Skip to content
Back to announcement

20260908_AKKU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32146267_lamp2.pdf

Other Text extracted AKKU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
1.   Dalam Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2026
     dengan nomor 00363/2.1455/AU.1/05/1946-1/1/VIII/2026 oleh KAP Irfan Waluyo &
     Rekan, disampaikan bahwa laporan keuangan Perseroan mendapatkan opini Wajar
     Dengan Pengecualian (WDP) dengan basis sebagai berikut:
     Berdasarkan Catatan 6 dan 8 mengenai piutang non-usaha dan uang muka yang
     memerlukan penyesuaian atas penyajian terhadap akun-akun tersebut serta bukti yang
     belum memadai. Grup bertanggungjawab atas penyesuaian-penyesuaian terhadap akun-
     akun tersebut dan unsur-unsur yang membentuk laporan posisi keuangan konsolidasian
     interim serta laporan arus kas konsolidasian interim.
     Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
     a. Auditor menyatakan terdapat akun piutang non-usaha dan uang muka yang
          memerlukan penyesuaian penyajian, namun bukti audit yang diperoleh belum
          memadai. Mengapa kondisi tersebut dinilai masih berada dalam kategori opini Wajar
          Dengan Pengecualian? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Opini merupakan tanggung jawab dan pertimbangan profesional auditor independen/
          Kantor Akuntan Publik berdasarkan bukti audit yang diperoleh. Perseroan tidak
          menentukan atau mengarahkan opini KAP. Perseroan hanya menyampaikan data-data
          dan dokumen serta informasi yang di perlukan dalam rangka prosedur audit atas
          laporan keuangan Perusahaan kami periode yang berakhir 30 Juni 2026.

          Adapun opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang di keluarkan oleh KAP Irfan
          Waluyo & Rekan terutama atas saldo pada akun piutang non-usaha (Catatan 6 sebesar
          Rp.41,71 miliar, saldo ini juga telah mengalami perubahan mutasi, bukan merupakan
          saldo yang tidak bergerak) dan uang muka (Catatan 8 sebesar Rp.595,62 miliar),
          kedua akun ini bukan pada laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

          Perseroan berkomitmen menyelesaikan penyesuaian penyajian dan melengkapi
          dokumentasi pendukung atas kedua akun tersebut agar pengecualian ini dapat
          dihilangkan pada periode pelaporan berikutnya. Perseroan juga telah menyerahkan
          Action Plan/ Program Kerja kepada KAP untuk menyelesaikan kedua akun tersebut.

          Sebelum di terbitkan LAI final kami pun telah menjalani proses pembahasan draft
          laporan audit secara menyeluruh untuk memberikan keyakinan yang cukup kepada
          KAP dengan bukti-bukti yang kami miliki.

     b.   Apa pertimbangan profesional auditor dalam menyimpulkan bahwa dampak salah saji
          atau keterbatasan bukti audit atas akun piutang non-usaha dan uang muka tidak
          bersifat pervasif (menyeluruh) terhadap laporan keuangan konsolidasian? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Perseroan telah memberikan seluruh data pendukung laporan keuangan periode 30
          Juni 2026, kami mendapatkan penjelasan bahwa menurut KAP:

Page 2
         a.   Pertama, dampaknya terbatas pada dua akun yang dapat diidentifikasi secara
              jelas, yaitu piutang non-usaha dan uang muka, sehingga pembaca laporan
              keuangan dapat mengetahui secara spesifik akun mana yang dikecualikan.
         b.   Kedua, permasalahan utamanya adalah penyesuaian atas penyajian (klasifikasi
              dan pengungkapan) serta kecukupan dokumentasi pendukung, bukan indikasi
              kesalahan penyajian yang menyebar ke seluruh akun maupun ke sistem
              pencatatan Grup secara keseluruhan.
         c.   Ketiga, dampaknya tidak mempengaruhi keandalan penyajian kinerja keuangan
              periode berjalan, karena rugi neto periode enam bulan sebesar Rp2,55 miliar
              terbentuk dari kegiatan operasional dan bukan dari akun-akun yang dikecualikan
              tersebut.

         Dengan demikian, menurut KAP ,dampaknya bersifat material namun tidak
         menyeluruh (tidak pervasif) terhadap laporan keuangan konsolidasian, dan auditor
         pun tetap menyatakan bahwa bukti audit yang diperoleh cukup dan tepat sebagai basis
         opininya.

