Skip to content
Back to announcement

20260719_SMRU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32113272_lamp1.pdf

Other Text extracted SMRU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 17

Page 1
No.: 021/SMRU-CORSEC/VII/2026                                                  Jakarta, 17 Juli 2026

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Indonesia Stock Exchange Building, Tower-1, Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta, 12190

Up.              : Direktur BEI dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal          : Tanggapan atas Surat Permintaan Penjelasan No. S-08366/BEI.PP2/07-2026
                 tanggal 15 Juli 2026


Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat BEI Surat Permintaan Penjelasan No. S-08366/BEI.PP2/07-2026
tanggal 15 Juli 2026 dengan Perihal Permintaan Penjelasan. Pertama-tama kami hendak
menyampaikan terima kasih atas dukungan dari BEI untuk mendorong perbaikan kondisi
Perseroan. Kami sangat terbuka terhadap berbagai peluang untuk memperbaiki kondisi Perseroan
dan juga bertujuan untuk melindungi kepentingan investor publik.

Penjelasan dari Perseroan atas beberapa hal yang ditanyakan sebagai berikut:
1) Berdasarkan pada Keterbukaan Informasi Perseroan nomor 002/SMRU-CORSEC/I/2026
   tanggal 12 Januari 2026 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material sehubungan dengan
   Permohonan Pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara Anak Usaha Perseroan
   disampaikan bahwa pada tanggal 9 Januari 2026, PT Manggala Usaha Manunggal
   mengeluarkan surat nomor 011/MANGGALA/BOD-EX/I/2026 perihal Pengakhiran
   Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara antara PT Manggala Usaha Manunggal dengan PT
   Ricobana Abadi (anak usaha Perseroan) yang berdampak pada hilangnya sumber pendapatan
   Perseroan secara konsolidasi dan akan berdampak secara operasional. Sehubungan dengan hal
   tersebut, agar dapat dijelaskan:
   a) Kondisi operasional Perseroan secara keseluruhan saat ini;
          Tanggapan Perseroan:
          Kondisi Perseroan sampai dengan tanggal surat ini masih belum beroperasional. Mengingat
          kondisi makro dari industri pertambangan di Indonesia yang secara umum terkendala
          sehubungan dengan RKAB dan lainnya sehingga banyak tambang batubara yang
          menurunkan produksi sampai dengan menghentikan produksinya. Sebagaimana
          sebelumnya telah kami samapaikan pada Annual Report 2025 Perseroan terkait kondisi
          terkini, tantangan, kendala serta prospek usaha yang dihadapi untuk tahun 2025 dan 2026.
Page 2
   Adapun saat ini, jumlah Pekerja yang masih terdaftar di Perseroan dan entitas anak adalah
   sebanyak ± 75 orang dangan sebahagian besar yang berada di site telah dirumahkan.
   Sedangkan dari sisi ketersediaan arus kas, Perseroan dan entitas anak masih berupaya untuk
   menagihkan beberapa piutang kepada pelanggan terutama kepada PT Manggala Usaha
   Manunggal sehubungan dengan standby rate sebagaimana tertera pada Kontrak Perjanjian
   Jasa Penambangan Batubara No. 010/PJPB/MUM-RA/II/2024 (“Perjanjian
   Penambangan”).Bahwa sebagaimana penjelasan kami dalam Laporan Informasi atau Fakta
   Material dengan Surat No. 002/SMRU-CORSEC/I/2026 tanggal 12 Januari 2026 terkait
   dengan Permohonan Pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara oleh PT
   Manggala Usaha Manunggal sehubungan dengan kondisi dimana PT Manggala Usaha
   Manunggal harus menghentikan operasionalnya yang dikarenakan PT Bara Anugrah
   Sejahtera (pemilik tambang), terdampak dari runtuhnya jembatan Muara Enim Lawai
   sehingga tidak dapat melakukan hauling atas batubara sehubungan dengan keluarnya Surat
   Edaran No. 500.11.9/045/SE/DISHUB/2025 tanggal 1 Juli 2025 oleh PEMPROV
   Sumatera Selatan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, PT Ricobana Abadi (“RBA”),
   entitas anak Perseroan, secara efektif menghentikan operasionalnya pada tanggal 20
   September 2025. Bahwa sebagai dampak atas penghentian tersebut maka RBA melakukan
   penagihan atas standby rate sebagaimana tertera di dalam Perjanjian Penambangan yang
   merupakan hak dari RBA. Namun demikian, dalam upaya RBA untuk melakukan
   penagihan tersebut, PT Manggala Usaha Manunggal menerbitkan surat
   011/MANGGALA/BOD-EX/I/2026 tanggal 9 Januari 2026 dan melakukan deklarasi
   Keadaan Memaksa/ Force Majeure. Perlu diketahui bahwa pemberitahuan Keadaan
   Memaksa/Force Majeure yang diajukan oleh PT Manggala Usaha Manunggal telah melebihi
   batas waktu yang ditentukan sebagaimana diatur dalan Perjanjian Penambangan sebagai
   upaya untuk menghilangkan kewajiban atas standby rate.

b) Rencana atau upaya Perseroan dalam mendapatkan kontrak pendapatan yang dapat
   membantu perkembangan operasional bisnis Perseroan; dan
   Tanggapan Perseroan:
   Perusahaan dan entitas anak telah beberapa kali melakukan diskusi dan pertemuan dengan
   beberapa pemilik tambang, namun demikian masih belum mendapatkan hasil yang positif
   mengingat secara umum pemilik tambang memiliki masalah sehubungan dengan
   penerbitan RKAB.

