Back to announcement
20260717_TRIO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32113236_lamp1.pdf
Other Text extracted TRIOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
No. 040/CST-TRIO/2026
Jakarta, 17 Juli 2026
Kepada Yth.
Bapak Saidu Solihin
Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Perihal: Penyampaian Penjelasan atas Surat No.: S-08395/BEI.PP2/07-2026
Dengan hormat,
Merujuk kepada Surat dari PT. Bursa Efek Indonesia Nomor S-08395/BEI.PP2/07-2026
tertanggal 15 Juli 2026 perihal Permintaan Penjelasan, dengan ini PT Trikomsel Oke Tbk
(“Perseroan”) menyampaikan penjelasannya sebagai berikut:
1. Terkait dengan realisasi rencana pemulihan penyebab suspensi, Perseroan
menyampaikan berbagai inisiatif yaitu peningkatan penjualan melalui transofrmasi bisnis
yaitu omnichannel, gadget berbasis kecerdasan buatan dan ekonomi hijau, Perseroan
masih mencatatkan kerugian dan belum menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang
signifikan sejak suspensi tahun 2019–2020.
Mohon penjelasan mengenai:
a. Bagaimana Perseroan menetapkan persentase progres 30% untuk ketiga transformasi
bisnis tersebut.
b. Agar diklarifikasi target waktu 2026 itu untuk seluruh transformasi bisnis yang berhasil
mencapai target pendapatan atau memulai pendapatan.
c. Klarifikasi apakah sudah tercermin dari ketiga transformasi bisnis tersebut, mana yang
telah tercermin pada periode laporan keuangan Q2 tahun 2026.
d. Strategi Perseroan untuk mencapai transformasi bisnis tahun 2026.
e. Kendala Perseroan untuk mencapai target pendapatan transformasi bisnis tersebut di
tahun 2026.
Penjelasan:
a. Persentase progres sebesar 30% merupakan estimasi internal Perseroan yang
digunakan untuk menggambarkan tingkat pelaksanaan inisiatif transformasi bisnis
secara keseluruhan. Penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada pencapaian
pendapatan, melainkan mempertimbangkan berbagai tahapan yang telah
dilaksanakan, antara lain penjajakan kerja sama, pengembangan produk dan layanan,
dan persiapan pendukung yang diperlukan untuk mendukung implementasi masing-
masing inisiatif bisnis.
b. Target waktu tahun 2026 yang disampaikan Perseroan dimaksudkan untuk bisnis
omnichannel dapat mencapai target pendapatan yang sudah ditetapkan, sedangkan
bisnis gadget yang berbasis kecerdasan buatan diharapkan mulai menghasilkan
1
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 2
pendapatan di tahun 2026. Inisiatif bisnis di ekonomi hijau masih dalam tahap
fundraising guna memulai proyek-proyek pengolahan sampah, dimana proses
fundraising akan menyesuaikan terhadap aturan-aturan yang berlaku.
c. Sampai dengan 30 Juni 2026, inisiatif omnichannel sudah mulai berkontribusi pada
pendapatan, sedangkan inisiatif bisnis gadget yang berbasis kecerdasan buatan
masih berada pada tahap pengembangan dan implementasi sehingga diharapkan
dapat mulai memberikan kontribusi pendapatan di semester ke-2 tahun ini.
d. Perseroan fokus pada pengembangan kegiatan usaha yang sejalan dengan sumber
daya dan peluang pasar yang tersedia. Strategi yang dilakukan antara lain melalui
penguatan saluran penjualan berbasis digital dan omnichannel, pengembangan
produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar, penjajakan kerja sama
dengan mitra usaha, serta penerapan pendekatan yang lebih efisien dalam
pengelolaan operasional. Untuk ekonomi hijau dalam tahap fundraising yang akan
diselaraskan dengan aturan-aturan yg relevan.
e. Kendala utama yang dihadapi Perseroan adalah keterbatasan modal kerja.
2. Mengenai dengan pembayaran cicilan pokok ke kreditur perbankan hingga bulan Mei
2026, Perseroan menyatakan telah melakukan pembayaran sebesar Rp14.465.000.000,
agar dijelaskan target pembayaran hingga akhir tahun 2026.
