Skip to content
Back to announcement

CHECKLIST _ LAPORAN KEUANGAN_ICBP Jun25.pdf

Financial statement Text extracted ICBP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1 OCR 0.923
Page 1 of 58

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1.

Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan
ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek
harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII,G.7).

Tanda (V) diisi pada kolom “Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda vV) diisi pada kolom "Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (V) diisi pada kolom 'N/A'.

Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Bidang Usaha Manufaktur
Jenis penawaran Umum Saham
Juni 2025 Tahun 2024
(Unaudited) (Audited)
Nama Kantor Akuntan Publik “Tya Purwantono,
Sungkoro & Surja
Nama Partner N/A Sinarta
Opini Akuntan N/A Wajar tanpa

Pengecualian

Catatan tentang Opini (jika ada) N/A NJA

“# disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.

Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No,VIII.A.2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”

Page 2 OCR 0.891
Page 20158

Data Keuangan Penting

30 Juni 2025 30 Juni 2024
Periode laporan Keuangan (unadited) (unadited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 37.600.928 36.961.357
Laba bruto 24.478.388 13.982.818
Laba usaha/operasional 8.475.878 8.893.129
EBITDA 9.374.046 9.772.349
Laba Bersih periode berjalan 5.536.138 3.537.612
Laba (rugi) komprehensif 5.932.240 4.453.886
Laba Per saham (dasar) 475 303
Laba Per saham (dilusian) NJA N/A
30 Juni 2025 Tahun 2024
(unadited) (audited)
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 131.995.676 126.040.905
Jumlah Aset Lancar 49.238.213 44.667.549
Jumlah Aset Tidak Lancar 82.757.463 81.373.356
Jumlah Liabilitas 62.495.900 58.997.020
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.444.778 10.924.773
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 48.051.122 48.072.247
Jumlah Ekuitas 69.499.776 67.043.885
Modal Disetor 583.095 583.095
Saldo Laba 41.581.434 38.960.520
Rasio Keuangan”
Rasio Lancar (Yo) 341Ya 409”
ROA 4,80 7,240
ROE 9,340 13,6Yo
Ebitda thd pendapatan (Yo) 24,9 Yo 24,9 Ya

“dapat disesuaikan berdasarkan industrinya

Catatan:

1, Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan
Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesualkan pengungkapan sesuai dengan karakteristik
Industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami
laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.7 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Laporan Keuangan Terdiri dari:

Laporan posisi keuangan pada akhir perjode

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Laporan perubahan ekuitas selama periode

Sialala

Laporan arus kas selama perlode

ulalejn|e

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan v
saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam
laporan keuangannya.

Catatan atas Laporan Keuangan v

Ketentuan Umum

Page 3 OCR 0.914
Pe

Page 30f58

Be RR EL LL

Kel

Keterangai

1)

Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:

a. gambaran umum Perusahaan:

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan:

Cc. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos: dan

9. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:

1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan: dan

2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian darl suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.

Perusahaan wajlb mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan dlasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:

Pendirian perusahaan

2)

Riwayat ringkas perusahaan7

Catatan 1

3)

Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari
Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara:

Catatan 1

1)

Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan
pada perlode pelaporan,

Catatan 1

5)

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha,

Catatan 1

6)

Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara Komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau peramplngan usaha secara signifikan
pada pertode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya,
dan

Catatan 1

7)

Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

8)

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimilikt.

2)

Khusus Industri Jalan Tol

Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan to! tersebut.

10)

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.

11)

Khusus untuk Industri Perbankan

Izin usaha sebagai bank umurn, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

12)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum

Page 4 OCR 0.900
Page 40f 58

Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.

Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasl Perseroan mellputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:

. Nama lokasi,

. Nama pemilik izin lokasi,

. Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya,

. Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik Izin
lokasi: dan

. Jumlah blaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak
dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan:

b) Area Eksploltasi/Pengembangan meliputi:
. Nama lokasi,
. Nama pemilik ijin lokasi,
. Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya,

. Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin
lokasi:

. Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi,

. Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan

. Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksplbitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan
posisi keuangan.

13)|

Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan,

b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPH: dan

c) sisa umur HPH.

tidak memilik! baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak,
lebih dari 5096 (Ilma puluh perseratus) hak suara yang sah,

b, Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) | Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan L
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia,
2) | Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, vV Catatan 1
3) | Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1
4) | Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan v Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampal dengan periode
pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK) Perusahaan tidak
Yang harus diungkapkan antara laln: memiliki EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1
maupun tidak langsung:
2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1
3) | Jenis usaha, v Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial: v Catatan 1
5) | persentase kepemilikan dan praporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1
6) | Total Aset: dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lainnya antara Jaln:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1

b) alasan mengapa kepemilikan balk langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
Investee tidak diikuti dengan pengendalian:

Page 5 OCR 0.913
Page 5 of 58
Aan Tang Renda YA Ke

C) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan v
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan kevangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda,

d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak v
untuk mentransfer dana ke entitas Induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka,
€) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian v
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya Pengendalian atas ekultas yang dapat dlatribusikan pada pemilik
entitas induk: dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas Induk v
harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakul dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau keruglan yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian:
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:
(3) jumlah harga yang diterima:
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan
(6) jumlah Aset dan Llabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
dilkhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, v Catatan 1
dan komite audit,
Cakupan manajemen kunci: dan v Catatan 1
3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata v Catatan 1

jurnlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak

e Penerbitan Laporan Keuangan
1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, dan v Catatan 1

2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotoarisasi laporan keuangan. v Catatan 1

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK v Catatan 2

Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesual dengan SAK.

b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1) | Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis v Catatan 2
(historical cost), biaya perolehan Kini (current cost), nilal realisasi neto (net
reallzable value), Nilat Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku.

2) | Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan v Catatan 2
arus kas.

3) | Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

Page 6 OCR 0.918
Page 6 of 58

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak,

b) fakta dan atasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan

Cc) -alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 2

4

Alasan perubahan periode pelaporan (jlka ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen

1)

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakul dalam
laporan keuangan,

Catatan 3

2)

Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode petaparan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesualan material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Habilitas dalam periode pelaporan berikutnya, dan

Catatan 3

3)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir perlode pelaporan.

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu rneliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagal berikut:

1)

Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos
entitas Induk dan entitas anak,

b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan Ke dalam laporan
keuangan entitas induk,

c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa
kehilangan Pengendalian atas entitas anak:

d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas
entitas anak,

e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian
kepentingan nonpengendall, dan

f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang
dikonsolidasi telah dielimlnasi.

Catatan 3

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

2)

Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang
digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali,

b) pengakuan awal untuk goodwill:
Cc) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilf, dan

d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnls yang ada
dl Perusahaan, antara lain:

(1) pembelian dengan diskon,
(2) akuisisi secara bertahap, dan

(3) imbalan kontlnjensi.

«

Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Page 7 OCR 0.897
Page 7 of 58

Keterang, PAGE AE ke ana
3) | Kas dan setara kas: v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas
dan setara kas.
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk v Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi:
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori:
(3) ketentuan saling hapus darl instrumen keuangan, Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen Catatan 2
keuangan,
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan v Catatan 2
nilai dari aset keuangan,
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keyangan: v Catatan 2
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, v
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2),
angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan
penjelasan mengenai:
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi Ilndung nilai,
(b) klasifikasi Indung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nital atas
Instrumen keuangan derivatif, dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilat untuk tujuan akuntansi Indung
nilai.
b) Investasi pada Sukuk V
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk,
(2) pengakuan awal Sukuk,
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,
(4) Penyajian pendapatan sukuk, dan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
Cc) Sukuk yang diterbitkan v
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk:
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk,
(4) posisi penyajian Sukuk: dan
(5) akad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajlb Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib
minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank

Page 8 OCR 0.913
Page 8 of 58

Indonesia dan Bank Lain.

c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Sank Lain

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.

6)

Plutang Reverse Repo

Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Pjutang Reverse Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

7

Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapltalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara laln:

a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki:

b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapltalisasi Pemerintah:dan

Cc) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.

8)

Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan:

(2) Dasar penyajian atas kredit:

(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
portofolio kredit:

(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibell dari BPPN (jika ada):
dan

(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.

b) Tagitan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara taln dasar penyajian atas tagihan/kewajiban
akseptasi,

c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) Dasar penilalan dan penyajian:
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pemblayaan yang diberikan
dengan saldo piutang/pemblayaan yang tidak dapat ditagih: dan

(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.

