Skip to content
Back to announcement

Publikasi Koran LK VINS 30 Jun 25.pdf

Financial statement Text extracted VINS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
6                                                                                                                                                                                                                                                                                                                HARIAN EKONOMI NERACA KAMIS, 31 JULI 2025


MAKRO                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       BURSA & FINANSIAL

Pemerintah Diminta Segera                                                                                                                                                                                                                                                                                               Kemenkeu Yakin S&P Tetap
Terapkan Cukai MBDK                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Percaya dengan Disiplin Fiskal
NERACA                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  NERACA

     Jakarta - Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia                                                                                                                                                                                                                                                                            Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
meminta kepada pemerintah untuk segera menerap-                                                                                                                                                                                                                                                                         meyakini keputusan lembaga pemeringkat Standard &
kan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MB-                                                                                                                                                                                                                                                                         Poor's Global Ratings (S&P) mempertahankan per-
DK) karena konsumsi gula berlebih dapat mening-                                                                                                                                                                                                                                                                         ingkat kredit Indonesia mencerminkan kepercayaan
katkan prevalensi obesitas, diabetes tipe dua, hingga                                                                                                                                                                                                                                                                   yang terjaga terhadap disiplin fiskal.
gangguan ginjal pada anak.                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Berdasarkan laporan S&P pada 29 Juli 2025, lemba-
     "Kita tidak bisa membiarkan anak-anak terpapar                                                                                                                                                                                                                                                                     ga pemeringkat itu mengafirmasi peringkat utang
risiko penyakit tidak menular sejak usia dini hanya kare-                                                                                                                                                                                                                                                               Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
na lemahnya regulasi pengendalian konsumsi gula," ka-                                                                                                                                                                                                                                                                        Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
ta Ketua FAKTA Indonesia Ari Subagyo di Jakarta, Rabu                                                                                                                                                                                                                                                                   Kemenkeu Deni Surjantoro dalam keterangan tertulis
(30/7).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan outlook sta-
     Ari mengatakan hal itu dalam diskusi publik berta-                                                                                                                                                                                                                                                                 bil yang diberikan menggambarkan keyakinan S&P ter-
juk “Cukaikan MBDK: Terwujudnya Indonesia Emas”                                                                                                                                                                                                                                                                         hadap keberlanjutan disiplin fiskal Indonesia.
untuk mengangkat urgensi perlindungan anak dari an-                                                                                                                                                                                                                                                                          S&P memproyeksi defisit fiskal Indonesia akan tetap
caman Penyakit Tidak Menular (PTM) yang disebabkan                                                                                                                                                                                                                                                                      berada di bawah 3 persen dari produk domestik bruto
oleh konsumsi MBDK.                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (PDB) selama tiga tahun ke depan. “Meskipun terdap-
     Ia menjelaskan bahwa konsumsi minuman tinggi                                                                                                                                                                                                                                                                       at tantangan global yang belum mereda, kebijakan fiskal
gula di kalangan anak dan remaja Indonesia terus                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia dinilai tetap terukur dan konsisten,” ujar
meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sejalan den-                                                                                                                                                                                                                                                                   Deni.
gan meningkatnya prevalensi obesitas, diabetes tipe                                                                                                                                                                                                                                                                          S&P memproyeksikan pertumbuhan PDB Indo-
dua, hingga gangguan ginjal pada anak.                                                                                                                                                                                                                                                                                  nesia berada pada level 4,8 persen. Meski prediksi itu
     Bahkan kata dia, berdasarkan data Riset Kesehatan                                                                                                                                                                                                                                                                  di bawah 5 persen, Kemenkeu meyakini S&P melihat
Dasar (Riskesdas) dan Studi Gizi Balitbangkes, konsum-                                                                                                                                                                                                                                                                  peluang bahwa Indonesia bisa mencetak pertumbuhan
si gula berlebih dari MBDK menjadi salah satu kontri-                                                                                                                                                                                                                 NERACA/Antarafoto/Putra M. Akbar/tom.             yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan, di mana
butor utama.                                                                                          UMKM NAIK KELAS BERKAT PROGRAM KUR : Pekerja memproduksi makanan di salah satu rumah produksi di kawasan Ciputat,                                                                                                 permintaan domestik diyakini akan terus menjadi pen-
     Ia mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sebe-                                                   Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (30/7/2025). Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyatakan hing-                                                                                              dorong utama momentum pertumbuhan.