Penjelasan:
Dengan mengacu ke pembayaran cicilan yang dilakukan hingga bulan Mei 2026,
Perseroan berupaya untuk dapat melakukan pembayaran cicilan bulanan kepada kreditur
perbankan sehingga total pembayaran tahun 2026 ini mencapai sekitar Rp30 miliar.
Pembayaran cicilan pokok utang ini akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan
Perseroan serta tetap memperhatikan kebutuhan operasional dan keberlangsungan
usaha Perseroan.
3. Mohon dijelaskan perkembangan bisnis eksisting Perseroan selain ekonomi hijau,
termasuk kontribusi pendapatan, laba/rugi, dan strategi mempertahankan operasional
sampai bisnis ekonomi hijau berjalan penuh.
Penjelasan:
Sampai saat ini, bisnis eksisting Perseroan masih memberikan kontribusi terbesar
terhadap pendapatan Perseroan. Perseroan juga melakukan transformasi bisnis menjadi
toko yang relevan dengan gadget berbasis kecerdasan buatan serta terus memperhatikan
keuntungan yang dihasilkan dari bisnis. Perseroan terus mengoptimalkan bisnis eksisting
tersebut serta melakukan efisiensi dalam pengelolaan usaha sambil melanjutkan
pengembangan bisnis baru terutama di sektor ekonomi hijau secara bertahap.
4. Apakah teknologi pengolahan sampah yang digunakan merupakan teknologi milik
Perseroan, hasil lisensi, maupun kerja sama dengan pihak ketiga? Mohon dijelaskan
status hak penggunaan teknologi tersebut.
Penjelasan:
Teknologi pengolahan sampah organik yang digunakan TOSS saat ini berupa proses
biokonversi sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF). Metode ini bukan
2
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 3
merupakan teknologi yang dimiliki secara eksklusif oleh TOSS maupun teknologi yang
digunakan berdasarkan perjanjian lisensi tertentu.
TOSS menerapkan metode pengolahan sampah terpadu dan khususnya untuk
pengolahan sampah organik menggunakan teknologi BSF, dimana Perseroan memiliki
formula tersendiri guna memastikan budidaya BSF ini menghasilkan produk yang
memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak pembeli.
5. Mohon dijelaskan keunggulan kompetitif model bisnis Perseroan dibandingkan pelaku
usaha lain pada sektor pengolahan sampah sehingga Perseroan meyakini proyek
tersebut layak secara komersial.
Penjelasan:
Perseroan memandang bahwa potensi komersial usaha ini didukung oleh penerapan
metode Black Soldier Fly (BSF) dalam pengolahan sampah organik, yang tidak hanya
membantu mengurangi volume sampah yang dikelola, tetapi juga menghasilkan produk
turunan yang memiliki nilai ekonomis. Melalui proses tersebut, sampah organik dapat
diolah menjadi bahan protein untuk pakan hewan serta pupuk organik, sehingga
menciptakan nilai tambah dari proses pengolahan yang dilakukan.
Beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan:
a. Perseroan mempunyai formula untuk menjaga kestabilan nilai nutrisi pakan sehingga
budidaya maggot menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan
oleh pembeli.
b. Menerapkan mekanisme rearing vertikal yang selain hemat lahan serta climate control
yang mengoptimalkan kondisi pertumbuhan maggot sehingga memungkinkan scale up
usaha menjadi skala industri.
c. Pengolahan hasil produksi dengan menerapkan kriteria GMP plus dan HACCP dalam
pengolahan produk akhir (insect meal dan oil insect).
d. Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengaplikasi mikroba inoculant untuk
membantu proses pre-treatment pakan sehingga maggot bisa tumbuh secara optimal.
e. Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengaplikasi mikroba dalam proses
composting kasgot sehingga proses composting bisa berlangsung dengan lebih cepat
dan menghasilkan composted frass yang lebih bagus kandungan bahan organiknya.
f. Mempunyai pengalaman dan pengetahuan untuk scale up biokonversi ini ke skala
industri baik secara SOP, skala produksi dan quality control.
