Skip to content
Back to announcement

20250730_DART_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31928582_lamp1.pdf

Other Text extracted DART

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 12

Page 1 OCR 0.938
Jakarta, 30 Juli 2025
Nomor 1 0208/DAR/VII/25

Kepada Yth.

PT BURSA EFEK INDONESIA

Indonesian Stock Exchange Building Tower I, Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Jakarta 12190 PT Duta Anggada Realty Tbk
U.P. 1 Direktur Penilaian Perusahaan
Perihal 1 Penyampaian Permintaan Penjelasan Bursa

Dengan hormat,

Menindaklanjuti surat dari Bursa Efek Indonesia No.: S-08616/BEI.PP2/07-2025 tanggal 25 Juli 2025
perihal Permintaan Penjelasan, Rencana Sosialiasi Free Float dan Aksi Korporasi serta Rencana
Site Visit, maka bersama ini kami sampaikan penjelasan kami kepada PT Bursa Efek Indonesia melalui
SPE-IDXnet form E023 — Penjelasan atas Permintaan Penjelasan.

Demikianlah informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima

kasih.

Hormat kami,
PT Duta Anggada Realty Tbk

Ventje Suardana
(Direktur Utama)

PT. Duta Anggada Really Tbk
Plaza Chase Lantai 20/21
Jl. Jend Sudirman Kav. 21
Jakarta 12920, Indonesia
Telephone: 62 21 520 8000
Facsimile : 62 21 520 8100
Page 2 OCR 0.949
Daftar Permintaan Penjelasan
PT Duta Anggada Realty Tbk (DART)

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 Juni 2025

1

Persentase Saham Free Float Perseroan dibandingkan dengan jumlah saham tercatat di Bursa per
30 Juni 2025 yaitu sebesar 7,599, atau berada pada batas minimum sebagaimana ketentuan Bursa.
Atas hal tersebut, maka agar dijelaskan:

a. Rencana dan strategi peningkatan persentase Saham Free Float Perseroan.

Jawaban:

Berikut rencana dan strategi Perseroan untuk meningkatakan saham free float yaitu sebagai

berikut:

e Perseroan akan secara aktif mendorong Pemegang Saham Pengendali untuk melepas
sebagian kepemilikan sahamnya kepada publik melalui mekanisme yang sesuai dengan
ketentuan pasar modal.

# Perseroan akan mengimbau pemegang saham publik yang masih memiliki saham dalam
bentuk warkat (script) untuk segera mengkonversinya menjadi saham non-warkat
(scripless), guna meningkatkan jumlah free float.

e Apabila diperlukan, Perseroan membuka kemungkinan untuk melakukan aksi korporasi
berupa penerbitan saham baru sesuai ketentuan pasar modal, dengan tujuan untuk
meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik dan memperkuat struktur permodalan
Perseroan.

b. Komitmen Pengendali Perseroan dalam meningkatkan persentase Saham Free Float Perseroan.
Jawaban:
Pemegang Saham Pengendali Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan
mengenai persentase kepemilikan saham publik (free float) sebagaimana yang telah dipenuhi
pada periode sebelumnya. Ke depan, Perseroan akan terus mendorong Pemegang Saham
Pengendali untuk mempertimbangkan peningkatan persentase saham free float sebagai bagian
dari upaya memperkuat likuiditas saham dan meningkatkan partisipasi investor publik

Terdapat sebanyak 28.488.752 saham Perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham dengan
kepemilikan di bawah 596 namun berbentuk warkat / script. Atas hal tersebut, maka agar dijelaskan
langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan agar saham tersebut dapat dikonversi
menjadi bentuk scripless.

Jawaban:

Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan yaitu sebagai berikut:

e Perseroan akan terus mencoba menjangkau dan berkomunikasi dengan para pemegang saham
tersebut untuk mendorong mereka agar dapat melakukan konversi saham menjadi bentuk
sricpless.

e Perseroan juga akan berkoordinasi dengan Biro Administrasi Efek (BAE) untuk membantu
menghibau kepada pemegang saham script agar dapat dilakukan konversi menjadi saham
scripless.

Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025

3.

Pada lembar opini dari KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan atas audit
Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, Perseroan memperoleh opini Wajar Tanpa
Modifikasian, namun terdapat catatan bahwa kondisi Perseroan “mengindikasikan adanya suatu
ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya.” Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
Page 3 OCR 0.953
a. Kondisi kelangsungan usaha Perseroan saat ini.

Jawaban:

Salah satu penyebab utama kondisi yang memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan saat ini
adalah tertundanya rencana strategis penjualan aset yang telah dijajaki sejak tahun 2013. Upaya
ini awalnya ditujukan untuk memperkuat posisi likuiditas dan mendukung keberlangsungan
operasional Perseroan. Proses negosiasi dengan calon pembeli telah menunjukkan
perkembangan yang positif hingga awal tahun 2020. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda
secara global menyebabkan ketidakpastian yang tinggi di sektor properti dan investasi, sehingga
sebagian besar calon investor mengambil sikap "wait and see”. Akibatnya, rencana divestasi aset
tersebut tidak dapat terealisasi hingga saat ini dan berdampak langsung terhadap terbatasnya
arus kas masuk dan likuiditas Perseroan.

