Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
30 Juli 2025
Semester Pertama 2025
Total Pendapatan sebesar Rp27.109,6 miliar.
EBITDA sebesar Rp12.855,4 miliar. Laba Bersih sebesar Rp2.335,3 miliar
Selama semester pertama tahun keuangan 2025, PT Indosat, Tbk (“Perusahaan”) berhasil meraih laba
bersih yang konsisten meskipun menghadapi tantangan dalam lingkungan bisnis. Perusahaan mencatat
penurunan total pendapatan sebesar 3,1% YoY menjadi Rp27.109,6 miliar, EBITDA menurun sebesar 4,2%
YoY menjadi Rp12.855,4 miliar yang menghasilkan margin EBITDA sebesar 47,4%. Perusahaan berhasil
menghasilkan Laba Periode Berjalan yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk yang solid sebesar
Rp2.335,3 miliar, hal ini menegaskan fundamental Perusahaan yang kuat dan kemampuan menciptakan
nilai untuk semua pemegang saham.
Basis pelanggan Perusahaan tercatat sebanyak 95,4 juta pada SMT1 2025, sementara ARPU untuk
pelanggan seluler meningkat menjadi Rp38,9 ribu pada SMT1 2025, mencatat kenaikan sebesar 2,5% atau
Rp1,0 ribu lebih tinggi daripada SMT1 2024.
Trafik data mengalami peningkatan sebesar 3,6% YoY pada SMT1 2025. Perusahaan memperluas
infrastruktur jaringannya, meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 203 ribu untuk menangani pertumbuhan
trafik data secara efektif dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada tanggal 21 Mei 2025, Indosat secara resmi meresmikan AI Experience Center (AIEC) di Jayapura,
Provinsi Papua, sebagai bagian dari komitmennya untuk memperluas akses dan manfaat teknologi
kecerdasan buatan (AI) bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur. AI Experience Center di Jayapura
berfokus pada dua sektor utama: pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, teknologi AI
memungkinkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan mudah diakses bagi siswa di daerah
tertinggal dan terpencil, mendorong pemerataan kesempatan pendidikan di seluruh negeri. Di bidang
kesehatan, teknologi AI memungkinkan diagnosis penyakit seperti tuberkulosis secara lebih cepat dan
akurat, memberikan dukungan penting bagi tenaga medis di fasilitas dengan sumber daya terbatas.
Bertepatan dengan ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada 18 Juni 2025, Perusahaan dan
Transsion Holdings secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis untuk
mempercepat inklusi digital di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan layanan konektivitas
andal IM3 dan Tri milik Indosat dengan keunggulan Transsion dalam menghadirkan perangkat digital yang
terjangkau, guna membuka akses masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal,
terhadap layanan digital yang lancar dan terintegrasi.
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
SEMESTER PERTAMA 2025
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk
Semester Pertama 2025 (“SMT1 2025”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) SMT1 2025 SMT1 2024 %Tumbuh* TW2 2025 TW1 2025 %Tumbuh*
Pendapatan 27.109,6 27.976,3 (3,1) 13.531,7 13.577,9 (0,3)
• Selular 22.749,7 23.601,0 (3,6) 11.327,9 11.421,8 (0,8)
• MIDI 3.961,6 3.916,4 1,2 2.000,2 1.961,4 2,0
• Telekomunikasi Tetap 398,3 458,9 (13,2) 203,6 194,7 4,6
Beban - beban (21.926,0) (22.223,6) (1,3) (11.137,7) (10.788,3) 3,2
Laba Operasi 5.183,6 5.752,7 (9,9) 2.394,0 2.789,6 (14,2)
Beban Lain-lain - Bersih (2.099,4) (2.031,0) 3,4 (1.068,8) (1.030,6) 3,7
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 2.335,3 2.734,7 (14,6) 1.024,2 1.311,1 (21,9)
EBITDA* 12.855,4 13.412,2 (4,2) 6.440,3 6.415,1 0,4
Marjin EBITDA 47,4% 47,9% (0,5) 47,6% 47,2% 0,4
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Rasio-rasio Keuangan
Formula SMT1 2025 SMT1 2024
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 22,74 20,62
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0,49 0,36
*
EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan pajak
penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai dengan
PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran likuiditas
dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk menghitung
EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat dibandingkan
dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
dan 2024.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp27.109,6 miliar pada SMT1 2025, menurun sebesar Rp866,7 miliar atau
turun sebesar 3,1% dibandingkan SMT1 2024. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83,9%, 14,6%, dan 1,5% terhadap
pendapatan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.
