. Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab v Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No,VIII.A.2 tentang “Independensi v Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Page 2 OCR 0.891
Page 20158 Data Keuangan Penting 30 Juni 2025 30 Juni 2024 Periode laporan Keuangan (unadited) (unadited) Laba Rugi Komprehensif Pendapatan 37.600.928 36.961.357 Laba bruto 24.478.388 13.982.818 Laba usaha/operasional 8.475.878 8.893.129 EBITDA 9.374.046 9.772.349 Laba Bersih periode berjalan 5.536.138 3.537.612 Laba (rugi) komprehensif 5.932.240 4.453.886 Laba Per saham (dasar) 475 303 Laba Per saham (dilusian) NJA N/A 30 Juni 2025 Tahun 2024 (unadited) (audited) Laporan Posisi keuangan Jumlah Aset 131.995.676 126.040.905 Jumlah Aset Lancar 49.238.213 44.667.549 Jumlah Aset Tidak Lancar 82.757.463 81.373.356 Jumlah Liabilitas 62.495.900 58.997.020 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.444.778 10.924.773 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 48.051.122 48.072.247 Jumlah Ekuitas 69.499.776 67.043.885 Modal Disetor 583.095 583.095 Saldo Laba 41.581.434 38.960.520 Rasio Keuangan” Rasio Lancar (Yo) 341Ya 409” ROA 4,80 7,240 ROE 9,340 13,6Yo Ebitda thd pendapatan (Yo) 24,9 Yo 24,9 Ya “dapat disesuaikan berdasarkan industrinya Catatan: 1, Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesualkan pengungkapan sesuai dengan karakteristik Industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. 2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.7 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek. Laporan Keuangan Terdiri dari: Laporan posisi keuangan pada akhir perjode Laporan laba rugi komprehensif selama periode Laporan perubahan ekuitas selama periode Sialala Laporan arus kas selama perlode ulalejn|e Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan v saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Catatan atas Laporan Keuangan v Ketentuan Umum
Page 3 OCR 0.914
Pe Page 30f58 Be RR EL LL Kel Keterangai 1) Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut: a. gambaran umum Perusahaan: b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan: Cc. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos: dan 9. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi: 1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan: dan 2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian darl suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”. Perusahaan wajlb mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan. Dalam hal Aset Perusahaan dlasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan Gambaran Umum Perusahaan Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain: Pendirian perusahaan 2) Riwayat ringkas perusahaan7 Catatan 1 3) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara: Catatan 1 1) Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada perlode pelaporan, Catatan 1 5) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha, Catatan 1 6) Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara Komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi atau peramplngan usaha secara signifikan pada pertode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya, dan Catatan 1 7) Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya. Catatan 1 8) Khusus Industri Media Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimilikt. 2) Khusus Industri Jalan Tol Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan to! tersebut. 10) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. 11) Khusus untuk Industri Perbankan Izin usaha sebagai bank umurn, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). 12) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Page 4 OCR 0.900
Page 40f 58 Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan. Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasl Perseroan mellputi : a) Area Eksplorasi, meliputi: . Nama lokasi, . Nama pemilik izin lokasi, . Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya, . Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik Izin lokasi: dan . Jumlah blaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan: b) Area Eksploltasi/Pengembangan meliputi: . Nama lokasi, . Nama pemilik ijin lokasi, . Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya, . Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi: . Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi, . Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan . Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksplbitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan. 13)| Khusus Industri Kehutanan Yang harus diungkapkan antara lain: a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan, b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH: dan c) sisa umur HPH. tidak memilik! baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari 5096 (Ilma puluh perseratus) hak suara yang sah, b, Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan L Efek yang diterbitkan di luar Indonesia, 2) | Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, vV Catatan 1 3) | Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1 4) | Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan v Catatan 1 (corporate action) sejak penawaran umum perdana sampal dengan periode pelaporan terakhir. c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK) Perusahaan tidak Yang harus diungkapkan antara laln: memiliki EBK 1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1 maupun tidak langsung: 2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1 3) | Jenis usaha, v Catatan 1 4) | Tahun beroperasi secara komersial: v Catatan 1 5) | persentase kepemilikan dan praporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1 6) | Total Aset: dan v Catatan 1 7) | Informasi penting lainnya antara Jaln: a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1 b) alasan mengapa kepemilikan balk langsung maupun tidak langsung lebih dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas Investee tidak diikuti dengan pengendalian:
Page 5 OCR 0.913
Page 5 of 58 Aan Tang Renda YA Ke C) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan v keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan kevangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda, d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak v untuk mentransfer dana ke entitas Induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka, €) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian v kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekultas yang dapat dlatribusikan pada pemilik entitas induk: dan f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas Induk v harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakul dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau keruglan yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian: (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan: (3) jumlah harga yang diterima: (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: (5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan: dan (6) jumlah Aset dan Llabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang dilkhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit Yang harus diungkapkan antara lain: Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, v Catatan 1 dan komite audit, Cakupan manajemen kunci: dan v Catatan 1 3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata v Catatan 1 jurnlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak e Penerbitan Laporan Keuangan 1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, dan v Catatan 1 2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotoarisasi laporan keuangan. v Catatan 1 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut: a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK v Catatan 2 Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesual dengan SAK. b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan 1) | Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis v Catatan 2 (historical cost), biaya perolehan Kini (current cost), nilal realisasi neto (net reallzable value), Nilat Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku. 2) | Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan v Catatan 2 arus kas. 3) | Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
Page 6 OCR 0.918
Page 6 of 58 a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, b) fakta dan atasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan Cc) -alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada). Catatan 2 4 Alasan perubahan periode pelaporan (jlka ada). Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen 1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakul dalam laporan keuangan, Catatan 3 2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode petaparan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesualan material terhadap jumlah tercatat Aset dan Habilitas dalam periode pelaporan berikutnya, dan Catatan 3 3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir perlode pelaporan. Kebijakan Akuntansi Tertentu Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu rneliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagal berikut: 1) Prinsip-prinsip konsolidasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas Induk dan entitas anak, b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan Ke dalam laporan keuangan entitas induk, c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan Pengendalian atas entitas anak: d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas anak, e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan nonpengendall, dan f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi telah dielimlnasi. Catatan 3 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 2) Kombinasi bisnis Yang harus dijelaskan antara lain: a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali, b) pengakuan awal untuk goodwill: Cc) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilf, dan d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnls yang ada dl Perusahaan, antara lain: (1) pembelian dengan diskon, (2) akuisisi secara bertahap, dan (3) imbalan kontlnjensi. « Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2
Page 7 OCR 0.897
Page 7 of 58 Keterang, PAGE AE ke ana 3) | Kas dan setara kas: v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas. 4) | Instrumen Keuangan a) Instrumen Keuangan selain Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk v Catatan 2 perlakuan atas biaya transaksi: (2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2 kategori: (3) ketentuan saling hapus darl instrumen keuangan, Catatan 2 (4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen Catatan 2 keuangan, (5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan v Catatan 2 nilai dari aset keuangan, (6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keyangan: v Catatan 2 (7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, v selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai: (a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi Ilndung nilai, (b) klasifikasi Indung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nital atas Instrumen keuangan derivatif, dan (c) perlakuan akuntansi lindung nilat untuk tujuan akuntansi Indung nilai. b) Investasi pada Sukuk V Yang harus dijelaskan antara lain: (1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk, (2) pengakuan awal Sukuk, (3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk, (4) Penyajian pendapatan sukuk, dan (5) penyajian amortisasi biaya transaksi. Cc) Sukuk yang diterbitkan v Yang harus dijelaskan antara lain: (1) pengakuan awal Sukuk: (2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk, (3) biaya transaksi penerbitan Sukuk, (4) posisi penyajian Sukuk: dan (5) akad syariah yang digunakan. 5) | Khusus Industri Perbankan v a) Giro Wajlb Minimum Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum. b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
Page 8 OCR 0.913
Page 8 of 58 Indonesia dan Bank Lain. c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Sank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain. 6) Plutang Reverse Repo Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Pjutang Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 7 Khusus Industri Perbankan Obligasi Rekapltalisasi Pemerintah Yang harus dijelaskan antara laln: a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki: b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapltalisasi Pemerintah:dan Cc) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan. 8) Khusus Industri Perbankan a) Kredit Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan: (2) Dasar penyajian atas kredit: (3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit: (4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibell dari BPPN (jika ada): dan (5) Kebijakan bank akan agunan kredit. b) Tagitan/Kewajiban Akseptasi Yang harus dijelaskan antara taln dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi, c) Agunan yang Diambil Alih Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Dasar penilalan dan penyajian: (2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pemblayaan yang diberikan dengan saldo piutang/pemblayaan yang tidak dapat ditagih: dan (3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan. 9) Khusus untuk Industri Pembiayaan Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penyajian plutang pembiayaan konsumen: dan b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari konsumennya. 10) Anjak Piutang Yang harus dijelaskan antara lain: a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse), b) Penyajian transaksi anjak piutang: c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih plutang dialihkan: dan d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan). 11) Sewa Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa: b, kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa Operasi, dan c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2
