Back to announcement
20260716_MINE_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32112602_lamp1.pdf
Other Text extracted MINESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Nomor : 1415/STM-MA/SP/VII/2026 7 Juli 2026
Kepada Yth,
Kepala Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th,
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53,
Jakarta 12190
Perihal : Tanggapan atas Surat BEI Nomor S-07964/BEI.PP3/07-2026 tanggal 2 Juli 2026
Dengan hormat,
Merujuk pada surat Bursa Efek Indonesia Nomor S-07964/BEI.PP3/07-2026 tanggal 2 Juli 2026, Perihal
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan sehubungan sebagai berikut di bawah :
1. Laporan Keuangan Auditan Perseroan periode 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024.
Bersama ini kami sampaikan tanggapan sesuai lampiran permintaan penjelasan sebagai berikut:
Laporan Keuangan Perseroan (Disampaikan pada Publik)
1. Piutang Usaha
a. Latar Belakang Peningkatan: Saldo piutang usaha meningkat dari Rp 248,48 miliar (2024)
menjadi Rp 502,42 miliar (2025). Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan volume pekerjaan
pada pelanggan utama serta adanya pelanggan baru seperti PT Erabaru Timur Lestari dan PT
Sulawesi Cahaya Mineral.
b. Konsentrasi pada PT Weda Bay Nickel (WBN): Piutang kepada WBN mencapai Rp 328,89
miliar (65,5% dari total piutang). Hal ini mencerminkan ketergantungan pada kontrak jangka
panjang dengan WBN (84 bulan sejak 2019). Strategi mitigasi: Perseroan telah mulai melakukan
diversifikasi dengan memperluas basis pelanggang dengan bekerjasama dengan PT Sulawesi
Cahaya Mineral dan PT Erabaru Timur Lestari untuk mengurangi konsentrasi risiko pada satu
pihak.
c. Latar Belakang Tanpa CKPN: Manajemen memutuskan tidak membentuk cadangan kerugian
penurunan nilai (CKPN), dasar penilaiannya adalah seluruh pelanggan merupakan entitas dengan
reputasi baik dan Perseroan berkeyakinan piutang dapat tertagih seluruhnya berdasarkan sejarah
pembayaran pelanggan.
d. Kondisi terkini penagihan piutang usaha, termasuk perhitungan atas Days Sales
Outstanding (DSO) dari Perseroan.
Kondisi Terkini (31 Maret 2026): Penagihan berjalan efektif, terlihat dari total piutang usaha
yang turun menjadi Rp 179,59 miliar. Saldo piutang dari pelanggan terbesar tahun lalu (WBN)
telah terlunasi sepenuhnya.
e. Rincian Pelanggan Bermasalah: tidak ada pelanggan yang mengalami kesulitan pembayaran.
Page 2
2. Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja
Penurunan saldo dari Rp 481,40 miliar (2024) menjadi Rp 260,33 miliar (2025) disebabkan oleh
percepatan proses penagihan (billing) atas kemajuan pekerjaan yang telah dicapai. Karena
pendapatan konstruksi dan tambang diakui sepanjang waktu menggunakan metode input, penurunan
akun ini menunjukkan bahwa Perseroan telah mengonversi pendapatan yang telah diakui menjadi
tagihan resmi (piutang) secara lebih efisien di akhir tahun 2025.
3. Aset Tetap
a. Latar Belakang Peningkatan Aset Tetap sebagai berikut:
Aset Rincian Aset Tetap Tujuan Pembelian Biaya Perolehan
(Rupiah)
Bangunan Tanah & Bangunan Tanah tersebut saat ini digunakan 14.000.000.000
Perseroan
sebagai kantor operasional dan
Biaya BPHTB dan 1.003.250.000
warehouse yang digunakan untuk tempat
AJB
penyimpanan barang-barang milik
Perseroan
Alat Berat dan Alat Berat mendukung kegiatan operasional 252.305.504.511
Mesin Perseroan
Mesin mendukung kegiatan operasional 14.942.346.209
Perseroan
Kendaraan -
Peralatan dan Peralatan mendukung kegiatan operasional 1.703.819.327
Perlengkapan Perseroan
Perlengkapan mendukung kegiatan operasional 3.505.380.833
Perseroan
Aset dalam - - -
Penyelesaian
Total 287.460.300.880
b. Latar belakang peningkatan akun Bangunan Perseroan dan keterkaitannya dengan realisasi
penggunaan dana dari penawaran umum untuk pembelian tanah dan bangunan pada
periode 31 Desember 2025 dan 2024.