c) Dampak terhadap kinerja keuangan Perseroan tahun 2026.
   Tanggapan Perseroan:
   Dampak atas berhentinya operasional site Tanjung Enim terhadap kinerja keuangan
   Perseroan tahun 2026 adalah salah satunya penurunan pendapatan sebagaimana dijelaskan
   pada No. 14 di bawah serta berdampak pada ketersediaan arus kas guna menunjang modal
   kerja terutama pembayaran gaji kepada para karyawan saat ini.
Page 3
2) Sehubungan dengan paragraf penjelas dari auditor atas ketidakpastian material yang terkait
   dengan kelangsungan usaha yang menyampaikan bahwa Perseroan telah mengalami kerugian
   berulang di mana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 mencatat
   kerugian komprehensif sebesar Rp18,45 miliar, yang mengakibatkan akumulasi defisit sebesar
   Rp1,51 triliun dan pada tanggal tersebut total liabilitas jangka pendek Perseroan telah melebihi
   total aset lancarnya sebesar Rp598,94 miliar. Agar dapat dijelaskan:
   a) Tanggapan Perseroan saat ini terkait dengan paragraf penjelas tersebut;Tanggapan Perseroan:
       Bahwa kondisi kerugian berulang tersebut terjadi sehubungan dengan beberapa hal sebagai
       berikut:
       • Dampak Kasus Hukum, sebagaimana telah diketahui bersama bahwa kasus hukum
           yang menerpa PT Trada Alam Minera Tbk dan Komisaris Utamanya berdampak baik
           secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja Perseroan dan entitas anak
           sejak kasus tersebut bergulir (2020-2023). Berikut adalah beberapa dampaknya:
           - Dibekukannya akses ke KEMENKUMHAM sehingga RBA dan PT. Delta Samudra
               (“PTDS”) tidak dapat melakukan pengkinian legalitas, penyelenggaraan RUPS
               sehingga berakibat terkendalanya proses perpanjangan ijin-ijin yang diperlukan
               sehubungan dengan kegiatan/ aktivitas penambangan;
           - Tertutupnya akses terhadap sumber daya pembiayaan belanja modal (capex) dan
               modal kerja (working capital) sehubungan dengan operasional penambangan
               sehingga RBA tidak dapat melakukan peremajaan alat-alat beratnya sehingga
               berdampak pada penurunan produksi sejak tahun 2020;
           - Terbatasnya ketersediaan dari para vendor RBA dalam melakukan support terhadap
               kebutuhan perbaikan dan pemeliharaan alat berat yang dampaknya adalah tingginya
               waktu breakdown alat.
       • Dampak dari pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 sampai dengan 2023. Bahwa
           pandemi Covid-19 adalah sesuatu hal yang tidak pernah difaktorkan oleh manajemen
           Perseroan dan entitas anak sebelumnya dalam rencana pengembangan jangka panjang
           Perseroan dan entitas anak. Bahwa selama masa pendemi Covid-19, biaya modal kerja
           yang dibutuhkan agar operasional tetap dapat berjalan terutama biaya-biaya
           sehubungan dengan tenaga kerja menjadi meningkat berkali-kali lipat sehubungan
           dengan pemenuhan regulasi dan sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah
           dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Adapun semasa Pandemi Covid-19, biaya
           gaji meningkat sebagai akibat bertambahnya ratio kebutuhan pekerja dalam operasional
           penambangan, biaya transport (tiket pesawat pekerja di site), biaya akomodasi (mess),
           biaya makan pekerja site, biaya kesehatan sehubungan dengan pengecekan lab dan
           perawatan covid-19, biaya sewa kendaraan operasional berupa bus dan LV menjadi
           meningkat terkait social distancing.
Page 4
   •   Dampak dari perang Ukraina dan Rusia. Bahwa perang di eropa timur berdampak pada
       peningkatan harga-harga komoditas seperti amonium nitrate sebesar ±150%, karet dan
       besi masing-masing ±30%. Hal ini berdampak mengingat dalam operasionalnya RBA
       menggunakan bahan peledak dalam menjalankan aktivitas operasionalnya,
       peningkatan harga ban untuk unit-unit truck HD sehubungan dengan penigkatan harga
       komoditas karet dunia dan peningkatan harga sparepart yang berkomponen dasar besi
       sehubungan dengan peningkatan harga biji besi dunia.
   •   Dampak dari pencatatan akuntansi. Dimana salah satu kontribusi dari biaya terbesar
       RBA adalah biaya depresiasi alat berat. Dengan tidak maksimalnya utilisasi alat berat
       terkait dengan ketersediaan arus kas dalam peremajaan, perbaikan dan perawatan
       berdampak adap menurunnya jumlah produksi dari tahun ke tahun.
       Penurunan jumlah produksi tersebut tidak linier dengan penurunan biaya depresiasi
       mengingat alat berat RBA di depresiasi dengan menggunakan metode garis lurus.