Page 9 OCR 0.901
Page 9 of 58 Ben akan Eee Ea TAG ET aka ENJAS 12) | Persediaan : yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang v Catatan 2 digunakan dan rumusan biaya yang digunakan. a) Khusus Industri Kehutanan v HTI Dalam Pengembangan Yang harus dijelaskan antara lain: Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. HTI Siap Panen Yang harus dijelaskan antara lain: Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. b) Khusus Industri Perkebunan v Tanaman Perkebunan Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan: (2) Dasar penilaian dan pengukuran, (3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah menghasilkan, (4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan: dan (5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. c) Khusus Industri Peternakan vV Hewan Ternak Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Hewan ternak telah menghasilkan : (a) Metode penilaian: (b) Metode amortisasi (deplesi), dan (c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada. (2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : (a) Metode penilaian, dan (b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak telah menghasilkan. 13) | Aset Tetap: Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2 b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2 c) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2 d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2 e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap: v Catatan 2 f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2 9) penghentian pengakuan: v Catatan 2 h) nilai residu: dan vV Catatan 2 i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur v Catatan 2 ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan. 14) | Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat Investasi pada asosiasi. 15) | Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2
Page 10 OCR 0.921
Page 10 of 58 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam Ventura Bersama. 16) Pola Kerjasama Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriteria dari bentuk kerjasama, b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul, dan Cc) Sistem pembagian hasil, jika ada. 17) Aset Tak Berwujud Yang harus dijelaskan antara lain : a) pengakuan awal Aset Takberwujud, b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud: C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya: d) sumber terjadinya Aset Tak berwujud: @) metode amortisasi yang digunakan: f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud, dan g) riset dan pengembangan (jika ada), & & Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual Yang harus dijelaskan antara laln: a) kebijakan tentang peristiwa dan kandisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan sebagal aset yang dimiliki untuk dijual: dan b) pengukuran aset tidak lancar atau Kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. 19) Properti Investasi : Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Properti Investasi, b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi, C) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya, d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya: dan e) penghentian pengakuan Properti Investasi. 20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto: b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai (/Impairment) dan penilaian kembali aset (revaluasi): C) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan, d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan: dan e) Pertanggungan Asuransi. 21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan nilai: dan b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan pembalikannya. Catatan 2 Catatan 2 22) Khusus Industri Perbankan Liabilltas Segera Yang harus dijetaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Page 11 OCR 0.915
Page 11 of 58 BN/AB) Simpanan Nasabah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan, dan b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan. Simpanan dari bank lain Yang harus dijelaskan antara laln: a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. 23) Provisi Yang harus dijelaskan antara lain: a) kondisi provisi yang harus diakul: dan b) dasar penentuan nilat provisi. Catatan 2 Catatan 2 24) Utang Repo Yang harus dijelaskan antara lain Unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan. Yang, harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH, b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: Cc) Metode penyusutan prasarana PLH, dan d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (4) Lokasi penambangan: (2) Satdo awal untuk masing-masing lokasi, (3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan, 26) Khusus Industri Pertambangan Umum Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masin berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan, b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi: C) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana, dan d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi. Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH: b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan C) Metode penyusutan prasarana PLH. 27) Pengakuan Pendapatan a) Yang harus dijelaskan antara lain:
Page 12 OCR 0.925
Page 12 of 58 ad (1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran v Catatan 2 yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan (2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase penyelesalan Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak. c) Khusus Industri Asuransi (1) Pengakuan pendapatan premi Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan: (b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransl prospektif dan retroaktif, dan (c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. (2) Beban Klaim Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam proses penyelesalan, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesalan klaim, dan (b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi. d) Khusus Industri Rea! Estate Kapitalisasi dan metode atokasi biaya proyek pengembangan Real Estat Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Unsur biaya yang kapitallsasi ke proyek pengembangan Real Estat, (2) Unsur blaya yang dialokasikan sebagai beban proyek, (3) Penyisihan atas reallsasl pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai tercatat proyek, (4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat, (5) Blaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini, dan (6) Unsur biaya yang diakul sebagai beban pada saat terjadinya. 28) | Program Loyalitas Pelangan Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan 29) | Transksi dan Saldo dalam mata uang asing Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing: Catatan 2 b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan Catatan 2 Ilabilitas moneter, dan Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo v Catatan 2 dalam mata uang asing. 30) | Transaksi dengan Pihak-plhak Berelasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasij Catatan 2 b) Pengungkapan Pihak-plhak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan Catatan 2 31) | Hibah Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam laporan keuangan. 32) | Pajak Penghasilan
Page 13 OCR 0.906
Page 13 of58 PI Tdake|EN/ASI Peer Yang harus dijelaskan antara lain: a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan, b) ketentuan mengenai saling hapus: C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhanj dan d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan. BN 3 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 33) Imbalan Kerja Yang harus dijelaskan antara lain: a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan) b: deskripsi umurn mengenai jenis program Imbalan pascakerja yang diselenggarakan oleh Perusahaan: Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian aktuarlal, dan d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtallment dan penyelesaian. Lt Ad Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 34) Saham Treasuri Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. 35) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dijelaskan antara tainkebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalul instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalul Kas, termasuk pengukurannya. 36) Kuasi-Reorganisasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi, b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Llabilitas, dan C) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013, 37) Biaya Pinjaman Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. Catatan 2 38) Segmen Operasi Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi. Catatan 2 39) Laba (Rugi) per saham Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham dilusian. Catatan 2 Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan Aset Kas dan Setara Kas Yang harus diungkapkan antara lain: a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak beretlasi dan pihak ketiga: b) rinclan jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang asing, c) Kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan: dan Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 dj jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat v digunakan oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen. 2) | Khusus Industri Perbankan v
Page 14 OCR 0.905
a) b) Page 14 of 58 Kas Yang harus diungkapkan adalah rinclan jumlah kas berdasarkan jenis mata uang. Giro pada Bank Indonesia Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenls mata uang (nilai dalam mata uang original): dan (2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisl GWM bank pada saat pericde pelaporan. c) Giro pada Bank Lain Yang harus diungkapkan antara laln: Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang, (1) Jumlah penyisihan penurunan nilai, (2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro, (3) Rincian jumtah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga, (4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dlungkapkan antara lain: (1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang, (2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalarni penurunan nilai (Impalred) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred): (3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok): (4) Jumlah penyisihan penurunan nllal dan mutasi selama periode berjalan, (5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan plhak yang mempunyal hubungan istimewa dan pihak ketiga: (6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya: (8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuldasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari otoritas yang berwenang: dan (9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. 3) Piutang Usaha Yang harus dlungkapkan antara lain: a) b) ka d) e) j) 9 h) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, Jumlah piutang menurut debitur, Jumlah plutang menurut mata uang: alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai: jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan keruglan penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang: pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan: plutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan: jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan SK KK, Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6 Catatan & Catatan 6, tidak ada piutang yang dijaminkan
Page 15 OCR 0.912
Page 15 of 58 PAGEL IT TakEta TENAGA i) Informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: (1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan Ikatan v penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan (2) jaminan yang diberikan (bila ada). v 4) | Khusus Industri Asuransi v a) Piutang Premi Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain: (1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi, dan (3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. b) Piutang Koasuransi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan (3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. c) Piutang Reasuransi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (4) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur: (2) Jumtah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan (3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. d) Piutang Hasil Investasi Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: (1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (2) Jumlah piutang menurut jenis investasi: (3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan (4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 5) | Khusus Industri Pembiayaan v a) Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lala-lain), (2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen, (3) Bagian pinjaman yang dibiayal bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja (4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas: (5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui: (6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan, (7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagal jaminan atas utang. b) Tagihan Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jurntah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak
Page 16 OCR 0.916