Selain itu, Perseroan melihat bahwa pasar pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular
masih memiliki peluang untuk berkembang dan pelaku usaha yang berfokus pada model
bisnis serupa di wilayah operasional Perseroan masih relatif terbatas. Perseroan
mengembangkan kegiatan usaha ini secara bertahap dengan mempertimbangkan
kebutuhan pasar, efisiensi operasional, dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak
guna mendukung keberlanjutan usaha.
6. Perseroan menyampaikan bahwa proyek pengelolaan sampah telah memasuki tahap
komersialisasi dan diharapkan menjadi sumber pendapatan utama Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan Perseroan mengenai hal-hal
sebagai berikut:
a. Perkembangan terbaru untuk bisnis ekonomi hijau dengan berbagai pihak saat ini.
3
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 4
b. Status perkembangan perizinan dan kerja sama saat ini.
c. Apa saja milestone utama yang akan dicapai hingga proyek dapat beroperasi
secara komersial?
d. Apa risiko utama yang dapat menyebabkan proyek tersebut tertunda atau tidak
berjalan sesuai rencana serta langkah mitigasi yang telah disiapkan Perseroan?
e. Estimasi paling cepat dan paling lambat atas ekonomi hijau tersebut berkontribusi pada
pendapatan Perseroan.
Penjelasan:
a. Saat ini, Perseroan sudah memulai proyek percontohan dan sedang dalam tahap
mengembangkan kerjasama dengan beberapa calon mitra untuk mengolah sampah
dari kawasan permukiman (residential area). Sampah yang dikelola berupa Municipal
Solid Waste (MSW) atau sampah campuran yang terdiri dari sampah organik dan
anorganik.
b. Perkembangan kerja sama yang telah berjalan saat ini antara lain dengan:
• developer kawasan di Jakarta
• salah satu operator jalan tol di Pulau Jawa
• perusahaan pengolahan produk dari perkebunan sawit
c. Milestone utama yang menjadi fokus Perseroan, antara lain meliputi pengembangan
dan penyempurnaan operasional pengolahan sampah, peningkatan kapasitas
pengelolaan, pengembangan jaringan pemasok dan pengguna hasil pengolahan, serta
penjajakan dan penguatan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Tahapan tersebut
dilakukan secara bertahap untuk mendukung kesiapan operasional dan
pengembangan usaha secara berkelanjutan.
d. Risiko utama yang dapat mempengaruhi perkembangan proyek adalah ketersediaan
modal kerja, selain itu ada juga resiko pada ketersediaan pasokan bahan baku dan
proses koordinasi serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Sebagai langkah
mitigasi, Perseroan menerapkan pengembangan usaha secara bertahap, melakukan
evaluasi berkala terhadap operasional, mengoptimalkan modal kerja dan sumber daya
yang tersedia, serta terus menjajaki peluang kerja sama yang dapat mendukung
pengembangan usaha.
e. Saat ini, Perseroan dalam proses fundraising untuk proyek ekonomi hijau dengan
mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. Jika proses ini dapat diselesaikan pada
tahun ini, Perseroan mengharapkan kegiatan usaha ekonomi hijau dapat mulai
memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada tahun 2027 secara bertahap sejalan
dengan perkembangan operasional dan proses komersialisasi yang berjalan.
7. Terkait dengan fundraising yang Perseroan sampaikan untuk bisnis ekonomi hijau, agar
dapat dijelaskan:
a. Kendala utama Perseroan meyakinkan dari pihak fundraiser atas ekonomi bisnis hijau
ini mengingat Perseroan menyatakan memiliki margin profitabilitas yang lebih baik.
b. Berapa kebutuhan pendanaan yang masih diperlukan hingga proyek pertama dapat
beroperasi secara komersial?
c. Spesifikasi mesin seperti apa yang dibutuhkan Perseroan sehingga dapat
menjalankan ekonomi hijau dengan baik.