Perseroan tetap melanjutkan kegiatan usahanya secara normal dan berkomitmen penuh untuk
memperbaiki kondisi keuangan serta operasionalnya. Sejumlah langkah strategis telah dan
sedang dijalankan oleh manajemen, antara lain:

# Meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian biaya,

# Melakukan evaluasi terhadap portofolio bisnis dan aset tidak produktif,

#  Menjajaki alternatif pendanaan, termasuk kerja sama strategis dan atau restrukturisasi
kewajiban,

# Serta memperkuat strategi pemasaran dan mempertahankan existing client untuk menjaga
dan mendorong peningkatan pendapatan.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan upaya proaktif Perseroan dalam menjaga kelangsungan
usaha dan menciptakan landasan yang lebih sehat untuk pertumbuhan jangka panjang, di
tengah tantangan yang dihadapi seperti tekanan likuiditas akibat penurunan arus kas
operasional, kewajiban jangka pendek yang melebihi aset lancar, serta kondisi eksternal yang
kurang kondusif, termasuk ketidakstabilan pasar dan meningkatnya biaya operasional.

Saat ini, Perseroan menghadapi tantangan signifikan yang berdampak pada kemampuan
kelangsungan usahanya, mengenai ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha.
Tantangan tersebut antara lain mencakup penurunan arus kas operasional, kewajiban jangka
pendek yang melebihi aset lancar, serta masih berlangsungnya tekanan eksternal seperti kondisi
pasar yang tidak stabil dan peningkatan biaya operasional.

Namun demikian, Perseroan masih melanjutkan kegiatan usahanya secara normal dan
berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna memperbaiki posisi keuangan
dan operasionalnya.

b. Analisa manajemen Perseroan sehubungan dengan hal yang melatarbelakangi atau menjadi
penyebab adanya kondisi tersebut.
Jawaban:
Manajemen Perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan
dan operasional, serta telah menyusun rencana pemulihan yang terarah. Fokus utama saat ini
diarahkan pada penguatan arus kas, efisiensi biaya, serta penjajakan kemitraan strategis guna
menciptakan peluang pemulihan yang berkelanjutan. Perseroan meyakini bahwa dengan
pelaksanaan strategi tersebut secara disiplin, perbaikan kinerja keuangan dapat tercapai secara
bertahap.

Sebagai bagian dari strategi pemulihan tersebut, Perseroan telah menjajaki rencana penjualan
sejumlah aset sejak tahun 2018. Proses negosiasi dengan calon pembeli telah berlangsung dan
menunjukkan progres positif hingga awal tahun 2020. Namun, terjadinya pandemi Covid-19
secara global menyebabkan ketidakpastian yang tinggi di sektor properti dan investasi, sehingga
sebagian besar calon investor mengambil sikap "wait and see”. Akibatnya, rencana divestasi aset
tersebut mengalami penundaan selama beberapa tahun terakhir.
Page 4 OCR 0.953
Adapun kondisi yang mendasari tantangan kelangsungan usaha Perseroan saat ini merupakan
akibat dari kombinasi beberapa faktor, termasuk belum adanya penjualan yang berdampak
langsung pada penurunan pendapatan, tingginya biaya operasional akibat kenaikan harga
bahan baku dan logistik, serta terbatasnya akses pendanaan yang menekan likuiditas. Selain itu,
kewajiban jangka pendek yang meningkat dan tekanan eksternal seperti ketidakpastian ekonomi
global turut memperberat kondisi tersebut. Kendati demikian, manajemen tetap optimis bahwa
melalui upaya-upaya strategis yang tengah dijalankan, pemulihan yang berkelanjutan dapat
tercapai dalam waktu mendatang.

Berdasarkan CALK 37 tentang Kelangsungan Usaha. Perseroan mengungkapkan bahwa "telah
memperoleh konfirmasi dari pemegang saham untuk memberikan dukungan keuangan secara
berkelanjutan”, sehubungan dengan kemampuan Perseroan untuk melanjutkan usahanya dan
memenuhi kewajiban lancaranya. Atas konfirmasi tersebut, agar dijelaskan bentuk konkret
“dukungan keuangan secara berkelanjutan” oleh pemegang saham tersebut, serta realisasi
terkininya.

Jawaban:

Pemegang saham pengendali Perseroan telah menyatakan komitmennya untuk memberikan
dukungan keuangan kepada Perseroan guna mendukung kelangsungan dan keberlanjutan usaha
Perseroan. Bentuk konkret dukungan keuangan dari pemegang saham tersebut yang sudah
dilakukan selama ini terutama selama masa pandemi yaitu dengan memberikan dukungan
keuangan melalui perusahaan affiliasi yang telah dicatatkan pada laporan keuangan Perseroan per
31 Desember 2024 pada pos Utang Lain-Lain Pihak Berelasi sebesar Rp212.681.354 ribu. Utang
tersebut merupakan bersifat on-demand dan tidak dikenakan bunga.