Page 16 of 58 piutang (tanpa recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan (2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. Cc) Piutang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian Jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (2) rekonsillasi antara investasi sewa bruto dan nllai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir perlode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (c) lebih dari Ilma tahun (3) pendapatan keuangan yang belum diterlma: (4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor, (5 akumulasi penyisihan plutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum: (6. (7 rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode: dan penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material. d) Piutang Sewa Operasi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa Operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode berikut, (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun (c) lebih dari lima tahun (2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada periode, dan (3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. 8) Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah piutang darl masing-masing kontrak konstruksi, dan b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi. 7» Tagihan Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan datam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu a) blaya kontrak yang terjadi: b) laba yang diakui: c) kerugian yang terjadi: dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 8) Piutang Reverse Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan:
Page 17 OCR 0.908
Page 17 of 58 BI LA nas ndak EyAS Be Keteranga b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan Kembali Efek, c) Nama pihak/counterparty: d) Lokasi Efek jaminan, e) Tingkat bunga plutang reverse repo, f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan 9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). 9) Agunan Yang Diambil Alih Yang harus diungkapkan antara lain: a) Nilai realisasi bersih pada saat dlambilalih: b) Selisih antara nilai reallsasl bersih atas agunan yang diambilalh dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah pengambilalihan agunan tersebut. 10) Piutang Dividen dan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain. 11) Piutang Lain-Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jenis dan jumlah piutang, b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. V | Saldo Plutang lain-lain berada di bawah threshold yang ditetapkan oleh peraturan 8 G7 12 Aset Keuangan Lainnya Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar. a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (L) nifal tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian Investasinya, (2) laba atau rugi neto pada setlap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi periode berjalan (3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo: (5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). (6) uralan tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dimlliki hingga jatuh tempo: (7) jika terdapat reklasifikasi aset Keuangan, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori, (b) atasan reklasifikasi: dan (c) sisa Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual. (8) jumlah tercatat aset Keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Uabllitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut, Catatan 9, tidak ada aset keuangan lainnya ke pihak berelasi Catatan 9 dan laporan posisi keuangan Laporan perubahan ekuitas konsolidasian
Page 18 OCR 0.898
Page 18 of 58 E € (9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk v Catatan” 9 dan mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami Catatan 34 penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nilal, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi: dan (10) jumlah arnortisasi keuntungan (keruglan) yang belum direalisasi atas Investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. 13)| Khusus Deposito Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: v Catatan 4 b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaparan: v Catatan 4 Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing, dan vV Catatan 4 d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. 14) Khusus Investasi pada Sukuk Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah: b) tujuan model usaha yang digunakan: C) jumlah Investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya, dan d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan. 15 Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis, b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga: C) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan d) Informasi penting lainnya. 16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana Tambahan pengungkapan mengenal antara laln: a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan 17) Khusus Wesel Tagih Tambahan pengungkapan mengenalantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (darl transaksi usaha atau lainnya). 18) Khusus Industri Asuransi Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. 19) Pinjaman Polis Yang harus dlungkapkan antaralain rincian berdasarkan: a) Saldo pinjaman polis menyrut jenis mata uang: b) Tingkat suku bunga. 20) Khusus Industri Perbankan Kredit Yang harus diungkapkan antara lain: 3 Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta Kolektibilitas, b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan, Cc) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:
Page 19 OCR 0.901
Page 19 of 58 eterangani d) 2) YA T El Raslo kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan: Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: » Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia: 9 Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia, h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas: D) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau anggota sindikasi, » k) » Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada, Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia: Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. 21) Tagihan dan Llabilitas Akseptasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) c) d Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo: Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan, Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi 22) Persediaan Yang harus diungkapkan antara lain: a) (1) (2) (3) 4 (5) (6) (ea) (8) (9) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan, Jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk menjual, jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan, jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan: jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilal yang diakui sebagal pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan: kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan: dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka diungkapkan: (D jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (NI) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapltalisasi. persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan: dan jenis dan nilai persediaan yang dlasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apablia tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya, KK K ta Catatan 7 Catatan 7 Catatan 7 Catatan 7 Catatan 7 Catatan 7 Catatan 7, persediaan dijaminkan Catatan 7 tidak ada yang
Page 20 OCR 0.916
b) Page 20 of 58 Khusus Industri Perhotelan Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara faln: (a) Makanan dan minuman, (b) Perlengkapan: dan (c) Barang Dagangan. ka) Khusus Industri Real Estate Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi: (d) Tanah Matang: (e) Unit Bangunan, dan (fp Unit Bangunan dalam Penyelesalan. (2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada. d) Tanah untuk Pengembangan Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan: (2) Jumlah blaya bunga dan rugi Kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan: dan (3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. 8) Khusus Industri Media Tambahan pengungkapan antara lain: (Lt) Materi program : lokal, Impor (media televisi), (2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak): (3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan (4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan industrinya. Khusus Industri Rumah Sakit Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Obat-obatan, (2) Perlengkapan medis (disposable): dan (3) Persediaan lainnya 9 Khusus Industri Peternakan (1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: (a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan (b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. (2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Yang harus diungkapkan antara lain: (a) Total jumlah tercatat dan nila) tercatat menurut klasifikasi hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan: (b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap ketompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, (0 Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan: (d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang: (e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan
Page 21 OCR 0.908
Page 21 of 58 Eno angan adas Sndeka Keteranga asuransi dan risiko yang ditutup: (MP - Jlka tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, (9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilal pertanggungan asuransi, dan (h) Nilai hewan ternak yang dijarminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 23)| Pajak Dibayar DI muka Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan v Catatan 16 b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. v Catatan 16 24)| Biaya Dibayar Dimuka Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah, v Saldo biaya dibayar dimuka berada di bawah threshold yang ditetapkan oleh peraturan 8 G7 25)| Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual v Yang harus diungkapkanantara Jain: (4) uratan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan: (2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan (3) yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan: (4) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai: (5) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun, (6) dalam hat dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan kelompok tepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku: dan (7) datam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, dlungkapkan: ta) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara: I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diktasifikasikan sebagai dimillki untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dirniliki untuk dijual dan il. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual, (b) uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut, dan (c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian sebelumnya. 26)| Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang harus dlungkapkan antara lala : a) rincian jenis, nama pihak berelasl, dan jumlah piutang: v Catatan 32 b) atasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilal serta v penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut, C) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:
Page 22 OCR 0.913
Page 22 of 58 d) pendapat manajemen akan Kecukupan jumlah cadangan keruglan penurunan nilai: dan e) datam hal piutang berelasi non usaha disajlkan dalam aset lancar, hal tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya. 27) Investasi pada Entitas Asosiasi Yang harusdiungkapkan antara lain: a) nama entitas asosiasi, b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya, Cc) nilai tercatat dan Nilai Wajar Investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia, d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasl termasuk jumlah agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi, e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung: f) akhir perlode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau g) periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda: h) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan, I) bagian rugi entitas asoslasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk perlode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif, j) bagian atas Ilabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan investor lain: k) Itabilitas kontinjensi yang terjadl karena Investor berkewajiban bersama- sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asoslasi: dan I) ringkasan Informasi keuangan entitas asoslasi, secara individual atau dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total Aset, total Llabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi. Catatan 1 dan 9 Catatan 1 Catatan 1 dan 9, Kuotasi harga tidak tersedia Catatan 9 28) Khusus Industri Konstruksi Jaminan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut. 29) Khusus Industri Kehutanan HTI dan HTI dalam pengembangan Berupabiaya yang ditangguhkan datam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagai berikut: a) Saldo awal, b) Penyisihan periode berjalan: c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan d) Saldo akhir. 30) Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hai berikut: (a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol, (b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya,
Page 23 OCR 0.898
Page 23 of 58 Pe ea 2 TAI TAN (c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan (d) Rekiasifikasi proyek kerjasama operasi dalarn pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. 31)| Khusus Industri Perkebunan v Tanaman Perkebunan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk tanaman telah menghasilkan (1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman, (2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir: (3) Status tanah yang digunakan untuk menanam: (4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman (S) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun: dan (6) Tanaman yang dijaminkan. b) Untuk tanarnan belum menghasilkan (1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut : (a) Satdo awal I. Tambahan tahun berjalan il. Biaya langsung Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar blasa IL. Pengurangan tahun berjalan HI, Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan (c) Pengurangan lainnya (d) Saldo akhir, (2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik perusahaan (Intl) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma), dan (3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. (b' 32)| Khusus Industri Peternakan v Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan: b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan: e) Kondisi hewan ternak: N Persentase kematian selama tiga tahun terakhir, 9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup: h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung: I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada: 1) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada, dan k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 33)| Properti Investasi v a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar atau modet biaya:
Page 24 OCR 0.919
b) tu) d) Page 24 of 58 (2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi: (3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan: (4) nama Penilai, tanggai penilaian, dan tanggal laporan penilalan terakhir, (5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: (a) penghasilan sewa dari Properti Investasi, (b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasitan sewa selama periode tersebut, dan (c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakul dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar, (6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan: dan (7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir perlode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: (2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penllalan tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: (a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali: dan (b) penyesualan signifikan lain. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model blaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) umur manfaat: (2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, (3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajlan dan alokasi beban penyusutan, (4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang beriaku, (5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri, dan (6) Nilai Wajar Properti Investasi. Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, Yang harus diungkapkan antara laln: (2) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, (3) estimasi saat penyelesaian: (4) hambatan kelanjutan penyelesaian: (5S) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: dan (S8) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti Investasi yang memenuhi kriterla aset Kualifikasian, maka wajib diungkapkan: fa) jumlah biaya pinjaman yang dikapitallsasi selama periode berjalan, dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
Page 25 OCR 0.911
Page 25 of 58 Eterangan 34) Aset Tetap Yang harus diungkapkan antara lain: a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan: b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan rekiasifikasi: c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan: d) rugi penurunan aitai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada): 8) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap: f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan allal, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif: 9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penitaian): (2)tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian: (3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandalnya aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi satdo surplus kepada para pemegang saham. h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan: (2) persentase jumlah tercatat terhadap nllal kontrak, (3)estimasi saat penyelesaian, (4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada), (S)jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan: dan (S)dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: ta) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. ) Pengungkapan lainnya antara laln: (L)jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara, (2)jumtah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan, Catatan 10 (tidak ada aset sewa pembiayaan pada tanggal pelaporan) Catatan 10 Catatan 10 Catatan 10 Catatan 10 Catatan 10 Catatan 10
Page 26 OCR 0.925
Page 26 of 58 (3)jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual: (4)dalam hal model blaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, (5)nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan pengakuannya: (6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hlbah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan, (7) perubahan estimasl masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap: (8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan penurunan nilai, (9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan dan alasan penjaminan: dan (10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan (41)risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan (12) asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya. Catatan 10 Catatan 10, tidak ada Aset tetap dijaminkan Catatan 10 Catatan 10 yang 35)| Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi (khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) Yang harus diungkapkan antara laln: (1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasliltas dalam pengerjaan, (2) Tabel yang memuat penjelasan tentang : (a) Lokasi penambangan: (b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi, (c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan (3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan. 36) Aset Tak Berwujud Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain: a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi: b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi komprehensif, Cc) rekonsiltasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, d dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka harus diungkapkan: (1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan, dan (2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi: @) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat Catatan 11 Catatan 11 Catatan 11
Page 27 OCR 0.915
1 Page 27 of58 BE ENJAS Ketan tidak terbatas: f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset | vV Catatan 2 dan 11 Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan: 9) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya v diakut pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan: (1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut, (2) jumlah tercatatnya, dan (3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi, h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya v dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jamlnan untuk Liabilitas, 1) nilai komitmen Kontraktual untuk akulsisi Aset Takberwujud, v 1) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan: v (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian): (2) nana Penilai dan tanggal laporan penilalan terakhir: (3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setlap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para (7) pemegang saham. 37)| Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum v a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : (1) Saldo awal, (2) Penambahan dan pengurangan: (3) Saldo akhir. b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Yang harus diungkapkanantara lain: (1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir: dan (2) Jumlah aset, Ilabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas Investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. C) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: fa) Metade pembebanan biaya pengupasan tanah, dan (b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup. (2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (4) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya: (3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):
Page 28 OCR 0.918
Page 28 of 58 (1 (4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan : (a) Alasan terjadinya penundaan: (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulalnya produksi, dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (ilka ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utarna yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. d) Biaya Pengembangan Tangguhan Yang harus diungkapkan antara laln : (1) Mutasl Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan menunjukkan: fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan: (b) Saldo awal: (c) Penambahan/penguranganj (d) Amortisasi, dan (e) Saldo akhir. (2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas keglatan pengembangan yang masih berjalan: (3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan, (4) Jumlah blaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: (a) Alasan terjadinya penundaan, (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi: dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. (5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest. Llabilitas 1) Utang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan c) jaminan yang diberikan oteh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 14 Catatan 14 2) Provisi a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi jangka panjang. b) Yang harus diungkapkan antara faln: (1) nilai tercatat pada awal dan akhir perlode, (2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan: (3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan, (4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan, (S) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai klni, yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto, (6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi: (7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan
Page 29 OCR 0.916
Page 29 of 58 Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. GE Cerah Agan Sidak) Keterangai (8) jurnlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut. 3) | Beban akrual v Catatan 15 9 Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian berdasarkan jenis dan mata vang, dan b) Uralan mengenai sifat masing-masing kewajiban. 5) Utang Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo: b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. 8) Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara laln liabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan taginan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : a) biaya kontrak yang terjadi: b) laba yang diakui: C) kerugian yang dialami: dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 7) Khusus Industri Perbankan a) Simpanan Nasabah Yang harus diungkapkan antara lalin rincian tiap jenls simpanan yang mengungkapkan: (1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan: dan (6) Pemberian fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro. b) Simpanan dari Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: dan (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan. 8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Rincian berdasarkan program asuransi: (2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan: (3) Rincian berdasarkan mata uang: (4) Dasar perhitungan dan asurnsi aktuaris, dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. b) Utang Klaim Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang Klaim Kepada pihak berelasi dan pihak
Page 30 OCR 0.896
(2) (3) (2) Page 30 of 58 ketiga, Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung: Jumlah utang Klalm menurut jenis asuransi, dan Jumlah utang menurut mata uang. c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri Yang harus diungkapkan antara lain: (1) (2) (3) (G2) Jumlah menurut jenis asuransi, Jumlah menurut tertanggung, Jumlah menurut mata uang, dan Jumtah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. d) Premi yang belum merupakan Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: ken) (2) (3 (4) (5) Jumlah menurut program asuransi, Jumlah menurut jenis pertanggungan: Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: Metode perhitungan yang digunakan, dan Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. e) Utang Koasuransi (rewrite) Yang harus diungkapkan antara lain: @) (2) (3) (4) Pemisahan antara utang klalm kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: Jumlah berdasarkan ko-asuradur, Jumlah menurut jenis mata uang, dan Jumlah menurut umur utang. f) Utang Reasuransi Yang harus diungkapkan antara lain: d) ka) (3) (4) (5) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, Jumlah berdasarkan reasuradur, Jumlah menurut jenis mata uang, Jumlah menurut umur utang: dan Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. 9) Utang Komisi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) (2) (3) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur, Jumlah menurut jenis mata uang: dan Jumlah menurut jenis asuransi. h) Titipan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. )) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Yang harus diungkapkan: (1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham, (2) Dasar perhitungan: dan (3) Saldo menurut usia. 9) | tabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek kenalan 15 pe Yang harus diungkapkan antara fain jenis dan jumlahnya. keuangan 10)| Utang Pajak Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis dan jumlahnya: dan Catatan 16 b) Informasi mengenai ketetapan pajak. Catatan 16 11)| Khusus Industri Pemblayaan Kewajiban Anjak Piutang
Page 31 OCR 0.905