4
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 5
d. Rincian capital expenditure dan operating expense apa saja untuk didanai fundraiser
sehingga dapat menjalankan bisnis ekonomi hijau dengan baik.
e. Kapan Perseroan menargetkan proyek dengan masing-masing mitra dapat memasuki
tahap konstruksi maupun operasional komersial, serta mulai memberikan kontribusi
terhadap pendapatan Perseroan?
Penjelasan:
a. Perseroan telah berkomunikasi dengan para calon investor dan sudah mendapatkan
dukungan positif. Saat ini Perseroan terus berdiskusi untuk mekanisme proses
investasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku khususnya terkait situasi Perseroan
yang masih terkendala suspensi.
b. Perseroan memerlukan pendanaan yang relatif cukup besar untuk mendukung
pengembangan proyek hingga tahap operasional komersial, termasuk untuk
penyediaan fasilitas, peralatan pendukung, dan kebutuhan operasional.
c. Perseroan membutuhkan peralatan pendukung pengolahan sampah, termasuk
fasilitas pemilahan, pengolahan, dan penanganan hasil pengolahan yang
kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
d. Pendanaan akan difokuskan untuk kebutuhan belanja modal berupa peralatan dan
fasilitas pendukung operasional, serta kebutuhan biaya operasional untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan usaha.
e. Perseroan berharap proyek dapat berkembang secara bertahap sesuai kesiapan
operasional dan kerja sama dengan para mitra, serta diharapkan mulai dapat
memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada tahun 2027.
8. Terkait dengan progres restrukturisasi utang Perseroan kepada Bank Mandiri dan Bank
BNI, agar dapat dijelaskan:
a. Apa persyaratan utama (conditions precedent) yang masih harus dipenuhi agar
restrukturisasi dapat memperoleh persetujuan Bank Mandiri?
b. Status dan proses saat ini termasuk tahapan perpanjangan perjanjian kredit,
kesepakatan restrukturisasi, serta dampaknya terhadap likuiditas dan kemampuan
keuangan Perseroan ke depan.
c. Total Outstanding kewajiban kepada masing-masing kreditur saat ini.
d. Kendala utama perseroan belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari
kreditur tersebut.
e. Target waktu untuk mendapatkan persetujuan restrukturisasi tersebut.
Penjelasan:
a. Perseroan terus berdiskusi dengan Bank Mandiri terkait proses restrukturisasi yang
sedang berlangsung. Sampai dengan saat ini, pembahasan masih berada dalam
tahap evaluasi internal oleh pihak bank sehingga Perseroan masih menunggu
informasi lebih lanjut dari Bank Mandiri. Perseroan masih rutin membayar cicilan utang
pokok kepada Bank Mandiri setiap bulan.
b. Sampai saat ini, Perseroan masih rutin membayar cicilan utang pokoknya dan
melakukan komunikasi dengan pihak kreditur terkait usulan restrukturisasi yang telah
5
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 6
disampaikan. Proses tersebut masih dalam tahap evaluasi internal dan pembahasan
lebih lanjut oleh pihak kreditur. Perseroan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan
oleh kreditur setelah keputusan final diperoleh. Perseroan terus mengelola likuiditas
dan operasional usaha sesuai dengan kondisi keuangan yang tersedia.
c. Outstanding utang pokok per 30 Juni 2026:
Outstanding utang
Kreditor
pokok (Rp)
BNI 1.044.236.908.460
Bank Mandiri - TRIO 208.007.568.311
d. Persetujuan restrukturisasi belum diperoleh terutama disebabkan masih proses
evaluasi di internal masing-masing kreditur perbankan.
e. Perseroan tetap rutin melakukan pembayaran cicilan utang pokok secara bulanan
dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan Perseroan serta senantiasa
menjaga komunikasi yang intensif dan konstruktif dengan para kreditur perbankan
tersebut.
Perseroan juga melakukan upaya untuk penguatan arus kas melalui peningkatan
penjualan dan efisiensi biaya, serta melakukan pengelolaan likuiditas lebih optimal.
Perseroan juga secara berkala menyampaikan perkembangan kinerja usaha kepada
kreditor sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi yang baik.
