Skip to content
Back to announcement

20250630_PRDA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31909799_lamp1.pdf

Other Text extracted PRDA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
                                                             BERITA PERS
                                                                                                                    Untuk diterbitkan segera

       PRODIA AMBIL LANGKAH STRATEGIS MASUK KE SEKTOR BIOTEKNOLOGI,
  DUKUNG INOVASI TERAPI PENGOBATAN REGENERATIF DENGAN BELI SAHAM PROSTEM




   Ki-ka : Dina Kharisma (Legal & General Affair Manager PT Prodia Utama); Liana Kuswandi (Direktur Keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk); Dewi Muliaty
 (Direktur Utama PT PT Prodia Widyahusada Tbk); Andi Widjaja (Founder & Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk); Endang Wahjuningtyas Hoyaranda
                                                  (Direktur PT Prodia Utama); Christina Dwi Utami (Notaris)


Jakarta, 30 Juni 2025 – Perkembangan riset dan implementasi klinis terapi sel punca di Indonesia terus
mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh tahun terakhir. Mengutip dari laman Kesehatan
Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini sudah tercatat sejumlah fasilitas kesehatan yang
meliputi 16 rumah sakit rujukan, 12 laboratorium khusus, dan 4 bank sel terakreditasi untuk
mengimplementasikan pengolahan, pengelolaan, riset, dan pelayanan sel punca di Indonesia.1. Meskipun
biayanya masih tergolong tinggi, minat masyarakat terhadap potensi terapi yang bersifat personal dan
regeneratif ini tetap tinggi. Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM), berupaya untuk mempercepat proses riset dan pengembangan agar terapi sel punca
dapat diterapkan secara luas di sejumlah fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Untuk menangkap peluang besar dari potensi teknologi pengobatan regeneratif yang semakin berkembang
di Indonesia , PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA), sebagai pelopor layanan diagnostik
kesehatan di Indonesia, mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi dengan melakukan pembelian
saham PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM). ProSTEM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
terapi regeneratif berbasis sel punca. Dalam aksi ini, Prodia mengakuisisi sebanyak 69.512 lembar saham
atau setara dengan kepemilikan saham 30% pada ProSTEM. Langkah ini mencerminkan komitmen Prodia
untuk terus mendorong inovasi di dunia medis, khususnya dalam pengembangan pengobatan regeneratif
yang lebih maju di Indonesia.


1 Mengacu pada data di laman https://keslan.kemkes.go.id/selpuncafaskes yang diakses pada hari Jumat, 23 Mei 2025
Page 2
Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, menjelaskan bahwa pembelian saham ini merupakan bagian dari
strategi jangka panjang Perseroan dalam menghadirkan layanan diagnostik yang semakin personalized dan
canggih. “Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perusahaan di mata para pemangku
kepentingan, tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam membangun keberlanjutan ekosistem
layanan diagnostik. Dukungan terhadap terapi sel punca menjadi bukti nyata bahwa Prodia siap
menghadirkan solusi pengobatan yang berdampak dan relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,”
ungkap Dewi dalam pernyataan resminya. Pembelian sebagian saham PT Prodia Utama pada ProSTEM oleh
Perseroan adalah langkah strategis yang bertujuan untuk melakukan ekspansi bisnis. ProSTEM yang
merupakan perusahaan pelopor dalam riset dan penerapan sel punca di Indonesia, menunjukkan
pertumbuhan dan potensi besar di masa yang akan datang. Dengan mengakuisisi ProSTEM, Perseroan dapat
melakukan ekspansi dan masuk ke sektor bioteknologi.

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menambahkan bahwa langkah pembelian saham ProSTEM ini
dilakukan karena ProSTEM telah menunjukkan hasil yang baik. Pada tahun 2024, pendapatan Prostem
tumbuh sebesar 46% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan
bahwa ProSTEM memiliki strategi bisnis yang efektif dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Hal ini menunjukkan bahwa Prostem memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan
kontribusi positif bagi pemegang sahamnya.

