Back to announcement
20260717_BAJA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32112939_lamp1.pdf
Other Text extracted BAJASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1 OCR 0.909
Ig PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Tanggapan Atas Permintaan Penjelasan Terkait Rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA/”Perseroan”) 1. Merujuk pada Keterbukaan Informasi, rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah 1:2 yang artinya setiap pemegang 1 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD dimana setiap 1 HMETD memiliki hak untuk membeli 1 (saham) dengan harga pelaksanaan yang ditentukan. Atas hal tersebut Bursa meminta penjelasan dasar, latar belakang, dan pertimbangan penentuan rasio 1:2 tersebut. Jawaban: Rasio 2:1 ditetapkan berdasarkan kalkulasi kebutuhan dana Perseroan sebesar Rp450.000.000.000,- (empat ratus lima puluh miliar Rupiah), dibagi dengan harga pelaksanaan Rp500 (lima ratus Rupiah) per saham. Hasilnya menunjukkan bahwa saham baru yang akan dikeluarkan sejumlah 5096 dari total saham beredar saat ini. Rasio ini dinilai paling optimal untuk mencapai target pendanaan perusahaan sekaligus menjaga tingkat dilusi pemegang saham pada batas yang wajar (maksimal 33,3396). 2. Data historis 12 bulan menunjukkan harga saham BAJA berkisar Rp116-Rp197, sehingga Harga Pelaksanaan HMETD Rp500 adalah 3-4x di atas harga pasar wajar. Agar dijelaskan: a. Dasar, latar belakang, dan pertimbangan Harga Pelaksanaan tersebut. Jawaban: Perseroan memandang bahwa setelah pelaksanaan PMHMETD I, harga wajar untuk saham BAJA adalah Rp500 per saham. Hal ini didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: # Terselesaikannya pokok utang afiliasi sebesar USD 20,6 juta dan bunga akrual afiliasi (@ffiliated accrued interest) sebesar Rp127,76 miliar. « Terciptanya struktur neraca keuangan (balance sheet) Perseroan yang kuat dan kokoh. | Setelah pelaksanaan PMHMETD I ini, maka akan terjadi peningkatan posisi Ekuitas | menjadi Rp460.876.565.476 yang sebelumnya pada 31 Maret 2026 sebesar "Rp10.876.565.476. ara b. perdilbangan pemegang saham tertentu, Pandji Surya Soerjoprahono, Handaja Susanto, Entario Widjaja Susanto, Soediarto Soerjoprahono, Laksmono Tirta Kusumo, dan Anton Sebastian tidak melaksanakan HMETD. Jawaban: Hal tersebut merupakan keputusan investasi dari masing-masing pemegang saham sebagaimana tersebut di atas, keputusan tersebut didukung pula dengan pernyataan PT Sarana Steel (SS) dimana apabila SS menjalankan tugasnya selaku pembeli sisa saham dalam PMHMETD I, hal tersebut tidak akan mengakibatkan perubahan pengendalian dalam Perseroan. 3. Sehubungan dengan kewajiban Perseroan untuk menjaga rasio keuangan, disampaikan bahwa Perseroan telah memenuhi batasan-batasan keuangan yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk debt service coverage ratio. Agar dijelaskan: a. Apakah telah diperoleh waiver tertulis atas tidak terpenuhinya rasio debt service coverage ratio tersebut. Jawaban: Perseroan telah memperoleh waiver tertulis pada tanggal 17 Juli 2026 atas tidak terpenuhi nya DSCR. Office : Jl. Pangeran Jayakarta No.55 Jakarta 10730 - Indonesia s IE (Kon GNI ee Website: www.saranacentral.com w Sa KOMPONEN anne Phone : #62 823-1128-0055 INDUSTRI HUAY T2#35 DALAM NEGERI sndossas (LA Dipindai dengan CamScanner
Page 2 OCR 0.862
