Back to announcement
FINAL_Penjelasan Laporan Keuangan_30 Jun 2025.pdf
Financial statement Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.953
SMBC Group PT Bank SMBC Indonesia Tbk Menara SMBC, CBD Mega Kuningan Jakarta 12950, Indonesia Tel: 1622130026 200 vwwsmbci.com| Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk Posisi 30 Juni 2025 Total Aset Bank secara konsolidasi pada tanggal 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 234,35 trilyun, turun sebesar Rp 6,75 trilyun atau turun 2,804 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 241,10 trilyun. Demikian juga dengan Total Liabilitas (termasuk dana syirkah temporer) tercatat sebesar Rp 179,25 trilyun pada 30 Juni 2025, turun sebesar Rp 7,10 trilyun atau turun 3,814 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 186,35 trilyun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Indonesia pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 6,32 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 3,12 trilyun atau sebesar 3396 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 9,44 trilyun. Penurunan ini disebabkan oleh berkurang penempatan Giro Rupiah pada Bank Indonesia. 2. Giro pada bank-bank lain Giro pada bank-bank lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 2,88 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,85 trilyun atau sebesar 18096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,03 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh bertambahnya penempatan giro pada bank lain oleh Bank dan Entitas Anak. 3. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 9,48 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 3,22 trilyun atau sebesar 254 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 12,70 trilyun. Penurunan penempatan pada Bank Indonesia disebabkan oleh penurunan dana pihak ketiga, sehingga mengurangi dana yang ditempatkan pada Bank Indonesia. 4. Efek-efek Efek-efek pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 20,66 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 7,51 trilyun atau sebesar 2796 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 28,17 trilyun. Penurunan efek-efek disebabkan oleh obligasi pemerintah yang jatuh tempo.
Page 2 OCR 0.954
SMBC Group BANK SMBC INDONESIA 5. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse repo) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 252,48 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 216,30 milyar atau sebesar 4696 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 468,78 milyar. Penurunan ini disebabkan oleh adanya transaksi reverse repo yang sudah jatuh tempo. 6. Tagihan derivatif Tagihan derivatif pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,37 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 0,38 trilyun atau sebesar 2296 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,75 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan transaksi derivatif Bank karena kondisi pasar yang sedang menunggu keadaan yang lebih stabil. 7. Biaya dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,29 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 218,35 milyar atau sebesar 20X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,08 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya tahun 2025 dan pembaharuan asuransi kesehatan karyawan yang belum diamortisasi. 8. Aset lain-lain Aset lain-lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,89 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 472,41 milyar atau sebesar 3396 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,42 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jaminan kontrak kepada vendor pihak ketiga dan peningkatan pada transaksi ATM dan transfer. 9. Liabilitas segera Liabilitas segera pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 70,13 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 21,23 milyar atau sebesar 4396 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 48,90 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan pada transaksi surat berharga yang belum diselesaikan. 10. Simpanan dari bank-bank lain Simpanan dari bank-bank lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 8,18 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 7,42 trilyun atau sebesar 97996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 757,71 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya transaksi Call Money dari bank lain. Y
Page 3 OCR 0.953
SMBC Group BANK SMBC INDONESIA 11. Lia Liabilitas derivatif pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 981,67 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 577,17 milyar atau sebesar 3796 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,56 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan transaksi derivatif Bank karena kondisi pasar yang sedang menunggu keadaan yang lebih stabil. as derivatif 12. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 24,79 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 24,79 milyar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024. Kenaikan ini dikarenakan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali merupakan transaksi baru dan tidak memiliki nilai tercatat pada tanggal 31 Desember 2024. 13. Utang obligasi Utang obligasi pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 6,26 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 3,30 trilyun atau sebesar 11196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 2,96 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penerbitan utang obligasi baru oleh Entitas Anak. 14. Akrual Akrual pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 444,46 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 116,92 milyar atau sebesar 2196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 561,38 milyar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan akrual beban operasional. 15. Liabilitas lain-lain Liabilitas lain-lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,54 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 354,36 milyar atau sebesar 3094 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,18 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan pada transaksi ATM dan transfer serta penambahan utang kepada pihak ketiga dari Entitas Anak. 4
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.