b) Rencana atau tindak lanjut Perseroan baik yang akan dilakukan atau direncanakan untuk
   dilakukan dalam menjaga kelangsungan bisnis usaha Perseroan ke depannya
   Tanggapan Perseroan:
   Perseroan dan entitas anak terus berupaya untuk secara maksimal menjaga kelangsungan
   usahanya. Perseroan masih berupaya untuk mencari proyek-proyek baru dengan
   melakukan diskusi dan pertemuan dengan beberapa pemilik tambang, namun demikian
   masih belum mendapatkan hasil yang positif, oleh karena dengan kondisi Perseroan saat
   ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat dampak dari Kasus Hukum merupakan
   hal-hal diluar kendali dari manajemen Perseroan dan entitas anak, terutama terkait dengan
   legalitas dan secara umum industri pertambangan saat ini memiliki masalah sehubungan
   dengan penerbitan RKAB .

c) Perkembangan dari tindak lanjut Perseroan tersebut hingga saat ini.
   Tanggapan Perseroan:
   Sehubungan dengan kendala legalitas RBA, maka manajemen Perseroan dan entitas anak
   berupaya agar kegiatan usaha penambangan batubara dan pemanfaatan alat-alat berat yang
   ada dapat terus berjalan dengan mengurus Ijin Jasa Penambangan melalui PT Adibarata
   Cipta Pertiwi (“ACP”) dan menghidupkan kegiatan operasional pada PT Troposfir Pancar
   Sejati.
Page 5
3) Dalam penjelasan basis untuk opini wajar dengan pengecualian, disebutkan bahwa
   sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 11 atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
   bahwa Mahkamah Agung menolak permohan kasasi sehubungan penyitaan aset PT Ricobana
   Abadi (RBA) dan selain itu KAP Gatot Permadi, Azwir & Abimail tidak melakukan observasi
   fisik atas aset tetap sehingga auditor tidak dapat menentukan dampak penyesuaian dan
   pembentukan cadangan penurunan nilai yang diperlukan pada laporan keuangan
   konsolidasian. Agar dapat dijelaskan pertimbangan atas tidak dilakukannya prosedur audit
   untuk melakukan observasi fisik atas aset tetap. Agar dapat berkoordinasi dengan KAP terkait
   untuk menjawab pertanyaan ini.
   Tanggapan Perseroan:
   Sehubungan dengan tidak dilakukannya observasi fisik yang tidak dilakukan oleh auditor, hal
   ini dikarenakan alat berat yang berada di site Melak tidak dapat dilakukan observasi yang
   dikarenakan tidak memperoleh ijin dari Pemilik Tambang karena harus memperoleh ijin
   terlebih dahulu dari Kejaksaan Agung Republik Indoensia. Sedangkan untuk beberapa alat
   berat lainnya dilakukan observasi melalui online menggunakan video call dan prosedur lainnya
   seperti pengecekan penambahan dan pengurangan alat berat dan kesesuaian arus kas atas
   transaksi tersebut.
4) Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Nomor 4 – Kas dan Setara Kas, Perseroan
   mencatatkan penurunan saldo kas Perseroan menjadi sebesar Rp5,5 miliar per Desember 2025
   yang utamanya penurunan kas di Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Permata
   Tbk. Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan saldo kas Perseroan per Desember 2025
   dan peruntukan kas tersebut.
   Tanggapan Perseroan:
   Penrunan arus kas tersebut terkait dengan berhentinya operasional RBA sejak tanggal 20
   September 2025 sebagaimana dijelaskan pada poin no. 1) diatas. Sehingga dana yang tersedia
   digunakan untuk pembayaran kewajiban Perseroan dan entitas anak, terutama sehubungan
   dengan gaji dan biaya-biaya lain sehubungan dengan pekerja.

5) Dalam CALK nomor 5 – Piutang Usaha, Perseroan mencatatkan saldo total piutang usaha
   bersih sebesar Rp15,4 miliar per Desember 2025 yang cenderung naik dibandingkan dengan
   saldo piutang usaha pada periode lalu sebesar Rp4,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
   a) Latar belakang kenaikan saldo total piutang usaha bersih per Desember 2025 jika
       dibandingkan dengan periode lalu;
       Tanggapan Perseroan:
       Peningkatan piutang usaha di tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun 2024 terutama
       disebabkan oleh days collection period dari Piutang Usaha kepada PT Manggala Usaha
       Manunggal dan PT Global Energitama.
Page 6
   b) Terdapat piutang usaha telah jatuh tempo berumur 31-90 hari sejumlah Rp9,2 miliar atau
      sebesar 25,46% dari total piutang usaha tercatat. Agar dapat dijelaskan upaya penagihan
      piutang yang sudah jatuh tempo tersebut; dan
      Tanggapan Perseroan:
      Sebagaimana telah dijelaskan pada point a) diatas. RBA, entitas anak, telah berupaya
      melakukan penagihan baik dengan formal (surat-menyurat) dan informal (meeting dan
      diskusi). Namun demikian, sampai dengan saat ini jumlah piutang tersebut secara berkala
      menurun walaupun secara umur piutang bertambah.

   c) Agar dapat dijelaskan tenor pelunasan piutang pihak ketiga kepada Perseroan.
      Tanggapan Perseroan:
      Adapun untuk term of payment (TOP) sehubungan dengan PT Manggala Usaha Manunggal
      adalah 30 hari sejak dokumen penagihan diterima dan dinyatakan lengkap. Sedangkan
      untuk TOP terkait perjanjian sewa-menyewa alat berat dengan PT Global Energitama
      adalah 60 hari sejak dokumen penagihan diterima dan dinyatakan lengkap.