IT PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk SjocBc No, 1. 422/EO-IKT/EXT/SS/VIN/2026 Tanggal 147 Juli 2026 Perihal £ Surat Pemberitahuan dan Persetujuan Bank Kepada Yth. PT Saranacentral Bajatama Tbk Up: Pak Handaja Susanto Dengan hormat, Sehubungan Surat Pemberitahuan serta Permohonan Persetujuan No. 002/SCB-ACCT/VII/2026 tanggal 14 Juli 2026, bersama dengan surat ini Bank mengetahui dan menyetujui waiver atas rasio keuangan yang belum memenuhi ambang batas rasio yang telah ditetapkan Bank dalam Perjanjian Kredit berdasarkan Laporan Keuangan Audited PT Saranacentral Bajatama Tbk periode Maret 2026 Yaitu sebagai berikut: Raslo Keuangan yang Dipersyaratkan | Pemenuhan Keterangan dalam Perjanjian Kredit 31 Mar 2016 'hdj. DER max. 3x 037x Terpenuti DSCR min. 1.25x I.ldx Tidak terpenuhi Adj.CR min. 1x 172 Terpenuhi Apabila ada pertanyaan sehubungan dengan Informasi yang telah kami uraikan di dalam surat Ini, mohon kiranya agar dapat menghubungi kami untuk penjelasan lebih lanjut maupun Informasi lainnya. Jakarta, PT Bank OCBC NISP, Tbk. £ - pa Samuel Simon Alexis Mario Tehubijuluw Relationship Manager Business Head b. Rasio debt to eguity (DER) maksimal 3 kali, namun berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2026 didapatkan nilai DER sebesar 60,67x. Agar dijelaskan dasar Perseroan menyatakan DER telah terpenuhi per 31 Maret 2026. Jawaban: Pemenuhan ketentuan debt to eguity ratio (DER) sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit dengan PT Bank OCBC NISP Tbk tidak didasarkan pada DER yang disajikan dalam Laporan Keuangan per 31 Maret 2026, melainkan berdasarkan adjusted debt to eguity ratio (adjusted DER) sesuai dengan definisi dan metode perhitungan yang telah disepakati dalam perjanjian kredit. Berdasarkan perjanjian kredit, adjusted DER dihitung sebagai adjusted total liabilities dibagi dengan adjusted tangible net worth, dengan ketentuan sebagai berikut: # Adjusted total liabilities adalah total liabilitas dikurangi pinjaman dari pihak-pihak berelasi yang disubordinasikan. @ Adjusted tangible net worth adalah ekuitas ditambah pinjaman dari pihak-pihak berelasi ang disubordinasikan, dikurangi aset tidak berwujud, pinjaman kepada pihak-pihak mppemegang saham, serta investasi. Office : Jl. Pangeran Jayakarta No. 55 LX. —i Jakarta 10730 - Indonesia w IE (tom GNI Website ranacentral.com NA an ma WDUSTRI HUAU $EFtua DALAM NEGERI aon Phone 9 128-0055 Dipindai dengan CamScanner
Page 3 OCR 0.927
IT PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Berdasarkan metode perhitungan tersebut, adjusted DER Perseroan per 31 Maret 2026 adalah sebesar 0,87 kali, sehingga telah memenuhi persyaratan maksimum 3,00 kali sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit dengan PT Bank OCBC NISP Tbk. Sementara itu, DER sebesar 60,67 kali yang berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2026 merupakan rasio yang dihitung berdasarkan penyajian laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Oleh karena itu, terdapat perbedaan metode perhitungan antara DER dalam laporan keuangan dan adjusted DER yang digunakan untuk tujuan pemantauan kepatuhan terhadap covenant dalam perjanjian kredit. c. Current ratio minimal 1,1 kali, namun berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2026 didapatkan nilai rasionya sebesar 0,80x. Agar dijelaskan dasar Perseroan menyatakan current ratio telah terpenuhi per 31 Maret 2026. Jawaban: Pemenuhan ketentuan current ratio sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit tidak didasarkan pada current ratio yang disajikan dalam Laporan Keuangan per 31 Maret 2026, melainkan berdasarkan adjusted current ratio sesuai dengan definisi dan metode perhitungan yang telah disepakati dalam perjanjian kredit dengan kreditur. Dalam perhitungan adjusted current ratio tersebut, liabilitas jangka pendek kepada pihak berelasi, yaitu PT Sarana Steel, dikecualikan dari komponen liabilitas lancar sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kredit. Berdasarkan metode perhitungan tersebut, adjusted current ratio Perseroan per 31 Maret 2026 adalah sebesar 1,73 kali, sehingga telah memenuhi persyaratan minimum 1,10 kali sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian kredit. Sementara itu, current ratio sebesar 0,80 kali yang berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2026 merupakan rasio yang dihitung berdasarkan penyajian laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, sehingga metode perhitungannya berbeda dengan adjusted current ratio yang digunakan untuk tujuan pemantauan kepatuhan terhadap covenant dalam perjanjian kredit. 