narnya telah menganggarkan rencana pengenaan cukai                                                    ga semester I-2025 sebanyak satu juta UMKM dari target 1,2 juta UMKM naik kelas dari level usaha mikro ke kecil dan dari us-                                                                                           Seiring dengan itu, pendapatan per kapita Indo-
terhadap MBDK sejak 2022. Bahkan pada 24 Januari                                                      aha kecil ke menengah berkat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberi dampak positif dalam mendukung perekono-                                                                                              nesia juga diperkirakan meningkat, mencapai 5.000
2025, Presiden telah menetapkan Keputusan Presiden                                                    mian rakyat.                                                                                                                                                                                                      dolar AS pada tahun ini. Inovasi pembiayaan pemban-
Nomor 4 Tahun 2025 yang secara eksplisit menga-                                                                                                                                                                                                                                                                         gunan seperti pembentukan Sovereign Wealth Fund
manatkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang                                                                                                                                                                                                                                                                        (SWF) Danantara, yang juga dicatat oleh S&P, diharap-
Cukai MBDK pada tahun ini.
     Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari
                                                                                                      Ancam Peningkatan Daya Saing, 56% Produk                                                                                                                                                                          kan dapat mengakselerasi pembiayaan proyek strate-
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        gis nasional sehingga berpengaruh positif terhadap per-
pemerintah untuk menerapkan cukai tersebut. "Ke-
terlambatan ini sangat disayangkan karena berpotensi
menunda upaya preventif negara dalam menghadapi
                                                                                                      Impor Terdampak Hambatan Non Tarif                                                                                                                                                                                tumbuhan ekonomi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Di sisi lain, program pemerintah seperti penyedia-
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        an makan bergizi gratis dan pembangunan tiga juta
ledakan penyakit tidak menular yang menyerang                                                         Jakarta - Pengenaan hambatan non-tarif atau                                                       hayakan daya saing pro-                             bidang perdagangan dan                                      rumah diyakini akan memperkuat daya beli masya-
kelompok usia muda," ujarnya. Q bari/ant                                                                                                                                                                duknya di pasar interna-                            keberlanjutan. Dalam aspek                                  rakat, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga mo-
                                                                                                      non-tariff measures (NTM) pada 56,33%                                                             sional.                                             perdagangan, regulasi se-                                   mentum pertumbuhan domestik. Q bari/ant
                                                                                                      jumlah produk yang diimpor Indonesia                                                                  Indonesia perlu mengu-                          perti hambatan non-tarif
Pendekatan BPS Dinilai Lebih                                                                          menghambat peningkatan daya saing. Jumlah                                                         rangi penggunaan hambat-                            perlu ditinjau kembali, se-
Representatif dan Akurat                                                                              ini lebih tinggi dibanding rata-rata global                                                       an non-tarif dalam kebi-
                                                                                                                                                                                                        jakan perdagangannya. Se-
                                                                                                                                                                                                                                                            hingga dapat meningkatkan
                                                                                                                                                                                                                                                            daya saing produk Indo-                                     Apindo : Peluang PMA
                                                                                                      yang sebesar 43%. Padahal impor dibutuhkan
Ukur Perekonomian Nasional                                                                            untuk memberikan nilai tambah pada
                                                                                                                                                                                                        lain untuk meningkatkan
                                                                                                                                                                                                        daya saing produknya. Pe-
                                                                                                                                                                                                                                                            nesia di pasar Eropa. Pe-
                                                                                                                                                                                                                                                            nelitian terbaru CIPS ten-                                  Besar Jika Bisa Menekan
                                                                                                                                                                                                        nekanan ini juga merupa-                            tang OECD merekomen-
NERACA
                                                                                                      produk kita, karena tidak semua bahan baku
                                                                                                      berkualitas dapat disediakan oleh pelaku