Page 31 of 58 ena Ketaran Ienase|endake EVAS Bea Keteraiiia Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah Ilabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse, dan b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh tempo serta Ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. 12)| Khusus Kontrak Konstruksi v Uang Muka Kontrak Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. 13)| Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang v Catatan 17 Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas llabilitas jangka panjang sesuai dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist ini. 14)| Llabilitas Keuangan Lainnya a) Yang harus diungkapkan antara laln: (1) Pengungkapan untuk llabilitas keuangan lainnya berlaku untuk v Catatan 13 Ilabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang: (2) Perusahaan wajib mengetompokkan sesuai klasifikasi yang v dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: (3) Yang harus diungkapkan antara lain: (a) nilai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori: v Catatan 13 (b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan: dan v (c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan v Catatan 13 dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default). b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang vV Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang: (2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait, (3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang Giakul selama periode tersebut, dan (4) Jumlah utang Kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah direstrukturisasi. 15)| Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. 16)| Khusus Industri Pertambangan Umum v Bagian Penyisihan untak Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. 17) Liabllitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk v dijual. Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Liabilitas Jangka Panjang 18)| Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Page 32 OCR 0.894
Page 32 of 58 z AGE NAME ENYA eter Yang Harus diungkapkan antara lain : a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang: v Catatan 32 b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 32 C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. v 19)| Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang Yang Harus diungkapkan antara laln: a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 17 Jenis mata uang: b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan: v Catatan 17 c) tanggal jatuh tempo, v Catatan 17 d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu £2 (dua belas) bulan: | v Catatan 17 e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah v Catatan 17, Catatan dan tujuan perolehannya, 35 f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing v Catatan 17 fasilitas pinjaman, 9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam v Catatan 17 memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default), h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan: v Catatan 17 I) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian v Catatan 17 dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru, dan » pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka v panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan pasisi keuangan tetapl tetap diklasifikasikan sebagai Nlabilitas jangka panjang, antara lain adalah: (1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan (2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting. 20)| Utang Sewa Pembiayaan v Yang harus diungkapkan antara lain : a) jumtah neto nllai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan, b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai klninya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut: (1) sampai dengan satu tahun, (2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan (3) lebih dari 5 (ilma)tahun. Cc) pembayaran sewa Kontinjen yang dlakul sebagai beban pada periode tersebut, d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable subiease) pada tanggal laporan posisi keuangan: e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain: (1) dasar penentuan utang sewa Kontinjen: (2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsl
Page 33 OCR 0.930
Page 33 of 58 ang perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya: dan (3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. Khusus Industri Perbankan a) Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincjan berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu: (2) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga: (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat, (5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan: (6) Ringkasan perjanjlan yang rneliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt Covenance): (7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas Surat berharga yang diterbitkan. b) Pinjaman Diterima Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang: (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3) Ringkasan perjanjlan yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lalnnya(debt Covenance), (4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance: (5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih, c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain: (t) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan: (4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan, dan (5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi. 22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Liabilltas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (1) Saldo awal, (2) Penyisihan yang dibentuk: (3) Pengeluaran yang terjadi, dan (4) Saldo akhir. b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan: C) Uabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan: d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen blaya yang sifatnya material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah: e) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Saldo awal, (2) Penambahan dan Pengurangan : (3) Satdo akhir. 23 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Page 34 OCR 0.878
ta) (b) (c) (@) (@) IG) (@ (n WM @ ta) (b) @ td) (e) # @ (hn) ta) (0) (c) td) te) IG) Page 34 of 58 a) Imbalan Pasti Yang harus diungkapkan antara lain: (1) gambaran umum mengenai jenis program. (2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban Imbalan pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat dlatribusikan ke dalam: biaya jasa kini: blaya bunga, luran oleh peserta program, keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian, imbalan yang dibayarkan, biaya jasa lalu, kombinasi bisnis, curtallment, dan penyelesaian. (3) analisis kewajiban Imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai, (4) rekonsillasi saldo awal dan akhir dari Nilal Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap: hasil yang diharapkan dari aset program, keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian: Iuran oleh pemberi pekerja, luran oleh peserta program, Imbalan yang dibayarkan: kombinasi bisnis, dan penyelesaian: (5) rekonsiliasi nilai Kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan: keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakut dalam laporan posisi keuangan: biaya Jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan, setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan dalam SAK, Nila) Wajar pada akhir perlode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesual dengan SAK, dan Jumlah lainnya yang diakut dalam laporan posisi keuangan, Catatan 2, 3 dan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18
Page 35 OCR 0.909
Page 35 of 58 randa (6) total beban yang diakul di faba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasuk: ta) blaya jasa kini, (b) biaya bunga, (c) hasil yang diharapkan dari aset program: (d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK: te) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor 944 (sepuluh per seratus), (Ph biaya jasa lalu: (g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya: dan (h) dampak darl batasan dalam SAK: (7) jumlah totat yang diakul dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui segera dalam satdo laba, meliputi: (a) keuntungan dan kerugian aktuartal dan (b) dampak dari batasan dalam SAK: (8) jumtah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesual dengan SAK: (9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, instrumen ekultas, Instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain: (10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: (a) setiap kategori Instrumen keuangan milik Perusahaan: dan (b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan, (11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset program, (12) Imbal hasil aktual atas aset program, serta Imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset: (13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: (a) tingkat diskonto: (b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan, (ce) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam taporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset: (d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa depan): Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18
Page 36 OCR 0.910
Page 36 of 58 (e) tingkat tren biaya kesehatan: dan (FP) asumsi material laln yang digunakan dalam aktuaria, (14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada: ta) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan pascakerja perlodik neto, dan (b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan. (c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan Inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah. (15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan periode empat tahun sebelumnya dari: (a) nilai kini kewajiban Imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau defisit pada program: dan (b) penyesualan yang timbul pada: (I) Nabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari Ilabilitas program pada akhir periode pelaporan: dan (NW) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase darl aset program pada akhir periode pelaporan: (16) estimasi terbalk pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari Iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama perlode tahunan dimulai setelah perlode pelaporan: (47) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut: Ca) perjanjian kontraktual atau kebljakan tertulis untuk pembebanan biaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti Itu, (b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan: () Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut, (ti) pengungkapan gambaran umum jenis program sesual dengan hurufa) butir (1) mencakup penjelasan praktik Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan (II) pasti: dan (iv) jika Perusahaan mencatat Iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK (v) Informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan (WI) butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (43), butir (14), (vii) dan butir (16) serta butir ii. b) Iuran Pasti Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti. C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya. Catatan 18
Page 37 OCR 0.901
Page 37 of 58 EYAG Tete v d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Yang harus diungkapkanantara lain: (1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (2) penjelasan mengenai Ilabilltas kontinjen (jika ada). 24)| Utang Obligasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nifai tercatat dalam ruplah dan Catatan 17 mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbltannya: Catatan 17 b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, v Cc) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: Catatan 17 d) nama Wali Amanat dan keterkaltan usaha dengan Perusahaan: &) jamlnan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada: v f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, Catatan 17 9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang v dan Kondisi default): dan h) persyaratan penting lainnya. v 25)| Sukuk v a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) ralan tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk: (a) ringkasan akad syariah dan skerna transaksisyariah yang digunakan: (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari, (c) nltai nominal, (d) besaran Imbalan (untuk Sukuk Ijarah), (e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasll, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah), (rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran Imbalan atau bagi hasil, (9) jangka waktu: (hn) tujuan penerbitannya, dan (i) persyaratan penting lain: (2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan, (4) jumlah bagian yang akan jatuh termnpo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, (5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, (6)jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada): (7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: dan (8) kejadian penting lainnya antara Jain kepatuhan Emiten atav Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default). 26)| Utang Subordinasi v Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan b) tujuan perolehannyaj c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasij d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenufi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default):
Page 38 OCR 0.893