4. Berdasarkan surat perjanjian penyelesaian utang tanggal 19 Februari 2026, disampaikan bahwa PT Sarana Steel memiliki tagihan kepada Perseroan berupa utang pokok sebesar USD20,6 juta atau setara Rp317,57 miliar dan bunga sebesar Rp127,77 miliar, sehingga total kewajiban Perseroan kepada PT Sarana Steel menjadi Rp445,34 miliar. Dalam PMHMETD I ini, PT Sarana Steel akan mengambil bagian atas saham baru Perseroan, namun pembayarannya tidak dilakukan dengan uang tunai, melainkan dengan cara mengompensasikan kewajiban setoran saham tersebut dengan piutang atau hak tagih yang dimiliki PT Sarana Steel kepada Perseroan. Agar dijelaskan Perseroan dan PT Sarana Steel sepakat menggunakan nilai tukar kurs per tanggal 31 Desember 2023. Jelaskan latar belakang kurs konversi USD yang digunakan adalah kurs tengah BI per 31 Desember 2023, bukan kurs pada tanggal perjanjian penyelesaian utang (19 Februari 2026)? Jawaban: Perseroan dan PT Sarana Steel (“SS”) sepakat menggunakan nilai tukar kurs per tanggal 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp15.416,- (lima belas ribu empat ratus enam belas Rupiah) didasarkan pada pertimbangan di bawah ini : i. tanggal tersebut merupakan tanggal Laporan Keuangan Tahunan Perseroan yang telah diaudit dan menjadi dasar penyusunan struktur transaksi: ii. penggunaan kurs pada tanggal tersebut juga memberikan kepastian nilai transaksi serta edampak fluktuasi nilai tukar setelah periode Laporan Keuangan, agarkan simulasi yang dilakukan Perseroan, apabila digunakan kurs Office: JI Pangeran bayakarta No, 59 Ad 2023 yang lebih ting maba nilai kewajiban Perseroan Jakarta 10730 - Indonesia P3 TKDN) Website: www.saranacentral.com IS Sa KOMPOKEN Tatan Phone : 162823-1128-0055 MDS MAY HE DAAMANESEAI Anna Dipindai dengan CamScanner
Page 4 OCR 0.927
IT PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk dalam Rupiah yang akan dikonversi menjadi saham akan menjadi lebih besar. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan jumlah saham konversi yang lebih tinggi dibandingkan apabila menggunakan kurs per 31 Desember 2023, iv. penggunaan kurs per 31 Desember 2023 menghasilkan jumlah saham konversi yang relatiflebih kecil sehingga potensi dilusi terhadap pemegang saham publik juga menjadi lebih rendah, V. Perseroan menilai bahwa penggunaan kurs per 31 Desember 2023 merupakan pendekatan yang lebih konservatif serta tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham Perseroan, khususnya pemegang saham publik. Pertimbangan tersebut telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi yang telah dilakukan Perseroan pada tanggal 20 Februari 2026 dan 27 Maret 2026. 5. Bagaimana transaksi konversi piutang PT Sarana Steel menjadi setoran saham dalam rangka PMHMETD I ini telah memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu? mengingat PT Sarana Steel merupakan pihak terafiliasi yang dikendalikan oleh pemegang saham pengendali yang sama dengan Perseroan. Jawaban: Sebagai latar belakang, utang Perseroan kepada SS (pihak terafiliasi Perseroan) timbul sebagai akibat penerimaan pinjaman oleh Perseroan dari SS sebesar USD20.600.000 (dua puluh juta enam ratus ribu Dollar Amerika Serikat) berdasarkan Perjanjian Kredit No.001/SCB-LGL/X/2011 tanggal 3 Oktober 2011, yang telah beberapa kali diperpanjang jangka waktunya, dan terakhir diperpanjang berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Terhadap Perjanjian Kredit No.PPPK002/SCB-LGL/X/2021 tanggal 1 Oktober 2021 (“Perjanjian