Berdasarkan CALK 37 tentang Kelangsungan Usaha, Perseroan telah menjelaskan rencana-

rencana untuk memperbaiki kondisi Perseroan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Langkah-langkah strategis yang akan dilakukan sehubungan dengan pernyataan bahwa
Perseroan berencana “fokus pada peningkatan pendapatan usaha dari proyek yang sudah ada”,
termasuk langkah-langkah memperkuat pemasaran dan meningkatkan tingkat okupansi yang
dimaksud Perseroan. Agar dielaborasi.

Jawaban:

Perseroan akan terus berfokus pada peningkatan kinerja disetiap proyek-proyek yang sudah
berjalan saat ini yang terkena dampak selama masa pandemi sebelumnya. Selain itu, untuk
mendukung hal tersebut Perseroan juga telah melakukan berbagai strategi lainnya seperti
melakukan penundaan terhadap pembangunan atau pengembangan pada proyek baru yang
disertai oleh berbagai kebijakan efisiensi/penghematan biaya disemua sektor yang tujuannya
untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan Perseroan selama masa pandemi.

Strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh Perseroan dalam rangka meningkatkan tingkat
okupansi dalam setiap proyek yang ada yaitu sebagai berikut:
» Memberikan penawaran harga yang menarik dan kompetitif bagi para tamu/penyewa.
e Memanfaatkan pemasaran melalui platform digital seperti media sosial, website, videotron,
dan email marketing untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
e Memberikan pelayanan yang berkualitas dan fasilitas yang nyaman bagi para
tamu/penyewa.
@ Melakukan Kerjasama dengan agen-agen pemasaran eksternal lainnya.
e Menjaga hubungan yang baik dengan para tamu/penyewa yang sudah ada.

Berbagai strategi ini telah dijalankan oleh Perseroan dan sudah berjalan dengan baik dengan
semakin meningkatnya kinerja pada proyek-proyek Perseroan dalam waktu dua tahun terakhir
ini. Peningkatan tersebut tercermin pada tingkat okupansi pada properti milik Perseroan yang
secara umum mengalami peningkatan kinerja ke level sebelum pandemi terutama di sektor
perhotelan dengan rincian seperti tabel di bawah ini:
Page 5 OCR 0.855
Average Occupancy Rate
Proyek z0z1 2022 | 2023 2024

Office

- Plaza Chase 49Vo 5199 50Yo 50Y6
- Plaza Agro 6676 66Yo 76Yo 88
-  Citywalk Sudirman Office 504 9 65Yo 26Y6
Retail

-  Citywalk Sudirman Retail 87Yo 93Yo 95Y6 97Yo
-  Citywalk Gajahmada 34Yo 35Yo 440 28Yo
- La Maison Barito Retail 60Y6 64Yo 76 81K
Hotel / Apartemen

-  Oakwood La Maison Barito TT Yo 84Yo 740 73Yo
- Holiday Inn Gajahmada 5346 460 72Yo 8646
- Holiday Inn Matraman 64Yo 5596 6749 79Yo
- Hilton Garden Inn Bali 1390 49Yo TOY 85

b. Terkait rencana efisiensi, maka apakah efisiensi berpotensi mengganggu operasional

Perseroan? Agar dijelaskan.
Jawaban:
Perseroan telah mengambil berbagai langkah kebijakan efisiensi biaya secara ketat dalam
semua sektor dengan tujuan memperbaiki kondisi keuangan terutama selama masa pandemi
dengan contoh sebagai berikut:

# Melakukan penghematan pemakaian sumber energi Listrik, air, bahan bakar dan lainnya.

# Melakukan efisiensi tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

@# Melakukan penghematan pada biaya operasional kantor dan lainnya.

Perseroan memanfaatkan semua sumber daya yang ada secara optimal dan efektif tanpa
menggangu jalannya kegiatan operasional Perseroan.

. Terkait dengan rencana untuk mengkaji ulang keseluruhan strategi bisnis Perseroan, maka
bagaimana hasil pengkajian ulang tersebut?
Jawaban:
Hasil kajian yang dilakukan Perseroan tersebut berupa penundaan untuk pembangunan dan
pengembangan pada proyek baru dengan tujuan untuk menjaga likuiditas keuangan Perseroan
selama masa pandemi. Untuk saat ini, Perseroan hanya berfokus pada upaya peningkatan
kinerja pada proyek-proyek yang sudah berjalan.

. Terkait dengan rencana untuk menjual aset-aset tertentu, maka agar dielaborasi aset-aset yang
akan dijual, status terkini rencana penjualan tersebut, target waktu penjualan, dan estimasi nilai
penjualannya.