2.   Sehubungan dengan adanya paragraf terkait dengan kelangsungan usaha Perseroan dalam
     Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2026 dengan
     nomor 00363/2.1455/AU.1/05/1946-1/1/VIII/2026 oleh KAP Irfan Waluyo & Rekan
     sebagai berikut:
     Ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
     Grup melaporkan kerugian pada periode enam bulan tanggal 30 Juni 2026 sebesar
     Rp2.551.182.601 serta melaporkan akumulasi kerugian sebesar Rp 304.408.446.343
     sebagaimana diungkapkan dalam catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian
     interim terlampir, peristiwa atau kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakpastian
     yang dapat menimbulkan keraguan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan
     kelangsungan usahanya. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal tersebut.
     Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal sebagai berikut.
     a. Dengan adanya catatan auditor mengenai ketidakpastian material terkait
          kelangsungan usaha akibat akumulasi kerugian sebesar Rp304,41 miliar, bagaimana
          manajemen menilai kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kelangsungan
          usaha dalam 12 bulan ke depan? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Kami telah memberikan penjelasan kepada KAP program dan Rencana kerja
          perusahaan dalam menyikapi kelangsungan hidup perusahaan jangka pendek dan
          jangka panjang dengan membuat program kerja.

Page 3
b.   Apa langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Direksi untuk mengatasi kondisi
     yang menyebabkan auditor memberikan perhatian khusus terhadap aspek
     kelangsungan usaha Perseroan? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Perusahaan telah menyampaikan Program Kerja kepada KAP (bukti terlampir).
     Langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Direksi antara lain:
     (i) Melakukan efisiensi biaya operasional pada Perseroan (Holding) dan entitas
           anak yang belum menghasilkan pendapatan;
     (ii) Mengoptimalkan kinerja entitas anak PT Permata Nusantara Hotelindo (PNH)
           sebagai satu-satunya sumber pendapatan konsolidasian, melalui penambahan
           hotel yang dikelola serta peningkatan okupansi dan tarif kamar;
     (iii) Mempercepat penagihan piutang manajemen fee dan piutang pihak berelasi agar
           arus kas operasional membaik;
     (iv) Menyelesaikan penyesuaian penyajian dan kelengkapan dokumentasi atas akun
           uang muka sebesar Rp595,62 miliar dan piutang non-usaha sebesar Rp41,71
           miliar sebagaimana menjadi basis pengecualian auditor;
     (v) Mengupayakan penyelesaian dan pendayagunaan aset tanah di Bandung dan
           Bali melalui pencarian investor, yang saat ini masih dalam tahap due diligence
     (vi) Melakukan pembahasan penjadwalan kembali atas liabilitas jangka pendek,
           khususnya biaya akrual, dengan pihak-pihak terkait,
     (vii) Mengoptimalkan fungsi komite audit

c.   Apakah Perseroan telah memiliki rencana pemulihan (recovery plan) yang terukur
     untuk memperbaiki kondisi keuangan, termasuk target waktu pencapaian kinerja
     positif dan indikator keberhasilannya? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Perseroan sudah memiliki rencana untuk memperbaiki kondisi keuangannya namun
     saat ini masih dalam tahap due diligence.

d.   Bagaimana strategi Perseroan dalam memastikan ketersediaan likuiditas untuk
     memenuhi kewajiban jangka pendek, mengingat liabilitas jangka pendek tercatat
     sebesar Rp232,28 miliar per 30 Juni 2026? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Dari total liabilitas jangka pendek sebesar Rp232,28 miliar per 30 Juni 2026, sebagian
     besar merupakan pos yang tidak menuntut pengeluaran kas seketika, yaitu biaya
     akrual sebesar Rp188,31 miliar (sekitar 81% dari total liabilitas jangka pendek), utang
     pajak sebesar Rp16,46 miliar, pendapatan diterima dimuka sebesar Rp8,78 miliar,
     utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp12,57 miliar, dan utang usaha sebesar
     Rp1,92 miliar.

Page 4
          Strategi Perseroan dalam memastikan ketersediaan likuiditas adalah:
          (i) Mengandalkan arus kas operasional dari PNH, termasuk mempercepat penagihan
                piutang manajemen fee yang seluruhnya masih dalam kondisi dapat tertagih;
          (ii) Mengendalikan belanja operasional Holding dan entitas anak yang belum
                berpendapatan;
          (iii) Melakukan penjadwalan kembali dan penyelesaian bertahap atas biaya akrual dan
                utang kepada pihak berelasi, yang secara historis bersifat fleksibel dan tidak
                menimbulkan tuntutan pembayaran seketika;
          (iv) Memanfaatkan fasilitas pinjaman modal kerja tanpa bunga dari Pemegang Saham
                Utama PT Eka Mandiri Anugerah Sejahtera dengan plafon Rp100 miliar
                sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 32; serta
          (v) Mengupayakan masuknya investor atas aset tanah Perseroan sebagai sumber
                likuiditas jangka menengah.