                                                                                                                                                                                                        kan salah satu langkah pe-                          dasikan beberapa hal yang                                   Tarif Resiprokal AS
                                                                                                                                                                                                        nyesuaian yang perlu di-                            perlu dilakukan Indonesia
     Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mene-                                              usaha dalam negeri.                                                                               lakukan Indonesia dapat                             sebagai bentuk penyesua-                                    NERACA
gaskan komitmennya dalam menyediakan data statis-                                                                                                                                                       mencapai pertumbuhan                                ian regulasi untuk membu-
tik yang akurat dan representatif sebagai dasar perumu-                                               „ NERACA                                             Namun penggunaan                             ekonomi, investasi dan per-                         ka pasar. Yang pertama                                      Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
san kebijakan nasional, khususnya terkait kemiskinan                                                                                                   yang berlebihan justru da-                       dagangan setelah berga-                             adalah perlunya penguran-                             menilai, potensi masuknya penanaman modal asing
dan ketimpangan sosial-ekonomi. Deputi Bidang                                                              Berdasarkan data WITS                       pat berdampak negatif bagi                       bung menjadi anggota                                gan hambatan non-tarif pa-                            (PMA) ke Indonesia cukup besar, terutama jika kese-
Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, memaparkan bah-                                                  2025, kategori produk den-                       bisnis, konsumen serta                           Organisation for Economic                           da sektor perdagangan. Hal                            pakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS)
wa pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional                                                         gan tingkat penerapan NTM                        perekonomian        secara                       Co-operation and Deve-                              ini, salah satunya, diper-                            bisa ditekan lebih rendah dibandingkan negara-negara
(Susenas) Maret 2025 dilakukan lebih awal pada bulan                                                  tertinggi antara lain adalah                     umum,” terang Peneliti dan                       lopment (OECD).                                     lukan untuk menurunkan                                pesaing.
Februari. Langkah ini diambil untuk menghindari dis-                                                  produk hewan (100%), pa-                         Analis Kebijakan Publik                              Untuk memasuki pasar                            biaya kepatuhan dan me-                                     Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani men-
torsi data akibat bertepatan dengan bulan Ramadan.                                                    ngan (99%), sayuran (91-                         Center for Indonesian                            Eropa yang menekankan                               ningkatkan efisiensi.                                 gatakan, apabila tarif resiprokal Indonesia-AS lebih ren-
     "Pada Ramadan, pola konsumsi rumah tangga cen-                                                   ,77%), tekstil dan pakaian ja-                   Policy Studies (CIPS)                            kualitas dan keberlanjutan,                             Selanjutnya       adalah                          dah dibanding negara-negara seperti Vietnam dan
derung melonjak dan tidak mencerminkan perilaku                                                       di (78,16%), kulit dan pro-                      Hasran, sebagaimana diku-                        bergabung dengan OECD                               Indonesia perlu lebih terbu-                          Bangladesh yang menjadi pesaing di industri tekstil dan
konsumsi normal. Jika data diambil saat itu, pengelu-                                                 duk kulit (76,56%), alat                         tip dalam keterangannya,                         membuka peluang untuk                               ka pada investasi di sektor                           produk tekstil (TPT), maka bukan tidak mungkin akan
aran rumah tangga akan terlihat lebih tinggi dari kon-                                                transportasi (58,91%), ba-                       kemarin.                                         mempercepat transformasi                            jasa dengan mengeksplo-                               terjadi relokasi investasi ke sektor tersebut.
disi riil, sehingga garis kemiskinan pun tampak lebih                                                 han kimia (54,49%), dan ser-                         Indonesia merupakan                          Indonesia. Penyelarasan                             rasi berbagai cara, untuk se-                               “Kalau memang kita bisa lebih kompetitif (dari se-
rendah secara semu," jelas Ateng, seperti dikutip dalam                                               ta alas kaki (53,19%).                           salah satu negara yang pal-                      dengan standar OECD akan                            cara bertahap meningkat-                              gi kesepakatan tarif dengan AS), tidak menutup kemu-
keterangannya, kemarin.                                                                                    “NTM dalam perda-                           ing banyak menggunakan                           memungkinkan Indonesia                              kan keterbukaan dalam                                 ngkinan kita ada juga relokasi investasi untuk industri
     Dengan metode yang lebih cermat, Susenas                                                         gangan umum dilakukan b-                         hambatan ini, seperti pada                       untuk belajar dan menerap-                          layanan maritim supaya da-                            ini. Seperti China, saya rasa juga sudah ada beberapa
Februari 2025 diyakini menghasilkan data yang lebih                                                   anyak negara untuk berba-                        sektor pangan dan industri.                      kan berbagai best practice                          pat mendukung peningkat-                              yang mulai masuk investasi TPT,” kata Shinta, seperti
murni dan objektif. Survei ini melibatkan 345.000                                                     gai tujuan mulai dari ke-                            Hal ini berakibat pada                       dari negara-negara anggota                          an kinerja logistik dan men-                          dikutip, kemarin.