Jawaban:

1. Rencana Penjualan Proyek Icon Towers
Nama Proyek Icon Towers
Lokasi JL. Jend. Sudirman Kav.21 — Jakarta
Jenis Mixed-use (Office, Apartment, Retail & Hotel)
Luas Tanah 25.732 M2
Perkembangan Proyek Pembangunan 4 Level Basement Telah Selesai
Nilai Pasar Rp. 5.977.731.000.000,- (per 31 Desember 2024)
Penilai KJPP Willson & Rekan (Knight Frank)
Target Realisasi Akhir 2026

Page 6 OCR 0.942
2. Rencana Penjualan Proyek Kemang Club Villas"

Nama Proyek Kemang Club Villas

Lokasi Kemang — Jakarta Selatan

Jenis Residential (Townhouse, Condominium)

Luas Tanah 69.010 M2

Nilai Pasar Rp. 1.666.270.000.000,- (per 28 November 2020)
Penilai KJPP Willson & Rekan (Knight Frank)

Target Realisasi Akhir 2026

“)Aset ini merupakan aset milik pemegang saham Perseroan.

Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp296,8 miliar selama 2024 dan sebesar Rp70,15 miliar
pada periode yang berakhir per 31 Maret 2025. Akibat kerugian tersebut serta akumulasi
historisnya, Perseroan membukukan akumulasi rugi sebesar Rp661,5 miliar per 31 Maret 2025.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Analisa manajemen Perseroan terkait penyebab utama dibukukannya rugi bersih pada periode
yang berakhir per 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025.
Jawaban:
Sektor properti merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi dalam
beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan penurunan kinerja akibat berbagai kebijakan
pembatasan yang diterapkan selama masa tersebut. Kerugian yang dialami Perseroan per 31
Desember 2024 dan 31 Maret 2025 terutama disebabkan oleh masih besarnya beban keuangan
yang harus ditanggung. Namun demikian, kinerja Perseroan secara keseluruhan pada tahun
2024 dan Maret 2025 mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan dibandingkan dengan tahun-

tahun sebelumnya, seiring dengan berakhirnya masa pandemi dan membaiknya kondisi
ekonomi.

Secara umum, kinerja Perseroan pada tahun 2024 menunjukkan adanya perbaikan
dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator keuangan yang
mencerminkan peningkatan kondisi keuangan Perseroan, antara lain sebagai berikut:

(dalam ribuan Rupiah)

Keterangan 2024 2023 H-
Pendapatan Usaha 511.558.731 433.200.487 18,19
Laba Bruto 237.094.360 182.044.426 30,2Yo
Laba Usaha 64.336.243 28.520.601 125,69
Rugi Tahun Berjalan (296.801.679) (343.797.532) (13,7)
EBITDA 171.508.287 133.858.612 28,1Yo
EBITDA Margin 3490 3140 30

b. Langkah-langkah korektif yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk mengatasi penyebab
tersebut.

Jawaban:

e Fokus pada peningkatan pendapatan usaha dari proyek yang sudah ada, terutama dari
pendapatan berulang (recurring income) yang berasal dari penyewaan kantor, pusat niaga,
hotel dan apartemen, hal ini tercermin dengan meningkatnya pendapatan Perseroan dalam
dua tahun terakhir ini.

e Memperkuat pemasaran dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan tingkat okupansi
dengan melakukan berbagai strategi pemasaran seperti meningkatkan kualitas layanan dan
kenyamanan fasilitas bagi penyewa, memberikan harga kompetitif kepada pelanggan,
bekerjasama dengan agen pemasaran eksternal dan lainnya.

e Menerapkan kebijakan efisiensi biaya dalam semua bidang dengan mengoptimalkan sumber
daya yang ada

e Melakukan penundaan pada pengembangan proyek baru untuk menjaga likuiditas Perseroan.

e Rencana penjualan aset tertentu untuk mengurangi beban keuangan Perseroan.
Page 7 OCR 0.946
Cc. Strategi Perseroan untuk dapat membukukan saldo laba.

Jawaban:

e Strategi Perseroan untuk dapat membukukan saldo laba adalah sebagai berikut:
Fokus pada peningkatan pendapatan usaha dari proyek yang sudah ada, terutama dari
pendapatan berulang (recurring income) yang berasal dari penyewaan kantor, pusat niaga,
hotel dan apartemen.

e Memperkuat pemasaran dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan tingkat okupansi
dengan melakukan berbagai strategi pemasaran seperti meningkatkan kualitas layanan dan
kenyamanan fasilitas bagi penyewa, memberikan harga kompetitif kepada pelanggan,
bekerjasama dengan agen pemasaran eksternal dan lainnya.

» Menerapkan kebijakan efisiensi biaya dalam semua bidang.

e Mengkaji ulang keseluruhan strategi bisnis Perusahaan seperti melakukan penundaan pada
pengembangan proyek baru untuk menjaga likuiditas Perseroan.

e Menjual beberapa aset-aset tertentu milik Perusahaan untuk mengurangi tingkat utang saat
ini.