Peningkatan Akun Bangunan (2024): mengalami peningkatan pada tahun 2024 sebesar Rp
21.437 juta yang berasal dari reklasifikasi saldo "Aset dalam Pembangunan" yang telah selesai
pengerjaannya dan siap digunakan.
Keterkaitan dengan Dana IPO (2025): Berdasarkan Prospektus dan Laporan Penggunaan
Dana, Perseroan mengalokasikan Rp 14,0 miliar dari dana Penawaran Umum Perdana (IPO)
untuk pembelian tanah dan bangunan.
Realisasi: Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan merealisasikan penggunaan dana
tersebut melalui penambahan akun Tanah senilai Rp 15.003 juta.
c. Kerugian Penjualan Aset Tetap: Berdasarkan data resmi Laporan Audit 2025 Perseroan
mencatat kerugian bersih sebesar Rp 22.435 Juta dari penjualan aset dengan nilai buku Rp
26.141 Juta. Pelepasannya dilakukan dalam rangka peremajaan alat berat untuk menjaga efisiensi
operasional di lapangan.
Page 3
4.
Aset Hak-Guna dan Liabilitas Sewa
a. Tujuan penyewaan beserta jenis aset yang disewa (alat berat/kendaraan/lainnya) dan lokasi
penggunaannya
Guna mendukung aktivitas pertambangan tanpa harus mengeluarkan kas besar di muka yang
digunakan di proyek PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral, PT Hengjaya
Mineralindo, PT Erabaru Timur Lesari.
b. Peningkatan signifikan atas aset tetap Perseroan pada periode 31 Desember 2024 hingga
2025, agar dijelaskan perbedaan aset Perseroan yang disewa dan diakusisi Perseroan pada
periode tersebut.
Di tahun 2025, Perseroan menambah alat berat untuk proyek baru melalui skema sewa
pembiayaan (leasing), terlihat dari timbulnya Liabilitas Sewa sebesar Rp 422.673 Juta. Hal ini
berbeda dengan tahun 2024 yang lebih didominasi akuisisi aset secara tunai/pinjaman bank.
c. Sisa masa sewa atas aset hak-guna yang signifikan, dan rencana Perseroan dalam hal
terdapat aset hak-guna yang akan berakhir masa sewanya dalam waktu dekat beserta
dampaknya terhadap kelangsungan operasional
Liabilitas sewa memiliki jatuh tempo yang beragam (sebagian besar 36 bulan). Perseroan
mengelola arus kas agar angsuran tetap terbayar untuk memastikan kelangsungan penggunaan alat
berat di semua proyek.
5. Pinjaman Bank
a. Latar belakang timbulnya pinjaman bank jangka pendek dan peningkatan pinjaman bank
jangka panjang pada periode 31 Desember 2025 dan 2024 beserta tujuan penggunaannya.
Pinjaman bank jangka pendek yang tercatat pada laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
tahun buku 2025 timbul dari fasilitas Accounts Receivable (AR) Purchase yang diperoleh dari
Bank DBS Indonesia. Fasilitas ini bersifat revolving dan digunakan Perseroan sebagai instrumen
pengelolaan modal kerja, dengan tujuan utama:
● Mendukung dan menjaga likuiditas operasional Perseroan secara berkelanjutan,
● Mempercepat siklus konversi piutang usaha menjadi kas (cash conversion cycle), sehingga
Perseroan dapat memenuhi kewajiban operasional dan komitmen kepada pemasok secara tepat
waktu,
● Mengoptimalkan struktur pendanaan jangka pendek tanpa mengganggu fleksibilitas arus kas
Perseroan.