rumah tangga di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota                                                    amanan dan kesehatan                             tingginya harga komoditas                        lainnya.                                            gurangi biaya.                                              Selain industri TPT, Shinta juga melihat adanya
di seluruh Indonesia, memastikan cakupan dan vali-                                                    konsumen, tujuan politik,                        sehingga membebani kon-                              Namun dibutuhkan                                    Yang ketiga adalah                                potensi besar pada sektor data center untuk menarik
ditas yang luas dalam merekam kondisi sosial ekono-                                                   hingga mendukung agenda                          sumen, menggerogoti daya                         adanya penyesuaian regu-                            mengevaluasi kebijakan in-                            investasi baru. Peluang investasi juga terbuka untuk ma-
mi masyarakat. Q fb                                                                                   ekonomi mereka.                                  saing ekspor serta memba-                        lasi nasional, termasuk di                          vestasi langsung asing. Q bari                        suk di sektor hilirisasi mineral seiring dengan adanya
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    kesepakatan dagang antara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia-AS.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Shinta menyampaikan,

    Kantor Pusat   : Gedung Graha BIP lantai 3A
                                                                                                         PT. VICTORIA INSURANCE,Tbk                                                                                                                                                                                                                 Apindo akan terus mengon-
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    solidasikan pelaku ekspor
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    lintas sektor untuk mengkaji
                                                                                                                                             LAPORAN KEUANGAN
                     Jl. Jendral Gatot Subroto Kav.23 Jakarta Selatan
    Telepon        : (021) 50992940 (Hunting) Fax : (021) 50992941                                                                                                                                                                                                                                                                                  dampak dan potensi kesepa-
    Web Site       : www.victoriainsurance.co.id                                                                                                                                                                                                                                                                                                    katan dagang, serta meru-
    E-mail Address : corsec@victoriainsurance.co.id                                                                                                                                                                                                                                                                                                 muskan masukan teknis
                                                                                                                                                                                  LAPORAN LABA - RUGI DAN PENGHASILAN                                                                                                                               melalui forum sektoral guna
                                                            LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                                                                                                                                                                      LAPORAN ARUS KAS                                           mendorong ekspor produk-
                                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (TIDAK DIAUDIT)                                                                         KOMPREHENSIF LAIN                                                                 UNTUK PERIODE 1 JANUARI S/D 30 JUNI 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT)
                                                                                                                                                                                     UNTUK PERIODE 1 JANUARI S/D 30 JUNI 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT)                                           (Berdasarkan PSAK 117)                             produk yang tidak diproduk-
                                                                       (Berdasarkan PSAK 117)                                                                                                            (Berdasarkan PSAK 117)
                                                                        (Dalam Jutaan Rupiah)                                                                                                                                                                                                    (Dalam Jutaan Rupiah)                              si AS.