7. Current ratio sebesar 7,7”b per 31 Maret 2025. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Analisa manajemen Perseroan terkait kondisi likuiditas Perseroan dan kecukupan kas untuk
menjalankan kegiatan operasional Perseroan.
Jawaban:
Kondisi current ratio tersebut utamanya disebabkan oleh utang obligasi yang akan jatuh tempo
pada tahun 2025. Perseroan senantiasa berupaya menyediakan sumber daya yang dimiliki
untuk menjaga kondisi likuiditas agar kegiatan operasional Perseroan dapat berjalan dengan
baik. Berbagai upaya telah dan akan dilakukan Perseroan, seperti mengoptimalkan pendapatan
usaha dari internal kas Perseroan yang merupakan hasil usaha dari penyewaan perkantoran,
retail, apartemen dan perhotelan. Selain itu, sumber daya tersebut juga dapat berasal dari
rencana penjualan aset sebagai bagian dari rencana bisnis Perseroan dan melalui aksi korporasi
untuk mengurangi tingkat utang saat ini. Perseroan juga dapat melakukan refinancing pinjaman
bank apabila diperlukan dikemudian hari. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membantu
kondisi likuiditas Perseroan dapat terjaga dengan baik sesuai rekam jejak Perseroan selama ini.

b. Langkah-langkah perbaikan kondisi likuiditas Perseroan.

Jawaban:

Perseroan telah dan akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga dan

memperbaiki kondisi likuiditas, antara lain:

e Melakukan negosiasi ulang dengan kreditur terkait jadwal pembayaran pokok, tingkat suku
bunga, dan jangka waktu pinjaman guna memperbaiki arus kas dan struktur pembiayaan
Perseroan.

» Mengendalikan biaya operasional dengan memangkas pengeluaran yang tidak esensial serta
meningkatkan efisiensi proses bisnis melalui optimalisasi penggunaan sumber daya internal.

e Meningkatkan pendapatan dengan mendiversifikasi sumber pendapatan, memperluas pasar,
memperkuat program pemasaran, dan mengembangkan produk atau layanan baru.

« Mengembangkan berbagai alternatif pendanaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas baik
jangka pendek maupun jangka panjang.

e Melakukan pelepasan aset tertentu untuk mengurangi tingkat utang dan memperkuat posisi
kas Perseroan.

» Menunda investasi jangka panjang, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan atau
pembangunan proyek baru, untuk menjaga fleksibilitas likuiditas.

e Mempertimbangkan aksi korporasi seperti penambahan modal melalui penerbitan saham
baru (rights issue) apabila diperlukan guna memperkuat struktur permodalan.

Perseroan berkomitmen untuk senantiasa menjaga likuiditas yang sehat dan memastikan
pemenuhan seluruh kewajiban sesuai perjanjian yang berlaku, sejalan dengan rekam jejak
Perseroan yang selama ini terjaga dengan baik.
Page 8 OCR 0.950
Aset terbesar Perseroan yaitu proyek dalam penyelesaian, yaitu sebesar Rp3,1 triliun atau 50,246
dari total aset Perseroan per 31 Maret 2025. Berdasarkan CALK 9 tentang Proyek dalam
Penyelesaian, saldo proyek dalam penyelesaian seluruhnya terdiri dari proyek Icon Tower / Icon
Project di Sudirman, Jakarta. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a

Progress terkini pengembangan Icon Tower / Icon Project.

Jawaban:

Saat ini Perseroan telah menyelesaikan pembangunan basement 4 tingkat yang difungsikan
sebagai tempat parkir.

. Berdasarkan keterangan pada dokumen prospektus penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Duta

Anggada Realty Tahap | Tahun 2025 yang diumumkan tanggal 26 Juni 2025, dijelaskan bahwa
tahap selanjutnya yaitu “masih dalam kajian untuk memastikan pemanfaatan optimal proyek”.
Agar dielaborasi status atau hasil kajian tersebut.

Jawaban:

Proyek Icon Towers terdiri dari dua menara, di mana Perseroan bersikap terbuka terhadap
berbagai opsi pengembangan yang ditawarkan oleh calon investor. Opsi-opsi tersebut mencakup
kemungkinan untuk menjual seluruh atau sebagian proyek, maupun menjalin kerja sama
strategis. Tujuan dari fleksibilitas ini adalah untuk memastikan bahwa proyek Icon Towers dapat
dimanfaatkan secara optimal demi mendukung kepentingan dan keberlanjutan usaha Perseroan.

. Rencana Perseroan kedepannya atas proyek tersebut, beserta indicative timeline-nya. Jika

terdapat pengembangan lebih lanjut, agar dijelaskan juga sumber dananya.

Jawaban:

Untuk saat ini belum ada rencana pengembangan lebih lanjut, Perseroan masih berfokus pada
rencana penjualan atas proyek tersebut.

. Analisa manajemen terkait ada atau tidaknya penurunan nilai pada nilai tercatat aset tersebut.