9)

Khusus untuk Industri Pembiayaan

Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar penyajian plutang pembiayaan konsumen: dan

b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.

10)

Anjak Piutang

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse),
b) Penyajian transaksi anjak piutang:

c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah
bersih plutang dialihkan: dan

d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).

11)

Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa:

b,

kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa
Operasi, dan

c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau
lessor.

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Page 9 OCR 0.901
Page 9 of 58

Ben akan Eee Ea TAG ET aka ENJAS
12) | Persediaan :
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang v Catatan 2
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan v
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan v
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman
belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan:
(2) Dasar penilaian dan pengukuran,
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke
tanaman telah menghasilkan,
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan: dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan vV
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian:
(b) Metode amortisasi (deplesi), dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian, dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi
hewan ternak telah menghasilkan.
13) | Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
c) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2
d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap: v Catatan 2
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2
9) penghentian pengakuan: v Catatan 2
h) nilai residu: dan vV Catatan 2
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur v Catatan 2
ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode
pelaporan.
14) | Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
Investasi pada asosiasi.
15) | Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2

Page 10 OCR 0.921
Page 10 of 58

Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.

16)

Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dari bentuk kerjasama,

b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul, dan
Cc) Sistem pembagian hasil, jika ada.

17)

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud:

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya:

d) sumber terjadinya Aset Tak berwujud:

@) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud, dan
g) riset dan pengembangan (jika ada),

&

&

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara laln:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kandisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagal aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau Kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual.

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi,

C) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya,

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya: dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat
bruto:

b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai (/Impairment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

C) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan,
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan: dan
e) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai: dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan
Liabilltas Segera
Yang harus dijetaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.

Page 11 OCR 0.915
Page 11 of 58

BN/AB)

Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan, dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara laln:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakul: dan
b) dasar penentuan nilat provisi.

Catatan 2
Catatan 2

24)

Utang Repo

Yang harus dijelaskan antara lain Unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan
dan pengukurannya.

25)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang, harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan:
Cc) Metode penyusutan prasarana PLH, dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(4) Lokasi penambangan:
(2) Satdo awal untuk masing-masing lokasi,

(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan

(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan,

26)

Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masin
berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan,

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa
amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi:

C) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan kapitalisasi
biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana, dan

d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan
jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang
dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH:

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan

C) Metode penyusutan prasarana PLH.

27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:

Page 12 OCR 0.925
Page 12 of 58

ad
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran v Catatan 2
yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta
beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode
persentase penyelesalan
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan:
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransl prospektif dan
retroaktif, dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim
dalam proses penyelesalan, klaim yang terjadi namun belum
dilaporkan dan beban penyelesalan klaim, dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Rea! Estate
Kapitalisasi dan metode atokasi biaya proyek pengembangan Real
Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitallsasi ke proyek pengembangan Real Estat,
(2) Unsur blaya yang dialokasikan sebagai beban proyek,
(3) Penyisihan atas reallsasl pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nilai tercatat proyek,
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real
Estat,
(5) Blaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada
estimasi kini, dan
(6) Unsur biaya yang diakul sebagai beban pada saat terjadinya.
28) | Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan
29) | Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing: Catatan 2
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan Catatan 2
Ilabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo v Catatan 2
dalam mata uang asing.
30) | Transaksi dengan Pihak-plhak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasij Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-plhak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan Catatan 2
31) | Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam laporan keuangan.
32) | Pajak Penghasilan

Page 13 OCR 0.906
Page 13 of58

PI

Tdake|EN/ASI

Peer

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak
tangguhan,

b) ketentuan mengenai saling hapus:
C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhanj dan

d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan.

BN 3

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2

33)

Imbalan Kerja

Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan)

b:

deskripsi umurn mengenai jenis program Imbalan pascakerja yang
diselenggarakan oleh Perusahaan:

Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian
aktuarlal, dan

d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtallment dan penyelesaian.

Lt Ad

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

34)

Saham Treasuri

Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.

35)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus dijelaskan antara tainkebijakan akuntansi untuk transaksi
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalul instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalul Kas, termasuk pengukurannya.

36)

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi,

b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Llabilitas, dan

C) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013,

37)

Biaya Pinjaman

Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya pinjaman
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.

Catatan 2

38)

Segmen Operasi

Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasikan Segmen Operasi.

Catatan 2

39)

Laba (Rugi) per saham

Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham dilusian.

Catatan 2

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak beretlasi dan pihak ketiga:

b) rinclan jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis
mata uang asing,

c) Kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode
pelaporan: dan

Catatan 4

Catatan 4

Catatan 4

dj jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat v
digunakan oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen.
2) | Khusus Industri Perbankan v

Page 14 OCR 0.905
a)

b)

Page 14 of 58

Kas

Yang harus diungkapkan adalah rinclan jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang.

Giro pada Bank Indonesia

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenls mata
uang (nilai dalam mata uang original): dan

(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisl GWM
bank pada saat pericde pelaporan.

c)

Giro pada Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara laln:

Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang,
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai,

(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing
giro,

(3) Rincian jumtah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan
nilai.

d)

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dlungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang,

(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalarni penurunan nilai
(Impalred) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred):

(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok):

(4) Jumlah penyisihan penurunan nllal dan mutasi selama periode
berjalan,

(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan plhak yang mempunyal
hubungan istimewa dan pihak ketiga:

(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya:

(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuldasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari
otoritas yang berwenang: dan

(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan
nilai.

3)

Piutang Usaha
Yang harus dlungkapkan antara lain:

a)
b)
ka
d)

e)
j)

9

h)

jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,
Jumlah piutang menurut debitur,

Jumlah plutang menurut mata uang:

alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai:

jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan keruglan
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:

pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan
manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan:

plutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan:

jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan

SK KK,

Catatan 6

Catatan 6
Catatan 6
Catatan 6

Catatan &

Catatan 6, tidak ada
piutang yang
dijaminkan

Page 15 OCR 0.912
Page 15 of 58

PAGEL IT TakEta TENAGA

i) Informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan Ikatan v
penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). v
4) | Khusus Industri Asuransi v

a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:

(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi, dan

(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(4) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur:
(2) Jumtah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan

(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:

(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi:

(3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan

(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.

5) | Khusus Industri Pembiayaan v
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lala-lain),

(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen,

(3) Bagian pinjaman yang dibiayal bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas:

(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui:

(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek
pembiayaan,

(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagal jaminan atas utang.

b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jurntah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse,
beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak

Page 16 OCR 0.916
Page 16 of 58

piutang (tanpa recourse) serta pendapatan anjak piutang
tangguhan (dengan recourse): dan

(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah
piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian Jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

(2) rekonsillasi antara investasi sewa bruto dan nllai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir perlode pelaporan. Di samping
itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:

(a) kurang dari satu tahun

(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun

(c) lebih dari Ilma tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterlma:
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor,
(5

akumulasi penyisihan plutang tidak tertagih atas pembayaran sewa
minimum:

(6.
(7

rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode: dan

penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.

d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa
Operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode berikut,

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun
(c) lebih dari lima tahun

(2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada periode,
dan

(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor.

8)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah piutang darl masing-masing kontrak konstruksi, dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi.

7»

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan datam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak

konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu

a) blaya kontrak yang terjadi:
b) laba yang diakui:

c) kerugian yang terjadi: dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan:

Page 17 OCR 0.908
Page 17 of 58
BI LA

nas

ndak

EyAS Be Keteranga

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan Kembali Efek,
c) Nama pihak/counterparty:

d) Lokasi Efek jaminan,

e) Tingkat bunga plutang reverse repo,

f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan

9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).

9)

Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat dlambilalih:

b) Selisih antara nilai reallsasl bersih atas agunan yang diambilalh dengan
saldo piutang yang tidak tertagih: dan

C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen,
bunga, dan dendakepada pihak lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang,

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

V | Saldo Plutang lain-lain
berada di bawah
threshold yang
ditetapkan oleh
peraturan 8 G7

12

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat
lancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan
antara pihak ketiga dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(L) nifal tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
Investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setlap kelompok aset keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi periode berjalan

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi,

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum
diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo:

(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uralan tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimlliki hingga jatuh tempo:

(7) jika terdapat reklasifikasi aset Keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori,
(b) atasan reklasifikasi: dan

(c) sisa Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang
telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.