6) Sehubungan dalam CALK nomor 6 – Piutang lain-lain, Perseroan mencatatkan penurunan atas
   jumlah piutang lain-lain per Desember 2025 menjadi sebesar Rp866,7 juta dibandingkan
   dengan saldo periode tahun lalu sebesar Rp1,3 miliar. Agar dapat dijelaskan:
   a) Nature dari piutang lain-lain dari pihak ketiga.Tanggapan Perseroan:
      Nature dari piutang lain-lain adalah terutama pinjaman kepada PT Mega Merpati Borneo
      (“MMB”), PT Permai Alam Sentosa (“PAS”), pinjaman kepada karyawan serta piutang
      atas penjualan scrap alat berat. Adapun pinjaman tersebut merupakan pinjaman tanpa
      bunga. Dasar pertimbangan pemberian pinjaman kepada MMB adalah untuk digunakan
      dalam pembiayaan proyek pembangunan yang berlokasi di Jl. Teritip, Kalimantan Timur
      yang berupa:
          - Komplek perumahan, apartemen dan kondominium; dan
          - Area komersial (shopping mall, Perkantoran, Hotel, Ruko, waterpark)
      Adapun jika berdasarkan pasal 4 Perjanjian Pinjaman dimana atas pinjaman tersebut dapat
      di konversi menjadi sahamsetelah jatuh tempo. Sedangkan pinjaman kepada karyawan
      adalah fasilitas yang berjangka waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun yang
      diberikan oleh Perseroan yang berfungsi sebagai bagian dari strategi employee benefit yang
      bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, menjaga retensi, dan memotivasi pekerja
      agar tetap produktif.
Page 7
   b) Latar belakang penurunan saldo tersebut.
       Tanggapan Perseroan:
       Penurunan jumlah piutang lain-lain terutama sehubungan dengan realisasi pembayaran
       sehubungan dengan nature dari piutang lain-lain pihak ketiga, terutama pinjaman kepada
       karyawan dan penjualan scrap alat berat.

   c) Latar belakang penyisihan atas penurunan nilai sebesar Rp10,2 miliar.
       Tanggapan Perseroan:
       Perseroan telah melakukan pencadangan atas piutang tersebut sebesar 100% dengan
       pertimbangan bahwa pada awal tahun 2021, Direktur PT PAS yaitu Piter Rasiman
       dinyatakan terlibat dengan kasus hukum.

   d) Umur piutang lain-lain yang telah jatuh tempo dan nominalnya.
       Tanggapan Perseroan:
       Umur piutang lain-lain adalah kurang dari 1 tahun dengan jumlah Rp 866.760.561.

7) Dalam CALK nomor 7 – Persediaan, terdapat penurunan nilai suku cadang menjadi Rp6,2
   miliar per Desember 2025 dibandingkan nilai periode lalu yang tercatat sebesar Rp7,3 miliar.
   Selain itu, Perseroan menghapuskan penyisihan atas penurunan nilai sebesar Rp590,7 juta yang
   masih tercatat per Desember 2024. Agar dapat dijelaskan:
   a) Latar belakang penurunan persediaan suku cadang per Desember 2025; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Penurunan persediaan sebesar Rp1 milyar merupakan realisasi penggunaan sparepart yang
       tersedia di tahun 2025.Latar belakang tidak lagi dicatatkan saldo penyisihan atas penurunan
       nilai per Desember 2025.
       Tanggapan Perseroan:
       Penghapusan penyisihan atas penurunan nilai sebesr Rp590,7 juta di tahun 2025 terutama
       sehubungan dengan persediaan oli dan fuel sludge yang sudah tidak dapat digunakan
       kembali atau di pulihkan.
Page 8
8) Sehubungan dengan CALK nomor 8 – Uang Muka, agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
   a) Nature dari akun uang muka internal; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Nature uang muka internal adalah uang muka yang diberikan sehubungan dengan
       kebutuhan di site.

   b) Latar belakang penurunan uang muka internal per Desember 2025 yang tercatat sebesar
      Rp41,8 juta.
       Tanggapan Perseroan:
       Penurunan uang muka internal sehubungan dengan berhenti beroperasi nya operasional site
       Tanjung Enim.

9) Mengacu pada CALK nomor 9 – Biaya Dibayar Dimuka, agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
   a) Perseroan mencatatkan penurunan signifikan pada akun biaya asuransi dibayar dimuka.
      Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Penurunan asuransi dibayar dimuka sehubungan dengan tidak berlanjutnya asuransi alat
       berat dikarenakan tidak terutilisasi alat berat dalam kegiatan operasional terutama yang
       berada di site Sambarata dan Melak.

   b) Terdapat pencatatan yang turun signifikan pada akun biaya sewa dibayar dimuka. Agar
      dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut.
       Tanggapan Perseroan:
       Penurunan biaya sewa dibayar dimuka terutama sehubungan dengan sewa mess di site dan
       kantor Jakarta yang habis per Desember 2025 dan belum dilakukan pembayaran
       perpanjangan.