9. Terkait dengan pemenuhan Free Float Perseroan, Perseroan menyampaikan bahwa
salah satu alternatif pemenuhan ketentuan free float dilakukan melalui
pengadministrasian kepemilikan saham GLAS Trust kepada masing-masing bondholders.
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan Perseroan mengenai hal-hal
sebagai berikut:
a. Mohon dijelaskan perkembangan terbaru koordinasi dengan GLAS Trust, termasuk
isu-isu utama yang masih menjadi pembahasan dan target penyelesaiannya.
b. Mekanisme pengalihan saham dari GLAS Trust kepada masing-masing
bondholders, termasuk persetujuan, perubahan administrasi saham (scripless), dan
tahapan yang masih harus dipenuhi sebelum proses tersebut dapat direalisasikan.
c. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa saham yang dialihkan kepada para
bondholders dapat diperhitungkan sebagai free float sesuai ketentuan Bursa, termasuk
konfirmasi bahwa para bondholders merupakan pihak independen.
d. Mengingat proses tersebut memerlukan persetujuan para bondholders sesuai
mekanisme yang berlaku, apakah Perseroan telah memperoleh indikasi tingkat
persetujuan (support) dari para bondholders dan apakah terdapat potensi kendala
yang dapat menghambat pelaksanaan rencana tersebut?
e. Bagaimana Perseroan tetap meyakini target penyelesaian pada tahun ini dapat
tercapai? Agar dapat disampaikan juga strategi pemenuhan Free Float atas aksi
korporasi yang akan dilakukan Perseroan selain dari pihak Glas Trust.
Penjelasan:
a. Perseroan masih berkoordinasi dengan GLAS Trust dan pihak-pihak terkait untuk
membahas alternatif pemenuhan ketentuan free float.
6
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 7
b. Salah satu alternatif yang sedang dibahas adalah pengadministrasian kepemilikan
saham secara langsung atas nama masing-masing bondholders. Untuk merealisasikan
hal tersebut diperlukan pemenuhan sejumlah tahapan, termasuk persetujuan
bondholders, penyelesaian aspek administrasi kepemilikan saham, termasuk proses
perubahan saham dari bentuk scrip menjadi scripless, serta pemenuhan ketentuan lain
yang relevan.
c. Sepengetahuan Perseroan, saham yang tercatat atas nama GLAS Trust berasal dari
konversi SGD bond yang dimiliki oleh para bondholders berdasarkan putusan
homologasi yang telah dilaksanakan Perseroan pada tahun 2017. Oleh karena itu,
penerima manfaat atas saham tersebut pada prinsipnya adalah para bondholders yang
merupakan pihak independen.
d. Sampai saat ini, Perseroan belum memperoleh kepastian mengenai tingkat
persetujuan dari para bondholders. Perseroan memahami bahwa pelaksanaan
rencana tersebut memerlukan pemenuhan mekanisme dan persetujuan yang berlaku.
Oleh karena itu, Perseroan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk
memahami langkah-langkah yang diperlukan dalam proses tersebut.
e. Perseroan terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi ketentuan free float,
termasuk melalui pembahasan dengan GLAS Trust dan evaluasi alternatif aksi
korporasi lainnya yang dapat mendukung pemenuhan ketentuan tersebut. Perseroan
akan terus berkoordinasi dengan para pihak terkait dan menjalankan langkah-langkah
yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan harapan proses pemenuhan
free float dapat direalisasikan secara bertahap.
10. Informasi atau fakta material lainnya yang dapat memengaruhi harga Efek Perusahaan
Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal, namun belum pernah diungkapkan
Perseroan. Jika ada, agar diungkapkan dan dielaborasi.
Penjelasan:
Perseroan belum memiliki informasi atau fakta material lainnya yang belum diungkapkan
kepada publik yang dapat memengaruhi harga Efek Perseroan dan/atau keputusan
investasi pemodal.
Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Trikomsel Oke Tbk
Djoko Harijanto
Direktur
7
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Saidu Solihin
p.1
unresolved
person
Djoko Harijanto
· Direktur
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.