(8) jumlah tercatat aset Keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk
Uabllitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang
terkait dengan penjaminan tersebut,

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan lainnya
ke pihak berelasi

Catatan 9 dan laporan
posisi keuangan

Laporan perubahan
ekuitas konsolidasian

Page 18 OCR 0.898
Page 18 of 58

E €
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk v Catatan” 9 dan
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami Catatan 34
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan
nilal, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara
kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi: dan
(10) jumlah arnortisasi keuntungan (keruglan) yang belum direalisasi atas
Investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi
dimiliki hingga jatuh tempo.
13)| Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: v Catatan 4
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaparan: v Catatan 4
Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing, dan vV Catatan 4

d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
tersebut.

14)

Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah:

b) tujuan model usaha yang digunakan:

C) jumlah Investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya, dan
d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.

15

Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:

a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis,
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga:

C) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

d) Informasi penting lainnya.

16)

Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenal antara laln:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan

b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos
pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau
rugi periode berjalan

17)

Khusus Wesel Tagih

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat
bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal
terjadinya (darl transaksi usaha atau lainnya).

18)

Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.

19)

Pinjaman Polis

Yang harus dlungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menyrut jenis mata uang:

b) Tingkat suku bunga.

20)

Khusus Industri Perbankan

Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:

3 Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan
jangka waktu serta Kolektibilitas,

b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama
periode berjalan,

Cc) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

Page 19 OCR 0.901
Page 19 of 58

eterangani

d)
2)

YA

T El

Raslo kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan:
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

»

Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia:

9

Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah
dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai
Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia,

h)

Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas:

D)

Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi,

»

k)

»

Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika
ada,

Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum

Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:

Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.

21)

Tagihan dan Llabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

c)

d

Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan
jatuh tempo:

Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama periode berjalan,

Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi

22)

Persediaan
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

(1)

(2)

(3)

4

(5)

(6)

(ea)

(8)

(9)

total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut
klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan,

Jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar
dikurangi biaya untuk menjual,

jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode
berjalan,

jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan:

jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilal yang diakui
sebagal pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
dalam periode berjalan:

kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai
persediaan yang diturunkan:

dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan
yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka diungkapkan:

(D jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(NI) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapltalisasi.

persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan,
dan alasan dijaminkan: dan

jenis dan nilai persediaan yang dlasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan asuransi, apablia tidak diasuransikan
wajib diungkapkan alasannya,

KK K ta

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7,
persediaan
dijaminkan

Catatan 7

tidak ada

yang

Page 20 OCR 0.916
b)

Page 20 of 58

Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara faln:

(a) Makanan dan minuman,

(b) Perlengkapan: dan

(c) Barang Dagangan.

ka)

Khusus Industri Real Estate
Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:

(d) Tanah Matang:
(e) Unit Bangunan, dan
(fp Unit Bangunan dalam Penyelesalan.
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya

telah berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah
utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.

d)

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan:

(2) Jumlah blaya bunga dan rugi Kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan: dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

8)

Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(Lt) Materi program : lokal, Impor (media televisi),

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak):
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan industrinya.

Khusus Industri Rumah Sakit

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Obat-obatan,

(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan lainnya

9

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi
tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.

(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) Total jumlah tercatat dan nila) tercatat menurut klasifikasi hewan
ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan:

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap ketompok
selama paling tidak 2 tahun terakhir,

(0 Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan:

(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau
penghapusan persediaan yang mati atau hilang:

(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan

Page 21 OCR 0.908
Page 21 of 58

Eno angan adas Sndeka Keteranga
asuransi dan risiko yang ditutup:
(MP - Jlka tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung,
(9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilal pertanggungan
asuransi, dan
(h) Nilai hewan ternak yang dijarminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.
23)| Pajak Dibayar DI muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan v Catatan 16
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. v Catatan 16
24)| Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah, v Saldo biaya dibayar

dimuka berada di
bawah threshold yang
ditetapkan oleh
peraturan 8 G7

25)| Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual v

Yang harus diungkapkanantara Jain:
(4) uratan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan:

(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan

(3) yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan:
(4) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai:

(5) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam
satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu
tahun,

(6) dalam hat dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimiliki untuk dijual dan kelompok tepasan disajikan sesuai dengan SAK
yang berlaku: dan

(7) datam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
dlungkapkan:

ta) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:

I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diktasifikasikan sebagai dimillki untuk dijual, disesuaikan
dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah
diakui apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai dirniliki untuk dijual dan

il. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual,
(b) uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan

(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan
periode sajian sebelumnya.

26)| Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus dlungkapkan antara lala :
a) rincian jenis, nama pihak berelasl, dan jumlah piutang: v Catatan 32

b) atasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilal serta v
penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut,

C) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v
penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:

Page 22 OCR 0.913
Page 22 of 58

d) pendapat manajemen akan Kecukupan jumlah cadangan keruglan
penurunan nilai: dan

e) datam hal piutang berelasi non usaha disajlkan dalam aset lancar, hal
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.

27)

Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi,

b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta
alasannya,

Cc) nilai tercatat dan Nilai Wajar Investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi
harganya tersedia,

d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasl termasuk jumlah agregat
Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi,

e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki
lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial
Investee secara langsung atau tidak langsung:

f) akhir perlode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas
dan tanggal atau

g) periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan
tanggal atau perlode yang berbeda:

h) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas
asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan,

I) bagian rugi entitas asoslasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi,
baik untuk perlode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif,

j) bagian atas Ilabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama
dengan investor lain:

k) Itabilitas kontinjensi yang terjadl karena Investor berkewajiban bersama-
sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asoslasi: dan

I) ringkasan Informasi keuangan entitas asoslasi, secara individual atau
dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
termasuk total Aset, total Llabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.

Catatan 1 dan 9
Catatan 1

Catatan 1 dan 9,
Kuotasi harga tidak
tersedia
Catatan 9

28)

Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah

jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan
tersebut.

29)

Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan

Berupabiaya yang ditangguhkan datam pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:

a) Saldo awal,

b) Penyisihan periode berjalan:

c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan
d) Saldo akhir.

30)

Khusus Industri Jalan Tol

Hak Bagi Hasil Tol

Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hai
berikut:

(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol,

(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya,

Page 23 OCR 0.898
Page 23 of 58
Pe ea 2 TAI TAN

(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan
(d) Rekiasifikasi proyek kerjasama operasi dalarn pelaksanaan ke hak bagi hasil
tol.

31)| Khusus Industri Perkebunan v
Tanaman Perkebunan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Untuk tanaman telah menghasilkan

(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis
tanaman,

(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk
setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir:

(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam:

(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi
penanaman

(S) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling
sedikit 2 tahun: dan

(6) Tanaman yang dijaminkan.

b) Untuk tanarnan belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Satdo awal
I. Tambahan tahun berjalan
il. Biaya langsung

Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
depresiasi luar blasa

IL. Pengurangan tahun berjalan

HI, Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir,

(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma
yang menjadi milik perusahaan (Intl) dan tanaman yang bukan milik
perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma), dan

(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.

(b'

32)| Khusus Industri Peternakan v

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan)
dan hewan ternak telah menghasilkan:

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,

c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan,

d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan:
e) Kondisi hewan ternak:

N Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,

9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi dan
risiko yang ditutup:

h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung:

I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada:

1) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada,
dan

k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.

33)| Properti Investasi v
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model
Nilai Wajar atau modet biaya:

Page 24 OCR 0.919
b)

tu)

d)

Page 24 of 58

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan
Nilai Wajar dari Properti Investasi:

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti

pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti

tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggai penilaian, dan tanggal laporan penilalan
terakhir,

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:

(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi,

(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi
yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan
penghasitan sewa selama periode tersebut, dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakul dalam laba
rugi atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang
menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan
model Nilai Wajar,

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti

Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan: dan

(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.

Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar,

selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)

ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan
akhir perlode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi:

(2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesuaikan secara
signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan
harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penllalan tersebut dan
penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan
keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:

(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali: dan

(b) penyesualan signifikan lain.

Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model blaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:

(1) umur manfaat:

(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajlan dan
alokasi beban penyusutan,

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul, dan jumlah pemulihan rugi
penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang beriaku,

(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri,
dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi.

Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara laln:

(2) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,
(3) estimasi saat penyelesaian:
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian:

(5S) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: dan

(S8) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
Investasi yang memenuhi kriterla aset Kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
fa) jumlah biaya pinjaman yang dikapitallsasi selama periode

berjalan, dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.

Page 25 OCR 0.911
Page 25 of 58

Eterangan

34)

Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset
sewa pembiayaan:

b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan rekiasifikasi:

c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi
beban penyusutan:

d) rugi penurunan aitai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba
rugi dan ekuitas (jika ada):

8) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap:

f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami
penurunan allal, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi
komprehensif:

9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penitaian):

(2)tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila
Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian:

(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandalnya aset tersebut
dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi satdo
surplus kepada para pemegang saham.

h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:

(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nllal kontrak,

(3)estimasi saat penyelesaian,
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada),

(S)jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam
pembangunan: dan

(S)dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:

ta) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan:
dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.

) Pengungkapan lainnya antara laln:
(L)jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara,

(2)jumtah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan
penuh dan masih digunakan,

Catatan 10 (tidak ada
aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 10

Page 26 OCR 0.925
Page 26 of 58

(3)jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual:

(4)dalam hal model blaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila
berbeda secara material dari jumlah tercatat,

(5)nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap
yang dihentikan pengakuannya:

(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hlbah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan,

(7) perubahan estimasl masa guna dan/atau metode penyusutan menurut
jenis Aset Tetap:

(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai
atau pemulihan penurunan nilai,

(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima
jaminan dan alasan penjaminan: dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan

(41)risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan

(12) asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.

Catatan 10

Catatan 10, tidak ada

Aset tetap
dijaminkan

Catatan 10

Catatan 10

yang

35)|

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara laln:

(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated

acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan
kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasliltas dalam pengerjaan,

(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan:
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih

kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.

36)

Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi:

b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi
komprehensif,

Cc) rekonsiltasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset
Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

d

dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan,
dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi:

@) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat

Catatan 11

Catatan 11

Catatan 11

Page 27 OCR 0.915
1

Page 27 of58

BE ENJAS Ketan
tidak terbatas:

f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset | vV Catatan 2 dan 11
Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan:

9) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya v

diakut pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut,
(2) jumlah tercatatnya, dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya
atau model revaluasi,
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya v
dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jamlnan
untuk Liabilitas,

1) nilai komitmen Kontraktual untuk akulsisi Aset Takberwujud, v

1) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan: v
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2) nana Penilai dan tanggal laporan penilalan terakhir:
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi
Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setlap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para

(7) pemegang saham.

37)| Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum v

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan

tentang :
(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan pengurangan:
(3) Saldo akhir.

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Yang harus diungkapkanantara lain:

(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan,
dan saldo akhir: dan

(2) Jumlah aset, Ilabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan
arus kas Investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.

C) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah
tambang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
fa) Metade pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari
(4) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan
penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-ratanya:

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):

Page 28 OCR 0.918
Page 28 of 58

(1

(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi penjelasan :

(a) Alasan terjadinya penundaan:
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulalnya
produksi, dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi
(ilka ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utarna yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara laln :

(1) Mutasl Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan menunjukkan:
fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan:
(b) Saldo awal:
(c) Penambahan/penguranganj
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.

(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas keglatan
pengembangan yang masih berjalan:

(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen
tidak dapat dipulihkan,

(4) Jumlah blaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan
dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:

(a) Alasan terjadinya penundaan,

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi: dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila
ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode
dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung
penurunan nilai tersebut.

(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
tiap-tiap Area of Interest.

Llabilitas

1)

Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak
berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan

c) jaminan yang diberikan oteh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang
berhubungan.

Catatan 14
Catatan 14

2)

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan
provisi jangka panjang.

b) Yang harus diungkapkan antara faln:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir perlode,
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan:

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan,

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan,

(S) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai klni,
yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto,

(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi:

(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa
masa depan: dan

Page 29 OCR 0.916
Page 29 of 58

Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban
yang belum jatuh tempo.

GE Cerah Agan Sidak) Keterangai
(8) jurnlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut.
3) | Beban akrual v Catatan 15

9

Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian berdasarkan jenis dan mata vang, dan
b) Uralan mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5)

Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada
transaksi repo:

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek.

8)

Khusus Kontrak Konstruksi

Utang Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara laln liabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan taginan tersebut, juga harus dirinci dalam
bentuk tabel yaitu :

a) biaya kontrak yang terjadi:

b) laba yang diakui:

C) kerugian yang dialami: dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

7)

Khusus Industri Perbankan

a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lalin rincian tiap jenls simpanan yang
mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu,
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan: dan

(6) Pemberian fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro.

b) Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.

8)

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi:
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan:
(3) Rincian berdasarkan mata uang:
(4) Dasar perhitungan dan asurnsi aktuaris, dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang Klaim Kepada pihak berelasi dan pihak

Page 30 OCR 0.896
(2)
(3)
(2)

Page 30 of 58

ketiga,

Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:
Jumlah utang Klalm menurut jenis asuransi, dan
Jumlah utang menurut mata uang.

c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)
(2)
(3)
(G2)

Jumlah menurut jenis asuransi,

Jumlah menurut tertanggung,

Jumlah menurut mata uang, dan

Jumtah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.

d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:

ken)
(2)
(3

(4)
(5)

Jumlah menurut program asuransi,
Jumlah menurut jenis pertanggungan:

Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga:

Metode perhitungan yang digunakan, dan

Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:

@)

(2)
(3)
(4)

Pemisahan antara utang klalm kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga:

Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

Jumlah menurut jenis mata uang, dan

Jumlah menurut umur utang.

f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:

d)

ka)
(3)
(4)
(5)

Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

Jumlah berdasarkan reasuradur,

Jumlah menurut jenis mata uang,

Jumlah menurut umur utang: dan

Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)
(2)
(3)

Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
Jumlah menurut jenis mata uang: dan
Jumlah menurut jenis asuransi.

h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.

)) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:

(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham,
(2) Dasar perhitungan: dan
(3) Saldo menurut usia.
9) | tabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek kenalan 15 pe
Yang harus diungkapkan antara fain jenis dan jumlahnya. keuangan
10)| Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya: dan Catatan 16
b) Informasi mengenai ketetapan pajak. Catatan 16
11)| Khusus Industri Pemblayaan

Kewajiban Anjak Piutang

Page 31 OCR 0.905
Page 31 of 58

ena Ketaran Ienase|endake EVAS Bea Keteraiiia
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah Ilabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan
recourse, dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh tempo
serta Ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12)| Khusus Kontrak Konstruksi v
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima.
13)| Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang v Catatan 17
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas llabilitas jangka panjang
sesuai dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka
panjang sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14)| Llabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara laln:
(1) Pengungkapan untuk llabilitas keuangan lainnya berlaku untuk v Catatan 13
Ilabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka
panjang:
(2) Perusahaan wajib mengetompokkan sesuai klasifikasi yang v
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori: v Catatan 13
(b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan: dan v
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan v Catatan 13
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang vV
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang:
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak
penghasilan yang terkait,
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang
Giakul selama periode tersebut, dan
(4) Jumlah utang Kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang
yang telah direstrukturisasi.
15)| Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
16)| Khusus Industri Pertambangan Umum v
Bagian Penyisihan untak Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
17) Liabllitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk v
dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan
pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18)| Utang Pihak Berelasi Non-Usaha

Page 32 OCR 0.894
Page 32 of 58

z AGE NAME ENYA eter
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang: v Catatan 32
b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 32
C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. v
19)| Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara laln:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 17
Jenis mata uang:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan: v Catatan 17
c) tanggal jatuh tempo, v Catatan 17
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu £2 (dua belas) bulan: | v Catatan 17
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah v Catatan 17, Catatan
dan tujuan perolehannya, 35
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing v Catatan 17
fasilitas pinjaman,
9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam v Catatan 17
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default),
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan: v Catatan 17
I) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian v Catatan 17
dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan
utang baru, dan
» pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka v
panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan
sejak tanggal laporan pasisi keuangan tetapl tetap diklasifikasikan sebagai
Nlabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.
20)| Utang Sewa Pembiayaan v
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumtah neto nllai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa
(lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan,
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada
tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai klninya. Selain itu wajib
mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada
tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode
berikut:
(1) sampai dengan satu tahun,
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan
(3) lebih dari 5 (ilma)tahun.
Cc) pembayaran sewa Kontinjen yang dlakul sebagai beban pada periode
tersebut,
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-cancellable subiease) pada tanggal laporan posisi
keuangan:
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and
leaseback): dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa Kontinjen:
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsl

Page 33 OCR 0.930
Page 33 of 58

ang

perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya:
dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa.

Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincjan berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:
(2) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga:
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat,
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan:

(6) Ringkasan perjanjlan yang rneliputi tanggal kesepakatan, jangka
waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus
dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt Covenance):

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas
Surat berharga yang diterbitkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang:

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

(3) Ringkasan perjanjlan yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka
waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset
bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lalnnya(debt
Covenance),

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance:

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan
mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih,

c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(t) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan:

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan, dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.

22)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilltas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal,
(2) Penyisihan yang dibentuk:
(3) Pengeluaran yang terjadi, dan
(4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:

C) Uabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan:

d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen blaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah:

e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan Pengurangan :
(3) Satdo akhir.

23

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

Page 34 OCR 0.878
ta)
(b)
(c)
(@)
(@)

IG)
(@
(n
WM
@

ta)
(b)
@

td)
(e)

#
@
(hn)

ta)

(0)
(c)
td)

te)

IG)

Page 34 of 58

a) Imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban Imbalan pasti
yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat

dlatribusikan ke dalam:

biaya jasa kini:

blaya bunga,

luran oleh peserta program,
keuntungan dan kerugian aktuarial,

perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian,

imbalan yang dibayarkan,
biaya jasa lalu,
kombinasi bisnis,
curtallment, dan

penyelesaian.

(3) analisis kewajiban Imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai,

(4) rekonsillasi saldo awal dan akhir dari Nilal Wajar aset program serta
saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak
selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap:

hasil yang diharapkan dari aset program,
keuntungan dan kerugian aktuarial,

perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian:

Iuran oleh pemberi pekerja,
luran oleh peserta program,

Imbalan yang dibayarkan:
kombinasi bisnis, dan

penyelesaian:

(5) rekonsiliasi nilai Kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud
dalam butir(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud
dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan
posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan:

keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakut dalam
laporan

posisi keuangan:
biaya Jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan,

setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh
batasan dalam SAK,

Nila) Wajar pada akhir perlode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesual dengan SAK, dan

Jumlah lainnya yang diakut dalam laporan posisi keuangan,

Catatan 2, 3 dan 18

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Page 35 OCR 0.909
Page 35 of 58

randa

(6) total beban yang diakul di faba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan
nama pos dimana hal tersebut termasuk:

ta) blaya jasa kini,
(b) biaya bunga,
(c) hasil yang diharapkan dari aset program:

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK:

te) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih
metode koridor 944 (sepuluh per seratus),

(Ph biaya jasa lalu:

(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan
penyelesaiannya: dan

(h) dampak darl batasan dalam SAK:

(7) jumlah totat yang diakul dalam pendapatan komprehensif lain yang
akan diakui segera dalam satdo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuartal dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK:

(8) jumtah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui
pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui
keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesual
dengan SAK:

(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai
Wajar total

aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang
mencakup, namun tidak terbatas pada, instrumen ekultas, Instrumen
utang, properti, dan seluruh aset lain:

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
(a) setiap kategori Instrumen keuangan milik Perusahaan: dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan,

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian

yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak
kategori utama dari aset program,

(12) Imbal hasil aktual atas aset program, serta Imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset:

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode
pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak
hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya,
termasuk:

(a) tingkat diskonto:

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan,

(ce) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan

dalam taporan keuangan pada setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset:

(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam

indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program formal

atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa
depan):

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 36 OCR 0.910
Page 36 of 58

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

(FP) asumsi material laln yang digunakan dalam aktuaria,

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:

ta) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja perlodik neto, dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan Inflasi yang
tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau
penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari
makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam
lingkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan periode empat tahun
sebelumnya dari:

(a) nilai kini kewajiban Imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan
surplus atau defisit pada program: dan

(b) penyesualan yang timbul pada:

(I) Nabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari Ilabilitas program pada akhir periode
pelaporan: dan

(NW) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase
darl aset program pada akhir periode pelaporan:

(16) estimasi terbalk pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara
andal, dari Iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama
perlode tahunan dimulai setelah perlode pelaporan:

(47) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risiko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:

Ca) perjanjian kontraktual atau kebljakan tertulis untuk pembebanan
biaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan
seperti Itu,

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti neto
sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

() Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak
keuangan atas perubahan program selama periode tersebut,

(ti) pengungkapan gambaran umum jenis program sesual
dengan hurufa) butir (1) mencakup penjelasan praktik
Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk
dalam pengukuran kewajiban imbalan

(II) pasti: dan

(iv) jika Perusahaan mencatat Iuran yang terutang untuk periode
sesuai SAK

(v) Informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan
sesuai dengan

(WI) butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir
(43), butir (14),

(vii) dan butir (16) serta butir ii.

b) Iuran Pasti

Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran
pasti.

C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya

Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja
jangka panjang lainnya.

Catatan 18

Page 37 OCR 0.901
Page 37 of 58

EYAG Tete
v

d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja: dan
(2) penjelasan mengenai Ilabilltas kontinjen (jika ada).
24)| Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nifai tercatat dalam ruplah dan Catatan 17
mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku
bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbltannya: Catatan 17
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, v
Cc) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: Catatan 17
d) nama Wali Amanat dan keterkaltan usaha dengan Perusahaan:
&) jamlnan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi
dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada: v
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, Catatan 17
9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang v
dan Kondisi default): dan
h) persyaratan penting lainnya. v
25)| Sukuk v
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1)
ralan tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skerna transaksisyariah yang
digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari,
(c) nltai nominal,
(d) besaran Imbalan (untuk Sukuk Ijarah),
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasll, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah),
(rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran
Imbalan atau bagi hasil,
(9) jangka waktu:
(hn) tujuan penerbitannya, dan
(i) persyaratan penting lain:
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan,
(4) jumlah bagian yang akan jatuh termnpo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
(6)jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:
dan
(8) kejadian penting lainnya antara Jain kepatuhan Emiten atav
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk
(misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).
26)| Utang Subordinasi v
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran
suku bunga kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannyaj
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasij
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenufi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default):

Page 38 OCR 0.893
Page 38 of 58

7 A Sel
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatanj: dan
f) persyaratan penting lainnya.
27)| Obligasi Konversi v
Yang harus diungkapkan antara fain:
a) rincian mengenai Jenis, nllal nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obilgasi
konversi dicatatkan, dan tujuan penerbltannya:
b) perlode konversi dan persyaratan konversi, antara lain mellputi rasio
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti,
c) dampak dilusl apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price)
yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi
konversi:
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya,
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
P jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan,
9) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi
dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),
1) kejadian penting lainnya antara !ain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default),
ih) dalam hal Perusahaan menerbitkan obllgasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli,
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi,
I) keberadaan fitur derivatif melekat: dan
m) persyaratan penting lainnya
c Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk
1) | Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setlap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode, v Catatan 20
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis v
saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali
atas modal, dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan v
kontrak penjualan saham, termasuk jum!ah dan persyaratan,
b) Penjelasan mengenal sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam v
ekuitas,
Cc) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar
saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(Lt) Pemegang saham yang memiliki 5Y6 (lima perseratus) atau lebih: v Catatan 20
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan v Catatan 20
(3) Pemegang saham lainnya: v Catatan 20
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham v Catatan 1, Perubahan
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi tra stode aan
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS):

Page 39 OCR 0.908
Page 39 of 58

Keteran madasienga. 17A Keterangan
V

(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio,
saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan
danfatau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issve dan
Private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi: dan

(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesalan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal:

8) Dalam hat hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa
Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.