                                                                                                                                                                                                        (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurutnya, keberhasi-
                         ASET                          30 Jun 2025      31 Des 2024                  LIABILITAS DAN EKUITAS                   30 Jun 2025     31 Des 2024                       URAIAN                              30 JUN 2025 30 Jun 2024                            URAIAN                         30 JUN 2025 30 Jun 2024       lan diplomasi luar negeri
    I.   ASET                                                                          I.     LIABILITAS                                                                      1    Pendapatan Jasa Asuransi                              61.685            70.778      A   SALDO AWAL KAS-BANK                               1.255            3.162 harus diiringi pembenahan
    1    Kas dan Setara Kas                                  2.470            1.255    1      Liabilitas Kontrak Asuransi                           43.622         46.101     2    Beban Jasa Asuransi                                  (20.069)          (29.671)                                                                                  struktural dalam negeri. Da-
    2    Investasi                                         216.580          161.756    2      Liabilitas Kontrak Reasuransi                          8.683         26.933                                                                                              B   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                                                                                       3      Liabilitas Kontrak PAYDI                                   -              -
                                                                                                                                                                              3    Pendapatan (Beban) dari Kontrak Reasuransi           (31.863)          (32.924)
                                                                                                                                                                                                                                                                           1 Laba Tahun Berjalan                             4.167            2.056
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ya saing ekspor dan investasi
    3    Asset Investasi Kontrak PAYDI                           -                -
    4    Asset Kontrak Asuransi                              2.461           23.416
                                                                                       4      Utang Pajak                                              249            538     4    Hasil Jasa Asuransi Bersih (1+2+3)                      9.753            8.183          2 Penambahan (Pengurangan) dari                                          bukan hanya tarif. Q bari/ant
                                                                                       5      Beban Akrual                                           2.372          2.587                                                                                                      Kontrak Asuransi                                   18.507          (12.728)
    5    Asset Kontrak Reasuransi                           39.274           41.741    6      Utang Lain                                             7.338          8.267                                                                                                  3   Penambahan (Pengurangan) dari
                                                                                                                                                                              5    Pendapatan Investasi (termasuk PAYDI)                   4.209            2.945
    6    Asset Pajak Tangguhan                                 730              730    7      Jumlah Liabilitas (1 sd 6)                            62.264         84.426                                                                                                      Kontrak Reasuransi                                (15.782)           8.816
    7    Asset Lainnya                                       5.811            6.119                                                                                           6    Beban Investasi (termasuk PAYDI)                           (1)               -
                                                                                                                                                                                                                                                                           4   Amortisasi Marjin Jasa Kontraktual                    (30)              45
                                                                                                                                                                              7    Keuntungan (Kerugian) Investasi yang di                                                 5   Depresiasi, amortisasi dan penurunan
                                                                                       II.    EKUITAS                                                                              realisasikan & Belum direasisasikan                       (21)             216              nilai dari aset tetap                                 758              841
                                                                                       8      Modal Disetor                                        146.057       146.057      8    Pendapatan (Beban) Keuangan dari                                                        6   Pendapatan (Beban) non kas lainnya                 (4.571)             562
                                                                                       9      Agio Saham                                               178            178          Kontrak Asuransi                                          (23)             (21)
                                                                                       10     Saldo Laba (Rugi)                                     57.076         52.909                                                                                                  JUMLAH ARUS KAS DARI AKTIVITAS
                                                                                       11     Komponen Ekuitas Lainnya                               1.751       (48.553)     9    Pendapatan (Beban) Keuangan dari Kontrak
                                                                                                                                                                                                                                                                           OPERASI                                                 3.049             (408)
                                                                                       12     Jumlah Ekuitas (8 s/d 11)                            205.062       150.591           Reasuransi                                                  4                (4)
                                                                                                                                                                              10 Hasil Investasi Bersih (4 sd 9)                         13.921            11.319      C   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
                                                                                                                                                                                                                                                                           Arus Kas Masuk
                                                                                                                                                                              11 Beban Akuisisi & Komisi - Non Attributable                  (90)            (186)         1 Hasil Investasi Neto                                 3.950             3.235
    8    Jumlah Aset (1 sd 7)                              267.326          235.017 19 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (7+12)                        267.326        235.017
                                                                                                                                                                                                                                                                           2 Pencairan Investasi                                343.085            43.647
                                                                                                                                                                              12 Beban Umum dan & Administrasi                            (8.162)          (8.003)         3 Penjualan Aktiva Tetap                                 500                 -
                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS                                                                                            13 Pendapatan (Beban) Lainnya                               (1.502)          (1.074)         4 Lain-lain                                                -                 -
                                                UNTUK PERIODE 1 JANUARI S/D 30 JUNI 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT)                                                             14 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (10 sd 13)                      4.167            2.056          Jumlah Arus Kas Masuk                                347.535            46.882
                                                                    (Berdasarkan PSAK 117)