     e.   Apakah terdapat rencana restrukturisasi kewajiban, tambahan pendanaan, aksi
          korporasi, atau dukungan dari pemegang saham/pihak berelasi untuk memperkuat
          posisi keuangan Perseroan? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Sampai dengan saat ini belum adanya rencana restrukturisasi kewajiban, tambahan
          pendanaan, aksi korporasi, atau dukungan dari pemegang saham/pihak berelasi untuk
          memperkuat posisi keuangan Perseroan tetapi hal ini masih menjadi pembahasan
          di manajemen dan pemegang saham perusahaan.

     f.   Bagaimana manajemen merespons kekhawatiran auditor bahwa kondisi tertentu dapat
          menyebabkan keraguan terhadap kemampuan Grup mempertahankan kelangsungan
          usaha? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Saat ini sumber pendapatan Perseroan secara konsolidasi seluruhnya bersumber dari
          kegiatan operasional entitas anak yaitu PT Permata Nusantara Hotelindo (PNH).
          Jumlah hotel yang dikelola oleh PNH adalah sebanyak 14 hotel dan seluruh piutang
          manajemen fee masih dalam kondisi dapat tertagih. Sampai dengan Juni 2026 rata-
          rata okupansi kamar hotel adalah sebesar 61,65 % dengan rata-rata harga dari
          Rp.153.750,- sampai dengan Rp.540.150,- per malamnya.

3.   Terkait dengan kinerja keuangan Perseroan pada posisi 30 Juni 2026, diketahui bahwa
     Perseroan membukukan saldo laba negatif sebesar Rp304,41 miliar pada 30 Juni 2026.
     Selain itu, Perseroan membukukan rugi neto sebesar Rp2,55 miliar pada 30 Juni 2026 atau
     360% lebih besar dibandingkan rugi pada periode sebelumnya. Atas informasi tersebut,
     Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.

Page 5
a.   Apa strategi utama Perseroan untuk melakukan turnaround Perseroan setelah
     mengalami kerugian berulang dan defisit saldo laba sebesar Rp304,41 miliar?
     Jelaskan.
     Tanggapan:
     Strategi utama turnaround Perseroan adalah:
     (i) Memperkuat dan memperluas satu-satunya lini usaha yang menghasilkan
           pendapatan, yaitu jasa manajemen hotel melalui PNH, dengan menambah jumlah
           hotel yang dikelola serta meningkatkan okupansi dan tarif kamar;
     (ii) Melakukan efisiensi biaya secara menyeluruh, khususnya pada Holding dan
           entitas anak yang tidak berkontribusi terhadap pendapatan namun tetap
           menanggung beban operasional;
     (iii) Mendayagunakan aset non-produktif, terutama uang muka pembelian tanah di
           Bandung dan Bali sebesar Rp595,62 miliar, dengan mencari investor dan
           menyusun konsep pemanfaatan tanah tersebut agar dapat menghasilkan
           pendapatan;
     (iv) Menyehatkan struktur liabilitas melalui penjadwalan kembali biaya akrual dan
           utang kepada pihak berelasi; dan
     (v) Melakukan aksi korporasi yang saat ini masih dalam tahap due diligence, yang
           diharapkan dapat memperkuat permodalan dan secara bertahap mengurangi
           defisit saldo laba sebesar Rp304,41 miliar. Perseroan menekankan bahwa defisit
           tersebut merupakan akumulasi kerugian tahun-tahun sebelumnya, sedangkan rugi
           periode berjalan relatif kecil, yaitu Rp2,55 miliar.

b.   Pendapatan Perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp3,76 miliar, sementara
     Perseroan masih mengalami rugi sebesar Rp2,55 miliar. Apa faktor utama yang
     menyebabkan kinerja belum dapat menghasilkan laba? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Faktor utama kinerja Perseroan belum dapat menghasilkan laba dikarenakan
     Pendapatan Perseroan secara konsolidasian hanya bersumber dari 1 entitas anak yaitu
     PT Permata Nusantara Hotelindo (PNH) sedangkan Perseroan (Holding) dan entitas
     anak lainnya tidak memiliki kontribusi atas pendapatan namun beban operasional
     tetap berjalan.

c.   Apa penyebab utama beban operasi masih membebani kinerja Perseroan, dengan
     beban operasi tercatat sebesar Rp4,04 miliar pada periode berjalan? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Penyebab utama beban operasi masih membebani kinerja Perseroan dikarekan
     Pendapatan Perseroan secara konsolidasian hanya bersumber dari 1 entitas anak yaitu
     PT Permata Nusantara Hotelindo (PNH). Baik Perseroan (Holding) maupun entitas
     anak lainnya sudah melakukan efiesiensi atas biaya operasional namun hal tersebut
     masih belum cukup.