10) Sehubungan dengan CALK nomor 11 - Aset Tetap, agar dapat dijelaskan hal-hal sebagai
    berikut:
    a) Perseroan melakukan reklasifikasi aset hak guna kendaraan dan alat berat ke aset tetap
        kepemilikan langsung kendaraan dan alat berat sebesar Rp26,3 miliar per Desember 2025.
        Agar dapat dijelaskan jenis alat berat yang diperoleh oleh Perseroan;
       Tanggapan Perseroan:
Page 9
       Reklasifikasi asset hak guna – kendaraan dan alat berat ke pemilikan langsung – kendaraan
       dan alat berat sehubungan dengan telah selesainya liabilitas sewa di tahun 2025. Adapun
       jenis alat berat yang telah selesai liabilitas sewa nya adalah excavator dan bulldozer.

   b) Harapan secara komersil dan ekonomi dalam operasional usaha Perseroan sehubungan
      dengan perolehan aset tetap kendaraan dan alat berat tersebut;
       Tanggapan Perseroan:
       Umur ekonomis atas alat berat adalah 8 tahun sedangkan untuk kendaraan ringan adalah 4
       tahun.

   c) Terkait dengan penghapusan atau penjualan kendaraan dan alat berat sebesar Rp164,3
      miliar, agar dapat dijelaskan nature dan pertimbangan Perseroan untuk menjual aset tetap
      tersebut; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Adapun nature dari penghapusan dan penjualan alat berat adalah penjualan alat berat scrap
       kepada pihak ketiga. Adapaun yang menjadi pertimbangan nya adalah alat berat tersebut
       sudah tidak dapat digunakan, dan/atau sudah discontinued ketersediaan suku cadang dan
       komponen dan/atau biaya yang dikeluarkan untuk dapat meremajakan alat berat tersebut
       melebihi nilai ekonomis dari alat berat tersebut.

   d) Terkait dengan penghapusan atau penjualan peralatan dan inventaris kantor sebesar Rp34,5
      miliar, agar dapat dijelaskan nature dan pertimbangan Perseroan untuk menjual aset tetap
      tersebut.
       Tanggapan Perseroan:
       Adapun nature dari penghapusan dan penjualan peralatan dan inventaris kantor adalah
       penjualan peralatan scrap kepada pihak ketiga. Adapaun yang menjadi pertimbangan nya
       adalah peralatan tersebut sudah tidak dapat digunakan, dan/atau sudah discontinued
       ketersediaan suku cadang dan komponen dan/atau biaya yang dikeluarkan untuk dapat
       meremajakan peralatan tersebut melebihi nilai ekonomis dari peralatan tersebut.

11) Perseroan mencatatkan aset tak berwujud sebagaimana mengacu pada CALK nomor 12 – Aset
    Tak Berwujud sebesar Rp215,4 miliar per Desember 2025. Agar dapat dijelaskan:
    a) Perseroan tidak mencatatkan akumulasi amortisasi goodwill, namun terdapat penurunan
       nilai sebesar Rp59,3 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang dari kondisi tersebut serta
       PSAK acuan untuk melakukan penurunan nilai dan tidak melakukan amortisasi; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Goodwill tidak diamortisasi, melainkan wajib diuji penurunan nilai (impairment) setiap
       tahun. Hal ini diatur dalam PSAK 48 (tentang Penurunan Nilai Aset) serta PSAK 22
       (tentang Kombinasi Bisnis).
Page 10
   b) Perseroan mencatatkan harga perolehan hubungan terkait pelanggan/customer
      relationships sebesar Rp297,3 miliar. Agar dapat dijelaskan dasar pengakuan dari angka
      tersebut beserta PSAK acuan pencatatannya.
       Tanggapan Perseroan:
       Hubungan terkait pelanggan yang diperoleh sebagai bagian dari kombinasi bisnis (PSAK
       22) diakui nilai wajar pada tanggal perolehannya. Hubungan terkait pelanggan memiliki
       masa manfaat yang terbatas dan dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi
       amortisasi. Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk
       mengalokasikan harga perolehan hubungan terkait pelanggan selama estimasi masa
       manfaatnya 5 tahun.

       Pada bulan Agustus 2014, Perusahaan telah mengakuisisi 99,99% saham PT Adibrata Cipta
       Pertiwi (ACP) - dahulu bernama PT Ricobana (RB) dengan nilai pembelian total sebesar
       $AS87.801.639 (atau setara dengan Rp1.017.708.800.000). Atas transaksi ini Perusahaan
       mengakui goodwill sebesar $AS 20.283.060 (atau setara dengan Rp274.794.895.624), dan
       sisanya dicatatkan sebagai perolehan hubungan terkait pelanggan/customer relationships
       dan Peranti Lunak Komputer. Kontrak dan hubungan terkait pelanggan timbul atas kontrak
       RBA, entitas anak langsung RB. Nilai wajar dari aset takberwujud didasarkan pada laporan
       penilaian yang dilakukan oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan, penilai independen. Penilaian
       yang dianggap pendekatan penilaian seperti pendekatan data pasar, pendekatan biaya dan
       pendekatan pendapatan.