Penggunaan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi manajemen modal kerja yang lazim
diterapkan Perseroan untuk mendukung kelangsungan kegiatan usaha sehari-hari.
Selain itu, fasilitas-fasilitas pinjaman bank jangka panjang digunakan Perseroan untuk Pembelian
mesin dan alat berat, sejalan dengan peningkatan aset tetap Perseroan dari Rp627.596 juta (2024)
menjadi Rp896.041 juta (2025), yang sebagian besar merupakan penambahan alat berat dan mesin
senilai total Rp644.427 juta untuk mendukung peningkatan volume kontrak pertambangan dan
konstruksi Perseroan.
Peningkatan pinjaman jangka panjang ini sejalan dengan strategi Perseroan dalam mendukung
pertumbuhan usaha pasca penawaran umum perdana saham (IPO) pada Maret 2025, termasuk
pemenuhan kontrak-kontrak baru seperti dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral dan PT Erabaru
Timur Lestari.
Page 4
b. Pengungkapan dan status pemenuhan terkini dari Perseroan atas pembatasan-pembatasan
(covenant) yang ditetapkan dalam perjanjian utang.
Status Pemenuhan per 31 Maret 2026
Rasio Utang terhadap Modal (Gearing Ratio): Per 31 Maret 2026, rasio utang terhadap modal
Perseroan menunjukkan tren perbaikan yang sangat signifikan, yaitu tercatat sebesar 0,65x. Angka
ini turun dari 1,22x pada 31 Desember 2025 dan berada jauh di bawah ambang batas maksimal
yang ditetapkan oleh DBS (4x) maupun SMBC (3,5x).
Pemeliharaan Kekayaan Bersih (Net Worth): Total Ekuitas (Kekayaan Bersih) Perseroan
meningkat dari Rp 934.939 juta pada 31 Desember 2025 menjadi Rp 996.569 juta pada 31 Maret
2026. Karena kekayaan bersih mengalami pertumbuhan, Perseroan mematuhi pembatasan untuk
tidak menurunkan aset bersih lebih dari 10%.
Likuiditas dan Pelunasan Pinjaman: Perseroan menunjukkan kepatuhan dalam pemenuhan
kewajiban keuangan dengan melakukan pelunasan penuh atas fasilitas pinjaman dari PT BPR
Kredit Mandiri Celebes Sejahtera pada bulan Januari 2026.
Waiver DBS: Perseroan tetap mengacu pada surat pembebasan (waiver) yang sebelumnya telah
diterima dari PT Bank DBS Indonesia (20 Februari 2024 dan 11 Oktober 2024) terkait perubahan
anggaran dasar dan struktur pemegang saham sebagai bentuk kepatuhan administratif.
c. Hasil perhitungan rasio keuangan aktual Perseroan per 31 Desember 2025 atas
masing-masing kovenan tersebut, termasuk tren pemenuhannya dibandingkan periode
sebelumnya.
Rasio Utang terhadap Modal (Gearing Ratio)
Kovenan ini mensyaratkan rasio Total Liabilitas terhadap Total Kekayaan Bersih maksimal 4x
(untuk DBS) dan 3,5x (untuk SMBC).
● Posisi 31 Desember 2025: 1,22x.
● Posisi 31 Desember 2024: 1,66x.
● Tren: Menunjukkan tren perbaikan yang signifikan (menurun). Penurunan rasio
ini dipicu oleh peningkatan struktur ekuitas Perseroan pasca pelaksanaan IPO di
tahun 2025.
Pemeliharaan Kekayaan Bersih (Net Worth)
Kovenan (DBS) mensyaratkan bahwa Total Aset Bersih (Ekuitas) tidak boleh turun lebih dari 10%
setiap tahunnya.