Jawaban:

Perseroan secara berkala melakukan penilaian atas nilai pasar proyek tersebut. Berdasarkan
laporan hasil penilaian terakhir yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Willson
dan Rekan (Knight Frank) selaku penilai independent per 31 Desember 2024, dinyatakan bahwa
tidak terdapat peristiwa atau perubahan kondisi yang mengindikasikan penurunan nilai atas
proyek tersebut.

. Penilaian terkini atas proyek tersebut oleh Penilai Independen, jika ada.

Jawaban:

Proyek tersebut telah dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Willson dan Rekan (Knight
Frank) selaku penilai independen per 31 Desember 2024 dengan nilai pasar objek penilaian
adalah sebesar Rp5.977.731.000.000,- (lima triliun sembilan ratus tujuh puluh tujuh miliar tujuh

ratus tiga puluh satu ribu Rupiah) sesuai dengan laporan penilaian nomor : 00301/2.0049-
00/P1/03/0454/1/VI1/2025.

Komponen liabilitas Perseroan yang terbesar yaitu utang bank jangka panjang, terdiri dari Rp2,54
triliun yang merupakan bagian tidak lancar (41,196 dari total aset per 31 Maret 2025), dan Rp377,3
miliar yang merupakan bagian lancar (6,196 dari total aset per 31 Maret 2025). Selain itu, debt-
toeguity ratio (DER) Perseroan sebesar 350,596 per 31 Maret 2025. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan,

a

Latar belakang tingginya DER Perseroan.

Jawaban:

Tingginya rasio DER hingga 31 Maret 2025 sejalan dengan kerugian yang masih dialami
Perseroan, yang terutama disebabkan oleh tingginya beban keuangan. Hal ini berdampak pada
penurunan saldo laba pada pos ekuitas. Meskipun demikian, secara keseluruhan kinerja
Perseroan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan perbaikan yang signifikan
dibandingkan periode sebelumnya, khususnya setelah berakhirnya masa pandemi.
Page 9 OCR 0.940
10.

Berikut perbandingan kinerja secara umum Perseroan yang menunjukan adanya perbaikan
kondisi keuangan Perseroan tersebut sebagai berikut:

Keterangan 2024 2023 #-
Pendapatan Usaha 511.558.731 433.200.487 18,1Yo
Laba Bruto 237.094.360 182.044.426 30,2Yo
Laba Usaha 64.336.243 28.520.691 125,6Y6
Rugi Tahun Berjalan (296.801.679) (343.797.532) (13,7)
EBITDA 171.508.287 133.858.612 28,1Yo
EBITDA Margin 340 31Yo 39

. Strategi perbaikan solvabilitas Perseroan.

Jawaban:

Strategi perbaikan solvabilitas yang telah dan akan dilakukan Perseroan yaitu sebagai berikut:

e Melakukan penjualan aset-aset tertentu Perseroan untuk membantu mengurangi tingkat
utang saat ini.

e Melakukan berbagai upaya peningkatan pendapatan usaha seperti yang sudah tercermin
dalam dua tahun terakhir ini terutama pasca pandemi.

e Melakukan restrukturisasi utang terkait jadwal pembayaran pokok, tingkat suku bunga dan
jangka waktu pinjaman guna memperbaiki arus kas Perseroan apabila diperlukan.

e Melakukan penguatan struktur permodalan termasuk melakukan aksi korporasi seperti
penambahan modal melalui penerbitan saham baru (right issue) untuk membantu solvabilitas
Perseroan apabila diperlukan.

. Pemenuhan covenant atas perjanjian pinjaman Perseroan kepada kreditur bank. Apabila

terdapat yang tidak terpenuhi, maka bagaimana status atau rencana perolehan waiver-nya?
Jawaban:

Apabila ada salah satu covenant yang tidak terpenuhi, maka Perseroan akan berkomunikasi
dengan bank dan mengirimkan surat permintaan waiver atas salah satu poin covenanf yang tidak
terpenuhi tersebut kepada bank dan selanjutnya Perseroan akan menunggu surat persetujuan
waiver dari bank sesuai dengan ketentuan dari masing-masing bank tersebut.

. Rencana restrukturisasi utang bank Perseroan. Jika ada, maka agar rencana tersebut dijelaskan

secara elaboratif beserta progress-nya.
Jawaban:

Saat ini proses seluruh restrukturisasi utang bank Perseroan telah selasai.

Perseroan membukukan piutang usaha sebesar Rp12,1 miliar per 31 Maret 2025. Berdasarkan
perincian piutang usaha pada CALK 4 tentang Piutang Usaha — Bersih, maka sebesar Rp10,0 miliar
(82,695 dari total piutang usaha) berstatus telah jatuh tempo, Rp6,1 miliar (50,646 dari total piutang
usaha) diantaranya telah jatuh tempo lebih dari 60 hari. Tidak terdapat pencadangan atas piutang
usaha Perseroan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a

Latar belakang besarnya porsi piutang usaha Perseroan yang berstatus macet.

