Back to announcement
20250730_TOBA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31928646_lamp2.pdf
Other Text extracted TOBASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Siaran Pers
Dapat Segera Diterbitkan
TBS Energi Utama Umumkan Kinerja Semester I 2025 di
Tahun Transisi Menuju Bisnis Berkelanjutan
● Transisi Strategis Berjalan Solid: TBS terus mencatat kemajuan nyata dalam pergeseran
portofolio ke tiga pilar bisnis hijau—pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan
listrik—yang lebih resilien dan tidak terdampak fluktuasi harga batubara.
● Divestasi Tingkatkan Posisi Kas & Kurangi Emisi: Dari hasil penjualan dua PLTU, TBS
memperoleh dana segar sebesar USD 123,6 juta dan berhasil menurunkan emisi karbon lebih
dari 86% atau setara 1,4 juta ton CO₂ per tahun.
● Perkuat Kapabilitas Lewat Akuisisi Regional: Akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. dan
Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. yang baru saja rampung, memperluas jangkauan dan
kapabilitas TBS di sektor pengelolaan limbah, memperkokoh posisi Perseroan sebagai pemain
regional dalam ekonomi sirkular.
● Kontribusi Positif Pilar Baru: Bisnis pengelolaan limbah membukukan pendapatan USD 59,6
juta dan margin EBITDA sebesar 17%, mencerminkan awal yang kuat dari pilar pertumbuhan
jangka panjang TBS.
Jakarta, 30 Juli 2025 — PT TBS Energi Utama Tbk (“TBS”) hari ini mengumumkan kinerja
keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025. Tahun ini menjadi
momen penting bagi TBS dalam mempercepat transformasi portofolio bisnisnya ke arah yang
lebih berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.
Di tengah kondisi pasar batubara yang terus melemah dan langkah strategis divestasi dari
aset-aset konvensional, TBS tetap mencatat kemajuan nyata dalam agenda transisinya.
Perseroan telah secara aktif masuk ke dalam tiga lini usaha baru—pengelolaan limbah, energi
terbarukan, dan kendaraan listrik. Ketiga pilar ini menjadi pondasi utama dalam membangun
bisnis yang lebih resilien, rendah karbon, dan berorientasi masa depan.
Semester ini, pendapatan konsolidasian tercatat sebesar USD 172,2 juta, menurun
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 248,7 juta. Penurunan ini
utamanya disebabkan oleh menurunnya volume penjualan segmen pertambangan batubara
dari 1,7 juta ton menjadi 0,7 juta ton, serta turunnya harga jual rata-rata dari USD 83 per ton
menjadi USD 52,9 per ton. Tren penurunan harga ini sejalan dengan pergerakan indeks harga
batubara global yang terus melandai sejak tahun lalu. Sementara itu, penurunan volume
penjualan terjadi karena melemahnya permintaan batubara secara global dan keputusan
Perseroan untuk menyesuaikan strategi penjualan demi menanti momentum harga yang lebih
menguntungkan.
Segmen bisnis pertambangan dan perdagangan batubara mencatatkan pendapatan sebesar
USD 91,6 juta atau berkontribusi 53% terhadap total pendapatan Perseroan, menurun dari 82%
pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan komitmen TBS
dalam mengurangi ketergantungan terhadap sektor batubara dan mempercepat transisi menuju
portofolio bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan. Perseroan telah secara bertahap
membangun fondasi transisi portofolio ke sektor-sektor yang lebih hijau dan berkelanjutan,
Page 2
seperti pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, yang cenderung tidak dipengaruhi oleh dinamika harga batubara. Pada semester pertama 2025, Perseroan mencatat rugi bersih sebesar USD 115,3 juta. Angka ini sebagian besar disebabkan oleh pencatatan rugi non-kas dari divestasi dua anak usaha pembangkit listrik tenaga uap—yakni PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP)—yang diselesaikan pada Maret dan Mei 2025. Rugi non-kas dari divestasi ini tercatat sebesar USD 96,9 juta. Kerugian tersebut tidak berdampak pada arus kas Perseroan, justru menghasilkan tambahan dana segar berupa pemasukan ke dalam kas TBS sebesar USD 123,6 juta. Hal ini memperkuat kondisi fundamental operasional Perseroan yang tetap terjaga di tengah masa transisi. Penjualan dua unit PLTU tersebut berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon Perseroan, yakni sebesar 1,4 juta ton setara CO₂ (tCO₂e) — setara dengan penurunan emisi sebesar 86% dalam setahun. Perhitungan dilakukan berdasarkan metodologi Greenhouse Gas Protocol dan data emisi Perseroan tahun 2024 telah ditinjau melalui proses limited assurance oleh EY Indonesia. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam percepatan transisi TBS menuju target netral karbon pada tahun 2030. Sementara itu, pilar baru TBS dalam bisnis pengelolaan sampah mulai menunjukkan kontribusi positif secara signifikan. Unit usaha ini membukukan pendapatan sebesar USD 59,6 juta dengan EBITDA mencapai USD 10 juta hingga akhir Juni 2025. Dengan demikian, margin EBITDA tercapai sebesar 17%, mencerminkan efisiensi dan potensi profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan lini batubara TBS. Capaian ini menjadi sinyal awal keberhasilan arah transformasi TBS dan memperkuat posisi sektor ini sebagai salah satu penggerak pertumbuhan berkelanjutan ke depan. Akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. pada bulan Maret dan kemudian Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. pada bulan Mei 2025, turut memperluas kapabilitas TBS di sektor pengolahan limbah skala regional. “Kami melihat bisnis pengelolaan sampah sebagai elemen kunci dalam transformasi TBS ke depan. Selain memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, sektor ini memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan kapabilitas dan skala yang kami miliki saat ini, kami percaya bisnis ini akan menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan jangka panjang TBS,” ujar Juli Oktarina, Direktur TBS. Sebagai bagian dari ekspansi portofolio energi terbarukan, TBS juga mengembangkan dua proyek strategis yang mencerminkan komitmen Perseroan terhadap transisi energi bersih. PLTS Terapung Tembesi di Batam, dengan kapasitas terpasang sebesar 46 MWp, merupakan salah satu proyek PLTS terapung terbesar di Indonesia yang dikembangkan bersama PLN Nusantara Power. Proyek ini telah mencapai financial closing dan ditargetkan mencapai operasi komersial (COD) pada semester kedua 2026. Sementara itu, melalui entitas asosiasinya, PT Adimitra Energi Hidro (AEH), TBS juga mengoperasikan PLTMH Sumber Jaya berkapasitas 6 MW yang telah resmi beroperasi secara komersial sejak 22 Januari 2025. Kedua proyek ini mempertegas langkah nyata TBS dalam mendukung bauran energi nasional dan pengembangan infrastruktur energi rendah karbon di Indonesia. Di sektor ekosistem kendaraan listrik, Electrum terus mempercepat transisi Indonesia menuju mobilitas listrik berkelanjutan. Hingga 20 Juli 2025, Electrum mencatat kemajuan signifikan
Page 3
dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Jumlah unit motor listrik (E2W) yang telah beroperasi mencapai 5.406 unit, meningkat 87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan infrastruktur juga sangat pesat, dengan jumlah stasiun penukaran baterai (BSS) melonjak 150% menjadi 320 titik dari sebelumnya 128 titik. Saat ini, lebih dari 21.000 penukaran baterai terjadi setiap hari, mencerminkan tingginya kepercayaan dan keterlibatan pengguna terhadap ekosistem Electrum. Tak hanya berdampak pada aspek operasional, Electrum juga memberikan nilai tambah nyata bagi mitra pengemudi. Rata-rata penghasilan harian mitra meningkat sebesar 25% berkat efisiensi biaya operasional dari penggunaan motor listrik. Di sisi lingkungan, inisiatif ini telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon lebih dari 20 ton CO₂ per hari, mempertegas peran Electrum dalam mendukung target keberlanjutan nasional. Juli juga menyampaikan bahwa tahun ini menjadi tonggak penting dalam transformasi TBS menuju bisnis yang lebih berkelanjutan. “Kami sedang berada di fase strategis untuk mereposisi portofolio kami dan fokus pada pengembangan bisnis yang tidak hanya memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat,” tutup Juli dengan optimis. PT TBS Energi Utama Tbk (IDX: TOBA) adalah perusahaan publik yang tengah bertransformasi dari bisnis berbasis ekstraktif menjadi pelopor di sektor bisnis hijau. Dengan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan, TBS secara bertahap mengalihkan fokus portofolionya ke energi bersih, transportasi rendah emisi, dan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. TBS kini mengelola berbagai lini usaha, termasuk pengelolaan limbah, pembangkitan energi terbarukan, dan kendaraan listrik, serta tetap mengoptimalkan aset transisi seperti tambang dan perdagangan batu bara dengan pendekatan yang bertanggung jawab. Perusahaan beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia dan Singapura—termasuk Kalimantan Timur, Batam, Lampung, dan Jawa Tengah—dan mempekerjakan lebih dari 1.000 orang yang berperan penting dalam mewujudkan visi keberlanjutan TBS. Melalui strategi jangka panjang Towards a Better Society (TBS2030), TBS menargetkan pencapaian netral karbon pada tahun 2030—sejalan dengan visi Net Zero Carbon 2060 Indonesia. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, TBS berfokus pada pertumbuhan yang bertanggung jawab, menjaga profitabilitas, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas. Ikuti perjalanan transformasi hijau kami di www.tbsenergi.com Mirza Hippy Ratri Wuryandari SVP Corporate Finance & Investor Relations SVP Corporate Communication Email: ir@tbsenergi.com Email: corcomm@tbsenergi.com
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd.
p.1 ×2
unresolved
org
Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd.
p.1 ×2
unresolved
org
PT Minahasa Cahaya Lestari
p.2
unresolved
org
PT Gorontalo Listrik Perdana
p.2
unresolved
org
PT Adimitra Energi Hidro
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.