Integrasi antara Prodia dan ProSTEM ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam
memperluas portofolio layanan Prodia, memperdalam kapabilitas penelitian dan pengembangan (R&D),
serta membuka akses terhadap pengobatan yang lebih bersifat individual. Kolaborasi strategis ini memiliki
potensi besar untuk merevolusi sistem layanan kesehatan dengan memanfaatkan kekuatan sel punca
dalam terapi regeneratif. Seiring meningkatnya permintaan global terhadap terapi canggih, Prodia dan
ProSTEM siap memimpin transformasi pengobatan berbagai penyakit degeneratif, gangguan autoimun,
hingga kondisi kronis di Indonesia.

Founder sekaligus Komisaris Utama Prodia dan ProSTEM, Andi Widjaja, menyatakan bahwa aksi pembelian
saham ini merupakan simbol dari sinergi yang solid serta kesiapan kedua entitas dalam menghadapi
tantangan medis masa depan. “Kolaborasi ini membuktikan komitmen kuat Prodia dan ProSTEM dalam
membangun ekosistem layanan laboratorium dan teknologi pengobatan yang inovatif. Harapannya,
langkah ini bisa memberi kontribusi positif dalam meningkatkan harapan hidup masyarakat serta
mendukung keberhasilan program QuickWin Presiden Prabowo di sektor kesehatan. Dengan sinergi yang
kuat di antara kedua entitas ini, mempertegas kehadiran ProSTEM sebagai pusat rujukan terapi pengobatan
regeneratif di Asia Tenggara, bahkan di Asia.” tegas Andi.

Sejak didirikan pada tahun 2010, ProSTEM telah menjadi pelopor dalam penyediaan layanan terapi sel
punca di Indonesia. Dikenal sebagai pelaku utama dalam pengembangan terapi berbasis teknologi seluler,
ProSTEM terus menghadirkan berbagai inovasi, termasuk pembangunan fasilitas laboratorium produksi
terapi sel canggih (Advanced Cell Therapy Production Laboratory/ACT-Plab) seluas 3.046 m² pada tahun
2023, berstandar cGMP (Current Good Manufacturing Practices) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik
(CPOB) dari BPOM, bersertifikasi ISO 9001:2015, serta memenuhi persyaratan internasional seperti
American Association of Blood Banks (AABB) dan The Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy
(FACT) NetCord, sehingga ProSTEM memiliki kemampuan tinggi dalam memproses sel punca dari berbagai
sumber seperti darah tepi, sumsum tulang, dan darah tali pusat. Kapabilitas ini menjadikan ProSTEM
sebagai mitra strategis dalam pengembangan pengobatan regeneratif di tanah air.

#Prodia #AksiKorporasi #Saham #ProSTEM #ProdiaStemCellIndonesia #TerapiRegeneratif
Page 3
                                                                     ******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak
awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan
layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American
Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama
10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya
hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar
dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan
kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana
yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 31 Mei 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 370 outlet, di 80 kota, 108 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh
Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta
specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre
(PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang
dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id.
Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

 Marina Eka Amalia                                                   Mella Melia
 Corporate Secretary                                                 Investor Relation Manager
 PT Prodia Widyahusada Tbk.                                          PT Prodia Widyahusada Tbk
 Ph.   +62-21-3144182                                                Ph: +62-21-3144182
 Email corporate.secretary@prodia.co.id                              Email : investor.relation@prodia.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.74 MB
Published31 Jul 2025
Pages3
Characters9,245
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Liana Kuswandi p.1 ×2
linked org Prodia Widyahusada Tbk p.1 ×20
linked person Dewi Muliaty p.1 ×2
linked person Andi Widjaja p.1 ×4
linked person Endang Wahjuningtyas p.1
linked person Marina Eka Amalia p.3
possible org PT Prodia Utama p.1 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.3
unresolved org Kementerian Kesehatan RI p.1
unresolved org Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat p.1
unresolved org PT Prodia StemCell Indonesia p.1
unresolved person Investor Relation Manager · Corporate Secretary p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result