Page 38 of 58 7 A Sel e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatanj: dan f) persyaratan penting lainnya. 27)| Obligasi Konversi v Yang harus diungkapkan antara fain: a) rincian mengenai Jenis, nllal nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obilgasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbltannya: b) perlode konversi dan persyaratan konversi, antara lain mellputi rasio konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti, c) dampak dilusl apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi: d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya, e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, P jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, 9) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada), 1) kejadian penting lainnya antara !ain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default), ih) dalam hal Perusahaan menerbitkan obllgasi konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli, k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi, I) keberadaan fitur derivatif melekat: dan m) persyaratan penting lainnya c Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk 1) | Modal Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) Bagi setlap jenis saham, antara lain: (1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode, v Catatan 20 (2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis v saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal, dan (3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan v kontrak penjualan saham, termasuk jum!ah dan persyaratan, b) Penjelasan mengenal sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam v ekuitas, Cc) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan, yaitu: (Lt) Pemegang saham yang memiliki 5Y6 (lima perseratus) atau lebih: v Catatan 20 (2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan v Catatan 20 (3) Pemegang saham lainnya: v Catatan 20 d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan: (1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham v Catatan 1, Perubahan tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi tra stode aan Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS):
Page 39 OCR 0.908
Page 39 of 58 Keteran madasienga. 17A Keterangan V (2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan danfatau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issve dan Private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi: dan (3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesalan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal: 8) Dalam hat hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. 2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital) Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tambahan modal disetor, b) Uraian sumber aglo saham, Cc) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas: d) Uralan mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, @) Uralan mengenal sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: () Pengungkapan untuk selisih nilat transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain: (1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi: (2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara, (3) Tanggal efektif transaksi: (4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut, (5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah Imbalan yang terjadi, (6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilal tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima, dan (7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain: (a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali: (b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Llabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan: (ce) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan (d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajlkan kembali. & Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 Catatan 21 3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Yang harus diungkapkan antara lain : a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi: (1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan: (2) Nama entitas anak, dan (3) Nama pihak yang bertransaksi: 9) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian: dan C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya Pengendalian. 4 Saham Treasuri
Page 40 OCR 0.899
Page 40 of 58 Yang harus diungkapkan antara lai a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetor, b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nitai saham treasuri yang diperoleh, c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor, d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuris dan e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. 5) | Saldo Laba Yang harus diungkapkan antara lain: a) Alasan dan jumlah penyesualan periode yang lalu (jika ada): b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS v Catatan 22 yang terkait, dan Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan settap pos v Catatan 22 cadangan. 6) | Waran Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran, b) dasar penentuan Nilai Wajar waran: c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa), d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya, dan e) Ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran, 7) | Pendapatan Komprehensif Lainnya v Laporan perubahan Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenal perubahan masing- #kuitas dan laporan masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan penghasilan komprehensif tain konsolidasian 8) | Kepentingan Nonpengendali vV Catatan 19 Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat dlatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk. Laba Rugi Komprehensif 1) | Pendapatan Yang harus diungkapkan antara taln : a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama perlode, termasuk pendapatan yang berasal dari: (1) Penjualan barang, vV Catatan 24 (2) Penjualan jasa: v Catatan 27 (3) Bunga: vV Catatan 29 (4) Royalti: dan/atau (5) Dividen, v Catatan 27 diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, v Catatan 24 b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, vV Catatan 31 C) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1046 v Catatan 24 (sepuluh perseratus) dari pendapatan: d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:
Page 41 OCR 0.894
KE Page 41 of 58 PE ngerne eR Padan Srdaka EN/AS Seet Keteranga 8) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain: (1) Pendapatan kontrak konstruksi: la) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam perlode berjalan: (b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam perlode berjalan: dan (c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak, (2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan: (a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan !aba/rugi yang diakui sampai tanggal pelaporan: (b) Jumlah uang muka yang diterima, dan (c) Jumlah retensi: (3) Jumtah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai Aset dan Liabilitas, F) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, dlungkapkan secara terpisah, antara lain: (1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan: (2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan (3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara Jain terdiri dari: (a) Pendapatan bruto: (b) Retur/rabat/diskon terkait, dan (c) Total pendapatan neto. v 2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif Yang harus diungkapkan antara laln: a) Dasar ketentuan tarif, b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif, c) Masa berlaku tarif, d) Besaran tarif, dan e) Perjanjian lain yang terkait. 3) Khusus Industri pembiayaan Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Pendapatan pembiayaan konsumen: b) Pendapatan anjak piutang: dan Cc) Pendapatan sewa. 4) Khusus Industri Rumah Sakit Terdiri dari: Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat Inap, rawat jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara lain: a) Restitusls b) Subsidi tidak mampu: dan C) Selisih perhitungan klaim. 5) Khusus Industri Transportasi Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara fain: a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi:
Page 42 OCR 0.905
Page 42 of 58 ti Ta b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi: C) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi: d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut. 6) | Khusus Industri Telekomunikasi Rinclan pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. 7) | Khusus Industri Asuransi: Pendapatan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi. Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) 8) | Khusus Industri Jalan Tol: Pendapatan Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi, b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. 9) | Khusus Industri Perbankan Pendapatan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain: Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : a) Obligasi Pemerintah, b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui, Cc) Efek-efek, dan d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. 10)| Beban Pokok Penjualan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci: (1) Biaya bahan baku, v Catatan 25 (2) Biaya tenaga kerja, dan v Catatan 25 (3) Biaya overhead v Catatan 25 ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan: v Catatan 25 b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 994 (sepuluh v Catatan 25 perseratus) dari pendapatan, dan c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. 11)| Khusus Industri Rumah Sakit Beban Departementalisasi/Beban Operaslonal Yang harus diungkapkan antara laln, rincian beban departementalisasi: a) Beban bahan: b) Beban jasa pelayanan: Cc) Beban pegawai, d) Beban penyusutan sarana medis: e) Beban pemeliharaan sarana,
Page 43 OCR 0.911
Page 43 of 58 Sada enak EyAsi ei f Beban asuransi: g) Beban langganan daya dan jasa, h) Beban depresiasi. 12)| Khusus Industri Asuransi: v a) Beban Klaim Asuransi Kerugian Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi. b) Beban Klaim Asuransi Jiwa Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian. Cc) Komisi Neto Yang harus diungkapkan antara tain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi. d) Hasil Investasi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis Investasi. 13)| Khusus Industri Perhotelan v Beban Departementalisasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi: b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. 14)| Beban Usaha Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain: a) Beban penjualan: b) Beban distribusl: dan C) Beban umum dan administrasi. Catatan 26 Catatan 26 Catatan 26 Sat 15 Khusus Industri Perbankan v a) Beban Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa utama. b) Beban Provisi dan Komisi Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komlsi berdasarkan kelompok produk/jasa utama. 16, Khusus Industri Pembiayaan v BebanKerugian Penurunan Nilal Yang harus diungkapkan antara lain jumtah beban kerugian penurunan nilai untuk masing-masing akun Piutang Pemblayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Plutang Sewa Pembiayaan. 17)| Pendapatan dan Beban Lainnya Yang harus dlungkapkan antara lain : a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. v Catatan 27 b) rincian dan jumlah Beban tainnya. v Catatan 28 C) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : (1) biaya pinjaman meliputi: (a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode v Catatan 30 suku bunga efektif, (b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK vV Catatan 30 yang berlaku: dan
Page 44 OCR 0.912
Page 44 of 58 El (c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang sellsih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesualan terhadap bunga: (2) biaya keuangan 'alnnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi: (a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual: (b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nllal Wajar melalui laba rugi: dan (c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk Ilndung nilai. d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asoslasi dan/atau Ventura Bersama mellputi : (L) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dan (2) baglan laba rugi dari entitas asoslasi darl operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah. Eteranga Catatan 30 Catatan 9 18) Khusus Industri Perbankan 2) b) ke) Beban Penyisihan Penurunan Nilal atas Aset Keuangan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan, Keuntungan (Kerugian) dari kenalkan (penurunan) nilal surat-surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. 19) Pendapatan Komprehensif Lain Yang harus diungkapkan antara lain: 2) b) 5) d) 8) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud, keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti, selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan, keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual, bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas: dan bagian pendapatan Komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 20) Pajak Penghasilan Yang harus diungkapkan antara lain : a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari: (1) beban (penghasilan) pajak kini: (2) penyesualan yang diakul pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode lalu, (3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasai dari perbedaan temporer dan pemballkannya: (4) Jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru: (5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakul sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan: Catatan 16 Catatan 16 Catatan 16 Catatan 16
Page 45 OCR 0.902