2)

Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah tambahan modal disetor,

b) Uraian sumber aglo saham,

Cc) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas:
d) Uralan mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor,

@) Uralan mengenal sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya:

() Pengungkapan untuk selisih nilat transaksi dengan entitas sepengendali,
antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi:

(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara,

(3) Tanggal efektif transaksi:

(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau
dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut,

(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah
Imbalan yang terjadi,

(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih
antara nilal tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima, dan

(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi
antara lain:

(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan
sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali:

(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Llabilitas entitas atau bisnis
yang dikombinasikan:

(ce) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajlkan
kembali.

&

Catatan 21
Catatan 21
Catatan 21

Catatan 21
Catatan 21

Catatan 21

Catatan 21

Catatan 21

3)

Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang
meliputi:

(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi:

9) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian: dan

C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.

4

Saham Treasuri

Page 40 OCR 0.899
Page 40 of 58

Yang harus diungkapkan antara lai

a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan
modal disetor,

b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nitai saham
treasuri yang diperoleh,

c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan
modal disetor,

d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan kembali serta selisih
antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuris dan

e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.

5) | Saldo Laba

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Alasan dan jumlah penyesualan periode yang lalu (jika ada):

b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS v Catatan 22
yang terkait, dan

Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan settap pos v Catatan 22
cadangan.

6) | Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran,

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa),

d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya, dan
e) Ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran,

7) | Pendapatan Komprehensif Lainnya v Laporan perubahan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenal perubahan masing- #kuitas dan laporan
masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan

penghasilan
komprehensif tain
konsolidasian

8) | Kepentingan Nonpengendali vV Catatan 19
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
dlatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk.

Laba Rugi Komprehensif
1) | Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara taln :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama
perlode, termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang, vV Catatan 24
(2) Penjualan jasa: v Catatan 27
(3) Bunga: vV Catatan 29
(4) Royalti: dan/atau
(5) Dividen, v Catatan 27
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, v Catatan 24
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, vV Catatan 31
C) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1046 v Catatan 24

(sepuluh perseratus) dari pendapatan:

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang
tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

Page 41 OCR 0.894
KE

Page 41 of 58

PE ngerne  eR

Padan Srdaka EN/AS Seet Keteranga

8) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:

la) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam perlode berjalan:

(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak
yang diakui dalam perlode berjalan: dan

(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian
kontrak,

(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode
pelaporan:

(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan !aba/rugi yang diakui
sampai tanggal pelaporan:

(b) Jumlah uang muka yang diterima, dan
(c) Jumlah retensi:

(3) Jumtah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing
sebagai Aset dan Liabilitas,

F) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
dlungkapkan secara terpisah, antara lain:

(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan:

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan

(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan
sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara Jain terdiri dari:

(a) Pendapatan bruto:
(b) Retur/rabat/diskon terkait, dan

(c) Total pendapatan neto.

v

2)

Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Dasar ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

c) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkait.

3)

Khusus Industri pembiayaan

Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen:

b) Pendapatan anjak piutang: dan

Cc) Pendapatan sewa.

4)

Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:

Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat Inap, rawat
jalan dan penunjang medis,

Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusls

b) Subsidi tidak mampu: dan

C) Selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara fain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi:

Page 42 OCR 0.905
Page 42 of 58

ti Ta
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi:
C) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi:
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi,
feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) | Khusus Industri Telekomunikasi
Rinclan pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak lain.
7) | Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum
merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) | Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus dlungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan
jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi,
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.
9) | Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah,
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
diakui,
Cc) Efek-efek, dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.
10)| Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang
dirinci:
(1) Biaya bahan baku, v Catatan 25
(2) Biaya tenaga kerja, dan v Catatan 25
(3) Biaya overhead v Catatan 25
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan: v Catatan 25
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 994 (sepuluh v Catatan 25
perseratus) dari pendapatan, dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang
dijual.
11)| Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operaslonal

Yang harus diungkapkan antara laln, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan:

b) Beban jasa pelayanan:

Cc) Beban pegawai,

d) Beban penyusutan sarana medis:

e) Beban pemeliharaan sarana,

Page 43 OCR 0.911
Page 43 of 58

Sada enak EyAsi ei

f Beban asuransi:
g) Beban langganan daya dan jasa,
h) Beban depresiasi.

12)| Khusus Industri Asuransi: v
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi
klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya :
klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
Cc) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara tain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
Investasi.

13)| Khusus Industri Perhotelan v
Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi:
b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan

c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

14)| Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya,
yaitu antara lain:

a) Beban penjualan:

b) Beban distribusl: dan

C) Beban umum dan administrasi.

Catatan 26
Catatan 26
Catatan 26

Sat

15

Khusus Industri Perbankan v
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan
komlsi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

16,

Khusus Industri Pembiayaan v
BebanKerugian Penurunan Nilal

Yang harus diungkapkan antara lain jumtah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Piutang Pemblayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Plutang Sewa Pembiayaan.

17)| Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus dlungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. v Catatan 27
b) rincian dan jumlah Beban tainnya. v Catatan 28
C) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:

(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode v Catatan 30
suku bunga efektif,

(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK vV Catatan 30
yang berlaku: dan

Page 44 OCR 0.912
Page 44 of 58

El

(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing

sepanjang sellsih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesualan

terhadap bunga:

(2) biaya keuangan 'alnnya yang terjadi dari transaksi instrumen
keuangan meliputi:

(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk
dijual:

(b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nllal Wajar
melalui laba rugi: dan

(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan
untuk Ilndung nilai.

d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asoslasi dan/atau Ventura Bersama

mellputi :

(L) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dan

(2) baglan laba rugi dari entitas asoslasi darl operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

Eteranga
Catatan 30

Catatan 9

18)

Khusus Industri Perbankan

2)

b)

ke)

Beban Penyisihan Penurunan Nilal atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset
keuangan,

Keuntungan (Kerugian) dari kenalkan (penurunan) nilal surat-surat
berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

19)

Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:

2)
b)
5)

d)
8)

perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud,
keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti,
selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual,

bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam
rangka lindung nilai arus kas: dan bagian pendapatan Komprehensif lain
dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama.

Laporan laba rugi dan
penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

20)

Pajak Penghasilan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini:

(2) penyesualan yang diakul pada periode atas pajak kini yang berasal
dari periode lalu,

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasai dari
perbedaan temporer dan pemballkannya:

(4) Jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan
perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang
baru:

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakul
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan:

Catatan 16
Catatan 16

Catatan 16

Catatan 16

Page 45 OCR 0.902
Page 45 of 58

Pe ea AE AE LAI SEA

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau v
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhanj dan

(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan v
akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba
rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara
retrospektif,

b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang v
dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas:

c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setlap komponen pendapatan v
komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain
dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,

d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:

(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian v Catatan 16
laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang v Catatan 16
berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang
berlaku:
e) penjelasan mengenal perubahan tarif pajak yang berlaku dan v Catatan 16

perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi
sebelumnya,

f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer v
yang dapat dikurangkan dan rugl pajak belum dikompensasi yang tidak
diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan:

9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada v
entitas anak, cabang, entitas asosiasl, dan bagian partisipasi dalam
Ventura Bersarna atas Ilabilitas pajak tangguhan yang belum diakul:

h)  rekonsillasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai
berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi: Catatan 16
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan Catatan 16

(3) laba kena pajak: Catatan 16

Ba SN NN

) perhitungan beban dan Ilabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak Catatan 16

sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku,

» pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar v Catatan 16
dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan,

k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:

(1) jumlah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakui pada taporan v Catatan 16
posisi keuangan untuk periode sajian, dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakul dalam laba v
rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah
aset atau llabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan:

) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan v

(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama v
periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian

Page 46 OCR 0.925
m)

n)

o)

p)

Page 46 of 58

jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang
saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan
Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakul sebagai Liabilitas
dalam laporan keuangan:

uraian jumlah perubahan pada jumtah pengakuan untuk aset pajak
tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakulsisi
dalam suatu kombinasi bisnis:

peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak
tangguhan wajib dlakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh
dari kombinasi blsnis tidak dlakui pada tanggal aKuisisi tetapi diakui
setelah tanggal akuisisi: dan

jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung
pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba
kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang telah ada: dan

(2) entitas mengalami keruglan pada perlode kini atau perlode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan
terkait.