Utang”). Perjanjian Utang awal yaitu Perjanjian Kredit No.001/SCB-LGL/X/2011 tanggal 3 Oktober 2011 telah diungkapkan dalam Prospektus Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan pada tahun 2011, sehingga transaksi tersebut dikecualikan dari pemenuhan prosedur Transaksi Afiliasi. Pengecualian ini merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.I tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 (yang berlaku saat dibuatnya Perjanjian Kredit No.001/SCB-LGL/X/2011 tanggal 3 Oktober 2011) maupun Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu (“POJK 42/2020") (yang berlaku saat dilakukannya perpanjangan berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Terhadap Perjanjian Kredit No.PPPKOO2/SCB-LGL/X/2021 tanggal 1 Oktober 2021). Dalam kaitannya dengan rencana penyelesaian utang Perseroan kepada SS tersebut, Perseroan dan SS menyepakati penggunaan nilai tukar (kurs) mata uang Dolar Amerika terhadap Rupiah berdasarkan Perjanjian Penyelesaian Utang tanggal 19 Februari 2026 (“Perjanjian Penyelesaian Utang”) di mana kurs yang disepakati untuk digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp15.416,- (lima belas ribu empat ratus enam belas Rupiah). Mengingat tidak terdapat ketentuan dalam Perjanjian Utang yang dapat dijadikan dasar untuk menyepakati penggunaan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2023 tersebut, maka kesepakatan mengenai kurs tersebut dikategorikan sebagai perubahan atas syarat dan ketentuan awal Perjanjian Utang. Oleh karenanya, Perseroan wajib memenuhi ketentuan POJK 42/2020 dan POJK 17/2020, di mana telah dipenuhi dengan telah disetujuinya penggunaan kurs ita Rapat Umum Pemegang Saham Independen Perseroan yang keputusannya Acara Rapat Umum Pemegang Saham Independen PT Saranacentral Office : Jl. Pangeran Jayakarta No. 55 P3 — Jakarta 10730 - Indonesia |) IE (atom GNI Website : www.saranacentral.com am KOMPONEN Smnersan aa macoos (RU: Phone : 162823-1128-0055 INDUSTRI MUJAU Semula DALAM NEGERI (3 Dipindai dengan CamScanner
Page 5 OCR 0.917
IM PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Bajatama Tbk No.247 tanggal 31 Maret 2026, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum,, M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat. Adapun rencana konversi piutang SS menjadi setoran saham dalam rangka PMHMETD I (di mana hal ini dapat terjadi ketika terdapat sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham Perseroan sehingga SS menjalankan tugasnya selaku pembeli siaga/sisa saham) bukan merupakan perubahan atas Perjanjian Utang, melainkan salah satu mekanisme penyelesaian/pembayaran utang (pokok) Perseroan kepada SS. Berdasarkan hal tersebut, maka rencana konversi piutang tersebut tidak menjadi objek persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Independen Perseroan tersebut, Namun demikian, karena konversi piutang tersebut dapat terjadi dalam PMHMETD I, maka hal tersebut menjadi obyek persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang menyetujui rencana PMHMETD I yang keputusannya tertuang dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Saranacentral Bajatama Tbk No.248 tanggal 31 Maret 2026, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat. 6. Dari total dana emisi PMHMETD I sebesar Rp450 miliar, hanya sekitar Rp4,68 miliar (1,046) yang dialokasikan sebagai modal kerja bagi Perseroan. 98,9696 sisanya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada pihak terafiliasi (PT Sarana Steel). Bursa meminta penjelasan: a. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa struktur penggunaan dana ini memberikan manfaat yang proporsional dan wajar bagi pemegang saham publik, mengingat mayoritas dana yang terkumpul (termasuk dari partisipasi publik) pada akhirnya dialihkan untuk kepentingan penyelesaian kewajiban kepada pihak terafiliasi, bukan untuk memperkuat operasional atau daya saing Perseroan? Jawaban: Perseroan memastikan bahwa penggunaan dana untuk penyelesaian kewajiban afiliasi ini justru memberikan perlindungan dan manfaat maksimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk publik. Di tengah ketidakpastian makroekonomi dan volatilitas geopolitik global saat ini, strategi ekspansi yang agresif memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, Perseroan mengambil langkah prudent (kehati-hatian) dengan memprioritaskan penyehatan fundamental neraca keuangan (de-leveraging). Selama ini, besarnya porsi utang afiliasi dalam denominasi USD telah mengekspos Perseroan pada risiko fluktuasi kurs yang tinggi dan beban bunga yang menggerus profitabilitas. Dengan selesainya utang ini melalui PMHMETD I, beban keuangan tersebut akan hilang, sehingga potensi laba bersih di masa depan dapat dinikmati sepenuhnya oleh pemegang saham. Perseroan menjadi lebih baik secara finansial dan memiliki kapasitas yang jauh lebih baik untuk memanfaatkan peluang bisnis di masa depan termasuk kesempatan memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan. b. Apakah terdapat kebutuhan modal kerja tambahan di luar Rp4,68 miliar tersebut untuk mendukung operasional Perseroan ke depan? Jika Ya, agar Perseroan menjelaskan dari mana sumber pendanaannya akan diperoleh mengingat kondisi arus kas operasi Perseroan yang negatif pada O1 2026 dan tahun 2025. Jawaban: Perseroan mengklarifikasi bahwa setelah dikurangi biaya emisi, dana yang akan diperoleh Perseroan untuk modal kerja adalah sebesar Rp 2,58 miliar. Tambahan modal kerja sebesar Rp2,58 miliar tersebut dinilai cukup untuk membantu posisi dsk Rerseroan. : Jl. Pangeran Jayakarta No. 55 LX Tkp MI Jakarta 10730 - Indonesia w) (TKDN) GNI 5 : www.saranacentral.com Sa KOMPONEN, Sreweras (YA 62823-1128-0055 IUSTRI HuAu in DALAM NEGERI tdsooeams ANU Dipindai dengan CamScanner
Page 6 OCR 0.894
PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Arus kas operasional Perseroan yang negatif pada 91 2026 disebabkan pada bulan maret pengiriman hanya 15 hari kerja akibat terjadinya pembatasan kendaraan berat sehubungan dengan Hari Raya (13-29 Maret 2026), sedangkan pada Ol 2025 terjadi kejadian yang serupa pada saat GI 2026. Selain itu adanya sifat pola terutama pembelian bahan baku dan bahan penolong dengan bobot 85 Y6 dari total cost dengan karakteristik guantitiy nya lebih besar dibanding day to day sales atau pembayaran piutang customer, hal ini difasilitasi oleh adanya fasilitas Lerter of Credit (LC) yang berada di pos arus kas dari aktivitas pendanaan. Siklus pembayaran ini terlihat dari arus kas operasional yang positif di bulan January, 2026, February 2026 dan May 2026 sebagai contoh sebesar Rp35.091.575.063. 1. Agar Perseroan menyajikan perhitungan saham free float sebelum dan sesudah PMHMETD I atas dua asumsi yang disajikan dengan format tabel sebagai berikut: Perhitungan Free float Sebelum Sesudah Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh seluruh pemegang saham kurang dari 544 bi Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Direksi dan Dewan Komisaris kurang dari 596 Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Pengendali kurang dari 544 d Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Afiliasi dari Pengendali kurang dari 54 € | Jumlah saham tresuri non-warkat kurang dari 596 Jumlah saham non-warkat yang harus dibatasi f pengalihan kepemilikannya (lock up) baik berdasarkan Peraturan maupun bagian tindakan korporasi Perusahaan Tercatat kurang dari 5y4 Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh g | Perusahaan Modal Ventura dan Private Eguity kurang dari 544 Jumlah saham non-warkat yang berada dalam h | status sita atau blokir oleh Aparat Penegak Hukum atau Otoritas yang