12) Perseroan mencatatkan utang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari sebanyak Rp34,8
    miliar atau sebesar 78% dari total utang usaha tercatat per Desember 2025 sebagaimana
    mengacu pada CALK nomor 15 – Utang Usaha. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
    a) Kendala Perseroan dalam melakukan pelunasan utang usaha yang telah jatuh tempo.
       Tanggapan Perseroan:
       Adapun kemampuan Perseroan dalam melunasi utang usaha terkendala sebagaimana telah
       di jelaskan pada poin 2) diatas.

   b) Tenor pelunasan utang usaha kepada pihak ketiga.
       Tanggapan Perseroan:
       Tidak terdapat perjanjian secara spesifik sehubungan dengan tenor pelunasan utang usaha
       kepada seluruh vendor. Namun demikian, Perseroan dan entitas anak selalu dengan usaha
       penuh berupaya untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kepada seluruh vendor. Adapun
       kendala utama perseroan dan entitas anak adalah dampak dari Kasus Hukum yang
       merupakan diluar kuasa dari manajemen Perseroan dan entitas anak.
Page 11
   c) Tuntutan hukum atau somasi terkait dengan pelunasan utang usaha (jika ada).
       Tanggapan Perseroan:
      Tidak terdapat tuntutan hukum atas Perseroan dan entitas anak.Sebagaimana mengacu pada
      CALK nomor 16 – Biaya Akrual, Perseroan mencatatkan penurunan biaya akrual
      kesejahteraan karyawan menjadi sebesar Rp119,1 juta per Desember 2025 dibandingkan
      saldo periode sebelumnya sebesar Rp4,7 miliar. Agar dapat dijelaskan:
   d) Nature dari biaya akrual kesejahteraan karyawan;
       Tanggapan Perseroan:
       Nature dari akrual kesejahteraan karyawan adalah utang gaji, pajak, BPJS Ketenagakerjaan
       dan lainnya kepada para pekerja yang belum di bayarkan per tanggal laporan posisi
       keuangan.

   e) Latar belakang dari penurunan jumlah biaya akrual kesejahteraan karyawan per Desember
      2025; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Adapaun jumlah akrual kesejahteraan karyawan RBA di 2024 sebesar Rp 4.793.331.553
       adalah utang gaji, pajak dan BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayarkan sebagai
       dampak dari keterbatasan ketersediaan dana karena ketidaktercapaian produksi. Sedangkan
       akrual kesejahteraan karyawan RBA di 2025 adalah sebesar Rp 119.115.462 yang terutama
       adalah biaya klaim, reimbursement karyawan dan BPJS Ketenagakerjaan yang belum
       terbayarkan per tanggal laporan posisi keuangan.

   f) Kondisi pemenuhan hak-hak karyawan terkini dalam hal penurunan biaya akrual tersebut
      berhubungan dengan kewajiban Perusahaan dalam memenuhi hak karyawan.
       Tanggapan Perseroan:
       Pemenuhan hak-hak karyawan sangat tergantung pada kemampuan arus kas Perseroan dan
       entitas anak. Saat ini, kemampuan Perseroan dan entitas anak dalam menciptakan arus kas
       masuk adalah sangat terbatas, dimana hal ini terutama dikarenakan Kasus Hukum.

13) Sehubungan dengan CALK nomor 25 – Pendapatan, Perseroan membukukan pendapatan
    sebesar Rp59,8 miliar per Desember 2025 yang cenderung menurun dibandingkan pendapatan
    per Desember 2024 sebesar Rp80 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
    a) Sehubungan dengan selesainya kontrak anak usaha Perseroan dengan PT Manggala Usaha
        Manunggal mengacu pada Keterbukaan Informasi Perseroan nomor 002/SMRUCORSEC/
        I/2026 tanggal 12 Januari 2026, agar dapat disampaikan mitigasi atau upaya Perseroan
        untuk menindaklanjuti perihal tersebut agar Perseroan dapat mempertahankan
        pendapatannya;
Page 12
Tanggapan Perseroan:
Sebagaimana telah dijelaskan pada poin 1) diatas. Adapun penurunan pendapatan di tahun
2025 menjadi sebesar Rp 59.804.051.122 dimana sebelumnya di tahun 2024 adalah sebesar
Rp 80.114.927.685 terutama penurunan pendapatan dari PT Berau Coal dan peningkatan
PT Manggala Usaha Manunggal dan PT Global Energitama dengan rincian sebagai berikut:
              Keterangan                      2025 (Rp)               2024 (Rp)
 PT Manggala Usaha Manunggal                  50.326.684.725          37.206.720.578
 PT Global Energitama                          9.477.366.397                        -
 PT Berau Coal                                              -         42.808.207.107
 JUMLAH                                       59.804.051.122          80.014.927.685