Jawaban:

Latar belakang besarnya porsi piutang usaha tersebut disebabkan oleh adanya keterlambatan
pembayaran dari pihak penyewa sehingga status dari piutang usaha tersebut menjadi telah jatuh
tempo.

. Analisa manajemen Perseroan terkait kemungkinan dapat tertagihnya piutang usaha Perseroan

yang menjadi dasar keyakinan tidak dilakukannya pencadangan.
Page 10 OCR 0.953
1.

P2

Jawaban:

Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat tertagih karena
terdapat uang jaminan penyewa yang cukup untuk menutupi kemungkinan tidak tertagih nya
piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2025. Manajemen Perseroan melakukan penilaian terhadap
setiap piutang usaha pada setiap tanggal pelaporan untuk memastikan perlu tidaknya
pembentukan cadangan penurunan nilai piutang usaha dengan terlebih dahulu membandingkan
saldo piutang usaha dengan uang jaminan penyewa yang dibayarkan pada awal masa kontrak.

Cc. Strategi peningkatan kolektabilitas piutang usaha Perseroan.
Jawaban:
Manajemen Perseroan secara konsisten melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait
dalam rangka penagihan piutang usaha, melalui pendekatan persuasif serta penyampaian surat
tagihan dan teguran secara langsung kepada para penyewa yang belum melunasi kewajibannya.
Upaya tersebut telah terbukti efektif, sebagaimana tercermin dari rekam jejak Perseroan dalam
mengelola dan menagih piutang usaha selama ini.

Perseroan membukukan tanah untuk pengembangan sebesar Rp337,0 miliar per 31 Maret 2025,
Rp282,8 miliar diantaranya merupakan tanah seluas 64.277 m? yang terletak di Kampung Bandan,
Jakarta. Hak tanah tersebut merupakan SHGB di atas Hak Pengelolaan yang diperoleh Perseroan

sejak tahun 2000 dan saat ini sedang dalam proses perpanjangan SHGB. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:

a. Pemanfaatan tanah tersebut saat ini.
Jawaban:
Kondisi tanah tersebut masih berupa tanah kosong dan pemanfaatan tanah tersebut masih
dalam kajian manajemen yang rencananya akan digunakan untuk residensial dan retail.

b. Rencana terkini atas pengembangan tanah tersebut, beserta indicative timeline-nya.
Jawaban:
Pengembangan tanah tersebut masih dalam kajian manajemen yang rencananya akan
digunakan untuk residensial dan retail. Saat ini, Perseroan masih belum memiliki indicative
timeline atas tanah tersebut.

c. Bagaimana status proses perpanjangan SHGB atas tanah tersebut? Bagaimana kendala yang
dihadapi Perseroan dan bagaimana keyakinan manajemen Perseroan bahwa SHGB tersebut
dapat diperpanjang?

Jawaban:

Perpanjangan SHGB atas tanah tersebut sampai saat ini masih dalam proses, hal ini sudah kami
ungkapkan pada catatan atas laporan keuangan nomor 34. Perseroan optimis bahwa SHGB
tersebut dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan.

d. Alasan atau pertimbangan pencatatan atas tanah tersebut tidak dilakukan irnpairrmenl alau
penghapusbukuan, sehubungan dengan telah berakhirnya SHGB atas tanah tersebut.
Jawaban:

Perseroan secara berkala melakukan penilaian atas nilai pasar tanah tersebut. Berdasarkan
laporan hasil penilaian terakhir yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Wilison
dan Rekan (Knight Frank) selaku penilai independen, tertanggal 21 Maret 2025, dinyatakan
bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan kondisi yang mengindikasikan penurunan nilai

atas tanah tersebut. Selain itu, perpanjangan atas SHGB tanah tersebut saat ini masih dalam
proses.

Perseroan membukukan utang lain-lain sebesar Rp322,6 miliar per 31 Maret 2025. Berdasrakan
CALK 16 tentang Utang Lain-lain dan CALK 29 tentang Sifat Hubungan, Saldo dan Transaksi
dengan Pihak Berelasi, maka sebagian besar utang lain-lain Perseroan (Rp279,4 miliar) yaitu
merupakan utang kepada pihak berelasi dan timbul dari penggantian beban-beban operasional
Perseroan yang dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak berelasi. Utang tersebut bersifat on-demand,
tidak dijamin, dan tidak dikenakan bunga. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
Page 11 OCR 0.958
a. Profil PT Duta Investama Nusantara beserta hubungan afiliasinya dengan Perseroan.
Jawaban:
PT Duta Investama Nusantara (DIN) memiliki hubungan affiliasi dengan pemegang saham

pengendali Perseroan yaitu PT Duta Anggada yang merupakan salah satu pemegang saham
mayoritas DIN.

b. Pertimbangan beban-beban operasional Perseroan dibiayai oleh pihak berelasi Perseroan.
Jawaban:
Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen finansial dari pemegang saham pengendali
kepada Perseroan dalam membantu pendanaan kegiatan operasional, khususnya selama masa
pandemi yang memberikan dampak signifikan terhadap kinerja Perseroan. Komitmen ini
diberikan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan usaha Perseroan di tengah
tantangan yang dihadapi.