21

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian

Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

c)

d

2)

Jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba
atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk periode
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis
Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut
dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsillasi
penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang
berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen
tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajlan:

penjelasan transaksi saham blasa atau transaksi Instrumen berpotensi
saham biasa, selain yang dihitung sesual dengan SAK yang berlaku, yang
terjadi setelah perlode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah
jumlah saham biasa atau Instrumen berpotensi saham biasa yang beredar
pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadl sebelum
akhir periode pelaporan: dan

laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.

Catatan 23

Catatan 23, tidak
terdapat efek dilusian

22,

Transaksi Pihak Berelasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu millar rupiah) untuk transaksi
dengan orang atau anggota keluarga terdekat, dan/atau

(2) lebih dari 0,5Y6 (nol koma ilma perseratus) dari modat disetor untuk
transaksi dengan entitas berelasi.

terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat
meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak beretasi serta Informasi
tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud,

Catatan 32

Page 47 OCR 0.906
Page 47 of 58

Bee Teman AE AtEt

GC) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi
dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi
dampak hubungan tersebut dalarn laporan keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan v Catatan 32
dan beban terkait:

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau v Catatan 32
Liabilitas, termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat v
jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesaian: dan

(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima, vV

(3) jumtah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan v
kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan
piutang pihak berelasi non-usaha: dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, v
jika dilakukan pembentukan:

d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:

(4) entitas Induk, v Catatan 32

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan v Catatan 32
terhadap entitas:

(3) entitas anak, v
(4) entitas asosiasi, v Catatan 32
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, v

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya: v
dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya. v Catatan 32

e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau v
kelompok direksi, komisaris, pernegang saham utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori
berikut:

(1) imbalan kerja jangka pendek,
(2) imbalan pascakerja,
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya:
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan
(5) pembayaran berbasis saham.

f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah : v

(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya
dengan

(2) Perusahaan:

(3) sifat dan jumlah setlap transaksi yang secara individual signifikan:
dan

(4) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara
individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas
luasnya transaksi tersebut.

23)| Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing

a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang V Catatan 36

Page 48 OCR 0.901
Page 48 of 58

fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara tain:

(1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta v Catatan 36
ekuivalennya dalam mata uang fungsional:

(2) posisi neto dari aset dan tiabilitas moneter dalam mata uang asing: v Catatan 36

(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekulvalen dalam mata uang V
fungsional,

(4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugl, kecuali untuk selisih | vV Catatan 27,28,29 dan
kurs yang timbul pada Instrumen keuangan yang diukur pada nilai 30
wajar melalui laba rugi: dan

(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif laln dan v
dtakumulasikan dalam komponen ekultas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

24)| Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) untuk setiap rugi penurunan nifal yang diakul atau dibalik selama periode
tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwilf atau suatu unit
penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau v Catatan 10 dan 11
pembalikan rugi penurunan nilai:

(2) jumlah rugi penurunan nllal yang diakui dalam laba rugi selama v Catatan 10 dan 11
perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai:

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalarn laba rugi v
selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif
yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik,

(4) goodwili yang telah diakui rugi penurunan nilainya, v

(5) jumlah rugi penurunan nllal atas aset revaluasian yang diakui dalam v
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut, dan

(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang v
diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk v
setlap kelompok aset.

25)| Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan
Kesalahan Periode Lalu

a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan,
dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut
harus dlungkapkan.

b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi:

(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi
yang andal dan relevan,

(3) jumlah penyesuaian untuk perlode berjalan dan setiap periode lalu
sajlan:

la) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(4) jumlah penyesualan yang terkait dengan periode-periode sebelum
perlode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka
diungkapkan alasannya: dan

Page 49 OCR 0.904
Page 49 of 58

ETEN/ASI

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk
suatu periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-
periode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan
kebijakan akuntansi.

Cc) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain : vV
(1) sifat dari kesalahan periode lalu:
(2) jumlah koreksi untuk setiap perlode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian,
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal, dan

(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya
koreksi apabila penyajian kembali retrospektif tidak praktis.

26)| Kombinasi Bisnis

a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap v
kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:

(1) nama dan penjelasan tentang plhak yang diakuisisi:

(2) tanggal akuisisi:

(3) biaya terkait akulsisi, di luar blaya penerbitan Efek utang dan Efek
ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing
kombinasi bisnis,

(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh:

(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara
pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi:

(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang
diakul,

?») Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total Imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama imbalan:

(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:

(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisl,

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah
pembayaran: dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat dlestimasikan. Dalam hal
jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut,

(9) Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama plutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang Jain,
yaitu sebagai berikut:

(a) Nilal Wajar plutangj
(b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan

(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih:

(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih,

(11) setiap liabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar: .

(a) uralan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut.
Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan
asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan:
dan

(c) jumlah estimasi penggantlan yang akan diterima dengan
menyebutkan jummiah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut:

(12) dalam hal Ilabilltas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya
tidak dapat dlukur secara andal, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
ta) Informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)

angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

Page 50 OCR 0.899
c)

d)

(13)

(14)

(15)

Page 50 of 58

(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal,
dalam hal pembelian dengan diskon:

ta) jumlah keuntungan yang diakul dan pos dalam laporan laba
rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui, dan

(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan:

setiap komblnasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang
dari 90Y6 (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi pada tanggal akuisisl:

(a) jumlah dari kepentingan nonpengendall pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya, dan

(b) teknik penitalan dan input model utama yang digunakan dalam
penentuan nilal tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilai Wajar,

dalam hat suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:

ta) Nilai Wajar pada tanggal akulsisi atas kepentingan ekuitas
plnak yang diakuisisi yang dmilikl oleh pihak pengakulsisi
segera sebelum tanggal akuisisi, dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakul sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekultas
pada plhak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisl
sebelum kombinasi blsnis dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk mengakui keuntungan atau keruglan
tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan periode

sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan Informasi berikut untuk setlap kombinasi bisnis yang
material atau secara kolektif material:

“)

(2)

(3)
“4

(5)

dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk
Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendall tertentu atau jenis
imbalan dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi
bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai,

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang
akuntansi awalnya belum selesal: dan

(c) sifat dan Jumlah dari setiap penyesualan perlode pengukuran
yang diakui selama perlode pelaporan

setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan

Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset

imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan

Ilabititas imbalan kontinjensi atau llabilitas tersebut dibatalkan atau

lewat waktu, maka diungkapkan:

ta) setiap perubahan dalam jumlah yang diakul, termasuk setiap
perbedaan yang tImbul selama penyelesalan,

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi,

Nabilitas kontinjensl yang diakui dalam kombinasl bisnis, jika ada:

rekonslllasi atas nilai tercatat yoodwlll pada awal dan akhir periode

pelaporan,

jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugian yang

diakui pada periode pelaporan yang:

la) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau llabilitas
yang diambil-allh dalam kombinasi bisnis pada perlode
pelaporan berjalan atau perlode pelaporan sebelumnya: dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk
memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan,

pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan

Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu perlode:

(1)

jumlah harga yang dibayarkan:

Page 51 OCR 0.917
Page 51 of 58

ra

katida!

EA gsren “|

(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(39 jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
apabila Pengendalian diperoleh, dan

(4) jumlah aset dan Ilabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas

anak atau bisnis lainnya apabila Pengendallan diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

27)

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen:
(L) Informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap
segmen dilaporkan:

(2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan
beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas segrnen dari segmen
ditaporkan, serta dasar pengukurannya,

(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen
material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan
Perusahaan:

b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa

Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa
atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:
ti. negara domisili Perusahaan, dan

il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu
negara asing secara Individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk
dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara tersebut
secara Individual.

(b) Aset tidak lancar selain instrumen kevangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi
akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:

I. negara domisili Perusahaan: dan

li. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki
aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara Individual
jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara
terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama

Dalam hal pendapatan dari transaksl dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 1049 (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:

(Ka) fakta,
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan

(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut,

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31
Catatan 31

28)

Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

Page 52 OCR 0.930
Page 52 of 58

(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan

(2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari
aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan
sesuai SAK yang berlaku.

b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkalt dengan laba (rugi) operasi
yang dihentikan, antara lain:

(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:

(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari
Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait, dan

(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar
setelah dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau
kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan
dan beban pajak penghasilan yang terkait,

(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
Investasi dan pendanaan darl operasi yang dihentikan: dan

(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas Induk.