• Pendapatan Selular menurun sebesar 3,6% dibandingkan SMT1 2024, terutama disebabkan oleh
penurunan pendapatan data, telepon dan SMS yang diimbangi kenaikan jasa nilai tambah dan jasa
interkoneksi.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 1,2% dibandingkan SMT1 2024, disebabkan kenaikan layanan IT
yang diimbangi oleh penurunan pendapatan konektivitas tetap dan dan internet tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 13,2% dibandingkan SMT1 2024 dikontribusi oleh
penurunan pendapatan telepon internasional yang dimbangi oleh kenaikan telepon jaringan tetap.
Beban - beban sebesar Rp21.926.0 miliar pada SMT1 2025, turun sebesar Rp297,6 miliar atau 1,3% lebih
rendah dibandingkan SMT1 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban karyawan,
beban pemasaran, beban umum dan administrasi dan kenaikan penghasilan (beban)
operasional lain-lain - bersih yang diimbangi dengan kenaikan beban penyelenggaraan
jasa, beban penyusutan dan amortisasi.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp390,4 miliar atau 3,5% lebih
tinggi dibandingkan SMT1 2024, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
Page 3
kemitraan, instalasi, utilitas, pemeliharaan dan biaya hak penggunaan frekuensi, yang diimbangi
dengan penurunan sewa dan jasa, interkoneksi, paket perdana dan voucher.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp231,3 miliar atau 3,0% lebih tinggi
dibandingkan SMT1 2024 terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap yang berasal dari
penggelaran jaringan.
• Beban Karyawan: menurun sebesar Rp456,3 miliar atau 23,3% lebih rendah dibandingkan SMT1
2024, terutama disebabkan oleh penurunan beban bonus, insentif, imbalan karyawan lainnya dan
tunjangan pajak penghasilan yang diimbangi kenaikan gaji.
• Beban Pemasaran: menurun sebesar Rp183,4 miliar atau 18,6% lebih rendah dibandingkan SMT1
2024, utamanya dikarenakan penurunan biaya akuisisi pelanggan, agen pemasaran, iklan dan
pameran yang diimbangi dengan kenaikan jaringan pemasaran.
• Beban Umum dan Administrasi: menurun sebesar Rp60,6 miliar atau 13,0% lebih rendah
dibandingkan SMT1 2024, terutama disebabkan oleh penurunan beban jasa profesional, hubungan
masyarakat dan jasa pengelolaan yang diimbangi oleh kenaikan beban provisi penurunan nilai
piutang bersih dan transportasi.
• Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih: meningkat sebesar Rp219.0 miliar atau 269.0%
lebih tinggi dibandingkan SMT1 2024, utamanya disebabkan oleh pembalikan provisi pajak satu-kali,
dan penurunan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp2.099,4 miliar, meningkat sebesar
Rp68,4 miliar atau 3,4% lebih tinggi dibandingkan SMT1 2024 disebabkan oleh penurunan penghasilan
bunga dan kenaikan (kerugian) keuntungan selisih kurs - bersih.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp2.335,3 miliar atau menurun sebesar Rp399,4 miliar, terutama disebabkan
penurunan pendapatan, kenaikan beban penyelenggaraan jasa, beban penyusutan dan amortisasi dan
beban lain-lain-bersih yang dimbangi oleh penurunan beban karyawan, beban pemasaran, beban umum
dan administrasi dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain - bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2025 2024 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 15.332,2 14.877,7 3,1
Aset Tidak Lancar 102.172,2 99.509,0 2,7
JUMLAH ASET 117.504,4 114.386,7 2,7
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 34.069,5 31.009,0 9,9
Liabilitas Jangka Panjang 47.191,1 46.725,9 1,0
JUMLAH LIABILITAS 81.260,6 77.734,9 4,5
JUMLAH EKUITAS 36.243,8 36.651,8 (1,1)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 117.504,4 114.386,7 2,7
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
• Aset lancar meningkat sebesar 3,1% menjadi Rp15.332,2 miliar, terutama karena kenaikan piutang
usaha, kas dan setara kas.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 2,7% menjadi Rp102.172,2 miliar terutama diakibatkan karena
kenaikan aset tetap dan asset tidak lancar lain-lain.
• Liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 9,9% menjadi Rp34.069,5 miliar yang utamanya
disebabkan oleh kenaikan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang, utang usaha, utang
pajak dan liabilitas sewa yang diimbangi oleh penurunan kewajiban imbalan kerja jangka pendek dan
bagian lancar utang pengadaan .
• Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 1,0% menjadi Rp47.191,1 miliar diakibatkan kenaikan
pinjaman jangka panjang dan pendapatan diterima dimuka – jangka panjang .
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2025 SMT1 2024 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 9.575,8 9.651,5 (0,8)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (7.947,1) (4.702,0) 69,0
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (905,6) (5.613,1) (83,9)
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas (2,9) 43,6 (106,7)
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 720,2 (620,0) 216,2
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 4.454,1 5.189,6 (14,2)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 5.174,3 4.569,6 13,2
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Pengeluaran belanja modal pada SMT1 2025 sebesar Rp7.474,3 miliar (tidak termasuk Rp3.319,9 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 78,9% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi
yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp17.698,1 miliar. Posisi kas Perusahaan per tanggal
30 Juni 2025 adalah sebesar Rp5,174.3 miliar dengan utang bersih sebesar Rp12.523.8 miliar. Komposisi
utang pokok Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) SMT1 2025 2024 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 12.700,1 9.050,0 40,3
Obligasi dalam miliar Rupiah 4.998,0 5.866,0 (14,8)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar 5.508,8 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 1,6 tahun pada 30 Juni 2025.
.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
SMT1 2025 SMT1 2024 %Perubahan TW2 2025 TW1 2025 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,7 1,5 11,5 1,7 1,6 4,4
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 93,7 99,4 (5,7) 93,7 93,8 (0,1)
Jumlah Pelanggan (juta) 95,4 100,9 (5,5) 95,4 95,4 (0,0)
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 95,3 92,3 3,2 102,8 87,8 17,1
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 37,9 37,1 2,2 37,4 38,4 (2,6)
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 38,9 37,9 2,5 38,5 39,2 (1,8)
MoU (menit) 5,0 5,7 (13,2) 4,8 5,2 (6,4)
Trafik Data (PB) 8.249 7.965 3,6 4.327 3.922 10,3
Trafik SMS (miliar) 0,3 1,0 (74,5) 0,1 0,1 (13,8)
Persentase dapat berubah karena pembulatan
Pada SMT1 2025, basis pelanggan Perusahaan mengalami penurunan sebesar 5,5 juta pelanggan
menjadi 95,4 juta dibandingkan dengan SMT1 2024 yang disebabkan oleh konsolidasi SIM card di pasar.
ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada SMT1 2025 menjadi Rp38,9 ribu, naik 2.5% atau Rp1,0 ribu
lebih tinggi dibandingkan dengan SMT1 2024.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 5,0 menit atau turun 13,2% dibandingkan
SMT1 2024, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
Page 5
JARINGAN
Pada 30 Juni 2025, Perusahaan mengoperasikan secara total ~203 ribu BTS 4G (bertambah sebesar ~15
ribu BTS 4G pada SMT1 2025) dan 807 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
SMT1 2025 SMT1 2024 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 55.489 52.149 6,4
4G 203.086 188.218 7,9
5G 807 103 683,5
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp2.090; Kapitalisasi Pasar: Rp67,4 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AAA(idn) (Stable);
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2025 2024
(%) ( 1)
PENDAPATAN
Selular 22.749,7 23.601,0 (3,6)
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 3.961,6 3.916,4 1,2
Telekomunikasi Tetap 398,3 458,9 (13,2)
JUMLAH PENDAPATAN 27.109,6 27.976,3 (3,1)
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (11.541,5) (11.151,1) 3,5
Penyusutan dan Amortisasi (7.972,3) (7.741,0) 3,0
Karyawan (1.503,4) (1.959,7) (23,3)
Pemasaran (802,2) (985,6) (18,6)
Umum dan Administrasi (407,1) (467,7) (13,0)
(Kerugian) Keuntungan Selisih Kurs - Bersih (20,4) 41,3 (149,4)
Bagian atas Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (5,9) (60,7) (90,3)
Lain-Lain - Bersih 326,8 100,9 224,3
JUMLAH BEBAN (21.926,0) (22.223,6) (1,3)
LABA USAHA 5.183,6 5.752,7 (9,9)
Penghasilan Bunga 92,1 176,1 (47,7)
Biaya Keuangan (2.189,3) (2.230,6) (1,9)
(Kerugian) Keuntungan Selisih Kurs - Bersih (2,2) 23,5 (109,2)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (2.099,4) (2.031,0) 3,4
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.084,2 3.721,7 (17,1)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (571,0) (797,0) (28,3)
LABA PERIODE BERJALAN 2.513,2 2.924,7 (14,1)
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 2.335,3 2.734,7 (14,6)
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 177,9 190,0 (6,3)
TOTAL 2.513,2 2.924,7 (14,1)
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.