Page 45 of 58 Pe ea AE AE LAI SEA (6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau v pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhanj dan (7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan v akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif, b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang v dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas: c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setlap komponen pendapatan v komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama, d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini: (1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian v Catatan 16 laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau (2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang v Catatan 16 berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku: e) penjelasan mengenal perubahan tarif pajak yang berlaku dan v Catatan 16 perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya, f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer v yang dapat dikurangkan dan rugl pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan: 9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada v entitas anak, cabang, entitas asosiasl, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersarna atas Ilabilitas pajak tangguhan yang belum diakul: h) rekonsillasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut: (1) laba sebelum pajak menurut akuntansi: Catatan 16 (2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan Catatan 16 (3) laba kena pajak: Catatan 16 Ba SN NN ) perhitungan beban dan Ilabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak Catatan 16 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku, » pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar v Catatan 16 dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan, k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum dikompensasi: (1) jumlah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakui pada taporan v Catatan 16 posisi keuangan untuk periode sajian, dan (2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakul dalam laba v rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau llabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan: ) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: (1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan v (2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama v periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian
Page 46 OCR 0.925
m) n) o) p) Page 46 of 58 jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakul sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan: uraian jumlah perubahan pada jumtah pengakuan untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakulsisi dalam suatu kombinasi bisnis: peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib dlakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi blsnis tidak dlakui pada tanggal aKuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi: dan jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila: (1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada: dan (2) entitas mengalami keruglan pada perlode kini atau perlode sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait. 21 Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) c) d 2) Jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsillasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajlan: penjelasan transaksi saham blasa atau transaksi Instrumen berpotensi saham biasa, selain yang dihitung sesual dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah perlode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau Instrumen berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadl sebelum akhir periode pelaporan: dan laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan. Catatan 23 Catatan 23, tidak terdapat efek dilusian 22, Transaksi Pihak Berelasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang jumlahnya: (1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu millar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat, dan/atau (2) lebih dari 0,5Y6 (nol koma ilma perseratus) dari modat disetor untuk transaksi dengan entitas berelasi. terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak beretasi serta Informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud, Catatan 32
Page 47 OCR 0.906
Page 47 of 58 Bee Teman AE AtEt GC) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalarn laporan keuangan, paling kurang: (1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan v Catatan 32 dan beban terkait: (2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau v Catatan 32 Liabilitas, termasuk komitmen, dan: (a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat v jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan (b) rincian garansi yang diberikan atau diterima, vV (3) jumtah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan v kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha: dan (4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, v jika dilakukan pembentukan: d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut: (4) entitas Induk, v Catatan 32 (2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan v Catatan 32 terhadap entitas: (3) entitas anak, v (4) entitas asosiasi, v Catatan 32 (5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, v (6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya: v dan (7) pihak-pihak berelasi lainnya. v Catatan 32 e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau v kelompok direksi, komisaris, pernegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut: (1) imbalan kerja jangka pendek, (2) imbalan pascakerja, (3) imbalan kerja jangka panjang lainnya: (4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (5) pembayaran berbasis saham. f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah : v (1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan (2) Perusahaan: (3) sifat dan jumlah setlap transaksi yang secara individual signifikan: dan (4) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi tersebut. 23)| Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang V Catatan 36
Page 48 OCR 0.901
Page 48 of 58 fungsional. b) Yang harus diungkapkan antara tain: (1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta v Catatan 36 ekuivalennya dalam mata uang fungsional: (2) posisi neto dari aset dan tiabilitas moneter dalam mata uang asing: v Catatan 36 (3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekulvalen dalam mata uang V fungsional, (4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugl, kecuali untuk selisih | vV Catatan 27,28,29 dan kurs yang timbul pada Instrumen keuangan yang diukur pada nilai 30 wajar melalui laba rugi: dan (5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif laln dan v dtakumulasikan dalam komponen ekultas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode. 24)| Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus diungkapkan antara lain : a) untuk setiap rugi penurunan nifal yang diakul atau dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwilf atau suatu unit penghasil kas: (1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau v Catatan 10 dan 11 pembalikan rugi penurunan nilai: (2) jumlah rugi penurunan nllal yang diakui dalam laba rugi selama v Catatan 10 dan 11 perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi penurunan nilai: (3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalarn laba rugi v selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik, (4) goodwili yang telah diakui rugi penurunan nilainya, v (5) jumlah rugi penurunan nllal atas aset revaluasian yang diakui dalam v pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut, dan (6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang v diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut. b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk v setlap kelompok aset. 25)| Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu a) Perubahan Estimasi Akuntansi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi, (2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan, dan (3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus dlungkapkan. b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi: (2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal dan relevan, (3) jumlah penyesuaian untuk perlode berjalan dan setiap periode lalu sajlan: la) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan (b) laba per saham dasar dan dilusian: (4) jumlah penyesualan yang terkait dengan periode-periode sebelum perlode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan
Page 49 OCR 0.904
Page 49 of 58 ETEN/ASI (5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode- periode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi. Cc) Kesalahan Periode Lalu Yang harus diungkapkan antara lain : vV (1) sifat dari kesalahan periode lalu: (2) jumlah koreksi untuk setiap perlode sajian: (a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan (b) laba per saham dasar dan dilusian, (3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal, dan (4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif tidak praktis. 26)| Kombinasi Bisnis a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap v kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu: (1) nama dan penjelasan tentang plhak yang diakuisisi: (2) tanggal akuisisi: (3) biaya terkait akulsisi, di luar blaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis, (4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh: (5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi: (6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakul, ?») Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total Imbalan yang dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan: (8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi: (a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisl, (b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran: dan (c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat dlestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut, (9) Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utama plutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang Jain, yaitu sebagai berikut: (a) Nilal Wajar plutangj (b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih: (10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih, (11) setiap liabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar: . (a) uralan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi, (b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan (c) jumlah estimasi penggantlan yang akan diterima dengan menyebutkan jummiah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut: (12) dalam hal Ilabilltas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat dlukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan: ta) Informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan
Page 50 OCR 0.899
c) d) (13) (14) (15) Page 50 of 58 (b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal, dalam hal pembelian dengan diskon: ta) jumlah keuntungan yang diakul dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui, dan (b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan: setiap komblnasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 90Y6 (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisl: (a) jumlah dari kepentingan nonpengendall pada pihak yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya, dan (b) teknik penitalan dan input model utama yang digunakan dalam penentuan nilal tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar, dalam hat suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap: ta) Nilai Wajar pada tanggal akulsisi atas kepentingan ekuitas plnak yang diakuisisi yang dmilikl oleh pihak pengakulsisi segera sebelum tanggal akuisisi, dan (b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakul sebagai hasil dari pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekultas pada plhak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisl sebelum kombinasi blsnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui keuntungan atau keruglan tersebut, b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan Informasi berikut untuk setlap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif material: “) (2) (3) “4 (5) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendall tertentu atau jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan: (a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai, (b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi awalnya belum selesal: dan (c) sifat dan Jumlah dari setiap penyesualan perlode pengukuran yang diakui selama perlode pelaporan setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan Ilabititas imbalan kontinjensi atau llabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: ta) setiap perubahan dalam jumlah yang diakul, termasuk setiap perbedaan yang tImbul selama penyelesalan, (b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan tersebut, dan (c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur imbalan kontinjensi, Nabilitas kontinjensl yang diakui dalam kombinasl bisnis, jika ada: rekonslllasi atas nilai tercatat yoodwlll pada awal dan akhir periode pelaporan, jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugian yang diakui pada periode pelaporan yang: la) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau llabilitas yang diambil-allh dalam kombinasi bisnis pada perlode pelaporan berjalan atau perlode pelaporan sebelumnya: dan (b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan, pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu perlode: (1) jumlah harga yang dibayarkan:
Page 51 OCR 0.917
Page 51 of 58 ra katida! EA gsren “| (2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: (39 jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, dan (4) jumlah aset dan Ilabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendallan diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. 27) Segmen Operasi Yang harus diungkapkan antara lain : a) pengungkapan pada level segmen: (L) Informasi umum, yang terdiri dari: (a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan (b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen dilaporkan: (2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas segrnen dari segmen ditaporkan, serta dasar pengukurannya, (3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan: b) pengungkapan pada level entitas (1) Informasi produk dan jasa Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa. (2) Informasi wilayah geografis (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: ti. negara domisili Perusahaan, dan il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara tersebut secara Individual. (b) Aset tidak lancar selain instrumen kevangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di: I. negara domisili Perusahaan: dan li. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah. (3) Informasi pelanggan utama Dalam hal pendapatan dari transaksl dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai 1049 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan: (Ka) fakta, (b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan (c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut, Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 28) Operasi yang Dihentikan a) Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 52 OCR 0.930