Page 6
d.   Bagaimana strategi manajemen untuk pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan
     pencapaian profitabilitas pada tahun-tahun berikutnya? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Strategi manajemen untuk tahun-tahun berikutnya mencakup tiga aspek. Pertumbuhan
     pendapatan: menambah jumlah hotel yang dikelola PNH, meningkatkan okupansi dan
     rata-rata tarif kamar, memperluas kanal penjualan digital, serta mengembangkan lini
     pendapatan baru dari pendayagunaan aset tanah di Bandung dan Bali setelah investor
     diperoleh. Efisiensi biaya: melanjutkan rasionalisasi beban operasional Holding dan
     entitas anak yang belum berpendapatan, penyederhanaan struktur organisasi dan
     fungsi yang tumpang tindih, serta pengendalian belanja yang tidak langsung
     mendukung pendapatan, mempertimbangkan beban operasi periode berjalan sebesar
     Rp4,04 miliar terhadap pendapatan sebesar Rp3,76 miliar. Pencapaian profitabilitas:
     menargetkan pendapatan konsolidasian melampaui beban operasi sehingga tercapai
     laba usaha, dengan indikator antara lain pertumbuhan pendapatan jasa manajemen
     hotel, rasio beban operasi terhadap pendapatan, dan perbaikan arus kas operasional.
     Target waktu pencapaian akan ditetapkan secara terukur setelah proses due diligence
     atas rencana aksi korporasi selesai.

e.   Bagaimana strategi Perseroan dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki, mengingat
     terdapat aset lancar berupa uang muka sebesar Rp595,62 miliar dan piutang pihak
     berelasi sebesar Rp41,31 miliar? Jelaskan.
     Tanggapan:
     Strategi Perseroan saat ini adalah mencari investor untuk dapat melunasi pembelian
     tanah yang berada di Bandung dan Bali. Perseroan telah menyusun konsep atas
     penggunaan tanah tersebut kedepannya. Korporasi saat ini belum dapat disampaikan
     kepada publik dikarenakan masih dalam proses due diligence

f.   Auditor menjadikan piutang usaha sebagai salah satu hal audit utama karena adanya
     pertimbangan kompleks terkait penyisihan penurunan nilai piutang. Bagaimana
     kebijakan Perseroan dalam memperkuat pengelolaan piutang dan memastikan kualitas
     piutang usaha tersebut? Jelaskan.
     Tanggapan:
     (i) Kebijakan Perseroan dalam memperkuat pengelolaan piutang usaha meliputi:
     (ii) Penerapan disiplin jangka waktu penagihan dan pemantauan umur piutang
           (aging) secara berkala, mengingat per 30 Juni 2026 piutang usaha tercatat sebesar
           Rp12,86 miliar dengan porsi berumur lebih dari 120 hari sebesar Rp7,31 miliar;
     (iii) Penelaahan atas kerugian kredit ekspektasian pada setiap akhir periode pelaporan
           sebagai dasar penentuan cadangan kerugian penurunan nilai, yang per 30 Juni
           2026 tercatat sebesar Rp199,92 juta dan menurut manajemen telah cukup untuk
           menutup kemungkinan kerugian dari piutang tak tertagih;
     (iv) Rapat penagihan (collection review) secara bulanan dengan mekanisme eskalasi
           atas piutang yang menunggak, termasuk penghentian layanan atau penyesuaian
           syarat kerja sama bagi pelanggan bermasalah;

Page 7
         (v) Rekonsiliasi dan konfirmasi saldo piutang secara berkala kepada pelanggan serta
              penelusuran dokumen penagihan berupa invoice pendapatan; dan
         (vi) Seleksi dan evaluasi mitra kerja sama hotel secara lebih ketat guna menjaga
              kualitas piutang manajemen fee ke depan.

4.   Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
     hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum
     diungkapkan kepada masyarakat.
     Tanggapan:
     Perseroan kedepannya akan melakukan aksi korporasi namun saat ini belum dapat
     disampaikan kepada publik dikarenakan masih dalam proses due diligence. Apabila terjadi
     kesepakatan maka Perseroan akan mengumumkan kepada publik atas aksi korporasi
     tersebut.


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.11 MB
Published8 Sep 2026
Pages7
Characters17,454
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Eka Mandiri p.4
unresolved org Irfan Waluyo & Rekan p.1 ×3
unresolved org Irfan Waluyo p.1 ×3
unresolved org PT Permata Nusantara Hotelindo p.3 ×4
unresolved org PT Eka Mandiri Anugerah Sejahtera p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result