Cc. Pertimbangan utang kepada pihak berelasi tidak dijamin dan tidak dikenakan bunga. Agar
dijelaskan timbal balik yang diperoleh pihak berelasi Perseroan.
Jawaban:
Utang kepada pihak berelasi yang tidak dijamin dan tidak dikenakan bunga tersebut merupakan
bentuk dukungan murni dari pemegang saham pengendali kepada Perseroan dalam rangka
membantu Perseroan melewati masa sulit akibat dampak pandemi yang berlangsung selama
beberapa tahun terakhir. Atas fasilitas pinjaman tersebut, pihak berelasi tidak menerima imbalan
atau keuntungan dalam bentuk apa pun dari Perseroan.

d. Status kelancaran pelunasan utang lain-lain tersebut.
Jawaban:
Perseroan belum melakukan pelunasan atas utang kepada pihak berelasi. Saat ini, Perseroan
masih memprioritaskan pelunasan utang kepada perbankan dan pihak ketiga lainnya sesuai
dengan jadwal pembayaran yang telah ditetapkan dalam perjanjian yang berlaku.

e. Apakah utang kepada pihak berelasi tersebut merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan? Jika iya, maka bagaimana pemenuhan ketentuan
tersebut oleh Perseroan?

Jawaban:

Transaksi yang dilakukan Perseroan dengan pihak berelasi tidak mengandung benturan
kepentingan. Perseroan senantiasa berkomitmen untuk mematuhi ketentuan yang berlaku,
termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, apabila terdapat indikasi adanya transaksi
yang memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut. Seluruh informasi terkait
transaksi dengan pihak berelasi telah diungkapkan secara transparan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, yang diperbaharui secara berkala sesuai dengan
jadwal pelaporan keuangan.

13. Perseroan membukukan utang pajak dengan nilai Rp35,5 miliar per 31 Maret 2025, sebagian besar
terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp20,0 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang terdapatnya utang pajak.
Jawaban:
Utang pajak tersebut timbul sehubungan dengan Perseroan belum melakukan pembayaran atas
kewajiban pajak pada periode terkait.

b. Rencana pelunasan utang pajak tersebut.
Jawaban:
Perseroan akan terus mengusahakan untuk melakukan pelunasan atas utang pajak tersebut
dengan berkoordinasi dengan kantor pajak terkait.
Page 12 OCR 0.952
Cc. Konsekuensi yang diterima Perseroan berupa sanksi maupun denda terkait adanya utang pajak
tersebut.

Jawaban:
Perseroan telah menerima sanksi berupa denda atas adanya keterlambatan pembayaran pajak

tersebut yang besarannya dihitung sesuai dengan ketentuan berlaku untuk masing-masing pajak
yang ada.

Lain-Lain

14.

15.

16.

Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit)
dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok
perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

Jawaban:

Tidak terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari
kreditur maupun supplier yang dihadapi Perseroan. Semua informasi terkait perkara hukum telah
diungkapkan pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.

Strategi Perseroan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas penyusunan laporan keuangan
konsolidasian dalam rangka memastikan penyampaian laporan keuangan konsolidasian dilakukan
secara tepat waktu.

Jawaban:

# Melakukan pemantauan secara berkala terhadap proses penyusunan laporan keuangan dari
setiap entitas anak, serta melakukan evaluasi atas kendala yang dihadapi untuk perbaikan
berkelanjutan.

e Melakukan koordinasi yang intensif dengan auditor eksternal sejak awal proses audit untuk
mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi isu akuntansi lebih dini, sehingga proses finalisasi
laporan keuangan dapat dilakukan lebih efisien dan efektif.

e Melakukan peningkatan komptenensi kepada setiap divisi terkait guna memastikan pemahaman
yang memadai terhadap proses penyusunan laporan keuangan.

Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

Jawaban:

Tidak ada informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.48 MB
Published30 Jul 2025
Pages12
Characters35,037
Text sourceOCR
OCR confidence0.941

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Duta Anggada Realty Tbk p.1 ×9
linked org Duta Anggada p.1 ×2
possible org PT BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×3
possible org KJPP Willson p.5 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×2
unresolved org PT BURSA EFEK INDONESIA Indonesian Stock Exchange Building p.1
unresolved person Ventje Suardana · (Direktur Utama) p.1
unresolved org Duta Anggada Really Tbk p.1 ×2
unresolved org Paul Hadiwinata p.2
unresolved org Palilingan & Rekan p.2
unresolved org Penilai KJPP Willson & Rekan p.5 ×2
unresolved org Willson dan Rekan p.8 ×2
unresolved org Wilison dan Rekan p.10
unresolved org PT Duta Investama Nusantara p.11 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result