                                                                     (Dalam Jutaan Rupiah)                                                                                    15 Manfaat (beban) Pajak                                         -                 -         1 Penempatan Investasi                               347.605            45.934
                                                                                                                                                                                                                                                                           2 Pembelian Aktiva Tetap                                 973                20
                                                                                                 Keuntungan (kerugian)              Saldo Laba                                16 LABA SETELAH PAJAK (14+15)                                4.167            2.056
                                                                                                    dari pengukuran                                                                                                                                                        3 Lain-lain                                                -                 -
                                                                                                 kembali aset keuangan                                                        17 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN                            50.304            (8.328)         Jumlah Arus Kas Keluar                               348.578            45.954
                                                                                                 diukur pada nilai wajar                                                                                                                                                   JUMLAH ARUS KAS DARI AKTIVITAS
                                                                                  Tambahan modal melalui penghasilan       ditentukan      tidak ditentukan     Jumlah
                                                                  Modal Saham         disetor      komprehensif lain     penggunaannya penggunaannya            Ekuitas                                                                                                    INVESTASI                                              (1.043)             928
    Saldo per 1 Januari 2024                                           146.057                 179               (40.293)         18.000           29.559         153.502
    Laba tahun berjalan                                                      -                   -                     -               -            2.056           2.056                                                                                              D   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    Kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan diukur
      pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain                 -                   -                (8.325)              -                -          (8.325)                                                                                                 Arus Kas Masuk
    Pendapatan (beban) dari kontrak asuransi dan reasuransi                  -                   -                     -               -               (3)             (3)                                                                                                 1 Pinjaman Subordinasi                                       -                -
    Saldo per 30 Juni 2024                                             146.057                 179               (48.618)         18.000           31.612         147.230                                                                                                  2 Setoran Modal                                              -                -
    Laba tahun berjalan                                                      -                   -                     -               -            3.559           3.559                                                                                                  3 Lain-lain                                                  -                -
    Kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan diukur                                                                                                                                                                                                                  Jumlah Arus Kas Masuk                                        -                -
      pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain                 -                   -                  (211)              -                -            (211)
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja jangka panjang               -                   -                     -               -               14              14                                                                                                  Arus Kas Keluar
    Pendapatan (beban) dari kontrak asuransi dan reasuransi                  -                   -                     -               -               (1)             (1)                                                                                                 1 Pembayaran deviden                                        -                -
    Saldo per 31 Desember 2024                                         146.057                 179               (48.829)         18.000           35.184         150.591                                                                                                  2 Pembayaran Pinjaman Subordinasi                           -                -
                                                                                                                                                                                                                                                                           3 Lain-lain                                               791              825
    Laba tahun berjalan                                                      -                   -                     -               -            4.167           4.167
    Keuntungan dari pengukuran kembali aset keuangan diukur                                                                                                                                                                                                                Jumlah Arus Kas Keluar                                    791              825
      pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain                 -                   -                50.304               -                -          50.304                                                                                                  JUMLAH ARUS KAS DARI AKTIVITAS
    Pendapatan (beban) dari kontrak asuransi dan reasuransi                  -                   -                     -               -                -               -                                                                                                  PENDANAAN                                                (791)            (825)
    Pembentukan cadangan umum                                                -                   -                     -           1.000           (1.000)              -     18 TOTAL LABA (RUGI)
    Saldo per 30 Juni 2025                                             146.057                 179                 1.475          19.000           38.351         205.062        KOMPREHENSIF (16+17)                                    54.471            (6.272)     E   SALDO AKHIR KAS-BANK ( A+B+C+D )                        2.470            2.857

               TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN                                                                                                                                    Keterangan
           30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024                                                      REASURADUR UTAMA                                           1. Penyajian Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain disesuaikan dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
                  (TIDAK DIAUDIT) (Berdasarkan PSAK 62)                                                               NAMA REASURADUR                                           umum.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PENGUMUMAN PEMBUBARAN
                            (Dalam jutaan rupiah)                                                                                                                            2. Tingkat kesehatan keuangan merupakan tingkat kesehatan keuangan dengan prinsip konvensional.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum
                      Keterangan                        30 Jun 2025 31 DES 2024              1. PT. Reasuransi Nusantara Makmur                                              3. MMBR = Modal Minimum Berbasis risiko adalah suatu jumlah minimum tingkat solvabilitas yang di tetapkan yaitu dana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko kerugian yang     Pemegang Saham Luar Biasa PT. MAHA
                                                                                                                                                                                mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan aset dan liabilitas.                                                                                               SENTOSA ABSOLUT no.23 tanggal 21-07-
    A. Tingkat Solvabilitas                                                                  2. PT. Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi                                                                                                                                                                                                                           2025, telah dilakukan PEMBUBARAN PT.