● Posisi 31 Desember 2025: Rp 934.939 juta.
● Posisi 31 Desember 2024: Rp 606.449 juta.
● Tren: Terjadi pertumbuhan ekuitas sebesar 54,1% secara year-on-year. Dengan
demikian, Perseroan sangat aman dalam memenuhi kovenan ini karena nilai
kekayaan bersih justru meningkat tajam, bukan menurun.
Rasio EBITDA terhadap Beban Bunga + CPLTD
Kovenan mensyaratkan rasio minimal 1,5x (untuk DBS) dan 1x (untuk SMBC).
● Posisi 31 Desember 2025 (Aktual): Sekitar 3,54x.
○ Dasar Perhitungan: EBITDA sebesar Rp 658.352 juta (Laba Usaha Rp
306.174 juta + Penyusutan Rp 349.841 juta + Amortisasi Rp 2.337 Juta)
Page 5
dibagi dengan total Beban Keuangan (Rp 66.262 juta) dan bagian jangka
pendek pinjaman bank/CPLTD (Rp 119.631 juta).
● Posisi 31 Desember 2024 (Aktual): Sekitar 6,57x.
○ Dasar Perhitungan: EBITDA sebesar Rp 641.783 juta (Laba Usaha Rp
433.237 juta + Penyusutan Rp 207.503 juta + Amortisasi 1.043 Juta) dibagi
dengan total Beban Keuangan (Rp 33.826 juta) dan CPLTD (Rp 63.847
juta).
Tren: Mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, namun posisi rasio saat ini (3,26x) masih
berada jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan oleh kreditur (1,5x), sehingga
kapasitas pembayaran utang Perseroan tetap dinilai kuat.
d. Dampak material terhadap keberlangsungan usaha Perseroan dalam hal tidak terpenuhinya
kewajiban dan/atau pembatasan tersebut secara tepat waktu.
Dampak material terhadap keberlangsungan usaha Perseroan apabila kewajiban dan pembatasan
(covenant) dalam perjanjian utang tidak terpenuhi secara tepat waktu adalah sebagai berikut:
● Penarikan Fasilitas Kredit Seketika (Recall)
● Gangguan pada Likuiditas dan Arus Kas
● Hambatan Operasional Tambang
● Efek Cross-Default (Gagal Bayar Silang)
● Pembatasan Tindakan Korporasi Strategis
Status Terkini: Hingga periode 31 Maret 2026, Perseroan berada dalam kondisi aman dan
mematuhi seluruh kovenan dengan rasio utang terhadap modal (gearing ratio) yang semakin
menguat di angka 0,65x (jauh di bawah batas maksimal 3,5x - 4x). Perseroan juga aktif
berkomunikasi dengan kreditur untuk mendapatkan surat pembebasan (waiver) atas tindakan
korporasi tertentu guna menghindari dampak material tersebut.
6. Pendapatan
a. Mengingat pendapatan dari PT Weda Bay Nickel sebesar Rp1,2 triliun atau setara 53,0%
dari total pendapatan, agar disampaikan penjelasan atas konsentrasi pendapatan pada satu
pelanggan tersebut.
Kontribusi Pendapatan: Perseroan mengonfirmasi bahwa pendapatan dari PT Weda Bay
Nickel pada tahun 2025 mencapai Rp 1.252.311 juta, yang mencakup 53,0% dari total
pendapatan bersih sebesar Rp 2.362.331 juta.
Latar Belakang Konsentrasi: Konsentrasi ini terjadi karena WBN merupakan pelanggan
strategis utama dengan proyek pengembangan dan pengoperasian pertambangan nikel skala
besar di Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Peningkatan Lingkup Kerja: Keberlanjutan hubungan kerja sama secara bertahap
memperluas volume dan jenis pekerjaan, seperti:
i. Peningkatan target produksi tahunan dari 2 juta WMT menjadi 3 juta WMT Bijih
Saprolit.
ii. Penambahan tanggung jawab pemeliharaan jalan angkut (Hauling Road
Maintenance) dengan margin tertentu.
iii. Pemberian paket pekerjaan reklamasi (earthworks) yang baru dimulai pada tahun
2024.