berwenang kurang dari 546 Jumlah saham free float (a-b-c-d-ef) 0 0 Jumlah saham tercatat di Bursa Persentase saham free float terhadap saham tercatat di Bursa Jawaban: Berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. I-A, Saham Free Float adalah saham tanpa warkat (scripless) yang tercatat di Bursa, dimiliki oleh pemegang saham yang masing- masing kurang dari 596 dari total saham disetor, serta tidak dimiliki oleh anggota Direksi, Dewan Komisaris, pengendali, atau afiliasi dari perusahaan tercatat. Keterangan: Soediarto Soerjoprahono — : Komisaris Utama Ibnu Susanto : Komisaris Handaja Susanto : Direktur Utama Panji Surya Soerjoprahono : Direktur Entario Widjaja Susanto : Direktur pa cg : Terafiliasi (terdapat kesamaan pemegang saham pengendali dan gan Perseroan) 1 Jl Pangeran Jayakarta No. 55 Jakarta 10730 - Indonesia s E TKDN) GNI ee : www,saranacentral.com LS J PA Kinonen Hanan Fog #62 823-1128-0055 IWDUSTRI HUAU $2XL, DALAM NEGERI sia o00ztan Ig: (3 Dipindai dengan CamScanner
Page 7 OCR 0.873
Ir PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Dengan asumsi: (a) Pandji Surya Soerjoprahono, Handaja Susanto, Entario Widjaja Susanto, Soediarto Soerjoprahono, Laksmono Tirta Kusumo, Anton Sebastian, dan Masyarakat tidak melaksanakan seluruh HMETD (b) Ibnu Susanto melaksanakan seluruh HMETD yang diterimanya (e) Ibnu Susanto dan PT Sarana Steel selaku Pembeli Siaga secara proporsional (sesuai dengan porsi penjaminan sebesar 16,666 dan 83,3476) membeli sisa saham yang tidak diambil bagian oleh Pandji Surya Soerjoprahono, Handaja Susanto, Entario Widjaja Susanto, Soediarto Soerjoprahono, Laksmono Tirta Kusumo, Anton Sebastian, dan Masyarakat. Jika hanya Ibnu Susanto dan PT Sarana Steel yang akan melaksanakan HMETD yang berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. I-A bukan termasuk dalam kepemilikan Saham Free Float, maka berikut perhitungan free float sebelum dan sesudah PMHMETD: Perhitungan Free float Pe, “Sebelum Sesudah Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh 2 | seluruh pemegang saham kurang dari 544 NON 100,009.000 Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh P | Direksi dan Dewan Komisaris kurang dari 586 23323,200 | 23,325,200 « | Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Pengendali kurang dari 594 d Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Afiliasi dari Pengendali kurang dari 594 2 Jumlah saham tresuri non-warkat kurang dari 5Ya Jumlah saham non-warkat yang harus dibatasi pengalihan kepemilikannya (lock up) baik f | berdasarkan Peraturan maupun bagian tindakan korporasi Perusahaan Tercatat kurang dari 5Y6 g | Jumlah saham non-warkat dimiliki oleh Perusahaan Modal Ventura dan Private Eguity kurang dari 546 Jumlah saham non-warkat yang berada dalam h | Status sita atau blokir oleh Aparat Penegak Hukum atau Otoritas yang berwenang kurang dari 5Y6 Jumlah saham free float (a-b-c-d-e-H) 376,676,800 376,676,800 Jumlah saham tercatat di Bursa 1,800,000,000 cb: “ad Persentase saham free float terhadap saham 20.93 aa tercatat di Bursa “ DPS per 30 Juni 2026 8. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan. Jawaban: Tidak terdapat informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan insyangstelah diungkapkan dalam Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PMHMETD I. Office : Jl. Pangeran Jayakarta No. 55 P3 aa — Jakarta 10730 - Indonesia ( (TKDN) GNI is TINGKAT Website : www.saranacentral.com Se KOMPONEN, aer Phone : 462 823-1128-0055 INDUSTRI HUAU er DALAM NEGERI wu conazo1s Dipindai dengan CamScanner
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bapepam
p.4 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
PT Saranacentral Office
p.4
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.5 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.