                                                                                                                                                                             4. Sesuai dengan Pasal 3 ayat 3 POJK Nomr 71/POJK.05/2016 Tanggal 23 Desember 2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, rasio
       a. Aset Yang Diperkenankan                         261.843          231.357           3. PT. Reasuransi Indonesia Utama                                                                                                                                                                                                                                  M A H A S E N TO S A A B S O L U T, d a n
                                                                                                                                                                                pencapaian tingkat solvabilitas sekurang-kurangnya adalah 120 %.                                                                                                                mengangkat Mohamat Sugeng sebagai
       b. Kewajiban                                        62.589           90.986           4. PT. Tugu Reasuransi Indonesia                                                                                                                                                                                                                                   likuidator.
       c. Jumlah Tingkat Solvabilitas                     199.254          140.371           5. General Insurance Corporation of India                                       Catatan                                                                                                                                                                            Terhadap pihak-pihak yang berkepentingan
    B. Jumlah Modal Minimum Berbasis Risiko                                                  6. R+V Versicherung AG Reinsurance                                              1. Laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 tidak diaudit.                                                                                    dan/atau memiliki tagihan dapat
       (MMBR)                                               14.695          22.108                                                                                                                                                                                                                                                                              menghubungi likuidator secara tertulis dalam
                                                                                                                                                                             2. Cadangan Teknis yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 tidak diperiksa dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaris Setya Gunawan   jangka waktu 60 hari sejak tanggal
    C. Kelebihan ( kekurangan ) Batas Tingkat
       Solvabolitas                                       184.559          118.263                             DIREKSI DAN KOMISARIS                                            (Register PAI No. 20011027)                                                                                                                                                     pengumuman ini disertai dokumen asli dan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                lengkap ke alamat: Pakuwon Tower lantai
                                                                                                                                                                             3. Kurs pada tanggal 30 Juni 2025 USD 16.233,-
    D. Rasio Pencapaian                                    1356%             635%            DEWAN KOMISARIS                                                                                                                                                                                                                                                    29 unit 03, Jalan Embong Malang no.21-31,
       Informasi Lainnya                                                                                                                                                     4. Kurs pada tanggal 31 Desember 2024 USD 16.162,-                                                                                                                                 Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan
                                                                                             Komisaris Utama            : Sulistijowati
    A. Jumlah Dana Jaminan                                 20.000           20.000                                                                                                                                                                                                                                                                              Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
                                                                                             Komisaris Independen       : Tomi Parisianto Wibowo                                                                                                                                                                                                                Timur.
    B. Rasio Likuiditas                                     431%             264%            Komisaris Independen       : Jimmy Paulus Watulingas
    C. Rasio Kecukupan Investasi                           2305%            1168%                                                                                                                                                                        Jakarta, 31 Juli 2025                                                                                  Demikian pengumuman ini disampaikan oleh
                                                                                             DIREKSI                                                                                                                                                                                                                                                            Perseroan untuk memenuhi ketentuan Pasal
    D. Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 147 UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan
       Pendapatan Premi Neto                                     21%             13%         Direktur Utama             : Suwandi Suharto                                                                                                                      Direksi                                                                                          Terbatas.
    E Rasio Beban(Klaim,Usaha dan Komisi)                                                    Direktur Independen        : Drs. Fatchurhuda                                                                                                                                                                                                                                  Surabaya, 31 Juli 2025
       terhadap Pendapatan Premi Neto                            78%             98%         Direktur Kepatuhan         : Rosalina Gunawan                                                                                                          PT. VICTORIA INSURANCE, Tbk                                                                                                     Ttd
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Direksi PT. Maha Sentosa Absolut

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.72 MB
Published31 Jul 2025
Pages1
Characters63,944
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT. VICTORIA INSURANCE p.1 ×3
linked org Nusantara Makmur p.1
linked person Tomi Parisianto Wibowo p.1
linked person Jimmy Paulus Watulingas p.1
linked person Suwandi Suharto p.1
linked person Rosalina Gunawan p.1
possible person Gatot Subroto p.1
unresolved org Kementerian Keuangan p.1
unresolved org Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah p.1
unresolved org Pusat Statistik p.1
unresolved org PT. Reasuransi Nusantara Makmur p.1
unresolved org PT. MAHA p.1
unresolved org PT. Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi p.1
unresolved org PT. Reasuransi Indonesia Utama p.1
unresolved org PT. Tugu Reasuransi Indonesia p.1
unresolved org General Insurance Corporation p.1
unresolved person Drs. Fatchurhuda p.1
unresolved org PT. Maha Sentosa Absolut p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result