Page 6
b. Jangka waktu/masa berlaku perikatan dengan PT Weda Bay Nickel beserta tanggal
berakhirnya, rencana perpanjangan, dan strategi diversifikasi pelanggan Perseroan untuk
mengurangi konsentrasi pendapatan Perseroan
Masa Berlaku Kontrak: Perikatan utama dengan nomor kontrak WBN-K-19012 memiliki
jangka waktu 84 bulan (7 tahun) sejak ditandatangani pada 14 Agustus 2019.
Tanggal Berakhir: Kontrak tersebut dijadwalkan berakhir pada tanggal 14 Desember 2026.
Strategi diversifikasi diwujudkan melalui kontrak baru dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral yang
memberikan kontribusi pendapatan baru di tahun 2025. Hasil Nyata Diversifikasi: Efektivitas
strategi ini terlihat pada Laporan Interim 31 Maret 2026, di mana kontribusi pendapatan dari PT
Sulawesi Cahaya Mineral melonjak tajam menjadi Rp 150.630 juta (sekitar 22,2% dari total
pendapatan Q1) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 9.096 juta.
7. Beban Pokok Pendapatan (BPP)
Kenaikan BPP dipicu oleh peningkatan volume produksi yang berdampak pada:
a. Komponen Bahan Bakar
● Realisasi: Meningkat dari Rp 453.986 juta (2024) menjadi Rp 500.596 juta (2025).
● Latar Belakang: Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan volume pengangkutan bijih nikel
(Hauled ore) serta adanya penambahan lingkup kerja pemeliharaan jalan angkut (Hauling
Road Maintenance) pada proyek PT Weda Bay Nickel. Selain itu, mobilisasi alat berat untuk
mendukung proyek baru dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral dan PT Erabaru Timur
Lesari turut meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan di lapangan.
b. Tenaga Kerja
● Realisasi: Meningkat drastis dari Rp 258.392 juta (2024) menjadi Rp 340.201 juta (2025).
● Latar Belakang: Peningkatan beban tenaga kerja langsung ini selaras dengan kenaikan target
produksi tahunan pada kontrak WBN dari 2 juta WMT menjadi 3 juta WMT Bijih Saprolit.
Untuk mencapai target tersebut, Perseroan menambah jumlah personil operasional di berbagai
lokasi proyek guna memastikan kelancaran aktivitas penambangan.
c. Penyusutan Aset Tetap
● Realisasi: Melonjak tajam dari Rp 205.263 juta (2024) menjadi Rp 343.407 juta (2025).
● Latar Belakang: Ini merupakan komponen dengan kenaikan persentase terbesar dalam BPP.
Kenaikan ini disebabkan oleh ekspansi alat berat secara masif di tahun 2025, di mana
Perseroan melakukan penambahan aset tetap bruto sebesar Rp 341.514 juta.
d. Dampak Kenaikan terhadap Profitabilitas per Unit Pekerjaan
● Penurunan Margin Laba Bruto: Dampak langsung margin laba bruto turun dari 26,3%
(2024) menjadi 17,2% (2025).
● Profitabilitas per Unit: Meskipun pendapatan tumbuh 11,5%, BPP tumbuh lebih cepat
sebesar 25,3%. Perseroan mencatat bahwa realisasi laba bruto 2025 hanya mencapai 72,1%
dari proyeksi awal.
Page 7
8.
Beban Keuangan
Latar Belakang Peningkatan Beban Keuangan
Total Beban Keuangan Perseroan mengalami peningkatan signifikan sebesar 95,9%, dari Rp 33.826
juta pada tahun 2024 menjadi Rp 66.262 juta pada tahun 2025. Peningkatan ini juga melampaui
angka yang diproyeksikan (Rp 64.570 juta).