29)| Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat

a) Perusahaan wajib mengelompokkan Instrumen derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaltu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung
nilai), seperti untuk tujuan spekulasi:

b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilal dan Kelompok non Ilndung nilai:

(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam
bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain,

(2) pihak lawan transaksi (counterpartles),

(3) tanggal jatuh tempo,

(4) nilat Keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan
posisi keuangan,

(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan:

(6) pos Aset dan/atau Llabilitas yang dilindung nilai, dan

(7) persyaratan penting lainnya,

c) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif
dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut,

(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabllitas dan jenis
transaksi yang dilindung nilai: dan

(3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai,
disebutkan tujuannya.

30)| Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas

keuangan antara lain:

a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabltitas tersebut dengan cara yang Catatan 33
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam
laporan posisi keuangan: dan

b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Catatan 33
Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.

31)| Dividen

Yang harus diungkapkan antara lain:

Catatan 22

a) jumlah dividen dan dividen per saharn yang telah dideklarasikan dan
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan

Laporan Posisi Keuangan
dan Catatan 22

Page 53 OCR 0.883
Page 53 of 58

Pi RA LA AA NATA

(2) periode sebelumnya)

Cc) jumlah dividen dan dividen per saham yang dlusulkan atau dideklarasikan
setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan
keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir
periode pelaporan: dan

@d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

v
v

32)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah:

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen
lainnya,

C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi datam Ventura Bersama yang
signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian
bersama entitas: dan

d) dalam hal Ventura Bersama diakul dalam pengendalian bersama entitas,
agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya: dan

(2) jumlah agregat setiap aset tancar, aset tidak lancar, Ilabilitas jangka
pendek, llabititas jangka panjang, penghasilan dan beban yang
terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama.

33)

Perikatan dan Kontinjensi

3) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:

(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusl, bantuan manajemen
dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:

L pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian,

Il periode berlakunya perikatan,

Ii. dasar penentuan kompensasi dan denda:

IV. Jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan, dan
V.  pembatasan-pembatasan lainnya,

(b) kontrak atau perjanjlan yang memerlukan penggunaan dana di
masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik,
perjanjtan pembelian, Ikatan untuk Investasi, diungkapkan:

IL pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian)
II. periode berlakunya perikatan:

Ui, nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direalisasi: dan

Iv. sanksi-sanksi:
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak
yang dijamin:

(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan:

(c) perlode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan:

(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan
bank, dan

(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumiah dan batasan-batasannya.

Catatan 35

Catatan 35

Catatan 13 dan 17

Page 54 OCR 0.910
Page 54 of 58

b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:

la) pihak-pihak yang terkait,
(b) jumlah yang diperkarakan:

(c) latar belakang, Isl dan status perkaradan pendapat hukum (legal
opinlon): dan

(dy dampak keuangan,

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya:

(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:

(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya: dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi,
(b) estimasl darl dampak keuangannya:

(c) Indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau
waktu arus keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus dlungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma,

b) Pihak-pihak yang terkalt dalam kerjasama,

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan,

d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama,
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjlan kerjasama, dan

?) Isi perubahan perjanjian, jika ada.

35)

Manajemen Risiko Keuangan

a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang
timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko,
termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagal berikut:

(1) risiko kredit, antara lain Ikhtisar anallsis umur aset keuangan yang
belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai,

(2) risiko likulditas, antara lain:

(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual
yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas,
dan

(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas,

(3) risiko pasar, antara fain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko
pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang
menunjukkan dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan
pada tanggat tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas, dan

(4) risiko tainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34
Catatan 34

Catatan 34

Page 55 OCR 0.903
b)

Page 55 of 58

tangal

Adam jari

Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari
pengungkapan kualitatIf dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap Jenis
risiko yang timbul dari instrumen keuangan.

NYA

GtEr
Catatan 34

36

Khusus Industri Perbankan

a)

Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara fain:

(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal
laporan posisi keuangan:

(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b)

9

d)

Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang
pada tanggal laporan posisi keuangan:

(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia,
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.
Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum

Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan
atas dana pihak ketiga di bank.

Aktivitas Fiduclary

Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas
fiduciaryyang mellputi jasa Kustodian, wali amanat, pengelolaan Investasi
dan reksadana.

37

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenai keglatan kuasi-
reorganisasi yang meliputi:

2)

b)

c)
d)

e)

Jumlah satdo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisl keuangan dan
jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi,

Status golng concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang
saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di
masa mendatang,

Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi,

Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan
Itabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit: dan

Keterangan tentang tanggal terjadinya Kkuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 9 tahun ke
depan sejak kuasi-reorganisasl.

38)

Pengelolaan Modal

Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)
d
d)

Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam
mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan
oleh pihak eksternal: dan

(3)cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya:

ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:
setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari perlode sebelumnya,

pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari
pihak eksternal (jika ada): dan

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 13 dan 17

Page 56 OCR 0.903
Page 56 of 58

e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.

39

Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas Investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara !ain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa

pembiayaan, akuisisi melalul penerbitan saham, dan konversi utang menjadl
modal.

Catatan 10

40)

Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk
jangka pendek ataupun jangka panjang:

b) penjelasan mengenal setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum
setiap perjanjian, seperti Kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas
opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian,

C) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsl saham:

d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama perlode, rata-rata tertimbang
harga saham pada tanggal eksekusi atau selama perlode pelaporan:

e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk
opsi saham yang beredar pada akhir perlode,

f penentuan Nifai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagai berikut:

(4) opsi yang diberikan selama suatu perlode, rata-rata tertlmbang
Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan Informasi
tentang bagaimana Nilal Wajar tersebut diukur, dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar Instrumen ekultas
tersebut pada tangga! pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaitu selaln opsi saham),

9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.

41)

Khusus Industri Asuransi:

a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Analisis Kekayaan,

(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:

(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi,

(4) Tingkat solvabilitas yang dicapal perusahaan per tanggal pelaporan: dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.

42)

Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah

Hal-hal yang harus diungkapkan:

a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah,

b) Jenis Akad Asuransi Syariah,

c) Rincian Aset, Llabilltas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransl
Syarlah: dan

d) Zakat,

43

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi,

b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya:

C) Rasio keuangan penting:

Page 57 OCR 0.922
Page 57 of 58

Et

adal

d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

8) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

44

Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan
Iuran wajib lainnya,

C) Realisasi kegiatan dan blaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan,
penanaman tanah kosong dan usaha lalnnya untuk kelestarian alam):

d) Realisasi jenis kegiatan setubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya,

e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanarnan pada periode
berjalan dan akumulasinya: dan

f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jatan dan jembatan serta pemeliharaannya:
dan

(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjatan dan akumulasinya.

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan
tentang Kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai
dengan Informasi terkini: dan contoh peristiwa setelah perlode pelaporan
yang mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakul
dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakul peristiwa yang
sebelumnya tidak diakui:

b) dalam hal terdapat peristiwa non penyesual yang material setelah periode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uralan peristiwa, misalnya:

(1) tanggal terjadinya,
(2) sifat peristiwa, dan

(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

46!

Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan
yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang
terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif
berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan
akuntansi:

C) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan: dan

d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru
atas laparan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.

Catatan 37
Catatan 37

Catatan 37

Catatan 37

an

Reklasifikasi

a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-
pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:

(1) sifat reklasifikasi,

(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi: dan

Page 58 OCR 0.941
Page 58 of 58

(3) alasan reklasifikasi.

b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan,
maka Perusahaan harus mengungkapkan:

(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan

(2) sifat penyesuajan yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.

48)| Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-
hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakui.

49)| Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan
dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi
persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain:

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya: dan

(3) rekonslllasl pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara
lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang
berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib
ditambahkan dalam laporan keuangan.

50)| Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 31 July 2025

Hendra Wi
Director |

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.87 MB
Published31 Jul 2025
Pages58
Characters152,050
Text sourceOCR
OCR confidence0.909

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.1 ×2
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×12
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.25
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.38
unresolved org Bapepam p.50 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-II-ICBP.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result