Peningkatan pendapatan di tahun 2025 dari PT Manggala Usaha Manunggal terutama di
sebabkan karena pendapatan tahun 2025 merupakan pendapatan dari periode Januari
sampai dengan September 2025 sedangkan pendapatan pada tahun 2024 merupakan untuk
periode Mei sampai dengan Desember 2024. Adapun di tahun 2025 volume produksi
penambangan pada PT Manggala Usaha Manunggal tidak sesuai dengan target RBA,
adapun kendalanya adalah sebagai berikut:
    • Adapun target produksi di kuartal ke-2 tahun 2025, RBA merencanakan
       berproduksi dengan menggunakan 3 (tiga) fleet secara konsisten sampai dengan
       akhir tahun namun demikian hal tersebut tidak dapat dilakukan walaupun RBA
       telah berupaya mendatangkan fleet ke-3 di Mei 2025. Kendala operasional yang
       dihadapi oleh RBA adalah kegagalan dalam mengidentifikasi ketersediaan lokasi
       disposal oleh pemilik tambang mengingat disposal yang tersedia tidak dapat
       menampung volume produksi overburden (“OB”) seperti yang di targetkan diawal
       dikarenakan terdapat crack di kaki disposal yang jika dipaksakan akan berdampak
       pada K3.
    • Di awal kuartal ke-3 PT Manggala Usaha Manunggal mengajukan permohonan
       penurunan tarif dasar pekerjaan OB sebesar 8,54% dari tarif awal sebagai dampak
       dari penurunan harga batubara di sejak kuartal ke-2 sampai dengan kuartal ke-3
       tahun 2025 sampai dengan dibawah AS$50 untuk GAR4200. Atas pengajuan
       tersebut, RBA dapat memahami dan menyetujui dengan harapan operasional
       penambangan dapat terus berjalan.
Page 13
          •   Setelah mendatangkan fleet-3 dan menyetujui penurunan tarif dasar sebagaimana
              dijelaskan diatas. Pada tanggal 20 September 2025, entitas anak harus
              menghentikan operasionalnya atas permintaan dari pemilik tambang yang
              dikarenakan terjadi kendala operasional hauling batubara dimana jembatan yang
              menghubungkan jalan tambang ke jalan provinsi dan jalan hauling rubuh yang
              mengakibatkan dihentikannya seluruh pengangkutan batubara di area Tanjung
              Enim ke Lahat oleh Pemerintah Daerah sebagaimana Surat Edaran No.
              500.11.9/045/SE/DISHUB/2025 tanggal 1 Juli 2025 oleh PEMPROV Sumatera
              Selatan.
          •   Pada tanggal 9 Januari 2026, PT Manggala Usaha Manunggal mengajukan
              permohonan Pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara berdasarkan
              Surat No. 011/MANGGALA/BOD-EX/I/2026 dengan argumentasi keadaan
              Memaksa/ Force Majeure sebagaimana telah dijelaskan pada poin 1)
              diatas.Adapun mitigasi Perseroan dan entitas anak sehubungan dengan
              mempertahankan pendapatan adalah dengan mencoba untuk memperoleh kontrak
              pengganti guna mengalokasikan/ mengutilisasi alat berat yang tersedia.

   b) Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan dari PT Berau Coal Energy per Desember
      2025 yang tercatat sebesar Rp50,3 miliar, dibandingkan nilai periode lalu sebesar Rp42,8
      miliar. Agar dapat dijelaskan kondisi perjanjian atau kerja sama Perseroan dengan PT
      Berau Coal Energy saat ini serta tanggal selesainya perjanjian; dan
       Tanggapan Perseroan:
       Sebagaimana telah dijelaskan pada poin 14a) diatas. terdapat typo dalam penulisan
       pendapatan dari PT Manggala Usaha Manunggal dan PT Global Energitama dimana
       seharusnya pendapatan dari masing-masing customer adalah pada poin 14a).

   c) Kondisi keseluruhan pendapatan Perseroan saat ini dalam menjaga kelangsungan usaha
      (going concern) Perseroan.
       Tanggapan Perseroan:
       Sampai dengan surat ini diterbitkan, Perseroan dan entitas anak masih memperoleh kontrak
       pengganti yang disebabkan kondisi domestik industri pertambangan batubara di Indonesia
       saat ini yang secara umum memiliki kendala persetujuan RKAB dari pemerintah.

14) Dalam CALK nomor 26 – Beban Pokok Pendapatan, agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
    a) Perseroan mencatatkan saldo beban pokok pendapatan asuransi per Desember 2025 sebesar
       Rp190,8 juta yang cenderung menurun dibandingkan saldo periode lalu yang tercatat
       sebesar Rp5,2 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut;
       Tanggapan Perseroan:
       Sebagaimana telah dijelaskan pada poin 9) diatas.
Page 14
b) Nature dari beban pokok pendapatan penambangan;
   Tanggapan Perseroan:
   Nature dari beban pokok pendapatan penambangan adalah biaya peledakan dan pembelian
   aksesoris peledakan.

c) Latar belakang saldo nihil untuk beban pokok pendapatan penambangan per Desember
   2025 dibandingkan periode lalu yang tercatat sebesar Rp1,1 miliar;
   Tanggapan Perseroan:
   Bahwa penambangan yang dilakukan di site Tanjung Enim tidak memerlukan bahan
   peledak dan aksesoris peledak. Sedangkan beban pokok pendapatan di tahun 2024 terkait
   dengan beban penambangan adalah biaya tahun 2023 atas bahan peledak dan aksesoris
   ketiga RBA bekerja di site Sambarata milik PT Berau Coal.Keterlambatan pencatatan
   tersebut merupakan realisasi akrual yang kurang catat di tahun 2023 karena invoice atas
   aktivitas tersebut baru diterima di tahun 2024.

d) Nature dari beban pokok pendapatan lainnya; dan
   Tanggapan Perseroan:
   Merupakan beban utilities, network and infrastructure, meals, STNK & KIR, traning and
   development, safety activities, dan professional fee. Berikut adalah rinciannya:

                   Keterangan                     2025 (Rp)               2024 (Rp)
    Transportation, Fuel and Freeway                 2.926.982.556        10.931.219.310
    Utilities, Communication and IT                   140.021.751            233.399.905
    Tax Expenses                                       34.609.000             63.359.813
    Training and Development                           82.216.230            122.520.600
    Safety Activities                                  44.003.000            312.315.465
    Mobilization                                                 -         6.117.400.453
    Professional Fee                                   49.524.598            128.804.183
    JUMLAH                                           3.277.357.135        17.909.019.729


e) Latar belakang penurunan saldo beban pokok pendapatan lainnya yang tercatat sebesar
   Rp3,2 miliar per Desember 2025 dibandingkan saldo periode lalu sebesar Rp17,9 miliar.
   Tanggapan Perseroan:
   Sebagaimana dapat dilihat pada tabel pada poin 15d) diatas.
Page 15
15) Dalam perbandingan Laporan Keuangan Perseroan Konsolidasian yang diaudit periode 2024
    – 2025 dan 2023 – 2024, terdapat beberapa perbedaan pengkategorian dalam komponen aset
    lancar sebagaimana berikut:




   a) Agar dapat dijelaskan latar belakang perbedaan saldo pajak dibayar dimuka per Desember
      2024; dan
      Tanggapan Perseroan:
      Bahwa sebagaimana dapat dilihat pada tabel diatas. Pada report audit SMRU tahun 2025,
      auditor tahun berjalan melakukan reklasifikasi antara pajak dibayar dimuka tahun berjalan
      2024 dengan estimasi klaim pengembalian pajak tahun berjalan. Adapaun pajak dibayar
      dimuka sebesar Rp17.551.899.600 merupakan nilai kelebihan pajak pertambahan nilai
      tahun 2023 yang masih belum direstitusi per laporan posisi keuangan sedangkan estimasi
      klaim pengembalian pajak sebesar Rp9.658.330.947 adalah kelebihan pajak penghasilan
      badan tahun 2023 yang belum dapat di restitusi per laporan posisi keuangan. Sedangkan
      pada audit report 2024 kelebihan bayar pajak tersebut dijadikan menjadi satu kesatuan
      dalam pajak dibayar dimuka.

   b) Dalam Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan tidak mencatatkan
      estimasi klaim pengembalian pajak di mana Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP
      Gatot Permadi, Azwir & Abimail mencatatkan adanya estimasi klaim pengembalian pajak.
      Agar dapat dijelaskan latar belakang perbedaan ini.
      Tanggapan Perseroan:
      Sebagaimana penjelasan poin 16a) diatas.
Page 16
16) Dalam perbandingan Laporan Keuangan Perseroan Konsolidasian yang diaudit periode 2024
    – 2025 dan 2023 – 2024, terdapat beberapa perbedaan pengkategorian dalam komponen arus
    kas sebagaimana berikut:




   a) Agar dapat dijelaskan tidak dicatatkannya pembayaran bunga dan penerimaan bunga per
      Desember 2024 dari Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan;
      Tanggapan Perseroan:
      Pada laporan audit 31 Desember 2024 dari Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP
      Heliantono & Rekan, beban bunga dicatat pada bagian arus kas dari aktivitas pendanaan
      sedangkan pada laporan audit 31 desember 2025, pembayaran bunga dan penerimaan
      bunga 31 Desember 2024 dicatat pada bagian kas dari aktivitas operasi.Dalam Laporan
      Keuangan yang diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir & Abimail tidak mencatatkan
      penerimaan kas atas tagihan pajak penghasilan. Agar dapat dijelaskan latar belakang
      perbedaan ini.
      Tanggapan Perseroan:
      Pencatatan penerimaan kas atas tagihan pajak penghasilan per 31 Desember 2024 pada
      Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir & Abimail dicatat bersih
      pada pembayaran kepada pemasok dan operasional lainnya.
Page 17
   b) Agar dapat dijelaskan tidak dicatatkannya penurunan aset tidak lancar, penerimaan dan
      pengeluaran piutang lain-lain untuk kas dari aktivitas investasi per Desember 2024 dari
      Laporan Keuangan yang diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir & Abimail.




       Tanggapan Perseroan:
       Pencatatan penurunan aset tidak lancar, penerimaan dan pengeluaran piutang lain-lain
       untuk kas dari aktivitas investasi per 31 Desember 2024 pada Laporan Keuangan yang
       diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir & Abimail dicatat bersih pada pembayaran kepada
       pemasok dan operasional lainnya pada bagian Kas dari Aktivitas Operasi.

17) Informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
    Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
   Tanggapan Perseroan:
   Tidak terdapat informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat
   mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
   diungkapkan kepada publik. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami
   ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT SMR Utama Tbk



Arief Novaldi
Corporate Secretary

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.16 MB
Published19 Jul 2026
Pages17
Characters38,400
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Trada Alam Minera Tbk p.3 ×2
linked org Bank Permata Tbk. p.5 ×2
linked org PT Berau Coal Energy p.13 ×3
linked org SMR Utama Tbk p.17 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible — Kejaksaan Agung p.5
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT Manggala Usaha Manunggal p.1 ×17
unresolved org PT Ricobana Abadi p.1 ×3
unresolved org PT Bara Anugrah Sejahtera p.2
unresolved org PT. Delta Samudra p.3
unresolved org PT Adibarata Cipta Pertiwi p.4
unresolved org PT Troposfir Pancar Sejati. p.4
unresolved org Mahkamah Agung p.5
unresolved org Gatot Permadi p.5 ×6
unresolved org PT Global Energitama. p.5 ×5
unresolved org PT Mega Merpati Borneo p.6
unresolved org PT Permai Alam Sentosa p.6
unresolved org PT PAS p.7
unresolved org PT Adibrata Cipta Pertiwi p.10
unresolved org PT Ricobana p.10
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.10
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.10
unresolved org PT Berau Coal p.12 ×3
unresolved org Heliantono & Rekan p.15 ×3
unresolved org Heliantono p.15 ×3
unresolved person Arief Novaldi · Corporate Secretary p.17

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result