Latar belakang utama kenaikan ini adalah langkah strategis Perseroan untuk melakukan ekspansi alat
berat secara masif guna memenuhi target produksi kontrak utama (WBN) yang meningkat menjadi 3
juta WMT per tahun serta pekerjaan kontrak baru dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral. Ekspansi ini
didanai melalui kombinasi pinjaman bank baru dan skema sewa pembiayaan yang meningkatkan total
liabilitas bunga.
Rincian Kontribusi Beban Keuangan
Total Beban Keuangan tahun 2025 mencapai Rp 66.262 juta, meningkat signifikan sebesar 95,9%
dibandingkan tahun 2024 (Rp 33.826 juta) [Audit 2025, Laporan Laba Rugi]. Berikut rincian utang
yang berkontribusi pada beban tersebut:
Jenis Liabilitas Saldo Per 31 Des 2025 Suku Bunga Per Tahun
(Jutaan Rp)
Liabilitas Sewa 422.673 10,00% - 14,00%
Pinjaman Bank 360.333 6,00% - 16,49%
Ref: Audit 2025, CaLK 10, 14, dan 29b.
Penjelasan Tambahan Terkait Komponen:
● Beban Bunga Liabilitas Sewa: Kontributor utama peningkatan berasal dari saldo sewa
pembiayaan yang melonjak sebesar 80,5% (dari Rp 234 miliar di 2024 menjadi Rp 422 miliar
di 2025) [Audit 2025, CaLK 14b].
● Beban Bunga Pinjaman Bank: Peningkatan juga didorong oleh penggunaan fasilitas bank
baru serta fasilitas baru dari Bank SMBC dengan bunga 9% per tahun [Audit 2025, CaLK
10].
9. Beban Usaha (Beban Gaji & Jasa Manajemen)
Berdasarkan Laporan Audit 2025 (Catatan 23 dan Catatan 25), berikut adalah rincian peningkatan
beban:
Jasa Manajemen
● Nilai 2025: Rp 15.600 juta.
● Nilai 2024: Nihil.
● Rincian: Biaya ini merupakan transaksi dengan PT Stars Global Resources Indonesia yang
merupakan Induk Utama (Ultimate Parent) Perseroan.
● Latar Belakang: Peningkatan ini muncul seiring dengan formalisasi fungsi pengawasan grup
dan dukungan manajemen dari entitas induk pasca Perseroan menjadi perusahaan terbuka
(Tbk).
Beban Gaji dan Upah
● Nilai 2025: Rp 27.699 juta.
● Nilai 2024: Rp 34.317 juta.
Page 8
● Klarifikasi Data: Gaji dan Upah pada Beban Usaha pada periode 2024 sebesar Rp 34,3 miliar
menurun di tahun 2025 tidak ada bonus akhir tahun 2025 untuk karyawan.
10. Transaksi Pihak Berelasi
Perseroan melakukan transaksi antar pihak berelasi dengan penentuan harga berdasarkan metode biaya
ditambah margin (cost-plus) yang wajar untuk memastikan transaksi dilakukan secara arm's length
dan telah diungkapkan dalam CaLK No. 25.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bursa, kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Sinar Terang Mandiri Tbk
Vanggy Poli
Sekretaris Perusahaan
Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
PT Erabaru Timur Lestari
p.1 ×3
unresolved
org
PT Sulawesi Cahaya Mineral.
p.1 ×7
unresolved
org
PT Weda Bay Nickel
p.1 ×5
unresolved
org
PT Hengjaya Mineralindo
p.3
unresolved
org
PT Erabaru Timur Lesari.
p.3 ×2
unresolved
org
Bank DBS Indonesia. Fasilitas
p.3
unresolved
org
PT BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera
p.4
unresolved
org
PT Weda Bay Nickel. Selain
p.6
unresolved
org
PT Sulawesi Cahaya Mineral. Ekspansi
p.7
unresolved
org
PT Stars Global Resources Indonesia
p.7
unresolved
person
Vanggy Poli
· Sekretaris Perusahaan
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.