Page 52 of 58 (1) uraian tentang alasan operasi dihentikan (2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan (3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku. b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkalt dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan, antara lain: (1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif meliputi: (a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, dan (b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, (2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, Investasi dan pendanaan darl operasi yang dihentikan: dan (3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas Induk. 29)| Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat a) Perusahaan wajib mengelompokkan Instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya, yaltu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi: b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi lindung nilal dan Kelompok non Ilndung nilai: (1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain, (2) pihak lawan transaksi (counterpartles), (3) tanggal jatuh tempo, (4) nilat Keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi keuangan, (5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan: (6) pos Aset dan/atau Llabilitas yang dilindung nilai, dan (7) persyaratan penting lainnya, c) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, (2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabllitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan (3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai, disebutkan tujuannya. 30)| Nilai Wajar Instrumen Keuangan Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan antara lain: a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabltitas tersebut dengan cara yang Catatan 33 memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan posisi keuangan: dan b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Catatan 33 Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan. 31)| Dividen Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 22 a) jumlah dividen dan dividen per saharn yang telah dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan, b) jumlah utang dividen untuk: (1) periode pelaporan, dan Laporan Posisi Keuangan dan Catatan 22
Page 53 OCR 0.883
Page 53 of 58 Pi RA LA AA NATA (2) periode sebelumnya) Cc) jumlah dividen dan dividen per saham yang dlusulkan atau dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan: dan @d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. v v 32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah: b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya, C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi datam Ventura Bersama yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas: dan d) dalam hal Ventura Bersama diakul dalam pengendalian bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang: (1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya: dan (2) jumlah agregat setiap aset tancar, aset tidak lancar, Ilabilitas jangka pendek, llabititas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama. 33) Perikatan dan Kontinjensi 3) Perikatan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perikatan yang meliputi: (a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusl, bantuan manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan: L pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, Il periode berlakunya perikatan, Ii. dasar penentuan kompensasi dan denda: IV. Jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan, dan V. pembatasan-pembatasan lainnya, (b) kontrak atau perjanjlan yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjtan pembelian, Ikatan untuk Investasi, diungkapkan: IL pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian) II. periode berlakunya perikatan: Ui, nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi: dan Iv. sanksi-sanksi: (2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin: (b) latar belakang dikeluarkannya jaminan: (c) perlode berlakunya jaminan: dan (d) nilai jaminan: (3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank, dan (4) uraian mengenai sifat, jenis, jumiah dan batasan-batasannya. Catatan 35 Catatan 35 Catatan 13 dan 17
Page 54 OCR 0.910
Page 54 of 58 b) Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: la) pihak-pihak yang terkait, (b) jumlah yang diperkarakan: (c) latar belakang, Isl dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinlon): dan (dy dampak keuangan, (2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya: (3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan: (a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya: dan (b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau banding): (4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: (a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi, (b) estimasl darl dampak keuangannya: (c) Indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber daya: dan (d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. 34) Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma, b) Pihak-pihak yang terkalt dalam kerjasama, C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan, d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama, e) Ketentuan tentang perbahan perjanjlan kerjasama, dan ?) Isi perubahan perjanjian, jika ada. 35) Manajemen Risiko Keuangan a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagal berikut: (1) risiko kredit, antara lain Ikhtisar anallsis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai, (2) risiko likulditas, antara lain: (a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan (b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas, (3) risiko pasar, antara fain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggat tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas, dan (4) risiko tainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34
Page 55 OCR 0.903
b) Page 55 of 58 tangal Adam jari Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatIf dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap Jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan. NYA GtEr Catatan 34 36 Khusus Industri Perbankan a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio) Yang harus diungkapkan antara fain: (1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan posisi keuangan: (2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: dan (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. b) 9 d) Posisi Devisa Neto Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal laporan posisi keuangan: (2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di bank. Aktivitas Fiduclary Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas fiduciaryyang mellputi jasa Kustodian, wali amanat, pengelolaan Investasi dan reksadana. 37 Kuasi-Reorganisasi Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenai keglatan kuasi- reorganisasi yang meliputi: 2) b) c) d) e) Jumlah satdo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisl keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi- reorganisasi, Status golng concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang, Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-reorganisasi, Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan Itabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit: dan Keterangan tentang tanggal terjadinya Kkuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 9 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasl. 38) Pengelolaan Modal Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) d d) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: (1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal: (2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal: dan (3)cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya: ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal: setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari perlode sebelumnya, pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika ada): dan Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 13 dan 17
Page 56 OCR 0.903
Page 56 of 58 e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan. 39 Transaksi Nonkas Yang harus diungkapkan antara lain : Transaksi pada aktivitas Investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut antara !ain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalul penerbitan saham, dan konversi utang menjadl modal. Catatan 10 40) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang: b) penjelasan mengenal setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti Kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian, C) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok opsl saham: d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama perlode, rata-rata tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama perlode pelaporan: e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir perlode, f penentuan Nifai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai berikut: (4) opsi yang diberikan selama suatu perlode, rata-rata tertlmbang Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan Informasi tentang bagaimana Nilal Wajar tersebut diukur, dan (2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar Instrumen ekultas tersebut pada tangga! pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selaln opsi saham), 9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya. 41) Khusus Industri Asuransi: a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Analisis Kekayaan, (2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas: (3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi, (4) Tingkat solvabilitas yang dicapal perusahaan per tanggal pelaporan: dan (5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Hal-hal yang harus diungkapkan: a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah, b) Jenis Akad Asuransi Syariah, c) Rincian Aset, Llabilltas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransl Syarlah: dan d) Zakat, 43 Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: a) Kontrak reasuransi, b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya: C) Rasio keuangan penting:
Page 57 OCR 0.922
Page 57 of 58 Et adal d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan 8) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan. 44 Khusus Industri Kehutanan : a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan Iuran wajib lainnya, C) Realisasi kegiatan dan blaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lalnnya untuk kelestarian alam): d) Realisasi jenis kegiatan setubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya, e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanarnan pada periode berjalan dan akumulasinya: dan f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana : (1) Realisasi pembangunan jatan dan jembatan serta pemeliharaannya: dan (2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjatan dan akumulasinya. 45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Yang harus diungkapkan antara lain: a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang Kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan Informasi terkini: dan contoh peristiwa setelah perlode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakul dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakul peristiwa yang sebelumnya tidak diakui: b) dalam hal terdapat peristiwa non penyesual yang material setelah periode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uralan peristiwa, misalnya: (1) tanggal terjadinya, (2) sifat peristiwa, dan (3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat. 46! Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain: a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut, b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi: C) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan: dan d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laparan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar. Catatan 37 Catatan 37 Catatan 37 Catatan 37 an Reklasifikasi a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos- pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) sifat reklasifikasi, (2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi: dan
Page 58 OCR 0.941
Page 58 of 58 (3) alasan reklasifikasi. b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan: (1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan (2) sifat penyesuajan yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. 48)| Hibah Pemerintah Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal- hal sebagai berikut: a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah diakui. 49)| Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain: (2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta penjelasannya: dan (3) rekonslllasl pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif beserta penjelasannya. c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan. 50)| Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Jakarta, 31 July 2025 Hendra Wi Director |
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×12
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.38
unresolved
org
Bapepam
p.50 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.